Semangat Naila di Sukun for Education

MTQ (1) e

Naila Nuris Salma (9) tertsebut mengikuti MTQ Sukun for Education tahun 2016 ini dengan cara melalui jalur tingkat umum. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Setelah mendapatkan peringkat satu mewakili SD 2 Besito Gebog pada MTQ sukun tahun 2014, kini Naila Nuris Salma (9) tersebut mengikuti MTQ Sukun for Education tahun 2016 ini dengan cara melalui jalur tingkat umum.

Naila mengatakan, berhubung dirinya pada tahun 2014 silam mendapatkan peringkat satu MTQ Sukun tingkat pelajar, maka tahun 2016 ikut serta lagi dengan cara jalur umum.  “Peringkat satu memang tidak diperbolehkan ikut MTQ lagi, namun saya mengikuti MTQ Sukun melalui jalur Umum mewakili Desa Besito,” katanya.

Diketahui, gadis yang kini naik ke kelas 5 SD tersebut lihat dalam MTQ lantaran dibimbing oleh orang tuanya yang bernama Jamian.

“Untuk latihan ini saya ikut serta Ekstra kurikuler di SD 2 Besito., Dalam latihan ekstra MTQ tersebut, bapak saya (Jamian) sebagai pembinanya,” ungkapnya.

Hal serupa juga dibenarkan oleh guru agama SD 2 Besito Marmiah. Dia mengatakan, Naila itu memang sejak kelas dua sudah ikut serta MTQ.

Editor : Akrom Hazami

 

Keren ! Qori Gondosari Tampil dengan Hafalan di MTQ Sukun for Education

Gondosari e

Ferdian Apriliando (12) peserta tingkat umum dari Desa Gondosari, Gebog  tampil lancar dengan cara hafalan di MTQ Sukun for Education 2016. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Tak seperti ke-29 peserta MTQ Sukun for Education tingkat umum lainnya yang membaca Al Quran saat tampil.  Namun Qori asal tuan rumah Gondosari ini tampil di MTQ dengan percaya diri tanpa membaca Aquran.

Ya, peserta tersebut yakni Ferdian Apriliando (12) MTQ tingkat umum dari Desa Gondosari, Gebog. Sebab anak yang baru lulus SD 01 Gondosari tahun 2016 ini tampil lancar dengan cara hafalan.

Apriliando mengatakan, dirinya tampil MTQ Sukun pada Senin (20/6/2016) di Masjid Taqwa Gondosari dengan cara hafalan memang sudah terbiasa.”Saya tahun 2015 kemarin juga tampil dengan cara hafalan. Lancar dan mendapatkan peringkat dua,” katanya saat diwawancarai MuriaNewsCom, setelah lomba.

Diketahui, anak dari Lilis (35) tersebut tampil di MTQ Sukun for Education dengan membawakan Surat Al Anfal ayat 1 hingga 4.

“Waktu tujuh menit bisa tepat waktu. Syukur bisa dapat hasil yang baik,” ucapnya.

Editor : Akrom Hazami

 

300 Orang Akan Ramaikan Penutupan MTQ Sukun for Education

sukun e

Peserta MTQ Sukun for Education sedang menyelesaikan lombanya di Masjid Taqwa. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Sekitar 300 orang akan ikut serta pada pawai taaruf, Rabu (22/6/2016) siang. Pawai merupakan kegiatan penutupan MTQ Sukun for Education yang digelar PR Sukun sejak awal Ramadan.

Penanggung jawab MTQ Sukun for Education Kartono mengatakan, pawai taaruf merupakan kegiatan yang akan diikuti para peraih prestasi MTQ Sukun, orang tua peserta, dewan juri, panitia dan perwakilan PR Sukun.

Diketahui dalam pawai tersebut nantinya bakal mengarak puluhan piala
maupun piagam yang akan diserahkan kepada peraih prestasi di MTQ tersebut. Nantinya akan ada sekitar 100 sepeda motor, dan 10 mobil yang mengangkut piala, peraih prestasi.

“Dalam kegiatan itu akan mengarak seluruh piala milik peserta yang dapat penghargaan,” kata Kartono.

