Joko Ngaku Kapok Berjualan Miras Setelah Kena Razia Polisi

Joko ketika usai menghadiri pemusnahan miras di Mapolres Rembang.(MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom,Rembang – Joko, salah satu penjual miras di daerah Kedungrejo, Rembang yang mengikuti pemusnahan ribuan botol miras di Polres Rembang mengaku kapok untuk berjualan miras lagi, setelah terkena razia polisi.

“Saya jualan miras ini sekitar satu tahunan. Baru sekali terkena operasi polisi. Saya ke Polres ini memang diundang untuk menyaksikan pemusnahan miras. Sebenarnya saya kapok setelah terkena operasi, dan kalau sudah begini saya jadi berpikir ulang untuk berjualan lagi nantinya,” ujarnya.

Mengenai jenis minuman yang ia jual, katanya, hal itu jenisnya beragam, tergantung pemesan atau pembeli. “Kalau masalah jenisnya apa, memang tergantung dari pembeli maunya apa. Sebab bila tak tergantung pembeli, maka takutnya tidak laku,” paparnya.

Dirinya, katanya juga menyadari, jika berjualan miras tersebut dilarang oleh negara dan sudah ada aturannya. Namun demikian, hal itu katanya terbentur dengan ekonomi.

Editor : Kholistiono

Polres Rembang Musnahkan Ribuan Botol Miras

Ribuan botol miras dimusnahkan di halaman parkir Mapolres Rembang, Jumat (26/5/2017). (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom,Rembang – Sebanyak 1.560 botol minuman keras berbagai merk hasil operasi penyakit masyarakat (pekat) yang dilakukan Polres Rembang dari 19 hingga 25 Mei 2017 dimusnahkan di halaman parkir Mapolres Rembang, Jumat (26/5/2017).

Pemusnahan ribuan botol miras tersebut, juga dihadiri oleh Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopinda) dan tokoh agama yang ada di Rembang.

Kapolres Rembang AKBP Sugiarto mengatakan, ribuan botol miras tersebut merupakan hasil operasi yang dilakukan oleh jajaran kepolisian saat menjelang Ramadan. “Dengan adanya operasi penyakit masyarakat ini, diharapkan nantinya masyarakat bisa nyaman, aman dan tenang dalam menjalankan ibadah puasa,” ujarnya.

Menurutnya, operasi operasi penyakit masyarakat tidak  hanya dilakukan menjelang Ramadan saja, melainkan di saat bulan Ramadan juga akan diintensifkan untuk melakukan razia pekat.

“Kita sudah memetakan daerah yang dinilai rawan dengan peredaran miras. Selama Ramadan nanti, kita juga akan terus pantau, dan jika memang ditemukan adanya peredaran miras, kita akan tindak tegas,” ungkapnya.

Editor : Kholistiono

Polisi Sita Ratusan Botol Miras dari Dua Rumah Warga di Rembang

Ratusan botol miras yang telah diamankan jajaran Satuan Narkoba Polres Rembang. (Istimewa)

MuriaNewsCom,Rembang – Menjelang Ramadan, Satuan Reserse Narkoba Polres Rembang gencar melakukan razia penyakit masyarakat (pekat). Salah satu sasarannya adalah minuman keras.

Tak tanggung-tanggung, dalam razia penyakit masyarakat di kawasan kota belum lama ini, pihak kepolisian berhasil mengamankan ratusan botol miras berbagai merk.

Dalam razia itu, Tim Satuan Narkoba Polres Rembang menyasar rumah milik Eko Hartono (30) yang berada di RT 3 RW 2 Desa Pandean, Kecamatan Kota Rembang dan rumah milik Wasis Budiman, warga RT 4 RW 5 Kelurahan Leteh, Kecamatan Kota Rembang.

Dari kedua rumah tersebut, petugas berhasil menemukan barang bukti berupa minuman keras sedikitnya 311 botol dengan berbagai jenis merk.

Kasat Resnarkoba Polres Rembang AKP Bambang Sugito mengatakan, saat ini pihaknya tetap akan gencar melaksanakan operasi pekat hingga bisa dipastikan Rembang tidak lagi dikotori oleh minuman keras.

“Dengan operasi ini, kami berharap bisa menekan angka kriminalitas yang terjadi di Rembang. Selain itu juga sebagai upaya untuk memberantas penyakit masyarakat,” ujarnya.

Dari ratusan botol miras tersebut dengan rincian, yakni 308 botol miras seukuran botol air mineral jenis arak tradisional, satu botol miras jenis Black Label, satu botol jenisThe Glenviet, dan satu botol jenis Jack Daniels.

“Miras merupakan kunci dari awalnya tindakan kriminalitas. Selain itu, razia tersebut juga sebagai pemberian rasa efek jera bagi pemilik warung. Terlebih orang yang akan melakukan penganiayaan, pencurian, dan tindak kejahatan lainnya diawali dengan mengonsumsi miras,” ungkapnya.

