Bupati Kudus: Jangan Anggap Enteng Amanah

MuriaNewsCom, Kudus – Bupati Kudus Musthofa meminta kepala desa, tenaga pendidikan, serta tenaga kesehatan untuk menjaga amanah yang diemban selama bertugas. Ini lantaran amanah tersebut langsung berkaitan dengan masyarakat.

”Amanah adalah titipan sederhana yang memiliki seribu makna. Oleh karenanya, jangan disia-siakan, jangan dianggap enteng, dan jagalah amanah itu sebaik-baiknya. Terutama yang memiliki amanah sebagai pemimpin bagi masyarakat,” kata Musthofa saat pembinaan wilayah di Dawe dan Bae, Kamis (18/1/2018).

Politisi PDIP itu menegaskan, amanah jabatan yang diemban sekarang ini bukanlah untuk gaya-gayaan. Namun, lebih tertuju untuk melayani masyarakat. Karenanya, bagi setiap pemimpin harus mengedepankan kepentingan masyarakat dari pada kepentingan pribadi.

”Bangsa ini, daerah ini, tidak akan maju jika tidak memiliki fondasi pendidikan yang baik. Namun semuanya butuh sebuah kondisi yang sehat. Inilah pentingnya sinergi semua elemen pemerintahan,” tegasnya.

Bagi Musthofa, maju dan berhasilnya sebuah desa dan daerah, akan terwujud jika telah terpenuhi beberapa indikator. Yaitu tingkat ekonomi yang disertai menurunnya angka kemiskinan, berikutnya adalah pendidikan, kesehatan, serta infrastruktur yang baik.

”Di sini bukan hanya membutuhkan intelektualitas. Namun butuh adanya integritas dan moral yang baik. Maka seorang pemimpin harus dibekali dengan pembangunan moral yang baik,” ungkapnya.

Ia pun berpesan, semua pejabat bisa bekerja dengan maksimal dan tidak tertarik untuk melakukan tindakan yang bisa merugikan masyarakat. “Hidup ini pilihan. Mau selamat atau tidak, kita sendiri yang menentukan. Tentunya, pilihan baik tetap dinantikan seluruh masyarakat dalam pelayanan,” pungkasnya.

Editor: Supriyadi

Hartopo Dilarang Gunakan Atribut PDIP di Pilkada Kudus

MuriaNewsCom, Kudus – PDIP Kudus melarang Hartopo memakai atribut partai “Banteng Moncong Putih” untuk dipasang pada alat peraga kampanyenya sebagai Calon Wabup Kudus mendampingi Tamzil. Hal itu merupakan buntut pemberhentiannya sebagai kader PDIP, setelah dicalonkan partai lain.

“Dengan itu (pencalonan Hartopo sebagai Wabup mendampingi M.Tamzil) maka ia tak berhak cantumkan lambang PDIP di banner (alat peraga kampanye) miliknya,” ujar Achmad Yusuf Roni, Sekretaris DPC PDIP Kudus, Rabu (10/1/2018).

Ia mengatakan, telah berbicara dengan Hartopo untuk membredel seluruh alat peraga yang terdapat logo PDIP di dalamnya. Hal itu, menurut Yusuf telah mendapatkan persetujuan dari yang bersangkutan.

Baca: Dianggap Mbalelo, PDIP Pecat Hartopo Karena Maju Bersama Tamzil di Pilbup Kudus

Namun, ia tidak menampik di beberapa penggal jalan, masih terdapat banneryang memuat foto Hartopo dan logo PDIP.

“Yang bersangkutan (Hartopo) sudah setuju tadi malam (Selasa, 9/1/2018) melepas atribut PDIP. Namun memang ada beberapa yang tersisa. Nanti temen-temen dari struktur akan bantu (menurunkan banner),” tuturnya.

Sementara itu, saat pendaftaran Tamzil-Hartopo beberapa orang yang memakai jas berwarna merah dan memakai topi bertuliskan PDI Perjuangan masih terlihat. Menanggapi hal itu, anggota DPRD Kudus itu mengaku tak ada mobilisasi.

Baca: Penuhi Janji, Tamzil-Hartopo Daftar ke KPU Kudus di Hari Terakhir

“Saya sudah bendung keinginan itu (mendampingi saya sewaktu mendaftar), namun mereka (warga yang memakai jas merah dan simbol PDIP) datang atas inisiatif sendiri,” tuturnya.

Menurutnya, mereka yang datang bukan berasal dari anggota struktur DPC PDIP Kudus. Satu di antaranya Heris Paryono, mantan Ketua DPRD Kudus 1999-2004 itu mengaku datang dengan inisiatif sendiri.

“Saya memang memakai jas warna merah dan saya adalah pendiri PDIdi Kudus. Namun tidak masuk dalam struktur (kepengurusan) PDIP sekarang, tapi saya tetap kader,” kata dia.

Mendukung Hartopo, ia mengaku atas pilihan hati nuraninya. Namun demikian, ia menyebut ada sembilan perwakilan PAC PDIP Kudus yang ikut serta.

Editor: Supriyadi

Pengurus PDIP di Grobogan Diminta All Out Menangkan Ganjar-Yasin

MuriaNewsCom, Grobogan – Semua jajaran pengurus PDIP Grobogan dari tingkatan kabupaten, kecamatan dan desa diminta bekerja keras untuk mendukung kemenangan pasangan Ganjar Pranowo dan Taj Yasin dalam Pibgub 2018 nanti.

Hal itu disampaikan Ketua DPC PDIP Grobogan Sri Sumarni, saat melangsungkan upacara peringatan HUT ke-45 PDIP di lapangan Kelurahan Kalongan, Kecamatan Purwodadi, Rabu (10/1/2017).

”Semua pengurus dan kader harus all out mendukung pasangan Ganjar Pranowo-Taj Yasin. Saya minta hal ini benar-benar diperhatikan dan dilaksanakan,” tegas Sri.

Ia menyatakan, kinerja Ganjar selama jadi Gubernur Jateng sejauh ini bisa dinilai langsung oleh masyarakat. Salah satunya adalah prioritasnya dalam membangun infrastruktur jalan milik provinsi.

”Keberhasilan yang sudah diraih cukup banyak. Salah satu yang bisa mudah dilihat adalah perbaikan jalan. Saat ini, kondisi jalan dari Grobogan ke kabupaten sekitar sudah mulus,” kata Sri yang saat ini menjabat jadi Bupati Grobogan itu.

Sedangkan pasangan Ganjar, yang lebih dikenal dengan sebutan Gus Yasin merupakan tokoh muda yang dinilai mumpuni. Selain itu, Gus Yasin adalah putra KH Maimoen Zubari, ulama kharismatik dari Rembang yang namanya sudah tidak asing lagi. Khususnya bagi kalangan Nahdliyin.

”Saya minta kepada semua pengurus dan kader partai agar mulai merapatkan barisan, satukan langkah untuk mendukung dan menyukseskan calon dari PDIP yang juga didukung sejumlah parpol lain,” cetusnya.

Editor: Supriyadi

Sempat “Digoda” Parpol Lain Maju Pilgub Jateng, Begini Sikap Musthofa

MuriaNewsCom, Kudus – Setelah tak mendapatkan rekomendasi sebagai Calon Gubernur Jateng dari Megawati Soekarnoputri, Bupati Kudus Musthofa mengaku tak hendak ke lain hati.

