Aksi Maling Motor Embat CBR 250 di Kudus Terekam CCTV

MuriaNewsCom, Kudus – Maling motor beraksi di Desa Dersalam, Kecamatan Bae, Selasa (27/3/2018) malam. Pencuri membawa kabur sebuah motor Honda CBR 250, yang terparkir di halaman indekos.

Namun, aksinya ini terekam kamera pengindera jarak jauh (Closed Circuit Television-CCTV), yang terpasang di areal indekos. Dalam rekaman tersebut, terlihat seorang pria mengendap-endap di dekat Motorsport itu.

Celingukan, ia terlihat mengecek kondisi disekitar indekos. Sebelum menuntun mundur motor berwarna oranye itu, ia terlebih dulu membenahi sandaran (standard) motor, dengan tangannya. setelahnya, pelan-pelan ia meninggalkan halaman dengan terus mengawasi keadaan sekitar.

Farhan Nuris pemilik kendaraan tersebut mengatakan, raibnya motornya baru diketahui pada Rabu (28/3/2018) pagi. Setelahnya, ia kemudian mengecek pada CCTV yang terpasang di rumah indekosnya.

“Tadi malam itu saya keluar cari makan sekitar pukul 21.00 WIB, kembali lagi ke kos pukul 22.00 WIB. Saya baru tahu kalau motor saya hilang pada pagi hari,” ujarnya.

Ia mengatakan, plat nomor kendaraannya adalah K 5989 QU. Tidak ada ciri khusus pada motor yang dibelinya setahun lalu. Namun pada bagian belakang, tak terpasang slebor dan lampu depan diberi scotlite berwarna biru.

Ia mengaku kerugian akibat pencurian tersebut bernilai puluhan juta rupiah. Lantaran pada saat pertama kali membeli motor tersebut Farhan menebusnya dengan harga Rp 35 juta.

“Pas setahun lalu saya beli. Ini baru saja motornya selesai dipajaki,” tambahnya.

Dirinya mengaku sudah melaporkan peristiwa tersebut ke Polsek Bae. Namun untuk melengkapi berkas, kini dirinya sedang mengambil BPKB motor ke kampung halamannya di Tambaksari, Kecamatan Pati Kota.

Editor: Supriyadi

Pemotor Tewas Usai Kepalanya Terbentur Ban Truk saat Menyalip

ILUSTRASI

MuriaNewsCom, Klaten – Seorang pemotor tewas setelah mengalami kecelakaan lalu lintas di Desa Basin, Kecamatan Kebonarum, Kabupaten Klaten, Jumat (24/11/2017) sore. Adalah Iswahyudi, warga desa itu. Ketika itu, korban mengendarai sepeda motor jenis Satria FY AD 5083 MQ.

Informasi yang dihimpun, kecelakaan bermula saat itu melintas sebuah truk yang dikendarai Ngatno, (33), warga Desa Lohgede, Kecamatan Karangnongko, Klaten. Truk melintas di lajur sisi kiri dari arah Basin ke Gondang. Saat itu, korban mengendarai sepeda motor di belakang truk.

Iswahyudi pun berniat mendahului truk di depannya itu. Saat di tengah jalan menyalip truk, tiba-tiba ada sepeda motor Byson AB 2168 BI dikendarai Tukiko (45) warga Randulanang, Jatinom, Klaten.

Kedua kendaraan itu pun bersenggolan. Iswahyudi terjatuh dan masuk ke kolong truk. Kepalanya membentur ban belakang truk. Sedangkan Tukijo jatuh di tepi jalan.

Kanit Laka Satlantas Polres Klaten, Ipda Sumasna mengatakan, warga segera melarikan Iswahyudi ke RSUP Soeradji Tirtonegoro Klaten. “Korban akhirnya tewas dengan luka yang dideritanya itu,” kata Sumasna.

Polisi saat ini masih melakukan penyelidikan atas kasus kecelakaan itu.

