Mau Tau Seperti Apa Kondisi PDAM Grobogan ? Begini Keadaan Sebenarnya

Ketua Komisi B DPRD Grobogan Budi Susilo saat melangsungkan rapat dengan pimpinan PDAM  (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Ketua Komisi B DPRD Grobogan Budi Susilo saat melangsungkan rapat dengan pimpinan PDAM (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Jajaran manajemen PDAM Grobogan diminta untuk bekerja sangat serius agar perusahaan milik pemerintah daerah itu bisa tetap eksis. Hal itu disampaikan Ketua Komisi B DPRD Grobogan Budi Susilo saat melangsungkan rapat dengan pimpinan PDAM serta Kabag Perekonomian Anang Armunanto selaku dewan pengawas, Rabu (27/7/2016).

“Selama ini masih banyak keluhan yang disampaikan masyarakat terkait pelayanan PDAM. Seperti, pasokan air tidak bisa lancar secara kontinyu dan belum bagusnya kualitas air,” tegasnya.

Plt Direktur PDAM Grobogan Sudarsono mengungkapkan, penyebab utama belum bisa melakukan pelayanan maksimal adalah terbatasnya kapasitas instalasi pengolahan air (IPA) yang dimiliki. IPA yang ada, belum bisa mencukupi kebutuhan air pada para pelanggan, khususnya di kawasan kota.

Dijelaskan, saat ini pihaknya punya 31.576 pelanggan. Dari jumlah ini, ada 28.454 pelanggan yang aktif dan sebanyak 17.000 berada di kawasan kota. Dengan IPA yang ada hanya bisa memasok air sebesar 150 liter/detik. Pasokan air sebanyak ini dirasakan masih belum mencukupi kebutuhan. Idealnya, pasokan air bisa berkisar 200 liter/detik agar kebutuhan pelanggan bisa terpenuhi.

“Melihat kondisi ini maka upaya yang harus kita lakukan adalah menambah IPA baru. Selama belum ada penamabahan IPA maka untuk sementara permintaan sambungan baru tidak akan kita layani dulu,” cetusnya.

Dalam kesempatan itu, anggota komisi B Sumarli sempat pula menyinggung soal ketidaksanggupan PDAM dalam membayar THR karyawan secara penuh sebelum Lebaran lalu.“Informasi yang saya terima, karyawan PDAM hanya dapat THR sebesar 25 persen saja. Kenapa ini bisa terjadi?,” cetusnya.

Menanggapi pertanyaan ini, Sudarsono menegaskan, hal itu dilakukan berdasarkan kemampuan yang dimiliki perusahaan dan semua karyawan sebelumnya sudah dijelaskan serta bisa menerima kebijakan tersebut.

Menurut Sudarsono, dari pendataan terbaru menggunakan aplikasi, saat ini masih ada tunggakan pembayaran pelanggan yang nilainya mencapai Rp 1,9 miliar. Sebelumnya, pihaknya sudah melakukan upaya untuk menurunkan besarnya tunggakan tersebut. Namun, pada kenyataannya belum semua tunggakan bisa tertagih. “Kami berencana untuk menghapuskan denda pada penunggak ini. Dengan penghapusan denda kita harapkan mereka bersedia membayar tunggakan,” katanya.

Ditambahkan, saat ini, pendapatan yang diterima hampir seimbang dengan beban pengeluaran. Rata-rata pendapatan perbulan Rp 1,8 miliar. “Pengeluaran kita juga berkisar Rp 1,8 miliar per bulan. Yakni, untuk gaji 339 karyawan yang mencapai Rp 950 juta. Kemudian, buat beli bahan kimia, BBM, operasional umum, pemeliharaan dan lainnya,” jelasnya.

Editor : Kholistiono

 

Jadwal Seleksi Calon Direktur PDAM Grobogan Tahap II Masih Belum Jelas

Dalam waktu dekat, akan diberlakukan lagi proses seleksi untuk memilih sosok yang tepat untuk memimpin PDAM Grobogan (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Dalam waktu dekat, akan diberlakukan lagi proses seleksi untuk memilih sosok yang tepat untuk memimpin PDAM Grobogan (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

MuriaNewsCom, Grobogan – Rencana seleksi tahap II buat Calon Direktur Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Grobogan sampai saat ini belum ada kejelasan. Sebab, tim seleksi akan melakukan evaluasi terlebih dahulu dari proses rekrutmen yang dilakukan dalam tahap I lalu. Hal itu disampaikan Kabag Perekonomian Pemkab Grobogan Anang Armunanto pada wartawan, Senin (11/7/2016).

Menurut Anang, dari hasil penilaian tim dari Fakultas Psikologi UGM yang melakukan asesmen terhadap pelamar calon direktur lalu dinyatakan, bahwa dari enam pelamar yang ikut tes, semuanya dinyatakan tidak memenuhi kriteria. Dengan kondisi ini maka sudah bisa dipastikan bakal ada lagi proses rekrutmen Calon Direktur PDAM tahap II.

