Selawat untuk NKRI di Dukuhseti Pati Dihadiri Ulama dari Lebanon

MuriaNewsCom, Pati – Pemuda Karang Taruna Brojoseti Desa Dukuhseti, Pati menggelar selawat untuk keselamatan NKRI, Selasa (16/1/2017) malam. Sejumlah tokoh dan ulama hadir memimpin Dukuhseti Berselawat. Salah satunya, Habib Ali Zainal Abidin dan Syekh Ismail dari Lebanon.

Ketua Karang Taruna Brojoseti Ahmad Rifai mengatakan, NKRI dalam beberapa waktu terakhir didera isu perpecahan. Karena itu, agenda selawat bersama menjadi cara untuk menyatukan pemuda dalam bingkai NKRI.

“Pemuda itu yang akan meneruskan estafet kepemimpinan negara. Makanya agenda yang bisa mempererat semangat persatuan dan kesatuan harus disemai sejak dini,” ucap Rifai.

Hal yang sama disampaikan Habib Ali. Menurutnya, semangat ukhuwah antarpemuda harus direkatkan kembali, mengingat banyaknya pihak yang mencoba memecah belah kedaulatan NKRI.

Ia yakin bila kemakmuran bangsa akan tercapai dengan ukhuwah yang diwujudkan dalam berbagai cara, termasuk berselawat bersama.

Habib Ali juga mengajak kepada para pemuda di Kabupaten Pati untuk menyatukan visi dan misi dalam rangka membangun bangsa. Terlebih, Pati selama ini dikenal sebagai daerah di pesisir yang kental dengan nuansa kerukunannya.

Sementara itu, Syekh Ismail mengaku jauh-jauh datang dari Lebanon hanya untuk bertemu dan menyapa pemuda Indonesia. Dari Timur Tengah, dia tahu bila NKRI yang sebagian besar penduduknya Muslim menjadi target radikalisme dan terorisme.

“Saya datang jauh-jauh dari Lebanon untuk bertemu dengan masyarakat Indonesia, khususnya Pati. Saya berdoa agar Indonesia terhindar dari teroris dan radikalisme,” harap Syekh Ismail.

Dukuhseti Berselawat sendiri melibatkan banyak pihak, seperti Fatayat NU dan pemuda setempat. Ketua Panitia, Ahmad Najib berharap, selawat bersama bisa menyatukan pemuda dan masyarakat untuk melakukan pembangunan di desa dari berbagai aspek.

Editor: Supriyadi

Peringati Kelahiran Nabi, Habib Muhdor Ajak Warga Pati Rapatkan Barisan untuk NKRI

Suasana peringatan Maulid Nabi di kediaman Habib Muhdor bin Alwi Al-Athas. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Habib Muhdor bin Alwy Al-Athas mengajak warga Pati untuk merapatkan barisan dalam rangka menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Hal itu disampaikan Habib Muhdor dalam peringatan Maulid Nabi di kediamannya, Jalan Ahmad Dahlan Nomor 13, Pati, Rabu (6/12/2017) malam.

Saat ini, NKRI tengah menghadapi ujian berat karena kerap diterpa isu-isu yang berpotensi memecah belah kesatuan. Jika bangsa ini kuat menghadapi ujian, NKRI akan menjadi bangsa yang lebih besar dan hebat.

Namun, bila bangsa tidak kuat menghadapi ujian, kehancuran akan menanti. Meski demikian, Habib Muhdor yakin jika NKRI akan terus langgeng lantaran ukhuwah melalui peringatan maulid nabi bergema dimana-mana.

Dia sendiri sudah lebih dari 20 tahun melestarikan tradisi maulid nabi dengan selawat, tahlil dan pengajian. “Sang proklamator, Presiden pertama Indonesia Bung Karno dan presiden-presiden selanjutnya juga selalu memperingati kelahiran nabi,” ucap Habib Muhdor.

Selain problem kebangsaan, NKRI saat ini juga mendapatkan ujian berupa bencana dimana-mana, mulai banjir, longsor, angin ribut dan bencana alam lainnya. Karena itu, dia mengajak kepada umat Muslim untuk kembali kepada sunah Rasul.

Dia percaya, problem kebangsaan dan bencana alam akan sirna bila bangsa Indonesia melaksanakan apa yang diajarkan Nabi Muhammad. Misalnya, ajaran toleransi Nabi Muhammad melalui Piagam Madinah yang merangkul semua agama, etnis dan suku.

Dalam konteks NKRI, Piagam Madinah fungsinya mirip dengan Pancasila sebagai peletak dasar pemersatu bangsa. “Mari kita rapatkan barisan, perkuat ukhuwah untuk keberlangsungan NKRI bersama,” ajak Habib Muhdor.

Hal senada disampaikan Ketua Majelis Ulama (MUI) Pati KH Mahmudan. Menurutnya, berkah maulid nabi akan membawa perubahan menuju kebaikan, termasuk eksistensi NKRI.