Seusai mengantarkan bapaslon Masan-Noor Yasin, ke KPU Kudus Senin (8/1/2018), Musthofa mengaku akan tetap tegak lurus terhadap instruksi partainya. Meskipun demikian, ia mengaku “digoda” banyak partai lain.

“Memang banyak dari berbagai parpol yang hubungi saya. Namun saya tetap tegal lurus, tunduk terhadap Ketua Umum saya (Setelah tak mendapatkan rekomendasi sebagai Cagub Jateng),” tuturnya.

Musthofa menyebut, kesetiaannya terhadap PDIP adalah sesuatu yang mutlak. “Saya 2003 mencalonkan (sebagai bupati Kudus) gagal, panjenengan lihat saya pindah partai? Pada 2008 dan 2013 saya berhasil dan 2018 saya (mengantarkan) daftarkan (Masan-Noor Yasin). Sebagai petugas partai saya tunduk kepada ketum saya,” tandasnya.

Oleh karenanya, ia mengaku siap untuk menyukseskan Cagub-Cawagub yang diusung partainya yakni Ganjar Pranowo dan Taj Yasin.

“Jangankan tidak mendapat rekomendasi, saya disuruh hari ini berhenti jadi bupati, saya laksanakan. Jadi saya siap menangkan Mas Ganjar,” ungkapnya.

Sebelum mengakhiri sesi wawancara, Musthofa mengaku percaya akan mendapatkan rekomendasi lain dari PDIP.

“Saya percaya dengan kebaikan dan budi baik ketum saya. Bu Megawati Sukarnoputri amat cermat dan amat jeli, melihat kader yang sungguh-sungguh. Sehingga saya yakin saya dipersiapkan (untuk mengisi) di tempat lain,” pungkas Musthofa.

Editor: Supriyadi

PPP dan Demokrat Dukung Ganjar-Yasin, Nasib Poros Baru Gimana?

MuriaNewsCom, Semarang – Setelah diumumkan Megawati sebagai cagub dan cawagub pada Pilgub Jateng 2018, pasangan Ganjar Pranowo-Taj Yasin semakin banjir dukungan.

Sejumlah partai langsung merapat, seperti Partai Nasdem. Bahkan PPP dan Partai Demokrat yang sebelumnya diwacanakan membuat poros baru bersama Golkar akhirnya bergabung dengan PDI Perjuangan.

Ketua Pemenangan Pilkada DPD PDI Perjuangan Jateng, Bambang Hariyanto mengatakan, bergabungnya Demokrat dengan PDIP bahkan sudah diumumkan oleh Ketua Umum Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono.

“Yang baru saja memutuskan untuk berkoalisi dan mendukung balon cagub dan cawagub kita di Pilgub Jateng adalah Partai Demokrat melalui pernyataanya langsung Ketua Umum SBY,” katanya.

Ia menyebut, setelah dideklarasikan oleh Megawati tiga partai tersebut sudah mantap untuk berkoalisi dengan PDIP.

Dengan bergabunganya tiga partai dengan PDIP, kini hanya tinggal PKB dan Golkar yang belum memutuskan sikap. Karena Gerindra, PKS dan PAN sudah bulat mengusung mantan Menteri ESDM Sudirman Said.

Meski demikian, Bambang belum berani memastikan apakah Pilgub Jateng nanti akan head to head antara Ganjar dengan Sudirman Said. Namun ia punya keyakinan, dua partai lain yang beelum memutuskan sikap akan segera bergabung dengan PDIP.

Editor : Ali Muntoha

Ganjar : Rekomendasi PDIP Nunggu Naga Dina

MuriaNewsCom, Semarang – Ketua Umum DPP PDI Perjuangan, Megawati Soekarno Putri dikabarkan akan mengumumkan rekomendasi calon gubernur dan wakil gubernur Jateng, Kamis (4/1/2018). Gubernur petahana Ganjar Pranowo disebut-sebut yang akan mendapatkan rekomendasi ini.

Meski demikian Ganjar mengaku belum tahu siapa yang bakal ditunjuk partainya untuk maju. Ia menyebut, masih menunggu rekomendasi itu turun.

“Kita komunikasi rutin kalau umpama DPP sudah memutuskan, saya kira tinggal keluarkan saja. Nunggu naga dina. Nggolek dina apik, padahal dinane apik kabeh,” kelakar Ganjar saat ditanya wartawan, Selasa (2/1/2018).

Selain itu, ia juga menganggap akan lebih baik jika Pilgub Jateng diikuti lebih dari dua pasang calon. Hal ini berkaitan, dengan munculnya poros baru (PPP, Demokrat, Golkar) yang akan mengusung calon alternatif.

“Namanya Pilkada membuat poros, artinya menggalang kekuatan masing-masing untuk bernegosiasi kemudian mendukung calonnya. Oke-oke saja,” kata Ganjar.

Mantan anggota DPR RI ini menyebut, semakin banyak calon yang berkompetisi maka akan semakin baik. Karena rakyat akan diberi banyak pilihan. Selain itu menurut dia, dengan banyaknya calon menunjukkan banyak warga Jateng berkualitas yang layak jadi pemimpin.

”Banyak kandidiat yang bisa jadi pemimpin kan itu menarik. Daripada sendiri, berdua, enggak asik, kalau banyak kan menarik,” ujarnya.

Baca : Megawati Umumkan Cagub Jateng 4 Januari, Apakah Ganjar?

Ia juga membantah jika muncul calon lebih dari dua pasang akan menguntungkan pihaknya. ”Menurut saya lebih banyak partisipan lebih baik karena nuansa demokrasi akan terasa. Nuansa representasi atau keterwakilan akan terasa. Lebih menarik untuk saya,” tandasnya.

Sebelumnya, Ketua DPP PDI Perjuangan, Hendrawan Supratikno memastikan jika rekomendasi dari PDIP untuk Pilgub Jateng akan diumumkan pada 4 Januari 2018. Pengumuman akan dilakukan bersamaan dengan pengumumunan calon gubernur dari PDIP untuk Pilgub Jabar.

Editor : Ali Muntoha

Demokrat Resmi Usung Masan-Noor Yasin di Pilbup Kudus

MuriaNewsCom, Kudus – Partai Demokrat resmi mendukung pasangan Masan- Noor Yasin untuk bertarung di Pilbup Kudus 2018 mendatang. Keputusan tersebut diberikan setelah melihat bakal cawabup yang dipilih PDIP dalam pentas demokrasi lima tahunan itu.

Ketua DPC Partai Demokrat Edy Kurniawan mengatakan, Partai Demokrat mendukung penuh Noor Yasin sebagai Bakal Cawabup Kudus. Ia dianggap sebagai sosok yang pas berdampingan dengan Masan untuk memenangi pilkada.

“Pak Sekda kami usung untuk menjadi wakilnya Pak Masan. Ini sudah bulat sejak awal,” katanya kepada MuriaNewsCom

Menurut dia, rekomendasi terkait dukungan dari DPP Partai Demokrat juga sudah turun sejak 27 Desember lalu. Rekom berbunyi dukungan untuk pasangan Masan dan Noor Yasin.

