Duh, Parkir Megah Pasar Kliwon Kudus Kurang Diminati

MuriaNewsCom, Kudus – Parkir megah di Pasar Kliwon, hingga kini masih kurang diminati. Setiap harinya, parkir empat lantai itu hanya dipergunakan separuh, itupun tak penuh oleh kendaraan.

Kepala Pasar Kliwon Sugito mengatakan, semenjak September 2017 lalu penggunaan tempat parkir Kliwon yang sebelumnya  sudah resmi dikelola Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus. Semenjak itu pula, parkir jarang digunakan pengunjung.

“Di parkir tersebut mampu menampung kendaraan sampai130 mobil. Tapi, setiap harinya hanya puluhan mobil saja yang parkir,” katanya kepada MuriaNewsCom Rabu (3/1/2018).

Menurut dia, dari empat lantai yang disediakan, baru dua lantai saja yang dipergunakan untuk parkir. Yaitu lantai dua dan lantai tiga. Sedang lantai satu digunakan sepeda motor dan kuliner, sementara lantai empat masih kosong.

Disebutkan, pengunjung pasar lebih memilih parkir di halaman pasar, seperti biasanya sebelum ada lokasi parkir. Itulah yang membuat parkir di bagian barat pasar terkesan sepi digunakan.

Selain itu, kata dia, tidak semua berani menaiki gedung parkir tersebut karena tanjakan yang cukup tinggi. Bahkan, ada pula yang bilang kalau tikungan di sana masih kurang lebar. Dampaknya pengunjung khawatir mobilnya rusak.

“Apalagi kalau ibu-ibu, pasti memilih parkir di bawah ketimbang di atas. Mereka takut naik,” ungkap dia.

Ia berharap, lokasi parkir yang berada di depan Pasar Kliwon dapat disterilkan dari kendaraan roda empat. Dengan demikian bangunan gedung parkir akan ditempati sebagaimana mestinya.

“Namun untuk itu wewenang bukan di kami, melainkan di dinas. Sehingga kami hanya bisa mengusulkannya saja,” jelasnya.

Editor: Supriyadi

Jaga 42 Taman, Pemkab Kudus Siapkan 250 Petugas

Plt Kepala Dinas PKPLH Abdul Halil mengecek kondisi Taman Bumi Wangi Jekulo. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Plt Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (PKPLH) Abdul Halil menyebutkan terdapat 42 taman di Kudus, yang menjadi ruang terbuka bagi masyarakat Kudus.

Taman-taman tersebut dipastikan akan tetap rapi dan aman. Ini mengingat Pemkab sudah menyiapkan ratusan petugas untuk berjaga. “Ada 250 petugas yang setaip hari mengamankan taman di Kudus,” katanya

Menurut dia, ratusan petugas tersebut disebar ke semua taman di Kudus. Termasuk dengan taman di pinggiran, seperti Gondangmanis dan juga Undaan. Petugas tersebut juga diberi tanggungjawab untuk merawatnya.

Dikatakan, jumlah yang banyak itu merupakan jumlah keseluruhan petugas taman di Kudus. Termasuk juga dengan petugas kebersihan serta perawatan pada taman-taman di Kudus 

“Termasuk juga dengan petugas tukang sapu taman, yang ada pada setiap taman. Selain itu, untuk perawatannya kami juga membentuk satgas taman,” ungkap dia

Untuk menjaga taman agar tetap apik, kata Halil, pihaknya juga sudah mengalokasikan dana sebesar Rp 200 jutaan untuk perawatannya. Pihaknya tak mau jika sampai taman yang dibiayai mahal sampai rusak.

“Kami berharap anggaran dapat ditingkatkan, karena kebutuhan merawat taman juga membutuhkan biaya yang cukup besar. Seperti mengganti tanaman yang mati dan menyirami secara rutin,” jelasnya.

Editor: Supriyadi

Ilegal, Penarikan Retribusi Taman Jekulo Tak Diketahui Desa dan Kecamatan

Camat jekulo bersama Pemdes Jekulo memastikan takk ada pungutan liar pada taman Jekulo dengan bertanya ke warga. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Pembangunan Taman Jekulo, yang berada di Desa Jekulo, Kecamatan Jekulo membuat masyarakat resah. Pasalnya, untuk masuk ke taman harus ditarik retribusi. Padahal, pembangunan taman yang hingga kini masih berlangsung atau belum jadi.

Kades Jekulo M Edris mengatakan, pihaknya sudah mendapatkan laporan akan hal tersebut. Bahkan laporan langsung diterima dari Badan Permusyawaratan Desa (BPD) desa kepadanya.

