Disdagsar Kudus Tempatkan Petugas untuk Memata-matai PKL di Kaliputu

Pedagang kaki lima yang sudah menempati lokasi pasar baru di Gang 5 Kaliputu (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Pedagang kaki lima yang sudah menempati lokasi pasar baru di Gang 5 Kaliputu (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Meski pihak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus telah memindahkan pedagang kaki lima (PKL) yang biasa berjualan di sepanjang Jalan Kaliputu ke pasar baru yang terletak di Gang 5, namun, Dinas Perdagangan dan Pengelolaan Pasar (Dagsar) masih memasang mata – mata di Kalipitu.

Menurut Plt Kepala Disdagsar Kudus Sudiharti, pihaknya tetap menempatkan petugas secara bergiliran di sana, guna mengawasi jika masih ada pedagang yang membandel untuk membuka lapaknya di tempat tersebut.

“Ada beberapa petugas dari satgas PKL yang kami tugaskan untuk berjaga. Jadi, mereka tugasnya itu memastikan kalau wilayah lama pedagang tidak lagi digunakan untuk berjualan,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Menurutnya, petugas khusus tersebut sesekali mangkal di sana. Biasanya, petugas yang mangkal di Kalipitu, pada pagi hari hingga menjelang siang hari.

Selain itu, petugas juga mengadakan swiping lokasi tersebut beberapa kali dalam sehari. Dengan cara tersebut, diharapkan bisa mengantisipasi atau mencegah munculnya kembali pedagang yang nekat berjualan di sana.

“Kami menjaga agar tidak ada lagi yang berjualan di sana. Sebab, sekali saja ada pedagang yang berjualan, maka besar kemungkinan pedagang lainnya juga akan ikut memadati lokasi tersebut lagi,” ujarnya.

Tidak berhenti di situ, pedagang yang sudah direlokasi juga bakal protes, lantaran lokasi lama yang dijadikan tempat jualan mereka malah digunakan jualan pedagang baru. Padahal 120 pedagang di sana sudah sepakat untuk pindah.

“Ini merupakan cara yang kami gunakan. Jadi sambil menunggu perda baru tentang tempat larangan jualan jadi, model semacam ini yang dapat kami gunakan,” imbuhnya.

Editor : Kholistiono

Warga di Sekitar Pasar Kaliputu Protes

Gang Lima Kaliputu yang merupakan jalur Pasar Kaliputu (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Gang Lima Kaliputu yang merupakan jalur Pasar Kaliputu (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Warga di sekitar Pasar Kaliputu disebut mengeluh dengan keberadaan pasar tersebut. Hal itu, karena kemacetan yang ditimbulkan dari aktivitas perekonomian di pasar tersebut, khususnya kemacetan di Gang Lima Pasar Kaliputu.

PLt Kepala Dinas Perdagangan dan Pengelolaan Pasar (Dagsar) Sudiharti mengatakan, jika beberapa waktu yang lalu, warga datang ke Dagsar mengadu keresahan yang dialami.

“Warga yang diwakili Ketua RT dan juga Ketua RW datang ke kantor. Mereka datang untuk meminta diselesaikan permasalahan kemacetan yang muncul,” katanya kepada MuriaNewsCom

Dikatakan Sudiharti, mengenai kemacetan yang muncul, disebabkan karena depan pasar dijadikan sebagai lahan parkir. Padahal, skema awal depan pasar seberang jalan sudah ada tempat parkir yang dikelola masyarakat.

Menurutnya, hal itulah yang menjadi sumber kemacetan di pasar yang beroperasi belum ada satu bulan itu. Sebab,jika parkir cuma di tempat yang disediakan, dipastikan tidak akan terjadi kemacetan. “Warga kini melarang ada parkir di depan pasar persis. Karena hal itu mengganggu jalan menuju pasar,” ungkapnya.

Sementara itu, pedagang mengaku, sejak menghuni pasar baru tersebut, pedagang mengalami omzet yang menurun cukup drastis.

Ketua Paguyuban Pedagang Kaliputu Joko Santoso mengatakan, selainpendapatan menurun, pedagang juga mengeluhkan bangunan kios yang tidak ada atap teras. “Bila ada hujan, maka barang dagangan bisa basah. Sebab, bagiandepan pasar ini tidak ada emperannya atau atap teras. Sehingga disaatada angin dan hujan, maka airnya langsung masuk ke dalam pasar,” kataJoko.

