Libur Natal dan Tahun Baru Tiba, 6 Wisata Air di Jepara Pas jadi Destinasi Pilihan

Pulau Panjang tampak dari udara (ISTIMEWA)

Pulau Panjang tampak dari udara (ISTIMEWA)

MuriaNewsCom, Jepara – Libur Natal dan Tahun Baru sudah di depan mata. Jepara menjadi salah satu primadona wisata yang patut dicoba di Keresidenan Pati.

Dari informasi yang dihimpun MuriaNewsCom, ada beberapa wisata air yang mampu mengubah liburanmu menjadi lebih wow. Wisata ini juga tetap ngehits, terutama bagi kalangan muda mudi.

  1. Air Terjun Songgo Langit di Bucu Kembang
air-terjun-songgolangit

Suasana objek wisata Air Terjun Songgolangit, Jepara. (Istimewa)

 

Objek wisata ini terletak di Desa Bucu, Kecamatan Kembang 30 km sebelah utara dari Kota Jepara. Air terjun ini mempunyai ketinggian 80 meter dan lebar 2 meter.

Panorama alam di sekitar objek wisata ini begitu indah dan udaranya cukup nyaman, sehingga sangat cocok untuk acara santai atau kegiatan rekreasi lainnya.

Di tempat pula banyak dijumpai kupu-kupu yang beraneka ragam jumlahnya dengan warna-warni yang cukup indah. Untuk mencapai objek wisata tersebut dapat ditempuh dengan kendaraan roda 2 maupun roda 4 dengan kondisi jalan beraspal.

 

  1. Goa Tritip di Jungwatu Donorojo
Goa Tritip yang mempesona. (ISTIMEWA)

Goa Tritip yang mempesona. (ISTIMEWA)

 

Goa Tritip adalah goa yang terletak di Ujungwatu, Donorojo atau 45 Km sebelah utara Jepara dekat dengan Benteng Portugis.

  1. Pulau Karimunjawa
Salah satu lokasi idaman di Karimunjawa yang ngehits saat ini. (ISTIMEWA)

Salah satu lokasi idaman di Karimunjawa yang ngehits saat ini. (ISTIMEWA)

 

Karimunjawa adalah kepulauan di Laut Jawa yang termasuk dalam Kabupaten Jepara, Jawa Tengah. Dengan luas daratan ±1.500 hektare dan perairan ±110.000 hektare, Karimunjawa kini dikembangkan menjadi pesona wisata Taman Laut yang mulai banyak digemari wisatawan lokal maupun mancanegara.

  1. Pulau Mandalika
Satu di antara pemandangan yang bisa dinikmati di Pulau Mandalika. (ISTIMEWA)

Satu di antara pemandangan yang bisa dinikmati di Pulau Mandalika. (ISTIMEWA)

 

Mandalika atau disebut juga Mondoliko, adalah sebuah pulau kecil di Laut Jawa, tepatnya di sebelah utara pantai utara Jawa Tengah. Secara administratif, pulau ini termasuk wilayah Kabupaten Jepara. Posisi lebih tepatnya berada di sebelah utara desa Ujung Watu, berjarak sekitar 2 km dan bisa dilihat dengan jelas dari desa tersebut.

Untuk menuju pulau ini bisa menggunakan perahu nelayan (perahu dengan mesin tempel) dan memerlukan waktu tempuh tidak lebih dari 0,5 jam. Di pulau ini berdiri sebuah mercu suar yang digunakan sebagai tanda batas daratan bagi kapal-kapal berbadan besar.

Letak Pulau Mandalika ini berhadap-hadapan langsung dengan lokasi wisata Benteng Portugis yang terletak persis di pinggir pantai desa Ujung Watu. Desa ini termasuk ke dalam wilayah kecamatan Keling yang masih dalam wilayah Kabupaten Jepara, dan berdekatan pula dengan perbatasan Kabupaten Pati, di sebelah utara kawasan pegunungan Muria.

  1. Pulau Panjang
Pulau Panjang tampak dari udara (ISTIMEWA)

Pulau Panjang tampak dari udara (ISTIMEWA)

 

Pulau Panjang adalah pulau yang terdapat di Jepara, Jawa Tengah. Pulau dengan luas 19 hektare ini berjarak 1,5 mil laut dari Pantai Kartini, Jepara.

Pulau ini memiliki pasir putih dengan dikelilingi laut dangkal berair jernih serta memiliki terumbu karang. Bagian tengah pulau ini terdapat hutan tropis dengan pohon yang tinggi menjulang serta diselingi perdu dan semak sebagai tempat burung laut berkembang biak. Flora di pulau ini dominasi oleh pohon Kapuk randu, Asam jawa, Dadap, serta Pinus.

 

  1. Telaga Sejuta Akar di Bondo Bangsri
Seorang wisatawan menikmati mentari di 6.Telaga Sejuta Akar. (ISTIMEWA)

Seorang wisatawan menikmati mentari di 6. Telaga Sejuta Akar. (ISTIMEWA)

 

Telaga Sejuta Akar adalah telaga yang terletak di Bondo, Bangsri, Jepara. Telaga yang berjarak 25 km dari pusat Kota Jepara dan baru dibuka pada tahun 2009 ini dikelilingi oleh pohon-pohon karet yang berjarak 25 km dari pusat kota Jepara.

