Bujono Pirukun, Tradisi Natal GKJ Kaliceret Grobogan yang Diuri-uri Selama Ratusan Tahun

Puluhan jemaat GKJ Kaliceret, Desa Mrisi, Kecamatan Tanggungharjo, Grobogan melangsungkan tradisi Bujono Pirukun, Senin (25/12/2017). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Sebuah tradisi Natal yang dinamakan Bujono Pirukun masih dilestarikan oleh jemaat Gereja Kristen Jawa (GKJ) Kaliceret, Desa Mrisi, Kecamatan Tanggungharjo, Grobogan, Senin (25/12/2017). Tradisi ini diperkirakan sudah dilakukan ratusan tahun dan terus dilestarikan sampai sekarang.

Tradisi Bujono Pirukun ini bentuk kegiatannya berupa makan sederhana secara bersama di dalam gereja atau dalam istilah Jawa dikenal dengan nama klumpukan. Tradisi ini maknanya sebagai pengingat jika kedudukan dan derajat semua jemaat itu sama dihadapan Tuhan.

Sebelum tradisi dimulai, para jemaat melangsungkan kebaktian di gereja. Setelah itu, mereka pulang untuk mengambil makanan yang dimiliki dan dibawa lagi ke gereja. Sehabis itu, barulah mereka bersama-sama makan secara lesehan dalam gereja.

Pendeta GKJTU Kaliceret Agus Tri Sarjoko menyatakan, tradisi itu sudah ada sejak jaman dahulu yang bertujuan untuk menyukuri nikmat Tuhan karena telah diberi rezeki yang melimpah. Aneka makanan yang dibawa merupakan masakan tradisional dari hasil bumi.

“Mayoritas penduduk desa sini berprofesi sebagai petani ini. Oleh sebab itu, makanan yang dibawa dalam tradisi ini berasal dari hasil bumi yang ditanam,” katanya.

Editor: Supriyadi

Hingga 2 Januari 2018, Gereja di Kudus Bakal Dijaga Dua Polisi

Bupati Kudus Musthofa didampingi Wakapolres Kudus Kompol M Ridhwan mengecek petugas dalam pengamanan Lilin Candi 2017 beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Polres Kudus berencana untukm menjaga semua gereja di Kudus selama perayaan Natal dan tahun baru 2018. Sedikitnya, dua petugas kepolisian ditugaskan menjaga tiap gereja untuk menambah rasa aman.

Pernyataan tersebut diungkapkan KBO Polres Kudus Kompol Tugiyanta. Dia menyebutkan, dua petugas tersebut harus berjaga siang malam di tiap gereja.

“Itu dilakukan guna memastikan gereja di Kudus aman. Tidak hanya selama perayaan Natal saja, namun sampai tahun baru juga harus tetap aman,” katanya 

Disebutkan, jumlah gereja di Kudus mencapai 36 gereja. Semuanya dijaga petugas dari Polres Kudus dengan bantuan polsek. Gereja tersebut diamankan karena masih aktif digunakan pemeluk agama Kristen untuk menjalankan perayaan Natal.

Menurut dia, selama ini belum ada gejala atau hal-hal yang menganggu tempat peribadatan umat Kristen di Kudus. Namun segala sesuatunya harus dipersiapkan, termasuk jika adanya ancaman yang mungkin terjadi.

”Tak hanya dijaga, Minggu (24/12/2017), petugas dari Polres Kudus juga sudah melakukan penyisiran gereja,” tegasnya.

Dalam penyisiran tersebut, pihaknya juga sudah mencari hal-hal yang mencurigakan. Hasilnya, semua gereja dinyatakan aman.

“Selain gereja, lokasi yang juga kami pantau juga untuk tempat-tempat umum. Karena, saat seperti ini tempat tersebut yang banyak dikunjungi masyarakat,” imbuh dia.

Editor: Supriyadi

Hebat, Warga Suwawal Timur Jepara Bikin Pohon Natal Unik Berbahan Sampah

Sejumlah warga bersiap mengantar puhun natal berbahan baku sampah di Jepara. (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Pohon Natal selalu menjadi pelengkap di Hari Raya Kelahiran Yesus Kristus, pada 25 Desember setiap tahunnya. Jika biasanya pohon tersebut identik dengan cemara, beda lagi dengan kreasi warga Jepara yang membuatnya dari botol air minum bekas.

Adalah Bank Sampah “Cermat” Desa Suwawal Timur, Kecamatan Pakis Aji yang membuat pohon natal dari sampah. Bukan hanya sekedar menata botol air minum bekas, namun ditata sedemikian hingga agar menjadi pohon natal yang apik.

“Untuk prosesnya, telah dimulai dari Bulan Oktober dua bulan yang lalu. Sebab, untuk membuatnya kita tidak sekedar menyusun, tapi membuat potongan-potongan dari botol air minuman bekas yang dibentuk keriting-keriting agar tampilannya lebih bagus,” kata pengurus Bank Sampah “Cermat” Suwawal Timur Bedy Wuryanto, Senin (25/12/2017).

Tahun ini,  lanjut Bedy, bank sampah yang beralamat di Jl Karnawi no 7, RT 8/RW 2 itu, mendapatkan tiga pesanan pohon natal berbahan sampah. Satu pohon setinggi 2,5 meter dikirim ke Pati. Dua lainnya masing-masing setinggi 1,5 meter dan 1 meter dipesan oleh warga yang tinggal di Desa Suwawal Timur. 

Untuk menyusunnya, dibutuhkan 1.500 lebih botol air minum mineral bekas. “Kalau yang tinginya 2,5 meter itu butuh sekitar 900-1000 botol. Kalau ditambah dengan dua pesanan lain ya sekitar itu seribu lima ratusan lebih,” tambahnya.

Bedy mengungkapkan,  bank sampah tersebut sebenarnya mendapatkan banyak pesanan pohon natal dari sampah. Namun karena kekurangan personel, terpaksa pesanan-pesanan itu tidak dilayani. 

“Pesanannya kemarin lebih dari tiga, ada yang dari Temanggung dan Pati. Namun karena kekurangan personel kami terpaksa tidak bisa melayani, pesanan-pesanan lain,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, awal mula pembuatan pohon natal dari botol bekas dimulai pada tahun 2016. Saat itu, Bank Sampah “Cermat” yang digawangi sekitar 26 anggota aktif, berinisiatif memberi kado natal untuk GITJ Pakis Suwawal. 

Saat itu mereka menyumbangkan pohon natal dari botol setinggi 3,5 meter, dengan bahan baku dari sekitar 700 buah botol air minum bekas. Menurutnya, pemberian tersebut merupakan bentuk penghargaan sekaligus toleransi bagi umat beragama yang ada di Desa Suwawal Timur.

