Siswa Kelas 3 SMA di Wonogiri Jadi Pengedar Narkoba, Bakal Kerjakan UN di Polres

MuriaNewsCom, Wonogiri – Satuan Reserse Narkoba Polres Wonogiri berhasil membekuk empat pengedar narkoba. Yang cukup mengejutkan, salah satu pengedar yang dibekuk masih berstatus pelajar SMA.

Pengedar berinisial IF alias Gudel, yang masih duduk di kelas 12 salah satu SMA di Wonogiri. Gudel bersama tiga pengedar lain ditangkap bersama tiga pengedar lain di dua tempat, yakni di dekat Patung Bedol Desa Waduk Gajahmungkur Kecamatan Wonogiri Kota, dan di dekat Terminal Bus Giri Adipura di Krisak Desa Singodutan, Kecamatan Selogiri.

”Para tersangka mengaku berperan sebagai pengedar,” kata Kapolres Wonogiri AKBP Robertho Pardede dalam jumpa pers, Senin (26/3/2018).

Selain Gudel, tiga pengedar lain tang ditangkap yakni Wakyudi Ardianto alias Pentul (33) warga Lingkungan Salak, Kelurahan Giripurwo, Kecamatan Wonogiri, Kabupaten Wonogiri. Pentul diketahui sebagai pemasok narkoba untuk Gudel.

Sementara dua pelaku lain yang diamankan yakni Dimas Muhamad Ridho (28) warga Dusun Nglarangan, Desa Beji, Kecamatan Nguntoronadi, Kabupaten Wonogiri, dan Joko Prayitno (25) warga Perum KCVRI Kelurahan dan Kecamnatan Jaten, Kabupaten Karanganyar.

Kapolres menyatakan, untuk tersangka yang masih berstatus pelajar akan diberi perlakuan khusus. Yakni ia tetap diberi kesempatan untuk mengikuti Ujian Nasional (UN). ”Dia kita fasilitasi untuk mengerjakan ujian di Polres,” ujarnya.

If ditangjap saat berada di dekat Patung Bedol Desa. Saat itu, If kedapatan membawa 5 pil jenis psikotropika jenis Alprazolam dan 5 pil obat Clonazepam 2 Mg merk Riklona yang dibungkus dengan kertas alumunium foil warna hijau.

Ketika diperiksa, If mengaku mendapatkan pil psikotropika tersebut dari tersangka Wahyudi Ardianto. Karena itu, polisi kemudian menangkapnya di lokasi pemancingan Teluk Cakaran Waduk Gajahmungkur Wonogiri wilayah Desa Sendang, Kecamatan dan Kabupaten Wonogiri.

Paur Subag Humas Polres Wonogiri, Aipda Iwan Sumarsono, menambahkan, bersama kedua tersangka, polisi menyita sejumlah barang bukti.

Sementara tersangka lain, Dimas kedapatan membawa obat daftar G sebanyak 54 butir yang diwadah dalam 5 kantong plastik dan disembunyikan dalam bungkus rokok. Barang terlarang itu, dia peroleh dari Joko Prayitno.

Polisi kemudian menangkap Joko Prayitno dengan mendatangi ke rumahnya. Dari Joko Prayitno, diamankan barang bukti 450 butir obat daftar G dan 11 tablet pil Risperindone, uang penjualan Rp 62 ribu, ponsel dan sepeda motor yang dipakai sebagai sarana untuk melakukan transaksi penjualan obat daftar G.

Hingga saat ini keempat tersangka masih menjalani pemeriksaan intensif di Mapolres Wonogiri. Polisi masih mengembangkan kasus tersebut.

Editor : Ali Muntoha

Lagi, 2 Pengedar Narkoba di Blora Diringkus Tim Cobra

MuriaNewsCom, Blora – Tim Cobra Satresnarkoba Polres kembali menunjukkan bisanya. Hal ini menyusul keberhasilan tim Cobra dalam membekuk dua pengendar narkoba yang biasa beroperasi di wilayah Blora dan sekitarnya. Kedua pengedar narkoba jenis sabu-sabu ini ditangkap dalam waktu dan tempat berlainan.

Kasat Narkoba Polres Blora AKP Suparlan mengatakan, tersangka pertama yang diamankan adalah Ardi Joko Nugroho (25), warga Kampung Simo Kwagean, Kelurahan Banyu Urip, Kecamatan Sawahan, Kota Surabaya. Tersangka yang kesehariannya bekerja ojek online ini ditangkap di depan pintu masuk Stasiun kota Cepu pada hari Jumat (16/03/18) pukul 20.00 WIB.

Penangkapan tersangka ini berawal dari info masyarakat yang menyebutkan akan ada transaksi narkoba di Stasiun Cepu. Pelaku dikabarkan datang dari kota Surabaya menuju Cepu dengan menggunakan kereta api.

“Setelah dilakukan penyelidikan di lokasi stasiun, petugas mengetahui orang yang dimaksud yang baru turun dari kereta. Kemudian petugas langsung melakukan penangkapan di depan pintu masuk stasiun,” ungkap Suparlan pada wartawan, Senin (19/03/18).

Saat digeledah, dari dalam tas yang dipakai tersangka ini, petugas menemukan sebuah HP dan 2 paket narkotika seberat 1,34 gram. Barang terlarang ini dibungkus plastik klip warna bening yang digulung, kemudian dikemas dalam amplop warna putih.

Agung Pribadi Santoso alias Rampak, warga Kelurahan Kupang Krajan, Kecamatan Sawahan, Kota Surabaya diamankan petugas beserta barang bukti. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, muncul satu nama tersangka lagi yang diindikasikan sebagai pengedar. Yakni, Agung Pribadi Santoso alias Rampak, warga Kelurahan Kupang Krajan, Kecamatan Sawahan, Kota Surabaya.

“Tersangka kedua ini kita amankan di rumahnya pada hari Sabtu (17/03/18) sekitar pukul 21.00 WIB,” jelasnya.

Selanjutnya, tim Cobra langsung melakukan penggledahan dan ditemukan barang bukti narkoba. Jumlahnya ada tiga paket narkotika seberat 4,60 gram. Selain itu, ditemukan pula satu buah timbangan digital serta sebuah HP.

“Tersangka dan barang bukti diamanakan dan dibawa ke kantor Sat Res Narkoba Polres Blora, untuk dilakukan proses penyidikan lebih lanjut.” pungkas Suparlan.

Beberapa hari sebelumnya, tim Cobra sudah berhasil menangkap seorang pria yang diduga jadi pengedar narkoba. Tersangka atau pelaku yang diamankan adalah Doni Cipto Manungkusumo (44), warga Kelurahan/Kecamatan Cepu, Rabu (14/03/18).

Dari tangan tersangka ini, petugas berhasil mengamankan sejumlah barang bukti. Antara lain, 2 paket narkotika dalam plastik klip warna bening yang digulung dan dibungkus kertas amplop warna putih.

Total barang bukti yang didapat seberat 1,40 gram. Selain itu, anggota juga menemukan seperangkat alat hisap atau bong yang terbuat dari botol kaca, dan 1 buah handphone.

Editor : Supriyadi

Kena Pancingan Tim Cobra, Pengedar Narkoba di Blora Tak Berkutik Dicokok Polisi

MuriaNewsCom, Blora Tim Cobra Satresnarkoba Polres Blora berhasil menangkap seorang pria yang diduga jadi pengedar narkoba. Tersangka diamankan adalah Doni Cipto Manungkusumo (44), warga Kelurahan/Kecamatan Cepu.

”Tersangka Doni kita tangkap pada hari Rabu (14/03/18) kemarin. Penangkapan berlangsung di rumah tersangka sekitar pukul 22.30 WIB,” ungkap Kasat Kasat Narkoba AKP Suparlan, Jumat (16/03/2018).

