5 Ribu Penyuluh Agama Akan Dampingi Napi Agar Tak Kambuh Jadi Penjahat

MuriaNewsCom, Semarang – Lembaga pemasyarakatan (lapas) difungsikan selain sebagai tempat narapidana menghabiskan hukuman, tapi juga sebagai tempat perenungan untuk mempersiapkan narapidana kembali ke masyarakat.

Namun tak sedikit narapidana yang keluar dari penjara, bukannya kapok melakukan kejahatan justru menjadi lebih parah. Untuk mengantisipasinya, seluruh narapidana yang tersebar di lapas-lapas Jawa Tengah, akan dibekali pendidikan karakter berbasis agama.

Kepala Kanwil Kemenkumham Jawa Tengah, Ibnu Chuldun mengatakan, pihaknya telah bekerja sama dengan Kemenag untuk menyiapkan penyuluh agama. Setidaknya 5.000 orang penyuluh agama akan disebar di seluruh lapas untuk memberikan pembinaan.

“Kami telah bekerja sama dengan pihak Kemenag untuk memasukan pendidikan karakter secara intensif di semua lapas dan melalui pendampingan oleh penyuluh agama,” kata Chuldun dilansir dari Tibun Jateng.

Baca : Kendalikan Narkoba di Penjara, Kepala Rutan Purworejo Ditangkap BNN

Penyuluh agama ini nantinya bisa menjadi orang tua asuh bagi napi yang tak punya keluarga. Para napi akan dibekali dengan pengetahuan mengenai keagamaan, penataan mental dan kecerdasan tentang hukum,

Ia menyebut, pembelakan pendidikan agama sangat penting untuk mereduksi tindak kejahatan yang kerap muncul di dalam lapas.

“Contohnya napi yang perilakunya kurang baik, nanti bisa jadi lebih baik lagi. Yang tadinya persepsinya kurang bagus, ke depan jadi lebih sadar lagi,” terangnya.

Editor : Ali Muntoha

Narapidana Asal Blora Meninggal di Lapas Pati dalam Keadaan Sujud

Petugas medis saat memeriksa kondisi narapidana di Lapas Pati setelah meninggal dunia secara mendadak dalam keadaan sujud. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Seorang narapidana asal Blora, Siswadi (63) meninggal dunia di ruang blok B Nomor 7 Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Pati, Sabtu (30/12/2017).

Khumawdi, salah satu saksi mengatakan, saat itu dia hendak mengambil air wudhu untuk salat tahajud. Namun, di kamar mandi masih ada korban.

“Sehabis wudhu, saya lihat Pak Sis lagi memegang perut dalam kondisi sujud. Saya sempat dengar suara rintihan kesakitan,” tutur dia.

Saat mencoba menolong dan menyapanya, Siswadi tidak menjawabnya. Setelah dibalik, ternyata sudah tidak bernapas.

dr Yupin Ardiani, petugas medis dari Puskesmas Pati memastikan bila kematian korban disebabkan sakit. Sebab, tidak ada tanda-tanda penganiayaan dalam tubuh korban.

Siswadi sendiri merupakan tahanan pindahan dari Lapas Blora. Dia dipidana hukuman 10 tahun penjara, setelah terbukti melakukan pembunuhan.

Rencananya, Siswadi akan menghirup udara bebas pada 28 Agustus 2022. Namun, dia terlebih dulu meninggal dunia setelah mengalami sakit.

Selama di Lapas, dia dikenal sebagai tahanan yang baik. Dia mendekam di balik jeruji besi bersama lima narapidana lainnya.

Editor: Supriyadi

Napi Rutan Surakarta Kedapatan Selundupkan 600 Ribu Pil Ekstasi dari Belanda ke Indonesia, Kini Dijaga Ketat

Rutan Klas I Surakarta. (ISTIMEWA)

MuriaNewsCom, Solo – Rutan Kelas I A Surakarta memeriksa intensif seorang narapidananya, Andang Anggar (25). Nama Andang mendadak hangat diberitakan. Diduga, Andang merupakan sosok pengendali sindikat internasional pil ekstasi.

Di antaranya, Andang menjadi pengendali penyelundupan sekitar 600 ribu ekstasi dari Belanda ke Indonesia, pada 8 November 2017.

Aksi Andang tercium setelah polisi meringkus dua tersangka pemakai di Cikarang, Bekasi, Jawa Barat. Penangkapan itu berdasarkan informasi dari Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta. Polisi mendapat keterangan dari keduanya, sehingga bisa menangkap lagi dua tersangka lain di kawasan Rawasari, Cempaka Putih.

Dari keterangan keempatnya, diperoleh dua otak sindikat internasional tersebut, satu di antaranya adalah Andang, napi Rutan di Solo.

Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan Kelas I Surakarta, Urip Dharma Yoga di Rutan Kelas I Surakarta, Jumat (24/11/2017) mengatakan, pihaknya siap menyerahkan Andang ke Bareskrim Polri untuk tujuan pengembangan dan penyidikan kasus ini.

Pihahknya telah melakukan penggeledahan di kamar C2 yang merupakan tempat Andang di sel, 10 November 2017.

Hasil penggeledahan ditemukan sebuah telepon genggam merek Maxtron. Ponsel itu diketahui dari Andang, bukan yang digunakan untuk transaksi. Tidak berhenti di situ, pihaknya juga melakukan penggeledahan lanjutan.

“Ada dua telepon genggam yang ditanam. Mereknya Apple dan Xiaomi. Serta satu lagi yang disimpan di bawah tumpukan karpet bekas di belakang masjid merek Nokia,” katanya.

Pihaknya menyerahkan Kartu SIM lengkap  ke Bareskrim. Andang mengakui menyimpan telepon genggam dengan cara mengubur di taman rutan tersebut tergolong baru. Atas kejadian itu, kasus akan didalami dan dikembangkan untuk mengetahui pemasok BB kepada pelaku di rutan.

Usai dilakukan penyidikan, Andang dimasukkan ke dalam ruang isolasi hingga dijemput oleh tim Mabes Polri. Penjagaan ruang isolasi pun diperketat.

“Andang dititipkan ke kami dan ditempatkan di ruang isolasi agar tidak bisa ditemui kecuali saya dan petugas penjaga blok. Ini sebagai antisipasi agar tidak terkontaminasi dengan warga binaan lain,” ucapnya.

Editor : Akrom Hazami

Napi Lapas Nusakambangan Tewas Ditusuk, Begini Suasananya Sekarang

Suasana di depan Lapas Nusakambangan, Cilacap. (adelaidenow)

MuriaNewsCom, Cilacap – Seorang narapidana Lembaga Pemasyarakatan Permisan, Pulau Nusakambangan, Kabupaten Cilacap, dilaporkan meninggal dunia akibat luka tusuk di bagian perut saat terjadi kerusuhan antarnapi.

Dilansir dari Antarajateng.com, informasi yang dihimpun, kerusuhan tersebut terjadi pada Selasa sekitar pukul 12.30 WIB di Blok C Nomor 20 yang merupakan kamar napi tamping atau tahanan pendamping.

Kerusuhan bermula dari perbincangan salah seorang napi bernama Ridwan alias Vampir dengan salah seorang petugas lapas.

Dari perbincangan tersebut Ridwan mengetahui jika pada Selasa (7/11) pagi terjadi keributan antara kelompok napi kasus terorisme dan napi anak buah Jhon Key.

Informasi tersebut menyulut kemarahan kelompok napi anak buah Jhon Key sehingga mereka menyerang Blok C Nomor 20.

Kelompok napi yang ikut menyerang terdiri atas Semi Ambon, Bangao, Heri alias Sibuta, Andi, Slamet, Tumbur Biondy Alvian Partahi Siburian alias Bony, David dan Ridwan alias Vampir.

Akibat penyerangan tersebut, tiga napi yang menghuni Blok C Nomor 20, yakni Sutrisno (25) mengalami luka tusuk pada paha belakang serta memar pada muka dan tangan, Hasan Bisri (36) mengalami luka memar dan luka tusuk di kepala, serta Dadang Arif (30) mengalami luka memar di wajah.

Bahkan, salah seorang napi kelompok anak buah Jhon Key, yakni Tumbur Biondy Alvian Partahi Siburian meninggal dunia akibat luka tusuk di bagian perut.

Saat dikonfirmasi Antara, Kepala Kepolisian Resor Cilacap Ajun Komisaris Besar Polisi Djoko Julianto mengatakan telah terjadi kerusuhan di Lapas Permisan, Pulau Nusakambangan, yang menyebabkan seorang napi meninggal dunia.

“Saat ini situasi telah kondusif. Kami sudah memeriksa pihak-pihak yang terlibat dalam kerusuhan tersebut,” katanya.

Menurut dia, pemeriksaan tersebut dilakukan oleh petugas di Lapas Permisan.

Kendati situasi telah kondusif, dia mengatakan anggota Dalmas Polres Cilacap dan Brimob Polda Jawa Tengah masih berjaga di Lapas Permisan.

Aktivitas di Dermaga Wijayapura yang merupakan tempat penyeberangan menuju lembaga pemasyarakatan di Pulau Nusakambangan, Cilacap tampak berjalan normal pascakerusuhan antarnapi di Lapas Permisan.

Dari pantauan di Dermaga Wijayapura, Cilacap, Rabu (8/11/2017) pagi, puluhan pembesuk yang akan mengunjungi napi di sejumlah lapas Pulau Nusakambangan tampak mendatangi tempat penyeberangan itu.

