Tak Punya IMB, Pemilik Kos di Kawasan Kampus UMK Dipanggil Satpol PP

Pengusaha Tempat Kos diberikan pembinaan Satpol PP Kudus, Senin (18/12/2017). (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kudus memanggil sejumlah pengusaha tempat kos di kawasan kampus Universitas Muria Kudus (UMK), Senin (18/12/2017). Itu dilakukan setelah mereka ketahuan tak memiliki Izin Mendirikan Bangunan (IMB).

Kasi Penyelidikan dan Penyidikan pada Satpol-PP Kudus, Farid Musthofa mengatakan, jumlah pengusaha kos-kosan yang dikumpulkan berjumlah empat orang. Mereka adalah pemilik kos di Desa Megawon, Kecamatan Mejobo satu Kos, dan tiga lainya di Desa Gondangmanis Kecamatan Bae di kawasan UMK.

“Keempatnya diketahui tidak memiliki izin (IMB) dan tidak dilengkapi dengan Apar. Kami mengetahui hal tersebut saat melakukan giat ke sejumlah kosan beberapa Jumat (15/12/2017) lalu,” katanya.

Dia menuturkan, kepemilikan IMB menjadi hal yang diharuskan dalam kosan. Hal itu supaya para pengusaha kos tersebut tertib melakukan pembayaran pajak. Apalagi, jumlah kamar kos yang dimiliki jumlahnya banyak.

”Saat ini, mereka kami minta untuk mengurus izin tersebut. Semoga saja dalam waktu dekat ini bisa selesai,” tegasnya

Dia menambahkan, kegiatan operasi Kos baru kali pertama dilaksanakan. Nantinya akan tetap dilakukan kedepannya. Targetnya, seluruh tempat Kos di Kudus akan disisir, agar keselamatan pengguna Kos dan ketertiban tetap terjalin. Selain itu, dengan digalakkan penertiban Kos tidak akan digunakan sebagai tempat tak senonoh.

Dia berharap apa yang menjadi kewajiban harus dilengkapi. Karena pertemuan tersebut merupakan peringatan kepada pengelola agar patuh kepada aturan.

“Sebenarnya tindakan kami ke tempat kos mengarah pada semua hal. Mulai penggunaan, ijin hingga keamanan,” jelasnya.

Editor: Supriyadi

Pakai Sollar Cell, Pemasangan Lampu di Balai Jagong Kudus Telan Dana Rp 2,9 Miliar

Sejumlah lampu solar Cell terpasang di kawasan Sport Center atau Balai Jagong. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Pemasangan lampu di Balai Jagong, kawasan Sport Center telah selesai dikerjakan. Lampu tersebut juga sudah nyala selama beberapa hari terakhir, sehingga tak lagi gelap.

Kabid Olahraga pada Disdikpora Kudus Harjuno Widodo mengatakan, pemasangan lampu di balai jagong sejumlah 115 lampu. Jumlah yang banyak itu, dibutuhkan untuk menerangi semua tempat di Balai Jagong.

“Ratusan lampu tersebut menggunakan solar cel, sehingga lebih hemat listrik,” katanya kepada MuriaNewsCom

Menurut dia, total anggaran yang digunakan untuk pemasangan lampu di Balai Jagong mencapai Rp 2,9 M. Jumlah tersebut termasuk masa pemeliharaan pemasangan lampu selama enam bulan.

Artinya, kata dia, jika selama enam bulan ada lampu yang mati, pihaknya akan meminta ganti atau perbaikan terhadap lampu tersebut. Itu juga sudah tercantum dalam perjanjian sebelumnya

Disebutkan, pemasangan lampu disana sangatlah dibutuhkan. Karena, sebelumnya kawasan terbuka itu sangatlah sepi. Bahkan banyak laporan yang menyatakan banyak digunakan untuk pacaran di malam hari.

