Wow… Petani di Grobogan ini Berani Tanam Padi Saat Musim Kemarau

Sejumlah petani di Desa Gebangan, Kecamatan Tegowanu sedang menanam padi di areal sawahnya. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Areal sawah di Grobogan ternyata tidak didominasi palawija di musim kemarau ini. Di beberapa tempat, justru ada petani yang malah memilih menanam padi. Salah satunya dilakukan petani di Desa Gebangan dan Desa Mangunsari, Kecamatan Tegowanu.

Meski musim kemarau sebagian petani berani menanam padi. Sebab, mereka bisa mengandalkan air yang disedot dari sungai.

“Debit air sungai masih mencukupi. Kondisi ini kita manfaatkan untuk tanam padi,” kata Sunarto, salah seorang petani, Senin (7/8/2017).

Petani sengaja menanam padi di luar musim. Sebab, areal sawah biasanya sering kena banjir saat musim penghujan. Hal ini terjadi akibat meluapnya air dari sungai yang sampai menggenangi areal pertanian.

Kepala Dinas Pertanian Grobogan Edhie Sudaryanto ketika dimintai komentarnya menyatakan, di Kecamatan Tegowanu ditargetkan ada perluasan areal padi sekitar 50 hektare pada musim kemarau ini. Upaya penanaman padi di luar musim ini dilakukan dalam rangka mendukung program pemerintah untuk mengamankan stok pangan.

Selain di Tegowanu, ada juga penananam padi di daerah lainnya. Yakni, di Desa Karangasem, Kecamatan Wirosari dengan luasan sekitar 25 hektar.

Sebelumnya, penanaman padi lebih dulu juga dilakukan petani di Desa Kalangbancar, Kecamatan Geyer. Pada lokasi ini, areal tanam padi mencapai 100 hektar.

“Jadi petani yang menanam padi saat kemarau ini ada di beberapa tempat. Dari tanam musim kemarau ini diharapkan bisa menghasilkan panen sekitar 6 ton per hektar,” jelasnya.

Editor : Ali Muntoha

Wow, Produksi Padi Blora Meningkat Luar Biasa


Bupati Blora, Djoko Nugroho bersama Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Blora, Reni Miharti melakukan penanaman padi bersama di Desa Ngloram, Kecamatan Cepu. (ISTIMEWA)

MuriaNewsCom, Blora -Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Blora, Reni Miharti melaporkan bahwa sasaran tanam padi pada musim tanam 2016/2017 sampai tanggal 23 Februari yang lalu telah tercapai 67,31% (72.841 Ha).

“Di mana terjadi peningkatan capaian sebesar 30,18% dibandingkan pada musim tanam 2015/2016,” kata Reni di Blora, Selasa (28/2/2017).

Berdasarkan Angka Sementara 2016 BPS, produksi padi Kabupaten Blora tahun 2016 mencapai 532.755 ton, meningkat 95.582 ton (21,86%) dari tahun sebelumnya. Capaian ini merupakan yang tertinggi selama 10 tahun terakhir.

Turut hadir pada kegiatan tersebut Dandim 0721/Blora, Tim Pendamping Percepatan Tanam dari Kementan RI, Camat Cepu, Kades Ngloram dan anggota kelompok Tani Makmur.

Baca jugaBlora Lakukan Percepatan Tanam Padi di Desa Ngloram

Bupati Blora Djoko Nugroho mengatakan pangan merupakan kebutuhan dasar manusia. Untuk itu, dia meminta kepada para petani menanam padi dengan maksimal, sehingga dapat mendukung program swasembada pangan pemerintah.

“Tanam dengan baik, beri pupuk, ikuti arahan dari penyuluh, supaya memperoleh hasil yang maksimal”, ujarnya.

Editor : Akrom Hazami

Blora Lakukan Percepatan Tanam Padi di Desa Ngloram

Bupati Blora, Djoko Nugroho bersama pejabat setempat melakukan penanaman padi bersama di Desa Ngloram, Kecamatan Cepu. (ISTIMEWA)

MuriaNewsCom, Blora – Bupati Blora, Djoko Nugroho didampingi Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Blora, Reni Miharti, hadiri Gerakan Percepatan Tanam Padi Tahun 2017 di area persawahan Gapoktan Makmur, Desa Ngloram RT 03/04, Kecamatan Cepu seluas 225 Ha, Selasa (28/2/2017).

Djoko mengatakan pangan merupakan kebutuhan dasar manusia. Untuk itu, dia meminta kepada para petani menanam padi dengan maksimal, sehingga dapat mendukung program swasembada pangan pemerintah.

“Tanam dengan baik, beri pupuk, ikuti arahan dari penyuluh, supaya memperoleh hasil yang maksimal”, ujarnya.

Lebih lanjut, Kokok, sapaan akrab Bupati Blora itu juga mengatakan bahwa dalam 3 tahun terakhir, peningkatan tanam padi di Kabupaten Blora naik secara signifikan.

Kegiatan ini merupakan perwujudan dari Kegiatan Percontohan Padat Karya Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) di Gapoktan Makmur Desa Ngloram Kecamatan Cepu seluas 160 Ha, yang dibiayai olah tanahnya untuk mendukung Program Upaya Khusus (Upsus) Pajale.

Editor : Akrom Hazami