Kapolres Blora Ajak Warga Patroli, Ini Tujuannya

MuriaNewsCom, Blora – Kapolres Blora AKBP Saptono mengajak warga Kota Mustika untuk patroli keamanan. Caranya, dengan menggalakkan lagi sistem keamanan lingkungan (siskamling).

Hal itu dilakukan guna menciptakan lingkungan yang aman dari tindak kejahatan. Apalagi, ia mengakui untuk mewujudkan hal itu tidak bisa dilakukan beberapa instansi saja, melainkan butuh pula kesadaran warga.

”Siskamling ini perlu digalakkan lagi. Sebab, melalui siskamling sangat efektif meminimalisasi terjadinya tindak kejahatan,” ujar Kapolres Blora AKBP Saptono, saat meresmikan Pos Kamling di Kampung Mboyang, Kelurahan/Kecamatan Randublatung, Kamis (19/1/2018).

Kapolres mengimbau kepada seluruh camat, kepala desa dan kepala kelurahan untuk lebih peduli dengan keamanan lingkungan di wilayah tugasnya masing-masing dengan mengaktifikan kembali siskamling. Hal ini penting dilakukan dalam rangka memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat setempat.

Selain mengaktifkan kembali siskamling, kapolres juga meminta dukungan masyarakat dengan memberikan informasi apabila menemukan orang tidak dikenal dengan gelagat mencurigakan di sekitar tempat tinggal masing-masing.

Ia juga minta kepada aparat pemerintahan, khususnya yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, supaya bersinergi dengan babinsa dan babinkamtibmas.

”Seluruh komponen masyarakat harus selalu peka dan peduli dengan lingkungan sekitarnya. Jika melihat ada hal-hal yang mencurigakan, segera laporkan kepada aparat keamanan,” pesannya.

Beberapa waktu sebelumnya, kapolres sempat melangsungkan kegiatan jagong kamtibmas di wilayah tersebut. Dari kegiatan itu, akhirnya muncul semangat warga untuk membangun pos kamling yang semua tipe C (biasa) menjadi tipe A (permanen).

”Dengan berdirinya Pos kamling baru ini, saya berharap dapat dimanfaatkan dengan sebaik mungkin, dengan kegiatan yang bersifat positif dan membantu menjaga kamtibmas. Hal ini perlu dilakukan karena kamtibmas itu merupakan tanggung jawab kita semua,” imbuhnya.

Editor: Supriyadi

Benarkah Penjahat Takut Lihat Sinar Biru Mobil Polisi?

Anggota polisi sedang melaksanakan ble light patrol dengan membawa senjata, untuk mengantisipasi aksi kejahatan. (Tribratanews Polda Jateng)

MuriaNewsCom, Semarang – Sejak beberapa waktu terakhir, jajaran kepolisian dari tingkat polres hingga polsek-polsek gencar menggelar blue light patrol. Yakni patroli menggunakan mobil dan menyalakan rotator berwarna biru.

Patroli ini kerap digelar pada malam hari. Sasarannya, objek-objek vital, perkantoran, mini market, dan tempat-tempat rawan kejatan. Diyakini, dengan patroli ini akan mampu mencegah aksi kejahatan. Karena penjahat akan takut saat melihat nyala sinar biru polisi. Benarkah demikian?

Kasat Sabhara Polres Kudus AKP Sutopo, menyebut blue light patrol atau Patroli Sinar Biru merupakan langkah preventif dan efisien guna mencegah pelanggaran maupun kriminalitas yang terjadi di jalanan pada waktu malam atau dini hari.

“Giat ini juga bisa digunakan untuk mencegah terjadinya hal-hal seperti aksi curat, curas, dan curanmor. Karena saat orang melihat lampu sirine biru menyala dan berpatroli, tentu seseorang akan mengurungkan niatnya untuk berbuat kejahatan, karena kesempatan untuk berbuat jahatnya sudah kita antisipasi,” katanya.

Blue Light Patrol difokuskan dan dilaksanakan pada waktu malam sampai dengan dini hari. Dengan adanya nyala lampu rotator dan sirine dari mobil polisi masyarakat akan mengetahui keberadaan anggota Polri sehingga merasa aman.

Blue light patrol yang dilakukan jajaran kepolisian untuk membuat masyarakat merasa nyaman. (Tribrtanews Polda Jateng)

“Kegiatan ini sebagai bentuk kehadiran polisi di tengah-tengah masyarakat untuk memberikan rasa aman,” ujarnya.

