PDAM Jepara Bertekad Perluas Layanan

 

Ilustrasi

MuriaNewsCom, Jepara – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Jepara bertekad memperluas jangkauan layanan kepada warga. Hingga kini, persebaran layanan baru mencapai 20 persen, dari total penduduk kabupaten tersebut yang berjumlah 1,2 juta. 

Direktur PDAM Jepara Prabowo mengatakan, satu di antara realisasi yang akan dicapai adalah pembuatan embung di Kelurahan Bapangan, Kecamatan Jepara. 

“Di samping sebagai sumber baku air PDAM, embung tersebut juga nantinya sebagai lahan area publik,” katanya.

Terkait layanan, jumlah terbesar dari pengguna layanan perusda tersebut berasal dari pengguna rumah tangga. Ia menyebut, angka 20 persen tersebut sudah lebih baik dari daerah lain yang baru mencapai belasan sambungan. 

Oleh karenanya, ia juga tak merasa anti jika ada layanan air lain seperti Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakt (Pamsimas) yang merambah di daerah Jepara. Hal itu karena program tersebut ikut membantu warga dalam memenuhi kebutuhan pokok yakni penyediaan air.

“Justru program itu sangat membantu penyediaan air bersih bagi warga, salah jika masih menganggap Pamsimas adalah saingan. Toh pangsa pasar pengguna PDAM masih banyak,” ujarnya.

Editor : Kholistiono

Tanggapan PDAM Jepara Soal Warga Tagih Hibah

PDAM

 

MuriaNewsCom, Jepara – Warga kurang mampu di Desa Kecapi Kecamatan Tahunan, Kabupaten Jepara, menagih hibah pemasangan saluran baru air PDAM.

Menanggapi hal itu, Direktur Utama (Dirut) PDAM Jepara Prabowo menyampaikan, pemasangan saluran baru hibah PDAM dilakukan bertahap. Ia meminta agar warga yang belum menerima hibah dapat bersabar.

“Saat ini sedang proses pemasangan 600 saluran baru. Kami targetkan empat bulan selesai semua pemasangannya,” kata Prabowo, Rabu (13/7/2016).

Menurutnya, jumlah warga penerima hibah saluran baru PDAM sebanyak 2.500 pelanggan. Pemasangan saluran mulai dilakukan Juni kemarin. Sehingga diperkirakan untuk beberapa pekan ke depan belum bisa selesai sepenuhnya lantaran pemasangan saluran baru membutuhkan waktu yang cukup lama untuk jumlah pelanggan yang banyak itu.

“Kami juga berharap dapat segera selesai. Untuk beberapa bulan ke depan ini proses pemasangan terus dilakukan. Bagi pelanggan yang belum, kami harap bisa lebih bersabar,” ungkapnya.

Seperti diberitakan, warga menagih hibah pemasangan saluran air PDAM, setelah mereka didata dan membayar biaya administrasi Rp440 ribu pada Maret lalu, hingga kini belum ada kejelasan kapan pemasangan saluran air akan dilakukan.

Seorang calon penerima hibah Sukinah (56) warga RT 14 RW 2 desa setempat menceritakan, awalnya pada Februari 2016, petugas PDAM melakukan pendataan warga calon penerima hibah. Setelah dinyatakan layak menerima hibah saluran baru PDAM, pada Maret 2016 diminta melunasi biaya administrasi sebesar Rp440 ribu.

“Dulu bayarnya ya, langsung ke kantor PDAM,” ujar Sukinah,

Hal senada juga disampaikan penerima hibah lainnya, Muswati (47). Disampaikan Muswati, Pendataan dilakukan petugas PDAM langsung mendatangi rumah warga. Selain ditanya masalah ekonomi, kondisi rumah calon penerima hibah juga didokumentasikan. “Terus warga lainnya yang menerima bantuan itu disuruh iuran,” kata Muswati.

