Harga Gula dan Bawang Merah di Jepara Terus Merangkak Naik

 

Salah seorang penjual sembako di Pasar Ratu (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)

Salah seorang penjual sembako di Pasar Ratu (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)

MuriaNewsCom, Jepara – Harga sejumlah barang kebutuhan pokok terus merangkak naik. Salah satunya gula pasir dan bawang merah. Di Kabupaten Jepara, harga gula pasir terus naik sejak sebulan terakhir ini. Sampai pekan ini saja, dibanding pekan lalu ada kenaikan sebesar Rp 1.000 untuk setiap kilogramnya dari Rp 15 ribu menjadi Rp 16 ribu. Sedangkan bawang merah, naik sekitar Rp 4 ribu, dari Rp 46 ribu menjadi Rp 50 ribu.

Kondisi ini seperti yang terjadi di Pasar Ratu Jepara. Salah seorang penjual sembako, Anto mengatakan, harga terus naik sejak sebulan terakhir ini. Memasuki bulan Ramadan ini juga terjadi kenaikan harga.“Meskipun harganya naik, tetapi masih laku. Masih banyak yang membelinya karena ini barang kebutuhan pokok masyarakat,” ujar Anto kepada MuriaNewsCom, Rabu (8/6/2016).

Menurutnya, kenaikan harga yang terjadi di pasar disebabkan harga dari produsen sudah tinggi. Saat ini, stok khusunya gula sudah terbatas, karena masih dalam proses panen. Akibatnya, pedagang di pasar juga menaikkkan harga kepada konsumen.

Sementara itu, Kabid Perdagangan pada Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Jepara, Florentina Budi Kurniawati menjelaskan, sejumlah barang kebutuhan pokok saat ini memang diakuinya banyak yang mengalami kenaikan harga. Meski begitu, ada beberapa barang yang dipastikan harganya turun seperti cabai dan beras.“Khusus untuk gula dan bawang merah yang kualitasnya bagus harganya memang naik. Ini disebabkan kebutuhan masyarakat tinggi, sedangkan stok terbatas,” ungkap Florentina.

Dia mencontohkan, pada bulan Ramadan ini, banyak masyarakat yang mengkonsumsi gula untuk sajian berbuka puasa dan sahur. Sedangkan pada hari biasa, sangat jarang mengkonsumsi gula. Akibatnya, permintaan pasar semakin tinggi sehingga harga menjadi tinggi.

Editor : Kholistiono

Warga Jepara Diimbau Waspadai Daging Gelonggongan

 

Salah satu pedagang daging sapi di Pasar Ratu Jepara. Saat ini, masyarakat diminta untuk mewaspadai adanya daging gelonggongan (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)

Salah satu pedagang daging sapi di Pasar Ratu Jepara. Saat ini, masyarakat diminta untuk mewaspadai adanya daging gelonggongan (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)

 

 MuriaNewsCom, Jepara – Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan pada Dinas Perindustrian dan Pedagangan Kabupaten Jepara Florentina Budi Kurniawati, menyampaikan, warga diimbau untuk mewaspadai daging gelonggongan di tengah kondisi tingginya harga daging sapi.

“Diimbau waspada, meskipun sampai saat ini belum ditemukan adanya daging gelonggongan di pasar-pasar yang ada di Kabupaten Jepara,” ujar Florentina kepada MuriaNewsCom, Selasa (7/6/2016).

Menurutnya, mengaca pada tahun-tahun sebelumnya, sudah menjadi rahasia umum jika daging gelonggongan banyak dipasok dari Boyolali. Namun, sampai saat ini belum ditemukan daging gelonggongan beredar di Jepara.

Salah seorang pedagang daging sapi di Pasar Ratu, Faizah mengatakan, saat ini harga daging sapi di Jepara mencapai Rp120 ribu per kilogram. Itu untuk daging dengan kualitas bagus. Sementara untuk daging kualitas biasa harganya Rp100 ribu per kilogram.

Tak pelak, kondisi tersebut dapat dimanfaatkan pihak-pihak nakal dengan menjual daging sapi gelonggongan. Meskipun saat ini belum ditemukan kasus penjualan daging gelonggongan.“Kalau pun ada daging gelonggongan, biasanya dipasok dari Boyolali. Terus dijualnya di wilayah pinggiran, seperti Pecangaan,” kata Faizah.