Dia mengatakan, bila kios dikasih teras, maka akansedikit mengurangi bias air ketika hujan turun. Untuk itu, pedagang berharap ada penambahan atap teras, supaya pedagang bisa lebih nyaman.

Editor : Kholistiono

Pedagang di Pasar Kaliputu Kudus Keluhkan Pendapatan yang Merosot Tajam

Pedagang di pasar baru Kaliputu Kudus (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)

Pedagang di pasar baru Kaliputu Kudus (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Ratusan pedagang kaki lima (PKL) yang semula menjajakan dagangannya di sepanjang Jalan Sosrokartono, Kudus, sejak beberapa waktu lalu dipindahkan ke pasar baru yang berada di Desa Kaliputu, tak jauh dari tempat tempat PKL semula.Namun, sejak kepindahan di tempat baru, pedagang mengaku omzetnya menurun hingga 50 persen.

Ketua Paguyuban Pedagang Kaliputu Joko Santoso mengatakan, salah satu penyebab turunnya pendapatan pedagang, karena lokasi pasar cukup jauh dari lokasi parkir angkutan.

“Sebab pasar ini jauh dari parkir angkutan. Dimana, angkutan tersebut berdekatan dengan pabrik. Sehingga disaat karyawanpabrik rokok ini pulang, mereka langsung menuju angkutan untuk pulang,dan tidak berbelanja. Berbeda dengan ketika kita belum pindah, parakaryawan pabrik itu berbelanja dahulu, sebelum pulang,” ungkapnya.

Diamenilai, jauhnya tempat parkir angkutan dengan pasar itu memengaruhi pendapatan pedagang. Dengan adanya kondisi semacam itu, pedagang berharap supayatempat parkir untuk angkutan yang sedangmenunggu karyawan dapatditempatkan dekat pasar.

“Dahulu memang kita berjualan agak disebelah selatan. Yakni dekatpabrik dan tempat angkutan. Akan tetapi, pasar yang baru ini berada jauhdisebelah utara pabrik maupun tempat tunggu angkutan itu,”ujarnya.

Editor : Kholistiono

Hari ini, Pasar Kaliputu Direlokasi

Pedagang Pasar Kaliputu Kudus melakukan aktivitasnya, Minggu. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Pedagang Pasar Kaliputu Kudus melakukan aktivitasnya, Minggu. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Rencana relokasi pedagang di Kaliputu, Kudus, akhirnya dilakukan oleh pemkab. Pemindahan pasar Kaliputu dilakukan mulai Minggu (6/3/2016). Mereka direlokasi di tempat yang baru di Desa Kaliputu, Gang 5.

Ngatini, salah seorang pedagang di Pasar Kaliputu mengungkapkan, pemindahan pedagang di pasar Kaliputu sudah dimulai pada Minggu. Usai pindah, pedagang langsung menjajakan dagangan mereka untuk berjualan.

“Mulainya hari ini (Minggu 6/3/2016), jadi semua pedagang yang semula berjualan di depan pasar Kaliputu sudah pindah. Namun waktunya dibebaskan kepada para pedagang,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Sebelumnya juga sudah dilakukan pengundian kepada para pedagang. Supaya para pedagang tidak berebut lokasi berjualan.

“Kamis (3/6/2016) lalu sudah dilakukan pengundian, lokasinya di Balai Desa Kaliputu. Jadi sebelum pindah juga sudah diketahui tempatnya,” ungkapnya.

Editor : Akrom Hazami

Pasar Sudah Jadi, PKL Kaliputu Tidak Kunjung Dipindah

PKL Kaliputu yang berjualan di depan pabrik rokok jumlahnya semakin banyak, dan Januari ini rencananya mereka segera dipindah ke pasar Kaliputu di Gang V, Kaliputu. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

PKL Kaliputu yang berjualan di depan pabrik rokok jumlahnya semakin banyak, dan Januari ini rencananya mereka segera dipindah ke pasar Kaliputu di Gang V, Kaliputu. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

KUDUS – Pembuatan pasar Kaliputu, Kecamatan Kota yang bertempat di gang V Kaliputu, sudah selesai dibangun. Hanya, dalam pembangunan pasar yang menampung pedagang di Kaliputu itu, hingga kini masih belum dipindah.

