Razia Kos-kosan dan Penginapan, Belasan Pasangan Mesum di Grobogan Diamankan Polisi

MuriaNewsCom, Grobogan – Polres Grobogan mengamankan belasan pasangan bukan suami istri, Rabu (28/2/2018). Mereka ditemukan tengah berduaan dalam kamar di sejumlah kos-kosan dan tempat penginapan yang ada di kota Purwodadi.

Padahal, sehari sebelumnya, sejumlah pasangan bukan suami istri juga berhasil diamankan saat berlangsung razia serupa.

”Selain lajang, beberapa di antaranya ternyata sudah berkeluarga atau sudah bersuami maupun beristri. Bahkan, ada satu pria yang diketahui masih dibawah umur. Totalnya ada belasan pasangan yang kita amankan dalam kegiatan kemarin dan hari ini tadi. Kebanyakan, mereka yang terjaring razia ini warga dari luar Grobogan,” kata Kasat Sabhara Polres Grobogan AKP Lamsir.

Lamsir menegaskan, kegiatan razia itu dilakukan seiring masih banyaknya aduan masyarakat terkait masih adanya aktivitas penghuni kos yang dirasa cukup mengganggu. Menindaklanjuti aduan ini, petugas kemudian menggelar operasi penyakit masyarakat. Selain itu, razia memang digencarkan sebagai upaya cipta kondisi jelang pelaksanaan Pilkada serentak 2018.

Saat hendak dibawa ke Mapolres Grobogan menggunakan mobil Dalmas, beberapa pasangan bukan suami istri tersebut sempat menolak. Alasannya, mereka berdua hanya istirahat saja dan baru saja masuk dalam kamar.

”Selama mereka tidak bisa menunjukkan bukti sebagai pasangan resmi atau suami istri, kami bawa mereka ke Mapolres untuk dikasih pembinaan. Setelah itu, mereka kami minta membuat surat pernyataan tidak akan mengulangi perbuatannya. Habis itu, mereka baru kami lepas,” terangnya.

Editor: Supriyadi

Kosek Kos-kosan dan Penginapan, 9 Pasangan Mesum di Grobogan Terjaring

Anggota Polres Grobogan sedang melangsungkan razia di sejumlah kos-kosan di kota Purwodadi, Sabtu (16/12/2017). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Meski sudah sering dilangsungkan razia, namun petugas masih saja menemukan orang berlainan jenis yang tengah berduaan dalam satu kamar. Padahal, mereka ini statusnya bukan merupakan pasangan suami istri.

Terjaringnya pasangan bukan suami istri ini terjadi saat anggota Polres Grobogan melangsungkan razia, Sabtu (16/12/2017).

Dalam razia ini aparat berhasil menjaring Sembilan pasangan. Mereka ini ditemukan tengah berduaan dalam kamar di sejumlah kos-kosan dan tempat penginapan yang ada di kota Purwodadi.

“Selain lajang, beberapa diantaranya ternyata sudah berkeluarga atau sudah bersuami maupun beristri. Totalnya ada sembilan pasangan yang kita amankan dalam kegiatan tadi,” kata Kasat Sabhara AKP Lamsir.

Kegiatan itu dilakukan seiring masih banyaknya aduan masyarakat terkait masih adanya aktivitas penghuni kos yang dirasa cukup mengganggu. Menindaklanjuti aduan ini, petugas kemudian menggelar operasi penyakit masyarakat.

Saat hendak dibawa ke Mapolres Grobogan menggunakan mobil Dalmas, beberapa pasangan bukan suami istri tersebut sempat menolak. Alasannya, mereka berdua hanya istirahat saja dan baru saja masuk dalam kamar.

“Selama mereka tidak bisa menunjukkan bukti sebagai pasangan resmi atau suami istri, kami bawa mereka ke Mapolres untuk dikasih pembinaan. Setelah itu, mereka kami minta membuat surat pernyataan tidak akan mengulangi perbuatannya. Habis itu, mereka baru kami lepas,” terangnya. 

