Sarang Burung Raksasa jadi Spot Selfie Baru di Pati

Dua orang pengunjung tengah berfoto di spot sarang burung Gogik di kawasan wisata Bukit Pandang, Durensawit, Kayen, Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Sarang burung raksasa saat ini menjadi salah satu spot menarik untuk selfie di kawasan wisata Bukit Pandang Ki Santa Mulya, Desa Durensawit, Kecamatan Kayen, Pati. Spot itu baru ditambahkan dan mulai digunakan pada Selasa (18/4/2017).

Pengelola bukit pandang, Krisno mengatakan, sarang burung yang bisa menampung dua hingga tiga orang tersebut dinamakan sarang burung Gogik. Pemberian nama itu tidak lepas dari sebuah legenda keberadaan burung raksasa di Pegunungan Kendeng pada zaman itu.

“Kami akan terus berinovasi untuk mengenalkan eksotisme Pegunungan Kendeng sebagai destinasi wisata. Sarang burung Gogik menjadi salah satu inovasi kami untuk menarik minat pengunjung dari kalangan anak muda,” ujar Krisno, Rabu (19/4/2017).

Sarang burung sendiri dibuat dari ranting kayu yang disusun secara melingkar dengan kerangka dari besi. Ranting-ranting kayu yang diambil dari hutan setempat itu membentuk lingkaran mirip sarang burung, menjadi spot yang paling banyak diburu.

Pengelola menyarankan kepada pengunjung untuk bergantian menggunakan spot baru itu untuk berfoto. Pasalnya, pengunjung wisata bukit pandang saat ini mencapai lebih dari 500 orang setiap harinya, lebih dari 2.000 orang pada Weekend dan hari libur.

Krisno mengaku, spot semacam sarang burung baru pertama kali ada di Pati. Karenanya, dia tidak heran bila spot baru itu menjadi rebutan pengunjung untuk berfoto selfie. “Ini satu-satunya dan baru pertama kali di Pati ada semacam ini,” ucap Krisno.

Wida, salah satu pengunjung asal Pati kota mengaku takjub dengan kawasan wisata tersebut. Dia menyebut pengelola cukup kreatif memanfaatkan potensi pemandangan alam yang indah dengan sesuatu yang kekinian.

“Sarang burung semacam ini sepertinya sudah pernah saya lihat di Instagram. Kalau di Pati ada seperti ini, sangat bagus. Cocok buat selfie dengan latar belakang perbukitan Gunung Kendeng yang hijau,” jelas Wida.
Editor : Kholistiono

Pokdarwis Bakal Dongkrak Objek Wisata di Desa Jrahi Pati

Sejumlah anggota kelompok sadar wisata (pokdarwis) dibina untuk pengembangkan obyek wisata di Desa Jrahi. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Sejumlah anggota kelompok sadar wisata (pokdarwis) dibina untuk pengembangkan obyek wisata di Desa Jrahi. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Sejuta potensi wisata yang ada di Desa Jrahi, Kecamatan Gunungwungkal, Pati diakui masih belum tersentuh. Padahal, desa tersebut menyimpan beragam wisata, mulai wisata alam hingga sosial-budaya.

Di bidang wisata alam, Desa Jrahi terdapat Air Terjun Grenjengan Sewu, Embung Mini, Pancur Songo, wisata tracking ke gunung, ecotourism, hingga agrotourism. Di bidang wisata sosial-budaya, penduduk Desa Jrahi terdiri dari warga lintas agama yang hidup berdampingan secara rukun.

“Ada banyak potensi wisata yang bisa dikembangkan di Desa Jrahi. Namun, selama ini belum ada yang tergerak untuk mengembangkannya. Kami mencoba untuk membuat terobosan agar potensi di Desa Jrahi tidak terbuang sia-sia,” ujar Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Jrahi, Edi Kristiyono kepada MuriaNewsCom, Rabu (4/5/2016).

Sementara itu, Kepala Desa Jrahi, Surani mengaku tidak punya cukup dana untuk mengembangkan potensi wisata di daerahnya. Infrastruktur berupa gapura dan jalan saja, kata dia, saat ini masih belum bisa mendukung untuk kegiatan wisata di sana.

Karena itu, pihaknya sempat mengadakan pembinaan untuk pokdarwis. Pemberdayaan pada pokdarwis diharapkan bisa mengembangkan potensi wisata di Desa Jrahi yang selama ini belum dilirik sebagai destinasi wisata.

“Kami berharap ada perhatian untuk Desa Jrahi, terutama infrastruktur jalan, gapura, dan pembangunan toilet untuk lokasi wisata. Wisata alamnya masih natural dan tidak kalah pentingnya di sini kerukunan umat beragama sangat baik. Ada gereja, masjid dan vihara,” tukasnya.

Editor : Akrom Hazami

Baca juga :

Wisata Desa Jrahi Pati Belum Dipedulikan