Pimpin Musrenbang, Bupati Kudus Musthofa Pamitan

MuriaNewsCom, Kudus – Bupati Kudus Musthofa berpamitan pada pejabat-pejabat yang ada di Kota Kretek, saat Rapat Musrenbangda, Rabu (28/3/2018). Ia mengatakan, capaian selama 10 tahun dirinya memimpin perlu dikawal agar lebih baik.

“Karena ini adalah Musrenbang terakhir bagi saya, saya pamit. Mudah-mudahan Kudus akan dipimpin oleh bupati yang lebih baik daripada saya. Maaf selama masa pimpinan saya kepada semua pihak, para Kades yang selama ini saya kencengi itu karena kasih sayang ,” tuturnya.

Pada kesempatan itu, hadir Kapolres Kudus AKBP Agusman Gurning, Dandim 0722 Letkol (inf) Sentot Dwi Purnomo, Kajari Kudus Herlina Setyorini, kepala OPD dan para kepala desa serta akademisi.

Berbicara mengenai masa kepemimpinanya, ia berujar sebanyak 91 persen jalan di Kabupaten Kudus telah dibenahi. Sementara 9 persen diantaranya memang menjadi pekerjaan rumah, yang harus dituntaskan pada tahun anggaran kedepan.

Menurutnya, kesejahteraan suatu daerah salah satu indikasinya adalah pembangunan fisik. Seperti pembangunan jalan ataupun penerangan jalan.

Disamping itu, ia mengklaim angka Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), mencapai Rp 9 juta perbulan. Selain itu laju pertumbuhan ekonomi di Kudus pun mencapai 5,76 persen.

“Tak hanya bicara tentang aspirasi, tapi membangun fisik dan kesejahteraan serta tingkat pertumbuhan ekonomi menjadi kunci,” ungkap Musthofa.

Namun, ada beberapa hal yang harus diperhatikan oleh calon pemimpin Kudus, setelah dirinya lengser. Di antaranya, laju inflasi yang mencapai 2,38 persen dan angka kemiskinan yang mencapai 7,65 persen.

“Laju inflasi Kudus dipengaruhi juga dari daerah lain. Seperti Semarang dan Demak yang kini tengah berbenah. Kudus adalah jantung bagi Pantura Timur. Namun tidak lantas kita bisa berdiri sendiri,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Bapelitbangda Kudus Sudjatmiko menyebut, Musrenbang tersebut akan menentukan arah pembangunan Kota Kretek. Menurutnya, acara tersebut juga digunakan sebagai acuan untuk menyusun Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM), lima tahun ke depan.

Editor: Supriyadi

Bupati Kudus: Jangan Anggap Enteng Amanah

MuriaNewsCom, Kudus – Bupati Kudus Musthofa meminta kepala desa, tenaga pendidikan, serta tenaga kesehatan untuk menjaga amanah yang diemban selama bertugas. Ini lantaran amanah tersebut langsung berkaitan dengan masyarakat.

”Amanah adalah titipan sederhana yang memiliki seribu makna. Oleh karenanya, jangan disia-siakan, jangan dianggap enteng, dan jagalah amanah itu sebaik-baiknya. Terutama yang memiliki amanah sebagai pemimpin bagi masyarakat,” kata Musthofa saat pembinaan wilayah di Dawe dan Bae, Kamis (18/1/2018).

Politisi PDIP itu menegaskan, amanah jabatan yang diemban sekarang ini bukanlah untuk gaya-gayaan. Namun, lebih tertuju untuk melayani masyarakat. Karenanya, bagi setiap pemimpin harus mengedepankan kepentingan masyarakat dari pada kepentingan pribadi.

”Bangsa ini, daerah ini, tidak akan maju jika tidak memiliki fondasi pendidikan yang baik. Namun semuanya butuh sebuah kondisi yang sehat. Inilah pentingnya sinergi semua elemen pemerintahan,” tegasnya.

Bagi Musthofa, maju dan berhasilnya sebuah desa dan daerah, akan terwujud jika telah terpenuhi beberapa indikator. Yaitu tingkat ekonomi yang disertai menurunnya angka kemiskinan, berikutnya adalah pendidikan, kesehatan, serta infrastruktur yang baik.

”Di sini bukan hanya membutuhkan intelektualitas. Namun butuh adanya integritas dan moral yang baik. Maka seorang pemimpin harus dibekali dengan pembangunan moral yang baik,” ungkapnya.

Ia pun berpesan, semua pejabat bisa bekerja dengan maksimal dan tidak tertarik untuk melakukan tindakan yang bisa merugikan masyarakat. “Hidup ini pilihan. Mau selamat atau tidak, kita sendiri yang menentukan. Tentunya, pilihan baik tetap dinantikan seluruh masyarakat dalam pelayanan,” pungkasnya.

Editor: Supriyadi

Musthofa: Ada Siswa Tak Mampu di Kudus, Hubungi Saya

MuriaNewsCom, Kudus – Pemerintah Kabupaten Kudus kembali menujukkan perhatiannya bagi siswa-siswi kurang mampu. Hal itu ditunjukkan dengan penganggaran APBD yang diperuntukan bagi mereka yang tak mampu melanjutkan ke jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA) atau SMK.

“Kalau ada yang kurang (mampu) tolong hubungi saya, jangan sampai ada anak putus sekolah,” ucap Bupati Kudus Musthofa, Rabu (17/1/2018).

Di sektor pendidikan (tingkat SMA/SMK) pihaknya sebenarnya sudah mengalokasikan dana yang cukup besar mencapai Rp 28 miliar, untuk bantuan siswa-siswi pada jenjang tersebut. Namun, mengingat kewenangan SMA/SMK yang kini diambil alih oleh Provinsi Jateng, dirinya tak bisa berbuat banyak.

“Uang tersebut kami kembalikan, karena tak ada izinnya (untuk bantu siswa SMA/SMK). Namun hal itu kami rubah menjadi bantuan sosial, yang berbasis by name, by address itu yang paling penting,” tambahnya.

