Waria Pati Kenalkan Seni Tari Tradisional

Dua anggota Iwapa berdandan laiknya ledek, menari dan bernyanyi dalam event edutainment untuk komunitas transgender, Rabu (10/5/2017) malam. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Ikatan Waria Pati (Iwapa) bersama Lakpesdam dan Fatayat NU menggelar berbagai kegiatan edutainment melalui kreativitas seni di Salza Hall, Pati, Rabu (10/5/2017) malam.

Salah satu pertunjukan yang mengundang decak kagum peserta adalah seni tari tradisional. Dua anggota Iwapa berdandan busana tradisional laiknya sinden atau ledek, menari dan menyanyi di atas panggung.

Ketua Iwapa, Yanti mengatakan, pentas seni tersebut menjadi salah satu upaya komunitas transgender di Pati untuk melestarikan seni, tradisi dan budaya Jawa. Pasalnya, kesenian Jawa sudah mulai dilupakan dari dunia hiburan masyarakat.

Padahal, seni dan tradisi Jawa punya nilai edutainment, hiburan mendidik yang punya filosofi tersendiri. Sayangnya, generasi muda saat ini banyak yang tidak mengenal seni Jawa dan lebih menyukai budaya barat.

Hal itu mengundang keprihatinan Iwapa, sehingga pentas seni disisipkan dalam kegiatan kebersamaan tersebut. Selain itu, pentas seni diharapkan bisa menggugah kesadaran masyarakat bahwa kalangan transgender pun bisa unjuk bakat dan kreativitas yang dimiliki.

Ketua Panitia, Adiningtyas Prima mengatakan, kegiatan tersebut digelar atas kerja sama dengan SSR PW Fatayat NU Jawa Tengah. Event edutainment diharapkan dapat memberikan ruang dan wadah bagi komunitas transgender di Pati untuk unjuk kreativitas.

Selain seni tari tradisional, mereka juga menggelar lipsing, fashion show, gathering, dan tes kesehatan. “Komunitas transgender juga manusia yang punya bakat, skill dan kreativitas. Mereka perlu mendapatkan wadah untuk mengasah keterampilan yang dimiliki,” tandas Adining.

Editor : Kholistiono

Hari Ibu, Haryanto-Arifin Dapat Dukungan Penuh dari Ibu-ibu Muslimat NU se-Kabupaten Pati

Ratusan ibu-ibu Muslimat NU Pati berjabat tangan dengan Haryanto-Arifin, usai menyatakan dukungannya di Haryanto-Arifin Center, Jalan Diponegoro Pati, Kamis (22/12/2016). (MuriaNewsCom/Lismanto)

Ratusan ibu-ibu Muslimat NU Pati berjabat tangan dengan Haryanto-Arifin, usai menyatakan dukungannya di Haryanto-Arifin Center, Jalan Diponegoro Pati, Kamis (22/12/2016). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Pati Haryanto-Saiful Arifin mendapatkan dukungan penuh dari ibu-ibu Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) se-Kabupaten Pati, bertepatan dengan Hari Ibu. Dukungan itu diberikan di Haryanto-Arifin Center, Jalan Diponegoro, Pati, Kamis (22/12/2016).

Ketua Pengurus Cabang Muslimat NU Pati, Hj Maria Ulfa mengatakan, seluruh anggota Muslimat NU di Kabupaten Pati sudah sepakat untuk mengusung Haryanto-Arifin pada Pilkada 2017. Dia menilai, Haryanto sudah berhasil memimpin Pati sejak ditetapkan sebagai Bupati Pati pada 2012.

Karena itu, dia meminta agar Haryanto kembali melanjutkan perjuangannya untuk memajukan dan menyejahterakan masyarakat Pati. Terlebih, Haryanto selama ini dikenal bisa merangkul semua golongan sehingga dianggap sangat layak kembali pemimpin Pati lima tahun ke depan.

“Di mata Muslimat NU, Pak Haryanto sebagai bapaknya warga Pati bisa membawa organisasi Muslimat NU dengan baik. Begitu juga dengan organisasi-organisasi lainnya juga dirangkul. Ibu-ibu Muslimat NU sendiri sudah merasakan kepemimpinan Haryanto yang baik. Beliau pantas menjadi pemimpin Kabupaten Pati hingga 2022 nanti,” ungkap Ulfa.

Menanggapi dukungan secara penuh dari Muslimat NU pada Hari Ibu, Haryanto mengaku terkejut. Pria kelahiran Desa Raci, Kecamatan Batangan ini baru menyadari bila agenda pertemuannya dengan ibu-ibu Muslimat NU bertepatan dengan Hari Ibu.

“Tidak menyangka kalau pertemuan ini bertepatan dengan Hari Ibu. Terima kasih kepada segenap pengurus dan jajaran Muslimat NU yang sudah meluangkan waktu untuk bersilaturahmi dengan saya bersama Pak Saiful Arifin untuk memberikan dukungan dan motivasi dalam rangka Pemilukada 2017,” kata Haryanto.