”Ada warga yang lapor tentang adanya tarif masuk ke taman. Besarannya Rp 2 ribu untuk tiap orangnya,” katanya Senin (30/10/2017).

Mendengar adanya hal tersebut, pihaknya langsung berkoordinasi dengan pihak kecamatan untuk klarifikasi. Apalagi sejauh ini belum ada petugas yang diberi tugas menarik retribusi kepada pengunjung taman.

”Kita klarifikasikan ke pihak kecamatan, tidak ada penarikan retribusi. Tamannya juga belum jadi. Kalau ada yang dimintai retribusi silahkan lapor ke desa,” tegasnya.

Sementara itu, Camat Jekulo Dwi Yusi Sasepti menegaskan pungutan retribusi yang dilakukan orang tak bertanggung jawab tersebut ilegal.

”Kalau ada yang diminta retribusi atau parkir jangan diberi, itu ilegal. Kalau menemui hal seperti itu, bisa langsung dilaporkan kepada Pemdes Jekulo ataupun langsung ke kantor kecamatan,” tegasnya.

Guna memastikan tak ada lagi hal semacam itu, pihaknya langsung datang ke taman untuk memberitahu kepada warga yang kesana agar tak usah bayar saat ditarik. Karena, petugas yang menarik itu ilegal.

”Taman memang sudah ramai dikunjungi meski belum jadi. Khususnya saat sore hari pasti banyak masyarakat yang ke taman,” imbuhnya.

Editor: Supriyadi

Kini Parkir di Jalan Adisucipto Ruas Manahan Solo Dilarang

Foto Ilustrasi, Kendaraan melakukan parkir di pinggir jalan raya, beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Solo – Arus lalu lintas di Kota Solo terus ditata. Di antaranya adalah memberlakukan larangan parkir kendaraan di pinggir Jalan Adisucipto ruas kompleks Stadion Manahan. Hal itu dilakukan untuk menurunkan tingkat gangguan arus lalu lintas yang kerap terjadi di titik itu.

Kebijakan larangan parkir di Jalan Adisucipto itu tak hanya berlaku saat kompleks Stadion Manahan dipakai untuk acara Pekan Kerja Nyata Revolusi Mental. Kebijakan tersebut akan diberlakukan seterusnya. Kebijakan tersebut sudah diterapkan sejak Minggu (20/8/2017).

warga Kelurahan Kadipiro, Banjarsari, Solo, Hayati, (42), mendukung kebijakan Dishub melarang penggunaan Jalan Adisucipto sebagai lahan parkir terutama bagi pengunjung Sunday Market setiap Minggu. “Keberadaan PKL di Sunday Market kini telah ditata sehingga tersedia cukup lahan parkir di kompleks Stadion Manahan yang bisa dipakai masyarakat,” kata Hayati seperti dikutip dari Solopos.com.

Dia menilai aktivitas keluar masuk mobil yang parkir di Jalan Adisucipto mengganggu para pengguna jalan lainnya.

Sementara itu, Kepala Dishub Solo, Hari Prihatno, menjelaskan selama ini Jalan Adisucipto ruas simpang empat Mapolresta Solo-Bundaran Manahan kerap dimanfaatkan sebagai tempat parkir pengunjung Sunday Market pada Minggu pagi hingga siang. Karena mengganggu kelancaran arus lalu lintas, Dishub memberlakukan larangan parkir di ruas jalan tersebut.

“Kami sudah memasang sejumlah tanda pengumuman di sepanjang Jalan Adisucipto yang menyatakan area tersebut tidak boleh lagi untuk parkir. Kawasan tersebut kini menjadi kawasan steril parkir,” kata Hari.

Dia mengarahkan pengunjung Sunday Market memilih tempat parkir di dalam kompleks Stadion Manahan. Hari menegaskan kebijakan larangan parkir tersebut juga berlaku pada hari biasa, Senin-Sabtu.

“Jalan Adisucipto termasuk jalan protokol yang banyak dilalui kendaraan sehingga jangan sampai aktivitas parkir di badan jalan mempengaruhi kelancaran arus lalu lintas. Kawasan itu bisa digunakan untuk parkir jika ada acara atau kebutuhan khusus,” jelas Hari.