Bupati menyebut, program pendidikan di Kudus mewajibkan setiap anak mendapatkan pendidikan hingga 12 tahun. Selain itu, pemkab juga menanggun pembiayaan sekolah. Namun hal itu terhenti mengingat kewenangan pengelolaan SMA/SMK kini berada di Pemprov Jateng.

Sudjatmiko, Kepala Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bapelitbangda) Kudus mengatakan, program yang digulirkan pemkab tidak bertentangan dengan program pemerintah pusat.

“Hal itu karena, mereka yang telah mendapatkan bantuan dari pemerintah pusat yakni Kartu Indonesia Pintar (KIP) tidak mendapatkan beasiswa lagi dari kami pemerintah kabupaten Kudus,” ungkapnya.

Editor: Supriyadi

Masan-Noor Yasin Diantar Musthofa Daftar ke KPU Kudus

MuriaNewsCom, Kudus – Bakal pasangan calon (Bapaslon) Masan-Noor Yasin menjadi yang ketiga mendaftar sebagai Cabup-Cawabup Kudus, Senin (8/1/2018).

Datang ke kantor KPU Kudus sekitar pukul 15.00 WIB, pasangan itu diantarkan oleh masing-masing ketua DPC Partai Pengusung yakni PDIP, Golkar, PAN, dan Demokrat.

Bahkan, Ketua DPC PDIP Kudus yang juga Bupati Kota Kretek Musthofa datang lebih dulu, sekitar pukul 14.37 WIB.

“Saya ini (ibaratnya) nganter sekolah,” seloroh Musthofa.

Seperti bapaslon lain (Akhi, Harjuna), pasangan tersebut diterima langsung oleh komisioner KPU Kudus.

Sementara itu Masan, mengaku akan meneruskan program yang telah dilaksanakan oleh pendahulunya. Ia mengaku, apa yang dilakukan oleh Musthofa direspon baik oleh warga Kudus.

“Nanti kami akan melanjutkan program yang telah dilaksanakan oleh Pak Musthofa. Apa yang kurang dilengkapi, apa yang sudah baik akan disempurnakan,” tuturnya.

Menggandeng Noor Yasin yang merupakan Sekda Pemkab Kudus, Masan mengaku sangat siap.

“Pasangan politisi dan birokrat adalah yang ideal. Apalagi dengan dengan pengalaman Pak Yasin selama 40 tahun sebagai ASN, bekal kami untuk membangun Kudus kedepan,” urainya.

Ditanya visi dan misi, keduanya mengaku akan mengedepankan empat pilar yang telah di bangun oleh Musthofa. Diantaranya pendidikan, UMKM, Fasilitas Kesehatan, dan infrastruktur yang merata.

Editor: Supriyadi

Bala Kang Mus Banyumas Dukung Musthofa Nyagub

Musthofa saat berfoto bersama anggota Bala Kang Mus Banyumas. (ISTIMEWA)

MuriaNewsCom, Purwokerto – Bupati Kudus Musthofa mendapatkan dukungan dari sejumlah kalangan di Banyumas terkait rencana pencalonan dirinya sebagai Gubernur Jateng. Dalam hal ini adalah Bala Kang Mus Banyumas.

“Kami melihat Pak Musthofa Bupati Kudus yang berprestasi dan berhasil dalam menyejahterakan masyarakat dalam berbagai bidang,” kata Seno Purwanto, Ketua Bala Kang Mus Banyumas di hadapan Musthofa dan ratusan yang hadir di Banyumas.

Kelompok relawan yang bernama Bala Kang Mus Banyumas ini menyatakan dukungan untuk Musthofa dalam Pilgub Jateng 2018. Pernyataan tersebut disampaikan dalam acara silaturahmi dan deklarasi yang berlangsung di Hotel Java Heritage, Purwokerto, Senin (6/11).

Seno berharap dan berdoa, Musthofa bisa maju sebagai calon Gubernur Jawa Tengah periode 2018-2023 dengan rekomendasi dari PDI Perjuangan. Untuk selanjutnya, mereka sanggup secara ihlas tanpa syarat dan paksaan menjadi relawan untuk pemenangannya.

“Keberhasilan di Kudus kami harapkan bisa ditularkan hingga ke tingkat provinsi termasuk Kabupaten Banyumas,” harap Seno yang mengatakan Musthofa terbukti ketika menjadi anggota DPRD Provinsi Jateng 2004-2009, Musthofa sangat peduli pada Banyumas yang merupakan dapilnya itu.

Seno yang memiliki 357 orang anggota itu juga mengatakan bahwa Musthofa sebagai Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Kudus memiliki peran besar dalam menbesarkan partai. Bagaimana bisa berkomunikasi dan memosisikan pengurus dan kader partai dengan baik.

Musthofa yang merupakan Bupati Kudus dua periode ini menyambut baik dan mengucapkan terima kasih atas dukungan yang diberikan. Baginya, Banyumas adalah daerah yang istimewa. Karena langkah politiknya diawali dari Banyumas dan Cilacap.

“Banyumas ini mengantarkan saya menjadi anggota DPRD Jateng di tahun 2004. Alhamdulillah, saudara-saudara saya di sini menyambut baik,” kata Musthofa.

Sebelumnya, Musthofa yang telah mendapat dukungan dari berbagai kalangan ini akan berihtiar yang terbaik untuk Jawa Tengah. Konsistensi untuk membesarkan partai akan terus dipegangnya demi kepentingan rakyat.

“Kami akan tegak lurus terhadap keputusan Ibu Megawati Ketua Umum DPP PDI Perjuangan. Dan apapun keputusannya, kami siap menjalankan,” tegas Musthofa.

