Tol Semarang-Batang Terancam Tak Bisa Digunakan Saat Mudik Lebaran

MuriaNewsCom, Semarang– Jalan Tol Semarang-Batang terancam tidak bisa difungsikan pada saat arus mudik Lebaran tahun ini. Ini disebabkan masih adanya tanah seluas 228 meter persegi di Kelurahan Tambak Aji, Kota Semarang yang belum diserahkan pemiliknya.

Manajer Pengendalian Lahan PT Jasa Marga Semarang-Batang, Hadi Susanto, mengatakan, lahan milik Sri Urip Setyowati tersebut uang ganti untungnya sudah dititipkan di Pengadilan Negeri Semarang sejak setahun lalu.

Namun, lanjut dia, proses konsinyasi lahan tersebut tidak kunjung tuntas. Ia mengakui terdapat sengketa atas lahan yang berada di Jalan Wahyu Asri Utara VIII/ AA.36, Kelurahan Ngaliyan tersebut.

“Bahkan BPN sudah mencabut hak kepemilikan atas tanah tersebut dan menyatakan lahan tersebut sebagai tanah negara,” katanya dikutip dari Antara.

Ia mengungkapkan panitia pengadaan tanah proyek tol ini bahkan sudah mengirimkan surat permohonan ke PN Semarang agar bisa mengeksekusi tanah tersebut. Namun, lanjut dia, hingga saat ini belum ada tanggapan atas permohonan itu.

Ia menjelaskan. masih ada waktu sekitar sebulan untuk menuntaskan pembebasan sebidang tanah itu agar pembangunan proyek tol ini tepat waktu.

“Paling tidak akhir Maret 2018 harus sudah bebas. Proses pembangunan agar bisa dibuka saat mudik nanti butuh dua bulan,” ujarnya.

Sementara itu, juru bicara PN Semarang M.Sainal mengatakan. akan mengecek keberadaan berita acara penitipan uang ganti rugi warga terdampak proyek Tol Semarang-Batang itu.

“Di berita acara konsinyasi tentunya ada pihak yang berhak menerima uang ganti rugi tersebut,” terangnya.

Jika memang masih terdapat sengketa atas lahan yang dimaksud, kata dia, maka harus dituntaskan dahulu. Menurut dia, pengadilan tidak bisa begitu saja melaksanakan eksekusi atas objek tertentu tanpa ada permohonan.

“Kalau meminta dieksekusi, tertu harus ada permohonan yang disampaikan ke pengadilan,” katanya.

Berkaitan dengan proyek jalan tol ini, lanjut dia, pengadilan tidak dalam posisi mendukung atau tidak mendukung pembangunan yang dilaksanakan pemerintah.

“Pengadilan merupakan lembaga independen yang memutus suatu perkara atas azas keadilan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” pungkasnya.

Editor : Ali Muntoha

A Yani, Bandara Terapung Pertama di Indonesia Dioperasikan Sebelum Lebaran

MuriaNewsCom, Semarang – Direktur Utama PT Angkasa Pura Faik Fahmi memastikan, sebelum musim mudik Lebaran 2018, Bandara A Yani Semarang dengan konsep baru sudah bisa dioperasikan. Meski secara keseluruhan, pembangunan bandara terapung (floating airport) pertama di Indonesia akan selesai total pada awal 2019.

Bandara ini diterget operasi dengan syarat minimum pada Mei 2018 mendatang. Yakni terminal penumpang, gedung parkir satu lantai, terminal kargo, masjid, gedung perolongan kecelakaan penerbangan dan pemadam kebakaran.

“Jadi mudik Lebaran tahun ini masyarakat Jawa Tengah sudah bisa membanggakan bandara baru,” katanya.

Minggu (11/2/20180 kemarin, sejumlah menteri dan Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo melakukan prosesi topping off (penutupan atap) terminal Bandara  A Yani Semarang. Sejumlah menteri yang terlihat yakni Menteri BUMN, Rini M Soemarno, dan Menteri Pekerjaan Umum Budi Karya Sumadi.

Konsep bandara Ahmad Yani yang terapung muncul karena sekitar 90% lahan pengembangan bandara berada di sekitar rawa-rawa sehingga kontruksi harus dilakukan dan dibangun di atas air. Konsep ini mirip dengan kontruksi tol atas laut di Bali.

Bandara Ahmad Yani Semarang mengusung konsep floating airport yang dipadukan dengan konsep ecogreen. Pada area bandara juga ditanami 24 ribu pohon mangrove untuk mendukung pelestarian lingkungan.

Menteri Pekerjaan Umum Budi Karya Sumadi mengatakan, bandara baru ini akan mengatasi masalah over capacity. Kapasitas bandara lama hanya 800 ribu penumpang per tahun, namun realisasi penumpang pada 2017 mencapai 4,4 juta orang.