“Sekarang sudah tak lagi. Karena sudah terang di semua tempat. Pada malam hari juga ramai digunakan masyarakat berkumpul, sehingga pasangan muda-mudi saat pacaran disana juga akan mikir-mikir,” jelasnya

Editor: Supriyadi

Rismanto, Kapolsek Welahan Jepara, Terharu Nikahkan Pasangan Mesum

Kapolsek Welahan AKP Rismanto. (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Kapolsek Welahan AKP Rismanto mengaku terharu saat menikahkan Sugeng (47) dan Susilowati (33), sejoli yang sempat tepergok mesum di masjid Desa Brantaksekarjati. Lantaran, acara yang diselenggarakan di Mapolsek Welahan itu (Kamis,23/11/2017) ia pertama kali bertindak sebagai wali nikah. 

“Saya baru pertama kali menikahkan orang. Ya kedua orang ini (Sugeng dan Susilowati). Sementara anak saya masih sekolah. Selain itu, saya juga teringat waktu dulu saya menikah dengan istri saya. Terus terang saat dibacakan ayat suci tadi sempat merasa terharu,” katanya. 

Menurutnya, ihwal dirinya yang menjadi wali nikah perempuan didasarkan atas alasan administratif. Rismanto bercerita, mulanya ide menikahkan sejoli itu memang berasal dari inisiatifnya. Lantas rencana itu disetujui oleh kedua belah pihak keluarga dan pihak KUA Welahan. 

BacaBegini Cerita Lengkap Kapolsek Welahan yang Didapuk Menikahkan Pasangan Mesum di Jepara

Rismanto menjelaskan, di desa asalnya Sugeng Mijen-Demak, orang tuanya sudah enggan untuk mengurusi dan memasrahkannya pihak kepolisian. Sementara di tempat asal perempuan itu di Desa Pelang-Mayong, ibunya tengah sakit. Selain itu, mereka juga tak memunyai biaya, kalaupun diselenggarkan di rumah perempuan nanti, akan ada acara selamatan dan sebagainya.

“Padahal calon mempelai perempuan masih memiliki ayah dan ibu. Nah karena kondisi tersebut, akhirnya pernikahan dilakukan di Mapolsek Welahan. Nah karena administrasi pernikahan dipindah di Welahan, sedangkan keduanya bukan dari Welahan, maka walinya adalah yang punya gawe untuk menikahkan (Polsek Welahan),” ujar pria 44 tahun itu. 

Setelah beres, persiapan pernikahan pun dimulai. Rismanto mengatakan segala keperluan pengantin dipersiapkan olehnya, termasuk pakaian yang dikenakan oleh pengantin laki-laki berupa kemeja putih. Begitu pula dengan seserahan, berupa seperangkat alat salat dan baju koko. 

BacaUsai Menikah Pasangan Mesum di Masjid Jepara Akan Hidup di Mijen Demak

Ditanya terkait total anggaran yang diberikan untuk hal tersebut, Kapolsek Welahan memilih untuk tidak menjawabnya. Ia mengatakan yang terpenting adalah keduanya segera disahkan dalam mahligai pernikahan, dan tidak mengulangi perbuatan mereka. 

Tanggal 23 November 2017 dipilih, selain administrasi pernikahan yang telah selesai juga dibarengkan dengan acara ulang tahun tiga anggota Mapolsek Welahan. 

“Saya berharap pernikahan keduanya menjadi yang terakhir bagi mereka. Selain itu mereka juga dapat menyudahi perbuatan mereka yang lalu,” harap Rismanto yang pernah bertugas di sebagai Kapolsek Bangsri, dan Kapolsek Nalumsari itu.  

Editor : Akrom Hazami

BacaPasangan Sejoli di Jepara Ini Nekat Mesum di Masjid, Diguyur Air Langsung Diarak ke Balai Desa

Begini Cerita Lengkap Kapolsek Welahan yang Didapuk Menikahkan Pasangan Mesum di Jepara

Kapolsek Welahan AKP Rismanto, Kamis (23/11/2017) menikahkan sepasang sejoli yang tertangkap sedang mesum di masjid beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Polsek Welahan, Kamis (23/11/2017) hari ini tengah berhajat menikahkan sejoli Sugeng (47) dan Susilowati (33). Keduanya diketahui terkena kasus mesum di dalam toilet sebuah masjid di Desa Brantaksekarjati-Welahan, medio Oktober lalu. Ide awal pernikahan itu justru berawal dari Kapolsek AKP Rismanto.

