Pemkab Pati Diminta Peduli Pantai Cinta

Puluhan pengunjung berwisata di Pantai Cinta, Kecamatan Dukuhseti, Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Puluhan pengunjung berwisata di Pantai Cinta, Kecamatan Dukuhseti, Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Sebuah pantai di perbatasan Desa Banyutowo dan Dukuhseti, Kecamatan Dukuhseti, Pati yang disebut sebagai Pantai Cinta punya daya tarik tersendiri. Kendati berpasir lumpur, pantai tersebut saat ini mulai banyak dibanjiri pengunjung.

Fika Mardini (26), misalnya. Pengunjung asal Desa Loram Wetan, Kecamatan Jati, Kudus ini mengaku terpesona dengan Pantai Cinta. Bahkan, dia berpendapat bila Pantai Cinta punya daya tarik yang tak kalah dengan pantai-pantai lainnya di Jawa Tengah.

“Tidak rugi jauh-jauh datang ke sini. Rasa capek perjalanan langsung hilang, setelah disambut pemandangan pantai lepas di Laut Utara Jawa yang masih sangat alami. Kalau dikelola dengan baik, saya kira akan banyak menarik minat pengunjung,” ucap Fika.

Ali Mustahal, penduduk setempat yang mengelola Pantai Cinta secara swadaya mengaku bingung harus meminta bantuan ke mana. Pasalnya, lokasi Pantai Cinta berada di dua desa, yakni Dukuhseti dan Banyotowo.

Padahal, dia tahu bila pantai berpasir hitam itu punya potensi untuk mendatangkan wisatawan. Karena itu, Ali berbuat sebisanya untuk mengembangkan kawasan tersebut. “Angan-angan saya, akses jalan menuju sini dibenahi. Lantas, ada gapura dan wahana-wahana penunjang untuk mendukung aktivitas wisata. Kami berharap pemerintah peduli dan memperhatikan,” harapnya.

Editor : Kholistiono

 

Begini Perjuangan Ali Benahi Pantai Cinta di Dukuhseti Pati

Ali Mustahal, warga setempat tengah mencangkul pasir di Pantai Cinta untuk dibuat wahana sederhana. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Ali Mustahal, warga setempat tengah mencangkul pasir di Pantai Cinta untuk dibuat wahana sederhana. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Ada sebuah pantai yang masih “perawan” di perbatasan Desa Banyutowo dan Desa Dukuhseti, Kecamatan Dukuhseti, Pati. Pemuda setempat menyebutnya Pantai Cinta.

Pantai berpasir lumpur ini mulai dikenal publik, sejak netizen banyak mengunggahnya ke media sosial. Sayangnya, belum ada fasilitas yang menunjang untuk mendukung pantai di Laut Utara Jawa ini sebagai destinasi wisata.

Hal itu yang mengundang keprihatinan Ali Mustahal, warga Desa Banyutowo. Dia mencoba untuk membuat sejumlah wahana sederhana untuk menarik perhatian pengunjung. Salah satunya, papan nama, tempat duduk, hingga ayunan dari kayu.

Ali juga rajin memunguti sampah yang “bersandar” di pantai tersebut. Tak sendirian, dia menggandeng sejumlah pemuda karang taruna desa setempat untuk membuka Pantai Cinta sebagai obyek wisata.

“Kami buat ayunan dari kayu, papan nama, dan tempat duduk di sepanjang pantai. Hal itu bertujuan untuk memberikan fasilitas kepada pengunjung. Semuanya dibuat dari sampah bambu dan kayu yang awalnya berserakan di pinggiran pantai,” ucap Ali.

Karena itu, dia berpesan kepada pengunjung untuk tidak membuang sampah sembarangan bila bertandang ke Pantai Cinta. Hal itu diharapkan bisa menjaga kebersihan pantai supaya tidak kumuh.

Pengunjung sendiri tidak dipungut biaya ketika masuk ke kawasan tersebut, termasuk tidak ada penarikan retribusi parkir. Hanya saja, pengunjung diharapkan menjaga etika kesopanan, termasuk tidak membuang sampah sembarangan.

Editor : Kholistiono