“Terminal bandara baru ini sembilan kan kali lebih besar dari yang lama, dan dapat menampung enam juta penumpang pertahun,” ujanrya.

Terminal bandara baru ini memiliki luas 58.652 meter persegi atau sembilan kali lebih luas dibanding terminal lama yang hanya 6.708 meter persegi. Luasan apron mencapai 75.522 meter persegi dan dapat menampung 13 pesawat  narrow body.

Terminal baru ini dibangun di atas lahan lunak dan sebagian besar berair dengan menggunakan tiang pancang.

“Tentunya ini berkat Pak Gubernur (Ganjar Pranowo) yang selalu njawil-njawil kapan ini kapan ini pak,” kata Budi.

Sementara Ganjar Pranowo mengaku senang karena bandara baru yang diidam-idamkan masyarakat Jateng sudah hampir selesai. Sebab seingatnya sudah tiga gubernur yang mencoba mengerjakan proyek bandara baru namun tidak juga selesai.

“Saya tidak tahu berapa presiden, berapa Menteri Perhubungan yang mengawal ini. Yang saya tahu tiga gubernur memulai ini. Dua senior saya Pak Mardiyanto dan Pak Bibit (Bibit Waluyo), dan sekarang kelihatan hasilnya,” terangnya.

Pengembangan Bandara Ahmad Yani senilai Rp 2,07 triliun ini terdiri dari lima paket. Paket satu pekerjaan lahan dan jalan akses sudah selesai 100 persen. Paket dua, pekerjaan apron dan taxiway juga sudah 100 persen.

Paket tiga, pekerjaan pembangunan terminal akan selesai November 2018. Sedang paket empat, yakni bangunan penunjang dan lanskap serta paket lima  pekerjaan water management akan selesai pada 2019.

Menteri BUMN Rini M Soemarno mengharapkan, bandara baru ini akan semakin meningkatkan perekonomian Jawa Tengah. “Jateng ini perekonomian meningkat terus sehingga masyarakat semakin sejahtera,” pungkasnya.

Editor : Ali Muntoha

Dishub Cek Kelaikan Angkutan Jelang Lebaran

Bus saat ngetem menunggu penumpang di Jalan Diponegoro Rembang. Dalam waktu dekat, Dishub Rembang bakal lakukan pengecekan kelaikan angkutan menjelang Lebaran. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom,Rembang – Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Kabupaten Rembang dalam waktu dekat bakal mengecek kelaikan kondisi angkutan umum untuk menghadapi arus mudik dan balik Lebaran 2017.

“Kami akan lakukan pengecekan kelaikan armada angkutan umum, terutama bus. Kami fokuskan di terminal-terminal,” kata Bagian Lalu Lintas Dishubkominfo Rembang Suwarno.

Menurut dia, pengecekan kelaikan armada angkutan umum yang digunakan untuk melayani penumpang pada arus mudik dan balik menjadi salah satu prioritas karena berkaitan dengan keselamatan.

Ia menegaskan jika ditemukan adanya angkutan umum yang tidak laik jalan bakal ditarik dari operasional untuk menjalani pembenahan karena membahayakan keselamatan penumpang dan masyarakat.

Menurutnya, di Rembang ada sebanyak 16 perusahaan otobus (PO). Sedangkan transportasi milik perorangan atau angkutan desa sebanyak 303 unit. Rinciannya, untuk bus pariwisata ada 12 PO dengan jumlah bus 630 unit. Kemudian, bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) ada 2 PO dengan jumlah bus 64 unit. Sedangkan, Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) ada 2 PO dengan jumlah bus 5 unit, dan angkutan desa ada sebanyak 303 bus.

Dia melanjutkan, untuk pengecekan kesiapan transportasi itu nantinya akan bekerja sama dengan pihak Polres Rembang. Baik pengecekan surat surat bus, kondisi laik jalan dan lainnya.

Editor : Kholistiono

Wow, Arus Mudik-Balik Lebaran di Kudus Turun 5 Persen

Agus Budi, Staff Pengendali Terminal Induk Jati Kudus. (MuriaNewsCom/Hana Ratri)

Agus Budi, Staff Pengendali Terminal Induk Jati Kudus. (MuriaNewsCom/Hana Ratri)

KUDUS – Aktifitas penumpang Terminal Induk Jati Kudus kembali normal pascaarus balik yang puncaknya berlangsung pada lebaran kupat kemarin (H+7). Agus Budi, staff pengendali Terminal Induk Jati Kudus mengatakan kondisi terminal hari Minggu ini kembali normal seperti semula.  Lanjutkan membaca