“Proses rektrumen yang kemarin akan kita evaluasi dulu, karena semua pelamar dinyakatan tidak lolos seleksi. Mengenai seleksi berikutnya, pasti akan kita lakukan. Hanya saja, kapan waktunya belum bisa kita pastikan,” jelasnya.

Dalam bursa pendaftaran Calon Direktur PDAM lalu, terdapat enam orang pelamar. Masing-masing, Orin Retnowati (Surakarta), Wirawan Wibowo (Grobogan), Myra Heltyani (Grobogan), dan Didik Supriyadi (Blora) yang berasal dari lingkungan eksternal. Kemudian, dua pelamar lagi dari internal atau pegawai PDAM Grobogan, yakni Saemuri dan Dwi Raharjo.

Anang menyatakan, proses rekrutmen calon direktur PDAM itu tetap terbuka untuk umum. Artinya, selain dari kalangan internal PDAM, dari pihak luar juga punya kesempatan ikut seleksi.Salah satu persyaratan yang ditentukan adalah pendidikan minimal S1. Kemudian, punya pengalaman mengelola perusahaan minimal 15 tahun bagi calon dari luar PDAM. Untuk calon dari dalam (internal) harus punya masa kerja minimal 10 tahun.Kemudian, persyaratan usia ditentukan maksimal 50 tahun untuk calon dari luar. Sedangkan calon dari internal PDAM batasan usianya 55 tahun.

 

Editor : Kholistiono

Pendaftaran Ditutup, Hanya 6 Orang yang Berminat jadi Direktur PDAM Grobogan

PDAM

 

MuriaNewsCom, Grobogan – Tahapan pendaftaran calon Direktur PDAM Grobogan, resmi ditutup hari ini, Sabtu (11/6/2016). Hingga batas akhir penutupan, total hanya ada enam orang yang memasukkan berkas lamaran. Keenam orang ini, dua di antaranya merupakan calon dari internal PDAM dan empat lainnya dari lingkup eksternal.

Dari data yang ada di sekretariatan tim seleksi calon Direktur PDAM diketahui, ada tiga pelamar yang memasukkan berkas pada hari terakhir. Yakni, Orin Retnowati (Surakarta), Wirawan Wibowo (Grobogan), dan pegawai PDAM Grobogan Saemuri.

Sedangkan tiga pelamar lainnya sudah memasukkan berkas beberapa hari sebelumnya. Masing-masing, Myra Heltyani (Grobogan), Didik Supriyadi (Blora) dan pegawai PDAM Grobogan Dwi Raharjo.

Satu nama lainnya yang ramai disebut bakal ikut mendaftar seleksi ternyata tidak terlihat memasukkan berkas sampai detik akhir pendaftaran. Yakni, Sudarsono yang saat ini menjabat jadi Plt Direktur PDAM Grobogan.

“Hari ini, tahapan pendaftaran resmi kita tutup. Jumlah pelamar keseluruhan ada enam orang,”  jelas Kabag Perekonomian Pemkab Grobogan Anang Armunanto pada wartawan.

Lebih lanjut dijelaskan, tahapan pendaftaran, dimulai 28 Mei sampai 11 Juni. Selanjutnya, dari pendaftar yang masuk akan dilakukan seleksi administrasi pada 13-15 Juni. Hasil seleksi administrasi diumumkan 20 Juni.

Setelah itu, dilakukan uji kepantasan yang dijadwalkan pada 22-23 Juni. Sedangkan, pengumuman hasil uji kepantasan dilangsungkan 30 Juni.
Anang menyatakan, proses rekrutmen ini terbuka untuk umum. Artinya, selain dari kalangan internal PDAM, dari pihak luar juga punya kesempatan ikut seleksi.

Lebih lanjut diuraikan, salah satu persyaratan yang ditentukan adalah pendidikan minimal S1. Kemudian, punya pengalaman mengelola perusahaan minimal 15 tahun bagi calon dari luar PDAM. Untuk calon dari dalam (internal) harus punya masa kerja minimal 10 tahun.
Kemudian, persyaratan usia ditentukan maksimal 50 tahun untuk calon dari luar. Sedangkan calon dari internal PDAM batasan usianya 55 tahun.
“Dalam proses rekrutmen nanti kita akan menggandeng pihak ketiga. Yakni, dari kalangan perguruan tinggi. Hal ini untuk menjamin proses rekrutmen dilakukan profesional dan transparan,” katanya.

Editor : Akrom Hazami

 

Ini Lho Jadwal Seleksi Calon Direktur PDAM Grobogan

pdam e

Kabag Perekonomian Pemkab Grobogan Anang Armunanto (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

MuriaNewsCom, Grobogan – Proses rekrutmen jabatan Direktur PDAM Purwa Tirta Dharma Grobogan akhirnya bakal segera dimulai. Rencananya, mulai Sabtu (28/5/2016) lusa, tahapan seleksi akan dimulai.  Yakni, dengan melaksanakan pengumuman terkait seleksi calon Direktur PDAM tersebut.