Lebih lanjut dirinya menyebut, pemberian kado Natal bagi GITJ Pakis Suwawal turut mempererat hubungan umat Kristiani dan Muslim.

“Dulu di desa kami sempat ada perbedaan pandangan antara Islam dan Kristen. Hal itu lantas berpengaruh pada kehidupan sosial. Namun setelah ada inisiatif pemberian pohon natal, kini keguyuban diantaranya kembali lagi. Kami saling menjaga dan hidup rukun,” kenang Bedy.

Editor: Supriyadi

Natal, Polisi Gerebek Gudang Miras di Karangsari Pati

: Polisi menyita ratusan botol miras yang disembunyikan di sebuah rumah kosong di Dukuh Godang, Karangsari, Cluwak. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Jajaran Polsek Cluwak menggerebek sebuah rumah kosong yang dijadikan gudang untuk menimbun minuman keras (miras) di Dukuh Godang, Karangsari, Cluwak, Senin (25/12/2017).

Dari hasil penggerebekan, polisi menemukan ratusan botol miras dari berbagai merek. Rinciannya, 265 botol anggur kolesom, 32 botol anggur merah, 19 botol cong, 12 topi miring, dan satu botol arak putih.

Ratusan miras tersebut milik Wakijan (60), seorang pedagang yang memiliki warung. Miras tersebut sengaja disimpan di rumah kosong untuk mengelabuhi petugas.

Kapolsek Cluwak AKP Eko Prantiyo mengatakan, penggerebekan warung tersebut melibatkan sembilan anggota. Sebelumnya, pihaknya mendapatkan informasi dari masyarakat terkait adanya warung yang menjual miras di Dukuh Godang.

“Ini menjadi salah satu upaya kami untuk mengamankan Natal dan Tahun Baru. Sebab, miras menjadi penyebab dari segala tindak pidana sehingga harus diperketat penyebarannya,” ujar AKP Eko.

Usai penggerebekan dilakukan, polisi mengamankan pelaku dan menyita ratusan botol miras sebagai barang bukti.

“Sebelum operasi dilakukan, kami melakukan penyelidikan. Barang bukti kami amankan di rumah kosong milik orang lain yang jaraknya sekitar seratus meter dari rumah pelaku,” tuturnya.

Ia berharap, razia miras di wilayah Cluwak bisa menekan peredaran miras yang kerap membuat suasana tidak kondusif. Dengan demikian, perayaan Natal dan Tahun Baru diharapkan bisa berjalan aman.

Editor : Ali Muntoha

Hingga Tahun Baru Menhub Ngantor di Semarang

Menhub Budi Karya Sumadi saat meninjau arus lalu lintas musim libur Natal dan Tahun Baru di Pemalang. (Tribratanews Polda Jateng)

MuriaNewsCom, Semarang – Arus mudik musim libur Natal 2017 dan Tahun Baru 2018 di wilayah Jawa Tengah menjadi perhatian serius Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Bahkan Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, akan ngantor di posko Semarang, hingga perayaan Tahun Baru usai.

Menhub akan ikut memantau secara langsung arus lalu lintas, terutama di titik-titik yang rentan terjadi kemacetan dan kepadatan arus.

“Kami sengaja mengunjungi sejumlah titik, seperti halnya di jalan tol Brexit Kabupaten Brebes dan ke Pemalang. Sekarang, kami akan menyelesaikan (kemacetan) arus mudik maupun balik agar berjalan dengan baik dan lancar,” katanya dikuti dari Antara Jateng.

Ia mengatakan, koordinasi antarinstansi untuk mengatur arus mudik Natal 2017 dan Tahun Baru 2018 telah berjalan baik, sehingga tidak terjadi kemacetan yang luar biasa. 

“Saya pikir jika kita melakukan mudik libur Natal dan Tahun Baru 2018 ini masih relatif gampang. Karena waktu yang dibutuhkan cukup panjang yaitu mulai 26 Desember 2017,” ujarnya.

Menurutnya, jikapun ditemukan adanya ketersendatan arus, itu dianggap masih dalam batas wajar. Pihaknya akan terus berkoordinasi dengan masing-masing kapolres untuk pengaturan arus lalu lintas kendaraan.

“Tadi (Minggu 24/12/2017), saya bicara dengan Kapolres Pekalongan, Pemalang, dan Brebes untuk mengurai kemacetan yang terjadi di jalur pantura agar bisa lancar,” tegasnya.

Editor : Ali Muntoha

Gubernur Pastikan Natal di Jateng Aman

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo saat mengunjungi gereja di Kota Semarang, Minggu (24/12/2017) malam. (Istimewa)

MuriaNewsCom, Semarang – Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo memastikan perayaan Natal tahun 2017 di provinsi ini berjalan lancar dan aman. Ia memastikan tak ada ancaman teror, ataupun kendala yang berarti.

Kepastian bisa memastikan setelah bersama Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono, usai melakukan kunjungan ke sejumlah gereja saat Misa Natal, Minggu (24/12/2017). Dalam kunjungan ini gubernur bersama forkompinda mendatangi sejumlah gereja di Kota Semarang.

Gereja pertama yang dikunjungi adalah Stadium Jemaat Kristen Indonesia di Kawasan Marina. Di tempat ini ada ribuan umat yang tengah melaksanakan ibadah. Saat mengunjungi gereja ini Ganjar mengucapkan selamat Natal, dan berpesan untuk menjaga kerukunan antarumat.

Selanjutnya berturut-turut mengunjungi Gereja Katedral, Gereja Santo Paulus Sendangguwo, dan Gereja Isa Almasih Pringgading.

Di setiap titik, Ganjar hanya mampir sebentar. Begitu tiba, langsung memberi sambutan tidak lebih dari lima menit. “Agar tidak mengganggu ibadah yabg sedang berjalan,” katanya.

Ganjar mengatakan, kehadirannya bersama-sama forum komunikasi pimpinan daerah untuk menunjukkan bagaimana damai dan indahnya kerukunan umat beragama di Jateng.

“Saya mencoba hadir bersama meyakinkan ibadah bisa berjalan baik. Saya melihat suasananya semua bergembira, semuanya bahagia dan rasanya inilah cara Indonesia melindungi warga negaranya. Merayakan dengan penuh toleransi , mudah2an seneng hatinya damai jiwanya,” ujarnya. 

Ia mengajak seluruh umat bersama-sama menjaga kerukunan ini sehingga dunia bisa melihat bagaimana Indonesia menyatukan keanekaragaman suku, agama, dan budaya.