Rekom tersebut bahkan sudah melalui sejumlah pertimbangan. Di antaranya adalah hasil survey dari Demokrat yang berbunyi Noor Yasin disukai masyarakat Kudus. Selain itu, pertimbangan lainya mengenai figur Noor Yasin yang sebagai sekda merupakan tokoh yang berpengalaman.

“Jadi keduanya merupakan perpaduan politisi dan birokrasi di Kudus. beliau berdua merupakan pejabat senior yang sudah berpengalaman untuk kudus ke depan,” ungkapnya.

Sementara, Sektretaris DPC PDIP Kudus M Yusuf Roni menyebutkan, hingga kini, Selasa (2/1/2018) baru Partai Demokrat yang berkoalisi dengan PDIP. Namun, sejumlah partai sedang pendekatan dengan PDIP untuk maju bersama-sama dalam pemilu mendatang.

“Ada beberapa partai yang mendekat. Dan kami juga masih terbuka, sampai saat deklarasi bersama dengan semua partai pengusung pasangan Masan dan Noor Yasin, rencananya deklarasi akan kami laksanakan sebelum 8 Januari nanti,” imbuhnya.

Editor: Supriyadi

Megawati Umumkan Cagub Jateng 4 Januari, Apakah Ganjar?

MuriaNewsCom, Jakarta – Teka-teki siapa yang bakal diusung PDI Perjuangan sebagai calon gubernur dan wakil gubernur dalam Pilgub Jateng 2018 akan segera terungkap. Ketua Umum DPP PDI Perjuangan, Megawati Soekarno Putri akan mengumumkan siapa yeng mendapat rekomendasi pada Kamis 4 Januari 2018.

Ketua DPP PDI Perjuangan, Hendrawan Supratikno memastikan hal ini saat ditanya wartawan, Selasa (2/1/2018). Dilansir detik.com, menyebut jika pada tanggal itu juga akan mengumumkan rekomendasi cagub untuk Pilkada Jabar.”Betul (tanggal 4 Januari). Komunikasi terus kami kembangkan/jalin dengan parpol lain,” katanya.

Meski demikian, ia belum mau membocorkan siapa yang bakal diusung dalam Pilgub Jateng maupun Jabar. Menurutnya, DPI Perjuangan sudah memiliki syarat minimal untuk mengusung cagub/cawagub di Jabar dan Jateng tanpa harus berkoalisi dengan parpol lain.

Di Jawa Tengah, perolehan kursi PDI Perjuangan di DPRD Jateng mencapai 31 kursi. Dengan jumlah kursi ini, PDI Perjuangan menjadi satu-satunya parpol di Jateng yang bisa mengusung pasangan cagub dan cawagub tanpa harus berkoalisi dengan partai lain.

“Kami masih mencermati poros-poros/paslon yang terbangun. Tidak ada urgensi untuk terburu-buru di provinsi yang jumlah kursinya cukup untuk mengusung dan mendaftar pada jam-jam terakhir,” ucap Hendrawan.

Selain Jabar dan Jateng, Megawati akan mengumumkan cagub/cawagub di provinsi lain. Wilayah lain yang akan diumumkan antara lain Lampung, Maluku Utara, dan Papua.”Diharapkan sebagian besar sudah bisa dituntaskan. Kalaupun ada yang belum, pasti tinggal ‘finishing touch’ (sentuhan akhir) saja,” kata Hendrawan.

Meski belum ada bocoran siapa yang akan diusung PDIP di Pigub Jateng, namun banyak pihak yang berkeyakinan jika partai berlambang banteng moncong putih ini akan kembali mengusung gubernur petahana Ganjar Pranowo.

Apalagi beberapa kali Ketua DPD PDI Perjuangan Jateng Bambang Wuryanto, maupun Puan Maharani menyebut jika peluang Ganjar sangat kuat. Dalam berbagai survei internal yang digelar PDIP juga menyebut elektabilitas Ganjar belum tersaingi calon-calon lain.

Editor : Ali Muntoha

Pastikan Tak Dukung Sudirman Said, Ini Skenario PPP Romy Jika Tak Gabung PDIP

Ketua Umum DPP PPP Romahurmuzy. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Semarang – PPP hampir pasti tak bakal mendukung Sudirman Said, dalam Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) Jateng 2018 mendatang. Apalagi Sudirman Said telah menerima dukungan dari PPP kubu Djan Faridz.

Ketua Umum DPP PPP, Romahurmuzy menyebut, pihaknya kini lebih fokus melakukan pendekatan dengan PDIP, yang dikabarkan akan mendeklarasikan gubernur petahana Ganjar Pranowo.

“Untuk Jawa Tengah, kita masih terus melakukan komunikasi intens dengan PDIP. Karena salah satu yang kita pertimbangkan di Jawa Tengah itu karena PDIP sebagai pemenang,” kata Romi di Kantor DPP PPP, Jakarta Pusat, dikutip dari Kumparan, Rabu (27/12/2017).

Menurut dia, koalisi dengan PDIP merupakan skenario pertama dalam menghadapi Pilgub Jateng 2018. Ia juga menyebut masih ada skenario kedua, yakni membangun koalisi dengan parpol lain dan mendukung calon yang independen.

Namun, Romi menyebut, koalisi dimaksud bukanlah koalisi antara Gerindra, PAN, dan PKS. Melainkan dari parpol lain yang dikabarkan akan membuat poros baru yakni Demokrat dan Golkar.

“Tentu koalisi yang saya maksud bukan koalisi yang semalam sempat berkumpul. Jadi ada koalisi baru lagi yang kita bangun porosnya di Jawa Tengah dengan Demokrat dan Golkar,” ujarnya.

Romi menegaskan bahwa untuk Pilgub Jateng segala kemungkinan masih bisa terjadi, karena koalisi masih sangat cair dibandingkan Pilgub Jabar atau Jatim.

Sekjen PPP kubu Romy, Arsul Sani, juga mengisyaratkan partainya tak bakal mendukung Sudirman Said. Ia menyebut, keputusan Sudirman Said menerima dukungan dari PPP Djan Faridz sama saja dengan menutup diri dari dukungan resmi PPP Romy sebagai pemegang surat keputusan (SK) kepengurusan Kementerian Hukum dan HAM.

“SS sudah bertemu kami sebenarnya. Dan namanya sedang kami lempar ke jajaran partai di Jateng apa bisa diterima atau tidak. Tapi dia salah jalan dengan datang ke DF (Djan Faridz),” terangnya.

Dengan begitu, menurut Arsul, Sudirman dianggap telah menutup diri untuk menerima dukungan dari PPP secara resmi sesuai SK kepengurusan dari Kemenkumham. “Artinya dia menutup pintunya sendiri untuk didukung PPP,” tutur Anggota Komisi III DPR itu.

Editor : Ali Muntoha

Maju Jadi Bakal Cawagub Jawa Tengah, Walikota Magelang Sambangi Kudus

Ketua DPC PDI Perjuangan Kudus Musthofa saat menyambut kedatangan Walikota MagelangSigit Widyonindito . (ISTIMEWA)

MuriaNewsCom, Kudus – Salah satu bakal Calon Wakil Gubernur (Cawagub) Jawa Tengah, Sigit Widyonindito silaturahmi ke Kantor DPC PDI Perjuangan Kudus, Rabu (29/11/2017). Walikota Magelang itu disambut Ketua DPC PDI Perjuangan Kudus Musthofa bersama jajaran pengurus partai.