Editor : Akrom Hazami

Sambangi Kudus, Ketua DPD PDIP Jateng Sanjung Kepemimpinan Musthofa

Ketua DPC PDIP Kudus Musthofa memberikan sambutan saat pembukaan dialog interaktif di Kudus, Jumat (13/11/2017). (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Ketua DPD PDIP Bambang Wuryanto menyanjung Ketua DPC PDIP Kudus Musthofa dalam hal kepemimpinannya. Sanjungan diberikan tak hanya dalam hal kepemimpinannya sebagai Bupati Kudus, namun lebih kepada kepemimpinan di DPC PDIP Kudus.

Sanjungan itu disampaikan dalam acara dialog interaktif dengan tema Dikau Bertanya, Ketua DPD Menjawab di Hotel Griptha Kudus, Jumat (13/11/2017).

”Pak Mus luar biasa, tak hanya  menjabat dua kali periode sebagai Bupati Kudus, namun juga mampu memunculkan regenerasi yang baik juga,” katanya kepada wartawan Jumat (3/11/2017).

Menurut dia, biasanya yang dikader untuk regenerasi masih ada hubungan darah atau keluarga seperti istri anaknya. Namun berbeda untuk di Kudus, dan itu dianggap sebuah keberhasilan.

Semetara, Ketua DPC PDIP Kudus Musthofa menyampaikan dalam sambutannya, kalau PDIP Kudus kini menjadi partai penting di Kudus. Bahkan disebut bisa sebagai porosnya. Hal itu akan terus ditingkatkan kedepannya nanti.

“PDIP Kudus amat sangat terbuka, sangat realistis. Kami bersama rakyat, kami dicintai oleh rakyat,” ungkap dia.

Dalam kesempatan itu, dia yang menjabat Bupati Kudus dua periode juga menyampaikan terimakasih kepada ketua DPD PDIP Jateng, yang didalam jadwal padat menyempatkan datang ke Kudus.

Editor: Supriyadi

Musthofa Dorong UMKM Jateng Naik Kelas

Bupati Kudus Musthofa saat menjadi pembicara diGebyar UKM di Gedung Telkom Semarang, Selasa (17/10/2017). (Pemkab Kudus)

MuriaNewsCom, Semarang – Bupati Kudus Musthofa mendorong Usaha Kecil dan Menengah (UKM) harus naik kelas. Untuk itu butuh semangat yang kuat dari para pelaku usaha. Juga tak kalah penting adalah dukungan negara/pemerintah dalam mendorong tumbuh kembang UKM.

Hal ini disampaikannya pada acara Gebyar UKM di Gedung Telkom Semarang, Selasa (17/10/2017). Acara yang diselenggarakan Markplus inc. ini juga menghadirkan akademisi Dr. Taswan dari Unisbank, pelaku UKM Syahnaz, serta Joko Raharjo dari Telkom.

Musthofa memberikan support agar kreativitas dan inovasi para pelaku UKM dioptimalkan dan terus digali. Added value produk sebagai pembeda akan menjadikan sebuah produk naik kelas dan tentu diikuti harga yang juga beda.

“Salah satunya adalah mengenai kemasan. Dengan kreativitas, sebuah barang bisa bernilai jual tinggi,” kata Musthofa yang siang itu menerima penghargaan sebagai policy maker pengembangan UKM.

Mengenai permodalan, lanjutnya, banyak fasilitas kredit yang ditawarkan. Diantaranya yaitu adanya kredit usaha dengan bunga ringan dan tanpa jaminan. Tentu ini diminati bagi para pelaku usaha mengembangkan bisnisnya.

Selain itu, sebagai pemangku kebijakan, dirinya turut berbangga dengan berbagai kesuksesan UMKM Kudus. Ini semua tidak bisa terwujud tanpa keuletan dan semangat terus belajar dan juga adanya support pemerintah daerah.

“Saya berpesan tidak ada keberhasilan tanpa perjuangan. Ketika sukses, jangan lupa sama orang tua serta berbagi dengan sesama,” pesannya.

Pembicara lain menyampaikan sesuai dengan bidang yang digelutinya. Dr. Taswan sebagai akademisi mengatakan kepedulian kampusnya terhadap pelaku usaha. Termasuk untuk para mahasiswa.

Syahnaz menceritakan kesuksesannya dalam berbisnis tas. Bagaimana kegigigannya merintis usaha hingga menjadi besar seperti sekarang. Sedangkan Joko Raharjo siap memberikan bantuan permodalan usaha melalui CSR PT Telkom.

Pada acara tersebut, H. Musthofa diangkat sebagai koordinator International Council for Small Business (ICSB) Jawa Tengah. ICSB merupakan sebuah organisasi non profit  dunia yang mempunyai tujuan untuk melanjutkan pendidikan manajemen bagi pengusaha dan usaha kecil menengah. 

Pengangkatan ini didasarkan atas kinerja Bupati Kudus dua periode itu dalam membangkitkan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) di Kudus. Salah satunya adalah pengakuan Triyanto. Pengusaha sirup parijoto merasa telah diperhatikan untuk mengembangkan usahanya

Editor: Supriyadi

Nelayan Rembang Dukung Musthofa Jadi Gubernur Jateng

Para nelayan yang tergabung dalam kelompok nelayan bersama (KNB) ‘Sejati’ menyatakan dukungan untuk Bupati Kudus Musthofa pada Pilgub Jateng. (Humas Pemkab Kudus)

MuriaNewsCom, Rembang – Para nelayan yang tergabung dalam kelompok nelayan bersama (KNB) ‘Sejati’ menyatakan dukungan untuk Bupati Kudus Musthofa pada Pilgub Jateng tahun depan. Mereka berkumpul di pantai Desa Sukoharjo, Rembang, Jumat (13/10/2017) untuk menyambut kedatangan Musthofa. 

Tanpa ragu, KNB yang beranggotakan ratusan orang tersebut bersepakat secara bulat untuk mengusung dan mendukung Musthofa menjadi Gubernur Jawa Tengah periode 2018-2023. 