“Tahapan pengumuman akan kami lakukan Sabtu lusa. Pengumuman ini akan kita pasang melalui website resmi Pemkab Grobogan, papan pengumuman setda Grobogan dan kantor PDAM,” ungkap Kabag Perekonomian Pemkab Grobogan Anang Armunanto pada wartawan.

Untuk tahapan pendaftaran, akan dimulai 28 Mei sampai 11 Juni. Dari pendaftar yang masuk akan dilakukan seleksi administrasi pada 13-15 Juni dan hasilnya diumumkan 20 Juni.

Usai seleksi administrasi akan langsung dilakukan uji kepantasan yang dijadwalkan pada 22-23 Juni. Sedangkan, pengumuman hasil uji kepantasan dilangsungkan 30 Juni.

“Proses rekrutmen nanti akan terbuka untuk umum. Artinya, selain dari kalangan internal PDAM, dari pihak luar juga punya kesempatan,” kata Anang.

Dikatakan, posisi direktur PDAM definitif saat ini memang kosong setelah pejabat sebelumnya, yakni Ady Setyawan habis masa kerjanya pertengahan September 2015 lalu. Pucuk pimpinan PDAM saat ini untuk sementara diemban Sudarsono yang menjabat jadi Plt direktur hingga Maret kemarin dan diperpanjang satu periode lagi.

Lebih lanjut diuraikan, salah satu persyaratan yang ditentukan adalah pendidikan minimal S1. Kemudian, punya pengalaman mengelola perusahaan minimal 15 tahun bagi calon dari luar PDAM. Untuk calon dari dalam (internal) harus punya masa kerja minimal 10 tahun.

Kemudian, persyaratan usia ditentukan maksimal 50 tahun untuk calon dari luar. Sedangkan calon dari internal PDAM batasan usianya 55 tahun.

“Dalam proses rekrutmen nanti kita akan menggandeng pihak ketiga. Yakni, dari kalangan perguruan tinggi. Hal ini untuk menjamin proses rekrutmen dilakukan profesional dan transparan,” katanya.

Editor : Akrom Hazami

 

 

Kejaksaan dan Inspektorat Diminta Usut Dugaan Penyimpangan di PDAM Grobogan

Rahmatullah menyerahkan seekor ayam jago pada Kasi Intelijen Kejaksaan Negeri Purwodadi Sri Wisnu Respati yang menemui mereka di depan kantor kejaksaan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Rahmatullah menyerahkan seekor ayam jago pada Kasi Intelijen Kejaksaan Negeri Purwodadi Sri Wisnu Respati yang menemui mereka di depan kantor kejaksaan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

MuriaNewsCom, Grobogan – Selain memperingati Hari Peringatan Air Sedunia, aksi yang dilakukan puluhan orang yang mengatasnamakan Aliansi Rakyat Peduli Air (ARPI) ternyata juga ada misi lain. Yakni, mereka meminta agar pihak Kejaksaan Negeri Purwodadi segera melakukan pemeriksaan pada para pelaku yang diduga terlibat penyimpangan dalam tubuh PDAM dan menetapkan tersangkanya. Kemudian, pihak inspektorat diminta melakukan audit pada PDAM secara jujur dan transparan.

”Kami minta agar instansi terkait ini menindaklanjuti persoalan yang mencuat di PDAM. Kami juga menyatakan perang kepada pejabat-pejabat yang korup di Grobogan,” tegas Koordinator ARPI Rahmatullah dalam pernyataan sikapnya.

Dalam aksinya, Rahmatullah sempat menyerahkan seekor ayam jago pada Kasi Intelijen Kejaksaan Negeri Purwodadi Sri Wisnu Respati yang menemui mereka di depan kantor kejaksaan. Rahmatullah juga menyerahkan pakaian dalam wanita pada Sekretaris Inspektorat Grobogan Supardi yang menemui para peserta aksi di depan kantornya.

Saat berada di depan Kantor Inspektorat sempat pula ada aksi pembakaran poster yang sebelumnya dipakai untuk menggelar aksi. Selama melakukan aksinya, ada puluhan petugas kepolisian yang bersiaga melakukan pengamanan.

Rahmatullah menyatakan, pada tahun 2013 dan 2014 Pemkab Grobogan telah melakukan penyertaan modal pada PDAM senilai Rp 11 miliar. Tujuannya untuk meningkatkan cakupan pelayanan air minum yang diprioritaskan pada masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) tanpa dipungut biaya.

Namun, dalam perjalanannya banyak masyarakat tidak mendapatkan manfaat melalui program MBR ini. Dimana, ada banyak pelanggan MBR yang tidak mendapatkan distribusi air. Kemudian, ada juga indikasi munculnya pungutan biaya berkisar Rp 150-Rp 250 ribu.