Ajun Komisaris Polisi (AKP) Rismanto mengatakan, ide pernikahan tersebut memang berasal darinya. Hal itu terjadi selepas kejadian “penggrebekan” warga atas ulah kedua orang tersebut yang mesum di masjid. Ketika selesai diperiksa, polisi tak menahan keduanya, meskipun terancam hukuman badan 2 tahun delapan bulan. 

“Yang bersangkutan memang tak mau pulang, yang laki-laki keluarganya sudah melepaskan. Sedangkan yang perempuan ikut saja kepada si laki-laki. Dari situ saya tawarkan mereka untuk saya nikahkan, mereka senang. Lalu saya rembug dengan keluarga dan KUA setempat ternyata bisa dan dimungkinkan,” ujarnya. 

Rencana itu tak bertepuk sebelah tangan. Kedua calon pengantin lantas disuruh Rismanto untuk mempersiapkan segala urusan administrasi terkait pernikahan. 

Setelah beres, persiapan pernikahan pun dimulai. Rismanto mengatakan segala keperluan pengantin dipersiapkan olehnya, termasuk pakaian yang dikenakan oleh pengantin laki-laki berupa kemeja putih. Begitu pula dengan seserahan, berupa seperangkat alat salat dan baju koko. 

Prosesi akad nikah antara Sugeng (47) dan Susilowati (33) di Mapolsek Welahan, Jepara, Kamis (23/11/2017). (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

Ditanya terkait total anggaran yang diberikan untuk hal tersebut, Kapolsek Welahan memilih untuk tidak menjawabnya. Ia mengatakan yang terpenting adalah keduanya segera disahkan dalam mahligai pernikahan, dan tidak mengulangi perbuatan mereka. 

Terkait tempat nikah yang dilangsungkan di Mapolsek Welahan, hal itu karena sudah menjadi kesepakatan dari keduabelah pihak keluarga.

“Di tempat laki-laki (Mijen-Demak), orang tuanya sudah enggan untuk mengurusi dan memasrahkannya pada kami. Sementara ditempat perempuan (Desa Pelang-Mayong) ibunya tengah sakit. Sehingga pernikahan dilangsungkan di Polsek,” jelasnya.

Sampai pada tanggal nikah yang sengaja dibarengkan, dengan ulang tahun anggota Polsek Welahan. Pada hari tersebut, Rismanto juga didapuk sebagai wakil dari pihak keluarga perempuan untuk menikahkan pasangan tersebut. 

“Inisiatif itu muncul juga karena melihat keduanya sudah tak terikat. Maka dari itu saya tawarkan, kemudian seminggu lalu KUA Welahan bisa membantu untuk memfasilitasi pernikahan tersebut. Ya harapannya mereka menjadi keluarga yang sakinah dan yang lebih baik lagi,” tutur dia. 

Menjadi wakil dari pihak perempuan, Rismanto otomatis menikahkan keduanya secara Islam. Hal ini pun menjadi pengalaman pertamanya menikahkan orang.

“Ini (menikahkan) menjadi yang pertama bagi saya, karena anak saya pun belum menikah. Masih sekolah,” tuturnya selepas acara. 

Editor: Supriyadi

Usai Menikah Pasangan Mesum di Masjid Jepara Akan Hidup di Mijen Demak

Prosesi sungkeman setelah akad nikah Sugeng dan Susilowati, yang berlangsung di Mapolsek Welahan, Kamis (23/11/2017). (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Sugeng Prihantoro (47) dan Susilowati (33) akhirnya mengakhiri petualangan cinta mereka, setelah sempat tertangkap berbuat mesum di masjid di Desa Brantaksekarjati, Kecamatan Welahan, Selasa (24/10/2017) lalu. Setelah dinikahkan di Mapolsek Welahan hari ini, mereka berencana membangun keluarga yang sakinah. 