Kehadiran Sigit di Kudus tersebut dalam rangka sosialisasi dan konsolidasi bakal calon wakil gubernur Jateng dari PDI Perjuangan. Pada acara yang berlangsung hangat ini, Sigit menyebut tentang kemajuan Kudus sebagai pusatnya di pantura timur. 

Perubahan kemajuan secara tajam terlihat nyata di era kepemimpinan Musthofa yang telah hampir 10 tahun memimpin Kudus. Kepemimpinannya selama dua periode ini berhasil membangun Kudus dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. 

“Kawan saya, sahabat saya, Pak Musthofa ini adalah kader terbaik partai,” kata Sigit.

Sigit menilai Musthofa yang sukses di partai dan pemerintahan. Apalagi di tengah kesibukannya, Musthofa masih menyempatkan kuliah untuk menuntaskan gelar doktor di Undip dalam waktu dekat. 

Mengenai tingkat perekonomian, tambahnya, Sigit mengatakan iri dengan PDRB di Kudus yang sangat tinggi. Ini semua didukung kemampuan Musthofa menggerakkan ekonomi rakyat. Apalagi Musthofa adalah seorang pengusaha sebagai praktisi ekonomi.

“Bukan hanya piawai sebagai Bupati, Pak Musthofa ini juara sejak kerja di swasta bahkan sebagai pengusaha,” jelas Sigit pada pertemuan yang sangat bersahabat ini.

Menyinggung mengenai Pilgub Jateng tahun depan, Sigit menyatakan siap dengan apapun keputusan Ketua Umum PDI Perjuangan. Termasuk siap menjadi wakil gubernur pendamping Musthofa, bila Megawati Sukarnoputri merekomendasikan.

“Saya berdoa, semoga Pak Musthofa mendapat rekomendasi sebagai Cagub. Dan saya siap mendampingi,” harapnya yang langsung disambut tepuk tangan seluruh hadirin.

Menanggapi hal ini, Musthofa menyatakan siap dengan apapun keputusan ketua umum PDI Perjuangan. Karena prinsip tegak lurus dipegangnya di partai berlambang banteng moncong putih ini.

“Kami siap apapun dengan keputusan Ibu Megawati. Termasuk jika kami berdua direkomendasi sebagai cagub dan cawagub,” tegasnya.

Dikatakannya, sinergi 3 pilar terus dilakukannya untuk kemajuan partai dan tentunya membangun daerah bahkan bangsa ini.

“Terima kasih, Pak Sigit atas kerawuhannya di Kudus. Semoga jalinan silaturahmi ini membawa berkah untuk kita bersama,” harapnya.

Editor: Supriyadi

Marzuqi Pasrah Tunggu Rekom PDIP 

Bupati Jepara Ahmad Marzuqi pasrah akan rekomendasi PDIP di Pilgub Jateng. (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Bupati Jepara Ahmad Marzuqi mengaku belum mendapat rekomendasi apapun terkait proses penjaringan bakal calon Gubernur Jateng. Meski telah mendaftar di PDIP, ia mnyerahkan sepenuhnya ke partai.

“Soal rekomendasi belum tahu, sampai dengan sekarang ini saya hanya telah mengembalikan berkas. Proses selanjutnya, hanya Allah dan yang punya bus (Ketum PDIP) yang tahu. Sebab PDIP kan satu komando,” katanya. 

Lebih lanjut, ia tak begitu mempermasalahkan apa yang nantinya akan direkomendasikan. Terlebih, dirinya merasa bukanlah kalangan internal partai berlambang Banteng moncong putih itu. 

Namun demikian, Marzuqi menyadari bahwa Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan berjasa dalam proses pemilihan Bupati Jepara. Hal itu mengingat, kader PPP itu justru mendapatkan dukungan dari PDIP saat pilbup 2016 kemarin. 

“Saya tidak terlalu agresif dan ambisius. Terlebih saya merupakan orang dari luar pagar,” tuturnya.

Disinggung mengenai skenario terburuk, dirinya tak mendapatkan rekomendasi sebagai bakal calon gubernur dari PDIP Marzuqi tak mempermasalahkannya. Ketika hal itu terjadi, maka secara pribadi ia tetap akan mendukung siapa saja calon yang direkomendasikan oleh Megawati Soekarnoputri. 

Editor: Supriyadi

Cagub-Cawagub Jateng dari PDIP Sudah Dipilih, Megawati Belum Berkomentar

Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarno Putri saat datang Kantor DPD PDIP Jateng, Kamis (9/11/2017). (Istimewa)

MuriaNewsCom, Semarang – Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarno Putri tak mengumumkan siapa calon gubernur dan wakil gubernur Jateng yang akan diusung, saat bertandang ke markas banteng Jateng, Panti Marhaen Semarang, Kamis (9/11/2017).

Megawati langsung pergi meninggalkan kantor DPD PDI Perjuangan Jawa Tengah itu, usai memimpin rapat tertutup untuk konsolidasi pemenangan pilkada serentak 2018. Rapat itu dihadiri tokoh-tokoh penting partai.

Sekjen PDIP Hasto Kristianto, Puan Maharani, Agus Wilujeng (anggota DPR RI), ketua DPD PDIP Jateng Bambang Wuryanto, dan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo hadir dalam rapat tersebut.

Rapat konsolidasi itu berlangsung selam tiga jam. Sebelum rapat, Megawati menyaksikan festival kekayaan pangan Jateng, yang digelar di halaman kantor DPD PDIP Jateng di Jalan Brigjen Katamso, Kota Semarang.

Usai rapat, Megawati langsung ke luar dan masuk ke dalam mobil. Ganjar juga ikut berlari masuk ke dalam mobil rombongan Megawati.

Ganjar hanya memberi komentar sangat singkat saat membuka kaca mobil. “Asyik,” kata Ganjar sambil mengacungkan jempol.

Nama Ganjar disebut Puan Maharani sebagai calon paling kuat di antara kandidat yang lain. Hal ini berdasar survei yang dilakukan di internal PDI Perjuangan.

Baca : Puan Beri Sinyal PDIP Bakal Kembali Usung Ganjar Pranowo

Sementara Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menyebut, pihaknya sudah mengantongi cagub dan cawagub yang akan diusung.

Hanya saja menurut dia, pengumuman siapa sosok yang dipilih masih menunggu momentum yang dianggap tepat.

Sepasang calon ini menurutnya sudah mengerucut usai dilakukan fit and proper test yang dilakukan seluruh pelamar. “Mengerucut, sudah satu pasangan. Baru atau lawas itu relatif,” kata Hasto.

Kapan momentum yang tepat itu menurut Hasto, menunggu keputusan dari Megawati.  “Ketika momentum tepat itu ditentukan ibu Megawati Soekarnoputri, seluruh jajaran partai sudah siap,” pungkas Hasto.

Editor : Ali Muntoha

Anggota DPR RI Evita Nursanty Dorong Banteng Muda Berkiprah untuk Jateng

Anggota DPR RI Evita Nursanty (kiri) saat menghadiri pelantikan BMI Jateng di Semarang, Rabu (8/11/2017) malam. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Semarang – Anggota DPR RI Dapil III Jawa Tengah Evita Nursanty mendukung Banteng Muda Indonesia (BMI) dan Komunitas Banteng Muda (KBM) untuk berkiprah memberikan kontribusi positif kepada masyarakat Jateng.