 

Editor : Akrom Hazami

Ribuan Pencinta Motor Klasik Se-Nusantara Dijadwalkan Hadiri Jamnas MACI di Pati

Anggota MACI saat menggelar touring yang merupakan salah satu upaya makin mempererat dan memperkenalkan komunitas mereka ke masyarakat luas. (Istimewa)

MuriaNewsCom, Pati– Ribuan pencinta motor antik dari berbagai penjuru Nusantara diprediksi akan memadati Stadion Joyokusumo Pati, 23-24 September 2017 mendatang. Kedatangan para rider tersebut seiring dengan even akbar berlabel Jambore Nasional (Jamnas) ke-24 Motor Antique Club Indonesia (MACI).

Ketua panitia Jamnas ke-24 MACI, Sutiyono mengatakan, dalam even yang didukung PR Sukun ini, akan dihadiri kurang lebih tiga ribuan peserta. Ribuan peserta tersebut datang dari berbagai daerah di Indonesia.

”Ini adalah even tahunan yang kami gelar. Biasanya bergantian lokasinya, dan tahun ini kami tempatkan di Kabupaten Pati,” jelas Sutiyono.

Ribuan peserta yang datang itu, berasal dari 66 cabang MACI yang ada di Indonesia. Selain Jawa, datang juga peserta dari Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi.

Tema yang diusung kali ini adalah ”Gage Go Numpak Udug”. Menurut Sutiyono, tema ini sangat penting karena pihaknya ingin memperkenalkan jika semua orang, bisa menjadi bagian dari komunitas ini.

”Kami ingin lebih dekat dengan masyarakat. Karena itu, kita ajak mereka untuk datang ke acara ini, sehingga bisa mengenal lebih dekat apa itu motor antik dan komunitas ini,” ujarnya.

Itu sebabnya, beberapa acara juga bakal digelar, untuk memeriahkan even ini. Ada photo competiton bagi penggemar fotografi, culinary corner, merchandise booth, MACI True Honour Award, photo booth, biker fashion, pagelaran musik, junkyard sale, greenfield bikers, dan bikers care free fellow treatment.

”Selain tentunya bakti sosial kepada masyarakat luas. Sehingga siapa saja bisa datang ke acara ini. Ada hiburan juga yang bisa dinikmati semuanya. Tidak rugi kalau misalnya datang dan memeriahkan even ini,” katanya.

Editor: Supriyadi

Usai Kontes, Sepeda Motor Kece Ini Ditegur Polisi Magelang 

Polisi menegur pemilik sepeda motor modifikasi di Desa Kalegen, Polsek Bandongan, Kota Magelang. (polresmagelangkota.com)

MuriaNewsCom, Magelang – Polres Magelang terus melakukan penertiban ke seluruh sudut kota setempat. Termasuk juga, mereka melakukannya hingga pedesaan. Tak heran jika polisi kerap menemukan pelanggaran di desa.

Salah satunya adalah, ditemukannya kendaraan sepeda motor modifikasi. Namun, modifikasi yang dilakukan tidak mengindahkan aturan lalu lintas. Dalam hal ini, adalah kelengkapan bagian kendaraan yang diabaikan.

Brigadir Nawa Luki, Bhabinkamtibmas Desa Kalegen Polsek Bandongan Resor Magelang Kota memberikan imbauan dan pesan kamtibmas saat patroli sambang di Dudun Kalegen. Pihaknya menemukan kendaraan tersebut dan menegur pemiliknya.

Madi, warga Kalegen yang asyik mengendarai sepeda motor warna ungu dihentikan polisi. Dalam bincang singkatnya, Brigadir Nawa memberi imbauan kepada Madi untuk melengkapi bagian dari sepeda motornya yang kurang. Seperti halnya, kaca spion dan ban sepeda motor. Seban ban sepeda motor tak standar malah rawan mengancam pengendara.

“Lek Di, minta tolong nanti apa besok, kalau pas senggang, motornya dipasangi spion dan ban juga diganti yang standar demi keselamatan,” kata Nawa dikutip dari web resmi polres setempat.

