Pesanan Keranjang Parsel di Jepara Melonjak Jelang Natal


Penuhi pesanan, Tohari (kiri) bersama anak buahnya sedang merampungkan esanan keranjang parsel dari anyaman bambu menjelang Hari Raya Natal, Selasa (5/12/2017). (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Bulan Desember membawa berkah tersendiri bagi perajin keranjang parsel, di Desa Teluk Wetan, Kecamatan Welahan, lantaran pesanan untuk momen Hari Raya Natal melonjak menjadi 6000 set. Namun, ada kendala yang mereka hadapi yakni perputaran uang yang lamban. 

Hal itu diakui oleh seorang perajin keranjang parsel anyaman rotan, Tohari (41). Menurutnya, menjelang hari raya Natal memang terjadi lonjakan pesanan. Dari biasanya 1000 set (tiga buah keranjang), kini jumlahnya bisa enam kali lipat. 

“Peningkatan itu ada, namun keadaan ekonomi sekarang agak lesu. Kalau tahun kemarin pelanggan kami begitu pesan parsel uangnya langsung dibayarkan, kalau sekarang mungkin bisa molor,” ujarnya ditemui di rumahnya Desa Teluk Wetan RT 18 RW 3, Selasa (5/12/2017). 

Ia mengatakan, kenaikan pesanan tidak hanya terjadi pada usaha miliknya. Rerata perajin keranjang parsel yang ada di kawasan tersebut juga mengalami hal serupa. Jika dihitung, total kenaikan pesanan untuk seluruh perajin yang ada di kampung tersebut bisa mencapai 10 persen. 

Selain kendala pembayaran yang lamban, bahan baku rotan juga agak langka. Terutama untuk rotan yang berukuran kecil berdiameter 2-2,5 miimeter. Jika pun ada, harganya pun melonjak. 

“Kalau bahan baku rotan kami peroleh dari pengepul yang mendatangkan dari Kalimantan. Namun untuk yang ukuran 2-2,5 milimeter agak susah dicari, adanya yang 2,7 milimeter. Sedangkan bila parsel dikerjakan dengan rotan berukuran besar, hasil akhirnya tidak rapih,” urainya. 

Tohari mengatakan, untuk setiap set parselnya dijual mulai harga Rp 13 ribu hingga puluhan ribu rupiah. Hal itu bergantung pada motif dan besar kecilnya parsel. 

“Menjelang Hari Raya Natal, pesanan sudah ada sekitar 6000. Untuk memenuhinya saya juga mengambil dari tetangga sekitar yang juga membuat kerajinan ini. Pekerja saya yang di gudang ini ada empat, termasuk saya dan istri saya. Namun kalau yang dibawa pulang pekerjanya ada sekitar 10 orang ibu-ibu,” pungkasnya. 

Editor: Supriyadi

Jauh Sebelum Lebaran, Pejabat di Blora Diingatkan Tak Terima Parsel 

Parsel e

Ilustrasi

 

MuriaNewsCom, Blora – Menjelang Lebaran, bukan tidak mungkin beberapa rekanan maupun kolega kerja akan memberikan bingkisan. Namun, hal itu dilarang bagi pejabat negara maupun PNS. Karena, hal bisa dianggap gratifikasi.

Bambang Darmanto, Inspektur Inspektorat Blora mengatakan, pihaknya tidak memungkiri ketika Lebaran nanti akan beredar parsel di antara para pejabat maupun PNS yang berada di jajaran Pemkab Blora.

“Setiap pejabat meupun PNS ketika menerima barang ataupun yang lain dengan nominal di atas Rp 250 ribu harus melapor. Karena itu bisa tergolong gratifikasi,” jelasya kepada MuriaNewsCom (30/5/2016)

Menurutnya, dalam melaporkan bisa melalui pihaknya atau bisa langsung ke KPK. “Langsung lapor ke KPK bisa, karena formulirnya bisa diunduh langsung,” katanya.

Ia menjelaskan, dalam penerimaan parsel ketika Lebaran nanti oleh pejabat bisa jadi hal itu menjadi penghambat atas terciptanya komponen borokrasi yang  bersih dari KKN.

“Oke, kalau menerima silakan, tapi ya lapor. Kita tidak tahu maksud hati orang. Bisa jadi ada udang di balik batu,” jelasnya.

Supaya aman, lanjut dia, alangkah lebih baik para pejabat maupun PNS tidak usah menerima parsel dalam bentuk apapun. “Kalau nanti UPG (Unit Pengendali Gratifikasi) sudah terbentuk di setiap daerah, bisa melapor ke unit tersebut,” jelas dia

Sebelumnya, seluruh pejabat maupun PNS yang ada di jajaran Satuan Kerja Tingkat Dinas (SKPD) telah mengikuti sosialisasi gratifikasi, Rabu (25/5/2016), langsung dibimbing KPK.

Editor : Akrom Hazami

 

 

Alamak, Karena Kewalahan Perajin Parsel di Jepara ini Akali Konsumen dengan Stok Lama

Salah satu perajin parsel tengah sibuk menyiapkan keranjang untuk memenuhi pesanan. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Salah satu perajin parsel tengah sibuk menyiapkan keranjang untuk memenuhi pesanan. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

JEPARA – Tak hanya Tohari (40) warga Desa Teluk Wetan yang mengaku kewalahan dengan banyaknya pesanan hingga menolak banyak pesanan lain. Hal itu juga dialami oleh Rohayati (37) yang juga warga Desa Teluk Wetan Kecamatan Welahan Jepara. Bahkan, Rohayati mengaku terpaksa mengeluarkan stok lama yang saat dihari biasa tidak laku untuk memenuhi banyaknya pesanan yang datang.

”Saya jelaskan ke pemesan jika keranjang ada yang stok lama. Sejauh ini tidak ada masalah sebab keranjang masih dalam kondisi baik. Selain itu juga belum terlalu lama,” ujar Rohayati kepada MuriaNewsCom, Rabu (15/7/2015)

Dia mengaku pesanan keranjang parsel naik dua kali lipat dari hari biasa. Untuk memenuhi target pesanan, Rohayati terpaksa mengajak tetangga atau temannya diminta membantu menyelesaikan pesanan keranjang parsel.

”Sebetulnya pekerjaan membuat keranjang parsel merupakan pekerjaan yang mudah. Jadi saya ajari sebentar mereka langsung bisa. Makanya, tetangga dan teman yang daripada menganggur di rumah saya minta bantu membuat keranjang,” kata Rohayati. (WAHYU KZ/SUPRIYADI)