Padi Ambruk, Petani di Gulang Mejobo Terancam Merugi

Salah satu petani di Desa Gulang, Mejobo mengecek kondisi padi setelah diterjang angin. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Salah satu petani di Desa Gulang, Mejobo mengecek kondisi padi setelah diterjang angin. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Sejumlah petani di Desa Gulang, Kecamatan Mejobo, Kudus terancam merugi. Hal ini, gara-gara tanaman padi yang berada di sawah desa setempat banyak yang ambruk karena diterjang angin.

Ruslan, salah satu petani di desa tersebut mengatakan, padi yang ambruk tersebut rata-rata berusia tiga bulan dan dalam waktu dekat direncanakan untuk dipanen. Namun, dengan kondisi itu, petani khawatir tak bisa memanen padinya dengan hasil maksimal.

“Banyak yang ambruk, padahal sebentar lagi panen. Kalau kondisinya begini, tentunya kami juga harus melakukan penanganan secara cepat. Kami mengikat padi-padi itu agar tidak terkena air. Kami juga akan menyemprot padi supaya dapat berisi lagi,” ujarnya, Jumat (4/3/2016).

Dari pantauan MuriaNewsCom, memang rata-rata padi warga Gulang maupun Payaman Mejobo yang berada di dekat jalan lingkar kondisinya ambruk.

Menurutnya, kondisi seperti ini bukan hanya sekali ini saja. Namun, beberapa waktu lalu ketika musim hujan dan angin kencang, banyak tanaman padi milik petani juga ambruk.

Editor : Kholistiono
Baca juga : Belasan Hektare Tanaman Padi di Mejobo Kudus Roboh Diterjang Angin Kencang

Belasan Hektare Tanaman Padi di Mejobo Kudus Roboh Diterjang Angin Kencang

Kondisi padi di Mejobo yang ambruk akibat hujan deras dan angin kencang (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Kondisi padi di Mejobo yang ambruk akibat hujan deras dan angin kencang (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Belasan hektare tanaman padi di Desa Payaman dan Gulang, Kecamatan Mejobo, Kudus ambruk. Hal ini akibat hujan disertai angin kencang pada Kamis (18/2/2016) sore.

Sutar, warga Desa Payaman RT 1 RW 3 mengatakan, sore kemarin, sekitar pukul 16.30-17.30 WIB, hujan sangat deras yang disertai angin. Hal itu menyebabkan sebagian tanaman padi milik petani ambruk. “Untuk punya saya sendiri itu ada sekitar 100 meter tanaman padi yang ambruk,” katanya.

Ia katakan, padi yang ambruk rata-rata berumur 2 hingga 2,5 bulan. Bahkan ada beberapa padi yang sudah siap panen. “Selain Desa Payaman, sawah yang berada di Desa Gulang juga mengalami
hal yang sama,” ujarnya.

Maseno (45) warga Desa Gulang mengatakan, diperkirakan padi yang ambruk  tersebut mencapai 14hektare yang terdapat di  dua desa.”Padi yang ambruk ini,rata-rata yang berada ditepi Jalan Lingkar Ngembal Kudus,” ungkapnya.

Terkait kondisi itu, petani kemudian mengikat padi, agar tidak membusuk terkena air ataupun lumpur. “Supaya tidak membusuk ya diikat,”  pungkasnya.

Editor : Kholistiono