 

Editor : Akrom Hazami

 

Daripada Nganggur, Anda Bisa jadi Juru Parkir dan Penyapu Jalan di Kudus

Warga berkomunikasi dengan Dishub dan Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Lingkungan Hidup di Demaan, Kecamatan Kota. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Pemkab Kudus tak serta-merta melarang warga Demaan, Kecamatan Kota, untuk mengemis dan mengamen. Mereka juga memberikan solusi kepada warga yang ingin meninggalkan aktivitasnya tersebut.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Kudus Didik Sugiharto, mengatakan saat ini banyak lokasi jalan di wilayah perkotaan yang selalu ramai. Itu dapat dimanfaatkan masyarakat untuk menjadi lahan juru parkir di tepi jalan

“Itu kan lebih bagus ketimbang meminta-minta. Misalnya saja jalan Sunan Kudus, kan tidak bisa dijaga satu orang mulai pagi hingga malam. Jadi bisa pagi siapa, sore siapa dan malam siapa,” katanya.

Dikatakan selama ini banyak wilayah yang tak memiliki juru parkir. Kalaupun ada yang memarkir, itu dipastikan bukan dari petugasnya dan boleh dibilang liar. Jika demikian maka itu sudah menjadi urusannya secara lembaga.

Lebih jauh dikatakan, jika parkir sampai dilarang, maka warga dapat langsung  SMS atau menelpeon Dishub. Saat itu juga dipastikan datang untuk menyelesaikan persoalan tersebut.

“Namun jangan lupa kasih kas negara, karena jalan yang dipakai untuk parkir juga milik negara. Lokasinya bebas, asalkan jalan negara,” ujarnya.

Sedangkan Sumiyatun, Kepala  Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Lingkungan Hidup Kudus mengatakan kalau warga juga bisa menjadi petugas kebersihan jalan. Asalkan mau menyapu dengan bersih, maka akan direkrut.

“Mau itu lulusan SD, SMP syukur SMA tak masalah. Yang penting itu bisa bekerja dan niatan baik. Pasti kami terima, datang saja ke kantor besok,” jelasnya.

Soal gaji, dikatakan  Sumiyatun, petugas kebersihan mendapatkan gaji sesuai nilai UMK Kudus, Rp 1,7 juta. “Kalau ingin usaha juga ada KUP, tak ada keterampilan ada BLK, tinggal datang saja pasti diterima. Mau salon, bengkel, ada semua,” imbuhnya.

Editor : Akrom Hazami

 

Plt Bupati Jepara Minta Satpol PP Tertibkan Juru Parkir Tak Berseragam

 Ratusan tukang parkir di Jepara saat mengikuti pembinaan di Pemkab Jepara kemarin. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Ratusan tukang parkir di Jepara saat mengikuti pembinaan di Pemkab Jepara.(MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom,Jepara – Plt Bupati Jepara Ihwan Sudrajat meminta kepada Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) untuk bersikap tegas menertibak juru parkir yang tak berseragam. Hal tersebut diperlukan, agar parkir di Jepara berjalan tertib.

“Tukang parkir yang tak berseragam ini bisa saja memanfaatkan situasi untuk memungut retribusi parkir dengan seenaknya saja. Untuk itu, jika ada tukang parkir yang tak berseragam, maka Satpol PP harus menertibkannya,” ujarnya.

Ihwan menyebut, kantong-kantong parkir yang ada di Jepara saat ini sebanyak 300 titik. Pihaknya mengimbau, supaya petugas parkir yang ada di titik-titik tersebut mengenakan seragam semuanya saat bertugas.

Saat disinggung mengenai target parkir yang di Jepara pada tahun 2017 ini, pihaknya mengatakan, jika target tahun ini naik sebesar 33 persen. Yakni dari tahun sebelumnya Rp 600 juta, tahun ini naik menjadi Rp 800 juta.

Untuk retribusi parkir sendiri, pada tahun 2016 lalu, setiap kendaraan sepeda motor dikenakan retribusi sebesar Rp 500 dan tahun 2017 ini menjadi Rp 1.000. Sedangkan untuk mobil, jika sebelumnya sebesar Rp 1.000, maka tahun 2017 menjadi Rp 2.000.

“Target Rp 800 juta di tahun 2017 itu dibagi di 300 titik lokasi parkir. Dari lokasi ini, setiap petugas parkir untuk setiap harinya bisa setor ke pihak Dinas Perhubungan atau pemerintah sekitar Rp 7 ribu,” paparnya.

Kemudian, untuk penyetoran yang awal mulanya dilakukan setahun sekali, nantinya dilakukan setiap enam bulan sekali. Hal tersebut untuk meminimalisasi adanya tindakan penyelewengan oleh petugas parkir. Dengan begitu, nantinya administrasi bisa tertib dan tak ada yang disalahgunakan setoran tersebut.

