Gerebeg Gudang Miras, Satpol PP Jepara Sita Ribuan Botol Minuman Berbagai Merek

MuriaNewsCom, Jepara – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Jepara menyita ribuan botol minuman beralkohol dari sebuah gudang, di terminal lama, Kelurahan Jobokuto RT 1 RW 4, Selasa (13/3/2018). Kini kasus tersebut masih dalam penyidikan, sebab saat penyitaan pemilik gudang tidak berada di tempat.

Kasi Penyelidikan dan Penyidikan Satpol PP dan Pemadam Kebakaran Jepara Anwar Sadat mengatakan, penyitaan miras dilakukan karena mendengar adanya laporan masyarakat.

“Saat itu kami sedang melakukan patroli terkait penilaian Adipura. Saat itu kami dapat laporan dari masyarakat di pojokan belakang terminal lama (ada gudang penyimpan miras). Setelah berpatroli, kami lantas menyelidiki gudang tersebut, ternyata benar di sana tersimpan ribuan botol miras,” kata dia.

Menurut dia, saat digrebeg gudang tersebut dalam kondisi lengang. Namun demikian, beberapa waktu lalu pihaknya pernah menyita 1.157 botol miras di gudang yang ada di sebelah gudang yang kini digerebeg.

“Ternyata gudang ini (yang digerebeg tahun 2018) dijadikan tempat penyimpanan miras juga. Oleh karena itu kami bawa barang bukti miras, kami amankan di kantor Satpol PP. Untuk tersangkanya diduga kuat berinisial DW,” ujar Sadat.

Ia menerangkan pada penyitaan kali ini pihaknya mengamankan 1.317 miras berbagai merek. Mulai dari Proost hingga Anker Bir.

Istono Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Jepara mengatakan, pihaknya akan menelusuri pemilik miras tersebut. Menurutnya, yang bersangkutan diduga pemain lawas yang telah lama menjadi distributor minuman beralkohol.

“Ia (pelaku) diduga pemain lawas yang menjadi rujukan bagi toko-toko kecil,” urai dia.

Menurutnya, tersangka akan dikenai tindak pidana ringan, karena diduga sudah berulang kali melakukan tindakan tersebut.

Editor: Supriyadi

Gelar Razia, Polisi di Grobogan Kaget Ada Pengendara Bawa Belasan Ciu

MuriaNewsCom, Grobogan – Pelaksanan razia lalu lintas rutin yang dilakukan aparat Polres Grobogan sempat diwarnai kehebohan, Senin (19/2/2018). Hal ini menyusul adanya seorang pengendara motor yang kedapatan mengangkut belasan botol plastik berisi miras jenis ciu. Razia itu digelar di halaman kantor Dinas Perhubungan Grobogan di jalan raya Purwodadi-Solo km 6.

Awalnya, petugas tidak mengira jika pria pengendara motor ini membawa miras. Namun, kecurigaan muncul setelah petugas mengamati barang bawaan yang dimasukkan dalam dua kardus dan diikat di atas jok motor.

“Kami curiga karena sempat mencium bau miras. Setelah kita buka, dalam kardus ternyata isinya miras. Jumlahnya ada 18 botol,” kata Kasat Lantas Polres Grobogan AKP Panji Gedhe Prabawa.

Pengendara yang membawa miras merupakan warga Kudus. Berdasarkan keterangannya, belasan miras tersebut baru dibeli dari Solo dan rencananya akan dibawa pulang ke Kudus.

“Pengendara dan puluhan botol miras ini selanjutnya kami serahkan ke Polres untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” imbuhnya.

Panji menyatakan, razia di jalur Purwodadi-Solo memang diintensifkan. Hampir tiap hari dilakukan razia dilokasi tersebut. Tidak hanya sepeda motor, razia juga menyasar kendaraan roda empat atau lebih.

Editor : Supriyadi

Kapolres: Kalau Perlu Razia Setiap Hari Agar Kudus Bebas Miras

MuriaNewsCom, Kudus – Ancaman sanksi tegas maupun denda besar yang digaransikan oleh Kepolisian kepada pengedar minuman keras, nampaknya masih belum membuat para oknum pengedar miras di wilayah Kudus jera. Hal ini terbukti dengan masih ditemukannya miras yang masih beredar di kalangan masyarakat Kudus.

Polres Kudus sejauh ini juga tidak tinggal diam. Kapolres Kudus AKBP Agusman Gurning memerintahkan jajarannya untuk rutin merazia untuk semakin intensif menggelar razia dan operasi pemberantasan miras di wilayah tugasnya masing-masing agar miras. Tujuannya mirsa di Kudus benar-benar hilang.

Perintah orang nomor satu dijajaran Polres Kudus langsung direspon oleh jajaran dengan menggelar razia miras maupun penyakit masyarakat lainnya di wilayah Kudus. Hasilnya, berhasil mengamankan puluhan botol minuman keras berbagai merk hingga miras lokal (putihan) dari empat warung yang berbeda.

Keempat warung tersebut adalah milik FA (36) warga Purwosari Kec Kota Kudus, SG (32) dan BP (24) yang keduanya warga Pasuruhan lor Kec Jati Kudus, serta RB (58) warga Loram Wetan Kec Jati Kudus.

”Keberhasilan dalam pelaksanaan razia tersebut merupakan peran aktif masyarakat dalam membantu pihak Kepolisian dalam memberantas penyakit masyarakat,” katanya seperti dikutip dari laman Tribrata News.

Kapolres menegaskan, razia minuman keras akan terus dilakukan untuk menjaga stabilitas Kamtibmas di wilayah hukum Polres Kudus. Dengan cara itu, para penjual mirsa akan berkurang dan hilang.

”Kalau perlu, razia akan dilakukan setiap hari,” tegasnya.

Di sisi lain, pihaknya mengucapkan terimakasih kepada masyarakat yang telah membantu memberikan informasi tentang peredaran miras kepada Kepolisian. Ia pun berharap masyarakat semakin pro aktif memberikan informasi.

Editor: Supriyadi

Asyik Pesta Miras, Belasan Pelajar di Kudus ’Diseret’ Ibu Kandung ke Kantor Polisi

MuriaNewsCom, Kudus – Sebelas pelajar di bawah umur di Kudus harus berurusan dengan pihak kepolisian usai menggelar pesta minuman keras (Miras), Senin (22/1/2018). Uniknya, belasan pelajar yang masih duduk di bangku SMP dan SMA itu diseret ke kantor polisi setelah ibu kandung salah satu siswa melaporkan pesta miras tersebut ke kantor polisi.

Dikutip dari laman Tribrata News Polres Kudus, kejadian unik tersebut berawal saat IM beserta belasan temannya berkumpul di rumahnya di Desa Loram Wetan, Kecamatan Jati saat jam sekolah. Karena penasaran, ibu IM mencoba mempergoki kelakuan anaknya.

Itu dilakukan lantaran IM sendiri sudah tidak sekolah. Sementara teman-teman anaknya yang berkumpul masih mengenaklan seragam sekolah. Tiga di antaranya bahkan masih mengenakan SMP dan tujuh lainnya sudah berseragam SMA.