Sementara itu, Sekretaris Inspektorat Grobogan Supardi menyatakan, pihaknya dalam waktu dekat sudah menjadwalkan audit di PDAM Grobogan. ”Bulan depan kita akan lakukan audit. Jadwalnya, mulai 4-10 April,” katanya.

Sedangkan, Kasi Intelijen Kajari Purwodadi Sri Wisnu Respati menegaskan, laporan terkait dugaan penyimpangan PDAM sudah dilayangkan beberapa waktu lalu. Sejauh ini, pihaknya menindaklanjuti laporan dengan mengumpulkan data dan meminta keterangan dari berbagai pihak terkait. ”Hasil tindaklanjut ini sudah kita sampaikan pula ke Inspektorat Grobogan. Ini sesuai dengan UU No 30 tahun 2014 dan Inpres No 1 tahun 2016,” katanya.

Editor : Titis Ayu Winarni

Di-Twitter, Gubernur Diwaduli Pungli PDAM Grobogan

Bukti pungli PDAM Grobogan yang dikirimkan melalui akun media sosial Twitter

Bukti pungli PDAM Grobogan yang dikirimkan melalui akun media sosial Twitter

 

MuriaNewsCom, Grobogan – Program penyaluran air bersih bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) yang dilaksanakan PDAM Grobogan, dipersoalkan warga. Karena program MBR itu diduga terjadi pungutan liar (pungli) terhadap warga yang mendapatkan program tersebut.

Gubernur Ganjar Pranowo diwaduli salah seorang warga terkait dugaan pungli di PDAM Grobogan sebesar Rp 150.000. Hal itu disampaikan melalui media sosial Twitter, Senin (14/3/2016).

Pemilik akun nDoro Sugi ‏@sugiyantondoro yang dikutip MuriaNewsCom berkicau. “Pak @ganjarpranowo  ini lho pungli MBR yang harusnya gratis, sampe saat ini air juga tidak mengalir,” katanya.

Pemilik akun itu juga mengirikam foto bukti adanya praktik pungli. Tujuannya agar Ganjar bisa lebih paham soal apa yang disampaikan. Serta berharap Ganjar bisa melakukan tindakan.

Ganjar sontak membalas keluhan warga. “Apa itu? @PdamGrobogan @PemkabGrobogan.” Gubernur memang membuka akses seluas-luasnya kepada masyarakat untuk melaporkan ketidakberesan yang terjadi di daerah melalui akun Twitter-nya.

Editor : Akrom Hazami

Terancam Gak Bisa Mandi, Pelanggan PDAM Grobogan Minta Kiriman Air Bersih

Ilustrasi

Ilustrasi

 

MuriaNewsCom, Grobogan – Sejumlah pelanggan PDAM di kawasan kota Purwodadi meminta agar dapat kiriman air bersih dari instansi tersebut. Hal itu diperlukan lantaran sejak pagi hingga sore ini, pasokan air PDAM belum kunjung mengalir. Akibatnya, aktivitas rutin warga menjadi terganggu.

”Kami minta PDAM mengerahkan mobil tangkinya untuk mengirimi air bersih pada para pelanggan. Soalnya, kami tidak bisa mandi lantaran bak air terlanjur dikuras pagi tadi. Ternyata, habis itu air malah tidak bisa ngalir,” cetus Rawijo, warga Kelurahan Kuripan, Purwodadi.

Para pelanggan mengaku jika ada pemberitahuan keliling terkait tersendatnya pasokan air PDAM sepanjang hari ini. Namun, sebagian baru mendengar pengumuman itu siang hari. Sehingga mereka merasa kesulitan untuk mendapatkan air untuk mencukupi kebutuhan harian.

Badan Pengawas PDAM Grobogan Anang Armunanto menyatakan, begitu tahu ada kerusakan pipa yang menyebabkan pasokan air ke rumah ribuan pelanggan terganggu, pihaknya melakukan langkah cepat. Yakni, meminta agar PDAM segera mengabarkan kerusakan pipa itu pada para pelanggan.

”Solusi untuk mengirimkan air bersih ke kampung-kampung juga kita perintahkan. Meski tidak bisa mencukupi kebutuhan keseluruhan, namun upaya droping air ini akan sangat membantu,” kata Kabag Perekonomian Pemkab Grobogan itu.

Sementara itu, Plt Direktur PDAM Grobogan Sudarsono menegaskan, upaya droping air sudah dilakukan. Selain ke sejumlah perkampungan, droping air juga disalurkan ke rumah sakit dan tempat usaha yang selama ini juga jadi pelanggan PDAM.

”Pengiriman bantuan air bersih lewat armada tangki sudah kita kerjakan. Proses perbaikan ini kita upayakan bisa kelar jam 17.00 WIB,” ujarnya.