Dalam pawai itu nantinya akan menempuh rute, dari masjid Taqwa menuju SMA 1 Gebog. Setelah itu belok ke barat menuju Tulis (Gondosari). Berlanjut menuju ke
selatan hingga Karang Malang.

Setelah itu, rute berlanjut menuju Getassrabi (Gebog) hingga Kaliwungu. Sesampainya di Kaliwungu, langsung menuju ke timur perempatan Jember. Kemudian ke utara hingga perempatan Panjang bagian barat. Setelah itu, belok timur perempatan Panjang bagian timur.

Setelah itu, menuju arah Muria hingga pertigaan Bae. Para peserta pawai akan melanjutkan diri ke barat hingga perempatan Besito.

Sesampainya di perempatan Besito, langsung menuju Jurang, Gebog hingga
finis di Masjid Taqwa.

Editor : Akrom Hazami

 

 

 

Peserta MTQ Sukun for Education Bikin Dewan Juri Terpukau

Jpeg

Tri Meidya Fahrizal Putra, qori dari MI Nu Darul Falah Ngembalrejo, saat tampil dalam MTQ yang digelar Sukun for Education, Sabtu (18/6/2016). (MuriaNewsCom / Edy Sutriyono)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Penampilan qori dari MI NU Darul Falah Ngembalrejo, Kecamatan Bae, dalam MTQ yang digelar Sukun for Education, Sabtu (18/6/2016) cukup membuat dewan juri terpukau. Tri Meidya Fahrizal Putra (12), siswa kelas IV MI itu mampu menampilkan tiga nada suara sekaligus.

Dalam lomba ini, Fahrizal membacakan Surat Al Baqoroh dari ayat 168 hingga 170. Dalam hanya beberapa ayat itu, Fahrizal mampu membawakannya dengan tiga nada yang sekaligus. Tiga nada yang dibawakan yakni bayati qara, hijaz dan nahwa.

Hanid Abdul Hamid, pembimbing siswa itu menyebut, tiga nada suara itu berhasil dibawakan anak didiknya dengan baik. Menurut dia, bayati qar ialah nada lantunan yang berbunyi standar atau tidak terlalu tinggi. Sehingga cocok untuk digunakan di awal lantunan ayat.

Sedangkan untuk hijaz ialah nada meliuk-liuk atau nada sedih. Sebab zaman dahulu, di Kota Hijaz Mekah terdapat umat nabi yang sering berdoa atau memohon doa dengan mengharukan. “Sementara nada nahwa, ialah nada yang paling sedih atau meliuk liuk dibanding dua nada lainnya,” katanya.

Sementara itu, Fahrizal mengaku dapat dengan mudah mengaplikasikan tiga nada dalam lantunan ayat Alquran itu lantaran pernah ikut ekstra kurikuler MTQ selama dua tahun. Selain itu, perpaduan tiga teknik nada itu juga terus ia latih saat ada waktu senggang di rumah.

“Sebelum ikut kompetisi ini, saya giat latihan. Baik di rumah maupun dibimbing oleh Pak Hanif di sekolah,” paparnya.

Dari ketelatenan ini, putra Ali Muhadi ini juga pernah menyabet juara MTQ tingkat pelajar se-Kecamatan Bae, yang digelar Pengawas Pendidikan Agama Islam Kecamatan Bae, Mei 2016 lalu.

Editor : Akrom Hazami

 

 

Juri MTQ Sukun for Education Mulai Melakukan Penilaian Ketat

mtq e

Dewan juri MTQ Sukun for Education saat menilai salah satu peserta. (MuriaNewsCom / Edy Sutriyono)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) yang digelar Sukun for Education, telah berlangsung sejak beberapa hari. Tak hanya para peserta yang sibuk dan waswas menunggu hasil. Para dewan juri juga sibuk melakukan penilaian.

Para dewan juri ini berasal dari berbagai kalangan, dan mereka tak akan begitu saja memilih salah satu peserta menjadi juara, jika kualitasnya tak mumpuni. Ada delapan dewan juri yang dihadirkan panitia, yang mempunyai tugas berbeda-beda.

