Nasihat Gus Mus untuk Pandu Wijaya : Kerja Jangan Diforsir, Luangkan Waktu untuk Keluarga

Pandu Wijaya (baju kotak-kotak) dan keluarganya saat bersilaturrahmi dengan Gus Mus di Pesantren Raudlatut Tolibin Rembang, Jumat (25/11/2016). (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Pandu Wijaya (baju kotak-kotak) dan keluarganya saat bersilaturrahmi dengan Gus Mus di Pesantren Raudlatut Tolibin Rembang, Jumat (25/11/2016). (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – Lebih dari satu jam KH Mustofa Bisri atau Gus Mus berbincang santai dengan Pandu Wijaya, seorang pemuda asal Desa Ketapang, Probolinggo, Jawa Timur, yang nota bene telah menghina Gus Mus dalam cuitannya di Twitter beberapa hari lalu.

Pandu  bersama ibu dan kedua kakaknya sengaja datang ke Ponpes Raudlotut Tolibin Rembang, Jumat (25/11/2016) siang, untuk meminta maaf secara langsung kepada Gus Mus terkait penghinaan yang dilakukannya.

“Jaga kesehatan agar tubuh tetap fit. Rasul saja menganjurkan kepada kaumnya supaya kerja itu bisa diatur. Luangkan waktu untuk keluarga, kakak, maupun yang lainnya,” ujar Gus Mus dihadapan Pandu yang kemudian disambut gelak tawa semua tamu yang ada.

Dalam kesempatan itu, Gus Mus juga menanyakan kepada Pandu soal ucapan “Ndasmu” yang ditulisnya di Twitter beberapa hari lalu. “Omongan iku sering mbuk lontarke ning kabeh wong? Opo cuma karo aku? (kata itu “Ndasmu”, apakah sering kamu lontarkan ke setiap orang? Apa cuma sama kepada saya saja?). Kalau sering dilontarkan ke setiap orang, bahaya itu,” kata Gus Mus.

Gus Mus juga menyampaikan, jika dirinya pernah berjanji, agar bisa bijak menyikapi segala sesuatu. “Saya sudah berjanji kepada diri saya sendiri. Bila ada orang yang menyalahkan saya, itu saya terima dan kalau memang orang itu salah ya sudah saya maafkan. Bisa jadi orang itu digerakkan oleh Tuhan,” ucapnya.

Terkait kasus ini, Gus Mus berharap kepada keluarga yang bersangkutan supaya tidak memarahi Pandu. Supaya urusan tersebut bisa selesai dengan baik. “Jangan marahi ya Bu, dia mungkin capek dengan kerjanya. Sehingga sampai menuangkan kata-kata itu ke saya. Mungkin juga yang salah itu ialah orang-orang yang memanggil saya kiai,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

Minta Maaf ke Gus Mus, Ini Kata Pandu Wijaya soal Penghinaan yang Dilakukannya

Pandu Wijaya (baju kotak-kotak) saat bersilaturrahmi di kediaman Gus Mus, pada Jumat (25/11/2016). (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Pandu Wijaya (baju kotak-kotak) saat bersilaturrahmi di kediaman Gus Mus, pada Jumat (25/11/2016). (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – Sosok Pandu Wijaya, warga Perumahan Bromo Desa Ketapang, Probolinggo, Jawa Timur yang dalam dua hari ini mendapat sorotan publik gara-gara melakukan penghinaan terhadap KH Mustofa Bisri atau Gus Mus di akun Twitter @panduwijaya_akhirnya sowan ke kediaman Gus Mus di kompleks Pondok Pesantren Raudlatut Tholibin Rembang, Jumat (25/11/2016) siang.

Pandu Wijaya yang tiba di Ponpes Raudlatut Tholibin Rembang sekitar pukul 14.00 WIB, didampingi ibu dan kedua kakaknya yang masing-masing bekerja di Pemda Probolinggo dan Polisi yang bertugas di Polres Probolinggo. Selain itu, Pandu juga didampingi beberapa pengurus GP Ansor Kraksaan, Probolinggo.

Kedatangannya ke Ponpes Raudlatut Tholibin Rembang untuk meminta maaf secara langsung kepada Gus Mus, karena apa yang dilakukannya beberapa hari lalu telah membuat banyak orang tidak nyaman dan hal itu salah.”Saya khilaf. Waktu itu saya lagi emosi dan capek habis kerja. Saya khilaf, khilaf dan khilaf,” ucapnya hadapan Gus Mus.