Plt Kepala Dinas Dagsar Kudus Sudiharti mengungkapkan, pembangunan pasar memang sudah selesai dilaksanakan. Hanya, untuk pemindahan para pedagang, hingga kini masih ditahan lantaran masih menunggu proses pengundian.

”Masih menunggu undian para pedagang. Soalnya nanti kalau tidak diatur, maka pedagang bisa saling memilih tempat yang mereka inginkan,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Menurutnya, pasar Kaliputu yang terdapat di gang V Desa Kaliputu, mampu menampung hingga 129 pedagang. Meskipun, jumlah pedagang yang ada di dalam paguyuban PKL Kaliputu hanya 96 saja. Pihak Dagsar menambah jumlah kuota pedagang lantaran pihaknya memberikan kuota tambahan untuk masyarakat sekitar.

Selain itu, pedagang di Kaliputu juga semakin banyak. Sehingga kelebihan kuota pedagang, dapat ditampung dalam kelebihan kuota itu.

Hanya, meski jumlahnya ditambah namun tidak menjamin jumlahnya mencukupi untuk semua pedagang yang ada. Sebab, dari awal pembangunan pasar di buat untuk pedagang yang sudah lama berjualan di sana.

”Yang pasti Januari ini pasti dipindah. Jadi Januari ini juga, jalur di Kaliputu pasti sudah bersih dari para pedagang,” ungkapnya.

Sudiharti menambahkan, untuk dapat memaksimalkan para pedagang, maka angkutan yang mangkal juga dipindah. Rencananya, pihaknya akan kordinasi dengan Dishub terkait angkutan yang biasanya mangkal di sana. (FAISOL HADI/TITIS W)

Januari 2016, Ratusan PKL di Kaliputu Hilang

Pasar Kaliputu (e)

Pasar Kaliputu yang saat ini masih tahap pembangunan direncanakan selesai akhir November ini dan pada Desember pedagang bisa menempati. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

KUDUS – Meski dipastikan pembangunan Pasar Kaliputu bakal selesai akhir bulan ini. Namun di Desember para pedagang di Kaliputu belum akan dipindah. Rencananya, pemindahan para pedagang bakal dilakukan pada awal tahun depan.

Hal itu diungkapkan Plt Kepala Dinas Dagsar Sudiharti kepada MuriaNewsCom. Menurutnya, pemindahan para pedagang bakal dilakukan pada Januari tahun depan. Hal itu dilakukan lantaran sebelum memindah harus dilakukan beberapa hal terlebih dahulu.

”Kami harus memindah para angkutan yang berada di sana. Jadi angkutan yang ngetem juga diarahkan lebih ke utara dekat gang V Kaliputu, lokasi pasar berada,” katanya.

Hal itu dilakukan, dengan harapan pedagang tidak kehilangan para pembelinya. Sebab pembeli pedagang mayoritas berasal dari buruh pabrik Djarum, yang berada di lokasi setempat.

Dengan demikian, maka pasar juga tetap ramai dan banyak dikunjungi para pelanggan. Lain halnya jika para angkutan tidak diarahkan, maka para buruh rokok akan langsung pulang ketika keluar pabrik.

”Kita akan lakukan kerja sama dengan dishub. Sebab itu sudah menjadi tugas dari dinas lain yang membidanginya,” imbuhnya.

Dia menambahkan, data awal pedagang yang ada berjumlah 100 lebih. Namun setelah dilakukan pendataan ulang hanya berjumlah 98. Nantinya sebelum dipindah juga dilakukan pendataan lagi untuk kepastian jumlah pedagangnya. (FAISOL HADI/TITIS W)

Wow, Pasar Kaliputu Juga Dilengkapi Ragam Fasilitas Umum

Pasar Kaliputu (e)

Pasar Kaliputu yang saat ini masih tahap pembangunan direncanakan selesai akhir November ini dan pada Desember pedagang bisa menempati. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

KUDUS – Pembangunan Pasar Kaliputu, tidak hanya dibangunkan los pasar saja. Melainkan dalam pembangunan pasar anyar tersebut, juga dilengkapi dengan fasilitas umum. Hal itu dilakukan demi kebutuhan para pedagang dan warga yang mengunjungi pasar.