Hal itu disampaikan Evita, usai mengikuti pelantikan pengurus BMI Jateng di Kantor DPD PDI Perjuangan Jateng, Gedung Panti Marhaen, Rabu (8/11/2017) malam.

“Saya ucapkan selamat dengan dilantiknya pengurus BMI Jateng. semoga BMI dan KBM dengan semangat mudanya bisa ikut membesarkan PDIP di Jawa Tengah,” ujar Evita.

Menurut dia, bangsa saat ini membutuhkan anak-anak muda yang memiliki semangat nasionalisme untuk berkiprah di tengah-tengah masyarakat. Seperti yang telah didengungkan Megawati (Ketua Umum DPP PDIP), Indonesia butuh generasi pemuda yang mengerti akan Trisakti.

Semangat itu yang menurut Evita ada pada diri BMI dan KBM. Karena itu, dia mendukung penuh gerakan BMI dan KBM di Jawa Tengah yang bergelorakan semangat nasionalisme untuk rakyat.

“Kami ikut mendukung BMI dan KBM tidak hanya berkiprah untuk ikut membesarkan partai di Jawa Tengah. Lebih dari itu, BMI dan KBM diharapkan bisa memberikan kontribusi positif kepada masyarakat secara langsung,” tuturnya.

Baca : Puan Beri Sinyal PDIP Bakal Kembali Usung Ganjar Pranowo

Pelantikan BMI Jateng sendiri dihadiri tokoh penting PDI Perjuangan, seperti Ketua DPP Bidang Politik dan Keamanan PDIP Puan Maharani, dan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo.

Sementara tokoh yang didaulat sebagai Ketua BMI Jateng adalah Ketua Komisi D DPRD Jateng Alwin Basri. Kepada wartawan, Alwin mengaku akan segera melakukan pembibitan kader BMI di berbagai kabupaten dan kota di Jawa Tengah.

Dia yakin, BMI Jateng mampu berkiprah lebih luas dalam waktu satu hingga dua tahun ke depan.  “Saya yakin BMI Jateng bisa berkiprah, karena sudah ada struktur pengurus yang teruji,” terang  Alwin.

Editor : Ali Muntoha

PDIP Pati Rapatkan Barisan untuk Memenangkan Calon Gubernur

Ketua PDIP Pati Ali Badrudin menyatakan kesiapannya untuk memenangkan calon gubernur Jateng di wilayah Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Ketua DPC PDIP Pati Ali Badrudin mengaku sudah siap untuk memenangkan calon gubernur yang diusung DPP PDIP pada Pilgub 2018 mendatang.

Bahkan, pihaknya sudah merapatkan barisan untuk memenangkan calon gubernur yang diusung PDIP di Kabupaten Pati. “Kita sudah melakukan konsolidasi, kemantapan dan sikap, sehingga bisa memenangkan calon yang diusung PDIP,” ujar Ali, Sabtu (4/11/2017).

Ali juga mengamini bila Jawa Tengah selama ini menjadi parameter keberhasilan suatu partai. Karena itu, dia mengaku tidak main-main dan siap “memerahkan” Kabupaten Pati untuk kemenangan calon gubernur yang nantinya diusung.

Menurut dia, kemenangan mutlak bisa dicapai di Pati karena PDIP selama ini mengakomodasi kepentingan rakyat. Banyak aspirasi dari masyarakat akar rumput yang diperjuangkan PDIP.

“Semuanya untuk rakyat. Kita menang karena didukung rakyat, kalau sudah menang kembalinya juga untuk rakyat. Dari pola itu, saya yakin bisa menang mutlak di Pati,” tuturnya.

Saat ini, DPP PDIP masih terus melakukan penjajakan untuk para kandidat gubernur Jawa Tengah. Para kandidat dipersilakan untuk menaikkan popularitas dan melakukan pendekatan emosional kepada kader partai hingga pertengahan November.

“PDIP masih mengikuti mekanisme partai. Setelah masa penjajakan popularitas dan pendekatan emosional dengan kader partai selesai, kita akan tetapkan siapa calonnya,” sambung Ketua DPD PDIP Jateng Bambang Wuryanto.

Karena itu, pihaknya masih enggan menyebut nama-nama yang akan maju sebagai calon gubernur Jateng dengan kendaraan PDIP. Dia juga memastikan belum ada pengerucutan nama di tingkat DPP.

Editor: Supriyadi

Sambangi Kudus, Ketua DPD PDIP Jateng Sanjung Kepemimpinan Musthofa

Ketua DPC PDIP Kudus Musthofa memberikan sambutan saat pembukaan dialog interaktif di Kudus, Jumat (13/11/2017). (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Ketua DPD PDIP Bambang Wuryanto menyanjung Ketua DPC PDIP Kudus Musthofa dalam hal kepemimpinannya. Sanjungan diberikan tak hanya dalam hal kepemimpinannya sebagai Bupati Kudus, namun lebih kepada kepemimpinan di DPC PDIP Kudus.

Sanjungan itu disampaikan dalam acara dialog interaktif dengan tema Dikau Bertanya, Ketua DPD Menjawab di Hotel Griptha Kudus, Jumat (13/11/2017).

”Pak Mus luar biasa, tak hanya  menjabat dua kali periode sebagai Bupati Kudus, namun juga mampu memunculkan regenerasi yang baik juga,” katanya kepada wartawan Jumat (3/11/2017).

Menurut dia, biasanya yang dikader untuk regenerasi masih ada hubungan darah atau keluarga seperti istri anaknya. Namun berbeda untuk di Kudus, dan itu dianggap sebuah keberhasilan.

Semetara, Ketua DPC PDIP Kudus Musthofa menyampaikan dalam sambutannya, kalau PDIP Kudus kini menjadi partai penting di Kudus. Bahkan disebut bisa sebagai porosnya. Hal itu akan terus ditingkatkan kedepannya nanti.

“PDIP Kudus amat sangat terbuka, sangat realistis. Kami bersama rakyat, kami dicintai oleh rakyat,” ungkap dia.

Dalam kesempatan itu, dia yang menjabat Bupati Kudus dua periode juga menyampaikan terimakasih kepada ketua DPD PDIP Jateng, yang didalam jadwal padat menyempatkan datang ke Kudus.

Editor: Supriyadi

Tak Lengkapi Berkas, Nasib 2 Parpol Sebagai Peserta Pemilu Tunggu Keputusan KPU Pusat

Ketua PDIP Kudus Musthofa (dua dari kanan) saat menyerahkan berkas ke KPU Kudus, Kamis (12/10/2017). (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – KPU Kudus mengaku belum tahu nasib dua partai politik (Parpol) di Kabupaten Kudus sebagai peserta pemilu. Pasalnya, hingga batas terakhir pendaftaran dan pengembalian berkas, keduanya tak dapat memenuhi persyaratan dari KPU Kudus.

Divisi Hukum KPU Kudus Naily Syarifah mengatakan, kedua partai tersebut, adalah Partai Idaman dan PIKA. Untuk Partai Idaman, berkasnya kembali dikembalikan KPU Kudus karena ada syarat yang kembali kurang. Sedang untuk PIKA, sama sekali tak datang ke KPU Kudus.