Penumpang Arus Mudik Turun Drastis

Pemudik saat tiba di terminal sebelum Lebaran di terminal Purwodadi. Dampak mudik gratis yang dilakukan berbagai pihak membawa dampak menurunnya jumlah penumpang di terminal Purwodadi pada Lebaran tahun 2015 ini. (Dani Agus/MuriaNewsCom)

Pemudik saat tiba di terminal sebelum Lebaran di terminal Purwodadi. Dampak mudik gratis yang dilakukan berbagai pihak membawa dampak menurunnya jumlah penumpang di terminal Purwodadi pada Lebaran tahun 2015 ini. (Dani Agus/MuriaNewsCom)

GROBOGAN – Dampak mudik gratis yang dilakukan berbagai pihak ternyata membawa dampak menurunnya jumlah penumpang di terminal Purwodadi. Pada Lebaran tahun 2015 ini, jumlah penumpang yang turun di terminal berkurang hampir 40 persen dibandingkan tahun sebelumnya.  Lanjutkan membaca

Tak Mau Keluar Modal, Warga Grobogan Berharap Ada Balik Gratis

mudik gratis 2015

Para pemudik melakukan mudik gratis saat lebaran kemarin. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

GROBOGAN – Sejumlah warga yang ada di perantauan berharap agar layanan lebaran tidak sebatas mudik gratis saja. Tetapi mereka berharap ada program balik gratis menuju tempat perantauan. Dengan adanya layanan balik gratis membuat mereka makin terbantu selama lebaran. Lanjutkan membaca

Sukun Manjakan Pemudik dengan Pospam yang Dilengkapi Pendingin Ruangan

Pos media center ini digunakan sebagai pendukung di pospam unggulan buatan Sukun untuk memberikan kenyamanan pemudik. (MuriaNewsCom)

Pos media center ini digunakan sebagai pendukung di pospam unggulan buatan Sukun untuk memberikan kenyamanan pemudik. (MuriaNewsCom)

KUDUS – Konsistensi PR Sukun untuk menyukseskan arus mudik Lebaran 2015 ternyata bukan sekedar isapan jempol belaka. Buktinya, mereka mendirikan 13 pospam unggulan yang dilengkapi dengan bernagai fasilitas, termasuk pendingin ruangan. Tujuannya tentu untuk membuat pemudik nyaman.

Dari 13 pospam unggulan, salah satunya adalah Pos Terpadu Exit Toll Pejagan Brebes Polda Jateng. Sesuai namanya, pospam berukuran 10 x 20 meter persegi ini berada tepat di pertigaan pintu keluar Tol Pejagan Brebes. Fasilitas di pospam ini pun sangat lengkap, baik fasilitas komunikasi maupun informasi.

Bahkan Sukun juga mendirikan tenda khusus yang difungsikan sebagai media center. Pospam ini menjadi pusat kendali pospam di wilayah Jateng, seiring dengan dibukanya ruas tol Cikampek – Palimanan.

’’Brebes menjadi begitu penting karena di situlah terjadi penumpukan arus kendaraan, terutama dari arah Jakarta,’’ kata Kabag Humas dan Promosi PR Sukun DK Hendratmanto.

Pria yang akrab disapa Anton ini berharap, pelayanan yang dilakukan oleh Sukun memberikan manfaat yang maksimal kepada masyarakat, khususnya yang mudik untuk berlebaran bersama keluarga dan orang-orang tercinta di kampung halaman. (SUPRIYADI)

Dukung Polda Jateng, Sukun Dirikan 48 Pospam Lebaran

PR Sukun ikut berpartisipasi dalam pengamanan jalur mudik Lebaran dengan mendirikan 48 pos pengamanan. (MuriaNewsCom)

PR Sukun ikut berpartisipasi dalam pengamanan jalur mudik Lebaran dengan mendirikan 48 pos pengamanan. (MuriaNewsCom)

KUDUS – Menyambut musim Lebaran 2015, Perusahaan Rokok Sukun (PR Sukun) ikut berpartisipasi dalam pengamanan jalur mudik Lebaran tahun ini, khususnya di wilayah Pantura Jawa Tengah. Bekerja sama dengan Polda Jateng, perusahaan rokok asal Kudus ini mendirikan tak kurang dari 48 tenda pos pengamanan (pospam) di jalur Pantura.

Kabag Humas dan Promosi PR Sukun DK Hendratmanto menerangkan, Operasi Ketupat Candi yang diprakarsai Polda Jateng pada dasarnya adalah operasi kemanusiaan. ’’Tugas mulia yang sudah menjadi kegiatan tahunan ini sangat kami dukung. Sebab, ini adalah bentuk riil pelayanan kepolisian kepada masyarakat,’’ katanya.

