Pohon Palem Mati Lagi, Rekanan Proyek Revitalisasi Alun-alun Purwodadi Didenda

Salah satu pohon palem di kawasan alun-alun Purwodadi kondisinya terlihat mengering. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Meski aktivitas yang dilakukan dalam masa pemeliharaan proyek revitalisasi Alun-alun Purwodadi sudah berakhir, namun sorotan warga kembali muncul. Yakni, terkait matinya lagi pohon palem di sekeliling alun-alun yang dipermak dengan dana Rp 10,3 miliar itu.

Saat proyek berakhir di penghujung tahun 2016 lalu, pohon palem yang ditanam diketahui mati. Kemudian, pada masa enam bulan pemeliharaan, tanaman yang mati diganti baru. Namun, tanaman yang baru ini juga tidak bagus kondisinya.

Matinya pohon palem di alun-alun itu sebelumnya sudah diprediksi banyak warga. Sebab, proses penanaman pohon dinilai kurang tepat. Terutama, tidak dibukanya karung penutup di bagian akar pohon.

Saat pekerja melakukan penanaman ulang, beberapa warga yang kebetulan ada di alun-alun, sempat mengingatkan agar karungnya dibuka atau dilubangi. Namun, peringatan itu tidak diindahkan dan pohon itu tetap ditanam dengan kondisi akar tertutup karung rapat.

“Kalau ditanam sama karungnya maka tidak lama lagi tanaman palem yang baru ini akan segera layu. Soalnya, akarnya tidak bisa berkembang menembus tanah. Dulu, saya sempat mengingatkan pekerjanya waktu melakukan penananam. Kebetulan, saya waktu itu pas olahraga di alun-alun,” jelas Yogi, warga Purwodadi.

Pejabat Pembuat Komitmen Proyek Revitalisasi alun-alun Joni Sarjono menyatakan, pohon palem yang mati di alun-alun tidak dapat disulam kembali. Dengan kondisi itu, pihak kontraktor dikenai biaya pengganti sebesar Rp 18,7 juta. Hal ini merupakan hasil pengawasan dari Inspektorat Grobogan dan sudah disetujui oleh kontraktornya.

Dijelaskan, saat ini rekanan telah mengajukan serah terima pekerjaan atau final hand over (FHO). Namun, pihaknya belum menyetujui karena masih menunggu hasil pemeriksaan dari inspektorat.

Editor : Akrom Hazami

 

Kurang Perawatan, Belasan Pohon Peneduh di Alun-alun Purwodadi Mengering

 

Sejumlah pohon peneduh jenis palem yang belum lama ditanam di sekeliling Alun-alun Purwodadi, Kabupaten Grobogan, sudah terlihat kering daunnya, Jumat (13/1/2017). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Sejumlah pohon peneduh jenis palem yang belum lama ditanam di sekeliling Alun-alun Purwodadi, Kabupaten Grobogan, sudah terlihat kering daunnya, Jumat (13/1/2017). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan –  Warga mengeluhkan kondisi pohon peneduh yang berada di sekeliling Alun-alun Purwodadi. Sebab, pohon jenis palem tersebut sudah mengering, padahal baru saja ditanam.

“Dari luar pagar sekeliling alun-alun bisa terlihat pucuk pohon banyak yang kering. Kayaknya, pohon-pohon itu kurang perawatan,” kata warga bernama Prasetyo ketika ditemui saat sedang melihat lokasi alun-alun dari luar pagar seng.

Dari pantauan di lokasi, di sela-sela pagar terlihat ada banyak pohon peneduh yang sudah ditanam. Pohon peneduh yang tingginya sekitar dua meter ini jumlahnya sekitar 30 batang. Pohon ini ditanam di areal trotoar dan diberi kotak dari adukan pasir dan semen di sekelilingnya. Letak penanaman pohon peneduh ini di antara pot besar yang ditanami pohon pucuk merah.

Dari puluhan tanaman peneduh ini, ada belasan pohon yang batang dan daunnya sudah terlihat kering. Sebagian lagi baru sebagian daunnya yang terlihat berwarna cokelat. Sedangkan beberapa pohon masih terlihat hijau tetapi kondisinya terlihat kurang segar.

Kabid Tata Ruang pada Dinas Cipta Karya Tata Ruang dan Kebersihan yang sekarang berubah nama jadi Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman Joni Sarjono ketika dimintai komentarnya membenarkan adanya pohon penduh yang kondisinya mengering tersebut. Pihaknya juga sudah melakukan pengecekan ke lokasi.

“Beberapa warga sudah menyampaikan laporan dan sudah kita cek ke lapangan. Pihak rekanan sudah kita minta untuk mengganti tanaman yang mati,” kata Joni.

Menurutnya, meski proyek sudah rampung namun pihak rekanan masih punya tanggung jawab pemeliharaan pekerjaan. Masa pemeliharaannya selama enam bulan ke depan. Dalam masa pemeliharaan ini, kalau terjadi kerusakan masih jadi tanggung jawab pihak rekanan.

“Kalau ada kerusakan dari proyek masih jadi tanggungan rekanan. Enam bulan masa pemeliharaannya,” katanya.

Disinggung kapan pagar sekeliling alun-alun dibongkar, Joni menegaskan, sebenarnya pihak rekanan diminta untuk membuka akhir pekan ini meski tidak dibuka total. Tetapi di beberapa bagian yang tidak dicor untuk kantong parkir kendaraan. Tujuannya supaya masyarakat bisa melihat kondisi alun-alun dan memanfaatkan untuk aktivitas.

“Hari ini, sebenarnya kita minta rekanan untuk membuka sebagian pagar. Minimal di titik masuk yang tidak ada cornya. Namun, rekanan minta waktu tambahan satu pekan lagi untuk membuka pagar sekeliling,” imbuhnya. 

Editor : Akrom Hazami