Namun, setelah ditunggu lebih dari tiga bulan, hingga kini belum ada tanda-tanda saluran baru PDAM akan dipasang di masing-masing rumah penerima hibah.

Sukinah dan Muswati berharap, saluran air PDAM dapat segera dipasang. Pasalnya, hingga kini untuk memenuhi kebutuhan air bersih setiap hari terpaksa meminta air dari sumur tetangga.

Editor : Akrom Hazami

 

Warga Tak Mampu di Jepara Tagih Hibah Saluran Baru Air PDAM

 

kuitansi e

Warga Desa Kecapi, Jepara, menunjukan kuitansi pembayaran pemasangan saluran baru PDAM. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Warga kurang mampu di Desa Kecapi Kecamatan Tahunan, Jepara, menagih hibah pemasangan saluran baru air PDAM.

Mereka telah dijanjikan dibuatkan saluran baru dan didata bahkan telah membayar biaya adminstrasi sebesar Rp 440 ribu namun hingga kini belum direalisasikan.

Salah seorang warga yang seharusnya menerima hibah, Sukinah (56), mengatakan, dirinya telah didata oleh petugas PDAM untuk mendapatkan hibah pemasangan saluran baru air PDAM sejak awal Februari 2016 lalu.

Bahkan, dia mengaku telah melunasi biaya yang dibebankan sebesar Rp 440 ribu pada Maret 2016. Namun, hingga kini bentuk hibah tersebut belum direalisasikan.

“Sudah bayar Rp 440 ribu ke petugas di kantor PDAM. Tetapi sampai sekarang belum ada,” ujar Sukinah, warga RT 14 RW 02 Desa Kecapi, Tahunan, Jepara, Selasa (12/7/2016).

Menurutnya, pendataan dilakukan petugas PDAM langsung. Petugas mendatangi rumah warga. Selain ditanya masalah ekonomi, kondisi rumah calon penerima hibah juga didokumentasikan. Ketika itu, kata dia, warga calon penerima hibah diminta untuk iuran, tetapi hingga kini belum ada kejelasan.

Warga calon penerima hibah lain, Muswati (47) menambahkan, hingga kini belum ada tanda-tanda saluran baru PDAM akan dipasang di masing-masing rumah penerima hibah.

Sukinah dan Muswati berharap, saluran air PDAM dapat segera dipasang. Pasalnya, hingga kini untuk memenuhi kebutuhan air bersih setiap hari terpaksa meminta air dari sumur tetangga.

“Kalau musim hujan tidak apa-apa, tapi kalau pas musim kemarau kan ya, juga enggak enak minta tetangga terus-terusan,” ucap Muswati.

Editor : Akrom Hazami

 

 

Antisipasi Kekurangan Air Saat Ramadan, PDAM Jepara Siapkan Tiga Sumur

Direktur PDAM Jepara Prabowo (MuriaNewsCom)

Direktur PDAM Jepara Prabowo (MuriaNewsCom)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Menjelang bulan suci Ramadhan, sejumlah kebutuhan masyarakat diprediksi bakal meningkat, termasuk kebutuhan air bersih. Untuk itu, mengantisipasi lonjakan yang signifikan, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Jepara bakal menyiapkan tiga sumur yang mampu diandalkan.

Direktur PDAM Jepara Prabowo mengemukakan, melonjaknya kebutuhan air bersih saat bulan Ramadhan mendatang diantasipasi dengan tga sumur yang selesai dibangun tahun lalu.

”Tiga sumur sudah siap dioperasikan jelang bulan Ramadhan. Kita akan antisipasi lonjakan karena melonjaknya kebutuhan air bersih bisa meningkat dua kali lipat saat Ramadhan. Khususnya untuk wilayah kota. Sebab saat itu, terjadi perubahan pola dalam keluarga,” ujar Prabowo kepada MuriaNewsCom, Senin (16/5/2016).