“Mari kita tunjukkan pada dunia bahwa indonesia damai. kita semua bersaudara, Negeri penuh warna warni berbhineka tunggal ika dan kita memang mampu merawatnya dengan baik bersama sama,” tegasnya. 

Editor : Ali Muntoha

Jelang Natal, Ratusan Umat Kristen di Pati Dapat Sembako Gratis

Suasana pembagian beras kepada umat Kristen di depan Klenteng Hok Tik Bio Pati, Sabtu (23/12/2017) sore. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Menjelang Natal, ratusan umat Kristen di Pati mendapatkan sembako gratis. Sembako berupa beras itu diberikan komunitas lintas agama di Klenteng Hok Tik Bio, Pati, Sabtu (23/12/2017).

Pembagian beras kepada 400 warga Kristen tidak mampu di Pati tersebut melibatkan sejumlah pejabat dan tokoh, seperti Anggota DPR RI Firman Soebagyo, Dandim 0718/Pati Letkol Arm Arief Darmawan, Kapolres Pati AKBP Maulana Hamdan, dan Ketua Gusdurian Pati Edi Siswanto.

Firman memberikan apresiasi kepada komunitas lintas agama di Pati yang sudah menggerakkan acara penyambut Natal dengan pembagian sembako kepada umat Kristen yang tidak mampu.

Menurutnya, aksi tersebut bisa memumpuk semangat persaudaraan dan persatuan di tengah hubungan antarumat beragama yang saat ini tengah dibenturkan pihak yang tidak bertanggung jawab.

“Akhir-akhir ini, kita diadu domba, hubungan antarumat beragama yang sudah rukun dibenturkan. Kalau aksi di Pati seperti ini ditiru daerah di seluruh Indonesia, saya kira akan semakin merekatkan hubungan antarumat beragama di Indonesia,” ujar Firman.

Sementara, Edi Siswanto menuturkan, tidak semua umat Kristen hidup dalam kecukupan. Sebagian dari mereka masih banyak yang kurang mampu.

Karena itu, mereka butuh bantuan sembako beras supaya bisa digunakan untuk merayakan Natal yang kurang sebentar lagi. “Dengan kepedulian, sesama umat supaya bisa menikmati hidup,” papar Edi.

Maria (52), warga Juwanalan, Pati yang mendapatkan sembako mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang sudah memberinya beras. Rencananya, beras itu akan digunakan untuk makan sehari-hari dan Hari Natal.

Maria sendiri hidup dalam kesederhanaan. Dia hidup sendiri, tidak punya suami maupun anak. Untuk makan sehari-hari, dia bekerja serabutan.

Karena itu, dia bersyukur bisa mendapatkan beras gratis sebanyak lima kilogram. “Terima kasih kepada yang sudah memberi saya beras. Ini akan saya gunakan makan sehari-hari,” pungkasnya.

Editor: Supriyadi

Polisi Larang Ada Paksaan Gunakan Atribut Natal di Kebumen

Pegawai SPBU mengenakan atribut Natal saat melayani pembeli. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Kebumen – Kepolisian Resor (Polres) Kebumen melarang perusahaan memaksa karyawannya untuk mengenakan atribut Natal dalam perayaan hari besar umat Kristiani ini. Tak hanya itu, pengusaha juga diminta memberikan waktu khusus bagi umat Nasrani untuk beribadah.

Kapolres Kebumen AKBP Arief Bahtiar mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan perayaan Natal dan Tahun Baru 2018 di Kebumen aman dan tentram.

Oleh karenanya, pihaknya meminta kepada para pengusaha untuk tak memaksa karyawan nonnasrani untuk mengenakan atribut Natal. Ini dilakukan untuk menghindari adanya gesekan di masyarakat, seperti yang terjadi di beberapa tempat tahun-tahun sebelumnya.

”Kami minta agar tak ada paksaan kepada warga non nasrani untuk menganakan atribut Natal. Kami juga melarang adanya aksi sweeping,” katanya.

Jumat (22/12/2017) sore kemarin, pihaknya telah melakukan pertemuan dengan ormas keagamaan dan tokoh lintas agama di Hotel Maxolie, untuk membahas menganai masalah ini.

Dalam kesempatan itu, ia meminta agar ormas-ormas tertentu tak melakukan aksi sweeping. Ia mengimbau, jika menemukan adanya kegiatan yang meresahkan, segera laporkan ke polisi, dan aparat yang akan membubarkan.

”Kami juga mengajak tokoh lintas agama untuk patroli bersama selama perayaan Natal dan Tahun Baru. Ini untuk menjaga situasi kamtibmas,” ujarnya.

Hal yang sama diungkapkan Ketua FKUB Kebumen, M Dawamudin. Pihaknya menginginkan Kebumen yang kondusif selama Natal dan Tahun Baru.

Ketua MUI, yang juga hadir dalam acara tersebut menginginkan agar dalam perayaan Natal, para pengusaha memberikan waktu kepada karyawan untuk melaksanakan ibadah. Pihaknya juga meminta agar supaya, tidak ada paksaaan mengajak selain warganya untuk mengenakan atribut natal selama perayaan Natal.

Editor : Ali Muntoha

Kapolres Jepara Larang Aksi Sweeping Natal dan Tahun Baru

Kapolres Jepara AKBP Yudianto Adhi Nugroho. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Jepara – Kapolres Jepara AKBP Yudianto Adi Nugroho menegaskan melarang aksi sweeping jelang Natal dan Tahun Baru 2018. Ia meminta organisasi maupun warga tak mengambil inisiatif tindakan jika merasa terganggu akan aktifitas kelompok tertentu.

“Tidak ada aksi sweeping. Artinya warga ataupun ormas yang terganggu dengan aktifitas keagamaan silakan lapor kepada kami (polisi). Biar kami yang menindak,” katanya, Kamis (21/12/2017). 

Ia meminta masyarakat mempercayakan pengamanan kepada pihak berwajib. Menurutnya, jelang pergantian tahun dan perayaan hari raya keagamaan di Bulan Desember, pihaknya sudah menyiapkan personel. 

Kapolres menyebut, telah menyiapkan sekitar 625 personel guna menjaga keamanan selama even tersebut. Selain itu, pihaknya juga telah bertukar pikiran dengan elemen Organisasi Masyarakat, untuk memberikan masukan kepada petugas. 

“Jelang tahun baru dan Natal kita berkoordinasi dengan ormas melalui rapat koordinasi lintas sektoral dengan Pemda, TNI dan Polri guna memberi paparan terkait kerawanan yang mungkin muncul dan dapat dicegah sejak dini,” ungkap Yudi, panggilan Kapolres Jepara. 