Penangkapan tersangka diawali dari informasi masyarakat yang mengabarkan jika ada peredaran narkotika jenis sabu di sekitar Stasiun Kota Cepu. Informasi itu ditindaklanjuti dengan melakukan penyelidikan hingga akhirnya muncul nama tersangka yang diindikasikan sebagai pengedarnya.

Selanjutnya, tim Cobra membuat pancingan dengan memesan barang pada tersangka. Tidak lama kemudian, tersangka mengabarkan jika barang yang dipesan sudah disiapkan.

”Setelah memastikan pesanan narkoba dari tersangka, tim bergerak menuju ke rumahnya. Kemudian, kita langsung melakukan penggerebekan dan penggledahan,” ujarnya.

Dari penggerebekan tersebut, petugas berhasil mengamankan sejumlah barang bukti. Antara lain, 2 paket narkotika dalam plastik klip warna bening yang digulung dan dibungkus kertas amplop warna putih. Total barang bukti yang didapat seberat 1,40 gram. Selain itu, anggota juga menemukan seperangkat alat hisap atau bong yang terbuat dari botol kaca, dan 1 buah handphone.

”Tersangka terbukti melanggar Narkotika primer pasal 114 ayat (1) subsider pasal 112 ayat (1) UU RI No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika. Saat ini pelaku dan barang bukti telah dibawa untuk diamankan guna pengembangan lebih lanjut,” pungkas Suparlan.

Editor: Supriyadi

Edarkan Sabu, Kuli Serabutan Asal Cepogo Jepara Dicokok Polisi

MuriaNewsCom, Jepara – Sugeng Margono alias Rasni (43) dicokok petugas Satuan Narkoba Polres Jepara karena menjadi pengedar sabu-sabu. Warga Desa Cepogo, Kecamatan Kembang itu ditangkap pada Mingu (11/2/2018).

Dihadapan pewarta kuli serabutan itu mengaku sudah delapan bulan nyambi sebagai pengedar sabu. Untuk satu paket sabu dengan berat satu gram ia membelinya dengan harga Rp 1.200.000.

Lalu ia membagi-baginya menjadi paket setengah gram dengan harga Rp 600.000 sampai Rp 700.000.

Selain dijual belikan, Sugeng mengaku juga mengonsumsi barang haram tersebut. “Itu (sabu-sabu) juga saya konsumsi, sebagai dopping,” kata dia dalam jumpa pers di Mapolres Jepara, Kamis (15/2/2018).

Dalam pengakuannya, ia memperjualbelikan sabu kepada sopir dan tukang kayu. “Ya pokoknya siapa saja yang mau membeli. Tidak memandang profesinya, tapi ya yang membeli kebanyakan dari kalangan seperti itu,” akunya.

Kompol Jodi Setiawan Margono Kepala Bagian Operasional (Kabag Ops) Polres Jepara mengatakan, penangkapan tersangka diawali dari informasi warga. “Saat itu dia (Sugeng) hendak malakukan transaksi di sebuah persawahan yang ada di Keling. Adapun pasokan narkoba diperolehnya dari seseorang yang berinisial B,” terangnya.

Dari tangan tersangka, disita dua buah paket sabu-sabu dengan sebuah handphone dan kendaraan yang dikendarainya.

Tersangka terancam hukuman diatas 4 tahun penjara karena melanggar Pasal 112 dan 114 undang undang nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika‎.

Editor: Supriyadi

Gerak-gerik Penjual Sabu di Semarang Ini Bikin Mereka Tertangkap Polisi

MuriaNewsCom, Semarang – Dua orang pengedar narkoba jenis sabu dibekuk jajaran Reskrim Polsek Pedurungan saat hendak bertransaksi. Mereka berhasil dibekuk, lantaran polisi curiga dengan gerak-gerik mereka di tengah malam.

Dua orang yang ditangkap yakni Rio Nur Sanjaya alias Bocil (19), warga Kelurahan Bebengan, Kecamatan Boja, Kabupaten Kendal dan Sudarmono alias Sendeng (40), warga Kelurahan Kedungsari, Kecamatan Singorojo, Kabupaten Kendal.

Keduanya ditangkap saat akan bertransaksi di Jalan Kauman Barat, Kecamatan Pedurungan, Kota Semarangan, Rabu (31/1/2018) lalu. Gerak-gerik mereka yang mencurigakan, membuat tim reskrim yang tengah patroli penasaran.

“Kedua tersangka ini sudah dicurigai gerak-geriknya oleh anggota reskrim kami pada saat melaksanakan patroli di Jalan Brigjend Sudiarto. Mereka kemudian diamankan di depan Optik Monalisa,” kata Kapolsek Pedurungan, Kompol Mulyadi.

Dua tersangka ditangkap sekitar pukul 01.00 WIB. Saat diamankan keduanya tengah mengendarai sepeda motor. Tersangka bernama Rio berada posisi membonceng dan Sudarmono di depan sebagai pengemudi.

“Saat digeledah menggeledah anggota kami mengamankan 1 unit HP yang di dalamnya ada pesan singkat melalui WhatsApp dari Anton yang berisi tempat di mana barang tersebut (sabu) diletakan,” ujarnya.

Polisi langsung mencari lokasi di pesan WA tersebut, dan mendapati kotak rokok di sela-sela tumpukan genting, di sampaing pos kampling, Jalan Kauman Barat III, Pedurungan. Di dalam kotak rokok tersebut terdapat satu plastik berisi sabu seberat 8,6 gram.

Berdasarkan pengakuan tersangka, sabu itu akan dijual kepada seseorang bernama Luluk dan mereka akan mendapat upah sebesar Rp 200 ribu. Saat ini polisi juga tengah menyelidiki peran Anton dan Luluk tersebut.

“Kami terus mengembangkan kasus ini dan akan menyelidiki atas nama Anton danLuluk. Sementara dua tersangka akan dijerat dengan pasal berlapis tentang narkotika,” terangnya.

Editor : Ali Muntoha

Jadi Kurir Sabu, Gadis Cantik Asal Temanggung Ditangkap Polisi di Hotel Dekat SPBU Kaliuntu Rembang

MuriaNewsCom, Rembang – Seorang wanita muda dibekuk anggota Satuan Reserse Narkoba Polres Rembang dari kamar sebuah hotel di pinggir jalur Pantura sebelah timur SPBU Kaliuntu, Rembang, karena diduga terlibat dalam penyalahgunaan Narkoba jenis sabu – sabu.

Tersangka berinisial AY (21 tahun), warga Desa Kalibong Kecamatan Parakan Kabupaten Temanggung. Dari tangannya disita barang bukti berupa 1 paket berisi sabu – sabu seberat 0,5 Gram, 1 set alat hisap, 1 korek api, potongan sedotan, 1 klip plastik bening dan sebuah HP.

Kapolres Rembang AKBP Pungky Bhuana Santoso melalui Kepala Satuan Reserse Narkoba Polres Rembang, AKP Bambang Sugito menjelaskan, pihaknya semula menerima informasi ada wanita tidak dikenal sering datang ke hotel tersebut.

Setelah anggotanya melakukan pengintaian, Sabtu pukul 03.00 dini hari baru digrebek. Tersangka AY pun tak berkutik. Kepada petugas ia mengakui sabu itu adalah miliknya.

”Kebetulan ada info dari warga sekitar hotel, kerap melihat wanita tak dikenal menginap di sana. Sejak sore kita pantau, kemudian dini hari kita grebek. Kami dapatkan sejumlah barang bukti. Sekarang kasusnya kami sidik di Mapolres “ kata Bambang seperti dikutip Tribratanews Polres Rembang.

Bambang Sugito menambahkan berdasarkan hasil laboratorium forensik di Semarang, hasil tes urine AY positif Narkoba. Penyidik terus mendalami peran tersangka. Untuk sementara sebagai pengguna dan kurir Narkoba.