Editor : Kholistiono

Pasar Piji Kudus Rampung Dibangun tapi Belum Ada Lokasi Parkirnya

 Warga berada di depan Pasar Piji, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, Selasa (3/1/2017). (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)


Warga berada di depan Pasar Piji, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, Selasa (3/1/2017). (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus menyatakan, pembangunan Pasar Piji, Kecamatan Dawe, telah selesai dibangun, 2016. Meskipun sempat molor, namun rekanan telah menyelesaikan pembangunan sebelum akhir tahun.

Kabid Pengelolaan Pasar pada Dinas Perdagangan Andy Imam Santosa mengatakan, pihaknya telah menyelesaikan pembangunan Pasar Piji. Tapi pihaknya belum menyelesaikan pembangunan lahan parkir.

“Pada bagian depan pasar ada dua lantai. Di lantai dasar akan digunakan sebagai lokasi parkir pengunjung. Namun baru dijalankan di 2017 nanti. Jadi hingga kini memang bagian bawah memang baru dirapikan,” kata Andy kepada MuriaNewsCom. 

Pihaknya membagi pada bagian lantai II digunakan lokasi pedagang untuk berjualan. Pihaknya memetakan untuk wilayah belakang bangunan murni untuk pasar, dengan struktur tanah yang lebih tinggi. Andy menuturkan pembangunan pasar menelan biaya Rp 22,4 miliar, yang terbagi dalam APBD Murni dan juga Perubahan di 2016 lalu.

Pihaknya mengakui pembangunan Pasar Piji sempat molor dari target yang diberlakukan. Dengan kemoloran pembangunannya kisaran empat hari dari waktu kontrak penyelesaian.

Direktur Penyedia Jasa PT Kokoh Prima Perkasa selaku rekanan Pasar Piji, Aris Subagyo mengungkapkan, sesuai dengan kontrak, pengerjaan proyek pasar Piji harus selesai maksimal 18 Desember 2016. Namun karena berbagai hal, maka pihaknya baru merampungkannya pada 22 pada 22 Desember lalu. “Sesuai dengan aturan, maka kami kena denda dari molor empat hari. Dan setelah dihitung, denda yang kami bayar sejumlah Rp 27 jutaan,” ungkapnya.

Dikatakan, pasar tersebut dibangun sesuai dengan RAB pada pembangunan pasar Piji. Bahkan pihaknya juga memberikan garansi selama enam bulan perawatan guna pemeliharaan bangunan pasar. Hanya dalam pengerjaan yang dilakukan dianggap sesuai dengan aturan. Pada bagian bawah lantai dasar tidak disentuh, karena tidak sesuai dengan RAB. Selain itu pada bagian atas juga mengenakan konsep los, sehingga tidak menggunakan penyekat.

“Kami kerjakan sesuai aturan. Dan sekarang proses bersih-bersih pasar sebelum ditempati oleh pedagang. Jadi di pasar masih ada pekerja,” imbuhnya.

Editor : Akrom Hazami

 

Pemkab Kudus Gandeng Pihak Ketiga Biar Target Parkir Terpenuhi

parkir 2

Sejumlah kendaraan terparkir di salah satu sudut di Kudus. (MuriaNewsCom)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Guna mengejar target yang dibebankan, Dishubkominfo Kudus merencanakan berbagai hal. Seperti adanya pihak ketiga dalam mengelola parkir umum atau tepi jalan.

“Jadi, ini baru rencana. Kami akan melakukan lelang untuk pihak tiga pengelolaan parkir umum. Sehingga, juru parkir akan dilimpahkan kepada pihak ketiga,” kata  Kepala Dishubkominfo Kudus Didik Sugiharto.

Menurutnya, cara tersebut ampuh untuk mengatasi naiknya target tiap tahun. Padahal, lahan parkir yang ada hanya bertambah sekitar 20 persen. Jumlahnya hampir 120 lokasi.

Terobosan untuk parkir khusus juga dipertimbangkan. Rendahnya, untuk parkir pasar akan dilakukan penambahan portal dan mesin cek karcis parkir. Layaknya di mal, maka tiap kali masuk akan kena parkir. Cara semacam itu akan pas untuk mendapatkan peningkatan parkir.

“Kami akan usulkan untuk pengadaan alat itu. Jadi, dengan demikan maka dapat membantu peningkatan parkir sektor khusus,” imbuhnya.