Dia berharap, Muslimat NU di Pati ke depan bisa bekerja sama, baik di bidang keorganisasian masyarakat maupun bidang kegiatan lainnya. Selama ini, dukungan dari berbagai elemen masyarakat diakui terus mengalir. Karena itu, Haryanto mengucapkan terima kasih kepada semua elemen masyarakat yang sudah mendukung untuk kemajuan Pati yang lebih baik.

Editor : Kholistiono

Haryanto Imbau Warga NU di Pati Bersatu dan Guyub Rukun

Haryanto (tiga dari kiri) berdoa bersama dalam Pendidikan Kader Penggerak Nahdlatul Ulama di Ponpes Raudlatul Falah, Bermi, Gembong, Sabtu (19/11/2016). (MuriaNewsCom/Lismanto)

Haryanto (tiga dari kiri) berdoa bersama dalam Pendidikan Kader Penggerak Nahdlatul Ulama di Ponpes Raudlatul Falah, Bermi, Gembong, Sabtu (19/11/2016). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Anggota Syuriah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pati, Haryanto mengimbau kepada warga NU di Kabupaten Pati bisa bersatu padu dan guyub rukun membentuk satu organisasi yang kuat dalam platform Ahlus-Sunnah wal Jama’ah. Hal itu disampaikan Haryanto, usai menghadiri Pendidikan Kader Penggerak Nahdlatul Ulama di Ponpes Raudlatul Falah, Bermi, Gembong, Sabtu (19/11/2016).

“Dalam pendidikan ini, kami berharap agar menjadi bekal bagi kader penggerak NU di berbagai ranting dan wilayah kecamatan untuk bersatu padu, jangan sampai terkena hasutan-hasutan, ajaran-ajaran yang berpotensi memecah belah umat,” kata Haryanto.

Menurutnya, NU merupakan salah satu ormas terbesar di Indonesia yang punya peran strategis untuk menangkal paham radikalisme dan menjaga keutuhan NKRI. Karena itu, kebesaran NU tersebut jangan sampai dimanfaatkan oknum-oknum tidak bertanggung jawab yang ingin memecah belah kesatuan umat NU dalam bingkai NKRI.

“Kalau organisasi sudah besar, bukan berarti tanpa pendidikan dan pelatihan. Sebab, pendidikan sangat diperlukan agar NU selalu berkembang, maju, dan berada dalam rel Ahlus-Sunnah wal Jama’ah. Saking besarnya NU, banyak orang-orang dari luar negeri yang belajar NU di Indonesia kemudian membuka NU cabang di berbagai negara,” kata Haryanto.

Sementara itu, Ketua PCNU Kabupaten Pati Ali Munfaat menuturkan, pendidikan kader penggerak NU di Bermi merupakan tindak lanjut dari pelatihan di tingkat cabang yang dikembangkan di masing-masing kecamatan. PKPNU bertujuan untuk membekali kader-kader NU agar ke depan menjadi pengurus yang militan dan bisa mengatur keorganisasian NU supaya tidak terpecah belah.

“Kita tahu, gelombang radikalisme sudah masuk cukup lama di Indonesia. NU bertugas tidak hanya menghalau paham radikalisme di Indonesia, tetapi juga internal NU sendiri. Karenanya, PKPNU diharapkan menjadi bekal yang baik bagi kader penggerak NU,” imbuh Ali.

Dalam PKPNU, peserta digembleng selama lima hari. Dua hari dilakukan di tingkat kecamatan, sedangkan tiga hari dilakukan di tingkat kabupaten. Mereka mendapatkan bekal olah jasmani, rohani, akal, hati, dan fisik.

Editor : Kholistiono

Pabrik Semen di Pati Didukung NU? Netizen Geger

Sebuah maklumat yang mengatasnamakan warga Nahdliyin Pati beredar di media sosial. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Sebuah maklumat yang mengatasnamakan warga Nahdliyin Pati beredar di media sosial. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

PATI – Sebuah surat propaganda yang berisi dukungan warga Nahdlatul Ulama (NU) Pati terhadap pendirian pabrik semen di wilayah pegunungan Kendeng menggegerkan netizen.

Dalam isi surat tersebut, pelaku yang mengaku dirinya sebagai warga Nahdliyin tersebut meminta warga untuk bersabar dan mendukung investasi di seluruh Kabupaten Pati.

Ia juga meminta untuk menghormati keputusan Bupati Pati yang melakukan upaya banding atas keputusan tersebut. Tak hanya itu, isi surat itu mengimbau untuk mendoakan upaya banding Bupati Pati agar PTUN memenangkan upaya banding Pemda dan mengesahkan AMDAL yang diterbitkan Bupati.

Mahameru, salah satu netizen asal Pati mengaku kaget dengan adanya selebaran itu. “Kabarnya, surat selebaran propaganda itu disebarkan ke masjid-masjid dan musala. Ada yang memotret dan disebarkan di media sosial,” tuturnya kepada MuriaNewsCom, Senin (7/12/2015).

Ia mengatakan, dalam poin ke-5 dalam selebaran tersebut, menyatakan agar warga Nahdliyin di Kabupaten Pati harus mendukung Bupati Pati terkait dengan upaya menjadi Pati sebagai wilayah investasi untuk eksploitasi dan pembangunan pabrik semen. (LISMANTO/AKROM HAZAMI)