Editor : Ali Muntoha

Usai Menikah Pasangan Mesum di Masjid Jepara Akan Hidup di Mijen Demak

Prosesi sungkeman setelah akad nikah Sugeng dan Susilowati, yang berlangsung di Mapolsek Welahan, Kamis (23/11/2017). (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Sugeng Prihantoro (47) dan Susilowati (33) akhirnya mengakhiri petualangan cinta mereka, setelah sempat tertangkap berbuat mesum di masjid di Desa Brantaksekarjati, Kecamatan Welahan, Selasa (24/10/2017) lalu. Setelah dinikahkan di Mapolsek Welahan hari ini, mereka berencana membangun keluarga yang sakinah. 

“Saya senang akhirnya dapat menikah. Nanti setelah acara ini saya akan memboyong istri saya ke rumah saya di Mijen Demak,” kata Sugeng, Kamis (23/11/2017). 

Baca: Pelaku Mesum di Masjid Jepara Dinikahkan di Mapolsek

Mereka mengaku telah pernah membina hubungan pernikahan sebelumnya namun kandas. Dari pernikahan tersebut, masing-masing dikaruniai seorang buah hati. 

Susilowati mengakui hal serupa. Saat prosesi pernikahan ia dan suaminya tak banyak berkata-kata. Namun terpancar raut kelegaan hati. Tetes air mata justru nampak pada orang tua masing-masing. 

Baca: Pasangan yang Digerebek Ternyata Sudah 5 Kali Mesum di Masjid

Kandam, ayah dari Susilowati terlihat menitikan air mata, saat prosesi sungkeman setelah akad nikah berlangsung. Tak banyak kata-kata yang diungkapkannya. Setelah acara inti, mereka kemudian pulang kerumah masing-masing. 

Adapun, prosesi pernikahan mulai dari mahar, konsumsi dan baju pengantin, dibiayai oleh Polsek Welahan. Saat acara selain dihadiri petugas kepolisian, sekretaris kecamatan setempat pun turut hadir. 

Editor: Supriyadi

Pelaku Mesum di Masjid Jepara Dinikahkan di Mapolsek

Kapolsek Welahan AKP Rismanto, Kamis (23/11/2017) menikahkan sepasang sejoli yang tertangkap sedang mesum di masjid beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Masih ingat sejoli pelaku mesum di Masjid yang ada di Desa Brantaksekarjati, Kecamatan Welahan, Jepara, Selasa (24/10/2017) lalu? Hari ini Kamis (23/11/2017) keduanya Sugeng (47) dan Susilowati (33) dinikahkan secara resmi di Mapolsek Welahan.

Pukul 09.00 WIB, Mapolsek Welahan nampak berbeda dari biasanya. Suara musik khas resepsi pernikahan terdengar dan beberapa kursi warna hijau tertata rapi di depan kantor tersebut. Sementara calon mempelai sudah berdandan memakai kemeja dan gamis berwarna senada, putih.

Sembari menunggu orang tua dari Susilowati, persiapan akhir pun dimulai. Termasuk latihan pengucapan akad nikah oleh Sugeng.

Baca: Pasangan yang Digerebek Ternyata Sudah 5 Kali Mesum di Masjid

Sekitar pukul 09.46 WIB akad nikah pun dimulai. Orang tua Susilowati, Kadam, mewakilkan kewaliannya pada Kapolsek Welahan AKP Rismanto. Sementara itu acara nikah dipimpin langsung oleh Kepala KUA Welahan Sofa Mustofa.

“Saudara Sugeng Prihantoro bin Sunoko saya nikahkan saudara dengan Susilowati binti Kadam, yang telah diwakilkan kewaliannya kepada saya dengan mas kawin uang senilai Rp 100 ribu, tunai,” ucap Kapolsek Welahan Rismanto sembari menjabat tangan Sugeng.