Lebih lanjut dia mengemukakan, air bersih yang digunakan untuk memasak, mencuci dan mandi meningkat. Di wilayah kota, keluarga yang biasanya lebih suka membeli makanan, berubah menjadi lebih suka memasak. Sebab kebanyakan masyarakat lebih suka berbuka dan sahur bersama.

“Dari kebiasaan tahun-tahun sebelumnya di wilayak kota terjadi peningkatan kebutuhan air. Kalau di wilayah lain cenderung sama,” kata Prabowo.

Tiga sumur yang disiapkan yakni sumur yang ada di Pakis Aji, Kecapi dan Guyangan. Ketiganya akan menyuplai air untuk ribuan rumah di wilayah Kecamatan Jepara Kota. Masing-masing sumur memiliki kapasitas 10 meter kubik per detik.

Editor: Supriyadi

PDAM Jepara Optimistis Megaproyek Embung Kalimati Dimulai Tahun ini

Ilustrasi PDAM

Ilustrasi

 

MuriaNewsCom, Jepara – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Jepara berencana membangun Embung Kalimati di Kelurahan Bapangan, Kecamatan Kota Jepara. Direktur PDAM Jepara Prabowo menyatakan optimistis, pembangunan embung dapat dimulai tahun ini menggunakan dana dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) Perubahan 2016.

Optimisme tersebut muncul setelah pihaknya mendapatkan informasi, bahwa proposal pengajuan pembangunan embung tersebut telah masuk di tingkat kementerian maupun DPR RI. Selanjutnya, tinggal menunggu pengesahan di APBN Perubahan 2016.

“Kami mengajukannya di akhir tahun 2015, jadi telat untuk bisa masuk di APBN murni.Kami yakin, ini masuk di APBN perubahan 2016 nanti,” ujar Prabowo kepada MuriaNewsCom, Rabu (27/4/2016).

Menurut dia, untuk pembangunan unit instalasi hingga siap dioperasikan akan dirampungkan pada 2017 mendatang. Dalam pengajuannya, pihaknya mencantumkan kebutuhan anggaran untuk membangun embung tersebut mencapai Rp 52 miliar.

“Anggaran itu dikhususkan untuk pembangunan embung hingga instalasi pengelolaan air bersih, beserta segala fasilitas pendukung. Itu seperti pembuatan fasilitas publik (public area), hingga pengalihan arus air limbah dari RSUD Kartini,” terangnya.

Dia juga mengemukakan, untuk persiapan megaproyek tersebut, pihaknya saat ini tengah mempersiapkan pembebasan lahan. Dari hasil pengukuran final yang terangkum dalam detail engineering design (DED), luas area embung seluas 25 hektare. Lahan seluas 3,5 hektare diketahui milik warga Kelurahan Bapangan, Kecamatan Jepara Kota yang harus dibebaskan.

“Tim pembebasan lahan nanti juga akanada dari pemkab. Selain itu, kami menggandeng instansi profesional,” terangnya.

Dia menambahkan, embung nantinya diproyeksi mampu menampung 110 ribu meter kubik air. Sedangkan instalasi akan mampu memproduksi air hingga 100 liter/detik.Jumlah itu diyakini akan mampu memenuhi 8 ribu pelanggan. Detailnya, sebagian produksi akan difokuskan untuk pemenuhan pelanggan baru. Sebagian untuk support bagi pelanggan lama.

Editor : Kholistiono

Telat Membayar, PDAM Jepara Ancam Segel Sambungan Instalasi Air

Petugas PDAM Jepara melakukan penagihan dengan datang langsung ke rumah para pelanggan yang menunggak. (MuriaNewCom/Wahyu KZ)

Petugas PDAM Jepara melakukan penagihan dengan datang langsung ke rumah para pelanggan yang menunggak. (MuriaNewCom/Wahyu KZ)

 

JEPARA – Setelah melakukan sejumlah penarikan terhadap pelanggan yang telat membayar. Kali ini Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) mengancam memutus (menyegel) sambungan instalasi air. Tindakan tegas ini dilakukan lantaran batas tunggakan sudah melebihi toleransi.