“Dukungan ini kami berikan karena melihat kinerja bupati dua periode ini dalam memajukan Kudus dan menyejahterakan warganya,” kata ketua KNB Sejati Supar.

Yang mereka harapkan adalah adanya perhatian dari seorang gubernur bagi para nelayan. Sehingga bisa meningkatkan kesejahteraan. Apalagi sosok Musthofa yang dekat dengan rakyat seperti yang terlihat pagi itu.

Supar dengan tegas membacakan pernyataan dukungan di dampingi ratusan nelayan lainnya. Para nelayan mendukung dan siap menjadi relawan tanpa syarat ketika Musthofa ditetapkan sebagai Calon Gubernur Jateng.

“Kami semua berdoa semoga Bapak Musthofa mendapat rekomendasi dari PDI Perjuangan dan terpilih sebagai Gubernur Jawa Tengah 2018-2023,” tegas Supar.

Perhatian Musthofa, lanjutnya, pada dunia kelautan di Kudus telah terbukti. Yakni meski tidak memiliki lautan, Kudus menyiapkan masa depan anak bangsa bidang kemaritiman. Itu ditunjukkan dengan adanya sekolah maritim berstandar internasional.

“Untuk itulah kami memberikan dukungan ini tanpa adanya paksaan dari siapapun. Semata mata demi kesejahteraan para nelayan,” lanjutnya yang telah memasang bendera bergambar Musthofa pada ratusan perahu nelayan.

Sementara itu, Musthofa menyampaikan terima kasih atas deklarasi ini dan kesediaan para nelayan memberikan dukungan serta menjadi relawan. Dia akan memberikan dukungan agar para nelayan mampu meningkatkan kesejahteraan dengan kebijakannya nantinya.

“Terimakasih dukungan ini dilakukan secara tulus dan ihlas. Para nelayan ini adalah sebagai keluarga besar kami,” kata Musthofa yang pagi itu juga melakukan kunjungan ke Pemkab Rembang.

Editor: Supriyadi

PDIP Berambisi Pertahankan Kursi Bupati Kudus

Ketua PDIP Kudus Musthofa (dua dari kanan) saat menyerahkan berkas ke KPU Kudus, Kamis (12/10/2017). (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom – PDI Perjuangan Kudus menjadi partai pertama yang lolos sebagai  parpol di Kudus yang ikut serta dalam pemilu mendatang. Melihat itu, PDIP bertekad kembali jadi Bupati Kudus dan penambahan kursi di DPRD Kudus

Ketua DPC PDIP Kudus Musthofa mengatakan, pihaknya tak mau mengkoreksi partai lain yang belum diterima KPU Kudus. Namun, sebagai partai yang sudah besar, pihaknya ingin memberi contoh yang baik. 

“Ini dapat sebagai contoh tertib aturan. Saya ucapkan terimakasih kepada seluruh kader PDIP Kudus, mulai anak ranting hingga PAC,” katanya saat pendaftaran.

Menurut dia, dalam  KTP dan KTA yang dikumpulkan ke KPU Kudus, sejumlah 1.574. Jumlah tersebut sesuai dengan berkas yang dikumpulkan dalam pendaftar di KPU Kudus.

“Target kami adalah lebih dari yang sekarang. Menjadi bupati kembali, dan juga menambah kursi di DPRD Kudus mendatang,” ujarnya.

Dalam pengumpulan berkas itu, diterima oleh divisi Hukum KPU Kudus Naily Syarifah. Menurut Naily, PDIP jadi partai pertama yang lengkap. Namun masih ada proses verifikasi pada 17 Oktober mendatang.

“Sebelumnya ada beberapa partai yang datang. Seperti Perindo, PSI, Hanura dan ini PDIP. Namun yang sudah lengkap baru ini,” jelasnya.

Editor: Supriyadi

Bupati Kudus Motivasi Mahasiswa Pertanian UMK

Bupati Kudus Musthofa memberi motivasi mahasiswa pertanian di Universitas Muria Kudus (UMK), Jumat (22/9/2017).

MuriaNewsCom, Kudus – Kedaulatan pangan adalah hidup-matinya bangsa. Jika tidak terpenuhi bisa terjadi malapetaka. Untuk itu perlu upaya maksimal untuk mewujudkannya demi tercapainya ketahanan pangan. 

Pernyataan tersebut disampaikan Bupati Kudus Musthofa memberi motivasi mahasiswa pertanian di Universitas Muria Kudus (UMK), Jumat (22/9/2017). Bupati mengutip pernyataan Presiden Soekarno mengenai pentingnya kedaulatan pangan bagi sebuah bangsa.

Melihat adanya tantangan mengenai pengembangan pertanian, Bupati meminta mahasiswa UMK tidak hanya belajar secara normatif. Namun harus bisa berinovasi mengaplikasikan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah.

“Silakan para mahasiswa datang ke Dinas Pertanian dan Pangan Kudus. Penandatangan MoU ini sebagai wujud kebersamaan pemerintah dan civitas akademika memajukan pertanian,” tegas Bupati yang baru saja meneken MoU kerjasama dengan Rektor UMK ini.

Pemkab Kudus pun telah berupaya untuk mengoptimalkan lahan pertanian yang ada. Salah satunya dengan membangun infrastruktur berupa bendungan Logung. Target rampung di 2018 bisa memberikan manfaat secara maksimal bagi para petani.

“Termasuk adanya kemajuan teknologi adalah hal yang tidak bisa dihindari. Untuk itu mahasiswa bersama para penyuluh diminta menjadi pelopor penerapan teknologi ini,” imbuhnya pada acara yang dihadiri penyuluh pertanian dari wilayah pantura timur ini.

Upaya lain Pemkab yakni dengan pengaturan musim tanam, penyusunan RDKK pupuk bersubsidi, serta adanya coverage asuransi bagi petani. Tentunya ini butuh kebersamaan bersama para petani, penyuluh, dan peran mahasiswa.