Rasa penasaran ibu IM langsung membuatnya mengurut dada. Ia memergoki anaknya sedang pesta miras bersama belasan temannya tersebut. Kuat dugaan, hal tak terpuji itu (pesta miras) sudah sering dilakukan hingga membuat sang ibu mengautkan hati untuk melapor ke polisi untuk efek jera.

Bhabinkantibmas Desa Loram Wetan, Aiptu Noor Rojak mengatakan, begitu mendapatkan laporan tersebut, pihaknya langsung mendatangi lokasi bersama anggota polsek yang piket. Begitu sampai ternyata pesta miras yang diadukan sang ibu benar adanya.

”Saya bersama anggota Polsek yang piket langsung mendatangi rumah tersebut. Setelah sampai kami mendapati anak-anak berseragam sekolah sedang minum-minuman keras saat jam sekolah,” terang Rojak.

Kesebelas pelajar itu pun tak berkutik. Mereka pun akhirnya digelandang ke Mapolsek Jati untuk mendapat pengarahan supaya tidak mengulangi perbuatan tersebut lagi. Terlebih lagi, tiga di antaranya masih SMP.

”Selain membawa belasan pelajar itu, kami juga membawa sejumlah barang bukti. Yakni botol air mineral berisi arak putih 1/4 liter, gir sepeda, dan besi berukuran panjang 25 cm,” tegasnya.

Belasan pelajar yang masih duduk di bangku SMP dan SMA mendapat pembinaan di depan orang tua setelah diamankan polisi usai menggelar pesta miras. (Humas Polres Kudus)

Sementara itu, Kapolsek Jati AKP Bambang Sutaryo menerangkan, sebelas pelajar yang diamankan berinisial MH, IM, MM, AS, DN, MN, AP, AN, AF, MK dan EN. Tujuh di antaranya masih SMA dan 3 pelajar SMP.

”Sementara, untuk IM tidak sekolah. Rumahnya lah yang digunakan untuk pesta miras,” terang Bambang

Kapolsek menambahkan, kesebelas anak yang rata rata pelajar tersebut sempat diamankan di Polsek Jati. Mereka diberi pembinaan dihadapan orang tua mereka masing dan diminta membuat surat pernyataan tidak mengulangi perbuaanya yang di ketahui oleh Kepala Sekolah, Kepala Desa, Ketua RT dan RW setempat.

” Itu sebagai sanksi sosial kepada mereka. Mudah-mudahan, tidak diulangi lagi,” ungkap Kapolsek.

Di sisi lain, Kapolsek juga berterima kasih kepada Ibu kandung IM yang berani melaporkan anak kandungnya sendiri dan teman- temanya yang sedang melakukan pesta miras. Ia berharap hal ini bisa menjadi contoh dan pelajaran untuk warga sekitar.

”Saya berharap kepada warga yang mengatahui tindakan kriminal atau ketertiban masyarakat untuk segera melapor ke pihak kepolisian. Itu supaya tetap kondusif,” pungkasnya.

Editor: Supriyadi

Gudang Penyimpanan Miras Palsu di Dengkek Pati Digerebek Polisi

Polisi menggerebek gudang penyimpanan miras palsu di Desa Dengkek, Kecamatan Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Sebuah gudang penyimpanan minuman keras (miras) palsu dari berbagai merek yang ada di Desa Dengkek RT 1 RW 1, Kecamatan Pati digerebek polisi, Selasa (19/12/2017) sore.

Satu peleton pasukan dari Unit Sabhara Polres Pati dikerahkan untuk mengawal proses penggerebekan. Puluhan warga tampak melihat ratusan botol miras yang berhasil digerebek polisi.

Baca: Serempet Sepeda, Pelajar Asal Growong Lor Pati Tewas Terlindas Truk

Sesaat setelah penggerebekan yang dilakukan Kasat Sabhara AKP Sugino dan Wakapolres Pati Kompol Nyamin, Kapolres Pati AKBP Maulana Hamdan hadir untuk meninjau lokasi penggerebekan.

Kroger Gift Cards of $25 Win Free at www.krogerfeedback.com

“Produksi miras palsu sudah dilakukan sejak 2010 lalu. Modusnya, pelaku beli botol bekas dari cafe lalu mengisinya dengan miras buatan sendiri dan dijual kembali dengan merek miras yang mahal,” ujar AKBP Maulana.

Baca: Tawuran, Puluhan Pelajar SMP di Pati Diamankan Polisi Beserta Sebilah Celurit

Bahkan, pelaku memasang cukai palsu pada botol miras untuk mengelabuhi konsumen. Cukai itu dicetak di kertas sesuai dengan cukai asli.

Dari pengakuan pelaku yang berinisial NM (31), miras dijual dengan harga dari Rp 15 ribu sampai Rp 20 ribu. Padahal, miras dengan merek asli biasanya dijual dari Rp 45 ribu sampai Rp 65 ribu per botol.

Baca: Keluarga Korban Mutilasi Asal Pati Bermimpi Buruk Sebelum Peristiwa Pembunuhan Terjadi

Miras palsu tersebut diedarkan di kawasan cafe di Kabupaten Pati dan Rembang. Namun, polisi masih belum percaya dengan pengakuan pelaku dan saat masih mendalami kasus penjualan miras palsu bercukai palsu tersebut.

Sementara merek miras yang dipalsukan, di antaranya Vodka dan Whisky. Polisi juga menemukan arak putih yang ditaruh dalam puluhan botol.

Editor: Supriyadi

Polres Jepara Gerebek Gembong Miras saat Racik Oplosan Dalam Plastik Kemasan


Kasatreskrim Polres Jepara AKP Suharta (tengah) menunjukan barang bukti miras oplosan yang disita dari Sugito (kiri). (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Polres Jepara meringkus penjual miras oplosan bernama Sugito. Warga Desa Ngabul RT 5/RW 6 itu merupakan pemain lama dalam bisnis jual beli minuman beralkohol. 

Meski sudah sering keluar masuk penjara, Sugito seakan tak pernah kapok memproduksi minuman haram tersebut. Bahkan jumlah miras oplosan yang diproduksi skalanya semakin bertambah besar hingga meresahkan warga sekitar.

Baca: Begini Kronologi Duel Berdarah Warga Raguklampitan Vs Maling di Jepara

Akhirnya, tersangka kembali dibekuk dengan dipimpin dua kasat langsung, yakni Kasatreskrim AKP Suharta bersama Kasatnarkoba AKP Hendro Asriyanto, Rabu (13/12/2017) sore. Saat ditangkap di rumahnya, Sugito baru saja selesai membungkus puluhan miras oplosan dalam kemasan plastik bening. 

Kepada petugas ia mengaku baru saja memulai lagi usahanya itu. “Ini saya baru mulai lagi, setelah lama prei (libur, tidak membuat oplosan). Sebelumnya memang saya berdagang di toko. Tapi sudah tidak lagi sejak ditangkap oleh petugas beberapa bulan lalu,” ungkapnya, Kamis (14/12/2017) pagi.  

