18 Kali Ngutil di Alfamart, Warga Pecangaan Kulon Jepara Ditangkap Polisi

Erik (kanan) sedang mempraktikan tekniknya mengutil barang-barang minimarket, disaksikan Kapolres Jepara AKBP Yudianto Adi Nugroho (dua dari kanan). (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Erik Prastowo (27) ditangkap polisi karena mengutil barang-barang di minimarket. Dalam pengakuannya, ia sudah 18 kali beraksi.

Warga Desa Pecangaan Kulon RT 1/1, Kecamatan Pecangaan-Jepara itu mengaku, sudah tiga bulan menjadi pengutil. Sasarannya adalah minimarket berjejaring “Alfamart”.

“Dulu saya bekerja di pengisian elpiji di Kaliwungu-Kudus, namun setelah itu saya keluar. Saat ini saya nganggur. Barang-barang yang saya ambil rata-rata jenisnya kosmetik, parfum dan sabun. Kemudian saya jual kepada teman-teman dengan harga murah,” ujarnya, didepan awak media, Jumat (17/11/2017).

Guna menghindari kecurigaan dari sejawat dan istrinya, ia mengaku barang-barang tersebut didapatkan dengan cara kulakan. Sedangkan harga yang ditawarkan, lebih miring selisih Rp 5000 sampai Rp 10 ribu dibanding harga normal.  

Dalam melakukan aksinya, ia selalu membawa tas punggung yang kemudian disandangkan sebelah. Ketika ada kesempatan, ia langsung memasukan barang sasarannya ke dalam tas. Rerata dalam sekali beraksi, Erik bisa membawa pulang 3-4 barang.

Untuk mengelabuhi petugas, ia kemudian membeli barang-barang yang murah harganya. Seperti minuman kaleng. 

“Baru kemarin (Kamis, 16/11/2017) saya mengutil barang di Alfamart Lebuawu. Sasarannya memang khusus minimarket itu. Ada 9 alfamart yang sering saya datangi enam di antaranya di Jepara sedangkan sisanya di Kudus,” tuturnya. 

Adapun, aksi yang bersangkutan terekam dalam kamera pengawas yang diletakan didalam minimarket.

Kapolres Jepara AKBP Yudianto Adhi Nugroho mengatakan, tersangka terancam hukuman maksimal 7 tahun penjara. Hal itu karena Erik melanggar pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan. Barang bukti curian yang ikut disita antaralain, minyak telon, parfum, sabun cuci piring dan pewangi pakaian. 

“Pengakuannya baru sembilan tempat. Maka dari itu, kami imbau pemilik minimarket untuk melakukan pengawasan lebih, baik suasana sepi atau ramai,” tutup Yudi, panggilan Kapolres Jepara. 

Editor: Supriyadi

Ngutil Pakaian di Matahari Kudus, Ibu Muda Ini Terancam 5 Tahun Penjara

Barang bukti pakaian yang dicuri LK diamankan petugas Polsek Jati. (POLRES KUDUS)

MuriaNewsCom, Kudus – Seorang ibu muda berinisial LK (32), warga Kecamatan Jati terpaksa berurusan dengan polisi. Ia terbukti mencuri beberapa pakaian di Matahari Kudus Plaza lantai 2, Kamis (24/8/2017).

Tak tanggung-tanggung, dari tangan pelaku, polisi berhasil mengamankan lima belas potong pakaian berbagai merek di mal yang berlokasi di Jl Lukmono Hadi.

Dikutip dari laman resmi Polres Kudus, aksi tersebut terjadi saat pelaku datang ke Matahari Plaza lantai 2 dan langsung memilih milih baju. Kemudian ia masuk ke kamar pas dan memasukkan baju tersebut ke dalam tas milik yang telah dipersiapkan.

Selanjutnya pelaku berputar – putar lagi mencari baju lainnya dan kemudian berusaha melewati lantai 3 yg tidak ada securitynya.

Namun nahas, saat di depan bioskop pelaku di hampiri security yang merasa curiga. Ia pun kemudian dibawa ke pos satpam. Setelah digeledah, di tas pelaku ditemukan sebanyak 15 pakaian berbagai merk senilai Rp. 3.386.700. Atas barang bukti tersebut, pelaku akhirnya diamankan di Polsek Jati.

Kapolsek Jati AKP Bambang Sutaryo mengatakan, LK tertangkap basah melakukan pencurian. Atas tindakannya itu, ia dijerat pasal 362 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal lima tahun penjara.

”Kami sudah mengamankan pelaku dan barang buktinya. Saat ini proses hukum sedang berlangsung,” terangnya.

Editor: Supriyadi