4 Hari Lagi, Kios dan Lapak Pedagang Barito Kudus akan Rata dengan Tanah

MuriaNewsCom, Kudus – Pedagang onderdil di bantaran Kali Gelis telah berpindah ke Pasar Burung Jati Senin (5/2/2018). Lalu apa yang akan dilakukan dengan bekas Pasar Barito?

Sofyan Duhri, Kabid PKL Dinas Perdagangan Kudus mengatakan, seluruh kios yang ada di bantaran tersebut akan dibersihkan. Setelahnya, pengelolaan (bantaran sungai) akan diambil alih oleh BBWS Provinsi Jateng sebagai yang berwenang.

“Nanti lapaknya harus dikosongi, kembali bersih tidak ada bangunan di situ. Nanti bila tak hujan akan kita bersihkan, temponya memerlukan waktu 3-4 hari,” kata Duhri, pekan ini.

Ia mengatakan, setelah dibersihkan kewenangan berada di tangan BBWS Provinsi Jateng. Saat ini, semua PKL yang ada di Pasar Barito sudah pindah ke Pasar Burung Jati.

Namun demikian, beberapa di antaranya masih ada yang tersisa di lokasi lama. “Yang masih ada di sana merupakan mereka yang mengontrak tempat di lahan milik warga. Nanti jika kontrak sudah habis mereka wajib pindah ke tempat yang baru,” katanya.

Menurut datanya, ada 190 pedagang yang telah disediakan tempat di Pasar Burung Jati. “Akan tetapi dengan tambahan mereka yang mengontrak kios-kios di pasar tersebut jumlahnya ada 222 orang. Mereka tetap kita akomodir,” terangnya.

Editor: Supriyadi

Pedagang Barito Kudus Diberi Tenggat Waktu 5 Hari untuk Pindah

MuriaNewsCom, Kudus – Pedagang Pasar Bantaran Kali Gelis (Barito) Kudus, hari ini (Rabu, 31/1/2018) menerima kunci lapak yang baru dari Dinas Perdagangan dan Pengelolaan Pasar Kudus. Penyerahan dilakukan secara langsung di lokasi pasar yang baru di Pasar Burung Kecamatan Jati.

Kepada para pedagang, Kepala Dinas Perdagangan dan Pengelolaan Pasar Sudiharti menitipkan pesan agar segera membereskan dagangan dan memindahkannya. Mereka diberi tenggat waktu selama lima hari terhitung tanggal 1 Februari 2018.

“Jika hingga tanggal 5 Februari 2018 masih ada pedagang di wilayah tersebut (Bantaran Kali Gelis), maka akan diambil tindakan oleh Satpol PP,” tegasnya.

Baca: Pedagang Barito di Bantaran Kaligelis Kudus Hanya Bisa Pasrah Kena Relokasi

Menurutnya, di lokasi tersebut terdapat 190 los yang telah disiapkan pemkab, untuk merelokasi pedagang dari Bantaran Kali Gelis ke Pasar Burung Jati. Adapun, di lokasi yang baru pemkab telah menyediakan lapak-lapak berukuran kurang lebih 1,85×2 meter, bersebelahan dengan para penjual burung.

Menurut Sudiharti, seluruh pedagang di Barito akan tertampung di lokasi yang baru. Hal itu mengingat jumlah los yang tersedia, melebihi pedagang.

Menurut Ketua Paguyuban PKL Pasar Barito Sebelah utara Ali Nor Faiz, pasar tersebut dibagi menjadi dua bagian. Sebelah utara dan selatan. Di utara Kali Gelis ada 116 pedagang dan di selatan ada 62 pedagang.

Baca: Melawat ke Pasar Barito Kudus untuk Kali Terakhir

“Kalau untuk hari ini, pedagang masih berjualan seperti biasa. Namun untuk besok, sudah mulai bersiap-siap pindah. Hari ini juga ada sih yang sudah mulai kemas-kemas. Namun kita mulainya besok sampai tanggal 5 Februari,” ungkap Ali.

Ia mengatakan, dengan tenggat waktu pindah yang diberikan Pemkab Kudus, pedagang dapat melaksanakannya. Dirinya memperkirakan, untuk pedagang onderdil berskala besar perpindahan hanya membutuhkan waktu dua sampai tiga hari.

“Ya bisa lah nanti pindah kesini dengan waktu yang telah ditentukan,” urainya.