Sukun dari tahun ke tahun selalu ambil bagian untuk mendukung kegiatan kemanusiaan tersebut. Dan tahun 2015 ini, pihaknya mendirikan tenda pospam di 15 kabupaten/kota mulai Brebes hingga Rembang. ’’Dari 48 pos pengamanan tersebut, 13 di antaranya merupakan pospam unggulan. Sedangkan sisanya tenda reguler.’’ jelas pria yang akrab disapa Anton ini.

Disebut tenda unggulan karena dari sisi fisik, tenda ini memang terlihat cukup bagus dengan fasilitas pendingin ruangan. Anton berharap, keberadaan pos-pos pengamanan ini sedikit banyak mampu membantu meringankan tugas para petugas yang tengah bertugas mengamankan jalur mudik. Dengan mendirikan pos yang nyaman, maka para petugas yang tengah menjalankan pantauan arus mudik bisa bekerja secara maksimal.(SUPRIYADI)

Pegadaian Jadi Tempat Favorit Warga Blora Dapatkan Uang Lebaran

Salah satu warga sedang mengurus pinjaman di Kantor Pegadaian Blora untuk tambahan uang Lebaran. (MuriaNewsCom/Priyo)

Salah satu warga sedang mengurus pinjaman di Kantor Pegadaian Blora untuk tambahan uang Lebaran. (MuriaNewsCom/Priyo)

BLORA – Mendekati lebaran yang tinggal menyisakan dua hari lagi masyarakat Blora mulai memadati kantor Pengadaian Blora. Ini terlihat dari banyaknya masyarakat yang datang untuk menggadaikan barang-barang berharga miliknya.

”Biasa mas untuk kebutuhan Lebaran, karena semua kebutuhan naik. Kalau sudah ada rezeki bisa diambil lagi,” kata salah satu warga yang menggadaikan barang miliknya Rohman rabu(15/7/2015)

Hal ini, lanjutnya, biasa dilakukan setiap menjelang lebaran. ”Ya, kalau mendekati Lebaran pasti ke pegadaian untuk menggadaikan barang nanti setelah lebaran diambil lagi,” ungkapnya.

Hal senada juga diungkapkan Agung Wibowo, salah satu warga Blora. Namun, kali ini ia hanya menitipkan barang selama mudik.

”Biasanya saya menggadaikan namun saat ini saya hanya menitipkan barang yang ada di rumah agar aman dari pada ditinggal mudik” jelasnya. (PRIYO/SUPRIYADI)

Lonjakan Penumpang di Stasiun Cepu Besar Naik 20 Persen

Sejumlah penumpang yag berdatangan di stasiun cepu.saat ini sudah ada peningkatan 20persen penumpang yang turun di stasiun cepu

Sejumlah penumpang yag berdatangan di stasiun cepu.saat ini sudah ada peningkatan 20persen penumpang yang turun di stasiun cepu (MuriaNewsCom/Priyo)

BLORA – Memasuki H-2 lebaran arus mudik di Stasiun Besar Cepu mulai terasa. Berdasarkan catatan petugas, lonjakan penumpang sudah mencapai 20 persen. Ini dibuktikan dengan banyaknya kereta yang datang ke Blora daripada pergi ke luar kota.

”Untuk pemudik yang datang di Cepu sudah ada kenaikan sekitar 20 persen. Namun, untuk keberangkatan dari Cepu masih relatif normal,” kata Kepala Stasiun Besar Cepu Nurtain, Rabu (15/7/2015).

Ia menyebutkan, meski tak ada peningkatan penumpang, jadwal pemberangkatan dan kedatangan tidak mengalami perubahan. Hanya, ada tambahan dua rangkaian kereta api untuk angkutan Lebaran.

”Jadwal kereta api tetap seperti biasa. Hanya saja ada kereta api tambahan Lebaran yang tiketnya sudah bisa direservasi bulan Mei 2015 kemarin. Reservasi tiket di stasiun besar cepu mulai jam 09.00 – 16.00 setiap hari,”ungkapnya.

Pihaknya juga menjelaskan, Kereta api angkutan barang tambahan yang melewati jalur Cepu ada dua rangkaian, yaitu Kerete Api Kertajaya jurusan Surabaya-Jakarta dan Kereta Api Gumarang Jurusan Surabaya-Jakarta.

”Harapannya dengan tambahan dua kereta api, arus mudik dan balik khususnya penumpang yang menggunakan jalur kereta api bisa nyaman dan lancar,” tandasnya. (PRIYO/SUPRIYADI)

H-2 Lebaran, Pusat Oleh-oleh di Kudus Banjir Pembeli

Toko Jenang Karomah sudah dijubeli pembeli sejak toko dibuka pukul 08.30 WIB. (MuriaNewsCom/Hana Ratri)

Toko Jenang Karomah sudah dijubeli pembeli sejak toko dibuka pukul 08.30 WIB. (MuriaNewsCom/Hana Ratri)

KUDUS – Dua hari menjelang Lebaran dimanfaatkan oleh pemudik untuk belanja oleh-oleh. Di sentra oleh-oleh Jenang Karomah di jalan Kaliputu 263 misalnya. Sejak dibuka pukul 08.00 tadi, konsumen datang bergantian. Rata-rata mereka membeli jenang dan madu mongso untuk oleh-oleh di kampung halamannya nanti.