Prosesi akad nikah antara Sugeng (47) dan Susilowati (33) di Mapolsek Welahan, Jepara, Kamis (23/11/2017). (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

Lalu akad nikah itupun dijawab oleh Sugeng. “Saya terima nikah dan kawinya Susilowati binti Kadam dengan mas kawin tersebut di bayar tunai,” urainya.

Baca : Pasangan Sejoli di Jepara Ini Nekat Mesum di Masjid, Diguyur Air Langsung Diarak ke Balai Desa

Baca : Pasangan Mesum di Masjid Brantaksekarjati Jepara Terancam Hukuman 2 Tahun 8 Bulan Penjara

Sah. Pernikahan tersebut kemudian dilaporkan langsung ke KUA Jepara, sebab peristiwa tersebut merupakan peristiwa yang luar biasa.

“Secara agama hal ini diperbolehkan. Dan saya menyambut baik. Pernikahan ini langsung kami laporkan ke Kemenag Jepara, karena ini sifatnya luar biasa. Yang bersangkutan kan bukan dari Welahan, tapi dinikahkan di Welahan,” tuturnya. 

Diketahui, Sugeng merupakan warga Mijen, Demak, sementara Susilowati merupakan warga Pelang-Mayong.

Kapolsek Welahan Rismanto mengatakan, pernikahan tersebut telah dibicarakan antarkedua keluarga dan pasangan tersebut.

“Setelah peristiwa tersebut, mereka enggan pulang ke rumah masing-masing. Maka saya tawarkan mereka untuk dinikahkan. Ternyata keduanya berkenan,” tutur Kapolsek Welahan.

Setelah berkoordinasi dengan KUA dan keluarga, maka pernikahan ini pun terlaksana sebulan, pascapenggrebekan keduanya sedang mesum di toilet masjid. Terkait konsekuensi pidana, Rismanto menyebut tetap akan berjalan. 

Editor : Ali Muntoha

Tak Mau Pulang, Pasangan Mesum di Masjid Brantaksekarjati Jepara Akan Dinikahkan di Polsek Welahan

S (kanan) dengan pasangannya SL (kiri) yang kini menginap di Mapolsek Welahan, Rabu (25/10/2017). (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Polsek Welahan berencana menikahkan pasangan mesum S (47) dan SL (33) yang kemarin bercinta di peturasan masjid Desa Brantaksekarjati, Kecamatan Welahan-Jepara. Hal itu karena keduanya menolak pulang dari Mapolsek, padahal tidak dilakukan penahanan terhadap keduanya. 

“Sampai saat ini mereka ada di Mapolsek, tidak mau pulang. Lalu saya tawarkan kepada keduanya, bagaimana kalau dinikahkan saja. Mereka malah mengaku senang,” kata Kapolsek Welahan AKP Rismanto, Rabu (25/10/2017). 

Ditanya alasan mengapa sejoli itu enggan pulang, Rismanto menjelaskan ada penolakan dari keluarga pelaku laki-laki (S). Sementara dari keluarga perempuan (SL) sebenarnya menginginkan anggota keluarganya itu pulang, hanya saja yang bersangkutan enggan pulang karena S tak pulang. 

Baca: Pasangan Sejoli di Jepara Ini Nekat Mesum di Masjid, Diguyur Air Langsung Diarak ke Balai Desa

Menyikapi hal itu, Mapolsek Welahan menawari keduanya untuk mengakhiri petualangan cinta terlarang keduanya.

“Daripada kumpul kebo, kami akhirnya mewacanakan untuk menikahkan mereka. Kami sudah berkomunikasi dengan kepala KUA Welahan, intinya bisa, jika administrasi pindah nikah dari Pelang- Mayong (asal dari SL) dan Mijen Demak (asal dari S) lengkap. Selain itu, kami juga perlu berbicara dengan keluarga mereka,” tambah Kapolsek Welahan. 