Sugito mengaku, mendapatkan pasokan alkohol jenis ciu dari daerah Godong, Grobogan. Untuk satu jeriken ia tebus dengan harga Rp 400 ribu. Sedangkan untuk satu kemasan plastik miras oplosan yang sudah jadi ia jual Rp 20 ribu. 

Baca: Usai Duel, Maling di Raguklampitan Jepara jadi Bulan-bulanan Warga

Menurutnya, ia menjual miras oplosan dengan dua rasa, yakni biasa dan spesial. Untuk miras biasa campurannya adalah minuman serbuk, dicampur madu dan ciu. Sedangkan kemasan spesial campurannya adalah ciu dan beras kencur. 

“Yang beli banyak dari pekerja-pekerja disekitar tempat sini,” ujarnya. 

Kasatreskrim Polres Jepara AKP Suharta mengungkapkan, penangkapan pelaku adalah upaya dari jajarannya untuk melakukan cipta kondisi, menjelang Natal dan Tahun Baru 2018. 

“Pengungkapan kasus ini karena informasi dari masyarakat, yang bersangkutan adalah pemain lama. Penjualan miras ini di lakukan tersangka sebagai sampingan, dari usaha utamanya sebagai penjual bahan bangunan,” jelasnya. 

Bersama tersangka, polisi menyita sebuah jeriken berkapasitas 30 liter ciu, empat bungkus plastik minuman ciu oplosan, satu teko dan satu corong. 

Editor: Supriyadi

Gelar Razia, Aparat Polres Grobogan Berhasil Amankan Ratusan Botol Miras

Polisi sedang mengamankan miras saat melangsungkan razia di wilayah Kecamatan Godong, Tegowanu dan Gubug, Rabu (13/12/2017) malam hingga Kamis (14/12/2017) dini hari. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Untuk kesekian kalinya, aparat Polres Grobogan kembali mengamankan ratusan botol berisi miras. Kali ini, peredaran miras berbagai jenis itu ditemukan ketika melancarkan razia di wilayah Kecamatan Godong, Tegowanu dan Gubug, Rabu (13/12/2017) malam hingga Kamis (14/12/2017) dini hari.

Beragam miras tersebut diamankan dari beberapa lokasi penjualan. Kebanyakan,miras itu tetap dijual belikan meski secara sembunyi-sembunyi.

Berbagai jenis miras itu selanjutnya didata petugas. Jumlahnya mencapai 470 botol. Setelah itu, ratusan botol miras dibawa petugas untuk disita sebagai barang bukti. 

”Penjual miras ini akan kita proses dan kita sidangkan di pengadilan. Kegiatan ini kita lakukan sebagai upaya cipta kondisi jelang Natal dan tahun baru,” tegas Kasat Sabhara Polres Grobogan AKP Lamsir yang memimpin razia tersebut.

Menurutnya, razia miras merupakan bagian dari pelaksanaan operasi rutin yang dilangsungkan selama ini. Dalam pelaksanaan dilapangan sepanjang 2017, sudah ada ribuan botol miras dan ratusan liter arak yang berhasil diamankan.

”Miras yang kita amankan sebelumnya, sudah dimusnahkan beberapa waktu lalu. Sejauh ini, sudah ada puluhan penjual miras yang kita proses dan disidangkan. Kami mengimbau agar mereka tidak menjual miras lagi yang menjadi salah satu penyebab terjadinya gangguan kamtibmas,” tegasnya.

Editor: Supriyadi

Gelar Operasi, Polisi Amankan Belasan Miras dari Warung Kopi di Rembang

Petugas melakukan pendataan kepemilikan miras dari sebuah rumah pemilik warung kopi di Rembang. (TRIBRATANEWSREMBANG)

MuriaNewsCom, Rembang – Satresnarkoba  Polres Rembang kembali mengamankan sedikitnya 17 botol minuman keras (miras) berbagai jenis dari warung kopi dan rumah warga di desa Sumberjo, Rabu (29/11/17) malam.

Belasan miras tersebut terdiri dari empat botol miras jenis anggur kolesom cap orang tua isi 620 Ml dengan kadar alkohol 14,7 persen, delapan botol miras jenis anggur merah cap orang tua isi 620 Ml dengan kadar alkohol 14,7 persen dan lima botol miras jenis arak isi 1500 Ml.

Kapolres Rembang AKBP Pungky Bhuana Santoso melalui Kasatresnarkoba Polres Rembang, AKP Bambang Sugito mengatakan, pengamanan botol miras tersebut berdasarkan aduan masyarakat. Mereka khawatir, peredaran miras yang kian merajalela bisa memicu kriminalitas

Apalagi, miras tersebut dijual di warung kopi yang menjadi jujugan para anak muda nongkrong. Karena itu, sebagai tindak lanjut Satresnarkoba yang dipimpin KBO Iptu Agus Saptono melakukan giat dengan sasaran  warung kopi turut tanah Desa Kalipang, Kecamatan Sarang dan rumah milik saudari Hartutik di Desa Sumberjo Rembang.

”Barang bukti kita amankan dan para pemilik warung kopi dan rumah kita data, agar tidak menjual lagi barang haram itu,” terang Kasat Resnarkoba seperti dikutip tribratanewsrembang.

Kasat Resnarkoba mengimbau kepada masyarakat agar bisa turut menjadi informan apabila mengetahui ada warung,rumah  ataupun toko yang menjual minuman keras. Dengan demikian peredaran miras di kalangan masyarakat bisa segera ditekan.

”Karena miras ini imbasnya banyak. Hanya karena miras, bisa jadi orang itu kehilangan kesadaran, dan adrenalinnya meningkat. Sehingga mereka tidak akan pikir panjang kalau mereka akan melakukan tindakan kriminal,” pungkas Kasat Resnarkoba

Editor : Supriyadi

Bawa Senjata Rantai Gir Motor, Siswa di Sukolilo Pati Diciduk Polisi

Polisi menggeledah tas dan sepeda motor siswa, sebelum ketahuan membawa senjata rantai yang dikaitkan gir kendaraan. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Jajaran Polsek Sukolilo melakukan razia penyakit masyarakat di sejumlah titik di Kecamatan Sukolilo, Rabu (15/11/2017).

Dalam razia tersebut, polisi menemukan sejumlah siswa yang mangkal di warung. Mereka membawa senjata dari rantai yang dikaitkan dengan gir sepeda motor.

Mereka lantas diciduk polisi untuk dibawa ke Mapolsek Sukolilo. “Mereka kami bawa ke Mapolsek untuk dilakukan pembinaan. Senjata semacam itu biasanya digunakan untuk berkelahi atau tawuran,” kata Wakapolsek Sukolilo Iptu Wandoyo yang memimpin razia.

Selain itu, polisi juga melakukan razia minuman keras (miras). Dalam razia miras, petugas menyita sedikitnya 48 botol miras dari berbagai merek.