“Selama menjelang lebaran ini, terjadi peningkatan konsumen. Jumlahnya meningkat, produksi jenang pun juga meningkat dari hari biasanya,” kata pemilik Jenang Karomah Zainal Arifin, saat ditemui MuriaNewsCom.

Zainal mengatakan produksi jenang menjelang Lebaran tahun ini meningkat hingga satu ton lebih. Hal tersebut belum termasuk madu mongso dan dodol tape yang juga diproduksinya.

Mengenai harga, Zainal mengaku kenaikan harga bahan pokok menjelang lebaran ini juga mempengaruhi finansial produksi jenang tersebut. Namun, pihaknya tidak terpikir untuk menaikkan harga jenang, dodol tape, dan madu mongso yang dijual di tokonya.

”Harganya masih sama seperti biasanya. Jenang yang kami buat pun sudah memiliki banyak varian, seperti kacang hijau, kacang tanah, ketan hitam, kedelai. Rencananya, kami juga akan buat jenang rasa rumput laut, yang berbeda dengan jenang-jenang lain yang ada di Kudus ini,” ungkap Zainal.

Untuk harga jenang yang dijualnya pun bervariasi, mulai dari sepuluh ribuan. Untuk jenang kombinasi setengah kilogramnya dihargai Rp 12.500. Sedangkan untuk jenang rasa tertentu seperti kacang tanah, per setengah kilogramnya dibanderol mulai Rp 15 ribuan. Sedangkan madu mongso per setengah kilogram dijual dengan harga Rp 21 ribu.

Harga jual yang masih standar ini dijadikan jujukan para pemudik. Hal itu yang dijadikan alasan pemudik membeli jenang di toko jenang Karomah ini. Seperti Widiyani, yang akan mudik ke kampung halamannya. Ia memilih membeli jenang Karomah ini karena harga yang masih standar dan rasa jenang yang alami cocok untuk oleh-oleh nanti.

”Pada H+1 lebaran kami akan tutup, sementara buka lagi H+2 nanti toko kami buka seperti biasa. Harapan kami, semoga pemudik yang melintasi jalur Kudus dapat kami layani saat membeli oleh-oleh di toko kami,” pungkas Zainal. (HANA RATRI/SUPRIYADI)

Lebaran Makin Dekat, Petugas Pospam Diminta Lebih Waspada

Kapolres Grobogan Pantau Pospam. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Kapolres Grobogan Pantau Pospam. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

GROBOGAN – Kapolres Grobogan AKBP Indra Dharmawan Iriyanto meminta para petugas yang berada di pos pengamanan Lebaran agar meningkatkan kewaspadaan. Hal itu diperlukan mengingat situasi jalanan sudah makin ramai seiring banyaknya pemudik yang berdatangan dari berbagai daerah.

“Situasi mendekati hari H ini harus kita cermati dan antisipasi dengan baik. Tujuannya, agar masyarakat tidak ada rasa khawatir akan gangguan keamanan dan ketertiban,” jelas kapolres saat mengecek pospam lebaran di beberapa lokasi, siang tadi.

Dalam kesempatan itu, Indra juga memberikan arahan dan petunjuk tentang pelaksanaan tugas jaga di Pospam Lebaran kepada anggota yang sedang piket. Para anggota kembali diingatkan supaya benar-benar siaga sehingga keberadaan polisi dapat dirasakan dan diandalkan masyarakat dalam melindungi, mengayomi, dan melayani.

Ditambahkan, sebanyak 180 personel Polres Grobogan disiapkan guna pengamanan lebaran 2015. Selain anggota polisi, pengamanan lebaran juga dilakukan dengan petugas lainya. Yakni, dari TNI, Satpol PP, Dinas Kesehatan, Dinas Perhubungan, dan instansi lainnya. (DANI AGUS/SUWOKO)

Bus Antar Kota Sepi Penumpang

Bus antar-kota di Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Bus antar-kota di Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

GROBOGAN – Meski mendekati momen lebaran namun jumlah pengguna kendaraan umum antar kota akhir-akhir ini cenderung menurun dibandingkan beberapa waktu sebelumnya. Hal itu bisa dilihat dengan tidak penuhnya penumpang dikendaraan umum, baik bus antar kota maupun angkot. Kondisi seperti ini jelas menyebabkan para awak kendaraan umum meradang.