Diberitakan sebelumnya, sejoli duda dan janda itu bercinta di peturasan masjid Desa Brantaksekarjati, RT 3/RW 1, Kecamatan Welahan-Jepara pada Selasa (24/10/2017) pagi hari sekitar pukul 07.00. Perbuatan tak senonoh itu kemudian diketahui warga yang lantas membawa keduanya ke kantor polisi untuk diberi sanksi. 

Editor: Supriyadi

Alamak, Duda Mesum di Masjid Brantaksekarjati Jepara Berencana Nikahi Perempuan Lain

Pelaku mesum di masjid Desa Brantaksekarjati berinisial S (jaket cokelat) sedang dimintai keterangan oleh Kapolsek Welahan AKP Rismanto. (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Sejoli S (47) dan SL (33) pelaku mesum di masjid di Desa Brantaksekarjati, Kecamatan Welahan pagi tadi (Selasa, 24/10/2017)  ternyata adalah duda dan janda. Namun yang lebih miris, si duda yang berinisial S  justru hendak menikahi wanita lain, yang bukan pasangan mesumnya.

Kapolsek Welahan AKP Rismanto mengatakan, S dan SL menjalin hubungan selama lebih kurang lima bulan. Awal perkenalan keduanya dimulai saat SL membonceng motor milik S, sepulang kerja. Selama kurun waktu itu mereka telah berhubungan badan selama berkali-kali.

Baca: Pasangan Sejoli di Jepara Ini Nekat Mesum di Masjid, Diguyur Air Langsung Diarak ke Balai Desa

“Menurut S, dia kenal SL ketika memboncengkannya pulang. S Kerja ngamplas di sekitar Kalinyamatan, SL juga sama, hanya saja tempatnya berbeda. Nah dari situ keduanya kenal,” tuturnya.

Masih menurut pengakuan duda pelaku mesum, sebenarnya S juga memiliki hubungan dengan wanita lain (bukan pasangan mesumnya). Bahkan hubungan tersebut lebih serius, karena S hendak menikahi wanita pujaannya. Dari mediasi yang digelar di Mapolsek Welahan, keluarga si wanita (pasangan mesumnya) meminta S untuk menikahi SL. 

Baca: Pasangan yang Digerebek Ternyata Sudah 5 Kali Mesum di Masjid

“S diketahui akan menikahi perempuan selain SL. Tadi di Kantor, dari pihak wanita (SL) inginnya dinikahi. Namun, di sisi lain ada wanita yang juga hendak dinikahi oleh S,” urainya.

Rismanto membenarkan bahwa keduanya adalah duda dan janda. Pelaku mesum S diketahui sudah menerima putusan cerai, sedangkan SL memang sudah menjanda. 

Kasus ini kini sedang ditangani oleh pihak kepolisian. Keduanya disangkakan melanggar Pasal 281 KUHP tentang kejahatan merusak kesopanan di tempat umum. Mereka diancam hukuman 2 tahun 8 bulan.

Editor: Supriyadi

Baca: Pasangan Mesum di Masjid Brantaksekarjati Jepara Terancam Hukuman 2 Tahun 8 Bulan Penjara

Pasangan Mesum di Masjid Brantaksekarjati Jepara Terancam Hukuman 2 Tahun 8 Bulan Penjara

Pasangan yang kepergok mesum di masjid Desa Brantaksekarjati, Kecamatan Welahan, Jepara, saat dimintai keterangan di Mapolsek Welahan. (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Pasangan mesum di masjid Desa Brantaksekarjati, Kecamatan Welahan-Jepara, terancam hukuman pidana selama dua tahun delapan bulan. Mereka disangkakan melanggar Pasal 281 KUHP tentang kejahatan merusak kesopanan di tempat umum.

Kapolsek Welahan AKP Rismanto mengatakan, keduanya menurut saksi pelapor terbukti melakukan perzinahan di masjid. Di samping itu, sesuai hasil visum, memang terjadi penetrasi alat kelamin.

“Kami kenakan pasal tersebut karena merusak kesopanan di tempat umum. Ancaman hukuman 2 tahun 8 bulan,” ucapnya, Selasa (24/10/2017). 