Pandu juga mengaku jika dirinya tahu dengan Gus Mus selama ini dari televisi dan media sosial. “Saya tahu hanya di TV dan dunia maya. Ternyata setelah bertemu dan meminta maaf, Beliau-nya bisa dijadikan panutan serta contoh bagi warga,” ungkapnya.

Kemudian, terkait adanya sanksi SP 3 yang diberikan pihak perusahaan di tempat dia bekerja, yakni PT Adhi Karya, dirinya menyerahkan sepenuhnya kepada atasan.  “Saya serahkan ke atasan saya saja. Kemudian, hal lain, yakni jika ada anggota Banser atau Ansor daerah lain menempuh jalur hukum, saya cuma bisa berkata saya khilaf dan meminta maaf kepada warga NU,” tuturnya.

Sementara itu, salah satu anggota GP Ansor Kraksaan, Probolinggo, Jawa Timur, Taufiq mengatakan, sebelum Pandu datang ke Rembang dan meminta maaf kepada Gus Mus, Ansor sudah datang ke pihak keluarga Pandu dan menyarankan untuk beritikad baik meminta maaf ke Gus Mus.

“Sebelum Pandu pulang dan masih di Jakarta, kita mendatangi keluarga dengan persuasif, menyarankan untuk beritikad baik. Dan setelah itu, pihak keluarga langsung memanggil Pandu untuk pulang dan sowan ke Gus Mus,” ujarnya.

Editor : Kholistiono

Pemuda yang Hina Gus Mus Ini Akhirnya Datang ke Rembang dan Minta Maaf

 Bahtiar Prasojo (tengah) usai bersilaturrahmi di kediaman Gus Mus di Rembang dan meminta maaf atas perbuatannya yang telah menghinga Gus Mus, Jumat (25/11/2016). (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)


Bahtiar Prasojo (tengah) usai bersilaturrahmi di kediaman Gus Mus di Rembang dan meminta maaf atas perbuatannya yang telah menghinga Gus Mus, Jumat (25/11/2016). (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang  – Selain Pandu Wijaya yang melakukan penghinaan terhadap KH Mustofa Bisri atau Gus Mus di akun Twitternya @panduwijaya_ yang kemudian mendapatkan kecaman dari banyak orang, karena dianggap sangat kasar dan tidak pantas, seorang lagi juga mendapatkan sorotan dari berbagai kalangan. Adalah pemilik akun Facebook Bahtiar Prasojo.

Dalam kicauannya di akun Facebook miliknya, Bahtiar menuliskan perkataan yang bernada meremehkan dan menghina Gus Mus. Dengan menyertakan sebuah link berita salah satu media online, dirinya menulis status “Orang Kayak Gini Pantesan Punya Mantu Model2 Ulil Abshar Abdalla (Aktivis JIL). Tukang Sindir kayak Gini Dipanggil Kyai, Ulama, Gus?”

Tulisan tersebut, sontak membuat geram dari banyak orang, khususnya Organisasi GP Ansor. Terlebih GP Ansor yang ada di Jawa Tengah. Sebab, pemilik akun facebook tersebut ternyata merupakan warga Desa Pangkah RT 02 RW 02, Kecamatan Pangkah, Kabupaten Tegal.

Karena menyadari apa yang dituliskan tersebut salah dan menimbulkan banyak orang tidak nyaman, pada Jumat (25/11/2016), Bahtiar Prasojo (25) bersama keluarga dan didampingi pengurus GP Ansor Pangkah, Tegal bersilaturrahmi ke kediaman Gus Mus di Rembang, guna meminta maaf secara langsung.

“Saya ke sini untuk meminta maaf kepada Gus Mus. Saya khilaf atas apa yang telah saya tuli. Dan saya berjanji tak akan mengulangi lagi,” ujar Bahtiar.

Dirinya mengaku, jika apa yang ditulis di akun Facebook miliknya tersebut  tidak bermaksud apa-apa, dan juga tidak ada yang menyuruh atau memback up dirinya . “Saya datang untuk meminta maaf atas dasar kesadaran, dan juga dorongan moral dari teman-teman Ansor,” ungkapnya.

Facebook

Facebook

Di hadapan Gus Mus, dirinya mengaku mendapat wejangan agar tidak terlalu suka yang berlebihan dan tidak terlalu benci kepada seseorang.