“Ya, kendaraan umum sekarang ini sudah tidak diminati lagi kayaknya. Banyak faktor yang menyebabkan terjadinya kondisi ini,” kata Hartono, awak bus antar kota ketika ditemui di Terminal Purwodadi.

Dikatakan, dari pengamatannya sendiri, turunnya pengguna kendaraan umum dimulai ketika ada kenaikan BBM. Naiknya BBM menjadikan tarif kendaraan umum ikut menyesuaikan. Kondisi ini menyebabkan banyak orang lebih suka bepergian naik sepeda motor karena dirasa lebih hemat biaya. Sebagian lagi, memilih pakai jasa rental mobil yang saat ini juga menjamur.

Sementara itu, Kepala Terminal Purwodadi Suparna saat dimintai tanggapannya mengakui jika kondisi penumpang bus antar kota dalam provinsi memang sedang sepi. Dikatakan, saat ini, penumpang per hari hanya berkisar 1.000 orang. Padahal, beberapa tahun sebelumnya bisa berkisar sampai 3.000 orang per hari.

“Memang ada penurunan penumpang cukup signifikan. Kondisi ini membuat jumlah armada yang beroperasi juga berkurang hingga 40 persen,” katanya. (DANI AGUS/SUWOKO)

Polsek Blora Kota Perketat Pengawasan Juru Parkir

Warga mulai memadati pusat perbelanjaan dan pasar tradisional menjelang Lebaran ini. (MuriaNewsCom/Priyo)

Warga mulai memadati pusat perbelanjaan dan pasar tradisional menjelang Lebaran ini. (MuriaNewsCom/Priyo)

BLORA – Beberapa petugas dari Satlantas dan Polsek Blora Kota terus mengatur kendaraan dan menertibkan parkir yang seenaknya dan memakan banyak jalan. Kasatlantas Polres Blora AKP Eko Pujiyono mengatakan lalu lintas di pasar memang sudah terlihat kepadatan dan ada peningkatan.

“Kami terus mengingatkan agar parkir yang baik dan jangan sampai memakan banyak bahu jalan dan semua tukar parkir juga sudah di beritahu,” ujar Kasatlantas AKP Eko Pujiyono.

Menurutnya untuk mengatasi parkir, halaman Polsek Blora Kota digunakam untuk parkir karena memang tempat parkir sudah tidak ada. Kalau dipaksakam di pinggir jalan maka akan semakin membahayakan. “Jika nemang dibutuhkan halaman Polsek Blora digunakan untuk parkir, hal ini mungkin nanti bisa mengurangi kemacetan yang terjadi di sekitar Pasar Blora,” jelasnya.

Dia menambahkan, beberapa hari ke depan kemungkinan akan dilakukan rekayasa lalu lintas untuk mengurangi kepadatan di depan pasar Blora Jalan Gatot Subroto. Kendaraan Roda empat tidak boleh masuk dari arah barat, sehingga mobil atau roda empat lainnya dari arah Semarang harus belok ke utara masuk di jalan KH Ahmad Dahlan.

“Jika diperlukan ada rekayasa lalu lintas akan dipasang agar dapat mengurangi kepadatan arus di depan pasar Blora, yang sering macet,” tegasnya. (PRIYO/SUWOKO)

Marzuqi: Sebelum Mudik, Pastikan Instalasi Listrik Aman

Salah seorang warga Jepara yang mengecek kondisi listrik menjelang mudik Lebaran. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Salah seorang warga Jepara yang mengecek kondisi listrik menjelang mudik Lebaran. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

JEPARA – Semakin mendekati hari Lebaran, tak sedikit masyarakat yang pulang ke kampung atau mudik. Namun, sebelum mudik masyarakat diminta untuk memastikan instalasi listri di rumah yang ditinggalkannya aman dari potensi korsleting. Sebab, sudah banyak kasus kebakaran yang terjadi dan disebabkan karena hal tersebut.

Imbauan tersebut disampaikan Bupati Jepara Ahmad Marzuqi. Menurut Marzuqi, Angka kasus kebakaran di Jepara cukup tinggi. Selama Ramadan hingga pekan ketiga, tercatat dua kali peristiwa kebakaran terjadi di Bumi Kartini. Peristiwa itu sering disebabkan hubungan arus pendek listrik.

“Sehingga, sebelum mudik kami imbau agar cek dan pastikan instalasi listrik aman. Misalnya pastikan tidak ada alat elektronik yang terhubung dengan saluran listrik,” ujar Marzuqi.