Direktur PDAM Jepara Prabowo menjelaskan, penyegelan tersebut dilakukan terhadap sejumlah pelanggan yang menunggak pembayaran lebih dari lima bulan. Dari catatannya, ada sejumlah pelanggan yang memang tidak melakukan pembayaran selama lima bulan lebih.

”Kami belum bisa merinci berapa pelanggan yang menunggak lebih dari lima bulan. Tapi kami pastikan ada,” kata Prabowo kepada MuriaNewsCom, Sabtu (21/11/2015).

Menurutnya, ada kemungkinan jika rumah yang ditinggali memang dalam keadaan kosong.
Meski begitu, penyegelan tersebut akan dilakukan, mununggu proses penagihan pelanggan yang juga menunggak tapi dalam batas toleransi. Proses penagihan ini dimungkinkan masih berlangsung hingga akhir tahun.

”Pelanggan yang nunggak tapi masih diberi toleransi rata-rata dalam kurun waktu lima bulan ke bawah. Toleransi diberikan dengan melakukan penarikan di tempat dan memberi kesempatan untuk membayar sendiri di loket pembayaran,” katanya. (WAHYU KZ/TITIS W)

Tagih Langsung, PDAM Jepara Terima Ratusan Juta dari Pelanggan

Petugas PDAM Jepara melakukan penagihan langsung ke rumah-rumah pelanggan. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Petugas PDAM Jepara melakukan penagihan langsung ke rumah-rumah pelanggan. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

JEPARA – Setelah beberapa hari terakhir proses penagihan langsung ke rumah-rumah pelanggan berlangsung, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Jepara sudah terima ratusan juta rupiah. Jumlah uang tersebut didapatkan PDAM selama dua pekan terakhir proses penagihan langsung.

”Selama dua pekan, kami menerima lebih dari Rp 200 juta. Itu yang kami terima langsung di lapangan, belum termasuk yang membayar di loket,” kata Direktur PDAM Jepara Prabowo kepada MuriaNewsCom, Sabtu (21/11/2015).

Menurutnya, khusus di PDAM Pusat (Kota), pelanggan yang menunggak sebanyak 2.500 pelanggan dari total 18.000 pelanggan. Tunggakan khusus di wilayah ini mencapai Rp 800 juta lebih. Sedangkan di Kantor Cabang wilayah utara dan selatan, pelanggan yang menunggak masing-masing 600 pelanggan, dengan total Rp 385 juta lebih.

”Penarikan tunggakan langsung itu, cukup efektif dengan bantuan dari aparat Satpol PP,” katanya.

Dia menambahkan, tak semua pelanggan yang nunggak menunggu ditagih. Tapi dengan sadar datang ke kantor dan membayar. Dia menuding, adanya tunggakan ini salah satu faktornya disebabkan manajemen lama yang sempat goyah lantaran tersandung kasus korupsi. Sehingga proses penyelesaian masalah internal itu menyebabkan pengawasan terhadap pelanggan agak longgar. (WAHYU KZ/TITIS W)

Video – PDAM Jepara Waswas Listrik Padam Tiba-tiba

JEPARA – Menghadapi musim hujan tahun ini, Perusahaan Air Minum Daerah (PDAM) Jepara menyiapkan tiga genset untuk mengantisipasi listrik yang diprediksi akan sering padam. Terlebih, potensi pemadaman listrik sampai saat ini masih besar baik pemadaman bergilir akibat perbaikan transmisi maupun karena insiden.

Hal itu disampaikan Direktur PDAM Jepara Prabowo. Menurut dia, pihaknya harus tetap menjaga pompa air di semua sumur agar tetap menyala. Sebab, sejumlah keluhan dari masyarakat banyak yang masuk terkait tak mengalirnya air, sejalan dengan padamnya listrik.