Pihaknya mengatakan, akan bekerja sama dengan TNI, dan Pemkab Jepara untuk mengamankan even tahunan di bulan Desember. Selain itu polisi juga akan menggandeng organisasi masyarakat untuk turut menciptakan situasi kondusif.

Editor : Ali Muntoha

Belum Muncul Ancaman Ganggu Natal dan Tahun Baru di Kudus

Kendaraan operasional yang akan digunakan dalam Operasi Lilin Candi 2017 di Kabupaten Kudus disiagakan. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Sedikitnya 500 lebih petugas disiagakan selama pelaksanaan Operasi Lilin Candi 2017. Mereka akan melakukan pengamanan selama perayaan Natal dan pergantian tahun.

Ratusan petugas tersebut, meliputi jajaran Polres Kudus, Kodim 0722/Kudus, Satpol PP dan ormas.

Wakapolres Kudus Kompol M Ridwan mengatakan, ratusan petugas tersebut akan dibagi dalam berbagai tugas. Di antaranya siaga di pos penjagaan, serta berpatroli secaray bergantian.

“Dari ratusan petugas untuk pengamanan sebagian besar dari jajaran Polres Kudus, yaitu mencapai 365 petugas,” katanya usai Apel Pasukan Operasi Lilin Candi di Alun-alun Simpang Tujuh Kudus, Kamis (21/12/2017).

Menurut dia, kondisi Kudus hingga kini masih aman. Ancaman-ancaman juga belum muncul saat akhir tahun ini. Namun, kewaspadaan tetap dilakukan apalagi saat perayaan hari besar seperi Natal dan Tahun Baru. 

Sementara, Bupati Kudus Musthofa juga menyampaikan hal yang sama. Bahwa Kudus masih dalam suasana aman dan terkendali. Untuk itu, pihaknya juga meminta bersama-sama menciptakan suasana yang aman agar masyarakat Kudus tetap aman. 

“Ini ada dari kepolisian, kodim, Satpol PP dan wakil rakyat yang bersinergi. Sehingga tetap menciptakan Kudus yang aman,” ujarnya.

Dalam kegiatan gelar pasukan tersebut, juga dilakukan pengecekan kendaraan dari Polres Kudus. Kendaraan dicek untuk memastikan kalau kondisinya baik, sehingga saat operasi bisa maksimal digunakan.

Editor : Ali Muntoha

Kapolres Pastikan Jalur Rel Kereta Api di Grobogan Aman Jelang Natal dan Tahun Baru

Sejumlah personil dari Polres Grobogan bersama petugas Stasiun Ngrombo mengecek kondisi rel kereta, Rabu (20/12/2017). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Jalur rel yang melintas di Kabupaten Grobogan dinilai siap dan aman untuk dilalui kereta (KA) pada arus mudik pada momen natal dan tahun baru nanti.

Hal itu disampaikan Kapolres Grobogan AKBP Satria Rizkiano usai melakukan pengecekan jalur KA bersama jajaran dan petugas Stasiun  Ngrombo di Kecamatan Toroh, Rabu (20/12/2017).

Kapolres juga berkoordinasi dengan kepala masing-masing stasiun terkait rencana pengamanan. Selain jajaran kepolisian, beberapa instansi terkait lainnya juga akan dilibatkan dalam pengamanan Natal dan tahun baru 2018.

“Dari hasil pengecekan dilapangan, kami menyimpulkan bahwa jalur kereta api di Kabupaten Grobogan dalam kondisi aman,” tegasnya.

Kaur Bin Ops Sat Sabhara Ipda Mujiyadari menambahkan, jalur kereta yang melewati Stasiun Ngrombo perlu mendapat perhatian lebih. Soalnya, jalur itu merupakan akses utama kereta tujuan Surabaya-Jakarta dan sebaliknya.

“Jalur ini sangat padat sehingga perlu mendapat perhatian lebih intensif. Selain kereta penumpang, banyak juga kereta barang yang melewati Stasiun Ngrombo baik dari arah Jakarta maupun Surabaya,” katanya.

Ia menambahkan, selain menyisir rel dan bantalan sejauh beberapa kilometer, pihaknya juga mengecek sarana pendukung yang ada di komplek stasiun. Dari pengecekan tidak ditemukan hal-hal yang membahayakan.

Editor: Supriyadi

Ini Daftar Harga Sembako di Pasar Jepara I dan II

Sembako di Kabupaten Jepara mulai merangkak naik jelang Natal dan tahun baru. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Jepara – Natal dan Tahun baru 2018 sudah di depan mata, beberapa bahan pangan di pasar tradisional (Jepara I dan II) mengalami kenaikan harga. Namun kenaikan itu dinilai masih wajar, penyebabnya lebih disebabkan karena faktor cuaca. Lalu, berapakah kisaran harga-harga sembako di kedua pasar tersebut?

Beras : Rp 9000-Rp 11.500

Kedelai : Rp 7500

Cabe Merah Besar : Rp 25.000-Rp 36.000

Cabe Merah Rawit : Rp 30.000

 

Bawang Merah : Rp 15.000-Rp 20.000

Bawang Putih : Rp 16.000-Rp 20.000

Gula Pasir : Rp 11.000-Rp 15.000

Minyak Goreng : Rp 11.000-Rp 12.000

Tepung Terigu : Rp 6000-Rp 8000

Garam : Rp 6000-Rp 8000

 

Daging Sapi : Rp 110.000

Daging Ayam Ras : Rp 35.000-Rp 40.000

Telur Ayam Ras : Rp 19.000-Rp 25.000

Ikan Segar : Rp 10.000-Rp 14.000

* Data diperoleh dari hasil sidak pasar Tim Satgas ketahanan Pangan Jepara di pasaar Jepara I dan II, Selasa (19/12/2017). Harga dalam satuan per kilogram. 

Editor: Supriyadi

Jelang Libur Akhir Tahun, Pantai Kartini Siapkan Personel Tambahan

Suasana di pantai Kartini, jelang libur akhir tahun, Jumat (15/12/2017). (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Manajemen Pantai Kartini menyiapkan personel tambahan jelang libur Natal dan pergantian tahun. Hal itu untuk menjamin keamanan dan kenyamanan serta pelayanan yang prima kepada masyarakat.

Manajer Pantai Kartini Joko Wahyu Sutejo mengatakan, penambahan personel diambilkan dari warga sekitar pantai. Selain melakukan pengamanan, tujuan penambahan personel dilakukan agar memperbaiki fasilitas yang sempat terkena ombak besar.

“Perkiraan kami pada H-1 Natal, hingga nanti pergantian tahun baru akan mulai peningkatan pengunjung. Kalau hari ini sudah mulai nampak peningkatan pengunjung, yang berasal dari siswa-siswi sekolah yang sudah mulai libur,” katanya, Jumat (15/12/2017).