Dengan senyum malu-malu, Mardi, menyanggupinya. Dalam waktu dekat,dia siap melengkapi kendaraannya biar nyaman dipakai, dan tak mengancam keselamatannya berlalu lintas.

“Iya pak Nawa, mohon maaf, kemarin itu motor saya ikutkan kontes jadi belum saya pasangi kelengkapannya,” kata Mardi dengan senyum malunya.

Editor : Akrom Hazami

Hari Pertama Pembebasan Denda PKB dan BBN II, Ratusan Warga Datangi Samsat Jepara

Warga mengisi formulir BBN II di Kantor Samsat Online Jepara, Rabu (23/8/2017). (MuriaNewaCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Program pembebasan denda Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bebas Bea Balik Nama (BBN) II, disambut antusias oleh warga Jepara. Pada hari pertama pelaksanaan (Senin, 21/8/2017) ratusan orang memadati Samsat Online Jepara untuk mengikuti program itu. 

Hal itu dikatakan oleh Ponidi Kasi Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) Unit Pelayanan Pendapatan Daerah (UPPD) Jepara, Rabu (23/8/2017). “Hari pertama sekitar 300 orang datang ke samsat untuk ikut program tersebut, atau sekedar menanyakan informasi terkait hal itu,” katanya. 

Menurutnya, hal itu masih terbilang normal jika dibandingkan pemberlakuan program tersebut di tahun 2016. Pada tahun lalu, pihaknya hingga harus menyediakan tempat tambahan, untuk menampung antrean warga. 

Ihwal tersebut diamini oleh Kepala UPPD Jepara Endang Susilowati. Menurutnya, antusiasme warga untuk mengikuti program dari Pemprov Jateng itu terkait beberapa faktor. 

“Kalau tahun lalu, periode pelaksanaanya lebih pendek sehingga masyarakat ingin segera memanfaatkannya. Sementara kalau program ini kan cukup panjang, dari Agustus hingga 30 Desember untuk program BBN II. Sementara untuk pembebasan denda PKB sampai 30 November 2017. Selain itu, penyesuaian aturan mengenai Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) juga berpengaruh,” terang Endang. 

Namun demikian, pihaknya tetap menyiapkan langkah antisipasi jika antrean pemohon membludak. Endang mengungkapkan telah memaksimalkan seluruh karyawannya termasuk satpam dan cleaning service untuk dapat memberikan informasi terkait program tersebut. 

“Belajar dari tahun lalu, sebelum program ini dilangsungkan kami mengumpulkan semua karyawan. Harapannya jika antusiasme warga meningkat, satpam dan cleaning service bisa memberikan penjelasan mengenai program pembebasan dendan PKB dan BBN II. Kami juga sudah memberikan contoh formulir yang harus diisi oleh pemohon,” imbuhnya. 

Romi seorang warga pemohon BBN II mengatakan sengaja memanfaatkan program tersebut. “Ya ini balik nama sekalian mau ganti plat nomor,” ucapnya singkat, sambil meneruskan mengisi formulir permohonan.

Editor: Supriyadi

Duh…Lihat Teman Latihan Nyetir Mobil Malah Ketabrak Hingga Kakinya Patah

Ilustrasi

MuriaNewsCom, Grobogan – Sebuah peristiwa kecelakaan yang tidak sengaja terjadi di lapangan sepakbola Desa Pandanharum, Kecamatan Gabus, Grobogan. Seorang warga tertabrak mobil ketika sedang menyaksikan temannya latihan nyetir di dalam lapangan.

Korban yang tertabrak mobil diketahui bernama Nanang (54), warga Desa Cinta Nagara, Kecamatan Cigedug, Garut. Pria asal Jawa Barat ini merupakan seorang pedagang yang sudah seringkali menawarkan barang dagangan di wilayah Kecamatan Kradenan dan Gabus.

Informasi yang didapat menyebutkan, peristiwa nahas itu terjadi Jumat (18/8/2017) sekitar pukul 18.30 WIB. Saat itu, Nanang sedang duduk di atas sepeda motor di bawah gawang lapangan sebelah utara. Tidak jauh dari Nanang, ada satu temannya lagi Suwarlan yang juga duduk diatas sepeda motornya.