Disinggung profesi wanita tersebut, kenapa AY yang warga Temanggung berada di Rembang, Bambang menyebutnya wanita freelance.

“Senin pagi (05/02) kami gelar perkara. Ada kabar dari Labfor Semarang tes urine tersangka positif, kemudian barang serbuk Kristal dipastikan sabu – sabu. Memang patut kita curigai, ngapain saja di Rembang, padahal rumahnya Temanggung. Saat kami tanya apa pekerjaannya, dijawab swasta. Ia bilang kalau ada pria yang perlu ditemani ya ditemani alias freelance, “ imbuhnya.

Tersangka AY telah resmi ditahan di sel Mapolres Rembang. Ia dikenakan pasal 114 Undang – Undang tentang Narkotika, ancaman hukumannya minimal 4 tahun dan maksimal 14 tahun penjara.

Editor: Supriyadi

Konsumsi Sabu untuk Tambah Stamina, Sopir Truk di Grobogan Ditangkap Polisi

MuriaNewsCom, GroboganAparat Satresnarkoba Polres Grobogan berhasil membekuk pria bernama Pusdiyono, warga Desa Asemrudung, Kecamatan Geyer. Saat digeledah, polisi berhasil menemukan satu paket narkoba jenis sabu-sabu dalam saku pria yang beprofesi sebagai sopir truk antar kota tersebut.

”Barang bukti sabu yang kita amankan dari tersangka totalnya seberat 0,34 gram. Tersangka kita amankan pekan lalu,” kata Wakapolres Grobogan Kompol I Wayan Tudy Subawa saat jumpa pers, Rabu (31/1/2018).

Penangkapan sopir truk berusia 40 tahun itu dilakukan di tempat parkir RSUD Purwodadi, Rabu (24/1/2018) sekitar pukul 19.00 WIB. Beberapa jam sebelumnya, tersangka diketahui menitipkan motornya di tempat parkiran tersebut.

Setelah itu, tersangka keluar dari lokasi parkir untuk menemui seseorang yang diindikasikan sebagai pemasok narkoba. Usai mendapatkan barang, tersangka kemudian kembali lagi ke lokasi parkir RSUD untuk mengambil kendaraannya.

”Saat tersangka mau ambil motornya, langsung kita amankan. Sebelumnya, kami sudah dapat info bakal ada transaksi narkoba di lokasi parkiran itu. Kita masih mengembangkan penyelidikan mengenai pemasok barangnya,” imbuh Kasat Narkoba AKP Abdul Fatah.

Sopir truk tersebut mengaku sudah beberapa kali mengonsumsi sabu. Pemakaian sabu dilakukan untuk menambah stamina sehingga bisa mengemudikan kendaraan tanpa mengalami rasa lelah.

”Tersangka beralasan memakai sabu untuk menguatkan stamina. Tentu saja hal ini tidak dibenarkan. Justru orang yang mengonsumsi narkoba sangat berbahaya jika sedang mengemudi,” imbuh Fatah.

Editor: Supriyadi

Siswa SD di Jepara Dimanfaatkan jadi Kurir Narkoba

MuriaNewsCom, Jepara – Polres bersama Pemkab Jepara, melakukan deklarasi Pelajar Jepara Anti Narkoba 2018, Rabu (24/1/2018). Salah satu penyebabnya, adalah banyaknya penyalahgunaan narkotika di Bumi Kartini termasuk memanfaatkan pelajar.

“Latar belakang kegiatan ini mengingat bahaya narkoba semakin meningkat. Hal ini bisa menjadi bom waktu, bahkan ada murid SD di Jepara yang dimanfaatkan pengedar untuk menjadi kurir,” tutur Kapolres Jepara AKBP Yudianto Adhi Nugroho.

Ia menyebut, siswa sebuah sekolah dasar di Mlonggo tersebut memang dimanfaatkan pengedar narkoba karena ketidaktahuan. Yang bersangkutan diberikan uang untuk mengantarkan sebuah paket.

Baca: Asyik Pesta Miras, Belasan Pelajar di Kudus ’Diseret’ Ibu Kandung ke Kantor Polisi

Tak diketahui ternyata isi paket tersebut adalah narkoba. Menurutnya, saat ini pihaknya terus mengembangkan kasus tersebut.

“Sementara pelajar SD tersebut kami berikan pembinaan oleh tim kami. Adapun kejadiannya terjadi lebih kurang sebulan lalu,” ucapnya.

Diterangkannya, pada tahun 2017 ada 30 kasus narkoba dengan 36 tersangka. Sementara pada 2016 ada 26 kasus dengan 36 tersangka yang ditangani oleh Polres Jepara. Sedangkan, pada awal tahun 2018 ada tiga kasus yang sedang ditangani oleh Kepolisian Resort Jepara.

Oleh karena itu, Kapolres Jepara menganggap kerjasama antar lembaga dalam penanganan narkoba sangat penting. Selain deklarasi anti narkoba, kedepan polisi akan memberikan materi terkait pendidikan anti narkoba ke sekolah-sekolah.

“Kerjasama antar lembaga penting dilakukan, agar peristiwa seperti ini (kurir narkoba anak sd) tak terjadi lagi. Selain itu, kami ingin ada pembelajaran anti narkoba, supaya pelajar mengetahui bahayanya narkotika,” pungkas Yudi.

Editor: Supriyadi

20.000 Pelajar di Jepara Deklarasikan Diri Tolak Narkoba

MuriaNewsCom, Jepara – Dua puluh ribu siswa-siswi di Jepara mendeklarasikan komitmen anti narkoba di Stadion Gelora Bumi Kartini, Rabu (24/1/2018).

Sejak Rabu pagi puluhan ribu pelajar yang terdiri dari siswa-siswi setingkat SMA, MA, SMK, dan SMP serta MTS itu datang dari ratusan sekolah yang tersebar di 15 kecamatan di Jepara. Mereka darang ke SGBK menumpang truk dan bus serta mobil yang disewa oleh pihak sekolah.

Wakapolres Jepara Kompol Aan Hardiansyah mengatakan, kegiatan ini berawal dari semangat untuk menghindari penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar.

“Deklarasi Pelajar Jepara Anti Narkoba merupakan ikhtiar untuk memberikan motivasi kepada para pelajar untuk menolak narkoba,” tuturnya, yang juga ketua panitia acara tersebut.

Ia mengemukakan, selain deklarasi pelajar, peserta kegiatan ini juga telah membuat surat pernyataan untuk tak menggunakan narkoba. Kedepan, deklarasi tersebut tak hanya sebatas seremoni, namun akan ditindaklanjuti dalam pembelajaran di ruang sekolah.

“Nantinya tenaga pendidik tidak hanya dari sekolah, akan tetapi kita (Polisi) melalui Bhabinkamtibmas akan mengajarkan tentang gerakan antinarkoba,” urainya.

Sementara itu, Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA Jepara Udik Agus DW mengungkapkan, secara bertahap akan diadakan Diklat khusus terhadap pendidik.

“Selain pendidikan kilat bagi pendidikan, materi gerakan antinarkoba di sekolahan, juga akan mendapatkan evaluasi secara bertahap agar secara efektif diterapkan dalam usaha membentengi kalangan pelajar terkait bahaya narkoba,” urainya yang juga Kepala SMAN I Jepara

Seorang siswi Yuni Oktaviani (15) murid SMAN I Kembang itu mengaku berangkat dari sekolahnya pukul 08.00 WIB.

“Saya berangkat bersama 400 teman saya, menumpang mobil ramai-ramai datang ke stadion untuk mengikuti kegiatan ini. Terkait narkoba harapannya saya atau teman saya tak ada yang menggunakannya. Kalaupun ada, kami lebih berani untuk melaporkanya,” ujar pelajar Kelas X itu.