Sebelum datang meminta maaf secara langsung ke kediaman Gus Mus, Bahtiar juga telah meminta maaf secara terbuka di akun Facebook miliknya. Begini isinya:

SURAT PERMOHONAN MAAF TERBUKA Kepada Yth. K.H. Mustofa Bisri (Gus Mus), Lembaga-Lembaga NU, dan Semua Pihak yang Tersinggung. 

Saya Bahtiar Prasojo , 25 Th, Alamat Desa Pangkah RT 02 RW 02 Kecamatan Pangkah Kabupaten Tegal.
Dengan ini Meminta Maaf atas Status, Postingan, Share, dan Komentar yg Saya Unggah Mengenai K.H. Mustofa Bisri (Gus Mus) Melalui Media Sosial FACEBOOK. Saya Menyesal dan Memohon Maaf yang Sebesar-besarnya, Seikhlas-ikhlasnya atas itu Semua.
Terima Kasih
.

Terima Kasih Kepada PC GP Ansor Kabupaten Tegal yang Telah Melakukan Tabayyun Kepada Saya dan telah Mengingatkan saya.

Pangkah, Tegal , 24 November 2016

Sementara itu, perwakilan Pimpinan GP Ansor Pangkah, Kabupaten Tegal Nur Rofiudin mengatakan, bahwa yang bersangkutan yakni Bahtiar dimungkinkan sering membaca berita-berita tak jelas di media.”Sehingga hal itu menimbulkan emosi, yang akhirnya membuat ungkapan-ungkapan yang kurang bagus di media sosial,” bebernya.

Dalam hal ini, dirinya sengaja ikut mendampingi yang bersangkutan ke kediaman Gus Mus, karena yang bersangkutan ingin bertabayun dan supaya permasalahan tersebut tak melebar. “Kita sebagai organisasi Ansor memang menyarankan Bahtiar supaya bisa meminta maaf Gus Mus,” ujarnya.

Dia menambahkan, bilamana ada organisasi Ansor wilayah lain yang akan melaporkan ke pihak berwajib terkait kasus ini, maka pihak Ansor Tegal akan berkoordinasi dengan Ansor di wilayah lain.

Editor : Kholistiono

Gus Mus Minta Pandu Wijaya Tidak Dipecat sebagai Karyawan PT Adhi Karya

Facebook

Facebook

MuriaNewsCom,Rembang – Akibat penghinaan yang dilakukan Pandu Wijaya terhadap KH Mustofa Bisri atau Gus Mus, banyak netizen di Twitter menyerukan agar Pandu Wijaya, yang merupakan karyawan PT Adhi Karya segera dipecat.

Hal tersebut, ternyata juga direspon oleh Gus Mus. Dalam hal ini, Gus Mus meminta agar pemecatan terhadap Pandu Wijaya tidak dilakukan oleh bos PT Adhi Karya.

Janganlah. Dia sudah menyesal dan meminta maaf. Al-Musãmih kariim…,” cuit Gus Mus lewat akun Twitter-nya @gusmusgusmu seperti dilihat MuriaNewsCom, Jumat (25/11/2016) pagi tadi.

Sebelumnya, Komisaris Utama PT Adhi Karya Fadjroel Rachman juga telah meminta maaf kepada Gus Mus atas nama pribadi dan perusahaan lewat akun Twitter-nya @fadjroeL.

“Atas nama pribadi dan @AdhiKaryaBUMN saya ucapkan MOHON MAAF SEBESAR-BESARNYA kepada @gusmusgusmu atas ucapan tak pantas karyawan kami – FR,” cuitnya.

Merespons Fadjroel, Gus Mus juga bijak saja menanggapi. Sosok yang menyebut dirinya ‘orang bodoh yang tak kunjung pandai’ di Twitter ini merasa tidak ada yang perlu dimaafkan.

Baca juga : Dihina “Bidah Ndasmu”, Begini Sikap Arif Gus Mus

“Tidak ada yang perlu dimaafkan, Mas Fadjroel. Kesalahannya mungkin hanyalah menggunakan ‘bahasa khusus’ di tempat umum. Maklum masih muda,” tulis Gus Mus di akun Twitter-nya @gusmusgusmu pagi ini sambil menyertakan emotion senyum.

Lewat akun Facebook-nya, Gus Mus juga menyampaikan kepada Fadjroel dan PT Adhi Karya agar Pandu Wijaya tidak dipecat.

Saudara Fadjroel Rachman dan Adhi Karya BUMN dengan sungguh-sungguh memintakan maaf atas ucapan salah satu karyawannya. Maka dengan sungguh-sungguh saya menjawab: Tidak ada yg perlu dimaafkan, Mas Fadjroel. Kesalahannya mungkin hanyalah menggunakan ‘bahasa khusus’ di tempat umum. Maklum masih muda. Saya mohon jangan sampai si karyawan dipecat, sebagaimana usul sementara orang,” tulis Gus Mus.