Dia menambahkan, kegiatan serupa akan terus digencarkan. Meskipun telah memasuki bulan suci Ramadan, pihaknya tetap akan melakukan giat operasi pekat di wilayah hukum Polres Rembang.

Editor : Kholistiono

Satpol PP Rembang Sita Belasan Liter Tuak

 Barang bukti miras dan rokok kedaluwarsa yang berhasil disita petugas Satpol PP (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)


Barang bukti miras dan rokok kedaluwarsa yang berhasil disita petugas Satpol PP (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

MuriaNewsCom, Rembang – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Rembang menggelar razia miras dan rokok illegal. Kali ini, petugas menyasar di wilayah Desa Sendang Mulyo, Kecamatan Sarang dan Desa Tanjungan, Kecamatan Kragan serta Kecamatan Kota Rembang, Selasa (26/7/2016).

Dari tempat tersebut, petugas berhasil menyita 14 liter tuak dari warung milik Siti Rukanah warga Tanjungan, Kecamatan Kragan. Rinciannya, satu dirigen berisi 10 liter tuak dan 4 botol, masing-masing ukuran satu liter.

Selain miras, petugas juga menyita 63 bungkus rokok kedaluwarsa berbagai merek dari warung Rifai, warga Desa Sendang Mulyo, Kecamatan Sarang. “Dalam razia ini, kita amankan belasan liter miras dan puluhan rokok yang sudah kedaluarsa. Ini bisa membahayakan jika dikonsumsi,” ungkap Kasi Penegak Perda Satpol PP Rembang Sudarno.

Dia mengatakan,untuk pemilik toko atau yang menjual rokok kedaluwarsa dan minuman tuak tersebut saat ini dilakukan pembinaan. “Kita terus memantau, membina dan mengarahkan mereka supaya tidak menjual rokok kedaluwarsa serta minuman keras lainnya. Sementara, dari Kecamatan Kota, yakni di toko yang berada di kawasan Jalan Kartini Rembang, petugas berhasil menyita 5 pak dan 50 bungkus rokok kedaluwarsa,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

 

Ibu Rumah Tangga Simpan Miras  di Rembang

Anggota Satuan Sabhara Polres Rembang menunjukkan miras yang disita dalam Operasi Pekat Candi 2016 tadi malam, Rabu (8/6/2016). (Humas Polres Rembang)

Anggota Satuan Sabhara Polres Rembang menunjukkan miras yang disita dalam Operasi Pekat Candi 2016 tadi malam, Rabu (8/6/2016). (Humas Polres Rembang)

 

MuriaNewsCom, Rembang – Operasi Pekat Candi 2016 terus berlanjut dan akan terus digelar hingga 13 Juni 2016. Kali ini Polres Rembang berhasil menyita 31 botol miras berbagai jenis saat operasi, Rabu (8/6/2016) malam.

Kasat Sabhara Polres Rembang AKP Binuka Surjonugraha mengatakan bahwa miras itu disita dari dua lokasi berbeda. Pertama di Desa Tasik Agung RT.2 RW.4, Kecamatan/Kabupaten Rembang. Kedua di Desa Tanjungan RT.1 RW.1, Kecamatan Kragan.

“Di Desa Tasik Agung, miras ditemukan di rumah ibu rumah tangga berinisial SM (46). Di Desa Tanjungan ditemukan di warung AM (40),” tegas AKP Binuka dalam rilis yang dikirimkan Subbag Humas Polres Rembang.

Di Tasik Agung, Polres Rembang menyita lima botol Vodka 350 ml dengan kadar alkohol 40 persen, dua botol Mansion 350 ml dengan kadar alkohol 43 persen, lima botol Kilin 620 ml kadar alkohol 19,7 persen, dan satu botol Hennessy 700 ml kadar alkohol 40 persen.

Sedangkan dari Warung di Desa Tanjungan, Polres menyita lima botol anggur kolesom 620 ml kadar alkohol 14,7 persen, dua botol Kilin 620 ml kadar alkohol 19,7 persen, tiga botol Cap Tiga Orang 330 ml kadar alkohol 19,3 persen, empat botol anggur merah Cap Orang Tua 650 ml kadar alkohol 14,7 persen, dan empat botol plastik arak/ciu @1,5 liter.

“Kami berharap dari operasi tersebut, Polri khususnya Polres Rembang bisa menciptakan lingkungan yang kondusif sehingga masyarakat yang menjalankan ibadah puasa nantinya bisa merasa aman dan nyaman,” kata Binuka.

Editor : Akrom Hazami

 

 

Belasan Pria di Rembang Ini Lebih Memilih ‘Tidur’ Bersama Botol Miras Daripada Bersama Istri Cantiknya

Efek-Buruk-Minuman-Alkohol

 

MuriaNewsCom, Rembang – Belasan suami di Kabupaten Rembang, justru lebih suka menenggak minuman keras (miras) dibandingkan dengan menjaga keluarganya tetap utuh dan nyaman.