Sedangkan di tengah lapangan, temannya Sukarno sedang diajari nyetir mobil pikap oleh Winardi. Keduanya merupakan warga Desa Kradenan, Kecamatan Kradenan.

Sebelum praktik, Sukarno sempat dikasih teori mengemudi terlebih dahulu. Setelah paham, baru dilanjutkan praktik nyetir.

Awalnya, praktik nyetir berjalan lancar. Bahkan, Sukarno terlihat sempat nyetir mobil mengitari lapangan sampai beberapa kali. Namun, di tengah latihan mendadak terjadi musibah. Saat dekat dengan gawang di bagian utara, mobil yang dipakai latihan itu tiba-tiba melaju kencang ke arah dua sepeda motor yang diduduki pengendaranya.

Melihat kejadian ini, Suwarlan bergegas melompat dari atas motor dan berusaha lari menghindar. Upaya serupa juga dilakukan Nanang.

Namun, tindakannya menghindar masih kalah cepat dengan datangnya mobil yang melaju kencang tersebut. Akibatnya, Nanang tertabrak mobil tersebut dan mengalami patah kaki serta luka-luka di beberapa bagian tubuhnya.

Melihat kejadian ini, rekan-rekan Nanang langsung melarikannya ke Puskesmas Kradenan untuk mendapatkan pertolongan medis. Beberapa jam setelah dirawat, Nanang akhirnya menghembuskan nafas terakhir.

Kapolsek Gabus AKP Zainuri ketika dimintai komentarnya membenarkan peristiwa orang tertabrak mobil di tengah lapangan sepakbola tersebut. Menurutnya, peristiwa kecelakaan itu baru dilaporkan pada pihak kepolisian hari Sabtu (19/8/2017).

Setelah mendapatkan laporan, pihaknya langsung melakukan olah tempat kejadian perkara dan memeriksa sejumlah saksi untuk dimintai keterangan seputar kejadian itu.

“Selain itu, dua barang bukti kendaraan juga diamankan. Yakni, mobil Suzuki futura jenis pikap Nopol R 1624 QD dan motor honda beat Nopol K 2134 YZ. Sedangkan jenazah korban sudah kita serahkan pada pihak keluarganya untuk dimakamkan,” jelasnya.

Editor : Ali Muntoha

Asap Bikin Celaka Pemotor, Polisi dan Anggota Damkar Grobogan Dibikin Kalang-Kabut


Polisi menunjukkan kendaraan sepeda motor yang mengalami kecelakaan akibat asap di Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Sejumlah personel polisi dan anggota Damkar Grobogan dibikin sibuk, Senin (20/2/2017) sekitar pukul 16.30 WIB. Gara-garanya, ada asap tebal yang menutupi jalan raya Purwodadi-Semarang, tepatnya di Desa Penawangan, Kecamatan Penawangan.

Asap tebal ini berasal dari tumpukan jerami di pinggir sawah di utara jalan raya yang dibakar petani. Kepulan asap tebal yang menutupi jalan sempat membuat seorang pengendara motor menabrak mobil yang ada di depannya karena pandangannya terhalang.

“Pandangan pengendara motor terbatas karena ada asap menutupi jalan raya. Kebetulan angin bertiup ke selatan sehingga asapnya mengarah ke jalan raya. Sepeda motor mengalami kerusakan tetapi pengendaranya tidak apa-apa,” kata Kasat Lantas Polres Grobogan AKP Panji Gedhe Prabawa.

Setelah ada pengendara motor yang celaka, warga sekitar langsung menghubungi pihak kepolisian. Lantara tumpukan jerami yang dibakar cukup banyak, polisi kemudian meminta bantuan pihak damkar untuk membantu pemadaman.

Dua unit mobil damkar dikerahkan ke lokasi untuk memadamkan api. Namun, proses pemadaman api sisa pembakaran jerami itu tidak bisa dilakukan sekejap. Butuh waktu hampir 30 menit.