Dua orang menilai tajwid, dua juri akan menilai lagu atau gaya, dua dewan juri akan menilai adab atau kesopanan, dan yang kedua lagi sebagai panitera maupun pengumpul nilai.

Salah satu dewan juri yakni Zumrotun. Penyuluh Agama bagian tahfid Kecamatan Dawe itu, didatangkan panitia khusus menilai pada bagian teknik lagu, cengkok maupun yang lainnya. “Saya harus teliti mulai dari bacaan taawudz hingga selesai,” kata Zum, Jumat (17/6/2016).

Dia melanjutkan, dewan juri harus bisa menilai keseluruhan. Yakni apakah dari pengaturan nafasnya, pengaturan nada mulai awal hingga akhir bisa terjaga dan juga kefasihannya.

“Saya lihat dari peserta awal tadi memang suaranya tinggi semua. Nah dari situ, peserta harus bisa menjaga nada suaranya. Sehingga nantinya saat ayat pertengahan hingga akhir tidak fals,” ujarnya.

Dia menambahkan, untuk kegiatan MTQ ini sangat bagus sebagai penggali bakat anak. Terutama di bidang qori. “Sehingga Kudus bisa mempunyai genarasi qori yang baik dan bisa hingga tingkat nasional,” imbuhnya.

Sementara itu, penanggungjawab MTQ Sukun for Education Kartono mengatakan, panitia sangat teliti dalam memilih dewan juri. Dewan juri diambil dengan melihat kompetensi dan kemampuan mereka dalam hal MTQ.

“Kami mendatangkan dewan juri dari barbagai kalangan. Ada yang dari penyuluh agama bagain tahfid (hafal quran), ada yang dari PPAI (Pengawas Pendidikan Agama Islam), ada yang dari profesional,” kata Kartono.

Dewan juri juga akan selalu memberikan perhatian atau penilaian secara adil dan tidak pilih kasih.

Editor : Akrom Hazami

 

Nenek Rela Antarkan Muridnya Lomba MTQ Sambil Momong Cucu

Dari kanan, Noor Aminah (56) guru SD 5 Klumpit, sambil mengajak cucunya dan membawa perlengkapan bayi untuk mengantarkan muridnya, lomba MTQ Sukun di Masjid Taqwa. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Dari kanan, Noor Aminah (56) guru SD 5 Klumpit, sambil mengajak cucunya dan membawa perlengkapan bayi untuk mengantarkan muridnya, lomba MTQ Sukun di Masjid Taqwa. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Noor Aminah (56) guru SD 5 Klumpit, Kecamatan Gebog, rela momong cucunya sambil mengantarkan murid mengikuti lomba MTQ Sukun di Masjid Taqwa, Beru, Gondosari, Kamis (16/6/2016).

Dia mengajak cucunya sampai ke arena lomba lantaran ingin melihat muridnya mengikuti MTQ Sukun.

Noor menceritakan, sebelum lomba dimulai, dirinya sudah mendaftarkan murid kelas lima, M Aji Prayogo ke Panitia Lomba MTQ Sukun.

Namun setelah itu, dirinya ditelepon keluarganya yang ada di rumah bahwa kedatangan tamu. Nah, setelah itu, dirinya pulang untuk menemui tamu tersebut.

“Setelah saya pulang, dan sembunyi-sembunyi dari cucu saya ini malah ketahuan juga akhirnya. Ya, setelah ketahuan saya ajak sekalian ke arena lomba ini sambil memboncengkan murid saya,” paparnya.

Dari pantauan MuriaNewsCom, cucunya yang bernama Farid Muqoddas Darori (2,5) digendong. Tak lupa juga membawa bekal dari rumah yang diletakan di dalam tas.

“Kami dari rumah ya langsung membawa bekal. Baik itu dot, susu bubuk, air untuk menyeduh susu bubuk, makanan dan lainnya,” ungkapnya.

Aji mengatakan, dirinya mengikuti lomba ini lantaran sudah pernah ikut lomba FLS2N bulan lalu.”Ya dengan pengalaman FLS2N di SD 1 Gondosari itulah saya bisa paham dengan perlombaan. Baik itu mentalitas, keberanian, dan bisa mengembangkan ilmu,” imbuhnya.