Kabagops Polres Kudus Kompol Tugiyanto mengatakan, patroli ini dilaksanakan secara terjadwal dengan titik-titik tertentu yang dianggap mempunyai kerawanan kejahatan dan kriminalitas termasuk rawan kecelakaan.

Bahkan hal ini akan ditambah intensitas dan jaraknya sampai ke pelosok desa yang jarang tersentuh kehadiran polisi.

“Harapannya dengan dilaksanakannya blue light patrol ini mampu mencegah terjadinya kejahatan jalanan baik itu perampokan, curat, curas dan curanmor di seluruh wilayah,” terangnya.

Upaya serupa juga dilakukan Polsek Batealit, Jepara. Kapolsek Batealit AKP I Nyoman Garma Rabu (27/12/2017) menyebut, dengan “blue light patrol”, masyarakat akan menyadari kehadiran polisi di tengah-tengah mereka, sehingga akan merasa nyaman. Selain itu, seseorang yang berniat jahat akan membatalkan niat jahatnya.

“Dengan dilaksanakan kegiatan patroli pada malam hari dengan menyalakan lampu rotator berwarna biru ini di harapkan dapat mencegah terjadinya tindak kejahatan yaitu curat, curas, maupun curanmor di wilayah Polsek Batealit Polres Jepara,” paparnya.

Editor : Ali Muntoha

Polres Kudus Fokuskan Pengamanan Rumah Kosong Selama Libur Natal dan Tahun Baru

Wakapolres Kudus Kompol M Ridwan. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Wakapolres Kudus Kompol M Ridwan mengatakan, Polres Kudus menugaskan sejumlah anggota agar lebih aktif berpatroli di kawasan permukiman. Itu dilakukan, guna mengantisipasi meningkatnya potensi kejahatan berupa pencurian menjelang akhir tahun. 

“Biasanya saat libur panjang semacam ini, banyak masyarakat yang berlibur atau juga mudik. Sedangkan rumahnya ditinggal dalam keadaan kosong. Itulah yang dimanfaatkan para pencuri untuk beraksi,” katanya kepada MuriaNewsCom

Melihat hal itu, maka patroli selama akhir tahun ini juga ditingkatkan pada permukiman warga. Khususnya, daerah perumahan yang mana kebanyakan bukan penduduk asli Kudus. Di mana pemilik rumah akan meninggalkan rumahnya beberapa waktu.

Selain meningkatkan patroli, kata dia, petugas Babinkamtibmas yang terdapat di semua desa juga diminta lebih aktif memantau wilayahnya. Termasuk dengan berpatroli keliling wilayah, guna memastikan wilayahnya aman.

Pihaknya berpesan, agar masyarakat yang meninggalkan rumah memastikan rumahnya terkunci betul. Selain itu, barang berharga juga diminta ditaruh ditempat yang aman, sehingga potensi kehilangan dapat diminimalisir

“Saat melihat hal yang mencurigakan, atau terjadi hal yang aneh dapat melaporkan ke kami. Laporan dapat diberikan kepada Polsek setempat hingga Polres Kudus dan juga pos pengamanan Lilin Candi,” harapnya.

Editor: Supriyadi

Ratusan Petugas Perhutani Patroli Hutan Kendeng di Kudus

Petugas melakukan patroli gabungan di hutan wilayah Kendeng, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Petugas melakukan patroli gabungan di hutan wilayah Kendeng, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Ratusan petugas Perhutani KPH Purwodadi Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Penganten melakukan patroli di kawasan hutan Kendeng, Desa Wonosoco, Undaan, Kudus, Jumat (20/1/2017). Patroli dilakukan sebagai bentuk pengawas serta sosialisasi dalam upaya penjagaan hutan di wilayah Kendeng. Makanya hal itu gencar dilakukan dalam beberapa waktu terakhir.

Asisten Perhutani (Asper) BKPH Penganten Ridho Hariyanto mengatakan, petugas gabungan terdiri dari Polisi Kehutanan, Polsek Undaan, Kader Siaga Trantib (KST), BPBD, satgas peduli api Undaan, Karang Taruna wilayah Undaan, serta sejumlah kelompok sadar lingkungan.  “Ratusan orang ikut berpatroli. Kami bagi dalam sejumlah kelompok kelompok kecil. Semuanya antusias dalam patroli hutan di kawasan Kendeng kali ini,” katanya di lokasi patroli.