“Meskipun listrik padam itu bukan wewenang kami, tapi karena air dari PDAM juga mampet, keluhan juga diarahkan kepada kami,” ujar Prabowo kepada MuriaNewsCom, Rabu (18/11/2015).

Menurutnya, tiga genset akan disiagakan di tiga cabang. Yakni PDAM Cabang Jepara Utara yang meliputi wilayah Keling, Kembang, Bangsri, dan Mlonggo, wilayah tengah yang meliputi Pakisaji dan Kota, serta PDAM wilayah Jepara Selatan.

Genset tersebut dibuat portable agar leluasa dipindahkan dari satu sumur ke sumur lainnya yang kebetulan terdampak oleh listrik yang padam, maupun pemadaman bergilir.

“Genset yang disiapkan tersebut merupakan modifikasi dari genset yang sudah dimiliki PDAM. Genset tersebut sebenarnya disiapkan untuk puluhan sumur milik PDAM. Hanya saja lebih banyak mangkrak lantaran kasus listrik padam memang jarang terjadi. (WAHYU KZ/KHOLISTIONO)

Ini Alasan PDAM Jepara Siapkan Genset Portable Saat Musim Hujan

Salah satu petugas PDAM sedang mengisi air ke mobil tangki(MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Salah satu petugas PDAM sedang mengisi air ke mobil tangki(MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

JEPARA – Menghadapi musim hujan yang berpotensi kerap terjadi pemadaman listrik, Perusahaan Air Minum Daerah (PDAM) Jepara menyiapkan tiga genset. Namun, yang disiapkan bukan genset permanen melainkan mobile alias portable.

Direktur PDAM Jepara Prabowo mengatakan, Genset tersebut dibuat portable agar leluasa dipindahkan dari satu sumur ke sumur lainnya yang kebetulan terdampak oleh listrik yang padam, maupun pemadaman bergilir.

”Genset yang disiapkan tersebut merupakan modifikasi dari genset yang sudah dimiliki PDAM,” kata Prabowo kepada MuriaNewsCom, Rabu (18/11/2015).

Menurutnya, genset tersebut memang terlalu berisiko jika dipasang di masing-masing sumur, khususnya mengenai perawatan. Dia menganggap, dengan cara itu akan lebih efektif.

Dia juga menjelaskan, gangguan distribusi air akibat listrik padam memang menjadi masalah. Pasalnya, untuk kasus listrik padam dalam kurun waktu lima jam saja, butuh waktu sehari agar air kembali bisa mengalir normal. Hal itu lantaran semua air dalam pipa, termasuk pipa utama, tidak bersisa akibat disedot oleh pelanggan.

“Butuh waktu yang cukup lama agar pipa kembali terisi air sehingga bisa mengalir ke pipa pelanggan,” ungkapnya.

Selama ini, untuk menengahi masalah tersendatnya aliran air akibat listrik padam, PDAM terpaksa menerjunkan truk tangki air untuk mengisi pipa. Pihaknya mengakui cara ini tak efektif lantaran tidak bisa menjangkau banyak tempat. (WAHYU KZ/KHOLISTIONO)

Hadapi Musim Hujan, PDAM Jepara Siapkan Tiga Genset Portable

Salah satu petugas PDAM Jepara saat melakukan pengisian air ke mobil. Menghadapi musim hujan ini, PDAM siapkan tiga genset (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Salah satu petugas PDAM Jepara saat melakukan pengisian air ke mobil. Menghadapi musim hujan ini, PDAM siapkan tiga genset (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

JEPARA – Menghadapi musim hujan tahun ini, Perusahaan Air Minum Daerah (PDAM) Jepara menyiapkan tiga genset untuk mengantisipasi listrik yang diprediksi akan sering padam. Terlebih, potensi pemadaman listrik sampai saat ini masih besar baik pemadaman bergilir akibat perbaikan transmisi maupun karena insiden.