Lebih lanjut dia mengatakan, imbauan tersebut tidak hanya berlaku bagi rumah yang ditinggalkan pemudik. Namun juga kantor-kantor yang ditinggalkan selama libur lebaran nanti. Sebab, libur lebaran tidak hanya satu dua hari, sehingga keamanan seperti itu sangat dibutuhkan agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

“Libur cuti bersama Idul Fitri ini cukup lama. Sehingga kantor-kantor yang ditinggal libur, terutama di lingkungan pemerintah Kebupaten Jepara, kami imbau untuk cek dulu instalasi listrik,” imbuhnya. (WAHYU KZ/SUWOKO)

Puncak Arus Mudik Diprediksi Mulai Besok

Mudik (e)JEPARA – Semakin mendekati hari Lebaran tahun ini, masyarakat perantauan melakukan hilir mudik. Di Kabupaten Jepara, diprediksi puncak arus mudik dimulai besok atau H-2 dan H-1. Hal itu disampaikan oleh KBO Satlantas Polres Jepara, Iptu Suyitno.

Menurut Suyitno, untuk mengatasi sejumlah potensi kemacetan dan keruwetan lalu lintas, pihaknya telah mempersiapkan sejumlah personil untuk bertugas mengatur kelancaran arus lalu lintas.

“Kami perkirakan puncak arus mudik terjadi sekitar H-2 dan H-1. Untuk mengantisipasi kemacetan di jalan, kami sudah membuat sejumlah pos dan sejumlah petugas untuk berjaga dan mengamankan arus lalu lintas,” ujar Suyitno kepada MuriaNewsCom.

Lebih lanjut dia mengemukakan, selain membuat pos dan menugaskan sejumlah anggota Satlantas. Pihaknya juga membuat rekayasa lalu lintas di beberapa titik.

Rekayasa lalu lintas berupa pemberian pembatas jalan agar dapat meminimalisir kemacetan dan tingkat kecelakaan. Diantara yang diberi pembatas adalah di depan pasar Mayong, pasar Kalinyamatan dan dibeberapa pos pengamanan lebaran lainnya. Termasuk di kawasan Shoping Center Jepara. (WAHYU KZ/SUWOKO)

Waspadai Kecelakaan, Petugas Kesehatan Siapkan Obat Kuat

Jpeg

Para petugas kesehatan memeriksa kesehatan sopir bus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

KUDUS – Sopir dan penumpang, terutama pemudik yang merasa tidak enak badan saat melewati Kudus bisa memeriksakan kondisi kesehatannya secara gratis di Terminal Induk Jati Kudus. Termasuk para sopir yang banyak diidentifikasi terkena darah tinggi. Lanjutkan membaca

Disnakertrans Jepara: Ada Pelanggaran THR, Adukan ke Kami

THR (e)

Kepala Disnakertrans Jepara, M Zahid. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

JEPARA – Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jepara menyatakan telah memberikan instruksi kepada semua perusahaan agar mematuhi aturan terkait dengan pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR). Jika masih ada pelanggaran, termasuk soal tidak ada kesepakatan bagi perusahaan yang telat membayarkan THR, pihaknya membuka tempat aduan. Lanjutkan membaca

THR Telat, Perusahaan Wajib Ada Kesepakatan  dengan Pekerja Secara Tertulis

 

THR (e)

Kepala Disnakertrans Jepara, M Zahid. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

JEPARA – Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jepara menyatakan, perusahaan diwajibkan membayarkan tunjangan hari raya (THR) kepada semua karyawannya, paling lambat H-7 lebaran, Jumat (10/7/2015) kemarin. Jika THR belum terbayar sampai batas tersebut, maka harus ada kesepakatan dengan pekerja atau karyawan secara tertulis. Lanjutkan membaca

DPRD Pati Minta Pengerjaan Proyek Pengganggu Mudik Dihentikan

Jpeg

Komisi C DPRD Pati meminta proyek pengganggu mudik seperti di Jalan Pati-Gembong dihentikan. (MuriaNewsCom/Lismanto)

PATI – Komisi C DPRD Kabupaten Pati meminta agar seluruh pengerjaan proyek yang mengganggu aktivitas pemudik jelang Lebaran dihentikan. Hal ini disampaikan Ketua Komisi C DPRD Pati Awi saat menggelar sidak di Jalan Pati-Gembong, Kamis (9/7/2015). Lanjutkan membaca

Satlantas Pati Imbau Pemudik Waspada di 2 Jalan Rawan Laka

Kondisi Jalan Pati-Kudus Km 6 di Desa Sukokulon, Kecamatan Margorejo, Kamis (9/7/2015). (KORAN MURIA/LISMANTO)

Kondisi Jalan Pati-Kudus Km 6 di Desa Sukokulon, Kecamatan Margorejo, Kamis (9/7/2015). (KORAN MURIA/LISMANTO)

PATI – Satuan Lalu Lintas Kepolisian Resor (Satlantas Polres) Pati menetapkan dua titik jalan yang dinilai rawan kecelakaan. Kedua titik tersebut, antara lain Jalan Pati-Kudus Km 6 di Desa Sukokulon, Kecamatan Margorejo dan Jalan Pati-Rembang Km 4 di Desa Widorokandang, Kecamatan Pati.