Ditambahkan Faizah, jika masyarakat hendak membeli daging tidak ada salahnya memeriksa kondisi daging. Pasalnya, daging sapi gelonggongan memiliki ciri-ciri yang berbeda dengan daging segar.“Daging gelonggongan kalau digantung pasti akan meneteskan air. Tapi kalau daging segar tidak,” terang Faizah sembari menunjukan ciri-ciri daging segar.

Mengantisipasi peredaran daging gelonggongan, pihaknya berharap pemerintah melakukan operasi pasar. Itu untuk menghindari oknum-oknum nakal yang hendak menjual daging gelonggongan, serta untuk menyetabilkan harga daging.

 

Editor : Kholistiono

 

 

Tiga Bulan Kios di Pasar Ratu Tak Digunakan, Pemda Akan Ambil Alih

Kios yang ada di lantai dua Pasar Ratu masih nampak kosong (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Kios yang ada di lantai dua Pasar Ratu masih nampak kosong (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

JEPARA – Sejak adanyainformasi jika kios-kios yang ada di lantai dua Pasar Jepara Satu (Ratu) digratiskan, diyakini ada sejumlah masyarakat yang berminat. Hanya saja, masih ada anggapan bahwa kios-kios yang kosong tersebut sudah ada yang memiliki.

Seperti yang dikatakan salah seorang pedagang kecil, Slamet. Menurutnya, pihaknya mengaku khawatir jika menempati kios yang kosong nantinya jadi masalah. Sebab, sebagian kios tersebut sebelumnya diketahui ada yang menunggu.

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Koperasi UMKM dan Pengelolaan Pasar Jepara Dwi Riyanto melalui Kabid Pengelolaan PasarMustakim mengatakan, dari sekian banyak kios yang kosong, ada beberapa yang sudah ada pemiliknya. Namun, lantaran sudah beberapabulan kosong, maka terpaksa diambil alih oleh pemerintah.

“Itu kami lakukan atas dasar Perda nomor 3 tahun 2010. Yang intinya, jika kios di pasar tidak digunakan selama lebih dari tiga bulan, maka akan diambilalih oleh pemerintah,” ungkapnya.

Dia menjelaskan, sebelum diambil alih pihaknya telah memberikan surat peringatan sebanyak tiga kali. ”Surat yang kami sampaikan kepada pedagang berisi imbauan agar segera memanfaatkan kios yang dimiliki dengan membukanya. Kalau saat ini ada kios yang kosong dan masyarakat berminat untuk jualan maka kami gratiskan,” tukasnya. (WAHYU KZ/KHOLISTIONO)

Woro-woro! Kios di Lantai 2 Pasar Ratu Jepara Masih Diobral Lho

Kondisi lantai dua di Pasar Ratu yang masih sepi (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Kondisi lantai dua di Pasar Ratu yang masih sepi (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

JEPARA – Keberadaan lantai dua di Pasar Jepara Satu (Ratu) sampai saat ini masih sepi. Bahkan, puluhan kios yang ada nampak mangkrak, lantaran belum ada yang menempati. Hal itu membuat pemerintah Kabupaten Jepara melalui instansi terkait mengobral kios tersebut bagi siapa saja yang mau menempati.

Kepala Dinas Koperasi UMKM dan Pengelolaan Pasar Jepara Dwi Riyanto melalui Kabid pengelolaan pasar Mustakim menjelaskan, sejak awal tahun 2015 lalu, pihaknya telah mensosialisasikan kepada masyarakat, bahwa lantai dua di Pasar Ratu dapat ditempati oleh siapa saja. Namun, sejak saat itu sampai saat ini belum ada yang berminat.

”Kami sampai saat ini masih menggratiskan bagi siapa saja yang bersedia menempati kios di lantai dua Pasar Ratu untuk usaha maupun untuk perkantoran,” ujar Mustakim kepada MuriaNewsCom, Jumat (2/10/2015).

Menurutnya, saat ini memang mayoritas kios yang ada di lantai dua Pasar Ratu masih kosong. Dalam catatannya, ada 50 kios keliling yang kosong. Sedangkan untuk kios dalam los, ada 80 kios yang kosong. Hanya ada beberapa pedagang yang membuka kios dari sekian banyak kios yang ada
di lantai dua.

”Yang sudah digunakan sampai saat ini blok pedagang ikan, dan sebelah penitipan sepeda juga ada beberapa yang buka. mayoritas masih kosong,” ungkapnya. (WAHYU KZ/KHOLISTIONO)