“Saya senang akhirnya dapat menikah. Nanti setelah acara ini saya akan memboyong istri saya ke rumah saya di Mijen Demak,” kata Sugeng, Kamis (23/11/2017). 

Baca: Pelaku Mesum di Masjid Jepara Dinikahkan di Mapolsek

Mereka mengaku telah pernah membina hubungan pernikahan sebelumnya namun kandas. Dari pernikahan tersebut, masing-masing dikaruniai seorang buah hati. 

Susilowati mengakui hal serupa. Saat prosesi pernikahan ia dan suaminya tak banyak berkata-kata. Namun terpancar raut kelegaan hati. Tetes air mata justru nampak pada orang tua masing-masing. 

Baca: Pasangan yang Digerebek Ternyata Sudah 5 Kali Mesum di Masjid

Kandam, ayah dari Susilowati terlihat menitikan air mata, saat prosesi sungkeman setelah akad nikah berlangsung. Tak banyak kata-kata yang diungkapkannya. Setelah acara inti, mereka kemudian pulang kerumah masing-masing. 

Adapun, prosesi pernikahan mulai dari mahar, konsumsi dan baju pengantin, dibiayai oleh Polsek Welahan. Saat acara selain dihadiri petugas kepolisian, sekretaris kecamatan setempat pun turut hadir. 

Editor: Supriyadi

15 Sejoli Ngamar di Kos, Pintu Kamar Diketuk Polisi

Polisi memberikan pembinaan pasangan tak resmi di Mapolres Semarang. (Humas Polres Semarang)

MuriaNewsCom, Semarang – Penyakit masyarakat masih ditemukan di Kabupaten Semarang. Di antaranya berupa aksi pasangan tak resmi di kamar kos. Hal itu menimbulkan keresahan warga. Karenanya, tidak sedikit warga yang melaporkan hal itu kepada polisi.

Akhirnya polisi pun bereaksi. Seperti yang dilakukan Polres Semarang menggelar operasi. Kali ini mereka menyasar rumah kos kawasan Tegalrejo, Jatijajar, dan Bergas, Rabu (15/11/2017).

Tak pelak, para pasangan tak resmi terciduk. Dari catatan polisi, diamankan 15 pasangan tidak resmi. Polisi membawa mereka ke Mapolres Semarang. Pantauan di lokasi, petugas polisi mengetuk satu per satu kamar kos.

Hasilnya, didapati mereka tengah berduaan dengan lawan jenis. Seketika, polisi memeriksa identitas mereka. Mereka ternyata tidak bisa menunjukkan bukti-bukti sebagai pasangan yang sah.

Kasat Sabhara Polres Semarang AKP Slamet Sriyanto mengatakan, razia rumak kos dilangsungkan untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. “Kami akan secara rutin melakukan razia seperti ini. Dalam razia menemukan pasangan tidak resmi atau bukan suami istri,” kata Slamet.

Editor : Akrom Hazami

Polisi Pastikan Proses Hukum Tetap Jalan Meski Pelaku Mesum di Masjid Sudah Dinikahkan

Pasangan yang kepergok mesum di masjid Desa Brantaksekarjati, Kecamatan Welahan, Jepara, saat dimintai keterangan di Mapolsek Welahan. (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Sejoli S (47) dan SL (33) direncanakan menikah atas inisiatif dari Polsek Welahan, lalu bagaimana konsekuensi hukumnya?

Kapolsek Welahan AKP Rismanto menegaskan, proses hukum tetap berjalan. Hal itu karena keduanya terbukti melanggar pasal 281 KUHP tentang kejahatan merusak kesopanan di tempat umum. 

“Yang mereka langgar adalah perbuatan merusak kesopanan ditempat umum. Semisal mereka pasangan resmi sudah menikah pun, namun jika melakukan (bercinta) ditempat umum tetap kena. Nanti itu ditentukan dalam pengadilan karena perbuatan mereka bukan delik laporan,” kata Rismanto, Selasa (25/10/2017). 

