Anggaran 420 Miliar untuk Perbaikan Jalan Rusak di Grobogan Ternyata Masih Kurang, Ini Alasannya

Meski sudah digelontorkan dana besar namun masih banyak ruas jalan di Grobogan yang butuh sentuhan perbaikan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MurianewsCom, Grobogan – Pemkab Grobogan melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang sudah mengalokasikan dana fantastis untuk perbaikan jalan remuk tahun ini. Yakni, sebesar Rp 420 miliar yang digunakan untuk perbaikan jalan sepanjang 161 km.

Meski demikian, dana yang sudah digelontorkan itu ternyata belum mencukupi untuk memperbaiki semua jalan rusak yang ada di Grobogan.

Kepala DPUPR Grobogan Subiyono mengungkapkan, jalan dengan status milik kabupaten panjang keseluruhan mencapai 890 km. Dari angka ini, jalan yang kondisinya baik baru 48,5 persen atau sekitar 400 km. Dengan perbaikan tahun ini, ditargetkan bisa mengurangi ruas jalan rusak sekitar 15,5 persen atau sepanjang 161 km.

”Dengan perbaikan yang kita lakukan saat ini, ruas jalan yang rusak tinggal 36 persen saja. Sisanya akan diperbaiki bertahap pada tahun anggaran berikutnya dengan menyesuaikan anggaran yang tersedia,” jelas Subiyono, saat mendampingi Sekda Grobogan Moh Sumarsono ketika melangsungkan kegiatan monitoring beberapa titik proyek perbaikan jalan sambil bersepeda, Jumat (29/9/2017).

Baca Juga: Fantastis, Perbaikan Jalan di Grobogan Tahun ini Telan Dana 420 Miliar

Menurut Subiyono, untuk menuntaskan perbaikan jalan berikutnya masih butuh dana sekitar Rp 800 miliar. Tahun 2018 dan 2019, ditargetkan dana perbaikan jalan rusak dialokasikan Rp 400 miliar per tahunnya. Dengan demikian, perbaikan semua ruas jalan kabupaten bisa tuntas dalam dua tahun anggaran mendatang.

Ditambahkan, perbaikan jalan di Grobogan memang membutuhkan dana yang sangat besar. Sebab, luas wilayah Grobogan menempati peringkat kedua di Jawa Tengah sehingga ruas jalan yang dimiliki sangat panjang.

Selain itu, perbaikan jalan harus dilakukan dengan konstruksi beton yang membutuhkan dana sangat besar. Kondisi ini terjadi lantaran tekstur tanah di Grobogan relatif labil, tidak seperti di daerah lainnya.

”Kondisi tanah kita, angka CBR nya rendah sekali. Sehingga harus dilakukan konstruksi beton. Hal ini yang menjadikan biaya perbaikan jalan butuh dana besar,” kata mantan Kepala Dinas Pengairan itu.

Editor: Supriyadi