Harga Daging Sapi di Jepara Merangkak Naik

Aktivitas pedagang daging sapi di Pasar Jepara Satu (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)

Aktivitas pedagang daging sapi di Pasar Jepara Satu (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)

MuriaNewsCom, Jepara – Memasuki hari pertama puasa pada bulan Ramadan, harga daging sapi di sejumah pasar tradisional di Jepara naik. Meski begitu, minat warga untuk membelinya tetap saja tinggi.

Hal itu seperti yang terjadi di Pasar Ratu (Jepara satu). Harga daging sapi di Pasar Ratu mencapai Rp 110 ribu. Harga tersebut naik dibanding tiga hari sebelum Ramadan lalu yang masih berkisar Rp 100 ribu per kilogram. Sedangkan harga daging campuran sekitar Rp 95 ribu.

“Harganya naik terus dari beberapa hari yang lalu. Tetapi yang beli tetap banyak, bahkan sampai kehabisan barang,” ujar salah seorang pedagang daging sapi di Pasar Ratu, Faizah kepada MuriaNewsCom, Senin (6/6/2016).

Ia menduga, tingginya harga daging sapi saat ini lantaran adanya permainan harga pasar yang dilakukan para supplier. Jumlah daging sapi yang dijual ke pasar sengaja dibatasi. Sehingga, seolah-seolah terjadi kelangkaan dan permintaan tinggi. Kemudian itu dijadikan alasan untuk menaikan harga.“Pemerintah jangan asal perintahkan harga daging sekian, sekian, sekian. Tapi juga harus ada solusi apakah itu pasokan ditambah, pasar murah, atau apalah,” keluh Faizah.

Seorang warga, Mujiati, mengaku terpaksa membeli dagaing sapi meski harganya mahal. Itu karena setiap awal Ramadan tiba, Mujiati, memasak masakan yang berkuah segar, seperti sup daging maupun asem-asem daging.“Kalau awal-awal puasa begini kan kepinginnya yang seger-seger. Jadi meskipun mahal ya, terpaksa dibeli,” kata Mujiati.

Pada puasa hari pertama ini, suasana Pasar Ratu ramai dikunjungi warga selepas Dzuhur.  Keramaian nampak di setiap kios, seperti kios sayur, daging dan ikan. Meski harga daging sapi selangit, itu tak menyurutkan niat masyarakat untuk membelinya.

Editor : Kholistiono

Jelang Ramadan, Harga Sembako di Jepara Naik

Salah seorang pedagang sedang melayani pembeli di Pasar Jepara Satu. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Salah seorang pedagang sedang melayani pembeli di Pasar Jepara Satu. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Menjelang bulan suci Ramadan tahun 2016 ini, sejumlah harga barang kebutuhan sehari-hari masyarakat mengalami kenaikan. Hal itu terjadi diduga diakibatkan turunnya pendapatan pedagang lantaran konsumen atau masyarakat mulai mengontrol pengeluaran sehari-hari.

Hal itu seperti yang terjadi di Pasar Jepara Satu (Ratu). Beberapa barang kebutuhan masyarakat yang naik seperti minyak goring kemasan per liter. Dari harga Rp 10 ribu menjadi Rp 12 ribu. Kemudian bawang merah, dari harga Rp 40 ribu per kilogram menjadi Rp 45 ribu per kilogram. Begitu pula dengan harga gula pasir, gula jawa, kecap, beras dan sembako lainnya.

”Sementara harga cabai merah dan rawit tetap stabil. Yaitu, Rp 10 ribu per kilogram untuk rawit dan Rp 15 ribu per kilogram untuk cabai merah. Paling tinggi kenaikan gula Jawa. Dari Rp 13 ribu per kilogram menjadi Rp 19 ribu per kilogram,” ujar salah seorang pedagang di pasar Ratu, Siti Maimunah kepada MuriaNewsCom, Jumat (20/5/2016).

Menurutnya, kenaikan harga barang kebutuhan masyarakat itu juga berpengaruh pada pendapatannya. Jika biasanya dalamsehari laku sampai 10 kilogram. Namun, sekarang hanya di kisaran 5 kilogram. ”Selain itu, harga naik pembeli tambah sepi,” katanya.

Hal senada juga dikatakan Mendarwati, pedagang lain. Menurutnya, kenaikan sembako terjadi secara bertahap. Sejak sekitar dua pekan lalu, harga terus naik. Tidak kurang dari lima kali. Misalnya minyak kemasan.

”Pertama Rp 118 ribu per kardus. Kemudian naik menjadi Rp 120 ribu. Kemudian Rp 128 ribu. Harga terakhir Rp 133 ribu per kardus,” katanya.

Sementara itu, salah satu pembeli di Pasar Ratu, Sumiyatun mengatakan, harga sembako mulai naik sejak beberapa hari terakhir ini. Untuk itu, sebagai ibu rumah tangga, dirinya merasa perlu mengontrol pengeluaran. Salah satunya, dengan meminimalisasi pengeluaran.

”Saya membeli sembako sesuai kebutuhan saja. Mungkin harga kembali normal sampai lebaran nanti selesai, karena pengalaman tahun-tahun sebelumnya begitu,” katanya.

Editor: Supriyadi