Sebenarnya, lanjutnnya, ada solusi lain untuk mencapainya. Yakni dengan menaikkan tarif parkir. Hanya cara itu harus dilakukan dengan mengubah Perda tentang Parkir.

Editor : Akrom Hazami

 

Tarif Parkir di Kudus Diusulkan Naik, Ini Nilai Besarannya

Salah satu titik parkir di Kabupaten Kudus. (MuriaNewsCom)

Salah satu titik parkir di Kabupaten Kudus. (MuriaNewsCom)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Tarif retribusi jenis parkir, baik parkir umum maupun parkir khusus tahun ini diusulkan naik. Hal itu dilakukan untuk mengejar target parkir tahun ini.

Hal itu diutarakan Kepala UPT Parkir Kudus Dishubkominfo Istiyanto. Menurutnya, tarif parkir tahun ini ada pembenahan. Menyesuaikan target yang kian melambung serta meningkatkan pendapatannya dalam sektor parkir

“Kalau draf sudah jadi. Tinggal menunggu waktu pembahasan dari anggota dewan soal penyesuaian tarifnya,” katanya kepada MuriaNewsCom

Untuk tarif baru nantinya, mengalami kenaikan dengan kisaran harga Rp 500, baik jenis umum maupun khusus. Seperti parkir jalan umum yang harganya Rp 500, ke depan akan menjadi Rp 1.000.

Begitupun dengan khusus, tarif parkir Rp 1.000 akan menjadi Rp 1.500 di Plasa Kudus. Sedangkan untuk Ramayana dari Rp 1.500 bakal menjadi Rp 2 ribu.

Sebagaimana diketahui, target parkir pada tahun ini juga mengalami peningkatan yang lebih. Dan pihak UPT juga berusaha keras dalam mengejarnya.

Untuk parkir umum, targetnya naik menjadi Rp 1.398.200.000, padahal target semula itu Rp 593.906.000. Sementara, untuk parkir khusus juga mengalami kebaikan. Pada tahun ini target yang diberikan sejumlah Rp 3.105.874.500. Padahal target sebelumnya hanya Rp 2.124.463.000.

Pihaknya akan menggencarkan sosialiasi. Seperti halnya penambahan papan tarif parkir yang diletakkan di jalan ramai, sehingga masyarakat tidak akan dirugikan dengan ditarik melebihi aturan.

“Selama ini banyak keluhan mengenai tarif parkir. Sehingga perlu ada langkah papan parkir untuk memberitahu masyarakat,” ungkapnya

Sebenarnya, kata dia, papan tarif parkir itu sudah menjadi agenda tahun 2015. Hanya, lantaran terbentur dengan kenaikan tarif baru, maka pemasangan papan tarif parkir juga menunggu tarif baru resmi disahkan. “Rencananya 20 papan parkir akan disiapkan di 20 titik,” pungkasnya.

Editor : Akrom Hazami

Mau Merayakan Malam Tahun Baru di Simpang 7 Kudus? Ini Lokasi Parkir yang Disediakan

Ilustrasi Tempat Parkir

Ilustrasi Tempat Parkir

 

KUDUS – Meski pada malam tahun baru akses masuk Alun-alun Simpang Tujuh Kudus ditutup, Namun pemkab telah menyediakan lokasi parkir. Hal itu untuk menampung semua kendaraan warga yang ingin merayakan malam tahun baru di alun-alun.

Didik Sugiharto, Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi (Dishubkominfo) Kudus menyampaikan,beberapa lokasi parkir sudah disiapkan selama semalam suntuk. Lokasi itu di tempat yang melingkari Simpang Tujuh

“Ada 37 petugas juru parkir yang kami siapkan. Jadi, meski kendaraan tidak dapat masuk, namun masyarakat masih dapat menitipkan kendaraan,” katanya kepada MuriaNewsCom
Lokasi parkir yang disediakan yakni di Jalan Sunan Kudus, Jalan Ramelan, Jalan Pemuda, Jalan Gatot Subroto, Taman Bojana, Gang I, II, III dan Ruko Ahmad Yani.

Berhubung beberapa lokasi sangat dekat dengan Simpang Tujuh, maka, petugas akan ada petugas yang stand by dan mempertanyakan tujuan pengendara. Jika memang ingin parkir, maka dipersilakan, namun jika tidak maka pengendara diminta putar balik.

Mengenai tarif parkir, kali ini lebih mahal dari hari biasanya. Selain bukan dikelola Dishub langusng, momen tersebut juga setahun sekali. Sehingga, kenaikan tarif dinilai wajar, asalkan jukir tanggung jawab.