Meski demikian, Joko mengatakan, kenaikan pengunjung juga dipengaruhi oleh faktor cuaca. Hal itu, karena Pantai Kartini merupakan obyek wisata luar ruang yang menawarkan keindahan alam pantai dan laut.

Untuk menyambut wisatawan, pihaknya juga telah menyediakan berbagai atraksi seperti musik tradisional, dan pemutaran film secara berkeliling, di kawasan pantai. 

Disinggung mengenai target pemasukan, Joko optimistis, diakhir tahun pihaknya bisa menggenapi target yang telah dibuat. 

“Target untuk 2017 adalah Rp 1,28 miliar, kami yakin bisa terpenuhi, pada musim liburan akhir tahun,” ungkapnya. 

Editor : Ali Muntoha

Pesanan Keranjang Parsel di Jepara Melonjak Jelang Natal


Penuhi pesanan, Tohari (kiri) bersama anak buahnya sedang merampungkan esanan keranjang parsel dari anyaman bambu menjelang Hari Raya Natal, Selasa (5/12/2017). (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Bulan Desember membawa berkah tersendiri bagi perajin keranjang parsel, di Desa Teluk Wetan, Kecamatan Welahan, lantaran pesanan untuk momen Hari Raya Natal melonjak menjadi 6000 set. Namun, ada kendala yang mereka hadapi yakni perputaran uang yang lamban. 

Hal itu diakui oleh seorang perajin keranjang parsel anyaman rotan, Tohari (41). Menurutnya, menjelang hari raya Natal memang terjadi lonjakan pesanan. Dari biasanya 1000 set (tiga buah keranjang), kini jumlahnya bisa enam kali lipat. 

“Peningkatan itu ada, namun keadaan ekonomi sekarang agak lesu. Kalau tahun kemarin pelanggan kami begitu pesan parsel uangnya langsung dibayarkan, kalau sekarang mungkin bisa molor,” ujarnya ditemui di rumahnya Desa Teluk Wetan RT 18 RW 3, Selasa (5/12/2017). 

Ia mengatakan, kenaikan pesanan tidak hanya terjadi pada usaha miliknya. Rerata perajin keranjang parsel yang ada di kawasan tersebut juga mengalami hal serupa. Jika dihitung, total kenaikan pesanan untuk seluruh perajin yang ada di kampung tersebut bisa mencapai 10 persen. 

Selain kendala pembayaran yang lamban, bahan baku rotan juga agak langka. Terutama untuk rotan yang berukuran kecil berdiameter 2-2,5 miimeter. Jika pun ada, harganya pun melonjak. 

“Kalau bahan baku rotan kami peroleh dari pengepul yang mendatangkan dari Kalimantan. Namun untuk yang ukuran 2-2,5 milimeter agak susah dicari, adanya yang 2,7 milimeter. Sedangkan bila parsel dikerjakan dengan rotan berukuran besar, hasil akhirnya tidak rapih,” urainya. 

Tohari mengatakan, untuk setiap set parselnya dijual mulai harga Rp 13 ribu hingga puluhan ribu rupiah. Hal itu bergantung pada motif dan besar kecilnya parsel. 

“Menjelang Hari Raya Natal, pesanan sudah ada sekitar 6000. Untuk memenuhinya saya juga mengambil dari tetangga sekitar yang juga membuat kerajinan ini. Pekerja saya yang di gudang ini ada empat, termasuk saya dan istri saya. Namun kalau yang dibawa pulang pekerjanya ada sekitar 10 orang ibu-ibu,” pungkasnya. 

Editor: Supriyadi

Penyanyi Delon Meriahkan Perayaan Natal Oikumene di Grobogan

Penyanyi Delon Thamrin sedang melantunkan lagu dalam perayaan Natal Oikumene di Gedung Wisuda Budaya Purwodadi. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Penyanyi Delon Thamrin sedang melantunkan lagu dalam perayaan Natal Oikumene di Gedung Wisuda Budaya Purwodadi. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Perayaan Natal Oikumene atau Natal bersama lintas instansi di Grobogan yang dilangsungkan di Gedung Wisuda Budaya, Kamis (5/1/2017) berlangsung semarak. Hal ini menyusul kehadiran penyanyi Delon Thamrin yang hadir dalam kesempatan tersebut.

Pemenang ajang pencarian bakat Indonesian Idol tahun 2004 itu tidak sekadar menghadiri perayaan Natal saja. Tetapi juga menghibur para hadirin dengan menyanyikan sejumlah lagu.

“Terima kasih. Saya baru pertama kali ini diundang menyanyi di Grobogan. Semoga semua senang dan mari bernyanyi bersama,” kata Delon sesaat setelah naik di atas podium.

Acara perayaan Natal ini dihadiri pula Bupati Grobogan Sri Sumarni, Kapolres AKBP Agusman Gurning, Ketua DPRD Agus Siswanto dan jajaran FKPD lainnya. Tampak pula, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Grobogan Thoha Karim Amrullah. Hadir pula sejumlah pejabat lainnya dari Pemkab Grobogan, Polres Grobogan dan Kodim 0717 Purwodadi serta para pensiunan.

Dalam kesempatan itu, Bupati Sri Sumarni meminta kepada seluruh komponen masyarakat agar menjunjung tinggi semboyan Bhineka Tunggal Ika. Salah satu caranya adalah dengan menerapkan budaya kerukunan antar umat beragama dalam kehidupan sehari-hari.

“Kerukunan hidup ini perlu adanya perekat supaya tidak terpecah belah. Kondisi Grobogan yang kondusif dan jauh dari konflik antaragama harus terus kita jaga,” ujarnya.

Ditambahkan, para orang tua, guru, serta pemuka agama dinilai juga memiliki tugas dan tanggungjawab yang besar. Dimana mereka ini berkewajiban menaburkan dan menyuburkan nilai dan semangat untuk hidup rukun dan damai pada masyarakat. “Meski memiliki keyakinan masing-masing namun kita semua bersaudara,” ujarnya.

Editor : Akrom Hazami

Cek Gereja, Kapolres Rembang Ingin Pastikan Natal Aman

Kapolres Rembang AKBP Sugiarto saat melakukan pengecekan keamanan di salah satu gereja di Rembang. (Dok. Humas Polres Rembang)

Kapolres Rembang AKBP Sugiarto saat melakukan pengecekan keamanan di salah satu gereja di Rembang. (Dok. Humas Polres Rembang)

MuriaNewsCom,Rembang – Kapolres Rembang AKBP Sugiarto melakukan kontrol dan pengecekan secara langsung terhadap sejumlah gereja yang ada di Rembang, menjelang pelaksanaan Natal.