“Setelah kami tunggu lagi hingga tengah malam, keduanya tak ada yang kembali ke KPU Kudus,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Mengenai nasib kedua partai tersebut, kata dia, belum diketahui apakah dinyatakan gugur dalam pertandingan ataukah tidak. Naily berdalih, KPU Kudus hanya sebatas melaporkan kepada KPU Pusat atas hasil dari pendaftaran yang dilakukan.

”Kami belum tahu (nasib Partai Idaman dan PIKA), masih menunggu keputusan KPU Pusat,” ujarnya

Naily menyebutkan, pelaporan KPU Kudus kepada KPU Pusat akan dilakukan maksimal tiga hari setelah ditutupnya pendaftaran, atau maksimal pada Jumat mendatang. 

Sementara, untuk dua partai lainya yang melengkapi berkas di additional time dan dinyatakan lolos oleh KPU Kudus juga akan dilaporkan ke KPU Pusat. Keduanya adalah PBB dengan 1.358 KTP dan KTA, dan untuk Partai Berkarya dengan 1.222 KTP dan KTA. 

“Keduanya juga akan kami laporkan ke KPU Pusat, bersama dengan parpol yang tak lolos serta 13 Parpol yang sebelumnya lolos,” ungkap dia.

Editor: Supriyadi

Bacabup PDIP Kudus Masan Dipersilakan Ambil Formulir Bakal Calon Bupati Kudus dari Hanura

Perwakilan DPC PDIP Kudus foto bersama DPC dan DPD Partai Hanura di kantor DPC Partai Hanura, Senin. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus –  DPC Partai Hanura Kudus mendapat kunjungan dari kader DPC PDIP setempat, Senin (14/8/2017). Mereka diajak berkoalisi dengan sama-sama mendukung bakal calon bupati dari PDIP, Masan.

Namun, nampaknya DPC Partai Hanura tak gampang ikut. Sebaliknya, DPC Partai Hanura meminta Masan, untuk  mengambil formulir pendaftaran formulir bakal calon bupati, dan mengumpulkan dalam batas waktu yang ditentukan.

Ketua DPC Partai Hanura Kudus Kadarjono mengatakan, secara garis besar apa yang disampaikan oleh PDIP terkait pembangunan Kudus ke depan nyaris sama dengan Partai Hanura. Namun,  partainya juga memiliki aturan, yang harus dipatuhi dan dijalankannya.

“Kalau mau, kami persilakan mengambil formulir pendaftaran calon bupati. Kemudian dapat dikumpulkan maksimal 18 Agustus nanti. Setelah itu bisa ikut proses lebih lanjut,” katanya saat menyambut DPC PDIP Kudus.

Baca jugaPDIP Kudus Kunjungi Kantor DPC Partai Hanura Kudus, Ada Apa?

Kadarjono menegaskan, partainya sudah memiliki aturan terkait pencalonan dan rekomendasi. Dan dari sejumlah calon juga sudah ada yang mengumpulkan berkas. Pihaknya tak mau menyalahi aturan, dengan tanpa mengikuti proses.

Dia berharap dapat bersama-sama membangun Kudus ke depan. Selain itu, dia juga mendoakan Masan yang mendapatkan rekomendasi dari DPP PDIP untuk maju di Pilpub mendatang. Bahkan doanya, semoga juga menjadi bupati.

Sementara, perwakilan DPD Partai Hanura Sakdiyanto sangat berterima kasih dengan kunjungan dari DPC PDIP Kudus. Pihaknya berharap koalisi dapat terjalin, namun dengan aturan yang tak menyalahi dari partai.

“Kami satu pintu, yang menentukan dari DPP, jadi selain mendaftar, silakan juga dapat komunikasi dengan pusat,” imbuhnya.

 

Editor : Akrom Hazami

PDIP Kudus Kunjungi Kantor DPC Partai Hanura Kudus, Ada Apa?

Ketua DPRD Masan saat menyampaikan keinginan saat menjadi Bupati Kudus di kantor DPC Partai Hanura, Kudus, Senin. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – DPC PDIP Kudus mengunjungi kantor DPC Partai Hanura Kudus, Senin (14/8/2017). Kunjungan PDIP tersebut juga dihadiri sejumlah pengurus DPC PDIP, termasuk salah satu kadernya, Masan. Dalam kunjungan tersebut, Masan menyampaikan visi dan misinya maju di Pilbup mendatang.

Sekretaris DPC PDIP Kudus M Yusuf Roni mengatakan, kunjungan tersebut bermaksud membangun visi dan misi yang sama antara PDIP Kudus dengan Partai Hanura. Dengan visi dan misi yang sama itulah, harapannya terjalin kerja sama yang apik.

“Ini merupakan partai pertama yang kami kunjungi. Kami juga memiliki niatan untuk mengunjungi partai lainya di Kudus dengan persoalan yang sama,” kata Yusuf saat sambutan di kantor DPC Partai Hanura Kudus.

Masan, mengharapkan tak hanya PDIP yang menjadi partai pengusung calon bupati dari PDIP, tapi juga diusung pula oleh Partai Hanura. Dengan visi dan misi yang sama nanti, harapannya  bisa sama-sama membangun Kudus.

“Jika menjadi Bupati Kudus nanti, dari PDIP akan melanjutkan program dari bupati sebelumnya, Musthofa, yang baik-baik. Dan kami akan meningkatkan Kudus menjadi lebih baik, tentunya dengan bersama-sama, karena PDIP tak ingin sendiri,” ujarnya.

Masan mencontohkan, seperti pelayanan gratis rumah sakit kelas III, yang selama ini baru di RSUD saja, nantinya akan menjadi pelayanan gratis untuk semua rumah sakit. Selain itu, PDIP Kudus juga ingin mewujudkan Kudus sebagai pakubumi pendidikan.

“Sementara dalam dunia pendidikan, kami berharap akan ada minimal satu sekolah unggul di masing-masing kecamatan. Sehingga, sekolah itu bisa bersaing,” ujarnya.

Lebih jauh Masan yang juga Ketua DPRD Kudus menjelaskan, pihaknya sudah berpengalaman di DPRD Kudus. Dia punya gagasan terkait Musrenbang. Dia melihat selama ini banyak usulan dari desa yang tak sampai terealisasi lantaran anggaran. Dengan Musrenbang yang terkendali, maka akan ada alokasi khusus untuk tiap kecamatan.

Editor : Akrom Hazami

PDIP Coret Mas Umar dari Daftar Bakal Calon Bupati Kudus

Mas Umar kehilangan kesempatan diusung sebagai calon bupati Kudus dari PDIP. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Kudus – PDI Perjuangan memastikan mencoret nama Umar Ali (Mas Umar) dari daftar bakal calon bupati untuk bertarung dalam Pilkada Kudus 2018. Hal ini disebabkan, Mas Umar tak bisa melengkapi salah syarat.

Syarat yang belum dilengkapi itu yakni rekomendasi dari PAC PDIP Kudus. Dengan dicoretnya nama Mas Umar dari daftar calon bupati Kudus, kini tinggal dua nama yang memperebutkan rekomendasi dari PDI Perjuangan.