Editor : Titis Ayu Winarni

Endapan Lumpur 1 Meter  Ditemukan di Bak Penyaring Air PDAM Grobogan 

Kabag Perekonomian Pemkab Grobogan Anang Armunanto (baju merah) sedang memonitor pembenahan filter penyaringan air didampingi Plt Direktur PDAM Purwa Tirta Dharma Grobogan Sudarsono dan anak buahnya. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Kabag Perekonomian Pemkab Grobogan Anang Armunanto (baju merah) sedang memonitor pembenahan filter penyaringan air didampingi Plt Direktur PDAM Purwa Tirta Dharma Grobogan Sudarsono dan anak buahnya. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

MuriaNewsCom, Grobogan – PDAM Purwa Tirta Dharma Grobogan menemukan endapan lumpur yang ada pada bak filter penyaring air PDAM tebalnya sampai 1 meter.

Banyaknya endapan lumpur karena lamanya penanganan. Penanganan pada filter penyaring ini kali terakhir dilakukan pada 2012 atau empat tahun lalu.

Dengan penanganan, harapan para pelanggan PDAM Purwa Tirta Dharma Grobogan untuk mendapatkan pasokan air yang berkualitas tampaknya akan terwujud. Hal ini menyusul adanya kegiatan penanganan pada bak filter penyaring yang terdapat pada instalasi pengolahan air (IPA) baku, sejak beberapa hari lalu.

Penanganan pada filter penyaring ini kali terakhir dilakukan pada 2012 atau empat tahun lalu.

“Penanganan filter penyaringan ini memang sudah waktunya dilakukan. Idealnya, penanganannya tiap 3 atau 4 tahun sekali. Terakhir kali kita lakukan tahun 2012 lalu. Penanganan filter ini bertujuan ,” ungkap Plt Direktur PDAM Purwa Tirta Dharma Grobogan Sudarsono, saat ditemui di lokasi IPA di depan Stadion Krida Bhakti, Purwodadi, Selasa (16/2/2016).

Dijelaskan, selain menguras endapan lumpur, penanganan bak filter itu juga dilakukan dengan mengganti bahan material penyaring air. Terdiri dari gravel, pasir kuarsa dan antrasit. Tiga bahan ini ditumpuk setinggi 75 cm. Masing-masing lapisan ketebalannya 25 cm.

Selain membantu menjernihkan air, tiga bahan ini juga punya fungsi lain. Yakni, mengurai bau dan warna air. Ditempatkannya material ini juga bisa mempercepat distribusi air hingga ke tempat penampungan utama.

Jumlah bak filter penyaring air itu ada 16 unit. Masing-masing berukuran 3,30 x 1,80 meter dengan kedalaman 6 meter. Tiap bak mampu menampung air sebanyak 5 meter kubik.

Sementara itu, Kabag Perekonomian Pemkab Grobogan Anang Armunanto menambahkan, persoalan yang ada di PDAM memang cukup kompleks. Oleh sebab itu, perlu diurai satu persatu guna meningkatkan pelayanan pada masyarakat.

Setelah dievaluasi, salah satu upaya yang bisa dikerjakan saat ini adalah menangani filter penyaringan air. Hal ini cukup diprioritaskan lantaran upaya ini bisa menjadi salah satu solusi untuk meningkatkan kualitas air yang diberikan pada pelanggan.

“Saya selaku dewan pengawas PDAM selalu menekankan pentingnya melakukan berbagai upaya nyata untuk meningkatkan pelayanan pada pelanggan. Salah satunya adalah melalui pembenahan filter penyaringan ini,” kata Anang yang kebetulan tengah memonitor pembenahan filter penyaringan air tersebut.

Editor : Akrom Hazami

Mau Jadi Direktur PDAM Grobogan? Ini Syarat Utama yang Harus Dimiliki

Anang Armunanto, Kabag Perekonomian Pemkab Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Anang Armunanto, Kabag Perekonomian Pemkab Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

MuriaNewsCom, Grobogan – Dalam waktu dekat, rekrutmen calon Direktur PDAM Purwa Tirta Dharma Grobogan bakal dilakukan. Tentu saja, proses rekrutmen nanti terbuka untuk umum. Artinya, selain dari kalangan internal PDAM, dari pihak luar juga punya kesempatan untuk menduduki posisi puncak salah satu BUMD Grobogan itu.

”Proses rekrutmen calon direktur PDAM memang mulai kita siapkan. Hanya saja, waktu seleksinya masih belum kita tentukan kapan pastinya. Yang pasti dalam waktu dekat,” kata Kabag Perekonomian Pemkab Grobogan Anang Armunanto.

Dikatakan, posisi direktur PDAM definitif saat ini memang kosong setelah pejabat sebelumnya, yakni Ady Setyawan habis masa kerjanya pertengahan September 2015 lalu. Pucuk pimpinan PDAM saat ini untuk sementara diemban Sudarsono yang menjabat jadi Plt direktur hingga Maret mendatang.