Di warung milik Umi Khoriyah di Desa Cengkalsewu, polisi mengamankan 15 botol anggur merah, dua botol beras kencur, lima botol anggur merah ukuran besar, dan sepuluh botol miras merek Anggur 500.

Di warung milik Slamet Riyadi di Desa Kasiyan, petugas menyita 14 botol anggur merah dan anggur 500. “Puluhan botol miras itu kami sita sebagai barang bukti,” imbuhnya.

Dia berharap, operasi pekat di wilayah Sukolilo bisa membuat situasi dan kondisi menjadi aman, terutama menjelang perayaan Meron yang sudah menjadi tradisi setiap tahunnya. Sebab, tradisi Meron mengundang perhatian banyak massa sehingga perlu ada langkah antisipatif agar tidak terjadi tindak kriminal.

Editor: Supriyadi

Suporter PSS Sleman Diamankan Polisi di Temanggung

Suporter PSS Sleman ditangkap Polres Temanggung, Jumat. (Antarajateng.com)

MuriaNewsCom, Temanggung – Kepolisian Resor Temanggung, mengamankan 17 pendukung PSS Sleman yang sedang melintas di Temanggung dan kedapatan membawa minuman mengandung alcohol, Jumat (6/10/2017)

Melansir Antarajateng.com, Kapolres Temanggung AKBP Maesa Soegriwo di Temanggung, mengatakan mereka diamankan petugas Polsek Kranggan saat melakukan razia kendaraan pada Kamis (5/10) malam.

Sejumlah suporter PSS Sleman yang mengendarai dua mobil tersebut melakukan perjalanan menuju Cilegon untuk menyemangati tim kesayangannya melawan Cilegon United di Stadion Krakatau Steel pada Jumat sore.

Namun, saat memasuki wilayah Kranggan, para suporter tersebut terjaring razia yang dilakukan oleh Polsek Kranggan karena kedapatan membawa beberapa botol minuman keras.

“Meskipun sama-sama suporter Sleman dengan tujuan Cilegon, dua rombongan mobil itu tidak saling mengenal dan saat digeledah di kedua mobilnya didapati beberapa botol minuman keras,” katanya.

Ia menyebutkan di mobil minibus dengan nomor polisi AB 1435 EN berisi sembilan suporter dan di minibus AB 1653 CJ ada delapan suporter PSS Sleman.

“Di antara suporter tersebut, terdapat dua perempuan. Mobil yang mereka gunakan adalah mobil rental,” ujarnya.

Ia mengatakan, pihaknya tidak melarang suporter PSS Sleman melintas di wilayah hukum Temanggung, setelah terjadi penganiayaan terhadap warga Temanggung oleh suporter Sleman beberapa waktu lalu. Namun, pihaknya tetap akan melakukan razia ketika PPS Sleman akan melakukan pertandingan lawatan.

“Kami sama sekali tidak melarang. Tetapi ketika ada pertandingan lawatan PSS Sleman ke daerah lain, apalagi jika tujuan lawatan melewati wilayah hukum Polres Temanggung kami tetap melakukan razia,” katanya.

Kepala Satreskrim Polres Temanggung, AKP Dwi Haryadi mengatakan para suporter tersebut membeli minuman beralkohol dengan cara iuran. Mereka membeli minuman itu di wilayah Sleman saat akan berangkat menuju Cilegon. Pada mobil pertama ditemukan tiga botol minuman beralkohol dan mobil kedua terdapat empat botol minuman beralkohol.

Ia mengatakan mereka harus menjalani proses persidangan dengan ancaman tindak pidana ringan (tipiring). Mereka melanggar Peraturan Daerah (Perda) Temanggung Nomor 5 tentang Minuman Keras.

“Masuk dalam tipiring, mereka akan langsung menjalani persidangan, jika tidak mampu membayar denda mereka harus menjalani hukuman kurungan sesuai dengan putusan hakim,” ungkapnya.

Editor : Akrom Hazami

 

Puluhan Botol Miras Disita dari Bumiayu Brebes

Polisi mengamankan puluhan botol miras di Mapolsek Bumiayu, Kabupaten Brebes, Senin. (Humas Polres Brebes)

MuriaNewsCom, Brebes – Polsek Bumiayu Polres Brebes, mengamankan sedikitnya 32 botol minuman keras (miras) dalam razia Cipta Kondisi yang digelar Senin (2/10/2017).

Kapolres Brebes AKBP Sugiarto mengatakan razia tersebut melibatkan  delapan personel gabungan dengan sasaran miras, penyakit masyarakat dan premanisme.

“Selain miras, dalam razia tersebut yang menjadi sasaran lainya adalah premanisme dan penyakit masyarakat lainya,” kata Sugiarto dilansir dari tribratanews polres brebes.com.

Dlam razia ini, polisi mengamankan puluhan botol miras.  puluhan miras tersebut diamankan dari seorang pedagang ZN (32) warga  Dukuh Majapahit, Desa Kalierang, Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes.

Selain 32 botol miras berbagai merek, polisi juga mengamankan 5 botol miras arak jenis brangkal (ciu). “Barang bukti botol miras sudah kami amankan di polsek untuk kemudian dikenakan Tindak Pidana Ringan (Tipiring) kepada para penjual miras tersebut,” ujarnya.

Kegiatan serupa lainya masih akan terus digelar dalam rangka menciptakan situasi Kamtibmas wilayah khususnya di Kecamatan Bumiayu.

Editor : Akrom Hazami

Polisi Sibuk Urus Miras Ciu di Wonogiri

Polisi sita miras ciu di Kabupaten Wonogiri. (Humas Polres Wonogiri)

MuriaNewsCom, Wonogiri – Anggota Polres Wonogiri tengah gencar melakukan kegiatan untuk menciptakan kondisi wilayah yang aman dari peredaran narkoba, perjudian, minuman keras, cabul, pencurian dan lainnya.

Dari hasil penyisiran di Pasar Baru Purwantoro, polisi berhasil menyita belasan botol minuman keras jenis ciu.

Kapolres Wonogiri AKBP Mohammad Tora mengatakan pihaknya menyita 16 botol ciu dalam botol air mineral atau setara dengan 24 liter ciu, yang dimiliki oleh Sl (40) warga Padukuhan Sambi Tileng, Gunungmijil, Kecamatan Purwantoro.

Kegiatan yang dilakukan Kamis (07/09/2017) pukul 22.30 WIB berawal dari laporan warga yang merasa resah. Lantaran sering ada transaksi di pasar tersebut.

“Kami sudah menyisiri seluruh kioas-kios di pasar baru tersebut, namun hanya mendapati 1 penjual ciu itu yang disimpan di boks kayu,” kataTora di Wonogiri, Jumat (8/9/2017).

Adapun kegiatan ini bertujuan untuk memberantas penyakit masyarakat yang sering kali berhubungan dengan miras, narkoba, perjudian dan penyakit lainnya.