Hal itu disampaikan Direktur PDAM Jepara Prabowo. Menurut dia, pihaknya harus tetap menjaga pompa air di semua sumur agar tetap menyala. Sebab, sejumlah keluhan dari masyarakat banyak yang masuk terkait tak mengalirnya air, sejalan dengan padamnya listrik.

“Meskipun listrik padam itu bukan wewenang kami, tapi karena air dari PDAM juga mampet, keluhan juga diarahkan kepada kami,” ujar Prabowo kepada MuriaNewsCom, Rabu (18/11/2015).

Menurutnya, tiga genset akan disiagakan di tiga cabang. Yakni PDAM Cabang Jepara Utara yang meliputi wilayah Keling, Kembang, Bangsri, dan Mlonggo, wilayah tengah yang meliputi Pakisaji dan Kota, serta PDAM wilayah Jepara Selatan.

Genset tersebut dibuat portable agar leluasa dipindahkan dari satu sumur ke sumur lainnya yang kebetulan terdampak oleh listrik yang padam, maupun pemadaman bergilir.

“Genset yang disiapkan tersebut merupakan modifikasi dari genset yang sudah dimiliki PDAM. Genset tersebut sebenarnya disiapkan untuk puluhan sumur milik PDAM. Hanya saja lebih banyak mangkrak lantaran kasus listrik padam memang jarang terjadi. (WAHYU KZ/KHOLISTIONO)

PDAM Jepara Klaim Ketersediaan Air Masih Aman Bagi Pelanggan

Salah seorang pegawai PDAM Jepara menunjukkan truk tangki yang dapat digunakan untuk mensuplai air kepada pelanggan jika ada ketersendatan (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Salah seorang pegawai PDAM Jepara menunjukkan truk tangki yang dapat digunakan untuk mensuplai air kepada pelanggan jika ada ketersendatan (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

JEPARA – Meskipun sempat ketar-ketir dengan ketersediaan air bersih bagi para pelanggan. Perusahaan Daerah Air Mineral (PDAM) Kabupaten Jepara kali ini memprediksi ketersediaan air bersih selama musim kemarau untuk pelanggan masih aman. Bahkan, dia menyatakan belum melakukan droping air menggunakan truk tangki seperti yang dilakukan pada tahun lalu.

“Mengaca di tahun lalu, beberapa wilayah di Jepara Kota mengalami masalah. Sehingga kami mengirim air dengan truk tangki. Tapi saat ini masih aman,” kata Direktur PDAM Jepara Prabowo kepada MuriaNewsCom.

Menurutnya, wilayah di Jepara Kota yang seringkali distribusi airnya tersendat adalah Kelurahan Jobokuto, Tanah Abang dan Desa Bandengan. Tapi saat ini distribusi air selama musim kemarau ini di wilayah itu aman. Sebab sumur baru yang dibuat PDAM mampu menutupi kebutuhan air warga yang dulunya berada di wilayah rawan krisis air bersih akibat debet air tak mencukupi.

“Khusus untuk wilayah Jepara Kota, kami buat tiga sumur baru dengan kapasitas total 25 liter/detik. Sumur tersebut terletak di Petekeyan, Mambak dan Krapyak,” terang dia.