Acara ini juga dihadiri Rektor UMK Dr. Suparnyo serta dua pembicara lain. Yakni Prof. Dr. Darsono dari UNS serta Warsana dari Ketua DPW Perhitani Jateng.. Juga dirangkai dengan agro expo yang menyajikan berbagai produk unggulan pertanian.

Rektor mengatakan bahwa tujuan kegiatan ini untuk menggali dan memperkenalkan produk pertanian lokal. Khususnya di kawasan pegunungan Muria. Agar siap menghadapi persaingan pasar bebas.

Editor: Supriyadi

Musthofa Diangkat Jadi Pembina Alumni GSNI Jateng

Wakil Gubernur Jawa Tengah Heru Sudjatmoko menyematkan pin kepada Musthofa dalam pelantikan pembina alumni GSI Jateng. (Istimewa)

MuriaNewsCom, Semarang – Bupati Kudus Musthofa diangkat menjadi pembina Alumni Gerakan Siswa Nasional Indonesia (GSNI) Jateng. Selain Musthofa ada sejumlah tokoh lain yang diangkat jadi pembina, yakni mantan Rektor Undip Semarang Prof Sudharto P Hadi, dan dr Hadi Suwignyo.

Pengangkatan ini dilakukan saat temu alumni GSNI di Wisma Perdamaian, Kota Semarang, Minggu (17/9/2017). Wakil Gubernur Jawa Tengah, Heru Sudjatmoko yang memimpin pelantikan dengan menyematkan pin.

Dalam kegiatan yang dihadiri alumni GSNI pusat, pengurus GSNI kabupaten/kota di Jateng, serta dari GSNI dan alumni dari luar Jateng itu, Wagub Jateng menyatakan GSNI bukan hanya sekadar sebagai sebuah organisasi.

Namun sebagai wadah untuk menggelorakan semangat ajaran Bung Karno kepada generasi muda. “Semangat Pancasila adalah gotong royong. Ini yang harus diamalkan seluruh anak bangsa,” kata Heru.

Sebagai pembina, Musthofa merasa terhormat menerima amanah ini. Karena menurut dia, GNSI selalu menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila, menyemai bibit-bibit pemimpin bangsa. 

“Oleh karena itu, untuk menanamkan nilai-nilai pancasila, di Kabupaten Kudus akan digelar program Kampung Pancasila. Bukan hanya seremonial saja, tetapi semua desa dipacu untuk berlomba mengamalkan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari,” terangnya.

Editor : Ali Muntoha

Hari Jadi Kudus Akan Diadakan Lebih Meriah Tahun Ini


Bupati Kudus  Musthofa saat menjadi narasumber dialog interaktif Komunikada RRI PRO 1 Semarang. (ISTIMEWA)

MuriaNewsCom, Semarang – Kabupaten Kudus akan menyongsor Hari Jadi ke 468, tahun ini. Kegiatan perayaan akan diadakan 20 September-30 September.

Bupati Kudus  Musthofa mengatakan, perayaan hari jadi tahun ini lebih meriah dibanding sebelumnya. Hal ini disampaikan Musthofa saat jadi narasumber dialog interaktif Komunikada RRI PRO 1 Semarang, Jumat (15/9/2017).

“Kegiatan peringatan hari jadi diawali dengan khotmil quran dan kenduri seribu tumpeng. Karena Kudus adalah kota santri dan religius, tentunya khotmil quran ini sebagai sebuah awal yang bagus,” kata Musthofa.

Selanjutnya, kegiatan apel akan didakan pada 23 September. Sementara malam harinya akan diadakan karnaval budaya. Bagi pencinta olahraga, pada tahun ini akan diadakan pula Kaskus Kudus Half Marathon (KKHM). Yakni berupa lomba lari. Dalam momen itu, tidak hanya olahraga bisa dilakukan, tapi juga ditawarkan pula pemandangan bagus, religi, dan kuliner.

Pada momen KKHM juga akan dihadiri juara bulutangkis dunia. Nantinya ada pula kegiatan ekspo UMKM. Ini akan dimanfaatkan oleh pelaku UMKM Kudus. Setelah itu, aka nada penampilan wayang kulit dengan dalang Ki Enthus Susmono. Seluruh kegiatan diadakan untuk menghibur warga Kudus.

Dalam kesempatan itu pula, Musthofa menambahkan jika kabupatennya mempunyai filosofi Gusjigang. Yakni perilaku bagus, gemar mengaji/belajar, dan berdagang/bisnis. Filosofi ini menjadi kekuatan masyarakat yang merupakan warisan Kangjeng Sunan Kudus.

Editor : Akrom Hazami

 

Persiapan Jateng Satu, Bupati Kudus Siap Keliling Jawa Tengah

Bupati Kudus Musthofa bersalaman dengan Megawati Soekarno Putri saat peringatan 116 tahun Bung Karno. (Istimewa)

MuriaNewsCom, Kudus – Bupati Kudus Musthofa mengagendakan keliling Jawa Tengah, untuk keperluan dukungan di pencalonannya sebagai bakal calon Gubernur Jateng, 2018 mendatang. Bahkan, pihaknya sudah membuat jadwal di sejumlah tempat yang nantinya akan didatangi.

Musthofa yang juga Ketua DPC PDIP Kudus mengatakan, kota paling awal yang akan dikunjungi adalah Kabupaten Kendal. Rencananya, kabupaten yang dikenal dengan tagline Kendal Beribadat itu akan didatangi Rabu (6/9/2017), besok.

”Saya akan datang ke DPC se-Jateng yang dimulai dari Kendal. Kedatangan saya, akan memaparkan progam kerja dan visi-misi. Jadi, nantinya apa yang saya sampaikan bisa bermanfaat bagi partai dan masyarakat Jawa Tengah,” katanya Selasa (5/9/2017).