Baca: Pasangan Sejoli di Jepara Ini Nekat Mesum di Masjid, Diguyur Air Langsung Diarak ke Balai Desa

Sementara itu, ditanya terkait rencana S yang akan menikahi wanita selain pasangan mesumnya (SL), Rismanto mengaku telah dibatalkan. Hal itu sesuai dengan pengakuan S. 

“Mereka kan tak mau pulang dari Mapolsek, lalu kami wacanakan untuk menikahkan keduanya. Mereka setuju. Lalu saat saya tanya S tentang rencananya akan menikahi wanita lain, ia bilang dibatalkan karena ada peristiwa kemarin,” ungkapnya. 

Baca: Pasangan yang Digerebek Ternyata Sudah 5 Kali Mesum di Masjid

Diberitakan sebelumnya, sejoli duda dan janda itu bercinta di peturasan masjid Desa Brantaksekarjati, RT3 / RW 1, Kecamatan Welahan-Jepara pada Selasa (24/10/2017) pagi hari sekitar pukul 07.00.

Perbuatan tak senonoh itu kemudian diketahui warga yang lantas membawa keduanya ke kantor polisi untuk diberi sanksi. 

Setelah ditelisik,  S ternyata memiliki hubungan asmara dengan wanita lain yang bukan pasangan mesumnya. Malahan, hubungannya sudah mendekati pernikahan. 

Editor: Supriyadi

Baca: Tak Mau Pulang, Pasangan Mesum di Masjid Brantaksekarjati Jepara Akan Dinikahkan di Polsek Welahan

Alamak, Duda Mesum di Masjid Brantaksekarjati Jepara Berencana Nikahi Perempuan Lain

Pelaku mesum di masjid Desa Brantaksekarjati berinisial S (jaket cokelat) sedang dimintai keterangan oleh Kapolsek Welahan AKP Rismanto. (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Sejoli S (47) dan SL (33) pelaku mesum di masjid di Desa Brantaksekarjati, Kecamatan Welahan pagi tadi (Selasa, 24/10/2017)  ternyata adalah duda dan janda. Namun yang lebih miris, si duda yang berinisial S  justru hendak menikahi wanita lain, yang bukan pasangan mesumnya.

Kapolsek Welahan AKP Rismanto mengatakan, S dan SL menjalin hubungan selama lebih kurang lima bulan. Awal perkenalan keduanya dimulai saat SL membonceng motor milik S, sepulang kerja. Selama kurun waktu itu mereka telah berhubungan badan selama berkali-kali.

Baca: Pasangan Sejoli di Jepara Ini Nekat Mesum di Masjid, Diguyur Air Langsung Diarak ke Balai Desa

“Menurut S, dia kenal SL ketika memboncengkannya pulang. S Kerja ngamplas di sekitar Kalinyamatan, SL juga sama, hanya saja tempatnya berbeda. Nah dari situ keduanya kenal,” tuturnya.

Masih menurut pengakuan duda pelaku mesum, sebenarnya S juga memiliki hubungan dengan wanita lain (bukan pasangan mesumnya). Bahkan hubungan tersebut lebih serius, karena S hendak menikahi wanita pujaannya. Dari mediasi yang digelar di Mapolsek Welahan, keluarga si wanita (pasangan mesumnya) meminta S untuk menikahi SL. 

Baca: Pasangan yang Digerebek Ternyata Sudah 5 Kali Mesum di Masjid

“S diketahui akan menikahi perempuan selain SL. Tadi di Kantor, dari pihak wanita (SL) inginnya dinikahi. Namun, di sisi lain ada wanita yang juga hendak dinikahi oleh S,” urainya.

Rismanto membenarkan bahwa keduanya adalah duda dan janda. Pelaku mesum S diketahui sudah menerima putusan cerai, sedangkan SL memang sudah menjanda. 

Kasus ini kini sedang ditangani oleh pihak kepolisian. Keduanya disangkakan melanggar Pasal 281 KUHP tentang kejahatan merusak kesopanan di tempat umum. Mereka diancam hukuman 2 tahun 8 bulan.