Gus Mus sendiri berharap kasus ini jadi pelajaran berharga. Dia meminta agar orang jangan mudah emosi dan marah jika dihina atau direndahkan oleh orang lain.

Sementara itu, akun Twitter @panduwijaya_ hingga saat ini masih digembok. Sebelumnya Pandu Wijaya juga telah meminta maaf kepada Gus Mus melalui akun Twitternya.  “Nyuwun pangapunten atas kesalahan dalem, mugi2 @gusmusgusmu lan santrinipun maringi ngapunten,” tulis Pandu.

Baca juga : Ini Tanggapan Keluarga Gus Mus Soal Penghinaan yang Dilakukan Pandu Wijaya

Editor : Kholistiono

Ini Tanggapan Keluarga Gus Mus Soal Penghinaan yang Dilakukan Pandu Wijaya

Twitter

Twitter

MuriaNewsCom, Rembang – Melalui akun Twitter, seorang netizen bernama Pandu Wijaya menghina KH Mustofa Bisri atau Gus Mus. Akibat perbuatannya tersebut, netizen pemilik akun @panduwijaya_ itu langsung mendapat kecaman dari banyak orang, khususnya warga NU (Nahdlatul Ulama).

Cuitan Pandu Wijaya ini berbunyi, @gusmusgusmu Dulu gk ada aspal gus di padang pasir, wahyu pertama tentang shalat jumat jga saat Rasulullah hijarh ke madinah. Bid’ah Ndasmu!

Mereka menganggap, cuitan Pandu Wijaya tersebut sangat tidak sopan dan jauh dari adab mengingat bahwa Gus Mus yang merupakan sosok pengasuh Pondok Pesantren Raudlatuh Tholibin, Rembang tersebut adalah sosok yang sangat dihormati banyak orang karena ilmu dan kharismanya.

Akibat hal ini pula, kini berbuntut panjang. Ada yang akan membawa persoalan ini ke ranah hukum, ada yang meminta Pandu dipecat dari perusahaan dia bekerja, dan ada pula yang menyarankan agar Pandu Wijaya meminta maaf secara langsung kepada Gus Mus.

Baca juga : Dihina “Bidah Ndasmu”, Begini Sikap Arif Gus Mus

Terkait dengan penghinaan yang dilakukan Pandu Wijaya terhadap Gus Mus, pihak keluarga Gus Mus angkat bicara.

Wahyu Salvana atau yang akrab disapa Gus Wahyu, yang merupakan menantu dari Gus Mus menanggapinya dengan bijak dan tenang. “ Menghadapi hal seperti ini tentunya harus sabar. Kalau keras dihadapi dengan keras, maka akan poklek (patah). Oleh sebab itu, kita harus sabar,” ujar Gus Wahyu ketika disambangi MuriaNewsCom di Pesantren Raudlatuh Tholibin, Kamis (24/11/2016) malam.

Di damping salah satu santri, dirinya juga menyampaikan, jika kasus penghinaan seperti ini tak separah yang dialami Nabi Muhammad SAW ketika itu. “Zaman Jahiliyah itu malah lebih parah, bagaimana Nabi Muhammad SAW dihina dan dilecehkan orang lain. Tetapi, Nabi tidak marah. Hal itu, tentu harus menjadi pembelajaran bagi kita juga, agar tidak cepat marah juga dan sabar ketika dihina orang lain,” ungkapnya.

Selain itu, saat disinggung mengenai kasus penghinaan tersebut apakah dapat mengganggu kegiatan santri atau menimbulkan keresahan terhadap santri, pihaknya menuturkan, bahwa santri tidak terpengaruh dengan hal itu.

“Santri baik-baik saja. Sebenarnya, kalau orang tua atau ayah kita diperlakukan semacam itu, kita sebagai anak juga agak merasa marah dan gimana gitu. Namun, kita juga harus sabar. Namanya juga orang tersebut khilaf,” ucapnya.

Menurut informasi yang berkembang, Pandu Wijaya dikabarkan akan meminta maaf secara langsung kepada Gus Mus. Hal itu, juga ditanggapi positif dari pihak keluarga Gus Mus. “Kalau mau bertamu ya silakan, namanya juga tamu,” tuturnya.

Editor : Kholistiono