Baca: Pasangan Sejoli di Jepara Ini Nekat Mesum di Masjid, Diguyur Air Langsung Diarak ke Balai Desa

Namun demikian, polisi tidak melakukan penahanan terhadap keduanya karena hukuman yang kurang dari lima tahun. Baik S dan SL dikenai wajib lapor selama dua kali seminggu ke Mapolsek Welahan.

Rismanto menyebut telah berbicara terkait hal itu dengan tokoh masyarakat, pengurus masjid dan pemerintah desa setempat. Selain itu, kepolisian juga berterimakasih atas tindakan warga yang tidak menghakimi tersangka pelaku mesum.

Lebih lanjut, ia menyebut keduanya melakukan hal itu secara sadar dan tidak ada paksaan. Dari perbuatan yang dilakukan berulang kali, satu diantaranya bertempat di sebuah rumah di Jepara sisanya di masjid tersebut.

“Artinya masyarakat masih percaya dengan polisi dan menyerahkan kasus itu untuk ditangani secara hukum,” jelasnya. 

Baca: Pasangan yang Digerebek Ternyata Sudah 5 Kali Mesum di Masjid

Diberitakan sebelumnya, S (47) dan SL (33)  tertangkap sedang mesum di sebuah masjid yang ada di Desa Brantaksekarjati RT/RW : 3/1, Kecamatan Welahan-Jepara, Selasa (24/10/2017) pagi sekitar pukul 07.00. 

Keduanya terpergok oleh seorang jemaah yang hendak mengambil wudhu salat Dhuha, kemudian dilaporkan kepada warga setempat. Karena perbuatannya, mereka akhirnya digiring ke Balai Desa dan diserahkan kepada pihak kepolisian untuk diberikan sanksi hukum. 

Editor: Supriyadi

Leyeh-leyeh di Kamar Kos, 5 Pasangan Bukan Suami Istri Kena Razia

Petugas sedang memeriksa salah satu kamar kos di Kota Purwodadi. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, GroboganMeski sudah sering dilangsungkan razia, namun petugas masih saja menemukan orang berlainan jenis yang tengah berduaan di kamar kos. Padahal, mereka ini bukan merupakan pasangan suami istri.

Terjaringnya pasangan bukan suami istri ini terjadi saat anggota Polres Grobogan dan satpol PP melangsungkan razia, Senin (18/9/2017). Dalam razia ini aparat berhasil menjaring lima pasangan. Mereka ini ditemukan tengah berduaan dalam kamar di sejumlah kos-kosan yang ada di kota Purwodadi.

”Selain lajang, beberapa diantaranya ternyata sudah berkeluarga atau sudah bersuami maupun beristri. Totalnya ada lima pasangan yang kita amankan dalam kegiatan tadi,” kata Kasat Sabhara AKP Lamsir.

Kegiatan itu dilakukan seiring masih banyaknya aduan masyarakat terkait masih adanya aktivitas penghuni kos yang dirasa cukup mengganggu. Menindaklanjuti aduan ini, petugas kemudian menggelar operasi penyakit masyarakat. Dalam razia itu, petugas juga mengamankan sejumlah botol miras di tempat kos.

Saat hendak dibawa ke Mapolres Grobogan menggunakan mobil Dalmas, beberapa pasangan bukan suami istri tersebut sempat menolak. Alasannya, mereka berdua hanya istirahat saja dan baru saja masuk dalam kamar.

”Selama mereka tidak bisa menunjukkan bukti sebagai pasangan resmi atau suami istri, kami bawa mereka ke Mapolres untuk dikasih pembinaan. Setelah itu, mereka kami minta membuat surat pernyataan tidak akan mengulangi perbuatannya. Habis itu, mereka baru kami lepas,” terangnya. 

