5 Motor Serta Dump Truck dan Pikap Hanyut Terseret Banjir di Sungai Logawa Banyumas

Sebuah dump truck terjebak di antara bebatuan Sungai Logawa Banyumas, setelah terseret banjir. (Foto : Tribunjateng.com)

MuriaNewsCom, Banyumas – Banjir bandang terjadi di sekitar Sungai Logawa, Banyumas, Minggu (15/10/2017) sore. Banjir itu membuat lima sepeda motor dan satu unit dump truck dan pikap L300 hanyut terseret banjir.

Kendaraa-kendaraan tersebut berada di sekitar sungai saat banjir tiba-tiba muncul. Alhasil pemilik kendaraan yang saat itu tengah menambang pasir dan mencari rumput tak sempat menyelamatkan kendaraan, karena mereka sibuk menyelamatkan diri.

Dikutip dari Tribunjateng.com, hingga Senin (16/10/2017) pagi baru dua unit sepeda motor yang sudah ditemukan. ”Sementara tiga motor lainnya masih hilang,” kata Komandan Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Banyumas Kusworo.

Tiga sepeda motor yang hilang itu yakni Supra Fit, milik Supriono, warga Desa Sunyalangu, Supra Fit milik Suhud, warga Desa Sokawera, dan Yamaha Jupiter milik seorang warga lainnya hanyut terbawa arus banjir.

Sementara dump truck milik Andri Surasno, warga Desa Baseh Kedungbanteng, hingga pagi tadi masih terjebak di bebatuan sungai. Begitu juga dnegan pikap L-300 milik Jupri warga desa Sokawera.

Kedua mobil itu hingga sekarang masih terjebak di tengah sungai dan tersangkut di bebatuan. Kendaraan itu belum berhasil dievakuasi karena kondisi arus air masih deras.

Kondisi bodi mobil pada beberapa bagian ringsek, karena terkena benturan benda keras saat arus banjir menyapu kendaraan itu. “Mungkin menunggu surut dulu airnya kemudian dievakuasi. Banjir sudah agak surut namun arusnya masih deras,” ujarnya.

Banjir ini terjadi akibat hujan deras yang turun. Setidaknya lima sungai di Banyumas meluap akibat hujan semalam, meliputi Sungai Prukut, Logawa, Pelus, Mengaji dan Banjaran.

Koordinator Tagana Banyumas Adi Candra mengatakan, banjir bandang itu juga meyebabkan sejumlah bangunan rusak. Jembatan di RW 5 Karanggondang, Desa Sambirata Cilongok dilaporkan rusak karena diterjang arus banjir.

“Bagian belakang sebuah rumah ambrol di Bobosan sekitar sungai Banjaran. Satu kamar kos di dekat sungai Pelus juga rusak karena arus banjir,” terangnya.

Jembatan jembatan yang dilintasi kelima sungai itu sempat ditutup sementara untuk lalu lintas kendaraan pada Minggu malam pukul 21 00 WIB. Jembatan baru dibuka sekitar pukuk 22.30 WIB setelah debit air menurun.

Editor : Ali Muntoha

Ini 2 Kunci Motor yang Bikin Maling Ogah Beraksi  Meski di Tempat Sepi

Pelaku pencurian sepeda motor saat diamankan Polres Jepara, Sabtu (19/8/2017). Mereka dibekuk dalam Operasi Jaran Candi 2017. (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Kita tentu tidak mau kendaraan bermotor yang kita punyai menjadi incaran maling. Lalu apa yang harus kita lakukan agar pencuri tak mendekati motor kesayangan kita?

Setidaknya ada dua cara yang bisa dilakukan untuk mengamankannya. “Pertama jangan lupa pasang pengaman (magnetic) kunci, lalu pasang kunci cakram,” kata Mohammad Ardiyan alias Kethek pelaku pencurian motor, saat press rilis di Mapolres Jepara beberapa saat lalu. 

Jika ada dua kunci itu, lanjut Kethek, ia ogah beraksi meski motor berada di tempat sepi. Selain waktu yang cukup lama, kemungkinan gagal akan semakin besar.

Hanya saja, jika kedua kunci tersebut tak terpasang, ia cuma butuh waktu 15 detik untuk membobol kunci motor. “Ya kalau ada kunci ganda agak kesulitan kalau begitu pak. Kalau biasa hanya itungan detik,” kata kethek menjawab pertanyaan Kapolres Jepara AKBP Yudianto Adi Nugroho. 

Residivis kasus pencurian itu menambahkan, motor yang kerapkali menjadi incaran adalah Honda Scoopy, Vario dan Suzuki Satria. Hal itu karena varian tersebut masih laku dipasaran.

“Kalau matic Rp 2,5 juta kalau Satria Rp 3 juta, motor-motor itu memang masih laku di pasaran,” kata Warga Desa Wedelan, Bangsri itu

Kepada polisi ia mengaku sudah beberapa kali melakukan pencurian kendaraan roda dua. Atas perbuatannya itu, ia terancam mendekam di penjara diatas lima tahun. 

Editor: Supriyadi