Editor: Supriyadi

Kedapatan Bawa Sabu, Warga Boyolali Ditangkap Polisi di Grobogan

MuriaNewsCom, GroboganAnggota Satresnarkoba Polres Grobogan berhasil menangkap seorang pria yang kedapatan membawa narkoba jenis sabu. Tersangka yang diamankan berinisial DON (37), warga Kecamatan Juwangi, Kabupaten Boyolali.

”Tersangka kita amankan beberapa hari lalu. Saat ini kasusnya masih kita kembangkan,” kata Kasat Narkoba Polres Grobogan AKP Abdul Fattah pada wartawan, Kamis (18/1/2017).

Dari penangkapan tersebut, berhasil ditemukan barang bukti 1 paket plastik klip kecil yang diduga berisi narkotika golongan I jenis sabu sebanyak kurang lebih 0,49 gram. Kemudian, petugas juga mengamankan satu  buah handphone dan sepeda motor Yamaha Jupiter warna hijau milik tersangka sebagai barang bukti.

Fattah menyatakan, pengungkapan ini tak lepas dari informasi dari masyarakat yang mengabarkan ada indikasi transaksi narkoba di wilayah Kecamatan Karangrayung.

”Info masyarakat kami tindak lanjuti dengan menurunkan tim untuk menyisir wilayah tersebut. Akhirnya, setelah melakukan penyelidikan, kami berhasil menangkap tersangka DON berikut barang bukti sabu seberat 0,49 gram,” jelasnya.

Setelah dilakukan pemeriksaan, tersangka DON mengakui barang tersebut didapat dari seseorang yang saat ini berada di Lapas Semarang. Barang itu dipesan melalui telepon dan diambil pada tempat yang telah ditentukan. Pengambilan dilakukan setelah tersangka mengirim sejumlah uang melalui transfer.

”Menurut pengakuan tersangka, sabu ini akan dipakai sendiri,” sambungnya.

Beberapa tahun lalu, tersangka ternyata pernah diringkus aparat Polres Grobogan dengan kasus serupa. Fatah menyatakan, pihaknya akan mengembangkan kasus tersebut dengan berkoordinasi bersama lapas di Semarang untuk mengungkap jaringan yang lebih besar.

Editor: Supriyadi

Karutan Purworejo Ngaku Dititipi Uang Sancai, Tapi Bantah jadi Jaringan Narkoba

MuriaNewsCom, Semarang – Kepala Rumah Tahanan (Rutan) Purworejo Cahyono Adhi Satriyanto (42), ditangkap BNN dan BNNP Jateng karena diduga mengendalikan peredaran narkoba oleh jaringan Kristian Jaya Kusuma alias Sancai.

Kini Kementerian Hukum dan HAM mencopot jabatan Cahyono dan menggantinya dengan pelaksana tugas (plt). Eko Bekti Susanto, ditugaskan sebagai Plt Kepala Rutan Purworejo, mulai Rabu (17/1/2018) hari ini.

Cahyono ditengarai menerima kucuran dana dari Sancai untuk memuluskan peredaran narkoba di Rutan Purworejo. Diketahui Cahyono mulai mengenal Sancai sejak Cahyono bertugas sebagai Kepala Rutan Narkoba Nusa Kambangan.

Saat diperiksa Kanwil Kemenkumham Jateng, Cahyono membantah menjadi jaringan narkoba. Meski demikian, ia tak membantah jika pernah menerima uang dari Sancai.

Namun uang itu diakuinya bukan untuk memuluskan aksi jaringan Sancai mengedarkan narkoba di penjara.

“Menurut pengakuannya ya, dia tidak terlibat jaringan narkoba. Memfasilitasi tidak, hasil pemeriksaan tadi dia pernah dikasih uang. Besaraannya cuma sedikit, sejuta (rupiah),” kata Kepala Divisi Pemasyarakatan Kanwil Kemenkumham Jawa Tengah, Djoni Priyatno kepada wartawan.

Pengakuan Cahyono, uang yang diberikan Sancai itu merupakan uang titipan koperasi. Pemberian uang ini juga saat Cahyono masih menjabat sebagai Kepala Lapas Narkotika Nusakambangan. Saat itu Sancai ditahan di penjara ini, sebelum dipindah ke Lapas Pekalongan.

“Kadang-kadang, uang istilahnya mau bayar di koperasi melalui dia. Kalau penitipan di koperesi dibenarkan, kalau melalui pegawai ini nanti didalami, menurut aturan tidak boleh,” jelasnya.

Baca : Kendalikan Narkoba di Penjara, Kepala Rutan Purworejo Ditangkap BNN

Sementara itu, Kepala Kanwil Kemenkumham Jateng, Ibnu Chuldun memastikan Cahyono sudah tak terdaftar lagi sebagai pegawai di Rutan Purworejo.

“Ini satu bukti kesungguhan Menkumham untuk melakukan langkah tegas terkait zero narkoba, zero toleran, termasuk pungli di seluruh jajaran,” katanya, Rabu (17/1/2018).

Untuk mengisi kekosongan setelah Cahyono ditangkap, pihaknya telah menunjuk Eko Bekti Susanto sebagai plt kepala. Eko merupakan Kepala Balai Pemasyarakatan Klaten, dan tugasnya merangkap sebagai Plt Kepala Rutan Purworejo.

Menurut dia, penunjukan ini penting karena sangat mendesak. Karena ada pelayanan dan administrasi yang harus diselesaikan kepala rutan.

“Hal ini menjadi penting karena kebutuhan organisasi, institusi, karena Rutan Purworejo harus berproses memberi pelayanan dan administrasi termasuk fasilitatif keuangan dan sebagainya,” terangnya.

Editor : Ali Muntoha

Simpan Ratusan Butir Pil Jenis Psikotropika, Warga Dawe Dicokok Polisi

MuriaNewsCom, Kudus – DZ (18) ditangkap petugas Satuan Narkoba Polres Kudus karena konsumsi obat-obatan jenis psikotropika. Selain itu, warga Desa Samirejo, Kecamatan Dawe tersebut juga tertangkap tangan menyimpan ratusan pil terlarang.

Kasatresnarkoba Polres Kudus AKP Sukadi menerangkan, penangkapan tersangka diawali informasi yang diterima dari laporan masyarakat. Ia dicokok di Desa Singocandi pada rabu (10/1/2018) malam. Setelah ditelusuri, ternyata yang bersangkutan tak hanya mengkonsumsi pil jenis psikotropika, namun juga menyimpan ratusan pil.

“Setelah dilakukan penggeledahan di lokasi penangkapan di Desa Singocandi, RT 03 RW 01, yang bersangkutan membawa ratusan obat-obatan jenis psikotropika. Diantaranya 99 butir Alprazolam 1 miligram dan 110 butir Alprazolam 0,5 gram,” tuturnya, Kamis (11/1/2018).

Selain itu, disita pula sebuah handphone, yang digunakan oleh tersangka untuk berkomunikasi.

Yang bersangkutan diduga melanggar pasal 62 UU no 5 tahun 1997 tentang psikotropika. Untuk pengembangan, tersangka kini dalam proses penyidikan untuk menelusuri darimana pil tersebut berasal. Selain itu, barang bukti yang telah disita dikirimkan ke laboratorium forensik.

Editor: Supriyadi

Alamak, 2 Pemuda Aceh Penerbang Layang-layang Mirip Bendera GAM di Kudus juga Jual Obat Ilegal

Petugas menunjukkan obat tak berizin yang diamankan dari tangan pelaku di Mapolres Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Dua warga Aceh Utara Agus Munanda (24) dan Muhammad Iqbal (22) yang ditangkap Polres Kudus gara-gara menerbangkan layang-layang dengan motif mirip bendera Gerakan Aceh Merdeka (GAM) ternyata peracik dan penjual obat-obatan ilegal.

