Pamit Ngarit di Hutan, Perempuan dari Sumberagung Grobogan Ini Berhari-hari Tak Pulang

Sutimah (35), warga Desa Sumberagung, Kecamatan Ngaringan, Grobogan yang dilaporkan hilang setelah sebelumnya pamit mau cari rumput. (Dokumen keluarga)

MuriaNewsCom, Grobogan – Warga Desa Sumberagung, Kecamatan Ngaringan, Grobogan dibikin geger dalam tiga hari terakhir. Hal ini terkait hilangnya Sutimah (35), salah satu warga yang tinggal di Dusun Ngrejah.

Kades Sumberagung Rusno ketika dikonfirmasi membenarkan kalau ada warganya yang dilaporkan hilang. Bahkan, pihak keluarga juga sudah melaporkan hilangnya ibu dua anak itu pada pihak kepolisian.

Tidak hanya itu, upaya untuk mengabarkan hilangnya warga itu juga dilakukan lewat medsos. Yakni, menyampaikan informasi soal hilangnya Sutimah disertai fotonya.

“Sudah kita laporkan dan pencarian jejak lewat medos juga sudah dilakukan. Semoga, keberadaannya bisa segera terlacak,” jelasnya, Sabtu (19/8/2017).

Rusno menjelaskan, hari Kamis (17/8/2017) sekitar pukul 06.00 WIB, Sutimah pamit pada suami dan anaknya untuk pergi mencari rumput atau ngarit di pinggiran hutan di sebelah barat Dusun Ngrenjah.

Aktivitas ngarit di pinggiran hutan yang berbatasan dengan wilayah Todanan, Blora itu sudah biasa dilakukan sejak lama.

Hingga tengah hari, Sutimah belum juga pulang sehingga membuat resah pihak keluarganya. Akhirnya, suami Sutimah dan beberapa kerabatnya mencoba menyusul ke kawasan hutan. Namun setelah menyisir lokasi hingga masuk ke tengah hutan, keberadaan Sutimah tidak juga ditemukan.

“Begitu dapat kabar ada orang hilang, banyak warga ikut melakukan pencarian hingga ke wilayah Blora yang lokasinya memang berbatasan dengan Desa Sumberagung. Namun, hingga tiga hari ini hasilnya masih nihil,” sambung Rusno.

Editor : Ali Muntoha

2 Bulan, Nenek Asal Dawe Kudus Hilang Secara Misterius

Paisah (76) warga Dukuh Buloh RT 1 RW 8, Puyoh, Dawe, Kudus. (Repro)

Paisah (76) warga Dukuh Buloh RT 1 RW 8, Puyoh, Dawe, Kudus. (Repro)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Seorang nenek, Paisah (76 ), warga Dukuh Buloh, RT 01/8, Desa Puyoh Kecamatan Dawe, Kudus, hilang sejak dua bulan terakhir.

Keluarga telah melaporkan hilangnya Paisah ke Polsek Dawe. Selain juga, sejumlah anggota keluarga telah mencarinya ke sejumlah tempat.

Muati (40) anak Paisah, ibunya meninggalkan rumah, 23 April 2016, sekitar pukul 10 WIB. Biasanya, ibunya pergi ke rumah saudaranya di Dukuh Gerit, Desa Puyoh. “Ternyata, saat kami ke Dukuh Gerit, ibu tidak ada,” kata Muati.

Keluarga segera berupaya melakukan pencarian. Seperti dengan menyebar foto ibunya ke sejumlah tempat. Sampai kini, Paisah belum juga ditemukan.

Sebelum hilang, lanjut dia, ibu tinggal sendiri di rumah. Muati pernah mengajak Paisah tinggal bersamanya. Namun, Paisah selalu menolak. “Bahkan malah menyuruh kami pulang,” ujarnya.

Diketahui, rumah Muati berada di depan rumah Paisah.

Adapun ciri – ciri Paisah, ketika pergi memakai kebaya hitam dan kain jarik warna cokelat. Serta kain penutup kepala warna merah muda. Paisah memiliki tinggi sekitar 150 cm dan berkulit sawo matang. Ciri lain adalah pergelangan tangan kanan nampak benjol bekas luka patah. Bagi yang mengetahui ciri – ciri wanita tersebut, dapat menghubungi Muati. Dengan nomor ponselnya 0823 2856 0754.