Editor: Supriyadi

Baca: Pasangan Mesum di Masjid Brantaksekarjati Jepara Terancam Hukuman 2 Tahun 8 Bulan Penjara

Pasangan Mesum di Masjid Brantaksekarjati Jepara Terancam Hukuman 2 Tahun 8 Bulan Penjara

Pasangan yang kepergok mesum di masjid Desa Brantaksekarjati, Kecamatan Welahan, Jepara, saat dimintai keterangan di Mapolsek Welahan. (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Pasangan mesum di masjid Desa Brantaksekarjati, Kecamatan Welahan-Jepara, terancam hukuman pidana selama dua tahun delapan bulan. Mereka disangkakan melanggar Pasal 281 KUHP tentang kejahatan merusak kesopanan di tempat umum.

Kapolsek Welahan AKP Rismanto mengatakan, keduanya menurut saksi pelapor terbukti melakukan perzinahan di masjid. Di samping itu, sesuai hasil visum, memang terjadi penetrasi alat kelamin.

“Kami kenakan pasal tersebut karena merusak kesopanan di tempat umum. Ancaman hukuman 2 tahun 8 bulan,” ucapnya, Selasa (24/10/2017). 

Baca: Pasangan Sejoli di Jepara Ini Nekat Mesum di Masjid, Diguyur Air Langsung Diarak ke Balai Desa

Namun demikian, polisi tidak melakukan penahanan terhadap keduanya karena hukuman yang kurang dari lima tahun. Baik S dan SL dikenai wajib lapor selama dua kali seminggu ke Mapolsek Welahan.

Rismanto menyebut telah berbicara terkait hal itu dengan tokoh masyarakat, pengurus masjid dan pemerintah desa setempat. Selain itu, kepolisian juga berterimakasih atas tindakan warga yang tidak menghakimi tersangka pelaku mesum.

Lebih lanjut, ia menyebut keduanya melakukan hal itu secara sadar dan tidak ada paksaan. Dari perbuatan yang dilakukan berulang kali, satu diantaranya bertempat di sebuah rumah di Jepara sisanya di masjid tersebut.

“Artinya masyarakat masih percaya dengan polisi dan menyerahkan kasus itu untuk ditangani secara hukum,” jelasnya. 

Baca: Pasangan yang Digerebek Ternyata Sudah 5 Kali Mesum di Masjid

Diberitakan sebelumnya, S (47) dan SL (33)  tertangkap sedang mesum di sebuah masjid yang ada di Desa Brantaksekarjati RT/RW : 3/1, Kecamatan Welahan-Jepara, Selasa (24/10/2017) pagi sekitar pukul 07.00. 

Keduanya terpergok oleh seorang jemaah yang hendak mengambil wudhu salat Dhuha, kemudian dilaporkan kepada warga setempat. Karena perbuatannya, mereka akhirnya digiring ke Balai Desa dan diserahkan kepada pihak kepolisian untuk diberikan sanksi hukum. 

Editor: Supriyadi

Polisi di Rembang Pergoki Istrinya Asyik Berduaan dengan Oknum TNI di Rumahnya

Ilustrasi

MuriaNewsCom, Rembang – Istri anggota polisi berinisial Y kepergok suaminya sendiri Bripka S sedang berdua-duaan dengan anggota TNI, Serda AR, saat ditinggal piket malam.

Informasi dari warga menyebutkan bahwa pada Jumat, (6/10/2017) malam lalu sekitar pukul 20.00 WIB, salah seorang warga setempat melihat ada seorang lelaki yang masuk rumah Bripka S dan disambut dengan baik oleh istrinya, Y, yang juga merupakan guru SD.

Baca Juga: Bayar PSK Cantik dengan Uang Palsu, Lelaki Hidung Belang di Blora Ini Dicokok Polisi

Warga yang curiga kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada Bripka S yang sedang piket malam di Mapolsek Sarang. Pada sekitar pukul 22.40 WIB, warga bersama Bripka S langsung menggrebek keduanya.

Alhasil mereka mendapati Y berduaan dengan Serda AR. Sedangkan kedua anaknya saat itu sudah tidur di kamar masing-masing.