“Untuk saat ini pelaku penjual miras tersebut sudah membuat surat pernyataan. Tapi beberapa hari ke depan akan kami panggil kembali untuk tindak pidana ringan,” lanjutnya.

Untuk ke depan, pihaknya juga akan melakukan kegiatan yang sama agar tercipta kondisi yang aman. Serta peredaran miras tidak masuk dalam kalangan pelajar, karena dampaknya sangat berbahaya dapat merusak moral anak.

Selain melakukan penyisiran miras, polisi juga melakukan penyekatan kendaraan bermotor yang melintas di jalanan. Hal itu dilakukan agar tidak terjadi tindak kriminal maupun kejahatan lainnya.

Editor : Akrom Hazami

Tak Kapok Jual Miras, Ibu Paruh Baya Asal Kudus Dibui 2 Bulan

Kepala Satpol PP Kudus Djati Solechah saat melakukan penindakan miras di Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Seorang penjual sekaligus agen minuman keras (miras) asal Gebog terpaksa mendekam dalam jeruji besi selama dua. Ia terpaksa diseret ke ranah hukum, lantaran tak kapok berjualan minuman keras meski dalam masa hukuman percobaan.

Kepala Satpol-PP Kudus Djati Solechah menyatakan, penjual sekaligus agen miras tersebut bernama Nurhayati (54) warga Desa Besito RT 7 RW 7 Gebog. Dia harus dikurung berdasarkan Hasil Keputusan Sidang PN atas pelanggaran Perda Kab. Kudus No 12 Tahun 2004 ttg Minuman Beralkohol atas 2 (dua)  kasus hari ini Rabu,  30 Agustus 2017.

“Jadi biar kapok. Soalnya kalau hanya tipiring, ia akan menjual miras lagi,” katanya kepada MuriaNewsCom, Kamis (31/8/2017).

Menurut dia, warga Gebog itu sudah beberapa kali tertangkap berjualan miras. Salah satunya saat penindakan tanggal 5 Juli 2017 lalu, Satpol PP berhasil menindak langsung di warung dan rumahnya.

Akibat hal tersebut, dia langsung diberikan hukuman tipiring dengan hukuman percobaan. Belum selesai masa hukumannya, dia kembali menjalankan aktivitas jualan miras di rumahnya. Satpol-PP pun menangkap kembali di rumahnya, usai upacara 17 an lalu

“Atas dasar itulah yang bersangkutan dibawa ke PN  untuk diproses. Dan akhirnya diputuskan kurungan dua bulan penjara,” ujarnya.

Dia berharap, dengan adanya penjual miras yang tertangkap akan membuat jera para penjual dan agen miras lainya. Sehingga Kudus akan benar-benar bebas dari miras.

Editor: Supriyadi

Miras Bernilai Ratusan Juta Diamankan dari Toko di Kaliwungu Kudus

Petugas Satpol PP saat mengamankan miras dari salah satu toko di Desa Mijen, Kaliwungu, Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus –  Satpol PP Kudus menyita ribuan botol minuman keras (miras) bernilai ratusan juta dari salah satu toko, di Dukuh Gadon, Desa Mijen, RT 04 RW 5, Kecamatan Kaliwungu, Senin (31/7/2017).

Pemilik toko itu adalah Deni Syaiful Amri (23). Petugas menemukan miras di gudang khusus miliknya. “Ada sekitar 2,7 ribu botol yang kami amankan. Jumlahnya kisaran ratusan juta rupiah. Ada beberapa banderol harga miras yang harganya cukup tinggi,” kata Kasatpol PP Djati Solechah di Kudus.

Djati mengungkapkan, toko yang digerebek itu sudah dipantau sejak lama. Begitu informasi masyarakat diterima Satpol PP, pihaknya langsung bereaksi.

Awalnya, pemilik menyimpan rapat miras. Saat petugas tiba di lokasi, mereka tak mendapati miras. Tokonya cukup besar. Namun petugas curiga dengan isi rumah. Hasilnya, Satpol PP menemukan miras di gudang rumah.

Editor : Akrom Hazami

 

Ibu Penjual Miras di Besito Kudus Terus Membandel

Petugas mengamankan miras dari toko milik Nuryati di Desa Besito, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus, Rabu. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Penjual minuman keras (miras) Nuryati (54), warga Desa Besito RT 7 RW 7, Gebog, Kudus, benar-benar tak kapok berurusan dengan Satpol PP setempat. Satpol PP kembali mengamankannya, di toko milik Nuryati, pada Rabu (5/7/2017). Padahal beberapa waktu lalu, pemilik toko telah terjerat kasus tersebut.

Kepala Satpol PP Kudus Djati Solechah menuturkan, pihaknya bereaksi setelah adanya laporan keresahan warga ihwal penjualan miras. Satpol PP segera menindaklanjuti ke lokasi. Hasilnya, petugas mendapati botol miras dalam jumlah besar disimpan di toko milik Nuryati.

“Ada lebih dari 50 krat yang kami amankan. Miras tersebut terkumpul dari berbagai jenis dan merek dengan kadar alkohol yang berbeda-beda,” kata Djati saat melakukan penindakan di lokasi.

 

Dari catatan Satpol PP,  pemilik toko sudah dua kali terjerat persoalan soal penjualan miras. Pertama pada 2010 lalu, yang bersangkutan sudah diproses tipiring. Kemudian perkara kembali terulang saat 2014 lalu, dan kembali dilakukan tipiring. Kini, perkara kembali terulang dengan kasus serupa.

Sebelum perkara dilimpahkan ke pengadilan, pemilik atau penjual akan dipanggil terlebih dahulu, guna pemeriksaan lebih lanjut  “Sebenarnya tempat penjualan miras sudah beberapa kali diwaspadai,  karena beberapa kali pula kedapatan,” ujarnya.

Berdasarkan pantauan, aktivitas penindakan berlangsung lancar. Aksi juga menjadi perhatian masyarakat.

Editor : Akrom Hazami

Razia Pekat di Margoyoso, Polisi Amankan 2 PK dan 3 Pemabuk

Polisi merazia salah satu warung yang menjual miras di Margoyoso. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Jajaran Polsek Margoyoso kembali melakukan razia penyakit masyarakat (pekat) ke sejumlah daerah di Kecamatan Margoyoso. Dalam razia tersebut, dua pemandu karaoke (PK) dan tiga pemabuk diamankan.

Kapolsek Margoyoso AKP Sugino mengatakan, operasi cipta kondisi dengan sasaran premanisme dan pekat tersebut dalam rangka mewujudkan situasi yang aman menjelang Lebaran. “Ada dua tempat yang kami razia, yaitu warung milik Dakir di Desa Purwodadi dan warung milik Suharto di Sidomukti,” ujar AKP Sugino, Jumat (23/6/2017).

Di warung Suharto, polisi mengamankan dua wanita yang diduga berprofesi sebagai PK. Keduanya adalah PM (29) dan AS (18), warga Desa Kajar, Kecamatan Trangkil.

Sementara di warung Dakir, polisi menciduk tiga pemuda yang sedang menenggak miras. Ketiganya adalah S (23), ZA (18), dan NZ (17), warga Desa Purwodadi, Margoyoso.