Hal tersebut, untuk memastikan pelaksanaan ibadah Natal nanti berjalan dengan aman.Hal ini dilakukan, juga untuk mengantisipasi adanya aksi dari orang tidak bertanggung jawab yang akan mengganggu pelaksanaan Natal.

“Kita ingin memastikan, bahwa perayaan Natal kali ini dalam keadaan aman, sehingga umat Kristiani bisa khidmat dalam melaksanakan ibadahnya,” ujarnya, Jumat (23/12/2016) malam.

Dalam kesempatan itu, kapolres juga mengatakan, jika personel kepolisian sudah disebar di pos-pos maupun di gereja-gereja tempat melaksanakan ibadah Natal, dengan jumlah sesuai dengan karakter tingkat kerawanan dan jumlah jemaatnya, sehingga diyakini bahwa perayaan Natal kali ini aman.

Kapolres Rembang, juga menyampaikan pesan Kamtibmas kepada para jemaat dan mengimbau kepada seluruh jemaat bahwa polisi menjamin keamanan warga saat menjalankan ibadah terutama mendekati perayaan Natal.

Editor : Kholistiono

Ribuan Banser Siap Kawal Polisi Amankan Natal dan Tahun Baru di Pati

 Ratusan anggota Banser NU Pati dalam sebuah agenda apel, belum lama ini. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Ratusan anggota Banser NU Pati dalam sebuah agenda apel, belum lama ini. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Ribuan Barisan Ansor Serbaguna Nahdlatul Ulama (Banser NU) Pati menyatakan kesiapannya untuk mengawal polisi dalam mengamankan Hari Raya Natal dan Tahun Baru di Pati. Hal itu ditegaskan Kasatkorcab Banser X-7 Pati, Ahmad Syafi’i, Jumat (23/12/2016).

“Dalam pengamanan Natal dan Tahun Baru, kami sudah siap apabila dimintai bantuan oleh aparat keamanan sebagai penanggung jawab keamanan Natal dan Tahun Baru. Di Pati, ada sekitar 1.700 anggota Banser berseragam dan 400 belum berseragam,” ujarnya.

Ditanya soal kemungkinan adanya sweeping, pihaknya sudah menyerahkan segala pelanggaran hukum kepada aparat keamanan sebagai penegak hukum. Karena itu, Banser dipastikan tidak akan melakukan aktivitas sweeping selama Natal dan Tahun Baru di Pati.

“Sesuai amanat dari Menteri Agama (Menag), masyarakat Indonesia harus saling menghargai dan bertoleransi selama perayaan Natal. NKRI terdiri dari beragam suku bangsa dan agama, sehingga harus saling menghormati. Itu sebabnya, kami tidak akan sweeping. Kalau ada pelanggaran itu sudah wewenang aparat penegak hukum,” tuturnya.

Namun, pihaknya justru ikut mambantu mengamankan bila ada perusuh Natal dan Tahun Baru, dalam kapasitasnya jika diminta untuk membantu aparat keamanan. “Jika memang kondisinya genting dan aparat meminta kami ikut membantu, kami siap,” imbuhnya.

Sementara itu, Kabag Ops Polres Pati Kompol Sundoyo mengaku sudah berkoordinasi dengan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Pati untuk ikut membantu pengamanan Natal dan Tahun Baru. Sedikitnya ada 400 personel Banser NU yang disiagakan di berbagai wilayah di Kabupaten Pati untuk membantu aparat keamanan.

Pihaknya juga memastikan tidak ada satupun ormas di Pati yang melakukan sweeping atribut Natal. Hal itu sesuai dengan hasil kesepakatan koordinasi dengan lintas ormas di Pati. Siapapun pengganggu Natal dan Tahun Baru, kata Kompol Sundoyo, mereka akan ditindak tegas sesuai dengan prosedur hukum.

Editor : Kholistiono

Polisi Bakal Tindak Tegas Jika Ada Ormas Lakukan Sweeping

 Kalolres Rembang AKBP Sugiarto saat mengecek kesiapan pasukan beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Kapolres Rembang AKBP Sugiarto saat mengecek kesiapan pasukan beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom,Rembang – Kapolres Rembang AKBP Sugiarto menegaskan, pihaknya bakal menindak secara tegas terhadap ormas, jika ada yang melakukan aksi sweeping terhadap atribut Natal atau lainnya pada perayaan Natal tahun ini.

“Sweeping ormas terhadap atribut Natal, tidak boleh terjadi dan tidak boleh dilakukan oleh ormas manapun. Sampai saat ini tidak ada indikasi mengenai hal itu. Tetapai kalau ada, kita akan tangkap,” ujarnya Jumat (23/12/2016).

Pada perayaan Natal dan Tahun Baru 2017, pihaknya menerjunkan 2/3 kekuatan di Polres Rembang atau sebanyak 406 personel untuk mengamankan pelaksanaan Natal dan Tahun Baru di wilayahnya.

Menurutnya, setidaknya ada 34 gereja di wilayah Kabupaten Rembang yang akan mendapatkan pengamanan. Tidak hanya dari personel kepolisian saja, namun juga ada dari unsur TNI, Satpol PP dan perlindungan masyarakat (linmas).

“Ada tujuh personel dari polri nantinya yang bakal ditempatkan di setiap gereja. Kemudian ada juga dari TNI, Satpol PP dan Linmas. Pengamanan akan kita fokuskan di Lasem dan Rembang. Namun demikian, wilayah tetap kita pantau,” ungkapnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, terkait dengan kerawanan berupa ancaman terorisme dan intoleransi, katanya, juga perlu diantisipasi dengan merekatkan kerukunan dan toleransi. “Kita bersama FKUB, Banser, dan pengurus gereja sepakat kerukunan kebinekaan di Rembang tetap dijaga. Saudara kita dapat melaksanakan Misa Natal dengan lancar,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

Perusuh Natal dan Tahun Baru di Pati Bakal Ditindak Tegas

Ratusan personel pasukan keamanan disiagakan untuk mengamankan Natal dan Tahun Baru di Pati dari Jumat (23/12/2016) hingga Minggu (1/1/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

Ratusan personel pasukan keamanan disiagakan untuk mengamankan Natal dan Tahun Baru di Pati dari Jumat (23/12/2016) hingga Minggu (1/1/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Hari Raya Natal dan Tahun Baru kurang beberapa hari lagi. Polisi sudah memperingatkan kepada siapapun untuk tidak membuat kerusuhan pada saat Natal atau Tahun Baru.

