Alfamart di Dekat Pasar Tradisional  Gembong Pati Ditolak Pedagang 

Seorang warga naik sepeda motor, usai belanja di toko modern Alfamart yang ditutup sementara karena tidak kantongi izin toko modern. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Seorang warga naik sepeda motor, usai belanja di toko modern Alfamart yang ditutup sementara karena tidak kantongi izin toko modern. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Sejumlah pedagang yang tergabung dalam Paguyuban Seguyub Rukun Pegadang Pasar Gembong Pati (Serupa Sagemati) menolak adanya toko modern Alfamart yang berdiri di dekat pasar tradisional. Hal itu dikhawatirkan akan mengancam keberlangsungan pedagang tradisional.

“Jelas keberatan, karena dekat dengan pasar. Apalagi izinnya kelontong, tiba-tiba malah Alfamart. Paguyuban merasa keberatan, karena dekat pasar sehingga dampaknya besar bagi pedagang,” ujar Ketua Serupa Sagemati, Sahri, Senin (30/5/2016).

Ada tiga tuntutan yang dilayangkan Serupa Sagemati, yaitu toko dilarang menggunakan cat ciri khas Alfamart, struk belanja Alfamart, dan plastik pembungkus Alfamart. Tuntutan itu tertuang dalam Surat Penolakan Toko Swalayan Alfamart yang diberikan kepada Camat Gembong.

“Surat itu kami buat dengan penuh kesadaran tanpa adanya paksaan dari pihak manapun. Karena itu, kami tolak keberadaan Alfamart yang berada di Desa Gembong RT 3 RW IX yang izin usahanya bukan Alfamart,” imbuh Sahri.

Hal itu diamini Camat Gembong Edwin Riyono Chris Indianto. Ia mengaku didesak warga untuk menutup sementara toko modern yang berada di dekat pasar tradisional tersebut.

“Kami tidak melarang toko modern berdiri di situ, asalkan memenuhi syarat sebagai toko modern. Tapi nyatanya, pemilik toko menipu kami dengan izin toko kelontong. Realitasnya, pemilik buka toko modern dengan branding Alfamart,” kata Edwin.

Editor : Akrom Hazami