Ketiganya dalam kondisi mabuk, usai mengonsumsi miras. “Kelima orang hasil operasi cipta kondisi kami amankan untuk dilakukan pendataan dan pembinaan agar tidak mengulangi perbuatannya lagi,” tuturnya.

AKP Sugino mengimbau kepada warga Margoyoso untuk tidak sekali-kali membeli dan menenggak miras. Selain bersifat racun untuk tubuh, miras menjadi pintu awal tindak kejahatan seperti perkelahian, pembunuhan, hingga pemerkosaan.

Salah satu kasus pemerkosaan di Margoyoso, pelaku mencekoki korban menggunakan miras yang dibeli dari warung Dakir. Setelah dicekoki miras, korban yang masih di bawah umur diperkosa.

Dia berharap, kasus serupa tidak terjadi lagi di Margoyoso. “Jangan ada korban-korban lainnya dari miras. Kami ajak pemuda di Margoyoso untuk bersatu, mengikuti nasehat para kiai untuk mengatakan tidak pada miras,” tandas AKP Sugino.

Editor : Kholistiono

Sudah Pernah Ditangkap Polisi, Sutarno Masih Tak Kapok Jualan Miras

Kapolres Jepara AKBP Yudianto Adhi Nugroho (kiri) memegang miras yang diperdagangkan oleh Sutarno (kaus biru). Dari tangan tersangka disita ratusan liter alkohol dan juga produk oplosan yang diakui sebagai ‘jamu’. (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Sutarno (54) rupanya tak kapok berbisnis khamar alias minuman keras. Ia kembali tertangkap petugas Satreskrim Polres Jepara, karena membuat ramuan ‘jamu’ berbahan ciu dan alkohol. 

Setelah dikenai pidana tipiring, Januari lalu, ia kembali digelandang ke Mapolres pada Senin (19/6/2017) siang. Bersamanya, disita tiga jeriken berisi ciu, sebanyak 24 botol besar miras oplosan dan puluhan botol bir merek Prost. Selain itu, adapula puluhan botol plastik sebagai wadah oplosan. 

Sutarno yang warga Desa Srobyong, Kecamatan Mlonggo itu, mengaku sudah tiga tahun melakoni bisnis miras. Dalam sebulan ia mengaku bisa mengantongi untung sebanyak Rp 12 juta. 

Ia mengaku pasokan miras didapatnya dari Bekonang. “Sebulan sekali dapat pasokan dari wilayah itu. Sekali kirim bisa 10 drum (jeriken),” katanya. 

Setelah mendapat pasokan miras, ia kemudian mengoplosnya dengan susu, telur dan madu. Adapula yang dicampur dengan minuman penambah energi. 

Untuk ukuran botol besar (1 liter) dijualnya dengan harga Rp 50 ribu, sedangkan kemasan kecil Rp 25 ribu. Adapula yang ditawarkan dengan harga Rp 35 ribu. 

Ditanya mengenai rahasia racikan, Sutarno mengaku sempat belajar darj seorang pedagang miras lain. Berbekal ilmu tersebut, ia kemudian mencoba peruntungan di dunia minuman keras. 

“Saya jualnya ke pekerja dan anak-anak muda. Kalau untuk kalangan remaja saya tidak berani menjualnya. Kalau pasokan ini saya buat nanti pas waktu lebaran,” kata dia. 

Kapolres Jepara AKBP Yudianto Adhi Nugroho menyebut, penangkapan tersangka berawal dari laporan warga. Kegiatan itu juga merupakan operasi kepolisian yang ditingkatkan selama Ramadan dan menjelang Lebaran, sesuai instruksi Kapolda Jateng. 

“Dengan tertangkapnya tersangka, kami harap dapat mengurangi pasokan minuman keras nanti pada malam lebaran,” ucap Kapolres Jepara. 

Namun demikian, Kapolres merasa prihatin akan hukuman tindak pidana ringan yang dikenakan bagi tersangka, karena dirasa terlalu ringan.

Editor : Kholistiono

Bupati Jepara Prihatin Anak SD Konsumsi Miras

Pemusnahan Barang bukti miras sitaan Polres Jepara, menggunakan stoomwals, Jumat (26/5/2017).(MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Polres Jepara memusnahkan ribuan barang bukti minuman beralkohol, Jumat (26/5/2017). Total ada 1.517 miras dalam botol dan 3.596 liter ciu serta oplosan yang dimusnahkan, di halaman belakang Mapolres Jepara.

Kapolres Jepara AKBP Yudianto Adhi Nugroho mengatakan, minuman beralkohol tersebut didapat selama kurun waktu seminggu. Menurutnya, operasi ini merupakan instruksi dari Kapolda Jateng.

“Kegiatan operasi miras oleh polisi ditingkatkan, dalam kurun waktu satu minggu kami bisa menyita ribuan miras dalam botol. Kita juga berfokus pada minuman keras yang tak ada izin edar dari BPOM, yang dijual dalam bentuk literan dan tidak jelas takarannya,” tutur Kapolres Jepara.

Menurutnya, baik miras pabrikan dan literan sama-sama berbahaya. Namun jika dilihat dari tingkat fatalitas, miras oplosan perlu lebih diwaspadai. Hal itu mengingat dalam proses pembuatannya tak ada standar yang dianut. 

Di samping itu, ia meminta kerja sama dari warga terkait informasi keberadaan penjual ataupun peredaran miras. Hal itu mengingat keterbatasan personel yang dimiliki Polres Jepara dalam mengawasi dan menindak penyebaran minuman beralkohol itu. 

Dirinya juga menekankan, agar anak buahnya tak main-main atau malah menjadi backing peredaran miras. “Pesan dari Kapolda, jelang Ramadan seluruh jajaran untuk melakukan operasi penyakit masyarakat (pekat). Hal itu guna menciptakan suasana kondusif selama bulan puasa,” imbuh AKBP Yudianto.

Sementara itu, Bupati Jepara Ahmad Marzuqi menyatakan, agar seluruh jajarannya juga aktif ikut membantu polisi mengatasi persebaran miras. 

Ia pun menggaris bawahi pentingnya pemberantasan miras, di semua lini. Hal itu berawal dari keprihatinannya akan generasi muda yang disinyalir telah mengkonsumsi miras.

“Saya pernah mengalami suatu momen, di mana kendaraan saya disalip oleh anak SD. Ternyata yang menyalip itu menampakan tanda-tanda seperti orang mabuk, matanya merah dan sebagainya. Oleh karenanya, saya minta jajaran Satpol PP juga ikut membantu pemberantasan miras,” tegas Marzuqi.

Editor : Kholistiono

Bupati Grobogan Lempar Botol Miras di Depan Kantor Pemkab, Ada Apa?