Kendati demikian, menurut sejumlah petugas di Dermaga Wijayapura, kunjungan ke Lapas Permisan untuk sementara ditutup.

Sementara pada pukul 10.00 WIB, belasan personel Brimob Polda Jawa Tengah tampak turun dari Kapal Pengayoman IV yang menyeberangkan mereka dari Dermaga Sodong di Pulau Nusakambangan menuju Dermaga Wijayapura.

Belasan personel Brimob tersebut segera naik bus yang telah menunggu di pelataran parkir Dermaga Wijayapura.

Menurut salah seorang anggota Polres Cilacap yang baru bertugas di Nusakambangan, belasan personel Brimob itu meninggalkan Lapas Permisan karena situasi telah kondusif.

“Semula ada satu peleton yang jaga di sana, sekarang tinggal satu regu,” katanya.

Dalam kesempatan terpisah, Kapolres Cilacap AKBP Djoko Julianto mengatakan situasi Lapas Permisan sudah aman dan kondusif.

Menurut dia, sejumlah napi telah dipindahkan dari Lapas Permisan ke Lapas Pasir Putih dan Lapas Batu untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

“Kami telah memeriksa 25 saksi yang melihat kejadian itu, baik dari napi maupun pihak lapas,” katanya.

Editor : Akrom Hazami

Seorang Narapidana Rutan Kelas IIB Jepara Kabur

Seorang petugas berjaga di Rutan Kelas IIB Jepara. (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Sudarsono narapidana Rutan Kelas IIB Jepara kabur. Peristiwa itu terjadi pada Selasa (19/9/2017) pagi sekitar pukul 07.00. Hingga kini napi kasus penipuan itu masih menjadi buron petugas. 

Karutan IIB Jepara Slamet Wuryono membenarkan hal tersebut. Ia menyebut napi tersebut akan bebas bersyarat pada pekan ini. 

“Dia (napi kabur) minggu ini sebenarnya sudah akan pulang, sudah dalam proses cuti bersyarat sudah aman seharusnya. Sudarsono saat itu ditugasi sebagai tukang parkir didepan. Namun yang bersangkutan lantas kabur,” katanya dihubungi Selasa sore. 

Adapun, narapidana tersebut melarikan  sebuah motor pengunjung rutan merk Honda Vario bernopol K 4508 NQ. 

Saat ini, lanjut Slamet pihaknya sedang melakukan perburuan terhadap narapidana tersebut. Selain itu, pihaknya juga sedang melakukan pengumpulan informasi terkait keberadaan seorang warga binaan rutan itu, melalui keluarga terdekat napi. 

“Ia merupakan napi kasus penipuan, terkena hukuman selama satu tahun lima bulan. Sudarsono mengajukan cuti bersyarat, suratnya pun sudah sampai ke Kantor Wilayah, tinggal tunggu saja sebenarnya,” urainya. 

Terkait pengamanan, Slamet bilang pihaknya telah melakukan penjagaan terhadap narapidana baik didalam, maupun mereka yang telah berasimilasi dengan lingkungan luar. 

Editor: Supriyadi

Ratusan Narapidana di Lapas Pati Dapat Remisi Hari Kemerdekaan, 3 Orang Dibebaskan

Pelaksana Harian Bupati Pati Suharyono menyerahkan remisi secara simbolik kepada perwakilan narapidana, Kamis (17/8/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Sebanyak 184 narapidana di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Pati mendapatkan remisi hari kemerdekaan. Remisi itu diberikan dalam upacara penyerahan remisi umum narapidana, Kamis (17/8/2017).

Kepala Lapas Kelas II Pati Irwan Silais mengatakan, ada 184 narapidana yang mendapatkan remisi umum pertama. Mereka mendapatkan pengurangan masa tahanan sebagian.

Sementara tiga orang mendapatkan remisi umum kedua, sehingga dibebaskan. Untuk remisi tambahan dari donor darah sebanyak 31 orang.

“Remisi donor darah ini setengah dari remisi umum pertama. Jadi, kalau misalnya remisi umum pertama dapat dua bulan, maka yang remisi donor darah ini dapat sebulan,” ujar Irwan.

Dari ratusan narapidana yang mendapatkan remisi hari kemerdekaan, remisi terbanyak mendapat tujuh bulan 15 hari, sedangkan remisi paling rendah satu bulan. Di Lapas Pati, ada dua orang narapidana korupsi dari Rembang.

Kedua narapidana korupsi tersebut tidak mendapatkan remisi hari kemerdekaan. “Kalau narapidana korupsi itu wewenangnya pusat. Beda dengan narapidana umum yang masih wewenang tingkat Jawa Tengah,” imbuhnya.