Hal itu diketahui setelah polisi melakukan pemeriksaan dan memeriksa tempat kos pelaku di Perum Jember Asri Blok D Jl. Kudus-Jepara Km 08 turut Kelurahan Purwosari Kota.

Kapolres Kudus AKBP Agusman Gurning mengatakan, obat tersebut dinyatakan ilegal lantaran tak ada izin dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Selain itu sebagian besar obatnya merupakan obat racikan.

”Ada beberapa obat yang memiliki izin dari BPOM. Tapi setelah petugas melakukan pengecekan ke BPOM ternyata tidak terdaftar,” katanya saat gelar perkara di Polres Kudus, Jumat (29/12/2017)

Baca: 2 Pemuda Aceh Ditangkap Polres Kudus Gara-gara Terbangkan Layang-layang Mirip Bendera GAM

Kapolres menyebut, untuk melancarkan aksi pelaku membuka balai pengobatan dengan nama Balai Pengobatan Jion Zen. Dari balai pengobatan tersebut pelaku berhasil menjual obat tanpa kecurigaan selama tiga bulan di Kudus.

”Selama tiga bulan jualan itu penghasilan mereka mencapai puluhan juta. Namun digunakan untuk kebutuhan hidup. Saat diamankan sisa penjualan masih menyisakan uang Rp 10 jutaan,” ungkapnya.

Disebutkan, obat yang diamankan sejumlah 255 berbagai merk, kapsul tanpa merk 5700 butir, bahan obat sebanyak 19 toples serta kapsul ksong 6,5 pak. 

Meski begitu, ia mengakui masih terdapat seorang pelaku lainya yang kini masih buron. Pelaku tersebut merupakan dalang dari praktik usaha obat ilegal itu

“Saat ini pelaku sedang dalam pengejaran. Semoga saja cepat tertangkap,” tegasnya

Sementara itu, terkait ancaman pidana, para pelaku diancam 15 tahun penjara. Mereka dijerat dengan pasal 106 dan pasal 197 UU No 36 tentang kesehatan.

Editor: Supriyadi

Dua DC Diduga Pakai Narkoba Diciduk Saat Operasi Preman di Jepara

Puluhan preman dan debt collector diamankan Porles Jepara dalam operasi yang digelar Sabtu (23/12/2017). (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Polres Jepara menangkap dua debt collector (penagih utang) yang diduga kuat menggunakan narkoba. Penangkapan itu dilakukan bersamaan dengan operasi penanggulangan premanisme jelang Natal dan Tahun Baru 2018, Sabtu (23/12/2017). 

Kedua debt collector yang diduga menggunakan narkoba itu berinisial NH dan T. Keduanya kini sedang dimintai keterangan di Mapolres Jepara. 

Kasatresnarkoba Polres Jepara AKP Hendro Asriyanto mengatakan, keduanya menggunakan barang haram itu untuk mendukung ritme kerja mereka yang keras. Selain keduanya, pihaknya juga pernah menangkap empat DC lain yang positif memakai narkoba, dan kini sedang dalam proses pengadilan.

“Kedua terduga ini menggunakan narkoba untuk memperoleh efek stimulan dan selalu merasa segar untuk dapat melakukan pekerjaannya. Saat ini tengah dilakukan pendalaman bagi keduanya,” tuturnya.

Sedangkan, pada operasi premanisme Polres Jepara berhasil mengumpulkan 32 preman, 11 debt collector (dua di antaranya diduga memakai narkoba) dan dua pekerja seks komersial. 

Mereka, kemudian diberikan pembinaan dan didata dengan mengambil sidik jari dan foto. Tujuannya agar mempermudah kepolisian melakukan tindakan, bila mereka berbuat kejahatan. 

“Kami memberikan arahan jangan sampai melakukan tindakan yang melanggar hukum, dan meresahkan masyarakat. Apalagi sekarang mendekati Natal dan Tahun Baru 2018,” ujar Kabag Ops Polres Jepara Kompol Jody Setyo Margono. 

Dikatakannya, operasi tersebut sesuai arahan dari pimpinan guna menciptakan iklim kondusif menjelang hari raya keagamaan di Jepara. 

“Kegiatan ini untuk mengantisipasi gangguan dan menghindari tindakan-tindakan yang dapat menimbulkan keresahan masyarakat. Kami berikan pembinaan dan arahan kepada mereka agar tidak melakukan kegiatan yang negatif, baik itu kepada petugas parkir liar, anak punk, terduga preman dan sebagainya,” lanjut Jody.

Kasubag Humas Polres Jepara AKP Sarwo Edhy mengatakan puluhan preman itu, dikumpulkan dari seantero wilayah Jepara. “Kita membagi wilayah berdasarkan rayon utara, selatan, timur dan barat,” pungkasnya.

Editor : Ali Muntoha

Berantas Narkoba, Puluhan Tentara Kodim Kudus/0722 Dites Urine

Petugas dari BNN melakukan pengecekan urine tentara Kodim Kudus/0722. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Puluhan anggota Kodim Kudus/0722 dites urine dadakan oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Jateng, Senin (11/12/2017). Tes urine tersebut, dilakukan guna mengetahui apakah ada anggota Kodim Kudus yang mengkonsumsi narkoba.

Dandim Kudus 0722 Letkol Inf Sentot Dwi Purnomo mengatakan, acara tes urine dilaksanakan secara rutin oleh Kodim Kudus. Pelaksanaan dilakukan tiga bulan sekali.

“Tes urine ini merupakan kali keempat tahun ini,  ini berlangsung lancar dan tertib seperti pelaksanaan sebelumya,” katanya kepada MuriaNewsCom di Makodim Kudus.

Menurut dia, tujuan dilaksanakan tes urin adalah mengetahui anggota mengkonsumsi barang yang terlarang atau tidak. Sebagai seorang tentara, mengkonsumsi barang tersebut tidak diperbolehkan.

Dikatakan Dandim Kudus, tes yang dilaksanakan tak hanya melulu untuk para anggota saja. Namun, beberapa kali tes juga dilakukan juga untuk seluruh anggota keluarga. Itu pernah dilakukan pada triwulan ketiga tahun ini.

Sementara, Kasi Pemberdayaan Masyarakat pada BNN Yustina Martin Catur E, menyebutkan jumlah yang di tes urine mencakup seluruh petugas kodim. Hingga jam 09.00 WIB, jumlah anggota yang dites urin mencapai jumlah 52 petugas.

Editor: Supriyadi

Usai Transaksi Narkoba, 2 Orang Ini Malah Dioyak Polisi

Barang bukti narkoba jenis sabu-sabu yang diamankan Polres Magelang. (humas polres magelang)

MuriaNewsCom, Magelang – Tim Opsnal Satuan Res Narkoba Polres Magelang meringkus dua pemakai dan pengedar narkoba, ANH (31) dan AH (38). Keduanya warga Pucang, Secang Magelang. Mereka diamankan Kamis (23/11/2017), di pertigaan Jalan Tegalrejo Magelang setelah melakukan transaksi narkotika jenis sabu-sabu.

Kasat Narkoba Polres Magelang AKP Eko Sambodo, mengatakan polisi menagkap keduanya usai adanya laporan. Yaitu adanya pelaku pengedar narkoba yang melakukan transaksi di Pasar Tegalrejo Magelang dengan berkendara mobil pikap warna hitam.

“Mendapatkan informasi tersebu,  petugas segera bergerak melakukan penyelidikan, dan benar kendaraan sesuai ciri-ciri tersebut melintas dan oleh petugas  diberhentikan serta dilakukan penggeledahan,” kata Eko.