Editor: Supriyadi

Melawat ke Pasar Barito Kudus untuk Kali Terakhir

Galeri

Galeri ini berisi 5 foto.

MuriaNewsCom, Kudus – Pasar Bantaran Kali Gelis atau akrab disebut ‘Barito’ dipastikan berpindah ke bekas pasar hewan Kecamatan Jati, pada 1 Februari 2018 mendatang. Lalu bagaimana kondisinya seminggu sebelum dipindah? MuriaNewsCom, menjejakkan kaki ke Pasar Barito pada Sabtu (27/1/2018) siang. Memasuki … Lanjutkan membaca

Pedagang Barito di Bantaran Kaligelis Kudus Hanya Bisa Pasrah Kena Relokasi

Kabid PKL Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus Sofyan Dhuhri (tengah) saat memimpin sosialisasi relokasi PKL Barito, Rabu (27/12/2017). (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Sejumlah pedagang Pasar Barito di bantaran Sungai Kaligelis pasrah untuk direlokasi Pemkab. Mereka mengaku terpaksa menuruti kemauan pemerintah karena tak kuasa melawannya.

Seperti diungkapkan Rukin (57) pedagang barang bekas asal Desa Bakalan Krapyak, Kaliwungu. Dia mengatakan kalau sebenarnya agak keberatan jika harus direlokasi. Namun dia terpaksa menurutinya karena tak mungkin bertahan.

“Lapaknya mau dibongkar, kalau tak menurut bisa-bisa tak jualan lagi. Lagi pula ini mata pencaharian saya,” katanya kepada MuriaNewsCom usai sosialisasi relokasi pedagang Barito di aula Dinas Perdagangan, Rabu (27/12/2017).

Menurut dia, selama 15 tahun pihaknya sudah berjualan di Pasar Barito yang berada di bantaran Sungai Kaligelis. Dan selama ini sudah mendapatkan langganan tetap. Karena itu, ia khawatir langganan yang selama ini datang kepadanya akan hilang saat pindah ke tempat baru.

Hal senada juga diungkapkan pedagang Pasar Barito Suarso (54). Dia menuturkan kalau pihaknya sudah berjualan dilapak bantaran Kaligelis selama 4 tahun. Selama itu juga langganannya juga sudah banyak yang berdatangan.

“Mudah-mudahan kalau pindah juga laris seperti sebelum pindah,” harapnya

Dia mengungkapkan, secara lokasi dianggap kebih baik ketimbang yang lawas. Lokasi yang baru lebih bersih dan lebih aman. Namun, soal ramai tidaknya masih belum diketahui.

Editor: Supriyadi

Akhir Tahun, Ratusan PKL Barito Kaligelis Kudus Direlokasi ke Pasar Burung Jati

Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus mengadakan sosialisasi relokasi pedagang Pasar Barito Kaligelis. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus berencana akan merelokasi ratusan pedagag di Pasar Barito Kaligelis. Rencananya, mereka akan direlokasi ke Pasar Burung, di Jati.

Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus Sudiharti mengatakan, jumlah PKL yang direlokasi ada 168 pedagang. Relokasi akan mulai dilaksanakan 30 Desember nanti, dengan nomor undian.

“Setelah nomor undian diambil, lapak yang baru bisa langsung dipergunakan pada 31 Desember bagi yang sudah siap. Bagi yang belum, kami memberikan waktu dua pekan untuk pindahan ke lokasi baru,” kata Sudiharti didampingi Kabid PKL Sofyan Dhuhri usai sosialisasi relokasi PKL Balangan, Rabu (27/12/2017).

Setelah dua pekan, kata dia, lapak lama di bantaran Kaligelis akan dibongkar paksa oleh Dinas Perdagangan. Untuk pemanfaatan bekas lapak, akan dikembalikan ke aset guna pengelolaan.

Sementara untuk luasan lapak di pasar burung memiliki ukuran 1,85 meter x 2 meter dan tinggi 2 meter. Dengan luasan itu, pedagang dirasa lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan.

Ditambahkan, relokasi harus dilakukan untuk penataan para PKL Balangan atau Barito. Karena, selama ini pihaknya melihat kawasan bantaran sungai tidak diperbolehkan berjualan.

“Lokasi baru siap digunakan. Meski selama ini digunakan untuk Pasar Hewan, namun Pasar Hewan akan dipindah ke lokasi baru di Mejobo,” ungkap dia.

Editor: Supriyadi