Editor : Akrom Hazami

Debit Air Mulai Menurun, Upaya Pelestarian Alam Mendesak Dilakukan

sendang-coyo-maning2

Warga menikmati Sendang Coyo di Desa Mlowokarangtalun, Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Meski airnya masih terlihat cukup banyak, namun dari keterangan warga dan pengunjung, debit air di Sendang Coyo saat ini dinilai sudah turun dibandingkan beberapa waktu lalu. Menurunnya, debit air sendang ini disebut-sebut disebabkan beberapa hal.

Antara lain, sumber mata air Sendang Coyo ternyata juga digunakan untuk mencukupi kebutuhan air masyarakat sekitar. Yakni, lewat program Pamsimas maupun PDAM.

Program Pamsimas ini jangkauan layanannya terbatas hanya lingkungan warga di sekitar kawasan sendang saja. Sementara untuk jangkauan PDAM mencakup dua kecamatan. Yakni, Kecamatan Pulokulon dan Kradenan.

“Sumber mata air Sendang Coyo ini memang digunakan oleh banyak orang untuk keperluan sehari-hari. Selain itu, airnya juga dialirkan pula untuk irigasi pertanian di beberapa desa,” kata Sekretaris Desa Mlowokarangtalun Wahyu Hudiyono.

Menurutnya, beberapa waktu lalu, sumber air disitu memang cukup tinggi. Dimana, ketinggian air bisa sampai batas atas fondasi sekeliling sendang. Saat ini, ketinggian airnya hanya tinggal separuhnya saja.

Banyaknya pengguna air bisa jadi salah satu faktor menurunnya debit air sendang. Namun, bisa juga disebabkan sumber mata airnya yang memang mulai mengecil sehingga tidak bisa menggelontorkan air sebanyak dulu.

“Apapun sebabnya, upaya pelestarian mata air Sendang Coyo harus segera kita lakukan bersama. Sebab, keberadaan mata air ini dibutuhkan banyak orang,” katanya.

Waktu menyatakan, untuk melestarikan alam sekitar sendang tidak bisa dikerjakan pihak Desa Mlowokarangtalun saja. Tetapi perlu melibatkan instansi lainnya, seperti PDAM, Pemkab Grobogan dan juga Perhutani KPH Gundih selaku pemilik kawasan yang didalamnya terdapat Sendang Coyo tersebut.

Editor : Akrom Hazami

Pantangan Ini Harus Dipatuhi, Atau Akan…

Warga menikmati air yang jernih di Sendang Coyo, Kabupaten Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Warga menikmati air yang jernih di Sendang Coyo, Kabupaten Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Berdasarkan keterangan pengunjung maupun warga sekitar, dulunya sempat ada pantangan ketika berada di Sendang Coyo, Kabupaten Grobogan.  Di antaranya, tidak boleh mengambil ikan di dalam sendang yang berada di wilayah Desa Mlowokarangtalun, Kecamatan Pulokulon itu.

Namun, pantangan ini sudah tidak berlaku lagi. Bukan karena orang sengaja melanggar tetapi karena di dalam sendang sudah tidak terdapat ikan lagi.

“Dulu ketika sama masih SMA, dalam sendang banyak terdapat beberapa jenis ikan. Namun, sudah lama ikannya menghilang,” kata Sekretaris Desa Mlowokarangtalun Wahyu Hudiyono.

Ia menceritakan, ketika masih remaja, sendang itu sekelilingnya dibuatkan fondasi dari tatanan batu dan dikasih pagar kawat. Jadi, waktu itu orang tidak bisa mandi dalam sendang setiap saat. Namun, masih diperbolehkan untuk mengambil airnya.

Sendang baru boleh dipakai mandi atau kungkum dua kali dalam setahun. Pertama, tiap malam satu suro (Muharam) dan malam Jumat Legi di bulan yang sama. Jika pada bulan Muharam itu tidak terdapat hari Jumat Legi maka acara mandi atau kungkum sendang diganti pada hari Selasa Legi.

“Jadi, dulunya orang tidak bisa bebas masuk dalam sendang kayak sekarang. Barangkali aturan itu dulu diterapkan untuk menjaga supaya air alam sendang terjamin keasliannya,” jelasnya.

Pantangan lainnya yang masih terjaga sampai sekarang adalah soal mengadakan hiburan atau keramaian. Yang mana, acara keramaian tidak boleh dilakukan dekat lokasi sendang.

Setidaknya, acara diselenggarakan dalam radius 200 meter dari sendang. Menurut kepercayaan warga, kalau ada berani yang melanggar maka hiburannya tidak akan sukses.

“Cerita orang-orang tua dulu seperti itu kalau berani melanggar. Namun, kalau dipikir-pikir hal ini juga masuk akal. Soalnya, kalau hiburannya dilakukan dekat sendang pasti akan mengganggu pengunjung yang berwisata. Selain itu, aturan tidak tertulis ini juga merupakan upaya mencegah kerusakan alam disekitar sendang,” kata Wahyu.