Menurutnya, salah satu agenda yang dilakukan adalah mempersiapkan aturan dan masalah administrasi lebih dahulu. Kemudian, persyaratan untuk bisa menduduki jabatan direktur PDAM juga sudah ada.
Lebih lanjut diuraikan, salah satu persyaratan yang ditentukan adalah pendidikan minimal S1.

Kemudian, punya pengalaman mengelola perusahaan minimal 15 tahun bagi calon dari luar PDAM. Untuk calon dari dalam harus punya masa kerja minimal 10 tahun.

Kemudian, persyaratan usia ditentukan maksimal 50 tahun untuk calon dari luar. Sedangkan calon dari internal PDAM batasan usianya 55 tahun.

”Satu persyaratan penting lagi harus punya sertifikat manajemen air yang dikeluarkan oleh lembaga kompeten di bidangnya. Untuk persyaratan administrasi lainnya masih banyak. Tetapi yang cukup penting adalah beberapa poin tadi,” kata Anang.

Ia menyatakan, jika ada yang berminat untuk mendaftar proses rekrutmen calon direktur PDAM hendaknya memperhatikan beberapa persyaratan tersebut. Masalah ini perlu diumumkan jauh hari, agar mereka yang ingin melamar bisa mempersiapkan diri.

Editor : Titis Ayu Winarni

FLP Laporkan Penyimpangan di PDAM, Kejaksaan Purwodadi Lakukan Kajian

Ketua Badan Eksekutif FLP Grobogan Rahmatullah menyerahkan berkas laporan dugaan korupsi PDAM Pada Kajari Purwodadi Abdullah. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Ketua Badan Eksekutif FLP Grobogan Rahmatullah menyerahkan berkas laporan dugaan korupsi PDAM Pada Kajari Purwodadi Abdullah. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

GROBOGAN – Kasus dugaan adanya penyimpangan di PDAM Grobogan yang dilaporkan LSM Forum Lintas Pelaku (FLP) pekan lalu, sampai saat ini masih dikaji pihak Kejaksaan Negeri Purwodadi. Hal itu disampaikan Kepala Kejaksaan Negeri Purwodadi Abdullah pada wartawan siang tadi.

”Berkas laporan yang disampaikan FLP cukup banyak dan sudah mulai kita pelajari. Kami tidak bertindak gegabah dalam menanggapi kasus yang dilaporkan itu,” katanya.

Menurut Abdullah, pihaknya memang harus hati-hati dalam memproses laporan yang diberikan FLP itu. Setelah diteliti, laporan itu nantinya akan dikaji apakah dapat ditindaklanjuti atau tidak. Jika memang bisa ditindaklanjuti, maka dibentuk tim untuk melakukan penyelidikan dan mengumpulkan bukti-bukti.

Seperti diketahui, pada Rabu (7/10/2015) Ketua Badan Eksekutif FLP Grobogan Rahmatullah menyerahkan berkas laporan dugaan korupsi yang terjadi di PDAM usai menggelar audensi dengan Kajari Purwodadi Abdullah. Menurut Rahmat, ada beberapa poin dugaan korupsi yang terjadi di PDAM. Antara lain, ketidak transparanan dan adanya pungli dalam perekrutan sekitar 100 karyawan baru. Nilai pungli per karyawan ini berkisar puluhan hingga ratusan juta.

”Perekrutan karyawan baru ini tidak sesuai prosedur. Karena dilakukan diam-diam dan prekrutan ini melibatkan oknum-oknum tertentu,” cetus Rahmat waktu itu.

Selain itu, FLP juga menyoroti adanya badan usaha atau rekanan yang terus menerus mendapatkan paket pekerjaan di PDAM melalui penunjukkan langsung, tanpa proses lelang. Hal itu dilakukan dengan memecah alokasi dana proyek menjadi lebih kecil, sehingga memungkinkan untuk dikerjakan tanpa lelang.

”Kami juga menyoroti adanya penyertaan modal senilai miliaran dalam beberapa tahun terakhir yang tidak bisa dipertanggungjawabkan. Indikasinya, dengan gelontoran dana banyak tetapi distribusi air di 33 ribu pelanggan PDAM tidak kunjung lancar dan kualitas airnya juga belum memenuhi standar,” imbuhnya. (DANI AGUS/TITIS W)

Tudingan FLP Dibantah PDAM Grobogan

Kabag Teknik PDAM Grobogan Eko Supriyanto saat menggelar jumpa pers dengan awak media (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Kabag Teknik PDAM Grobogan Eko Supriyanto saat menggelar jumpa pers dengan awak media (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

GROBOGAN – Soal tudinganadanya tiga rekanan yang selalu dapat pekerjaan terus menerus dalam beberapa tahun terakhir, dibantah oleh PDAM Grobogan. Karena, selama empat tahun terakhir ada belasan rekanan atau badan usaha yang mengerjakan proyek di PDAM.

