Kepala Dinas Ini Rela Nyamar Jadi Kernet untuk Bongkar Pungli di Dishub Kudus

MuriaNewsCom, Kudus – Sam’ani Intakoris Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dishub Kudus menangkap basah anak buahnya yang lakukan pungutan liar Retribusi Pengujian Kendaraan Bermotor. Untuk melakukannya, ia harus melakukan penyamaran sebagai kernet pikap.

Saat dihubungi MuriaNewsCom, ia membenarkan hal itu. Menurutnya dirinya memang melakukan tangkap tangan oknum petugas Dishub Kudus yang lakukan pungutan liar, tak sesuai ketentuan.

“Iya benar, ada oknum Dishub yang meminta lebih untuk retribusi (pengujian) kendaraan. Orang tersebut sudah kita bina dan geser,” ujarnya, melalui sambungan telepon, Senin malam (19/3/2018).

Menurutnya, operasi tangkap tangan yang dilakukannya bermula dari laporan warga yang mengeluh kepadanya. Keluhan tersebut terkait dengan proses Uji KIR.

“Saya kemudian berinisiatif untuk melakukan penyamaran, dengan memakai sandal jepit dan topi rimba. Tidak hanya itu, selama proses tersebut saya juga bertanya-tanya kepada sopir-sopir lain terkait proses tersebut. Nah ternyata memang ada tindakan pungli. Kejadiannya Kamis (15/3/2018) minggu kemarin,” tambahnya.

Dirinya menyebut, setidaknya ada dua oknum petugas Dishub yang melakukan tindakan pungli. Setelah terbukti, ia lantas menghukum anak buahnya itu.

“Kami sudah geser oknum tersebut, (tidak lagi menangani KIR). Sementara masih di Dishub. Namun ketika melakukan kesalahan lagi, bukan tak mungkin kita mutasi ketempat lain,” tegasnya.

Adapun, berdasarkan informasi yang dikumpulkan pungutan liar yang dilakukan yakni sebesar Rp 56 ribu. Padahal sesuai dengan Perda Kabupaten Kudus No 9/2011 Tentang Retribusi Pengujian Kendaraan Bermotor, jumlahnya tidak mencapai sebesar itu.

Terdapat empat tipe kendaraan sesuai dengan Jumlah Berat yang diperbolehkan (JBB). Pertama mobil bus dan mobil barang dengan JBB lebih dari 9.000 kilogram tarifnya sebesar Rp 35.000, sementara untuk tipe kendaraan tersebut dengan JBB sampai 9.000 kilogram tarifnya sebesar Rp 30.000. Sementara untuk kereta gandengan dan kereta tempelan tarifnya sebesar Rp 25.000 dan untuk mobil penumpang umum sebesar Rp 25.000.

Per item masih ditambah Retribusi penggantian tanda uji berkala sebesar Rp 6.500, retribusi penggantian buku uji berkala sebesar Rp 7.500 dan penggantian tanda samping Rp 2.000. Jika dikalkulasi, untuk kendaraan dengan JBB lebih dari 9000 kg, retribusi yang dibayarkan maksimal Rp 51.000. Sementara untuk kendaraan dengan tipe dibawahnya hanya Rp 46.000, dan Rp 41.000.

Terakhir, ia mengimbau kepada masyarakat untuk segera melapor jika merasa dipungut melebihi peraturan.

“Silakan lapor langsung kepada saya, sertakan bukti foto, agar kemudian tidak fitnah. Jikalau benar akan kami tindaklanjuti,” tutupnya.

Editor: Supriyadi

Bobol Apotek, Warga Kudus Ini Nyamar Jadi Tukang Becak

Kapolres Kudus AKBP Agusman Gurning menunjukkan linggis kepada pelaku saat gelar perkara, Rabu (18/10/2017). (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Tindakan AS (29) membobol apotek Viva, di Jalan R Agil Kumudya Kudus terbilang cukup rapi. Warga Kecamatan Kota ini bahkan menyamar menjadi tukang becak saat menjalankan aksinya.

Kapolres Kudus AKBP Agusman Gurning mengatakan, dalam melancarkan aksinya, AS menyewa becak dengan harga Rp 5 ribu. Selanjutnya, becak tersebut di parkir di depan apotek.

”Selain untuk mengelabuhi warga dan petugas, becak tersebut juga digunakan untuk membawa barang-barang curian,” kata Kapolres Kudus saat gelar perkara, Rabu (17/10/2017).

Baca: Jambret Asal Jepara Tewas Terlindas Truk usai Jambret Ibu-ibu di Tenggeles Kudus

Selanjutnya, lanjut Kapolres, pelaku menggunakan linggis untuk mencongkel jendela apotek. Jendela tersebut kemudian dimanfaatkan pelaku keluar masuk apotek untuk menggasak UPS komputer.

Di depan Kapolres, AS mengaku sudah menjual barang tersebut dengan harga Rp 200 ribu kepada temannya. Sedang untuk uangnya sudah habis digunakan untuk berfoya-foya.

“Awalnya yang dicari adalah uang, namun karena jumlah hanya Rp 41 ribu, pelaku memutuskan mengambil UPS tersebut,” ungkap Kapolres.

Kapolres Kudus menambahkan, dalam menangkap pelaku, petugas dibantu dengan rekaman CCTV Yang ada di apotek. Petugas lalu mencari pelaku dan berhasil ditangkap 02 Oktober 2017 jam 16.00 WIB.

“Korban merupakan seorang buruh swasta. Sedang aksi tersebut merupakan aksi kali pertama dilakukan olehnya. Pelaku diancam kurungan maksimal tujuh tahun lantaran melanggar Pasal 363 KUHPidana tentang pencurian dan penggelapan,” tegasnya. 

Editor: Supriyadi

Tangkap Penjudi Togel, Kapolsek Undaan Kudus Nyamar jadi Pembeli di Warung Kopi

Polisi saat memperlihatkan pelaku judi togel di Undaan, Kabupaten Kudus, Rabu. (Tribratanewskudus)

Polisi saat memperlihatkan pelaku judi togel di Undaan, Kabupaten Kudus, Rabu. (Tribratanewskudus)

MuriaNewsCom, Kudus – Kapolsek Undaan AKP Anwar menangkap pelaku judi togel di wilayahnya di warung kopi Desa Kalirejo, Selasa (10/1/2017) malam.

Uniknya, penangkapan pelaku judi togel dilakukan setelah kapolsek menyamar sebagai warga pada umumnya. Yakni mengenakan pakaian biasa layaknya pengunjung warung.

Anwar bergerak setelah sebelumnya mendapatkan informasi dari masyarakat tentang adanya praktik judi togel. Begitu dicek ke lokasi, ternyata info itu benar terjadi.

“Saya datang dengan pakaian bebas ke warung yang dimaksudkan. Kemudian benar saja kalau ada kegiatan judi jenis togel,” katanya kepada MuriaNewsCom, di Undaan, Rabu (11/1/2017).

Dia bersama tiga anggota segera melabraknya dan melakukan penangkapan tukang judi togel. Pelaku adalah Sutiyono (30) warga setempat. Dari penindakan, polisi mengamankan  barang bukti uang kertas tunai berbagai pecahan sejumlah Rp 758.000, dua unit ponsel, enam lembar rekapan kupon togel serta tas kecil.

Kepada polisi, pelaku mengaku telah melakukan aksinya selama setahun terakhir. Pelaku diancam pidana melanggar Pasal 303 KUHP yang  ancaman pidananya 10 tahun penjara.

Editor : Akrom Hazami