Kapolres Rembang AKBP Pungky Bhuana, saat dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut. Ia mengaku telah meminta penjelasan kepada Bripka S terkait kejadian tersebut.

“Saat pulang ke rumah itu justru yang membukakan pintu adalah istrinya sendiri. Sedangkan tamunya saat itu berada di sebuah ruangan. Belum ada indikasi tindakan asusila, tapi memang itu melanggar norma karena bertamu sampai larut malam,” ujar Pungky seperti dikutip Detik.com, Senin (9/10/2017).

Usai kepergok, Serda AR langsung diamankan ke Mapolsek Sarang untuk menghindari amukan massa. Selanjutnya yang bersangkutan segera dikembalikan kepada institusi terkait.

Editor: Supriyadi

Begituan di Kos, 2 Pasangan Kumpul Kebo Konangan Polisi di Kudus

Polisi mengamankan pasangan kumpul kebo di salah satu kos di Desa Janggalan, Kota, Kudus. (Humas Polres Kudus)

MuriaNewsCom, Kudus – Dua pasangan kumpul kebo konangan polisi di salah satu rumah kos di Desa Janggalan, Kota, Kudus, Kamis (5/10/2017) dini hari. Kedua pasangan itu ditangkap, dan satu orang di antaranya teler usai mengonsumsi minuman keras.

Kejadian bermula, saat polisi melakukan razia di sejumlah kos yang disinyalir menjadi tempat peredaran narkotika, dan praktik seks bebas. Begitu polisi tiba di kos Sai Mai Sarah Hilal Desa Janggalan, para pasangan mesum bersembunyi di kamar. Berkali-kali polisi mengetuk pintu kamar kos, tapi mereka tak juga keluar.

Setelah beberapa kali polisi berupaya masuk, mereka pun bersedia membukakan pintu. Kepada polisi, mereka mengaku bukanlah pasangan suami-istri. Mereka pun digelandang ke Mapolsek Kota, untuk diberikan pembinaan, dan peringatan.

“Dari rumah kos Mai Sarah Hilal Desa Janggalan Kota Kudus, kami temukan dua pasangan muda-mudi tanpa ikatan pernikahan yang sedang berada di dalam kamar,” kata Kapolsek Kota, AKP Moh Khoirul Naim.

Razia ini, menurutnya, mengantisipasi maraknya praktik prostitusi terselubung. Biasanya, praktik mesumnya dilakukan di rumah kos. Diindikasikan bahwa sebagian pelaku seks online memanfaatkan rumah kos ketimbang menyewa hotel supaya tarif bisa ditekan dan pelanggan makin banyak.

“Pemilik kos kami bawa ke polsek untuk mendapatkan arahan agar tempat kosnya tidak menjadi ajang pesta narkoba dan menjadi tempat atau transaksi seks online,” tambahnya

Editor : Akrom Hazami

Diduga Mesum, Pasangan Muda-mudi di Margoyoso Pati Nyaris Kena Persekusi

Dua pasangan asal Margoyoso yang diduga berzina (kiri) saat diamankan petugas kepolisian. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Sepasang muda-mudi diduga mesum di sebuah desa di Kecamatan Margoyoso, Pati hampir menjadi sasaran persekusi penduduk setempat, Selasa (4/7/2017) malam.

Warga setempat geram karena dua pasangan yang masih muda itu diduga melakukan tindakan mesum. Namun, tindakan persekusi tidak dibenarkan Kapolsek Margoyoso AKP Sugino.

Dalam hukum, kata dia, perbuatan zina masuk dalam kategori delik aduan. Keduanya tidak akan bisa diproses secara hukum bila tidak ada pengaduan dari salah satu pihak yang dirugikan, seperti suami atau istri.

Karena itu, dia menyarankan kepada masyarakat untuk tidak melakukan persekusi apapun bentuknya, termasuk dalam kasus dugaan zina sekalipun. “Kalau warga melakukan persekusi justru malah bisa dikenakan pasal penganiayaan,” ucap AKP Sugino, Rabu (5/7/2017).