Editor : Akrom Hazami

Khasiat Air Sendang, Dipercaya Bikin Awet Muda

Wisatawan menikmati air di Sendang Coyo di Kabupaten Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Wisatawan menikmati air di Sendang Coyo di Kabupaten Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Sebagian besar pengunjung Sendang Coyo yang berada di wilayah Desa Mlowokarangtalun, Kecamatan Pulokulon, Kabupaten Grobogan,  menyempatkan untuk mandi ketika berkunjung.

Setidaknya, mereka membasuh muka dengan air sendang yang berada di kawasan hutan Perum Perhutani KPH Gundih itu.

Perilaku pengunjung ini ternyata ada kaitannya dengan kabar yang menyebutkan jika air sendang itu punya khasiat khusus. Yakni, bisa membikin awet muda bagi yang mandi atau sekadar membasuh muka dengan air sendang itu.

“Saya pertama kali kesini, gara-gara penasaran dengan omongan banyak orang yang mengabarkan kalau air sendang ini bisa bikin awet muda. Pertama kali kesini sekitar 10 tahun lalu. Sampai sekarang, saya sudah 15 kali berkunjung kesini, baik sendirian atau bareng keluarga,” ujar Rahmanto, pengunjung Sendang Coyo yang mengaku berasal dari Blora.

Saat datang pertama, pria yang sudah memiliki dua anak itu sempat mandi bareng banyak pengunjung. Saat pertama menceburkan diri ke dalam sendang, ia mengaku kalau badannya langsung terasa segar. Kondisi air yang jernih dan sejuk membuatnya betah berendam dalam air.

“Pertama kali kesini, saya sempat berendam sampai satu jam lamanya. Rasanya, betah banget kalau sudah nyemplung dalam sendang,” katanya.

Menurutnya, sumber mata air alami dari kawasan hutan itu bisa jadi memiliki khasiat. Kemungkinan, ada kandungan zat atau vitamin alami dari proses alam. Hal inilah yang bisa menjadikan air sendang terasa segar ketika digunakan mandi atau membasuh muka.

“Air dari sumber alami ini biasanya ada kandungan zat yang bermanfaat bagi tubuh manusia. Barangkali, air di Sendang Coyo juga memiliki kandungan zat itu. Kalau airnya bisa bikin awet muda, rasanya kok kurang tepat. Buktinya, saya yang sering mandi kesini juga sudah kelihatan tua,” cetusnya sembari tertawa.

Komentar lainnya soal adanya khasiat air Sendang Coyo disampaikan Endang Supriyani. Pengunjung dari Purwodadi itu mengatakan jika air sendang yang sudah berusia ratusan tahun tersebut dinilai punya khasiat istimewa dan kesehatan kulit.

Ia sudah membuktikan sendiri setelah sering membasuh muka dengan air sendang tersebut selama belasan tahun. Setiap datang ke sendang, perempuan berusia 35 tahun itu selalu membawa membawa pulang air yang dimasukkan dalam jeriken kecil kapasitas 10 liter.

“Meski sudah sering kesini tetapi saya belum pernah mandi dalam sendang. Soalnya, yang mandi campur antara laki-laki dan perempuan jadi saya merasa kurang nyaman saja. Kalau kesini paling hanya cuci muka saja,” kata perempuan berambut panjang dan berparas cantik itu.

Ibu satu anak itu menyatakan, air yang diambil dari sendang dipakai untuk membasuh muka. Biasanya, dilakukan menjelang tidur malam.

Air yang segar dan alami itu diyakini bisa membersihkan kotoran yang menempel di wajah. Baik karena bekas kosmetik atau debu.

“Sumber air Sendang Coyo itukan masih alami dan belum banyak terkontaminasi polusi atau zat berbahaya lainnya. Barangkali inilah yang menjadikan air ini bagus buat kesehatan kulit. Jadi bukan lantaran mistis,” imbuhnya.

Beberapa pengunjung yang masih tergolong ABG saat dimintai komentarnya mengaku belum sepenuhnya percaya dengan mitos air yang bisa bikin awet muda itu. Sebab, selama ini, belum pernah bertemu dengan orang awet muda gara-gara sering mandi di Sendang Coyo itu.

“Nanti akan saya buktikan mitos ini. Kira-kira 15 atau 20 tahun lagi, saya masih tetap kelihatan muda apa tidak, setelah mandi disini,” cetus gadis yang memperkenalkan dirinya dengan nama Fitri itu.

Selain dipakai mandi, banyak pula pengunjung yang biasa mengambil air untuk diminum. Mereka meyakini jika air dari Sendang Coyo yang rasanya segar bisa dipakai obat beberapa penyakit.

“Beberapa waktu lalu, saya sering mengalami gangguan pencernaan. Kemudian, disarankan teman untuk minum air Sendang Coyo. Setelah beberapa kali minum, gangguan pencernaan jadi jarang kambuh. Barangkali ini karena airnya yang memang masih segar jadi tidak banyak mengandung kuman penyakit,” kata Sumantoyo, pengunjung asal Kecamatan Gabus.

Editor : Akrom Hazami