Dinilai Janggal, Panwaslu Sorot Nihilnya Orang Mati di Kecamatan Purwodadi

Rapat pleno DPT Pilkada Grobogan Panwaslu sorot nihilnya orang mati di Kecamatan Purwodadi. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Rapat pleno DPT Pilkada Grobogan Panwaslu sorot nihilnya orang mati di Kecamatan Purwodadi. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

GROBOGAN – Rapat pleno rekapitulasi daftar pemilih tetap (DPT) yang digelar KPU Grobogan, siang hingga sore tadi mendapat sedikit sorotan dari Panwaslu setempat. Hal ini terkait data di Kecamatan Purwodadi yang dinilai agak janggal. Dimana, dalam data pemilih yang tidak memenuhi syarat, tidak ada satupun pemilih yang meninggal dunia.

”Secara keseluruhan kami tidak terlalu mempermasalahkan data DPT ini. Hanya yang jadi catatan, nihilnya orang mati di Kecamatan Purwodadi selama satu bulan terakhir sejak penetapan DPS ini kayaknya tidak masuk akal,” kata Hartono, salah satu anggota Panwaslu Grobogan yang hadir dalam kesempatan itu.

Apa yang dilontarkan Hartono ini barangkali cukup beralasan. Sebab, jumlah pemilih yang meninggal dan dikeluarkan dari daftar pemilih keseluruhan ada 1.145 orang. Dari laporan 19 PPK hanya Kecamatan Purwodadi saja yang tidak mencantumkan adanya pemilih meninggal.

”Jumlah pemilih meninggal yang tidak dicoret dari DPT ini akan berpengaruh pada beberapa hal. Yakni, penyediaan surat suara, undangan pemilih, dan prosentasi angka golput,” imbuhnya.

Berdasarkan data rekapitulasi DPT, ada 10.414 pemilih dalam DPS yang dinyatakan tidak memenuhi syarat (TMS) sehingga dikeluarkan dari daftar pemilih. Mereka yang masuk kategori TMS ini di antaranya adalah orang gila sebanyak empat orang.

Selain orang gila, sebanyak 25 orang juga masuk kriteria TMS lantaran kurang umur. Kemudian, 18 orang dicoret karena merupakan anggota TNI/Polri, 2.962 orang pemilih ganda, dan 6.071 pemilih sudah pindah tempat.
”Disamping mencoret mereka yang TMS, ada pula penambahan pemilih yang dinyatakan memenuhi syarat. Mereka ini masuk dalam kelompok pemilih baru yang jumlahnya sebanyak 8.861 orang,” terang Ketua KPU Grobogan Afrosin Arif. (DANI AGUS/TITIS W)

Stiker Calon Bupati Grobogan Mesem di Angkot Grobogan Bikin Mangkel Panwas

Petugas mencopot stiker yang menempel di kaca angkot di Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Petugas mencopot stiker yang menempel di kaca angkot di Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

GROBOGAN – Janji Panwaslu Grobogan untuk menindak angkot yang dibranding stiker bergambar pasangan calon peserta Pilkada pada hari ini ditepati. Sejak Rabu (2/9) pagi hingga siang hari, anggota panwas dibantu petugas dari kepolisian, dishubkominfo dan Satpol PP mencopoti stiker yang terpasang di angkot dan kendaraan umum lainnya.

Ada beberapa titik operasi pencopotan stiker di kendaraan umum tersebut. Antara lain, Terminal Induk Purwodadi, sekitar Pasar Purwodadi, Terminal Angkot, dan Bundaran Tugu Adipura Nglejok.

Ketua Panwaslu Grobogan Agus Purnama menyatakan, sebelum melakukan tindakan pencopotan, pihaknya mengimbau agar pemilik kendaraan mencopot sendiri atribut bergambar pasangan calon tersebut. Sebab, pemasangan gambar pasangan calon dalam kendaraan umum maupun pribadi termasuk kategori pelanggaran.

“Branding atau stiker bergambar pasangan calon melanggar peraturan karena semua yang berkaitan alat peraga kampanye (APK) sudah disediakan oleh KPU. Untuk APK bentuk lain yang tidak disediakan KPU diatur dengan batasan-batasan tertentu, seperti ukurannya,” terang Agus.

Mengenai jumlah kendaraan umum yang sudah dicopot atributnya, Agus menyatakan belum mendapatkan laporan lengkap. Meski begitu, dia memastikan sudah ada puluhan kendaraan yang stikernya dilepas sepanjang hari tadi.

Sementara itu, meski rela stiker itu dicopot namun beberapa sopir sempat meminta toleransi pada petugas. Yakni, mereka minta agar pencopotan dilakukan 10 September. Sebab, kontrak pemasangan stiker itu batas akhirnya pada tanggal tersebut.

“Kalau boleh, nyopot stikernya nanti tanggal 10 September saja. Soalnya, kontrak pemasangan stiker ini rata-rata berakhir sampai tanggal itu,” kata Narto, salah seorang sopir pada petugas. (DANI AGUS/AKROM HAZAMI)

Lusa, Panwas Grobogan Tertibkan Angkot Bergambar Pasangan Calon

Rakor Panwaslu Grobogan yang di antaranya membahas tentang penertiban angkot dan kendaraan umum lainnya yang masih dipasangi atribut Pilkada. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Rakor Panwaslu Grobogan yang di antaranya membahas tentang penertiban angkot dan kendaraan umum lainnya yang masih dipasangi atribut Pilkada. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

GROBOGAN – Terkait masih maraknya angkot yang ditempeli atribut bergambar pasangan calon, pihak Panwaslu Grobogan akan segera mengambil langkah tegas. Rencananya, Rabu (2/9/2015) lusa, pihak Panwaslu bergerak menertibkan angkot dan kendaraan umum lainnya yang masih dipasangi atribut tersebut.

Ketua Panwaslu Grobogan Agus Purnama menyatakan, sebelum melakukan tindakan pencopotan, pihaknya terlebih dahulu menggelar rapat koordinasi dengan instansi terkait lainnya. Yakni, dengan Satlantas Polres Grobogan, Dishubkominfo, dan Satpol PP.

”Beberapa instansi terkait kita libatkan untuk memudahkan upaya penertiban kendaraan umum, yang masih terpasang atribut pasangan calon. Dari hasil rapat koordinasi ini disepakati kalau penertiban dilakukan pada hari Rabu lusa,” jelasnya usai rakor pagi tadi di Kantor Panwaslu Grobogan.

Agus Purnama menyatakan, pemasangan gambar pasangan calon dalam kendaraan umum maupun pribadi termasuk kategori pelanggaran. Untuk itu, sebelum diambil tindakan pihaknya mengimbau agar pemilik kendaraan mencopot sendiri atribut bergambar pasangan calon tersebut.

Ditambahkan, upaya pencopotan atribut di kendaraan umum nanti rencananya dimulai pukul 08.00 WIB. Untuk lokasinya terbagi di beberapa titik yang tersebar di kota Purwodadi. (DANI AGUS/TITIS W)