Editor : Akrom Hazami

 

Ditemukan Bocah Hilang di Kudus, Ini Ciri-cirinya

Seorang anak laki-laki ditemukan di depan swalayan ADA Kudus, Kamis (24/3/2016), pukul 15.00 WIB. Diperkirakan berusia 4-5 tahun. Ciri-ciri, mengenakan kaus berwarna putih, celana pendek motif kotak-kotak, berambut ikal, dan kulit sawo matang. Sekarang bocah tersebut berada di kantor Polres Kudus di Jalan Jenderal Sudirman. Pengirim : Erwin warga Kudus

Seorang anak laki-laki ditemukan di depan swalayan ADA Kudus, Kamis (24/3/2016), pukul 15.00 WIB. Diperkirakan berusia 4-5 tahun. Ciri-ciri, mengenakan kaus berwarna putih, celana pendek motif kotak-kotak, berambut ikal, dan kulit sawo matang. Sekarang bocah tersebut berada di kantor Polres Kudus di Jalan Jenderal Sudirman.
Pengirim : Erwin warga Kudus

Misterius, Mbah Jo Hilang saat Mancing di Bawah Pohon Bambu di Kali Lusi Grobogan

Warga dan polisi mencari warga yang hilang di Kali Lusi, Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Warga dan polisi mencari warga yang hilang di Kali Lusi, Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

MuriaNewsCom, Grobogan – Sejumlah petugas kepolisian Selasa (8/3/2016) selepas magrib, berdatangan ke pinggiran Sungai Lusi. Tepatnya, dibawah jembatan gantung yang menghubungkan Kampung Jengglong, Purwodadi dan Desa Menduran, Kecamatan Brati.
Kedatangan polisi serta anggota tim SAR tersebut berkaitan adanya laporan orang hilang saat mancing di sekitar tempat itu.

Informasi dari lokasi kejadian menyebutkan, sejak sore hari, ada beberapa orang yang terlihat memancing ikan di bawah rerimbunan pohon bambu. Selama ini, lokasi itu memang sudah dikenal jadi tempat favorit mancing orang sekitar.

Menjelang waktu magrib tiba, para pemancing ikan itu mulai mengemasi peralatannya. Namun, beberapa orang sempat dibikin kaget karena ada sandal dan peralatan memancing milik pria yang dikenal dengan nama Mbah Jo, masih ada di situ. Sementara pemiliknya sudah tidak terlihat di lokasi.
Salah seorang temannya kemudian mencoba mendatangi rumah Mbah Jo yang berada tidak jauh dari lokasi mancing tersebut. Ternyata pihak keluarga menyatakan jika yang bersangkutan belum pulang. Selanjutnya, peristiwa itu dilaporkan pada pihak kepolisian.

Sementara itu, Kapolsek Kota AKP Parno menyatakan, laporan orang mancing yang dikabarkan hilang itu langsung ditindaklanjuti.

“Anggota langsung kita terjunkan ke lokasi untuk menindaklanjuti laporan ini. Saat ini kami masih berupaya mencari orang ini,” katanya

Editor : Akrom Hazami

Peziarah yang Hilang di Makam Sunan Kudus Bawa KTP Lama

Keluarga Sakur menunjukkan foto dan EKTP Sakur (67) yang hilang saat berziarah di Makam Sunan Kudus. (MuriaNewsCom/Merie)

Keluarga Sakur menunjukkan foto dan EKTP Sakur (67) yang hilang saat berziarah di Makam Sunan Kudus. (MuriaNewsCom/Merie)

 

KUDUS – H Sakur, (67), peziarah asal Balikpapan, Kalimantan Timur, yang hilang saat berziarah di makam Sunan Kudus 15 hari lalu, diketahui tidak membawa apa-apa. Terkecuali sebuah KTP lama.
Misran, adik ipar dari Sakur, mengatakan jika saat hilang, kakaknya itu memakai kemeja putih dengan motif kotak-kotak.

”Dia juga memakai kopiah putih dan celana hitam,” katanya kepada sejumlah wartawan di Bagian Humas Setda Kudus, Kamis (31/12/2015).

Selain itu, Sakur diketahui hanya membawa kartu tanda penduduk (KTP) tapi dengan jenis yang lama. Belum yang E-KTP. ”KTP-nya itu disimpan di saku kemejanya. Dan lagi, saat itu, dia tidak membawa uang sama sekali. Jadi kami bingung sekali memikirkan nasibnya,” jelasnya.

Sakur diketahui hilang pada Jumat (18/12/2015) lalu, saat berziarah di makam Sunan Kudus. Saat itu rombongan keluarga meninggalkan Sakur yang sedang tertidur di mobil, karena mengaku capek. Saat itu, mobil parkir di depan Taman Menara Kudus.

Misran mengatakan, sampai saat ini pihak keluarga masih terus berupaya mencari keberadaan Sakur. ”Kami sudah dua kali ini ke Kudus untuk mengetahui informasi di mana kakak saya itu. Tapi belum ketemu juga,” jelasnya.

Pihak kepolisian yang dilapori soal kejadian ini, juga belum memberikan informasi yang diharapkan. ”Kami disuruh menunggu. Nah, sambil menunggu itu, kami juga mencarinya sekali lagi kemana-mana,” tuturnya.

