Lokasi Museum Banjarejo Grobogan Mulai Dilirik untuk Hiking dan Outbound

Puluhan pelajar dari SMPN 3 Ngaringan sedang melangsungkan kegiatan hiking dan outbound di kawasan museum lapangan Desa Banjarejo, Kecamatan Gabus. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Lokasi museum lapangan purbakala di Desa Banjarejo, Kecamatan Gabus yang masih dalam proses pembangunan ternyata sudah mengundang daya tarik banyak orang. Tidak sekedar untuk melihat potensi purbakala saja namun ada acara lainnya yang dilakukan dikawasan tersebut. Yakni, melakukan kegiatan hiking dan outbound.

Selain rombongan anak muda, kegiatan di alam terbuka juga sudah dilakukan rombongan pelajar sekolah.

“Dalam dua minggu terakhir, sudah ada kegiatan hiking dan outbound di sekitar lokasi museum lapangan. Mereka ini sengaja melakukan inisiatif sendiri untuk melangsungkan kegiatan tersebut. Saya sangat mendukung dan mengapresiasi kegiatan alam yang dilakukan di sekitar museum lapangan itu,” kata Kades Banjarejo Ahmad Taufik, Sabtu (16/12/2017).

Menurut Taufik, lokasi museum lapangan memang cocok digunakan untuk kegiatan pecinta alam, seperti hiking dan outbond. Soalnya, lokasinya ada di kawasan perbukitan dan sekitarnya ada hamparan sawah.

Kemudian, disebelah utara museum lapangan juga terdapat lahan cukup luas milik penduduk yang ditanami jati. Dari rumah penduduk terdekat di Dusun Kuwojo, lokasi museum berjarak sekitar 600 meter. Untuk menuju ke lokasi, hanya bisa menggunakan kendaraan roda dua atau jalan kaki karena kondisi jalan masuknya masih setapak.

Puluhan pelajar dari SMPN 3 Ngaringan sedang melangsungkan kegiatan hiking dan outbound di kawasan museum lapangan Desa Banjarejo, Kecamatan Gabus. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Dijelaskan, pembangunan museum sudah dilakukan sejak bulan Oktober lalu. Saat ini progress pembangunannya sudah diatas 90 persen dan ditarget rampung sebelum akhir tahun ini.

Pembangunan museum lapangan konstruksinya masih sederhana. Hanya berupa fondasi, tiang penyangga dan atap. Ukuran museum lapangan 18 x 14 meter.

Pembangunan museum lapangan alokasi dananya Rp 200 juta yang bersumber dari APBD Grobogan. Selain itu, Pemkab Grobogan juga sudah mengalokasikan anggaran untuk ganti rugi lahan yang digunakan untuk museum lapangan.

Sebelum dibangun, di lokasi penemuan itu sebelumnya sudah dilakukan proses penelitian, dokumentasi hingga pengangkatan fosil dilakukan tim ahli purbakala dari beberapa instansi. Setelah itu, pihak Balai Pelestarian Situs Manusia Purba (BPSMP) Sangiran juga sudah membuatkan replika fosil. Replika fosil nanti akan ditempatkan persis sesuai kondisi awal

Editor: Supriyadi

Outbond Kebangsaan TMMD, Kodim 0733 BS Semarang Ajarkan Anak-anak Cinta Tanah Air

Anak-anak di Kelurahan Kalisegoro, Gunungpati, Semarang mengikuti acara outbond di sela-sela TMMD yang digelar Kodim 0733 Semarang.
(Kodim 0733 Semarang)

SEMARANG – Puluhan anak-anak di Kelurahan Kalisegoro, Gunungpati Semarang, Minggu (16/7/2017) bersuka cita dalam kegiatan Outbond Kebangsaan yang digelar dalam rangkaian kegiatan TNI Manunggal Membangun desa (TMMD) Reguler Ke-99 TA 2017 di wilayah Kodim 0733 BS Semarang, yakni Kalisegoro Gunungpati.

Dandim 0733 BS Semarang Letkol Inf M Taufiq Zega melalui Kaur Bhakti Kapten Inf Suryanto mengatakan bahwa dalam kegiatan outbound tersebut terselip pendidikan mental dan spiritual membentuk generasi yang memiliki kepekaan sosial, kebersamaman dan setia kawan.

“Anak-anak kita ajak bermain dengan materi-materi permainan tim. Kerjasama antar personal dan kelompok kami tenamkan, sehingga mereka mengerti makna persatuan dan kesatuan. Intinya mereka bisa merasakan Berat Sama Dipikul, Ringan sama Dijinjing”, ungkap Kapten Inf Suryanto.

Dandim berharap dengan outbound tersebut anak-anak jiwanya tertanam semangat kebersamaan dan setia kawan yang menjadi dasar dari semangat bela negara dan cinta tanah air. (nap)