Alamak, Karena Kewalahan Perajin Parsel di Jepara ini Akali Konsumen dengan Stok Lama

Salah satu perajin parsel tengah sibuk menyiapkan keranjang untuk memenuhi pesanan. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Salah satu perajin parsel tengah sibuk menyiapkan keranjang untuk memenuhi pesanan. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

JEPARA – Tak hanya Tohari (40) warga Desa Teluk Wetan yang mengaku kewalahan dengan banyaknya pesanan hingga menolak banyak pesanan lain. Hal itu juga dialami oleh Rohayati (37) yang juga warga Desa Teluk Wetan Kecamatan Welahan Jepara. Bahkan, Rohayati mengaku terpaksa mengeluarkan stok lama yang saat dihari biasa tidak laku untuk memenuhi banyaknya pesanan yang datang.

”Saya jelaskan ke pemesan jika keranjang ada yang stok lama. Sejauh ini tidak ada masalah sebab keranjang masih dalam kondisi baik. Selain itu juga belum terlalu lama,” ujar Rohayati kepada MuriaNewsCom, Rabu (15/7/2015)

Dia mengaku pesanan keranjang parsel naik dua kali lipat dari hari biasa. Untuk memenuhi target pesanan, Rohayati terpaksa mengajak tetangga atau temannya diminta membantu menyelesaikan pesanan keranjang parsel.

”Sebetulnya pekerjaan membuat keranjang parsel merupakan pekerjaan yang mudah. Jadi saya ajari sebentar mereka langsung bisa. Makanya, tetangga dan teman yang daripada menganggur di rumah saya minta bantu membuat keranjang,” kata Rohayati. (WAHYU KZ/SUPRIYADI)

Banjir Order, Perajin Parsel di Jepara Kewalahan Penuhi Pesanan

Salah satu perajin parsel tengah sibuk menyiapkan keranjang untuk memenuhi pesanan. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

JEPARA – Semakin mendekati hari Lebaran, semakin menjadi berkah tersendiri bagi penjual parsel dan perajin keranjang parsel. Hal ini seperti yang dialami penjual dan pengrajin parsel di Desa Teluk Wetan, Kecamatan Welahan. Mereka kebanjiran pesanan keranjang parsel untuk lebaran sejak awal hingga akhir Ramadan ini.

Salah seorang pengusaha keranjang parsel, Tohari (40) mengatakan, dirinya mengaku kewalahan memenuhi pesanan keranjang parsel. Pasalnya, pesanan terus mengalir tiap hari sejak awal Ramadan. Keranjang tersebut dipesan khusus untuk lebaran.

”Pesanan banyak sudah sejak awal Ramadan, sampai saat ini juga masih banyak,” kata Tohari kepada MuriaNewsCom, Rabu (15/7/2015)

Dia juga mengaku peningkatan pesanan berkali-kali lipat dibanding hari biasa. Bahkan, dia mengaku banyak menolak banyak permintaan lantaran kualahan memenuhi pesanan yang sudah ada. Sebab, tahun ini pihaknya mengaku pesanan memang tak hanya datang dari Kota Jepara saja, melainkan juga dari kota-kota lain seperti Kudus, Pati, dan semarang bahkan Jakarta dan Bandung.

”Kalau menuruti pesanan tidak akan ada habisnya. Karena melihat kemampuan, saya terpaksa banyak menolak banyak pesanan,” kata dia.

Dia menambahkan, salah satu kendala dirinya tak mampu memenuhi semua pesanan karena kekurangan tenaga kerja. Untuk bahan baku sendiri relatif mudah didapatkan dan harganya juga masih stabil. “Mencari tenaga kerja yang bisa menganyam sulit,” imbuhnya. (WAHYU KZ/SUPRIYADI)