Tetapi frekuensi pekerjaan masing-masing rekanan itu memang berbeda. Ada yang dapat banyak garapan proyek dan ada yang dapat sedikit. Hal itu tergantung dari spesifikasi yang dimiliki tiap rekanan.

”Soal adanya pemecahan dana proyek agar bisa dikerjakan dengan penunjukkan langsung (PL) juga tidak pas. Soalnya, sebelumnya sudah kita lakukan perencanaan dan kebetulan dalam RAB biayanya tidak lebih dari Rp 200 juta, sehingga sesuai aturan bisa dilakukan sistem PL,” kata Kabag Teknik PDAM Grobogan Eko Supriyanto saat menggelar jumpa pers dengan awak media.

Sementara soal dana penyertaan modal juga dirasa tidak tepat. Sebab, selama empat tahun terakhir, PDAM tidak ada penyertaan modal dari dana APBD. Tetapi dapat dana pendampingan APBD sebagai dana talangan dari pemerintah pusat buat pemasangan sambungan rumah (SR) untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Setelah SR terpasang, dana talangan itu akan dikembalikan lagi ke kas daerah melalui Kementerian Keuangan.

Total dana talangan yang dikucurkan buat PDAM ini sebanyak Rp 11 miliar yang disalurkan secara bertahap. Yakni, dari tahun 2013-2015.

Dari jumlah dana itu, sekitar Rp 3,6 miliar sudah dikembalikan lagi ke kas daerah. Sedangkan sisanya sekitar Rp 7,4 miliar akan dikembalikan ke kas daerah dalam waktu dekat. Saat ini, masih dilakukan proses administrasinya oleh Kementerian Keuangan. (DANI AGUS/KHOLISTIONO)

Ditanya Jumlah Karyawan Baru yang Direkrut, Pihak PDAM Grobogan Gelagapan

Kabag Teknik PDAM Grobogan Eko Supriyanto saat menggelar jumpa pers dengan awak media (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Kabag Teknik PDAM Grobogan Eko Supriyanto saat menggelar jumpa pers dengan awak media (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

GROBOGAN – Meski menghormati keputusan Forum Lintas Pelaku (FLP)yang mengirimkan laporan pada Kejaksaan Negeri Grobogan, namun pihak PDAM menilai tudingan yang dilontarkan dinilai kurang tepat. Yakni, terkait rekrutmen karyawan, rekanan yang mengerjakan proyek di PDAM, dan penggunaan dana penyertaan modal.

”Tiga poin utama yang jadi bahan laporan itu sudah dilakukan sesuai prosedur. Sebelumnya, pihak FLP juga sudah kita kasih keterangan masalah itu,” ungkap Kabag Teknik PDAM Grobogan Eko Supriyanto saat menggelar jumpa pers dengan awak media.

Lebih lanjut Eko menjelaskan, untuk perekrutan karyawan, khususnya pada tahun 2012 sudah dilakukan secara transparan. Dimana, sebelumnya sudah ada pengumuman soal penerimaan karyawan. Kemudian, peserta juga diseleksi melalui tes tertulis, wawancara dan psikotes. Perekrutan karyawan baru itu sudah disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan.

Namun, saat ditanya berapa banyak karyawan baru yang direkrut waktu itu serta spesifikasi bidang apa saja yang butuh tambahan personil, Eko terlihat gelagapan. Dia berdalih tidak membawa data perekrutan karyawan secara terperinci.

“Soal data lebih detil masalah karyawan ini nanti akan kita siapkan secepatnya. Yang pasti, rekrutmennya sudah dilakukan sesuai prosedur dan masalah ini dulu sempat dilaporkan pada pihak kepolisian. Tetapi, akhirnya tidak terbukti adanya penyimpangan,” timpal Kabag Umum dan Administrasi PDAM Saimuri yang ikut hadir dalam jumpa pers tersebut. (DANI AGUS/KHOLISTIONO)

PDAM Grobogan Siap Blak-blakan Jika Dipanggil Kejaksaan

Pihak PDAM Grobogan saat memberikan keterangan pada jumpa pers siang tadi (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Pihak PDAM Grobogan saat memberikan keterangan pada jumpa pers siang tadi (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

GROBOGAN – Pihak PDAM Grobogan menegaskan siap memberikan keterangan pada pihak Kejaksaan Negeri Purwodadi. Hal itu ditegaskan Kabag Teknik PDAM Grobogan Eko Supriyanto saat menggelar jumpa pers dengan awak media siang tadi di kantornya.

”Kami siap memberikan keterangan apa adanya pada pihak kejaksaan terkait kondisi yang ada di PDAM. Hal ini menyikapi adanya laporan yang disampaikan pihak Forum Lintas Pelaku (FLP) Grobogan pada kejaksaan beberapa hari lalu,” kata Eko didampingi Kabag Umum dan Administrasi PDAM Saimuri dan staf PDAM Suyono dalam jumpa pers tersebut.