Keluarga sendiri sangat berharap ada informasi mengenai Sakur. Jika ada yang hendak memberikan informasi, dimohon menghubungi nomor 081347872417 atau 085389764201. (MERIE)

Tolong Siapa Saja, Bantu Temukan Pak Sakur dari Kalimantan yang Hilang saat Ziarah

H Sakur (67) seorang peziarah asal Kalimantan Timur, hilang sejak Jumat (18/12/2015), saat sedang berziarah di makam Sunan Kudus. (MuriaNewsCom/Merie)

H Sakur (67) seorang peziarah asal Kalimantan Timur, hilang sejak Jumat (18/12/2015), saat sedang berziarah di makam Sunan Kudus. (MuriaNewsCom/Merie)

 

KUDUS – Seorang peziarah asal Kalimantan Timur, hilang sejak Jumat (18/12/2015), saat sedang berziarah di makam Sunan Kudus. Nama peziarah tersebut adalah H Sakur, (67), warga Jalan Masma R Iswahyudi, Nomor 39, RT 070, Desa Gunung Bahagia, Balikpapan, Kalimantan Timur.

Sakur diketahui menghilang dari rombongan keluarganya, yang saat itu sedang berziarah di makam Sunan Kudus. Menurut istri Sakur, Kholilah (55) yang ditemui di Bagian Humas Setda Kudus, Kamis (31/12/2015), suaminya itu tidak diketahui keberadaannya, saat menjelang salat Subuh.

”Waktu itu, kami sampai di kawasan Menara Kudus pukul 23.00 WIB. Kami rombongan keluarga sebanyak dua mobil. Kami parkir di kawasan Taman Parkir Menara,” tuturnya kepada sejumlah wartawan.

Usai parkir, rombongan itu kemudian menuju masjid. Hanya saja, Sakur tidak ikut karena merasa kecapekan. Akhirnya, Sakur ditinggal rombongan dan tidur di mobil. Keluarga lainnya kemudian berziarah ke makam Sunan Kudus.

Menjelang Subuh, salah satu saudara ipar Sakur bernama Misran, kemudian mengecek ke mobil untuk melihat kondisi Sakur. Saat itulah, diketahui bahwa Sakur ternyata sudah tidak ada di mobil. Keluarga yang panik kemudian berupaya mencari ke sekitar lokasi. Namun tidak ditemukan juga.

”Kami juga melapor ke petugas Menara, makam, sampai ke polisi. Termasuk juga menyiarkannya di radio. Tapi belum ketemu juga,” terangnya.

Sampai hari ini, terhitung sudah hampir 15 hari Sakur menghilang. Karena saat itu tidak juga menemukan Sakur, keluarga tersebut kembali ke rumahnya yang ada di Bangkalan, Madura.

”Soalnya kami memang asli Madura. Juga untuk memudahkan proses pencarian bapak. Kami sudah dua kali ke Kudus untuk mencari bapak. Tapi belum ketemu juga,” kata Kholilah.

Kholilah berharap siapa saja yang menemukan suaminya itu, diharap bisa menghubungi keluarganya di nomor 081347872417 dan 085389764201. (MERIE)

Hampir 3 Bulan Hilang, Pemuda Asal Blora Ini Dicari Keluarganya

Suhartini menunjukkan foto Yeyen Salmet Pujianto (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

Suhartini menunjukkan foto Yeyen Salmet Pujianto (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

 

BLORA – Pasangan Sarmini dan Sugiyanto warga Dusun Karanglegi, Desa Patalan, RT 01 RW 06 Kecamatan Blora, kini dirundung kesedihan. Sebab, anaknya laki-lakinya yang bernama Yeyen Slamet Pujianto (25) kabur dari rumah sejak 3 Oktober 2015 lalu. Korban merupakan anak bungsu dari lima bersaudara.

Yeyen meninggalkan rumah sekitar pukul 01. WIB dini hari, pada 3 Oktober lalu. Penyebab menghilangnya korban dari rumah belum diketahui pasti.

Menurut penuturan Suhartini, kakak korban Selamet, bahwa adiknya tidak mengalami apa-apa, juga tidak sedang dalam masalah dirumah. “Korban tidak mengalami depresi atau masalah di rumah,” tutur Suhartini.

Ciri-ciri yang dikenakan Selamet ketika meninggalkan rumah yakni memakai kemeja biru, celana jeans biru menggunakan sepeda jengki.

Adapun ciri-ciri fisiknya, tinggi badan sekitar 150 cm, dua gigi depan copot, sedikit susah ketika diajak komunikasi, jalannya tidak normal seperti orang pada umumnya (sedikit mengkleng).

Sejauh ini, keluarga mengaku sudah berupaya mencarinya melalui beberapa usaha. Di antaranya dengan melapor ke pihak kepolisian, koramil, dan juga mencoba untuk menyebarluaskan info orang hilang melalui radio. “Sampai saat ini belum ketemu,” imbuhnya.

Menurut Suhartini, adiknya semula sudah pernah 6 kali meninggalkan rumah, tetapi berhasil ditemukan di Ngawi, Jawa Timur, Grobogan, Randublatung, Cepu, Kretekbrosot dan Kalimodang.

Bagi yang menemukan ciri-ciri tersebut, keluarga korban berharap agar segera melapor ke pihak kepolisian terdekat, atau bisa menghubungi keluarga ke nomor handphone 085235025319 atas nama Yadi. (RIFQI GOZALI/KHOLISTIONO)