Bila ada perusuh, polisi tidak segan untuk menindak tegas. Hal itu ditegaskan Kabag Ops Polres Kompol Sundoyo. “Satu perintah dari Kapolri, tindak tegas,” ujarnya, Jumat (23/12/2016).

Dalam melakukan penindakan kepada perusuh, pihaknya akan melakukan langkah hukum yang proporsional dan tegas. Penegakan hukum kepada perusuh diharapkan bisa menciptakan situasi yang kondusif dan terkendali selama Hari Natal dan Tahun Baru.

“Maraknya aksi teror akhir-akhir ini, membuat kita harus semakin waspada. Pengamanan akan diperketat. Kita sama sekali tidak ada keraguan dalam bertugas melakukan pengamanan, karena kita bertugas menegakkan undang-undang,” tuturnya.

Kendati penindakan akan dilakukan secara tegas, tapi polisi akan menghadapi permasalahan di lapangan dengan cara-cara yang humanis. Koordinasi antarsatuan juga semakin ditingkatkan, karena yang dihadapi adalah masyarakat sendiri.

Dalam Operasi Lilin Candi pada pengamanan Natal dan Tahun Baru, ratusan personel keamanan sudah disiagakan yang dimulai pada Jumat (23/12/2016) hingga Minggu (1/1/2017). Di antaranya, 212 personel kepolisian, seratus personel TNI, 25 personel Satpol PP, Dinas Perhubungan 20 personel, serta Banser sesuai Koordinator dengan PCNU Pati.

Mereka akan disebar di berbagai titik keramaian. Di gereja, sedikitnya delapan personel kepolisian diterjunkan. Ketatnya pengamanan diharapkan bisa membuat rasa aman kepada masyarakat yang merayakan Natal dan Tahun Baru.

Editor : Kholistiono

 

Jelang Natal dan Tahun Baru, Kapolres Grobogan Kumpulkan Pengurus Gereja se-Kabupaten

Kapolres Grobogan Agusman Gurning dan jajarannya mengundang pengurus gereja untuk menggelar koordinasi pengamanan Natal dan tahun baru. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Kapolres Grobogan Agusman Gurning dan jajarannya mengundang pengurus gereja untuk menggelar koordinasi pengamanan Natal dan tahun baru. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Jajaran Polres Grobogan mulai menggelar serangkaian persiapan awal menyambut momen Natal dan Tahun Baru 2017. Salah satunya melangsungkan rapat dengan para pengurus gereja se-Kabupaten Grobogan.

Kapolres Grobogan AKBP Agusman Gurning menyatakan, ada beberapa hal yang dibahas bersama para pengurus gereja. Antara lain, saling koordinasi dan meminta jadwal kebaktian tiap-tiap gereja untuk menyiapkan pola pengamanan dan penempatan personel.

Menurutnya, sehari menjelang perayaan Natal, anggota akan menyeterilkan semua gereja yang ada di Grobogan. Sterilisasi dari bahaya bom merupakan tindakan pengamanan sesuai dengan SOP (Standard Operating Procedure). Setelah dipastikan steril, gereja tersebut akan dijaga personel polisi.

Adapun jumlah aparat yang berjaga disesuaikan dengan besar kecilnya gereja serta banyaknya jamaah yang biasa hadir. Selain dari kepolisian, pengamanan gereja tersebut juga melibatkan pihak TNI, dan Satpol PP.
“Saya akan maksimalkan pengamanan sesuai tingkat kerawanan. Sebelum pelaksanaan perayaan Natal kegiatan sterilisasasi akan dilakukan,” jelas Agusman, Sabtu (17/12/2016).

Ia menambahkan, upaya pengamanan momen Natal dan tahun baru itu hendaknya tidak hanya dilakukan oleh aparat saja. Tetapi, perlu peran aktif dari seluruh masyarakat. Yakni dengan ikut menjaga keamanan lingkungan masing-masing dan menyampaikan informasi jika ada hal mencurigakan di sekitarnya.

“Untuk menciptakan suasana aman adalah tugas kita bersama. Oleh sebab itu, masyarakat juga harus peduli. Kalau ada yang sekiranya mencurigakan, segera laporkan,” tegasnya.

Editor : Akrom Hazami

Pemabuk Miras Tahun Baru di Jepara, Satpol PP Mengincarmu

Kepala Satpol PP Jepara Trisno Santosa. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Kepala Satpol PP Jepara Trisno Santosa. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

JEPARA – Menjelang perayaan pergantian tahun, sejumlah aparat keamanan telah disiapkan untuk mengamankan tempat-tempat yang diprediksi jadi pusat keramaian. Ada beberapa hal yang menjadi perhatian lebih dari mereka. Salah satunya adalah keberadaan Minuman Keras (Miras).

Hal itu seperti yang disampaikan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Jepara Trisno Santosa. Menurutnya, pihaknya akan memberikan perhatian lebih pada peredaran Miras ketika malam Tahun Baru nanti.

“Sebab, miras kerap menjadi pemicu tindak kejahatan atau kriminal bari pengkonsumsinya. Untuk itu, keberadaan miras akan diwaspadai,” ujar Trisno Santosa kepada MuriaNewsCom.

Menurut dia, selain mewaspadainya, pihaknya juga akan menyisir sejumlah tempat atau lokasi yang terindikasi adanya miras. Hal itu penting, guna menciptakan suasana kondusif di tengah-tengah masyarakat dalam merayakan malam Tahun Baru.

“Kami akan merazia sejumlah tempat, dan meminimalisasi warga yang membawa miras saat perayaan Tahun Baru,” katanya.

Lebih lanjut Trisno mengatakan, peredaran miras di wilayah Jepara bagian utara dan selatan menjadi perhatian. Terutama, untuk wilayah Jepara utara ada di Kecamatan Mlonggo dan Pakisaji. Sementara di wilayah Jepara selatan di Kecamatan Welahan dan Kalinyamatan.

“Selain pengamanan, kami juga akan fokus dalam menekan peredaran minuman beralkhohol di masyarakat,” imbuhnya. (WAHYU KZ/AKROM HAZAMI)

Hai Polisi Grobogan, Jangan Macam-macam saat Amankan Tahun Baru

Anggota Propam Polres Grobogan tengah melakukan pemeriksaan pada petugas pengamanan Natal dan Tahun Baru. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Anggota Propam Polres Grobogan tengah melakukan pemeriksaan pada petugas pengamanan Natal dan Tahun Baru. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

GROBOGAN – Kegiatan pengawasan momen Natal dan Tahun Baru tidak hanya dilakukan pada titik rawan dan pusat keramaian saja. Namun, juga menyasar pada petugas yang melakukan kegiatan pengamanan.