Sementara itu, siswa yang pernah mendapatkan peringkat harapan satu di lomba FLS2N tingkat kecamatan tersebut nantinya akan bersaing dengan ke 36 peserta MTQ Sukun Putra Tingkat SD.

“Mudah mudahan lomba siswa Putra Tingkat SD ini bisa meriah hasil yang baik,” tambahnya.

Editor : Akrom Hazami

 

Betapa Hebatnya Siswi SD, Merdu saat Lantunkan Alquran di MTQ

mtq sukun e

Ke delapan dewan juri tengah mendengarkan, menilai setiap peserta yang maju lomba MTQ. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Sebanyak 36 siswi Sekolah Dasar (SD) di Kecamatan Gebog, Bae dan Kaliwungu, mengikuti Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Sukun for Education di Masjid Taqwa, Beru, Gondosari, Gebog, Kudus, Rabu (15/6/2016).

Lomba MTQ yang didukung PR Sukun Kudus, pada setiap Ramadan tersebut diharapkan dapat memberikan pendidikan ilmu Al Quran.

“Hari ini lomba MTQ siswi SD. Besok siswa SD,” kata Kartono, penanggung jawab MTQ Sukun for Education.

Dari pantauan MuriaNewsCom, meskipun saat hari pertama lomba MTQ digelar.  Setiap peserta dan pembina sangat antusias dengan lomba. Mereka juga saling mendukung antara peserta satu dengan yang lainnya.

“Ya kita harap kegiatan lomba ini bisa memberikan tambahan ilmu agama. Khususnya bagi bacaan Al Quran,” ungkapnya.

Sementara itu, dalam kegiatan lomba tersebut, pihak panitia juga mendatangkan delapan dewan juri dari berbagai instansi. Baik dari perwakilan Kementerian Agama, maupun profesional.

Dua orang untuk menilai tajwid, dua lagi menilai kesopanan, dua juri menilai lagu dan dua yang terakhir yakni sebgai pengumpul nilai. Sementara itu, setiap peserta diberikan waktu sebanyak 7 menit untuk lomba MTQ ini. Untuk hasil kejuarannya nanti akan dihubungi panitia lewat telepon.

Editor : Akrom Hazami

Habib Luthfi Akan Semarakkan Pengajian Maulid Nabi dan Haul di Demak

Habib Luthfi bin Yahya dari Pekalongan

Habib Luthfi bin Yahya dari Pekalongan

 

MuriaNewsCom, Demak – Jam’iyyah Maulid Nabi Simthud Durar Desa Purwosari, Kecamatan Sayung, Demak akan menggelar acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan Haul Auliya’ serta ulama setempat pada Rabu (17/2/2016). Kegiatan mulai pukul 19.30 di Kelurahan Setro RT 2/3, Purwosari, Kecamatan Sayung, Demak.

Peringatan haul maksudnya ialah suatu peringatan yang diadakan setahun sekali bertepatan dengan wafatnya seseorang yang ditokohkan oleh masyarakat, baik tokoh perjuangan atau tokoh agama/ulama kenamaan.

Tujuan diadakannya peringatan haul guna mengenang jasa dan hasil perjuangan para tokoh agama atau ulama tersebut terhadap tanah air, bangsa serta umat dan kemajuan agama Allah.

Dalam acara yang didukung Sukun for Education tersebut, akan dihadiri oleh Habib Luthfi bin Yahya dari Pekalongan dan KH Duri Azhari (Tanah Putih, Semarang).

Editor : Akrom Hazami

Juara MTQ Sukun for Education Diarak Keliling Kecamatan Gebog

MTQ 1 (e)

Panitia MTQ Sukun for Education melakukan pawai keliling Kecamatan Gebog, Jumat (3/7/2015) sore. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

KUDUS –  Sebanyak 108 juara Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Sukun for Education diarak keliling Kecamatan Gebog, Jumat (3/7/2015) sore. Kegiatan yang telah berlangsung sejak pekan lalu itu diikuti pelajar dan umum. Lanjutkan membaca