Editor: Supriyadi

Pasangan Gelap Mesum di Hotel, Ini Tindakan Satpol PP Pati

mesum 2 e

Sejumlah pasangan yang terjaring razia pekat didata dan dibina di Kantor Satpol PP Pati, Kamis (9/6/2016). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Pati akan meningkatkan operasi penyakit masyarakat (pekat) selama Ramadan. Hal itu dikatakan Kasatpol PP Pati Hadi Santosa, usai merazia pasangan mesum di sejumlah hotel melati dan kos-kosan di Pati Kota, Kamis (9/6/2016).

Empat hari pertama Ramadan, Satpol PP sudah melakukan operasi sebanyak tiga kali. Operasi tersebut digencarkan pada sejumlah tempat, seperti hotel, kos-kosan, karaoke, hingga tempat prostitusi.

“Kita sudah rutin menggelar razia pekat pada empat hari pertama Ramadan. Ke depan, operasi akan kami tingkatkan lagi dengan sasaran utama kos-kosan, hotel, karaoke dan lokalisasi,” ujar Hadi kepada MuriaNewsCom.

Karena itu, ia mengingatkan kepada warga Pati untuk selalu mematuhi norma hukum, termasuk norma yang hidup di masyarakat. “Apapun alasannya, kalau dua orang bukan suami-istri dalam satu kamar, itu melanggar norma masyarakat. Apalagi ini bulan Ramadan,” imbuh Kasi Penegakan Perda Satpol PP Pati Irwanto.

Dia menegaskan, razia tersebut sebetulnya bukan saja digencarkan selama Ramadan saja, tetapi juga hari biasa. Sebab, menjaga ketertiban umum juga menjadi bagian dari tugas Satpol PP.

“Saya kira razia ini tidak berhenti pada Ramadan saja. Ini untuk menjaga norma-norma ketertiban umum secara berkelanjutan. Bila tugas kami untuk melakukan pembinaan tidak digubris, maka langkah selanjutnya langkah penindakan yang dilakukan polisi,” pungkasnya.

Editor : Akrom Hazami

Baca juga : Asyik Begituan, 4 Pasangan Gelap di Pati Disambangi Satpol 

 

 29 Pasangan Mesum Konangan Polisi Grobogan

Puluhan pasangan mesum yang terjaring razia mendapat pembinaan di aula Polres Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Puluhan pasangan mesum yang terjaring razia mendapat pembinaan di aula Polres Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Beberapa hari sebelum puasa ternyata masih dimanfaatkan sebagian orang untuk mengumbar nafsu. Hal ini terbukti dengan adanya 29 pasangan yang terjaring razia di sejumlah hotel dan tempat kos di Kota Purwodadi, Jumat (3/6/2016).

“Dalam operasi yang kita lakukan pagi hingga Jumat siang tadi ada sejumlah lokasi yang kita datangi. Dari situ kita dapatkan ada 29 pasangan bukan suami istri dalam satu kamar,” kata Kasat Sabhara Polres Grobogan AKP Lamsir.

Para pasangan yang terjaring razia itu selanjutnya dibawa ke Mapolres Grobogan untuk didata identintasnya. Selain pasangan mesum, petugas gabungan juga membawa beberapa unit sepeda motor milik para pelaku dari hotel tempatnya menyewa kamar.

“Selain kita data, para pelaku ini juga kita minta untuk membuat surat pernyataan. Jika dikemudian hari mereka melakukan tindakan serupa maka akan kita ambil tindakan tegas,” sambungnya.
Sementara itu, adanya pasangan bukan suami istri yang terjaring operasi membuat Kasat Binmas AKP Sudarwati prihatin. Terlebih lagi perbuatan itu dilakukan menjelang dimulainya bulan puasa.

“Apa yang sudah kalian lakukan ini adalah perbuatan dosa. Harap hal ini kalian renungkan,” kata Sudarwati saat memberikan pembinaan pada pasangan yang terjaring razia di aula Polres Grobogan usai Salat Jumat.