“Jadi tinggal dua nama yang kini bersaing mendapatkan rekomendasi, yaitu Masan dan juga Sumiyatun. Keduanya kini menunggu proses berikutnya,” kata Ketua DPC PDIP Kudus, Musthofa, Senin (14/8/2017).

Musthofa yang juga maju mencalonkan diri sebagai calon gubernur Jateng itu menyebut, siapapun nanti yang bakal mendapat rekomendasi, akan diperjuangkan oleh partai untuk meraih kemenangan.

Sementara itu, Hariyanto, Ketua Tim Sukses Mas Umar, ketika dikonfirmasi mengenai kabar pencoretan ini mengaku belum mengetahui secara pasti.

Meski demikian menurutnya, jika benar terjadi hal itu merupakan kewenangan penuh dari PDIP. “Dalam rapatnya adalah tertutup, dan sudah menjadi wewenang​ dari DPC Untuk menentukannya,” ungkapnya.

Editor : Ali Muntoha

Hanya 5 Orang Nyalon Gubernur Lewat PDIP, Takut Sama Ganjar?

Ganjar Pranowo, Gubernur Jateng (petahana) yang tingkat popularitasnya belum bisa ditandingi calon lain. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Semarang – DPD PDI Perjuangan Jawa Tengah telah menutup penjaringan bakal calon gubernur dan wakil gubernur Jateng untuk Pilkada 2018 mendatang. Ada 25 tokoh yang mendaftarkan diri, baik melamar sebagai calon gubernur maupun wakil gubernur.

Dari jumlah tersebut, hanya lima orang saja yang mendaftar sebagai calon gubernur, termasuk gubernur petahana Ganjar Pranowo. Hal ini berbeda dengan Pilgub 2013 lalu, di mana pendaftar cagub melalui PDIP cukup banyak dan dari berbagai kalangan.

Sebut saja selain Ganjar, ada Rustriningsih yang saat itu menjabat sebagai wakil gubernur. Hadi Prabowo yang waktu itu menjadi Sekda Jateng juga mendaftar. Ada juga mantan Pangdam IV/Diponegoro, Mulhim Asryof, Djoko Besariman (Hanura), Don Murdono (mantan bupati Sumedang), Budi Supriyanto  (Pemuda Pancasila) ataupun Riyanta dari unsur pengusaha.

Banyak pihak yang menyebut, para tokoh lebih memilih mengincar posisi calon wakil gubernur melalui PDIP, karena elektabilitas petahana (Ganjar Pranowo) masih sangat kuat.  Apalagi dalam pilgub lalu, Ganjar yang berpasangan dengan Heru Sudjatmiko berhasil meraih kemenangan dengan perolehan suara 6.962.417 atau 48,82 persen.

Sekretaris DPD PDIP Jateng Agustina Wilujeng kepada wartawan mengatakan, sebenarnya ada enam orang mendaftar untuk posisi calon gubernur. Hanya saja hingga 11 Agustus 2017 lalu, satu calon tak mengembalikan formulir pendaftaran.

“Ke-25 pendaftar itu terdiri dari enam orang mendaftar bakal calon gubernur dan 19 orang mendaftar bakal calon wakil gubernur. Sedangkan yang mengembalikan formulir pendaftaran hanya 19 orang,” katanya dikutip dari Antaranews.com.

Lima tokoh yang memperebutkan rekomendasi sebagai cagub dari PDIP yakni, Sunarna (Bupati Klaten), Wardoyo (Bupati Sukoharjo), Musthofa (Bupati Kudus), Lestariyono Loekito, dan Ganjar Pranowo (petahana).

Dominasi Ganjar Pranowo di Pilgub Jateng 2018 memang masih sangat besar. Hal ini pun diakui bakal calon gubernur Sudirman Said. Meski demikian, mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral itu mengaku tak gentar.

“Di mana-mana incumbent populer, yang masuk belakangan berjuang, ini tantangan kita,” kata Sudirman dikutip dari Tribunjateng.com.

Sudirman mengaku, akan terus mengejar popularitas agar dapat bersaing dengan incumbent. Cara yang diambilnya yakni terjun langsung bertemu masyarakat, serta merangkul unsur partai politik dan tokoh agama.

Editor : Ali Muntoha

Siap Head to Head di Pilgub Jateng, Golkar Tutup Pintu Koalisi dengan PDIP?

Foto : Golkar

MuriaNewsCom, Semarang – Partai Golkar tampaknya sudah sangat percaya diri untuk bertarung dalam Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jateng 2018 mendatang. Bahkan Golkar berharap bisa tanding head to head dengan PDI Perjuangan, sebagai pemenang dalam pemilu lalu.

Ketua DPD 1 Partai Golkar Jateng Wisnu Suhardono mengatakan, harapannya dalam Pilgub Jateng 2018 mendatang hanya ada dua pasang calon. Dengan dua pasang calon ini, menurutnya akan lebih menguntungkan untuk melawan calon dari PDI Perjuangan.

“Menurut teori, pengalaman, pengamatan, dan `feeling`, kalau `head to head` siapa pun, termasuk saya dengan PDIP itu menarik, probability-nya untuk menang itu lebih tinggi daripada jika calonnya ada tiga,” kata Wisnu, dikutip dari Antaranews.com, Senin (14/8/2017).

Ia mengakui, jika pasangan calon dalam Pilgub Jateng 2018 mendatang ada tiga calon, maka PDI Perjuangan yang akan diuntungkan. Sementara jika head to head peluang untuk Golkar cukup besar.

“Kalau calonnya tiga, secara teori PDIP diuntungkan walaupun pelaksanaannya tergantung operasi di lapangan. Akan tetapi, kami bicara teori dahulu,” ujarnya.

Dengan harapan ini, kemungkinan Golkar tidak akan berkoalisi dengan PDI Perjuangan, sama seperti Pilgub Jateng 2013 lalu. Saat itu PDI Perjuangan tampil sebagai partai tunggal yang mengusung Ganjar Pranowo-Heru Sudjatmoko, sementara Golkar berkoalisi dengan Demokrat mengusung Bibit Waluyo- Sudijono Sastroadmodjo.

Meski demikian, Partai Golkar juga memastikan akan berkoalisi dengan partai politik lain karena jumlah kursi di DPRD Jateng yang tidak memungkinkan untuk mengusung calon sendiri. “Pengalaman kami dengan PPP lebih baik, PPP bersama kita di tiga pilkada lalu, yakni Demak, Batang, dan Banjarnegara,” ujarnya.

Wisnu menyatakan, partainya akan melakukan melakukan survei internal guna menentukan calon yang akan diusung pada Pilgub Jateng 2018. Survei itu akan dilakukan pada sejumlah nama potensial, termasuk Wisnu Suhardono.

“Akhir bulan ini ada survei, termasuk saya (yang ikut disurvei), yang hasilnya jelek enggak usah diusung,” katanya.

Wisnu mendapat dorongan dari internal Golkar untuk maju bertarung dalam Pilgub Jateng 2018 mendatang. Ketua Harian DPD I Partai Golkar Jateng Iqbal Wibisono bahkan menyebut 35 DPD II kabupaten/kota di Jateng dan DPD I Jateng sudah bulat mendukung pencalonan Wisnu SUhardono.