Menurutnya, dari hasil penggeledahan, polisi menemukan satu bungkusan plastik berisi sabu-sabu kristal putih di taruh dekat porsneleng mobil.  “Dari keterangan pelaku barang tersebut merupakan miliknya dan akan dikonsumsi sendiri,” terangnya dari keterangan pelaku ke polisi.

Kemudian kedua pelaku dan barang bukti dibawa ke Satnakoba Polres Magelang guna dilakukan tes  urine. Guna penyidikan lebih lanjut keduanya kini di tahan di Rutan Polres magelang.

Adapun barang bukti yang diamankan berupa  1 paket sabu-sabu beserta plastik pembungkusnya seberat 0, 58 Gram,  2 ponsel,  mobil pikap hitam AA 1864 RB beserta kunci kontak dan STNK.

Keduanya dijerat dengan Pasal : 132 jo 112 ayat (1)  UU RI no 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Dengan ancaman pidana penjara paling singkat 4 tahun dan paling lama 12 tahun dan pidana denda paling sedikit Rp 800 juta rupiah, dan paling banyak Rp 8 miliar.

Editor : Akrom Hazami

Napi Rutan Surakarta Kedapatan Selundupkan 600 Ribu Pil Ekstasi dari Belanda ke Indonesia, Kini Dijaga Ketat

Rutan Klas I Surakarta. (ISTIMEWA)

MuriaNewsCom, Solo – Rutan Kelas I A Surakarta memeriksa intensif seorang narapidananya, Andang Anggar (25). Nama Andang mendadak hangat diberitakan. Diduga, Andang merupakan sosok pengendali sindikat internasional pil ekstasi.

Di antaranya, Andang menjadi pengendali penyelundupan sekitar 600 ribu ekstasi dari Belanda ke Indonesia, pada 8 November 2017.

Aksi Andang tercium setelah polisi meringkus dua tersangka pemakai di Cikarang, Bekasi, Jawa Barat. Penangkapan itu berdasarkan informasi dari Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta. Polisi mendapat keterangan dari keduanya, sehingga bisa menangkap lagi dua tersangka lain di kawasan Rawasari, Cempaka Putih.

Dari keterangan keempatnya, diperoleh dua otak sindikat internasional tersebut, satu di antaranya adalah Andang, napi Rutan di Solo.

Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan Kelas I Surakarta, Urip Dharma Yoga di Rutan Kelas I Surakarta, Jumat (24/11/2017) mengatakan, pihaknya siap menyerahkan Andang ke Bareskrim Polri untuk tujuan pengembangan dan penyidikan kasus ini.

Pihahknya telah melakukan penggeledahan di kamar C2 yang merupakan tempat Andang di sel, 10 November 2017.

Hasil penggeledahan ditemukan sebuah telepon genggam merek Maxtron. Ponsel itu diketahui dari Andang, bukan yang digunakan untuk transaksi. Tidak berhenti di situ, pihaknya juga melakukan penggeledahan lanjutan.

“Ada dua telepon genggam yang ditanam. Mereknya Apple dan Xiaomi. Serta satu lagi yang disimpan di bawah tumpukan karpet bekas di belakang masjid merek Nokia,” katanya.

Pihaknya menyerahkan Kartu SIM lengkap  ke Bareskrim. Andang mengakui menyimpan telepon genggam dengan cara mengubur di taman rutan tersebut tergolong baru. Atas kejadian itu, kasus akan didalami dan dikembangkan untuk mengetahui pemasok BB kepada pelaku di rutan.

Usai dilakukan penyidikan, Andang dimasukkan ke dalam ruang isolasi hingga dijemput oleh tim Mabes Polri. Penjagaan ruang isolasi pun diperketat.

“Andang dititipkan ke kami dan ditempatkan di ruang isolasi agar tidak bisa ditemui kecuali saya dan petugas penjaga blok. Ini sebagai antisipasi agar tidak terkontaminasi dengan warga binaan lain,” ucapnya.

Editor : Akrom Hazami

Tahun Depan, Pengetahuan Antinarkoba Masuk Kurikulum SMA di Jepara

Kapolres Jepara AKBP Yudianto Adi Nugroho saat sedang membuka kegiatan Diklat Antinarkoba Kepada Guru BK tingkat SMA sederajat di Jepara, Jumat (17/11/2017). (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Pengetahuan antinarkoba diharapkan akan menjadi kurikulum di Kabupaten Jepara, pada tahun ajaran 2018. Hal itu untuk mempersempit ruang gerak peredaran narkotika dan obat-obatan terlarang khususnya di kalangan siswa.

Sebagai langkah awal, Kepolisian Resort Jepara menyelenggarakan Diklat Pendidikan Antinarkoba bagi Guru Bimbingan Konseling (BK) tingkat SMA, SMK dan MA se kabupaten. Acara yang dihadiri 83 orang itu, diselenggarakan di Ruang Serbaguna Setda Jepara, Jumat (17/11/2017). 

Selain dihadiri oleh guru BK se Kabupaten Jepara, acara itu juga dihadiri BNNP Provinsi Jateng, Polres Jepara, Disdikpora Jepara dan Kemenag Jepara.

Wakapolres Jepara Kompol Aan Hardiansyah mengatakan, pendidikan kilat tersebut memberikan pengarahan terkait bahaya narkoba. “Diharapkan guru dapat menjadi kepanjangan tangan kita dalam menyosialisasikan bahaya narkotika kepada siswa,” katanya.

Dalam diklat itu, lanjut Aan, guru BK akan diberikan modul yang memuat pengetahuan dasar terkait bahaya narkoba. Nantinya pembelajaran akan dilakukan, menginduk pada pelajaran-pelajaran tertentu.

Di samping itu, Aan berharap agar kedepan ada kurikulum khusus antinarkoba di tahun depan. 

“Sampai saat ini pengetahuan akan bahaya narkoba masih belum ada kurikulum khusus. Mudah-mudahan tahun ajaran 2018 pada semester 2 akan ada kurikulum khusus yang mengajarkan tentang itu, sehingga lebih fokus. Kita sedang berusaha karena hal ini butuh kerjasama dengan Pemerintah Kabupaten maupun Pemprov Jateng, menginat kewenangan pengelolaan SMA sederajat berada di pemerintah provinsi,” urainya.

Kapolres Jepara AKBP Yudianto Adi Nugroho berharap Jepara menjadi pionir kabupaten, yang menerapkan pendidikan antinarkoba. 

Hal itu karena, Jepara berpotensi menjadi incaran pengedar narkoba. Dengan garis pantai yang panjang, pengedar bisa jadi masuk secara diam-diam melalui laut. Disamping itu, kabupaten ini juga pernah memiliki sejarah terkait penyelundupan sabu yang disembunyikan di mesin generator.

“Mudah-mudahan Jepara menjadi kabupaten pertama yang menerapkan kurikulum khusus antinarkoba,” ucapnya.

Ngaripah guru SMA Negeri I Mayong menyambut positif rencana tersebut. Ia berharap dengan adanya hal tersebut, dapat meminimalisir peredaran narkoba yang menyasar remaja, khususnya pelajar.   

“Insyaallah kami optimis (penerapan pengajaran antinarkoba di sekolah). Kemungkinan nanti akan diterapkan tetap menginduk pada mata pelajaran lain, tidak dibentuk muatan lokal, hanya saja akan difokuskan pada ekstrakulikuler pengembangan diri. Saat ini kami tengah kita rancang,” tuturnya.   

Editor: Supriyadi

100 Gram Sabu dan Pil Ekstasi Diamankan saat  Bandar Narkoba Masuk Tegal

ILUSTRASI

MuriaNewsCom, Tegal – Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Tegal menangkap dua bandar narkoba, Selasa (14/11/2017) dini hari. Yakni SAD (38), warga Mejasem Barat, Kabupaten Tegal; dan SUG (39), warga Kalinyamat, Kota Tegal. Dari tangan kedua pelaku, BNN menyita 100 gram sabu, serta puluhan pil ekstasi.