Dia meminta agar para pelaku tidak mengulangi perbuatan memalukan itu di kemudian hari. Dia juga meminta agar identitas pelaku didata dengan baik serta dilampirkan fotokopi KTP.
“Kasihan pada suami, istri, anak, dan orang tua yang di rumah. Saya minta cukup sekali ini saja, jangan sampai diulangi,” tegasnya.

Editor : Akrom Hazami

 

Konangan Mesum di Pereng, Muda-mudi Ini Digelandang Satpol PP Jepara

Petugas Satpol PP Jepara meminta keterangan kepada pasangan mesum yang tertangkap basah di Pereng. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Petugas Satpol PP Jepara meminta keterangan kepada pasangan mesum yang tertangkap basah di Pereng. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Jepara saat ini mulai gencar melakukan razia terhadap penyakit masyarakat (Pekat). Hal itu dilakukan seiring dengan semakin dekatnya bulan suci Ramadan tahun ini.

Kepala Satpol PP Jepara, Trisno Santosa mengatakan, pihaknya memang saat ini tengah gencar melakukan razia. Salah satu sasarannya adalah tempat-tempat yang diduga menjadi tempat mesum, dan melakukan perilaku pekat lainnya.

”Salah satunya di kawasan Pereng Desa Mulyoharjo, Kecamatan Kota. Meskipun sering dijadikan sasaran razia, tempat disana memang masih sering digunakan untuk mesum,” ujar Trisno kepada MuriaNewsCom, Jumat (20/5/2016).

Menurut dia, Kamis (19/5/2016) malam hingga Jumat dini hari tadi, pihaknya melakukan razia. Lokasi pertama yang didatangi adalah pemukiman warga di kawasan Pereng tersebut. Di lokasi tersebut, sejumlah kamar di rumah-rumah warga setempat sengaja disewakan untuk pasangan mesum.

Saat mendatangi salah satu rumah, Satpol PP Jepara mendapati pasangan muda-mudi tengah berbuat mesum di salah satu kamar, yakni ML (35) dan MY (30). Kedua muda mudi tersebut tak dapat mengelak saat anggota Satpol PP memergokinya.

”Si laki-laki mengaku baru pertama kali menyewa kamar di kawasan Pereng. Sementara, pasangannya, lebih banyak diam dan menutup wajah saat ditanya,” kata Trisno.

Lebih lanjut Trisno menyampaikan, rumah-rumah di kawasan Pereng sudah berulangkali dirazia. Namun, pemilik rumahnya nampaknya tidak kapok. Bahkan, kegiatan menyewakan kamar untuk pasangan berbuat mesum sudah berulangkali didemo warga.

”Pemilik rumah sudah berulangkali kami beri peringatan. Kalau sampai nanti diulangi lagi, pemilik rumah dan pelaku mesum yang tertangkap basah akan kami tindak tipiring,” tegas Trisno.

Selain menyasar kawasan Pereng, Trisno beserta anak buahnya juga melakukan razia di kawasan terminal lama. Lokasi ini disinyalir dijadikan tempat mangkal para pekerja seks komersial. Terbukti saat petugas datang, banyak wanita yang lari berhamburan.

”Di terminal lama, begitu kami datang mereka (PSK) langung berhamburan lari,” imbuhnya.

Editor: Supriyadi

Gambar Pasangan Mesum Tertangkap Basah Telanjang Bulat, Lettu Hartono: Itu Bukan di sini !

Komandan Pos Keamanan Laut (Kamla) Rembang, Lettu Hartono menegaskan gambar sepasang remaja mesum bukan di kompleks pelabuhan Tasik Agung Rembang. (MuriaNewsCom/Ahmad Wakid)

Komandan Pos Keamanan Laut (Kamla) Rembang, Lettu Hartono menegaskan gambar sepasang remaja mesum bukan di kompleks pelabuhan Tasik Agung Rembang. (MuriaNewsCom/Ahmad Wakid)

 

REMBANG – Warga Rembang digegerkan dengan beredarnya gambar sepasang remaja mesum yang ditangkap warga dalam keadaan telanjang bulat dan disebar di jejaring sosial.