Bupati Grobogan Sri Sumarni melemparkan botol miras saat pemusanahan di depan kantor pemkab setempat, (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Bupati Grobogan Sri Sumarni melempar botol minuman keras (miras) di depan kantor pemkab setempat. Hal itu dilakukannya saat pemusnahan miras di Jalan Gatot Subroto atau di depan pintu masuk kantor Setda Grobogan, Jumat (26/5/2017). Aroma ini muncul seiring adanya kegiatan pemusnahan miras di tengah jalan tersebut.

Miras yang dimusnahkan jumlahnya banyak. Ada sekitar 1.500 miras dalam kemasan botol dan puluhan liter yang ditampung dalam jeriken. Sebagian miras yang diamankan menjelang bulan Ramadan ini adalah jenis arak putih yang kandungan alkoholnya lebih dari 50 persen.

Acara pemusnahan miras tersebut dihadiri sejumlah pejabat. Antara lain, Bupati Grobogan Sri Sumarni, Wakapolres Grobogan Kompol Wahyudi dan unsur FKPD lainnya. 

Hadir pula tokoh agama dan tokoh masyarakat dalam kesempatan itu. Sebelum digilas alat berat, bupati serta pejabat lainnya masing-masing melemparkan sebotol miras di roda alat berat.

Sri menyatakan, penyakit masyarakat (pekat) seperti miras memang harus disikat habis. Selain dilarang agama, dari sisi medis juga merusak kesehatan bagi peminumnya. Oleh sebab itu, pemkab semaksimal mungkin mengajak semua komponen masyarakat, agar wilayah Grobogan bisa bersih dari peredaran miras.

“Operasi terpadu yang dilakukan Satpol PP bersama Polres Grobogan seperti ini perlu terus dilakukan. Tidak hanya menjelang dan selama Ramadan saja tetapi juga pada hari biasa,” katanya. 

Editor : Akrom Hazami

Ribuan Botol Miras Dimusnahkan di Alun-alun Pati

Ribuan botol miras dimusnahkan di kawasan Alun-alun Pati, Jumat (26/5/2017) pagi. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Sebanyak 7.069 botol minuman keras (miras) berbagai merek dan ukuran dimusnahkan menggunakan alat berat di kawasan Alun-alun Pati, Jumat (26/5/2017) pagi.

Tak hanya itu, sedikitnya 376 liter miras oplosan dalam kemasan air mineral juga dimusnahkan. Pemusnahan disaksikan Bupati Pati Haryanto, Ketua DPRD Pati Ali Badrudin, perwakilan TNI AD, serta tokoh ormas Islam NU dan Muhammadiyah.

“Pemusnahan miras menjadi agenda kegitan terpadu yang ditingkatkan untuk menciptakan situasi kondusif menjelang bulan suci Ramadan. Miras yang dimusnahkan merupakan hasil razia dari berbagai daerah di Kabupaten Pati,” ujar Kapolres Pati AKBP Maulana Hamdan.

Sebagai bagian dari penyakit masyarakat (pekat), penggunaan miras mengalami peningkatan dalam beberapa waktu terakhir. Keberadaan miras meresahkan masyarakat, karena menjadi penyebab berbagai tindak kejahatan.

Tantangan yang dihadapi Polri saat ini diakui lebih berat dan kompleks. Demikian halnya tantangan di bidang penegakan hukum masih terbatas di tengah banyaknya kasus yang mengancam keamanan, keselamatan dan ketertiban masyarakat.

“Kami akan terus berupaya maksimal untuk menjaga keamanan masyarakat. Selain miras, kami juga mengamankan 98 orang preman yang meresahkan warga, 10 kasus perjudian, dan 184 kasus prostitusi,” imbuhnya.

Dia berharap, keberhasilan dalam memberantas pekat menjelang Ramadan dapat membuat masyarakat Pati terbebas dari pekat, sehingga tidak perlu lagi ada aksi sweeping dari ormas tertentu. Bila masih ditemukan adanya pekat, ormas diminta untuk segera berkoordinasi dengan polisi dan tidak bertindak sendiri.

Sebab, ormas tidak punya wewenang untuk melakukan sweeping pekat. “Kalau masih ada miras, prostitusi, premanisme dan judi di Pati, laporkan segera kepada Polsek setempat supaya bisa segera ditindaklanjuti. Jangan melakukan aksi sweeping,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

Polisi Sita Puluhan Botol Miras dari Warung Kopi di Rembang

Petugas dari Polres Rembang saat melakukan razia di salah satu warung kopi di Rembang.(Istimewa)

MuriaNewsCom,Rembang – Tim Satresnarkoba Polres Rembang pada Senin (15/2/2017) kemarin, menyita puluhan botol miras berbagai jenis dari sejumlah warung kopi di Kecamatan Lasem dan Sulang.

Kasatresnarkoba Polres Rembang AKP Bambang Sugito mengatakan, kegiatan operasi pekat kali ini menyasar sebanyak dua warung kopi di Kecamatan Lasem dan satu rumah di Kecamatan Sulang. Dari ketiga lokasi tersebut total 24 botol miras disita petugas.

“Operasi pekat ini sendiri bermula dari aduan masyarakat yang resah atas peredaran miras di sejumlah lokasi tersebut. Dengan demikian kami harapkan bisa terwujud suasana kamtibmas yang tentram, damai, dan aman,” ujarnya.

Dari warung kopi di Desa Sendangasri milik Anggi Kristiani (36), petugas menyita tiga botol miras jenis anggur kolesom cap orang tua dengan kadar alkohol 14,7 persen.

Sementara itu, di warung kopi di Desa Binangun milik Eni Suwanti (38), petugas menyita tujuh botol miras jenis anggur kolesom sama dengan di warung kopi Desa Sendangasri.

Sementara itu, di rumah milik Sudayat alias Copet yang berada di Desa Landoh, Kecamatan Sulang, petugas menyita 14 botol miras yang terdiri dari sembilan botol miras jenis Whisky mansion dengan kadar alkohol 43 persen, dan vodka mansion berkadar 40 persen sebanyak lima botol.

“Saat operasi, penjual yang tidak bisa menunjukkan izin tetap akan dilakukan penyitaan oleh petugas, kemudian para pelaku dikenai pasal tindak pidana ringan,” ucapnya.

Ia juga menghimbau kepada masyarakat, jika mendapati warung ataupun masyarakat sipil yang menjual miras agar segera melapor kepada pihak kepolisian. Meski jumlah sedikit, namun hal tersebut sudah menyalahi hukum dan harus ditertibkan.

“Semua awalnya dari mabuk, kalau sudah mabuk segala macam tindak kejahatan bisa dilakukan. Maka dari itu, kami menginginkan momentum jelang Ramadan ini di wilayah hukum Polres Rembang bisa tetap kondusif,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

3 Penjual Miras di Jepara Dikenakan Denda Jutaan Rupiah

ILUSTRASI

MuriaNewsCom, Jepara – Tiga penjual minuman beralkohol di Jepara dijatuhi hukuman tindak pidana ringan (Tipiring), di Pengadilan Negeri Jepara, Kamis (27/4/2017). Mereka terbukti melanggar Perda 2/2013 tentang Pelarangan Minuman beralkohol.