“Parkir harganya antara Rp 2 ribu hingga Rp 3 ribu. Selebihnya kami tidak memperbolehkan. Dan jukir juga harus tanggung jawab dengan kendaraan,” jelasnya. (FAISOL HADI/KHOLISTIONO)

Ternyata Pemkab Belum Siapkan Solusi untuk PKL Pasar Kliwon

Sejumlah PKL yang berjualan di Pasar Kliwon Kudus. Mereka khawatir tergusur dan kehilangan pelanggan karena pembangunan parkir mewah di pasar tersebut. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Sejumlah PKL yang berjualan di Pasar Kliwon Kudus. Mereka khawatir tergusur dan kehilangan pelanggan karena pembangunan parkir mewah di pasar tersebut. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

KUDUS – Ketakutan para PKL di Pasar Kliwon akan tergusur, nampaknya bakal terjadi. Sebab pihak pemkab juga belum menyiapkan rencana tempat, untuk menampung keberadaan PKL itu.

Hal itu diungkapkan Plt Kepala Dinas Dagsar Sudiharti. Menurutnya, tentang para PKL masih dalam proses pembahasan, apakah masih tetap berjualan atau bagaimana.

”Iya nanti dijalani lagi bagaimana kedepannya. Apakah para PKL masih tetap bertahan disana atau bagaimana, yang pasti harus ada solusinya,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Dia memiliki gambaran untuk menempatkan para PKL ke lantai 2. Hanya itu juga baru sebatas wacana saja, tentunya dengan mempertimbangkan lokasi dibagian lantai 2 Pasar Kliwon. Alternatif lain adalah dengan cara memindahkan pedagang. Cara tersebut merupakan hal terakhir yang dapat dilakukan agar semuanya tetap berjalan.

”Parkir nanti juga sampai pada jalan barat pasar. Jadi kalau parkir sudah jadi jalannya akan menjadi terowongan,” imbuhnya. (FAISOL HADI/TITIS W)

Anggaran Rp 22 Miliar Disiapkan untuk Parkir Mewah Pasar Kliwon Kudus

Gedung Pasar Kliwon Kudus. Rencananya, tahun depan akan dibuatkan tempat parkir yang mewah (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Gedung Pasar Kliwon Kudus. Rencananya, tahun depan akan dibuatkan tempat parkir yang mewah (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

KUDUS – Penataan parkir di Pasar Kliwon bakal segera dilaksanakan. Tahun depan, Pemkab Kudus sudah menyediakan anggaran sebesar Rp 22 miliar untuk kebutuhan pembangunan pasar tersebut.

Hal itu diungkapkan Plt Kepala Dinas Pergagangan dan Pasar (Dagsar) Kudus Sudiharti. Menurutnya, pembangunan parkir pasar harus segera dilaksanakan. Sebab, melihat kondisi parkir sekarang yang sudah tidak muat lantaran semakin banyaknya pengunjung yang datang ke terbesar di eks Karesidenan Pati itu.

“Sudah disiapkan Rp 22 miliar untuk pembangunan parkirnya, rencananya tahun depan mulai dibangun,” katanya.

Ia katakan, untuk bangunan parkir, rencananya bakal dibuat tiga atau empat lantai. Sedangkan lokasinya, rencanya berada di sebelah barat pasar. Nantinya, ketika malam bangunan parkir dapat digunakan untuk berjualan makanan. Menurutnya, pedagang kaki lima (PKL) tidak perlu khawatir, karena masih bisa berjualan, yakni di dasar parkir.

Dia menambahkan, lahan yang akan dibangun gedung parkir luasnya sekitar 60x 25 meter. Gedung tersebut, diprediksi bisa menampung lebih kurang 200 mobil. Jika rencana ini terwujud, tetap dikelola Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kudus. (FAISOL HADI/KHOLISTIONO)

Dishubkominfo Sebut Tak Tahu Menahu Anak Buahnya Naikkan Tarif Parkir Sepihak

Untitled-1

ilustrasi parkir (MuriaNewsCom)

KUDUS – Adanya tindakan petugas parkir yang menaikkan tarif parkir secara sepiha, mendapatkan perhatian dari Kapolres Kudus AKBP M Kurniawan. Katanya, tindakan semacam itu sangat merugikan masyarakt. Sehingga pemkab harus menyiapkan solusi mengatasi persoalan tersebut. Lanjutkan membaca