Dalam keterangan di gambar tersebut, kejadian memalukan itu terjadi di kompleks pelabuhan Tasik Agung Rembang, Sabtu (19/12/2015) malam. Diceritakan kedua remaja yang sedang asyik melakukan tindak asusila di dalam mobil dipergoki oleh warga. Warga curiga lantaran mobil yang terparkir di tepi pantai itu, bergoyang-goyang. Kemudian beramai-ramai, warga mendatangi mobil itu.

Namun informasi tentang terjadinya hal memalukan itu di Pelabuhan Tasik Agung, disanggah oleh Komandan Pos Keamanan Laut (Kamla) Rembang, Lettu Hartono. ”Ketika gambar itu kami teliti, itu bukan di sini,” ujarnya ketika ditemui MuriaNewsCom di Kantornya, Senin (21/12/2015).

Menurutnya, dalam gambar terlihat ada rumput dan portal bercat hitam putih, sedangkan di kompleks pelabuhan Tasik Agung tidak ada tempat seperti itu. ”Background di gambar ada rumput- rumput sedangkan di sini tidak ada. Di gambar ada juga portal dicat warna hitam putih, sedangkan di sini tidak ada tempat seperti itu. Jadi bukan di sini,” tegasnya.

Hartono menyebut beredarnya gambar tak senonoh itu dilakukan oleh orang yang sengaja mencari sensasi. ”Karena anggota kami pada malam Minggu sudah monitor terkait informasi itu, tapi kami tidak mendapatkan kejelasannya. Kalau hal itu terjadi, pasti anggota kami sudah mengetahuinya,” jelasnya.

Ditegaskan olehnya, kalaupun ada pembinaan terhadap pasangan yang tertangkap melakukan tindak asusila, pembinaannya tidak akan dibiarkan telanjang bulat ketika keluar dari mobil dan difoto di depan umum.

”Kami tidak pernah melakukan pembinaan seperti yang digambarkan itu. Kalau ada pembinaan, kami bawa ke sini, kami panggil orang tua mereka. Kami urus secara baik-baik dan dengan cara kekeluargaan,” tandasnya. (AHMAD WAKID/TITIS W)

Saat Dirazia, Penghuni Kamar Ada yang Bilang “Mau Pakai Baju Dulu”

f-Mesum (2) (e)

Sepasang muda-mudi yang tengah dirazia petugas dibina di Kantor Satpol PP Pati, Selasa (23/6/2015). (MURIANEWS/LISMANTO)

PATI – Salah satu pasangan mesum yang terjaring Satpol PP di Hotel Srikandi Pati, pada Selasa (23/6/2015) siang, enggan membukakan pintu kamar yang diketuk petugas. Peghuni kamar bilang “Bentar pak. Saya pakai baju dulu”. Lanjutkan membaca

Lagi Bobok Siang di Hotel, 4 Pasangan Mesum di Pati Terjaring Razia

 

Jpeg

Sebanyak tujuh orang yang terjaring razia di Hotel Srikandi dibina di Kantor Satpol PP Pati, Selasa (23/6/2015). (MURIANEWS/LISMANTO)

PATI – Sebanyak empat pasangan mesum terjaring razia Satpol PP Pati di Hotel Srikandi Pati, Selasa (23/6/2015). Keempat pasangan yang tidur sekamar di hotel tersebut bukan suami istri yang sah. Lanjutkan membaca

32 Pasangan Mesum Diamankan dari Kamar Hotel

Mesum-Ilustrasi

ilustrasi mesum

KUDUS – Sebanyak 32 pasangan bukan suami istri diamankan petugas gabungan dari kamar hotel, Selasa (16/6/2015). Mereka diamankan lantaran diduga melakukan perzinahan.
Mereka diamankan dari berbagai kamar hotel gabungan Polres Kudus, Kodim dan Satpol PP. Semuanya kini diamankan petugas di Mapolres Kudus untuk diberikan pembinaan. Lanjutkan membaca