Selain kendal, sejumlah kota yang akan menjadi sasaran adalah Solo, Salatiga, dan kabupaten/kota yang menjadi kantong suara PDIP. Termasuk, kabupaten-kabupaten di eks-Karesidenan Pati juga dijadwalkan akan didatangi pekan depan.

Disinggung mengenai rekomendasi, pihaknya belum tahu siapakah nanti yang akan diberikan rekomendasi. Yang pasti, kini dia sedang mengumpulkan dukungan dan kekuatan ke semua DPC PDIP di Jateng lewat visi misinya tersebut.

”Kalau soal rekomendasi, sampai kini belum tahu. Kalau meminjam omongan orang, yang tahu itu hanyalah Tuhan dan Bu Mega saja,” katanya sambil tersenyum.

Editor: Supriyadi

Bupati Kudus Motivasi Mahasiswa Unisbank Semarang Biar Lebih Kreatif

Bupati Kudus Musthofa saat menjadi pembicara di kampus Unisbank, Semarang. (Pemkab Kudus)

MuriaNewsCom, Semarang – Bupati Kudus Musthofa berbagi pengetahuan soal bagaimana menjadi sosok kreatif, supaya mampu bersaing di dunia kerja. Sebab, kreativitas merupakan hal yang sangat penting dalam berbagai bidang kehidupan, utamanya bidang industri kreatif.

Hal itu dapat digali melalui potensi yang pada dasarnya dimiliki oleh setiap manusia. Kreativitas muncul ketika adanya ide-ide baru yang berbeda dengan yang lainnya. Pada akhirnya, kreativitas tersebut akan melahirkan produk dengan nilai jual lebih.

“Kalian jangan hanya normatif, kuliah pulang dan seterusnya. Tetapi cobalah hidup lebih kreatif dan berpikir out of the box,” kata Musthofa saat jadi pembicara sekaligus motivator dalam diskusi panel ‘Membangun Industri Kreatif’ di hadapan 900-an mahasiswa baru Unisbank Semarang, Selasa (29/8/2017).

Musthofa bersama pembicara lain dari Exc. Vice President Telkom Jateng DIY Joko Raharjo, dan Rektor Unisbank Dr Hasan Abdul Rozak.

Pemikiran yang tidak biasa harus diikuti dengan berbagai ide dan semangat untuk terus belajar mengembangkan kualitas diri. Kepercayaan diri dan membangun relasi adalah dua hal pendukung yang harus dibangun untuk meraih sukses. 

Lebih lanjut, Musthofa mencontohkan adanya sekolah animasi. Produk film animasi yang dihasilkan merupakan bukti bahwa siswa SMK pun bisa menghasilkan karya kreatif.

“Termasuk bordir Kudus juga saya kembangkan agar naik kelas dengan menggandeng desainer Ivan Gunawan,” lanjutnya.

Joko mengenalkan pada berbagai kesuksesan pada era digital ini. Sebagai salah satu industri digital, ini merupakan peluang kreativitas yang bisa digali dari siapapun termasuk dari mahasiswa.

 “Kami tidak salah mengundang pak Musthofa sebagai alumni Unisbank dan Pembina Forum UMKM Jateng untuk memberikan motivasi bagi mahasiswa kami,” kata Hasan.

Editor : Akrom Hazami

Bupati Musthofa Minta Wartawan di Kudus Harus Bersertifikat

Bupati Kudus Musthofa dilibatkan dalam materi Uji Kompetensi Wartawan (UKW) XV PWI Jateng di Graha Muria, Kudus, (25/8/2017). Bupati  Musthofa menjadi narasumber untuk materi wawancara doorstop. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Kudus – Pemkab Kudus siap meningkatkan kualitas para wartawan di wilayah setempat. Mengingat, para wartawan adalah mitra pemerintah yang selama ini ikut serta membantu.

Bupati Kudus Musthofa mengatakan, wartawan harus bersertifikat. “Jangan sampai ada wartawan yang tidak bersertifikat di Kudus,” katanya saat pembukaan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) Angkatan XV PWI Jateng di aula Hotel Graha Muria Colo, Kabupaten Kudus, Jumat (25/8/2017).

Harapannya tahun depan UKW akan diadakan kembali. Biar, dalam bertugas, wartawan bisa menjadi lebih baik.

“Tahun depan harus ada lagi kegiatan seperti ini. Jangan sampai tidak ada. Kalau sampai tidak ada maka harus diadakan. UKW adalah kewajiban yang harus dilakukan pemkab,” ujarnya.

Menurutnya, karena UKW adalah kegiatan pendidikan, maka negara harus mendukung kegiatan pendidikan.

“Kegiatan ini juga jelas. Kalau ada level 1,2,dan 3, itu bisa diikuti semua. Jadi saat wartawan dimutasi di kota lain, ada kebangaan karena di Kudus telah mampu meningkatkan kualitas,” ungkapnya.

Alasan diadakan di Colo adalah mengangkat martabat wartawan lebih tinggi. Mengingat, kegiatan diadakan di pegunungan. Pada kegiatan ini, ada sekitar 21 peserta.  Terdiri 14 peserta muda, dan 7 madya.

Ketua PWI Jateng Amir Mahmud mengatakan, kegiatan ini merupakan lanjutan dari kegiatan sebelumnya di Kabupaten Pati. Nantinya pada tahun ini akan dilanjutkan ke Semarang, dan selanjutnya ke Cilacap.  “Serta ada kegiatan lain yang akan diadakan tahun depan, “kata Amir.

Perwakilan PWI Pusat Hendro Basuki mengaku kegiatan semacam ini memang harus dilakukan. Sebab, pers adalah bisnis kata-kata, atau bisnis titik koma.

“Kalau titik koma saja salah, maka sama saja membuat produk yang cacat. Wartawan harus hati-hati dan cermat. Itulah perlunya diadakan uji Kompetensi Wartawan, “katanya.