Terkait adanya laporan itu, Eko menyatakan tidak masalah. Sebab, tindakan itu merupakan hak masyarakat termasuk FLP untuk melayangkan laporan pada aparat penegak hukum.

Menurutnya, beberapa hari sebelum melayangkan laporan pada pihak kejaksaan, pihaknya sempat mengadakan pertemuan sekali dengan pengurus FLP. Dalam kesempatan itu, pihaknya juga sempat memberikan keterangan dan data yang dipertanyakan oleh FLP.

Acara jumpa pers tadi sebenarnya akan dipimpin langsung oleh Plt Direktur PDAM Sudarsono. Namun, hingga satu jam ditunggu, Sudarsono tidak kunjung datang dan akhirnya menugaskan anak buahnya untuk memberikan keterangan pada wartawan.

”Pak Sudarsono tadi ada tugas di Kecamatan Tegowanu dan sebenarnya ini dalam perjalanan menuju Purwodadi. Tetapi daripada kelamaan menunggu, maka kami diberi mandat untuk menyampaikan keterangan dan nanti kalau ada yang kurang lengkap bisa menghubungi pimpinan,” cetus Eko. (DANI AGUS/KHOLISTIONO)

Masa Kerja Selesai, Jabatan Direktur PDAM Digantikan Anak Buah

PDAM Grobogan

PDAM Grobogan

 

GROBOGAN – Meski banyak kemajuan yang didapat namun jabatan Ady Setiawan sebagai Direktur PDAM Grobogan tidak diperpanjang. Terhitung mulai hari ini, pengendali PDAM Grobogan diserahkan pada Sudarsono selaku Penjabat sementara (Pjs) Direktur menggantikan Ady. Sudarsono saat ini merupakan salah seorang pegawai senior di PDAM.

”Masa jabatan Pak Ady Setiawan sebagai Direktur PDAM habis hari ini. Karena jabatannya tidak diperpanjang, maka sebagai pelaksana tugas ditunjuk dari pegawai internal yang dinilai mampu menjalankan tugas menjadi Pjs,” ungkap Kabag Perekonomian Pemkab Grobogan Anang Armunanto.

Menurut Anang, SK pemberhentian Ady Setiawan sebagai Direktur PDAM karena habis masa jabatannya sudah diserahakan Jumat (11/9/2015) sore. Penyerahan SK yang dilangsungkan di kantor PDAM tersebut dilakukan Asisten II Pemkab Grobogan Dasuki. Dalam kesempatan itu pula diserahkan SK pengangkatan Pjs.

”Sesuai aturan yang ada, posisi Pjs Direktur PDAM memang harus diambilkan dari kalangan internal. Yakni, dari pegawai PDAM yang sudah memenuhi beberapa persyaratan. Misalnya, kepangkatan, masa kerja, pendidikan, dan prestasi kinerja,” jelas Anang yang baru beberapa pekan mengemban jabatan kabag perekonomian itu.

Dijelaskan, masa jabatan Pjs Direktur PDAM tersebut berlaku selama enam bulan. Dalam masa ini, Pjs diminta mulai mempersiapkan rencana rekrutmen Direktur PDAM baru. (DANI AGUS/TITIS W)

Warga Grobogan Bergantian Menanti Air PDAM Mengalir

pdam grobogan (e)

salah satu petugas sedang meninjau pengolahan air PDAM (MuriaNewsCom/Dani Agus)

GROBOGAN – Terganggunya pasokan air ke rumah pelanggan dalam beberapa hari terakhir mendapat tanggapan dair pihak PDAM. Kondisi itu terjadi lantaran datangnya kekeringan yang menyebabkan penyusutan debit air di beberapa waduk dan bendungan yang menurun.

”Beberapa hari terakhir kami dapat banyak keluhan, seperti air tidak lancar dan mampet. Hari ini kami meninjau lokasi Waduk Kedung Ombo untuk melihat kondisi jaringan perpipaan dan debit air di sana,” ungkap Direktur PDAM Ady Setiawan melalui Kabag Teknik Sudarsono.

Dari hasil monitoring itu diketahui jika debit air di Waduk kedung Ombo memang mengalami penyusutan. Hal itu menjadikan pasokan air PDAM bisa mencapai 180 liter/detik turun menjadi 170 liter/detik.

Akibat kondisi ini, produksi air PDAM mengalami sedikit terganggu dan berdampak pada pelanggan. Sebab, selama ini waduk yang diresmikan Presiden Soeharto tahun 1991 itu jadi pemasok air baku utama PDAM.

Dengan kondisi itu, pihaknya terpaksa menyalurkan air ke rumah pelanggan dengan sistem bergilir. Upaya lainnya adalah membantu suplay air bersih dengan mengirimkan truk tangki ke wilayah yang membutuhkan. (DANI AGUS/KHOLISTIONO)