Meski sudah diperingatkan oleh istri cantiknya, namun kebiasaan mabuk tetap tidak bisa hilang. Ternyata, mereka lebih memilih ‘tidur’ bersama botol miras daripada tidur bersama istri cantiknya. Sehingga, kebiasaan buruk para suami berhadapan dengan kekesalan para istri yang akhirnya berbuah perceraian.

Berdasarkan data yang dihimpun MuriaNewsCom, setidaknya 16 istri cantik di Rembang, terpaksa mengajukan gugatan cerai untuk menjadi janda. Mereka beralasan kebiasaan mabuk sang suami menjadi faktor penyebab utama perceraian. Pengajuan cerai gugat tersebut terjadi dalam kurun waktu dua bulan terakhir.

Tercatat, pada bulan Januari 2016 saja, sudah ada 11 istri mengajukan cerai gugat ke Pengadilan Agama Rembang. Sedangkan pada bulan Februari, hanya ada 5 perempuan yang tidak betah tinggal seatap bersama si pemabuk.

Panitera Muda Pengadilan Agama Rembang Saerozi, berharap agar angka perceraian baik karena faktor penyebab berupa krisis moral atau mabuk dan faktor lainnya, bisa menurun. “Mudah-mudahan turun terus, biar tidak banyak orang Rembang yang cerai,” harapnya ketika berbincang dengan MuriaNewsCom.

Selain faktor krisis moral yakni suka menenggak miras, lanjut Saerozi, banyak faktor lain yang membuat para istri mengajukan gugat cerai. Dibeberkan olehnya, sebanyak 69 istri menggugat cerai suaminya pada bulan Januari. Sedangkan pada bulan Februari, mengalami penurunan menjadi 64 kasus gugat cerai. Sehingga jumlah totalnya mencapai 133 perkara.

Menurutnya, sebagian besar dari ratusan istri yang meminta cerai itu masih berusia muda. “Rata-rata usia nikah muda, kisaran umur 20 sampai 35 tahun dan kebanyakan sudah punya satu anak kecil,” tandasnya.

Editor : Kholistiono

Waduh, Miras Marak Dijualbelikan di Warung Kopi Rembang

Berbagai macam minuman keras yang diamankan Sat Reskrim Polres Rembang dari warung kopi dan karaoke. (MuriaNewsCom/Ahmad Wakid)

Berbagai macam minuman keras yang diamankan Sat Reskrim Polres Rembang dari warung kopi dan karaoke. (MuriaNewsCom/Ahmad Wakid)

 

REMBANG – Peredaran minuman keras (miras) di Rembang, ternyata marak dilakukan di warung kopi. Hal tersebut terungkap usai dilaksanakannya razia oleh Satuan Reserse Kriminal Polres Rembang, Senin (28/12/2015) sekitar pukul 23.00 WIB.

Kasat Reskrim Polres Rembang AKP Eko Adi Pramono mengatakan puluhan botol barang haram tersebut, diamankan dari tiga warung kopi dan sebuah tempat karaoke Palapa. Ketiga warung kopi itu, yakni dua warung kopi di wilayah Sulang dan sebuah warung kopi di daerah Celangapan, Tireman.

”Kami amankan dari tiga titik berbeda. Di Sulang ada dua tempat warung kopi, satu warung kopi lagi di Tireman, dan tempat karaoke Palapa. Untuk yang di Sulang kami amankan 38 botol arak dan 15 botol vodka,” ungkapnya ketika ditemui MuriaNewsCom di Mapolres Rembang.

Sedangkan dari tempat karaoke Palapa dan warung kopi di Clangapan, pihak kepolisian mengamankan belasan botol miras Killin dan beberapa botol miras yang menyerupai merk impor. ”Killin dari Palapa dan miras yang menyerupai minuman impor dari warung kopi Clangapan,” tambahnya.

Meski kedapatan menjualbelikan miras, namun belum ada tersangka dalam kasus ini. ”Sementara masih kita posisikan sebagai saksi untuk dimintai keterangan. Selanjutnya baru bisa kami tentukan apakah bisa jadi tersangka atau tidak,” ujarnya.

Eko menjelaskan, razia cipta kondisi tersebut digelar dalam rangka Operasi Lilin Candi 2015 untuk menekan angka kriminalitas dan kondisifitas kamtibmas merayakan Natal dan tahun baru 2016. Kegiatan serupa rutin dilaksanakan sejak Rabu (23/12/2015) kemarin hingga tahun baru 2016.

”Kami laksanakan rutin hingga tahun baru nanti. Untuk razianya sudah dimulai sejak awal dilaksanakannya operasi lilin candi pada tanggal 23 Desember kemarin,” tandasnya. (AHMAD WAKID/TITIS W)