Saat ini, Lapas Pati dihuni lebih dari 300 narapidana. Tahanan sebanyak 117 orang, narapidana 258 orang, tahanan kasus narkotika 12 orang, narapidana kasus narkotika 61 orang, narapidana kasus korupsi dua orang, dan narapidana kasus terorisme satu orang.

Editor: Supriyadi

Napi Kudus Diberi Pelatihan Kerja

BLK

Bupati Kudus Musthofa saat memberikan remisi kepada napi di rutan setempat.

 

MuriaNewsCom, Kudus – Pemkab Kudus dengan Rutan Kudus terus menjalin kerja saja. Yaitu melalui Dinsosnakertrans.

Yaitu, warga binaan yang dapat remisi Hari Kemerdekaan akan dibekali keterampilan kerja. Di antaranya keterampilan otomotif dan pangkas rambut. Sehingga ketika kembali ke masyarakat mereka sudah memiliki bekal keterampilan.

Bupati juga berharap agar mereka bisa kembali menjadi orang-orang yang bermanfaat di masyarakat. Upayanya melalui balai latihan kerja (BLK) ini sebagai upaya agar tidak lagi ada persoalan kesulitan pekerjaan bagi seluruh masyarakat termasuk warga binaan ini.

”Menjadi orang baik memang susah. Tetapi menjadi orang tidak baik akan lebih susah,” imbuhnya.

Bupati yang sudah delapan kali memberikan remisi di rutan ini selalu mendoakan dan berharap ada kesadaran dari seluruh warga binaan.

Yaitu sekembalinya mereka dari rutan bisa baik di masyarakat dan tidak mengulangi perbuatan yang pernah dilakukan ini.

Editor : Akrom Hazami

 

Hanya Satu Napi di Jepara yang Terima Remisi Natal

Ilustrasi Napi

Ilustrasi Napi

 

JEPARA – Seperti tahun-tahun sebelumnya, ketika hari-hari besar keagamaan Rumah Tahanan (Rutan) kelas II B Jepara memberikan remisi kepada narapidana. Kali ini, di momen hari besar Natal, satu narapidana mendapatkan remisi.

Kepala Rutan Kelas II B Jepara Sri Yanti mengemukakan, pada perayaan Natal tahun 2015 ini pihaknya memberikan remisi kepada satu narapidana. Pemberian remisi tersebut berdasarkan aturan-aturan yang ada.

“Satu narapidana mendapatkan remisi. Dia adalah Slamet,” ujar Sri Yanti kepada MuriaNewsCom, Jumat (25/12/2015).

Menurutnya, jika perayaan Natal tahun 2014 lalu pihaknya memberikan remisi kepada tiga narapidana. Tahun ini memang hanya satu narapidana. Sebab, yang lainnya dia nilai belum bisa diusulkan untuk mendapatkan remisi.

“Yang lain memang belum bisa diusulkan untuk menerima remisi. Sebab, dalam mengusulkan remisi ada aturan-aturan tertentu,” katanya.

Dia mencontohkan, sebagaimana aturan, yang berhak memperoleh remisi hanyalah penghuni bui dengan status narapidana atau yang telah mendapatkan putusan dalam
persidangan di pengadilan. Jika yang bersangkutan meskipun beragama Kristen atau Katolik, tapi masih berstatus tahanan maka belum bisa diusulkan mendapatkan remisi. (WAHYU KZ/KHOLISTIONO)

2 Napi Rutan Blora ‘Siul-siul’ Hirup Udara Segar Hari Ini

Salah satu narapidana saa menerima SK Remisi bebas yang diberikan Plt Bupati Blora Ihwan Sudrajat. (MuriaNewsCom/Priyo)

 

BLORA- Sebanyak 37 Narapidana yang menghuni Rumah Tahanan (Rutan) Blora mendapat remisi di Hari Kemerdekaan RI ke-70.

Dari 85 narapidana yang diusulkan, 37 narapidana mendapatkan remisi. Dari 37 narapidana sudah mendapat remisi 2 di antaranya mendapat remisi bebas.

”Dari 37 yang mendapat remisi kemerdekaan tahun ini, dua di antaranya mendapat remisi bebas dan bisa pulang pada hari ini juga,” kata Kepala Rutan Blora Andi M Syarif, Senin(17/8/2015).

Menurutnya, dua narapidana yang bebas pada remisi kemerdekaan ini adalah narapidana kasus pencurian dan kekerasan.

Dari kedua narapidana yang mendapat remisi bebas ini yaitu bernama Nurhadi dari Jember dan Joko Wanto dari Sumbawa. Kedua ditangkap setelah melakukan aksi di wilayah Blora.

“Dari berbagai pertimbangan, jadi dua narapidana mendapat remisi bebas pada tahun ini, dengan harapan ke depan atau setelah keluar dari sini nantinya mereka bisa lebih baik dan memulai kehidupan bermasyarakat yang lebih baik,” pesannya. (PRIYO/AKROM HAZAMI)