Kepala BNN Kota Tegal, AKBP Windarto, mengatakan, pihaknya melakukan aksi penangkapan, setelah adanya informasi dari warga. Didapati informasi, adanya mobil yang membawa narkoba pada 14 November. “Mobil melintas di jalan tol Kanci Pejagan Brebes dan hendak masuk ke Tegal. Mobil pun akhirnya masuk ke Kota Tegal,” kata Windarto saat jumpa pers.

Anggota Polsek Sumur Panggang, bersama petugas lalu lintas di pos terminal Tegal segera melakukan pencegahan. Polisi pun memberhentikan mobil yang dicurigai itu di Jalan Dokter Cipto Mangunkusumo Sumurpanggang. Polisi memeriksa mobil itu.

Hasilnya, polisi menemukan narkotika golongan 1 jenis sabu serta 4 butir ekstasi.  Dari dalam mobil juga ditemukan sabu dalam dasboard. Polisi kemudian mengamankan pelaku SAD. Pengembangan kasus pun dilakukan. Dari rumah SAD, polisi menemukan 20 butir ekstasi.

Polisi juga mengamankan 3 unit ponsel, timbangan elektronik, alumunium foil, alat hisap, korek api, mobil dan sepeda motor.

Polisi juga menangkap pelaku lain, SUG di depan halaman Stadion Yos Sudarso Kota Tegal. Sementara pelaku terancam pasal 114 ayat 2 junto pasal 112 ayat 2 undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman pidana maksimal 20 tahun.

Editor : Akrom Hazami

Melihat 5 Tersangka Narkoba Tak Berdaya di Klaten

Foto Ilustrasi Sabu-sabu. (ISTIMEWA)

MuriaNewsCom, Klaten – Polres Klaten membekuk lima orang tersangka narkoba pada November 2017.  Dengan total berat sabu-sabu yang diamankan sekitar 214,15 gram.

Kapolres Klaten AKBP Juli Agung Pramono mengatakan, pada November ini, jajarannya melalui Satuan Reserse Narkoba menangkap lima orang tersangka.

“Polisi menemukan sabu seberat 214,15 gram. Tersangka itu yakni, RA alias Banteng (34) warga Desa Kenaiban, Kecamatan Juwiring ; ZM (40) warga Desa Kupang, Kecamatan Karangdowo ; SR (38) warga Kabupaten Sukoharjo ; ED (21) warga Kabupaten Boyolali ; dan SA (22) warga Desa Gunting, Kecamatan Wonosari,” kata Juli kepada media di mapolres setempat, Kamis (16/11/2017).

Menurutnya, kelima tersangka ditangkap di lokasi yang berbeda. Hanya tersangka ED ditangkap di Meger, Kecamatan Ceper. Sabu yang paling banyak juga dari tangan tersangka itu seberat 213,3 gram.

Sementara itu, total tersangka narkoba yang ditangkap dalam tiga bulan terakhir yaknio September hingga awal November 2017 ada 12 pelaku. Di antara mereka ada yang merupakan pengedar, dan ada juga yang merupakan pengguna. Total selama tiga bulan terakhir ini, barang bukti narkoba yang disita mencapai berat 226,63 gram.

Dari 12 tersangka, tiga tersangka menjalani proses rehabilitasi di rumah sakit, sedangkan sisanya ditahan polisi lantaran berperan sebagai pengedar barang haram itu.

Penangkapan pertama terjadi pada Sabtu (9/9/2017) lalu. Tiga orang tersangka berhasil diamankan diantaranya adalah AS alias Mandra (38) dan NC alias Kobis (29). Keduanya ditangkap saat bertransaksi di sebuah rumah di Desa Karanganom, Kecamatan Klaten Utara. Sedangkan satu diantaranya adalah DH (42) ditangkap di Desa Meger, Kecamatan Ceper.

Pada bulan Oktober, ditangkap AS alias Encik (34) warga Desa Karanganom, Kecamatan Klaten Utara ; KS (38) warga Desa Danguran, Kecamatan Klaten Selatan ; ALS (53) warga Kelurahan Tonggalan, Kecamatan Klaten Tengah ; dan EH (42) warga Desa Sobayan, Kecamatan Pedan.

Editor : Akrom Hazami

Lagi Pesta Narkoba Bareng Teman, Malah Ditemani Polisi

Kapolres Purworejo AKBP Teguh Tri Prasetyo saat memberikan keterangan kepada wartawan. (Humas Polres Purworejo)

MuriaNewsCom, Purworejo – Sedang asyik mengkonsumsi narkoba, Didik Yulianto alias Gamed (25) warga Ngemplak, Gebang, Purworejo, dan Sugeng Riyadi alias Sombro (25) warga Ngemplak Gebang ditangkap polisi di Desa Ngempla

Berawal dari informasi masyarakat yang resah akibat aktivitas kedua pelaku tersebut hingga melaporkan kepada polisi. Satuan Narkoba Polres Purworejo yang mendapatkan informasi langsung melakukan penyelidikan. 

Kapolres Purworejo AKBP Teguh Tri Prasetyo saat jumpa pers mengatakan, dari TKP ditemukan 4 strip psikotropika jenis Alprazolam 0.5, 3 butir pil Alprazolam. “Kedua pelaku diamankan ke Polres Purworejo. Kedua pelaku saat ini sedang dilakukan pemeriksaan untuk mendalami kasusnya,” kata Teguh.

Kedua pelaku diduga melakukan tidak pidana dengan sengaja memiliki, menyimpan, menguasai atau menyediakan psikotropika golongan IV jenis alprazolam 0.5 sebagai mana dimaksud dalam pasal 62 ayat 1 huruf c dan asal 60 UURI no 5 tahun 1997 tentang psikotropika.

 “Kedua pelaku terancam hukuman penjara maksimal 5 tahun atau denda 100 juta rupiah,” pungkasnya.

Editor : Akrom Hazami

Kok Bisa 7 Napi di Dalam Lapas Pekalongan Positif Pakai Narkoba?

Polisi memeriksa salah satu napi di Lapasa Pekalongan, Senin. (Humas Polres Pekalongan Kota)

MuriaNewsCom, Pekalongan – Sebanyak tujuh warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pekalongan terindikasi positif menggunakan narkoba.

Hal tersebut terungkap dari pelaksanaan razia dan cek pupil mata serta hasil tes urine yang dilakukan oleh Tim Gabungan yang terdiri dari Direktorat Nakoba Polda Jateng, Polres Pekalongan dan Petugas Keamanan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pekalongan.

Kegiatan diawali dengan memasuki sejumlah blok-blok warga binaan di lapas itu secara bergiliran. Tim Gabungan memeriksa satu-persatu warga binaan. Pemeriksaan diawali dengan mengecek kondisi pupil mata, kemudian warga binaan yang diindikasi mengunakan narkoba diminta untuk melakukan tes urine.

Wakil Direktur Narkoba Polda Jateng AKBP Rendra Raditya Dewayana menjelaskan, dari pemeriksaan cek pupil mata dan tes urin diketahui ada 7 warga binaan yang positif narkoba. “ Akan kita periksa lebih lanjut serta bisa mengetahui jenis narkoba yang digunakan para warga binaan tersebut,” kata Rendra, di Pekalongan, Senin (23/10/2017).

Wakil Direktur Narkoba Polda Jateng menambahkan, sebanyak tujuh warga binaan yang diindikasi positif mengkonsumsi narkoba, langsung dipisahkan dari warga bianaan yang lain dan diperiksa lebih lanjut.

Namun, Tim Gabungan belum bisa mengetahui jenis narkoba yang digunakan tujuh warga binaan tersebut, karena masih menunggu pemeriksaan lebih lanjut.