Hal itu disampaikan Plt Kepala Dinas Perdagangan dan Pengelolaan pasar (Dagsar) Sudiharti. Menurutnya, pembangunan pasar sudah dilengkapi dengan fasilitas umum. Hal itu sudah sesuai dengan perencanaan pembangunan.

”Nantinya bakal ada fasilitas lain. Seperti toilet, musala, dan jalan antar los,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Menurutnya, dalam pembangunan tersebut menghabiskan biaya Rp 1,7 miliar. Jumlah dana yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dan Dana Alokasi Khusus (DAK) itu sudah dibagi. Untuk fasilitas umum diambilkan dari DAK Provinsi sekitar Rp 800 juta.

”Nantinya kalau masih kurang dapat kita usulkan kepada pemerintah saat pembahasan di APBD 2016. Jadi mana yang kurang dapat kita lengkapi,” ujarnya. (FAISOL HADI/TITIS W)

Pembangunan Pasar Kaliputu Habiskan Dana Rp 1,7 Miliar

Pasar Kaliputu yang terletak di Gang 5 itu masih tahap pembangunan dan ditargetkan selesai akhir November mendatang. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Pasar Kaliputu yang terletak di Gang 5 itu masih tahap pembangunan dan ditargetkan selesai akhir November mendatang. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

KUDUS – Pembangunan pasar Kaliputu yang terletak di Kalipitu Gang 5 tersebut, menelan biaya hingga Rp 1,7 miliar. Jumlah tersebut diambilkan dari Anggaran Pendapatan, dan Belanja Daerah (APBD) perubahan dan Dana Alokasi Khusus (DAK) Provinsi.

Hal itu disampaikan Plt kepala dinas Dagsar Sudiharti. Menurutnya, pembangunan pasar dilakukan tahun ini dengan biaya sekitar Rp 900 juta juga dari APBD II, dan sisanya berasal dari DAK Provinsi.

”Kita bangunkan pasar untuk para pedagang. Nominalnya sekitar Rp 1,7 miliar yang berasal APBD dan DAK,” katanya.

Dana yang banyak tersebut, digunakan untuk membangun pasar yang memiliki atap. Selain itu, bangunan juga sangat layak dan kokoh untuk menampung banyak pedagang.

Selain bangunan, pihaknya juga membangunkan pagar yang mengelilingi bangunan. Hal itu dilakukan untuk menjaga barang para pedagang agar lebih aman jika ditinggal.

”Ada petugas yang berjaga juga, jadi jika barang dagangan ditinggal pemiliknya aman. Selain itu, jika pembangunan tahun ini masih kurang, maka dapat kami usulkan dalam APBD tahun depan,” imbuhnya. (FAISOL HADI/TITIS W)

Ingin Buka Lapak? Pasar Kaliputu Siap Tampung Ratusan Pedagang Awal Desember Nanti

Pasar Kaliputu yang terletak di Gang 5 itu masih tahap pembangunan dan ditargetkan selesai akhir November mendatang. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Pasar Kaliputu yang terletak di Gang 5 itu masih tahap pembangunan dan ditargetkan selesai akhir November mendatang. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

KUDUS – Pembangunan pasar Kaliputu, ditargetkan bakal rampung pada akhir bulan ini. Pasar yang nantinya bakal menampung pedagang di depan Pabrik Djarum Kaliputu itu, bakal menampung hingga 100an pedagang.

Hal itu disampaikan Plt Kepala Dinas Dagsar Sudiharti, menurutnya pembangunan pasar Kaliputu bakal rampung akhir November. Sehingga Desember pasar sudah selesai dibangun dan dapat dipersiapkan untuk penempatan para PKL.

”Data awal ada 97 pedagang, namun nanti bakal dilakukan pendataan ulang sebelum menempati lapak baru di gang 5, Kaliputu,” katanya.

Selain para pedagang lawas, lapak yang disediakan juga untuk para warga sekitar. Hal itu dilakukan lantaran warga setempat juga ada yang hendak ikut berjualan. Selain itu, ekonomi kerakyatan juga harus dilakukan dengan cara seperti itu.

Pedagang yang menempati lapak pasar yang pembangunannya menggunakan dana APBD itu, hanya diperbolehkan warga Kudus saja. Maka dari itu, akan dilakukan pendataan ulang. (FAISOL HADI/TITIS W)