Pembagian kelompok dilakukan lantaran luasnya lahan perhutani. Jumlahnya sekitar  362,5 hektare (Ha).  Patroli dilakukan juga untuk kampanye penyelamatan wilayah Kendeng. Sasarannya adalah pembalakan hutan dan juga alih fungsi lahan hutan menjadi kawasan pertanian semusim. Selain itu, cara patroli dianggap mampu membuat jera perusak hutan.

Selain berpatroli, juga dilakukan kegiatan pemasangan papan peringatan di sejumlah titik hutan. Jumlah papan peringatan ada 40 papan, dengan tulisan larangan penggarapan lahan, larangan penebangan pohon dan juga larangan pengerusakan tegakan.

Editor : Akrom Hazami

Polisi Blora Patroli Objek Vital Biar Penjahat Tak Berkeliaran

objek-vital

Polisi melakukan patroli ke salah satu objek vital di Blora, Selasa (3/1/2017). (Polres Blora)

MuriaNewsCom, Blora – Unit Patroli Sat Sabhara Polres Blora rutin dan meningkatkan kegiatan patroli di wilayah hukumnya. Mereka melakukan patroli, di antaranya dengan menggunakan tiga sarana yani patroli bersepeda, patroli motor dan patroli mobil.

Seperti yang dilakukan oleh Kaur Bin Ops Sat Sabhara Polres Blora Iptu Lilik Eko, dengan anggotanya, di sejumlah titik, Selasa  (03/01/2017). Mereka  menyambangi objek vital seperti bank, pusat perbelanjaan (swalayan), tempat ibadah dan toko emas.

Dalam kegiatan patroli ini Lilik berdialog dengan satpam bank, swalayan, dan gereja. Termasuk juga polisi berdialog dengan pedagang emas. “Para satpam yang bekerja di bank atau swalayan ini agar tetap waspada dan cermat dalam mengamati setiap nasabah dan pengunjung,” kata Kapolres Blora AKBP Surisman melalui Kasat Sabhara AKP Herry Dwi, dikutip Polres Blora.com.

Herry menuturkan bahwa kegiatan ini adalah upaya untuk menangkal tindak pidana dan bentuk kejahatan lain. “Terima kasih kami ucapkan kepada para satpam yang sudah membantu tugas polisi dalam menciptakan kamtibmas dengan melakukan penjagaan objek vital,” tuturnya.

Editor : Akrom Hazami

Hadapi Penjahat, Polisi Patroli Pakai Sepeda di Blora

Sejumlah personil Sabhara Polres Blora saat patroli menggunakan sepeda (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

Sejumlah personil Sabhara Polres Blora saat patroli menggunakan sepeda (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

 

MuriaNewsCom, Blora – Satuan Sabhara Polres Blora mengarahkan unit Patroli sepeda di beberapa tempat keramaian. Tampak beberapa personel Sabhara, Sabtu (26/3/2016), patroli di pusat keramaian kota.

Patroli ini bertujuan untuk memberikan bantuan pelayanan kepada masyarakat dalam situasi darurat. Patroli ini juga menjamin kondusivitas dan juga mencegah kriminalitas.

Patroli bersepeda ini dinilai menjadi solusi yang efektif di area perbelanjaan, atau pasar yang padat pengunjung, dan berpotensi macet.

Kasat Sabhara AKP Djamrozi menilai penggunaan sepeda untuk patroli lebih efisien untuk menerobos kemacetan. Kemampuan gerak cepat ini pun dianggapnya cukup efektif untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat.

Dia mencontohkan, area-area padat yang rawan macet seperti Blok T atau kawasan Luwes Baru. Di lokasi itu sering terjadi gangguan yang membuat lokasi perbelanjaan Luwes tak nyaman. Mulai dari kendaraan yang parkir sembarangan hingga kemunculan pedagang kaki lima secara liar.

“Saat seperti itu kita kan kadang ingin mengingatkan tapi salah-salah malah ribut, nah di sini polisi bisa bergerak cepat untuk menertibkan indikasi pelanggaran,” ujarnya.

Saat ini,Polres Blora sudah memiliki lima unit sepeda patroli yang merupakan bantuan dari Polda Jateng. Setelah melihat efisiensi penggunaannya, dia mengatakan pihaknya sudah meminta tambahan armada sepeda patroli kepada kapolres.

Dia beralasan Blora sebagai kota wisata memiliki potensi lonjakan jumlah kendaraan pada masa liburan. Di saat seperti itu sepeda patroli bisa diterjunkan.

Editor : Akrom Hazami