Harga Gabah Membaik, Petani di Kudus Bernafas Lega

ni di Undaan, Kudus terlihat memanen padi (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

ni di Undaan, Kudus terlihat memanen padi (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

KUDUS –Petani di Kabupaten Kudus saat ini bisa bernafas lega, karena harga gabah tidak mengalami penurunan. Untuk per kwintalnya, saat ini masih di kisaran harga Rp 480 ribu.

Rokim, salah satu petani yang ada di Desa Medini, Undaan misalnya,dirinya mengaku sudah menjual padinya kepada pembeli dengan sistem tebas. Di mana, pembeli langsung membeli padi milik petani di sawah.

“Saat ini saya sudah diberikan uang muka dari pembeli padi sebesarRp. 1 juta. Nanti, ketika padinya sudah dipetik, yakni sekitar seminggu kedepan, pembeli  akanlangsung melunasi. Alhamdulillah, saat ini harga padi masih bagus . Yakni kisaran Rp480 ribu per kwintalnya,” katanya.

Menurutnya, masih membaiknya harga gabah tersebut, katanya salah satunya dipengaruhi faktor cuaca yangcukup cerah. Meskipun terkadang ada hujan,itu pun hanya sesekalisaja.

Menuruntya, dirinya sudah melakukan transaksi penjualan padi dua hari lalu. Pembeli sepakat dengan harga yang sudah diminta, yakni kisaran Rp 480 ribu. Pembelinya sendiri, katanya masih dari wilayah Undaan.

“Lahan saya ini satu kedok atau seluas 1.400meter. Pembeli menghargai padi saya satu kedok tersebut Rp 6 juta.Selain itu saya juga sudahmenerima uang muka Rp 1 juta. Namun, untuk pemotongan padinya sekitar 5 hingga 7hari kedepan,” ujarnya.

Selain itu, pembeli padi dari Glagahwaru, Undaan Rohman mengatakan,pihaknya berharap cuacanya bisa cerah selalu.Sebab jika cuaca baik jugaakan menstabilkan harga.

“Cuaca cerah semacam ini kan bisa menjemur padi dan memprosesnyamenjadi beras dengan cepat. Sehinga padi yang baru di panen juga tidak menumpuk terlalu lama di gudang penggilingan padi,” imbuhnya. (EDY SUTRIYONO/KHOLISTIONO)

Padi Ambruk, Petani Undaan Kudus Terancam Merugi

Salah seorang petani di Undaan sedang mengikat padi miliknya yang ambruk karena hujan dan angin (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Salah seorang petani di Undaan sedang mengikat padi miliknya yang ambruk karena hujan dan angin (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

KUDUS – Setelah terjadi angin kencang disertai hujan lebat yang menerjang wilayah Kudus beberapa hari yang lalu menyebabkan padi milik petani di Undaan, Kudus ambruk. Akibatnya, banyak petani terancam merugi.

Dari pantuan MuriaNewsCom, pada Rabu (6/1/2016) ada beberapa lahan tanaman padi milik petani yang roboh. Di antaranya di Desa Terangmas, Kecamatan Undaan.

Seperti penuturan Sobirin, petani di Desa Terangmas, dia menyatakan bahwa setiap padi milik petani yang berada di sawah sebagian roboh.

“Untuk menghindari pembusukan padi yang ambruk, maka kami harus mengikatnya. Supaya padi yang belum sempat di panen ini tidak membusuk terkena lumpur ketika  ambruk,” ujarnya.

Porkah, yang juga petani di tempat tersebut menyampaikan, jika padi yang ambruk tersebut tidak segera diikat, maka potensi kerugian petani akan semakin besar. Karena, padi itu terkena lumpur dan bisa cepat membusuk.

“Selain busuk, Petani juga akan rugi. Sebab saat ini harga padi untuk satu kedok (1.400meter) bisa mencapai Rp 6 juta. Akan tetapi bila padinya ambruk dan tidak diikat, maka pembeli akan menghargai sekitar Rp 5,5 juta atau bahkan bisa kurang,” imbuhnya. (EDY SUTRIYONO/KHOLISTIONO)