Hal itu terilihat dengan digelarnya kegiatan Operasi Bersih (Opsih) pada anggota pengamanan Operasi Lilin Candi 2015 yang dipimpin langsung oleh Kasi Propam Polres Grobogan Iptu Salamun.

“Opsih ini dilakukan sebagai bentuk pengawasan dari kemungkinan adanya penyimpangan yang dilakukan anggota pengamanan. Pemeriksaan anggota ini sudah kita mulai semenjak gelar pasukan pengamanan, Rabu (23/12/2015) lalu,” kata Salamun, Sabtu (26/12/2015).

Dijelaskan, pemeriksaan yang dilakukan meliputi beberapa hal. Antara lain, mengenai sikap tampang, surat-surat kelengkapan dan Gampol atau Seragam Polisi. Selain itu, sarana dan prasarana yang digunakan anggota dalam operasi juga turut mendapat pengawasan.

Selain di kantor, pemeriksaan pada anggota juga dilakukan di tempat tugas. Seperti, di gereja-gereja dan pos pengamanan natal dan tahun baru. Dari hasil kegiatan tersebut tidak ditemukan pelanggaran yang dilakukan anggota. (DANI AGUS/AKROM HAZAMI)

Hindari Titik Macet Tahun Baru di Kudus Ini

Kendaraan terjebak di salah satu ruas di Kabupaten Kudus. (MuriaNewsCom)

Kendaraan terjebak di salah satu ruas di Kabupaten Kudus. (MuriaNewsCom)

 

KUDUS – Jalur persimpangan yang terdapat di Kudus, pada malam pergantian tahun diprediksi bakalan padat pengguna jalan. Hal itu disebabkan banyaknya masyrakat yang memilih keluar ketimbang tetap berada di rumah.

“Pada malam Tahun Baru, masyarakat memilih keluar. Maka jalur akan padat. Khususnya daerah perkotaan. Ini perlu pengamanan supaya pengguna jalan juga lancar,” kata Wakapolres Kudus Kompol Yunaldi kepada MuriaNewsCom.

Jalur yang diwaspadai macet ada di beberapa titik. Di antaranya, perempatan Jember, perempatan Kojan, pertigaan Pentol, dan sebagainya. Jalur persimpangan di masing masing kecamatan juga dijaga petugas kepolisian.

Polisi juga akan mengurai massa jika dinilai sudah menggangu kelancaran arus lalu lintas. Selain itu jika ada perusuh, maka petugas juga tidak akan segan menindak.

“Jangan sampai akhir tahun dan awal tahun ini dengan kejelekan, kita ciptakan suasana yang aman dan kondusif, supaya bermakna,” tambahnya.

Termasuk jika ada yang melanggar lalu lintas atau melanggar aturan, polisi tidak akan segan untuk menertibkan. Sebab polisi akan memberikan rasa aman kepada masyarakat.

“Seperti minum-minuman keras misalnya. Kami juga akan menindaknya,” jelasnya. (FAISOL HADI/AKROM HAZAMI)

Masyarakat Diminta Berperan Aktif Dalam Upaya Menciptakan Kambtibmas

Salah satu pos pengamanan yang didirikan Polres Kudus (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Salah satu pos pengamanan yang didirikan Polres Kudus (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

KUDUS – Pos pengamanan yang didirikan untuk pengamanan Natal dan Tahun Baru, diharapkan dapat lebih mendekatkan diri antara polisi dengan masyarakat. Untuk itu, masyarakat diminta tidak takut kepada polisi.

Wakapolres Kudus Kompol Yunaldi mengatakan, petugas kepolisian adalah pelayan masyarakat. Mereka juga membantu menciptakan ketertiban dalam masyarakat. Sehingga, masyarakat diminta untuk tidak sungkan apalagi takut dengan petugas selagi itu benar.

”Kami mengharapkan peran aktif masyarakat, supaya jika terjadi apa-apa dapat melaporkan ke kami. Jangan takut ke kami, dan tak usah sungkan ke Mapolsek atau Mapolres. Sebab itu juga rumah mereka,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Dengan melaporkan adanya tindakan yang mengganggu ketertiban maupun keamanan kepada petugas, kata dia, masyarakat dapat membantu tugas kepolisian. Selain itu, jika masyarakat lebih cepat dalam meberikan laporan, maka uapaya untuk menciptakan ketertiban juga semakin cepat.

Mengenai daerah yang diwaspadai, pihaknya mewaspadai lokasi-lokasi keramaian. Sebab di lokasi keramaian sering terjadi keirbutan, sehingga perlu diwaspadai. Sedangkan, mengenai pembuatan tiga pos, juga dinilai pas. ”Untuk daerah keramaian kami waspadai. Makanya tiga pos kami tempatkan di lokasi keramaian,” ujarnya. (FAISOL HADI/KHOLISTIONO)

Natal, GITJ Margokerto Jepara Serahkan 36 Anak Kepada Tuhan

Pemberkatan anak yang dilakukan Pendeta Yohanes Triyatno Nurwibowo (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Pemberkatan anak yang dilakukan Pendeta Yohanes Triyatno Nurwibowo (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

JEPARA – Kebaktian Natal di GITJ Margokerto Jepara ditandai dengan ritual penyerahan 36 anak warga yang telah dibaptis. Pemberkatan anak dilakukan Pendeta Yohanes Triyatno Nurwibowo dan pelayanan firman dilakukan Pendeta Emiritus Suwarno dalam kebaktian Jumat (25/12/2015).

Kebaktian diikuti sekitar seribu jemaat. Pendeta Suwarno dalam khotbahnya mengajak umar kristen untuk memberikan perhatian terhadap pendidikan dan pengembangan anak. “Semua harus dimulai dari tengah- tengah keluarga dengan memberikan pondasi iman dan kepribadian yang kokoh,” ujar Suwarno.

Menurutnya, hal ini sangat penting sebab situasi dan kondisi akibat perkembangan teknologi membuat anak-anak semakin sulit untuk membedakan kebaikan dan keburukan. Karena itu keteladanan, bimbingan dan doa orang tua sangat penting.

“Orang tua bagi anak-anaknya harus bisa melakukan tiga fungsi utama, raja, imam dan nabi. Karena itu penyerahan anak hanya sebagai ritual awal bagi pembentukan karakter anak,” ungkapnya.

Dia juga mengatakan, dengan pembentukan karakter ini, orang tua harus senantiasa memberikan waktu untuk anak. Dia meminta agar jemaat menggunakan waktu untuk berkomunikasi dengan anak. Sebab, anak sangat berharga bagi masa depan. (WAHYU KZ/KHOLISTIONO)