“Tumpukan jerami yang dibakar cukup tebal dan tinggi. Jadi, butuh waktu juga untuk memadamkan apinya,” imbuh Panji.

Terkait kejadian itu, Panji mengimbau kepada petani untuk bersikap hati-hati saat melangsungkan panen. Yakni, tidak menaruh hasil panen di bahu jalan karena mengganggu arus kendaraan.

Selain itu, petani juga diminta tidak membakar tumpukan jerami dekat dengan jalan raya. Sebab, jika ada angin berhembus, asap pembakaran bisa menutup jalan dan membahayakan pengendara yang melintas.

“Saya minta petani jangan bakar-bakar jerami di pinggir jalan. Sebaiknya ditaruh ditengah sawah kalau mau dibakar supaya aman bagi semuanya,” imbuhnya.

Editor : Akrom Hazami

Shockbreaker Sepeda Motormu Tak Nyaman? Mungkin Ini Penyebabnya

Ahmad Maulana Ibrahim menjajal fungsi shocbreaker yang standar pada saat di bengkel kendaraan di Kudus. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Ahmad Maulana Ibrahim menjajal fungsi shocbreaker yang standar pada saat di bengkel kendaraan di Kudus. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

KUDUS – Setiap pengguna kendaraan bermotor pastinya menginginkan modifikasi sepeda motornya terlihat mentereng. Baik itu modifikasi mesin atau juga bagian rangka. Khususnya yang terlihat mencolok ialah peninggian shockbreaker.

Pastinya peninggian shockbreaker akan tampak lebih gagah. Sehingga saat berkendara akan terlihat tinggi serta menungging.

Salah satu bengkel sepeda Motor Agus di Undaan mengatakan, biasanya bila shockbreaker ditambah anting shock, jadi terlihat gagah. “Tapi kegagahan tersebut juga akan mengganggu kenyamaan di saat berkendara. Khususnya bagi yang diboncengkan,” ujarnya.

Selain itu, lanjut Agus, bila modifikasi itu lakukan maka akan menghilangkan fungsi dari shocbreaker yang sebenarnya. Yakni akan membuat ban terasa sering selip (ngesot-ngesot) serta terasa keras di saat perjalanan jauh dan ngebut.

Diketahui, sebelum shocbreaker itu dipasang anting shock atau peninggi, maka suspensi shocbreaker bagian belakang masih terasa lembut, dan empuk saat melewati jalan berlubang. Namun saat dipasang peninggi shockbreaker, maka pernya akan terasa keras. Bahkan tidak akan terasa pegasnya.

Hal senada juga diiyakan oleh Ahmad Maulana Ibrahim. Salah satu siswa Al Ma’ruf Kudus yang menganggap peninggian shockbreaker motor itu malah membuat tak nyaman. (EDY SUTRIYONO/AKROM HAZAMI)

Dealer Motor Baru Tak Ingin Kalah ‘Perang’ dengan Motor Bekas

 

Motor Honda (e)KUDUS – Peminat motor baru atau bekas memberikan andil dalam peningkatan penjualan motor di wilayah Eks Karesidenan Pati. Namun, dari segi jumlahnya peminat kedua motor ini berbanding jauh. Promo untuk motor baru lebih banyak digencarkan daripada motor bekas. Sehingga dengan promo tersebut, masyarakat lebih meminati motor baru ketimbang motor bekas. Lanjutkan membaca

Penjualan Motor Honda di AHM Kudus Meningkat Tajam

Penjualan sepeda motor di Marketing Astra Honda Motor Kudus saat ini mengalami peningkatan cukup tinggi. (MURIA NEWS/HANA RATRI)

KUDUS – Pasaran penjualan motor Honda di wilayah Kudus meningkat tajam. Staf Marketing Astra Honda Motor Kudus Muhammad Ghufron mengatakan, peningkatan penjualan Mei lalu sampai 400 unit motor terjual. AHM Kudus ini mengharapkan bulan ini dapat terjual melebihi target bulan lalu.

Lanjutkan membaca