TPI Juwana Ditarget Hasilkan PAD Rp 5 Miliar Selama 2017

 Suasana pembongkaran ikan di TPI Unit II Juwana. (MuriaNewsCom/Lismanto)


Suasana pembongkaran ikan di TPI Unit II Juwana. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Pemkab Pati menargetkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari TPI Unit II Juwana bisa tembus di angka Rp 5 miliar selama 2017. Target tersebut naik Rp 900 juta dari target Rp 4,1 miliar pada 2016.

Kepala TPI Unit II Juwana Riyanto mengaku optimis bisa memenuhi target tersebut. Sebab, pihaknya bisa memperoleh pendapatan Rp 5,5 miliar dari yang ditargetkan Rp 4,1 miliar selama 2016. Artinya, PAD yang bersumber dari TPI Unit II Juwana mengalami surplus Rp 1,4 miliar pada 2016.

“Kami sangat optimis bisa memenuhi target Rp 5 miliar. Dari delapan TPI yang ada di Pati, kami selalu menyumbang pendapatan paling besar. Di sini, banyak kapal purse seine yang bongkar,” ujar Riyanto, Kamis (2/2/2017).

Menurutnya, harga lelang ikan di TPI Unit II Juwana cukup tinggi sehingga banyak kapal pengangkut ikan yang bongkar ikan di sana. Hal itu yang membuat pendapatan di tempat tersebut lebih tinggi ketimbang TPI lainnya di Kabupaten Pati.

“Harga lelang di sini cukup bagus dibanding di daerah lain. Makanya, banyak kapal dari Juwana sendiri atau daerah lain yang ikut melelangkan hasil tangkapannya di TPI Juwana Unit II,” tuturnya.

Bahkan, dengan harga lelang yang tinggi, banyak kapal dari Juwana yang memilih bongkar di Bali atau Situbondo, kemudian mengirim hasil tangkapannya ke Juwana dengan kendaraan truk. Langkah itu ditempuh supaya mereka bisa secepatnya kembali melaut, tanpa harus kembali ke Juwana.

Editor : Kholistiono

Jalur Lingkar Selatan Diklaim Tingkatkan Pendapatan PAD Pati

Sejumlah kendaraan melintas di Jalur Lingkar Selatan Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Sejumlah kendaraan melintas di Jalur Lingkar Selatan Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

PATI – Pemberlakuan aturan yang mewajibkan bus antarkota melewati Jalur Lingkar Selatan (JLS) ternyata memberikan dampak bagi peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Pati.

Sebab, pemberlakuan aturan tersebut untuk bus antarkota, termasuk angkutan masuk Terminal Kembangjoyo. Imbasnya, retribusi terminal meningkat tajam sehingga menambah pemasukan PAD Pati.

”Dengan aturan itu, bus antarkota dan provinsi masuk terminal. Penumpang dengan tujuan Semarang dan Surabaya yang awalnya menunggu di pinggir jalan, saat ini memilih menunggu di terminal,” ujar Kepala Terminal Induk Pati Kusmanto kepada MuriaNewsCom, Selasa (1/12/2015).

Imbasnya, pendapatan juga meningkat pada sejumlah kios atau toko yang ada di terminal. ”Pemberlakuan JLS bagi bus berdampak pada meningkatnya pengunjung di terminal. Selain retribusi meningkat, pendapatan kios juga naik,” imbuhnya.

Ke depan, pihaknya akan memprioritaskan perbaikan musala, kantor dan pengaspalan terminal. Dengan infratruktur yang menunjang, pendapatan dinilai akan semakin meningkat.

”Infrastruktur yang mendukung bisa meningkatkan pengunjung terminal. Dengan demikian, penerimaan PAD dari terminal juga bisa meningkat,” tukasnya. (LISMANTO/TITIS W)