Saat ini ada sekitar 6.600 orang wartawan yang telah mengikuti kompetensi semacam ini. “Mereka adalah wartawan yang sudah terlatih, “pungkasnya.

Editor : Ali Muntoha

Dai Perempuan Jateng Sepakat Dukung Musthofa jadi Gubernur 

Ketua Dai perempuan Jateng Rajimah Putri Sukandar (kacamata) saat menyatakan dukungan kepada Musthofa sebagai Gubernur Jateng kelak. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Dai Perempuan Jawa Tengah menyatakan dukungannya kepada Musthofa, maju sebagai Gubernur Jateng periode 2018-2023. Diketahui, Musthofa berniat mencalonkan diri sebagai gubernur di provinsi ini. 

Rajimah Putri Sukandar, Ketua Dai Perempuan Jateng, menyatakan, pihaknya sepakat mendukung Musthofa maju menjadi gubernur.  Kesepakatan tersebut muncul setelah sebelumnya Dai Perempuan Jateng menggelar rapat.

“Rapat sudah berlangsung beberapa waktu lalu. Dalam rapat tersebut, tidak ada nama lain yang kami dukung selain nama Musthofa. Akhirnya kami mendukungnya,” kata Rajimah saat jumpa pers di salah satu rumah makan di Kudus. Senin (14/8/2017).

Pihaknya juga meyakini jika dukungannya tersebut akan berbuah nyata. Menilik pilgub dulu, Dai perempuan pernah mendukung Bibit-Rusti. Dan nyatanya, Bibit-Rustri jadi. Kini, pihaknya ingin mendukung Musthofa. Pihaknya berharap, Musthofa mendapat rekomendasi dari dari DPP PDI Perjuangan.

Pihaknya optimistis jika dukungannya amat besar. Ditunjang dari jumlah anggota Dai Perempuan yang tersebar di Jateng. Jumlah anggotanya mencapai ribuan orang. Dai Perempuan Jawa Tengah saat ini tersebar di 26 kabupaten dan kota di Jawa Tengah.

Dia sendiri melihat sosok Musthofa merupakan sosok pas jadi gubernur. Rajimah yang merupakan asli warga Jati, Kudus, telah merasakan kepemimpinan dua periode Musthofa.

“Pernah bupati datang ke kampung saya saat ada acara, beliau langsung menemui saya. Saat itulah, saya terharu lantaran mau menemui saya yang hanya warga kampung biasa,” ungkap dia.

Sementara, Putuanah, Sekretaris Dai Perempuan Kudus meengatakan, pihaknya memang sepakat mendukung Musthofa.

 

Editor : Akrom Hazami

Pemkab Kudus Tanggung Biaya Pengobatan Penderita Hydrocephalus Asal Singocandi

Bupati Kudus Musthofa mengunjungi Muhammad Faril Khasan (5) di kediamannya, Jumat (11/8/2017). (MuriaNewsCom/Faisool Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus berjanji akan menanggung semua biaya pengobatan Muhammad Faril Khasan, bocah lima tahun warga Desa Singocandi RT 5/RW 2 Kecamatan Kota, penderita Hidrosefalus.

Tak tanggung-tanggung, biaya pengobatan tersebut akan ditanggung semuanya oleh pemerintah hingga sembuh. Hal itu disampaikan Bupati Kudus Musthofa, saat mengunjungi Muhammad Faril, Jumat (11/8/2017).

Bersama sejumlah pejabat, Musthofa juga menegaskan pengobatan Faril akan ditangani secara serius. Bahkan, jika harus berobat ke luar Kudus.

”Mudah-mudahan hanya satu saja penderita penyakit ini di Kudus. Penyakit ini merupakan penyakit yang langka. Karena itu semua biaya akan ditanggung oleh Pemkab Kudus, termasuk jika harus dirujuk ke luar kota,” kata Musthofa.

Baca Juga : Bocah Penderita hydrocephalus di Singocandi Kudus Ini Butuh Bantuan

 

Ia menyebutkan, untuk langkah pertama, pengobatan akan ditangani oleh RSUD Kudus. Jika pihak RSUD tak sanggup, pengobatan akan dilakukan di luar Kudus. Baik itu di Semarang, Solo, ataupun Jakarta.

”Nanti biar ada dokter yang mengecek kondisinya, karena penyakit ini merupakan penyakit yang lama prosesnya. Apalagi sekarang Hidrosefalus adek ini sudah cukup besar,” ungkap dia. 

Selain memberikan tanggungan pengobatan, bupati Kudus juga memberikan sejumlah bingkisan kepada keluarga. Selain bupati, sejumlah kepala dinas juga membawa bingkisan yang diberikan kepada keluarga.

Editor: Supriyadi

Bupati Kudus Ambil Formulir Pendaftaran Cagub Jateng di DPD PDIP, Ini Kata Musthofa Sebenarnya

Bupati Kudus Musthofa saat memberikan keterangan kepada wartawan ihwal keseriusannya mencalonkan diri jadi cagub. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Dewan Pimpinan Daerah Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (DPD PDI Perjuangan) Jawa Tengah mulai membuka pendaftaran bakal calon gubernur dan wakil gubernur.

Secara resmi, pendaftaran dibuka mulai 24 Juli 2017 hingga 11 Agustus 2017 di kantor Sekretariat DPD PDIP Jateng Jalan Brigjend Katamso Nomor 24 Semarang.

Bupati Kudus Musthofa pun menyambutnya dengan antusias. Musthofa mengambil formulir pendaftaran sebagai calon Gubernur Jateng melalui PDIP di kantor DPD PDIP Jateng, Senin (24/7/2017). Pengambilan formulir tersebut dikuasakan oleh Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kudus, Achmad Yusuf Roni.

“Ini merupakan bentuk keseriusan dari saya, dengan mengambil formulir. Minta doanya mudah-mudahan rekomendasi didapatkan,” kata Musthofa di Kudus.