Editor : Akrom Hazami

 

Mengejutkan, di Dalam Jok Sepeda Motor Ini Ditemukan…      

Kapolres Pekalongan Kota AKBP Ferry Sandy Sitepu saat menunjukkan barang bukti narkoba di Mapolresta Pekalongan. (tribratanews pekalongan kota)

MuriaNewsCom, Pekalongan – Satuan Reserse Narkoba Polres Pekalongan Kota, menangkap MA (21) warga Prawasan Timur RT 03 RW 08, Kecamatan Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan.

Pelaku kedapatan membawa 11 paket ganja kering dan 36 paket sabu siap edar, Rabu (18/10/2017). MA yang kesehariannya bekerja sebagai penjahit itu menyerah saat didatangi polisi di  Kelurahan Pringrejo, Gang 7, Kecamatan Pekalongan Barat, Kota Pekalongan. Polisi mendapati narkoba disimpan di dalam jok sepeda motor pelaku.

Kapolres Pekalongan Kota AKBP Ferry Sandy Sitepu mengatakan, pelaku tertangkap usai polisi mendapati informasi. Yaitu info tentang pelaku yang membawa narkoba. “Kami mendapat informasi bahwa yang bersangkutan diduga menyimpan, memiliki, menguasai dan, atau menggunakan narkotika jenis sabu-sabu,” kata Ferry di Mapolresta Pekalongan, Kamis (19/10/2017).

Saat penangkapan, polisi mendapati narkoba disembunyikan di dalam jok motor petugas mendapati 11 paket ganja kering seberat 700 gram dan 36 paket sabu seberat 13,5 gram.

Kepala Satuan Reserse Narkoba AKP Rohmat Azhari menambahkan, modus peredaran narkoba ini yaitu dengan memasukkan sabu dan ganja ke dalam kemasan makanan ringan dan diletakkan di suatu tempat yang telah ditentukan pengedar dan pembeli. “Dari pengakuan MA mengaku mendapatkan upah menjadi kurir sebesar Rp 50 ribu dari penjualan ganja dan Rp 30 ribu dari penjualan sabu,” tambahnya.

Selain menyita barang bukti narkoba dari tangan MA, petugas juga mengamankan sebuah ponsel, sebuah kartu ATM atas nama tersangka, dan satu unit sepeda motor yang digunakan tersangka. Saat ini kasus tersebut akan dikembangkan lebih lanjut. Sedangkan tersangka beserta barang buktinya diamankan di Polres Pekalongan Kota guna penyidikan lebih lanjut.

Tersangka akan dijerat dengan Pasal 114 ayat 1 dan 2, Pasal 112 ayat 1 dan Pasal 111 ayat 1 Undang-Undang RI No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman empat hingga 12 tahun penjara.

 

Editor : Akrom Hazami

 

EDAN! Ganja 10 Kg dari Aceh Dikirim ke Semarang Lewat Kantor Pos

Barang bukti ganja yang berhasil diamankan. (Beritajateng.net)

MuriaNewsCom, Semarang – Tim Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Tengah berhasil menggalkan pengiriman ganja dari Aceh seberat 10 kilogram. Tak hanya mengamankan barang bukti ganja, dan dua pengedar juga berhasil diamankan.

Yang membuat cukup tercengang, ganja itu dikirim dari Aceh melalui Kantor Pos. Tim BNNP Jateng yang mendeteksi masuknya narkoba itu langsung bertindak cepat.

Kantor Pos Pleburan yang menjadi tempat pengiriman langsung didatangi petugas. Sekitar 10 kilogram ganja bisa diamankan sebelum diambil. Selain itu, dua tersangka pengedar berinisial S dan R juga berhasil dibekuk.

Kabid Brantas BNNP Jateng, AKBP Suprinanto mengatakan, penangkapan ini dilakukan pada Selasa (10/10/2017) di Kantor Pos Pleburan. Keduanya ditangkap sesaat sebelum mengambil paket ganja tersebut.

“Mereka kami tangkap saat berada di Kantor Pos, berikut barang bukti Ganja Kering yang dikirim dari Aceh,” katanya kepada wartawan.

Modus yang digunakan yakni membungkas ganja dengan dicampur kopi. Untuk mengelabuhi petugas, jaringan narkoba ini mengirimkan ganja tidak langsung dari Aceh, melainkan dari Sumatera Utara.

Kini kedua tersangka berinisial S dan R diamankan di Kantor BNNP Jateng berikut barang bukti Ganja seberat 10 kilogram lebih.

Di sisi lain, Kejaksaan Negeri (Kejari) Semarang, Rabu (11/10/2017) memusnahkan barang bukti narkoba, mulai dari sabu, ganja, maupun pil koplo. Kajari Semarang Dwi Samudji menyebut, barang-barang yang dimusnahkan tersebut antara lain 830 gram sabu, ribuan butir pil koplo, lebih dari 1 kg ganja.

Selain itu terdapat ratusan alat hisap yang bisa digunakan untuk pengguna narkoba. Menurut dia, pemusnahan tersebut juga dilakukan terhadap sejumlah barang bukti hasil tindak pidana lain, seperti uang palsu, senjata api rakitan, serta senjata api replika.

“Setelah berkekuatan hukum tetap akan langsung kami musnahkan agar tidak memenuhi tempat penyimpanan,” ujarnya.

Editor : Ali Muntoha

Ibu-ibu PKK di Grobogan Diajak Perangi Narkoba

Pengurus PKK se-kabupaten Grobogan mengikuti penyuluhan bahaya narkoba di pendapa, Sabtu (7/10/2017). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, GroboganMasih banyaknya pengguna narkoba dikalangan generasi muda mendapat perhatian serius dari Bupati Grobogan Sri Sumarni. Untuk mencegah generasi muda di Grobogan jadi korban, Sri Sumarni menggandeng para pengurus PKK hingga level desa untuk bersama-sama memerangi narkoba.

“Narkoba ini merupakan salah satu masalah kompleks yang harus ditanggulangi berbagai elemen masyarakat. Salah satunya bisa mengoptimalkan peran pengurus PKK hingga ke tingkat desa,” kata Sri Sumarni, saat membuka penyuluhan bahaya narkoba bagi pengurus PKK se-kabupaten, Sabtu (7/10/2017).

Menurutnya, dampak Narkoba tidak hanya menyasar aspek kesehatan, namun juga keamanan, aspek ekonomi hingga dapat mengancam keberlangsungan bangsa dan negara Indonesia. Hal itu dapat kita lihat dari dinamika di lapangan, dimana narkoba tidak hanya menyerang kelompok ataupun kalangan tertentu saja, namun sudah merasuk ke berbagai lini kehidupan negeri ini. Tidak menutup kemungkinan, narkoba akan menyerang siapa saja termasuk keluarga, aparatur negara, anak-anak yang merupakan generasi penerus.

Sri menegaskan, gerakan PKK merupakan Gerakan Nasional dalam pembangunan masyarakat yang tumbuh dari bawah, yang pengelolaannya dari, oleh dan untuk masyarakat. Peran Tim Penggerak PKK baik tingkat kabupaten, kecamatan hingga desa adalah sebagai motivator, fasilitator, perencana, pelaksana, pengendali dan penggerak masyarakat.

Salah satu tujuan utama Tim Penggerak PKK adalah mengupayakan agar sebuah 

keluarga dapat hidup sejahtera, maju dan mandiri. Dalam melaksanakan tugasnya, terutama berkaitan pada pembinaan teknis kepada keluarga dan masyarakat dilakukan bekerjasama dengan unsur dinas instansi terkait.

“Melibatkan PKK untuk memerangi narkoba sudah sesuai fungsinya. Pengurus PKK nantinya bisa ikut memberikan penyuluhan tentang bahaya narkoba pada masyarakat,” imbuhnya.

Editor: Supriyadi