Editor : Ali Muntoha

Ini Pengganti Sumiyatun Usai Lengser dari Kepala Dinas PKPLH Kudus

Sumiyatun saat mengambil formulir pendaftaran sebagai Calon Bupati Kudus dari PDI P beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Sumiyatun resmi mengundurkan dari jabatannya sebagai Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman dan Lingkungan Hidup (PKPLH) Kabupaten Kudus. Adapun penggantinya adalah Abdul Halil. Kini, Abdul Halil resmi menjadi Plt.

Hal itu disampaikan Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kabupaten Kudus Joko Triyono. Dikatakan Joko, semenjak mundurnya  Sumiyatun pada 4 Agustus lalu, posisi sebagai Plt secara resmi juga sudah terisi oleh Abdul Halil.

“Kini Plt kepala Dinas PKPLH adalah Abdul Halil. Sementara, Mami (Sumiyatun) kini menjadi PNS biasa sambil menunggu SK pemberhentian dari gubernur,” katanya kepada MuriaNewsCom saat ditemui, Rabu (9/8/2017).

Sementara, Abdul Halil mengatakan jika info itu benar adanya. Dirinya juga sudah beberapa kali ngantor ke Dinas PKPLH. “Iya sudah masuk di PKPLH, namun ini sedang ada acara di luar sehingga tidak berada di kantor,” ujarnya.

Sumiyatun, juga membenarkan hal tersebut. “Untuk lebih lengkap tanya langsung sama pak Joko (Kepala BKPP), soalnya beliaulah yang melakukan penanganan akan pengunduran diri,” katanya singkat.

Seperti diberitakan sebelumnya, Sumiyatun memilih mengundurkan diri karena ingin mencalonkan diri sebagai Bupati Kudus.

Editor : Akrom Hazami

Musthofa Resmi Kembalikan Berkas Pendaftaran Bakal Cagub ke DPD PDI P

Musthofa saat menyerahkan berkas formulir bakal calon gubernur di kantor DPD PDI P, di Kota Semarang. (DPC PDI P Kudus)

MuriaNewsCom, Kudus – Musthofa resmi mengembalikan berkas pendaftaran bakal calon gubernur melalui PDI P, di kantor DPD PDI P Kota Semarang, Rabu (9/8/2017).  Musthofa diantar oleh sejumlah PKL, pelaku UMKM, dan tokoh lintas agama. Rombongan bertolak dari Pendapa Pemkab Kudus sekitar pukul 11.30 WIB.

Sekitar pukul 15.00 rombongan sudah tiba di kantor DPD PDI P, di Kota Semarang. Pada foto-foto yang diterima MuriaNewsCom, tampak Musthofa mengembalikan berkas. Disaksikan oleh sejumlah kader PDI P.

Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kabupaten Kudus, Ahmad Yusuf Roni mengatakan,  Musthofa memang mengusung tema keberagaman. Tidak heran jika tokoh lintas agama ikut serta dalam pengembalian formulir. “Mereka semua sengaja diikutkan,” katanya.

Diketahui, DPD PDI Perjuangan Jateng membuka pendaftaran bakal calon gubernur dan bakal calon wakil gubernur mulai 24 Juli sampai 11 Agustus 2017.

Sampai saat ini, terdapat 21 orang yang mengambil formulir pendaftaran bakal calon gubernur dan wakil gubernur di DPD PDI Perjuangan Jateng. Empat orang di antaranya mengambil formulir bakal calon gubernur, selebihnya mengambil formulir bakal calon wakil gubernur.

Editor : Akrom Hazami

 

DPC PDIP Kudus Buka Penjaringan Calon Bupati

Ketua Penjaringan Cabup DPC PDIP Kudus Aris S menunjukkan syarat pencalonan Bupati Kudus dari partainya. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – DPC PDIP Kudus resmi membuka penjaringan calon Bupati Kudus. Pembukaan penjaringan tersebut dilakukan selama enam hari, terhitung Senin (24/7/2017) hingga Sabtu (29/7/2017).

Dalam penjaringan calon bupati, diketuai oleh Aris S. Sedangkan sekretarisnya M Yusuf Roni, yang juga Sekretaris DPC PDIP Kudus. Untuk anggota meliputi Joni Suryono, Hariyani dan Nur Handayani.

“Kami diberikan tugas penjaringan calon. Mulai tahapan penjaringan hingga proses verifikasi dari calon yang mendaftarkan diri,” kata Aris, di kantor DPC PDIP Kudus, Rabu (26/7/2017).

Pada metode penjaringan, akan diberlakukan secara tertutup. Hal itu sesuai dengan Peraturan Partai nomor 24 / 2017 yang baru disahkan 21 Juli lalu, sebagaimana perubahan atas Peraturan Partai nomor 4/ 2015 tentang penjaringan.

Panitia penjaringan sudah mengirimkan surat edaran mengenai penjaringan yang bersifat tertutup ke sejumlah pihak. Di antaranya pihak eksekutif, legislatif dan lainya.

Sekretaris Penjaringan, M Yusuf Roni mengatakan, yang dimaksud dengan model tertutup adalah penyelenggara tidak memasang pengumuman terbuka seperti baliho dan lain-lain. Kemudian, saat pengumuman setelah verifikasi, pihaknya akan mengumumkannya secara tertutup pula. 

“Secepatnya akan diverifikasi setelah selesai pendaftaran. Untuk kemudian diserahkan kepada DPD Jateng,” ungkap dia.

 

Editor : Akrom Hazami

PAC PDIP Yakin Kalau Anggota Dewan Partainya Tak Bermain dengan Pengusaha Karaoke

Perwakilan PAC PDIP Kudus menyerahkan laporan ke mapolres setempat, Senin. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Kesembilan Pengurus Anak Cabang (PAC) PDIP Kudus, meyakini kalau wakil rakyat dari partainya tak ada yang bertingkah seperti yang dikatakan pengacara para pengusaha karaoke Kudus, Ramdan Alamsyah.

Ramdan pernah berucap ada oknum DPRD yang memanfaatkan pengusaha karaoke. Dengan menjadikannya sebagai ‘sapi perah’.

Seperti diungkapkan Farid Ghozali, kader PDIP yang juga datang ke Polres Kudus, Senin (27/3/2017). Pihaknya sangat yakin anggota dewan tersebut tak ada yang berbuat demikian kepada pengusaha karaoke. Untuk itulah dia meminta kejelasan dari kuasa hukum Ramdan.

“Kami sudah menemui seluruh anggota DPRD dari PDI-P. Dan hasilnya nihil, tidak ada yang bertindak demikian,” katanya kepada wartawan di Polres Kudus usai memberikan laporan.

Menurutnya, mengenai karaoke tersebut pihak PDIP juga mendukung penuh aturan. Bahkan, saat aturan perda dibuat, pansus yang membahas juga ada dari kader PDIP yang ada di DPRD Kudus. 

Untuk itulah, mereka sangat yakin tak ada kader PDIP yang curang. Dan dari itu juga diminta kuasa hukum agar dapat memberitahu secara gamblang siapa yang dimaksud.

“Kalau memang punya bukti harusnya berani bilang. Jangan semuanya menjadi terang-benderang. Kami juga akan memantaunya secara langsung terkait laporan ini,” ungkap dia.

Editor : Akrom Hazami