Untuk Desa Kedung Malang, Kecamatan Kedung yang menjadi langganan krisis air bersih pada tahun-tahun sebelumnya pun saat ini tercukupi. Sebab, sejak awal tahun ini pipa air yang secara khusus disalurkan ke desa itu, dari sumur di Desa Rawu, Kecamatan Kedung sudah beroperasi. (WAHYU KZ/KHOLISTIONO)

Tak Ada Tambahan Suplai Air PDAM Selama Lebaran

Direktur PDAM Jepara, Prabowo. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Direktur PDAM Jepara, Prabowo. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

JEPARA – Selama lebaran nanti, Perusahaan Daerah Air Munim (PDAM) Kabupaten Jepara memastikan tetap memberikan pelayanan bagi pelanggan selama masa libur. Hal itu disampaikan Direktur PDAM Jepara, Prabowo. Menurutnya, meski cuti bersama, beberapa anggotannya tetap ada yang masuk. Meski demikian, pihaknya menyatakan tidak ada tambahan suplai air ke pelanggan selama lebaran.

“Kami tidak ada tambahan khusus selama lebaran. Masih seperti biasanya, kami mengandalkan sumur yang sudah ada,” kata Prabowo kepada MuriaNewsCom, Selasa (14/7/2015).

Menurutnya, pihaknya mengandalkn 70 sumur yang dimiliki PDAM Jepara saat ini. Jumlah tersebut termasuk lima sumur yang baru dibuat pada 2014 lalu. Pihaknya meyakini, air yang ada saat ini mencukupi untuk memenuhi kebutuhan air selama lebaran. Pihaknya berharap, meski lebaran, pelanggan PDAM Jepara dapat menghemat air.

“Kalau bicara cukup tidaknya itu relatif. Yang penting kita memakai air harus berhemat karena kebutuhan semakin banyak tapi debit air di dalam tanah semakin menurun,” ungkapnya.

Sementara itu, terkait dengan pelayanan saat lebaran, pihaknya menjamin pelayanan tetap berjalan sebagaimana biasanya. Meski libur cuti bersama perayaan hari raya Idul Fitri, pihaknya tetap menyediakan sejumlah anggota untuk melayani pelangan.

“Sesuai jadwal, kami liburnya mulai H-1 atau Kamis. Cuti bersama selama enam hari. Meski begitu, kami tetap melayani pelanggan sebagaimana biasanya. Saya berlakukan sistem piket,”terangnya.

Menurutnya, ada enam petugas yang akan tetap piket selama lebaran. Hal itu berbeda dengan ahri biasa yang sampai 25 petugas yang bekerja setiap harinya di PDAM Jepara di bidang produksi dan perawatan, ditambah satu petugas di semua cabang.

“Meski lebaran, diharapkan pelayanan tetap optimal. Apalagi saat ini musim kemarau sudah memuncak,” katanya. (WAHYU KZ/SUWOKO)

PDAM Jepara Bakal Andalkan Air Permukaan

Petugas PDAM sedang mengecek pipa air (MuriaNewsCom/WAHYU KZ)

Petugas PDAM sedang mengecek pipa air (MuriaNewsCom/WAHYU KZ)

Kategori Pertambangan energi
Tag : Air, PDAM Jepara

JEPARA – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Jepara menilai kondisi debit air tanah selalu mengalami penurunan, hingga diprediksi dalam waktu 15 tahun mendatang akan habis. Untuk itu, kevdepan, PDAM Jepara akan mengandalkan air permukaan.  Lanjutkan membaca

Astaga, Air Sumur di Jepara Diprediksi Habis dalam 15 Tahun Mendatang

Sumur PDAM selalu dikuras untuk didistribusikan kepada pelanggan. PDAM menilai, debet air tanah yang ada di sumur PDAM terus mengalami penurunan (MuriaNewsCom/WAHYU KZ)

Sumur PDAM selalu dikuras untuk didistribusikan kepada pelanggan. PDAM menilai, debet air tanah yang ada di sumur PDAM terus mengalami penurunan (MuriaNewsCom/WAHYU KZ)

JEPARA – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Jepara menyatakan, debet air tanah di seluruh sumur produksi selalu berkurang sekitar tiga persen tiap tahun. Dengan kenyataan ini, program untuk mengatasi permasalahan kebutuhan air diharapkan bisa secepatnya dijalankan.  Lanjutkan membaca