Berdasarkan data yang diperoleh dari Satuan Polisi Pamong Praja, ketiganya bernama Rudik Kiswanto yang divonis denda Rp 12 juta subsider kurungan satu bulan. Kedua Sri Hayati dengan vonis Rp 800 ribu subsider 10 hari kurungan dan Umi Ismiyatun memperoleh vonis denda Rp 800 ribu subsider sepuluh hari kurungan.

Kasi Penegak Perda Satpol PP Jepara Sadat mengatakan, sejatinya ada empat orang yang menjalani sidang tipiring pada hari ini Namun demikian, satu diantaranya tidak datang dalam proses Berita Acara Pemeriksaan (BAP). Ia menyatakan satu orang yang mangkir bernama Hadi Siswanto warga Mindahan RT 4 RW 2. 

“Kalau panggilan ketiga yang bersangkutan tak hadir, maka akan kami jemput paksa,” ujarnya.

Pada persidangan tersebut, terdakwa dihadirkan dengan barang bukti minuman beralkohol. Rudik Kiswanto dengan 12 botol ciu, Umi Ismiyatun 14 botol bir dan Sri Hayati dengan 6 botol bir dan 5 botol anggur merah.

Editor : Kholistiono

Warga RW 15 Krasak Jepara Protes Adanya Aktivitas Penjualan Miras

Salah satu tulisan yang tertempel di tembok yang berisi bahwa RT 15 Desa Krasak bebas dari miras. (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Dianggap mencemarkan nama baik lingkungan, warga RW 15 Desa Krasak, Kecamatan Bangsri, Jepara, memrotes kegiatan penjualan minuman beralkohol yang dilakukan oleh Rudi. Ia diketahui adalah warga yang juga tinggal di lingkungan tersebut. 

Ketua RW 15 Suroto mengungkapkan, warganya memang sempat datang ke rumah Rudi untuk mencari solusi, atas apa yang ia kerjakan. Kebanyakan dari warga mengeluhkan aktifitas jual beli minuman beralkohol. 

“Aksi tersebut diawali ketika ada warga yang memprotes adanya kegiatan jual beli miras, di depan rumah saya. Oleh karenanya saya berinisiatif mempertemukan warga dengan penjual secara langsung,” katanya, Selasa (25/4/2017).

Dikatakan Suroto, permintaan warga cukup sederhana agar yang bersangkutan tak lagi bertransaksi di RW 15. Dirinya pun mencemaskan keberadaan penjual miras di lingkungannya. 

“Hal itu karena miras jenis ciu mudah sekali didapatkan, bahkan oleh pelajar sekalipun. Dan aktivitas tersebut telah terjadi selama sepuluh tahun. Hal itu menurutnya mencemarkan citra lingkungan kami,” katanya.

Selepas bertemu dengan perwakilan warga. Rudi mengaku keberatan untuk tidak berjualan miras. Hal itu karena sudah menjadi mata pencahariannya. Di samping itu, dirinya membutuhkan waktu untuk memindahkan barang-barangnya. 

Terpisah, Kasi Ketertiban dan Ketentraman Masyarakat Satpol PP Jepara Sadat mengatakan, pihaknya pernah melakukan razia di tempat Rudi. Pihaknya pun telah melayangkan surat pemanggilan terhadapnya.

“Kami telah memanggil yang bersangkutan untuk keperluan BAP, namun yang bersangkutan mangkir. Jika hal itu terus dilakukan, bisa dijemput paksa. Kami hendak menerapkan tindak pidana miring (tipiring) kepada yang bersangkutan,” jelas Sadat mewakili Kasatpol PP dan Pemadam Kebakaran Jepara Trisno Santosa.

Editor : Kholistiono

Pesta Miras di Kos Kudus, 3 Pemuda Diajak Polisi

Polisi mengamankan pemuda yang pesta miras di salah satu rumah kos di Singocandi, Kecamatan Kota, kabupaten Kudus. (ISTIMEWA)

MuriaNewsCom, Kudus – Tiga orang pemuda dirazia polisi saat sedang asyik pesta minuman keras (miras) di kamar kos di Desa Singocandi, Kota, Kudus, Jumat (31/3/2017). Ketiganya adalah RH (24), ES (18) dan RT (19) warga Desa Jepang Pakis, Kecamatan Jati. Mereka pun digelandang ke mapolsek, berikut bukti mirasnya satu botol miras putihan.

Waka Polsek Kota Iptu Hartono mengatakan, para pemuda tersebut kedapatan sedang pesta miras. “Mereka kami temukan di kamar kos di wilayah Singocandi,” kata Hartono. 

Dikatakan, tujuan digelarnya operasi Pekat dengan sasaran rumah sos adalah sebagai tindak lanjut dari pengaduan masyarakat selama ini. Terutama perihal ketertiban di rumah kos. 

Di samping itu hal ini juga untuk memberikan pembinaan kepada penghuni utamanya kepada pemilik rumah kos agar tetap mematuhi aturan dan lebih selektif dalam menerima penghuni. “Kami beberapa kali dapat keluhan dari masyarakat, kalau kosan tersebut digunakan untuk hal yang buruk. Makanya diagendakan operasi semacam ini,” ujarnya

Berdasarkan catatan MuriaNewsCom, lokasi kos tersebut sudah pernah terjaring razia hal yang sama. Saat itu, (18/1/2017).

Editor : Akrom Hazami

 

Perempuan Cantik Kepergok Bawa 40 Botol Miras saat Razia Lalu Lintas di Grobogan

Kanit Patroli Polres Grobogan Ipda Afandi (kiri) dan Kapolsek Grobogan AKP Sucipto menunjukkan miras yang berhasil diamankan dalam Operasi Simpatik. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Pelaksanan Operasi Simpatik Candi kembali dilakukan aparat Polres Grobogan, Kamis (16/3/2017). Kali ini, lokasinya ditempatkan di pertigaan Ketapang di depan kantor Kecamatan Grobogan.

Dalam kegiatan ini sempat diwarnai kehebohan. Hal ini menyusul adanya seorang perempuan pengendara motor matik yang mengangkut puluhan botol miras.

Awalnya, petugas tidak mengira jika pengendara berparas cantik ini membawa miras. Namun, kecurigaan muncul setelah petugas mengamati barang bawaan yang dimasukkan dalam dua karung dan diikat di atas jok motor.

“Kami curiga karena melihat barang di dalam karung terlihat seperti botol minuman. Setelah kita buka, ternyata isinya miras. Jumlahnya ada 40 botol,” kata Kanit Patroli Satlantas Polres Grobogan Ipda Afandi.

Pengendara yang membawa miras merupakan warga Putatsari, Kecamatan Grobogan berinisial PR. Berdasarkan keterangannya, puluhan miras tersebut baru dibeli dari Purwodadi dan rencananya akan dijual lagi.  

“Pengendara dan puluhan botol miras ini selanjutnya kami serahkan Polsek Grobogan untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” imbuh Afandi.

Editor : Akrom Hazami