Keseriusan itu ditunjukkan oleh Musthofa. Mengenai anggapan yang terlalu dini, Musthofa mengaku jika hal itu merupakan wujud keseriusannya.

Disinggung mengenai nama lain yang ikut meramaikan, kata bupati, itu hal wajar. Sudah menjadi hak bagi kader partai untuk bersaing memperebutkan rekomendasi. Termasuk juga dengan Gubernur Jateng Ganjar atau lainnya.

“Semuanya bebas, bisa jadi nantinya ada wali kota lain, bupati lain yang juga berminat karena itu hak. Tapi bagaimana kinerja saya di Kudus, itu sudah terlihat,” ucapnya.

Terkait dukungan, Musthofa mengklaim jika tidak sedikit warga wilayah Jateng yang mendukungnya. Hanya semuanya tetap mengacu pada aturan dan hasil survei yang diadakan.

Informasi yang dihimpun, pada saat pengambilan formulir pendaftaran, akan diserahkan satu bendel formulir dan buklet tentang pendaftaran bakal calon gubernur serta wakil gubernur.

Verifikasi berkas pendaftar akan dilaksanakan pada 12-19 Agustus 2017. Sementara  batas waktu melengkapi berkas persyaratan pendaftaran adalah 26 Agustus 2017 pukul 16.00 WIB di kantor DPD PDIP Jateng.

Seluruh nama pendaftar bakal calon gubernur dan wakil gubernur akan menjadi bahan rapat pleno DPD PDIP Jateng untuk dilaporkan ke DPP sesuai ketentuan internal partai.

Editor : Akrom Hazami

Arti Idul Fitri Bagi Bupati Kudus Musthofa

Bupati Kudus Musthofa saat memberikan khotbah Idul Fitri di Masjid Agung Kudus, Minggu (25/6/2017). (Foto : Pemkab Kudus)

MuriaNewsCom, Kudus – Bupati Kudus Musthofa menganggap Idul Fitri adalah pencapaian dari sebuah kemenangan dan kebahagiaan. Kemenangan yang dimaksud adalah kemenangan dari menaklukkan musuh terberat manusia, yakni hawa nafsu.

Ini disampaikan Musthofa dalam khotbah Idul Fitri di Masjid Agung Kudus, Minggu (25/6/2017). Dalam khotbanya, Musthofa menyebut ajaran puasa sangat kompleks terhadap berbagai macam kemaslahatan.

“Antara lain yaitu menjaga agama, menjaga diri, menjaga kehormatan, menjaga akal, dan menjaga harta benda,” kata Mustofa yang menyebut khotbah kali ini sebagai khotbah wada’ (perpisahan).

Pasalnya, pada momen Idul Fitri tahun depan, Musthofa sudah rampung masa baktinya sebagai bupati Kudus.

Dalam proses puasa menurut dia, muara akhirnya adalah manusia muttaqin, sebagai puncak keimanan. Sedangkan output berpuasa adalah manusia berintegritas yang memiki kesalehan ritual dan sosial terhadap hubungan dengan sesama manusia.

Ia juga mengutif Surat Al Hujurat ayat 13 yang menyebut bahwa manusia diciptakan dari seorang laki-laki dan seorang perempuan. Terbagi dalam berbagai bangsa dan suku untuk saling mengenal.

“Maknanya, di dunia tidak ada manusia yang bertahan hidup kecuali membutuhkan lingkungan sekitarnya,” jelasnya.

Sebagai mahluk sosial tentunya manusia harus memiliki sikap toleran dan saling menghormati tanpa mencampuri urusan orang lain. Tetapi saling tolong menolong dalam kebaikan untuk kesejahteraan bersama.

“Ada dua modal dalam kebhinnekaan. Yakni nilai kearifan lokal dan toleransi umat beragama. Baik kerukunan intern umat beragama, antarumat beragama, maupun umat beragama dengan pemerintah,” imbuhnya.

Upaya yang dilakukan pemerintah diyakini mampu menciptakan negara yang baldatun thoyyibatun warabbun ghofur. Tentu ini butuh komitmen bersama termasuk peningkatan kualitas pendidikan untuk meraih kesejahteraan. (nap)

Editor : Ali Muntoha

Mereka Berlomba-Lomba Nyanyi Mars PDIP di Kudus

Lomba-mars-PDIP e

Tampak suasana kemeriahan lomba paduan suara mars PDI Perjuangan di Kudus. 

 

MuriaNewsCom, Kudus – Ratusan kader dan simpatisan PDI Perjuangan (PDIP), antusias mengikuti lomba paduan suara, mars PDI Perjuangan di Taman Krida, Minggu (29/5).

Digelar pula festival band Banteng Music Festival. Dengan hadiah yang akan dibagikan totalnya mencapai Rp 60 juta.

Lomba digelar secara khusus menyambut datangnya Hari Lahir Pancasila yang diperingati setiap 1 Juni.

Ketua DPC PDI Perjuangan Musthofa mengatakan, lomba paduan suara mars PDI Perjuangan bukan sebagai bentuk politisisasi. Meski banyak pimpinan SKPD hingga kepala desa banyak yang hadir dalam kegiatan tersebut, namun ini bukan berarti mereka harus ikut PDIP. ”Kegiatan ini bukan maksud kami untuk mem-PDIP kan masyarakat Kudus,” kata Musthofa.

Sebagai bupati yang dipilih rakyat, kata dia, dirinya lahir dari proses politik. Sehingga tidak salah jika kemudian kebijakan-kebijakan yang diambilnya didasarkan pada pertimbangan politik.

Saat ini, bukan saatnya masyarakat untuk dibodohi. Namun, masyarakat kini harus diberikan pilihan terbaik.

”Oleh karena itu, pada Hari Lahirnya Pancasila nanti, saya juga akan instruksikan seluruh instansi dan sekolah untuk menggelar upacara sebagai bentuk penghormatan terhadap Pancasila,” tandasnya.

Editor : Akrom Hazami