Melalui maulid nabi, masyarakat akan teringat kembali perjuangan dan ajaran-ajaran Nabi Muhammad. Maulid nabi juga akan mempererat ukhuwah yang semakin mengokohkan NKRI.

Peringatan maulid nabi di kediaman Habib Muhdor sendiri dihadiri Habib Muhammad Alwi bin Syekh Abu Bakar dari Pasuruan, Jawa Timur, Habib Abdurahman Hasyim Al-Athas, dan perwakilan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Pati.

Editor: Supriyadi

Ratusan Banser Demo di Alun-alun Pati Tuntut HTI Dibubarkan

Aksi demonstrasi penolakan HTI di Alun-alun Pati, Minggu (9/4/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Ratusan pemuda Ansor dan Banser NU menggelar aksi demonstrasi di Alun-alun Pati, Minggu (9/4/2017). Mereka menolak kegiatan “Masirah Panji Rasulullah” yang diadakan di Semarang.

Selain itu, ada sejumlah pernyataan sikap yang diambil Ansor dan Banser terkait ormas Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Pertama, mereka menolak gagasan khilafah yang diusung oleh HTI, karena dianggap menyebabkan perpecahan dan mengancam keutuhan negara.

Kedua, mereka menolak seluruh kegiatan HTI yang menyebarkan propaganda khilafah yang ingin merubah Pancasila sebagai ideologi dan asas tunggal kehidupan bernegara.

Ketiga, mereka menuntut pembubaran HTI di Indonesia, baik secara organisasi, paham maupun pola tindakan. Keempat, mereka mendesak aparat berwenang untuk menjalankan tugasnya dalam menjaga keamanan nasional dengan menindak tegas organisasi atau perseorangan yang menyebarkan ideologi gerakan anti-NKRI.

“Kami mengimbau kepada pengikut HTI untuk kembali pada ajaran Ahlussunah wal jamaah yang sesuai dengan ideologi NKRI,” ucap Satkorcab Banser Pati Imam Ahmad Syafi’i.

Aksi tersebut mendapatkan pengawalan ketat dari petugas kepolisian dan TNI. Lebih dari seratus personil dari Polres Pati, Polsek Pati Kota dan Kodim 0718/Pati dikerahkan untuk menjaga keamanan aksi demonstrasi.

Editor : Supriyadi

Begini Cara Karang Taruna Bandungsari Grobogan Dukung Keutuhan NKRI

anggota karang taruna berkesempatan menampilkan pertunjukkan marching band di halaman balai desa setempat. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Anggota karang taruna berkesempatan menampilkan pertunjukkan marching band di halaman balai desa setempat. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Karang Taruna Eka Bhakti Desa Bandungsari, Kecamatan Ngaringan, Grobogan, menegaskan kecintaannya pada keutuhan NKRI. Bahkan, mereka juga menyatakan siap setiap saat jika dibutuhkan negara untuk menjaga keutuhan NKRI. Hal itu ditegaskan Ketua Karang Taruna Desa Bandungsari Imam Syafii saat mengikuti acara sosialisasi anti radikakisme di balai desa setempat, Senin (30/1/2017).

Menurut Imam, mencermati fenomena yang terjadi saat ini, ditengarai ada upaya yang dilakukan pihak tertentu untuk memecah belah NKRI dan kebhinnekaan. Hal itu harus selalu diwaspadai agar upaya pihak tertentu untuk merusak keutuhan NKRI tidak bisa berkembang. “Kami menolak keberadaan paham radikal apapun masuk ke Indonesia. Untuk itu kita perlu bersatu menangkal paham yang bisa memecah belah persatuan NKRI,” tegasnya.

Usai melangsungkan deklarasi, anggota karang taruna berkesempatan menampilkan pertunjukkan marching band di halaman balai desa. Berbagai lagu perjuangan dinyanyikan guna menggugah semangat dan jiwa nasionalisme.  

Kepala Desa Bandungsari Ledy Heriyanto menyatakan, saat ini sudah banyak anak muda yang terpengaruh paham radikalisme. Hal itu terjadi karena mudahnya mengakses paham tersebut. Salah satunya melalui melalui jejaring media sosial. Oleh sebab itu, agar tidak menyebar lebih luas perlu disampaikan pada masyarakat mengenai bahayanya paham radikal tersebut.

“Perlu adanya sinergitas dari seluruh komponen masyarakat untuk menangkal paham radikalisme yang anti dengan Pancasila. Oleh sebab itu, kami sangat mengapresiasi karang taruna yang berkomitmen untuk menjaga kutuhan NKRI. Dalam acara ini kami juga melibatkan jajaran Muspika Ngaringan, tokoh masyarakat dan tokoh agama Desa Bandungsari,” tegasnya.

Editor : Akrom Hazami