Kedua jalan tersebut dinilai rawan kecelakaan, mengingat posisi jalan yang lurus dan mulus sehingga pengguna jalan cenderung berjalan dengan kecepatan tinggi. Selain itu, kedua jalan tersebut merupakan titik lelah.

Kasatlantas Pati AKP Samsu Wirman mengatakan, pihaknya sudah melakukan antisipasi dengan memasang spanduk, banner, billboard imbauan, pendidikan masyarakat, pengaturan jalan dan patroli, penyuluhan keliling, penindakan dan pelanggaran (dakgar).

Tak hanya itu, pihaknya juga akan berkoordinasi dengan stakeholder terkait untuk melakukan pemasangan dan pengadaan sarana, prasarana, dan infrastruktur yang mendukung.

“Kami berharap agar pemudik yang menggunakan jalan, terutama di kawasan rawan laka bisa berhati-hati, konsentrasi, dan segera istirahat apabila merasa ngantuk dan capek,” ujar Samsu kepada Koran Muria, Kamis (9/7/2015).

Pasalnya, kondisi lelah dan mengantuk jika dipaksakan berkendara akan berpotensi mencelakai diri sendiri dan orang lain. Pun, risiko kecelakaan dimulai dari kesadaran berlalu lintas.

“Jangan buru-buru dan tetap konsentrasi dalam berkendara. Untuk kecepatan berkendara, kami berharap pengguna jalan berjalan dengan kecepatan 60 km per jam, tidak lebih,” imbaunya. (LISMANTO/SUWOKO)

Jadi Jalur Maut, Dishub Pasang Traffic Light Empat Arah di Perempatan Bangkle

Sejumlah pengendara saat melintasi di Perempatan Bangkle di Jalan Jendral Sudirman. Saat ini trafict light telah difungsikan. (MuriaNewsCom/Priyo)

Sejumlah pengendara saat melintasi di Perempatan Bangkle di Jalan Jendral Sudirman. Saat ini trafict light telah difungsikan. (MuriaNewsCom/Priyo)

BLORA – Dinas Perhubungan Pariwisata Kebudayaan Komunikasi dan Informatika (DPPKKI) Kabupaten Blora terus melakukan upaya untuk menyukseskan arus mudik dan balik Lebaran 2015. Salah satunya pemasangan traffic light yang berada di Perempatan Bangkle Jalan Jendral Sudirman Kabupaten Blora.

” Perempatan tersebut sering terjadi kecelakaan. Untuk itu kami memasang traffic light sebelum terjadi puncak arus mudik. Hal ini dimaksud agar tidak mengganggu para pemudik nantinya,” kata Kepala DPPKKI Slamet Pamuji melalui Kepala Bidang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) DPPKKI Ignatius Ary Susanto, Kamis (9/7/2015).

Ia menyebutkan, traffic light baru yang terpasang di Perempatan Bangkle tepatnya di Jalan Jendral Sudirman ini menggunakan sistem empat arah. Hanya, tahapnya masih diujicoba selama satu bulan ke depan.

”Saat ini kami coba dulu untuk sistem empat arah dan ini akan dilakukan selama satu bulan sambil kami evaluasi. Apakah menimbulkan kemacetan apa tidak. Jika nantinya menimbulkan kemacetan, kami akan lakukan kajian kembali. Entah dilakukan sistem tiga arah atau dua arah saja,” ungkapnya. (PRIYO/SUPRIYADI)

Jangan Harap Ada Bus Tak Berstandar Bisa Layani Pemudik Selama Arus Mudik dan Balik di Jepara

Para sopir bus di Jepara sedang menunggu penumpang. Dishub memastikan tak akan memberi izin armada bus yang tidak memenuhi standar minimum. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Para sopir bus di Jepara sedang menunggu penumpang. Dishub memastikan tak akan memberi izin armada bus yang tidak memenuhi standar minimum. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

JEPARA – Kegiatan pengecekan laik jalan armada bus akan terus dilakukan hingga berakhirnya masa arus mudik dan arus balik. Sebab belum semua trayek bus dari dan ke Jepara diperiksa. Sedangkan untuk pemilik usaha angkutan bus di Jepara, sebelumnya sudah diberikan surat edaran berisi imbauan agar armada bus dipastikan memenuhi standar minimum, serta menyiapkan sopir yang sehat (fit). Lanjutkan membaca