Dia menyarankan, seseorang yang diduga berzina sebaiknya diamankan tanpa ada kekerasan, kemudian segera dilaporkan pihak kepolisian. Dia berjanji akan merespons cepat setiap ada laporan dari masyarakat.

“Semalam, saya sampai di lokasi sekitar 20 menit setelah mendapatkan laporan sehingga bisa segera ditangani. Jangan main hakim sendiri, karena bisa jadi malah terkena Pasal 170 KUHP,” tandasnya.

Editor : Kholistiono

Mau Lebaran, 7 Pasangan Muda di Rembang Kepergok Lagi Mesum di Kos

Sejumlah pasangan tak resmi diamankan petugas dari sejumlah kos-kosan di daerah Rembang. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – Semakin dekat dengan Lebaran, tampaknya para pasangan mesum sudah tak sabar menahan nafsunya. Ini terlihat dari hasil razia gabungan yang dilakukan aparat Satpol PP Rembang bersama TNI dan Polri, Minggu (18/06/2017).

Dari razia itu tujuh pasangan tak resmi kepergok tengah berduaan dan diduga tengah melakukan tindakan mesum di dalam kamar kos. Kebanyakan mereka terjaring di kos-kosan yang berada di Desa Magersari, Kecamatan Rembang.

Selain pasangan terduga mesum, petugas juga mengamankan 8 orang gadis di bawah umur yang tidak dapat menunjukkan KTP.

Kabid Ketentraman Masayarakat Satpol PP Rembang Heru Susilo menjelaskan, sejumlah kos-kosan di Kabupaten Rembang terindikasi menjadi tempat aksi mesum. “Berdasarkan informasi dari masyarakat, banyak sekali kos-kosan yang terindikasi menjadi tempat prostitusi,” katanya.

Kondisi ini membuat masyarakat resah, apalagi selama Ramadan aktivitas tak bermoral itu juga tak berhenti. Bermula dari laporan masyarakat itu, petugas melakukan penelusuran dan melakukan penggerebekan.

Penggerebekan dilakukan pada pagi hari, saat para pasangan ini masih banyak tidur. Para pasangan tak resmi yang berhasil diamankan berdalih mereka sudah menikah siri, agar dilepaskan.

“Rata-rata mereka mengaku sudah menikah siri. Pagi ini merupakan waktu yang enak karena mereka masih pada tidur,” ujarnya.

Heru menjelaskan, dalam kesempatan itu, petugas mengamankan seorang wanita yang berprofesi sebagai pemandu karaoke yang kedapatan membawa kondom saat digeledah di kamarnya.

Seluruh pasangan yang terjaring razia, mendapatkan pembinaan, dan diminta membuat surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuataannya. Sementara 8 gadis di bawah umur tanpa identitas, dibina dengan keluarganya dipanggil.

“Ini juga sebagai langkah antisipasi dan memastikan gadis-gadis di bawah umut itu bukan korban perdagangan manusia,” pungkasnya.

Editor : Ali Muntoha

Berduaan di Kamar Hotel, Pasangan Bukan Suami Istri di Rembang Diangkut Polisi

Beberapa orang yang terjaring razia di hotel di Rembang sedang mendapatkan pembinaan di Mapolres Rembang. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom,Rembang – Aparat Satuan Sabhara Polres Rembang melakukan operasi pekat di sejumlah hotel dan penginapan di wilayah Rembang, Kamis (08/6/2017). Satu per satu tamu yang menginap di kamar hotel diperiksa identitasnya.

Dalam pemeriksaan tersebut, polisi menemukan pasangan bukan suami istri yang kedapatan berduaan di dalam kamar hotel. Pasangan ini akhirnya diamankan di dalam mobil polisi lalu dibawa ke Mapolres untuk diperiksa lebih lanjut. Setidaknya ada empat pria dan enam wanita yang dibawa ke Mapolres.

Dalam operasi ini, polisi juga mendapatkan seorang mahasiswi berusia sekitar 20 tahun yang tidak membawa identitas sedang menginap di salah satu hotel. Di hadapan polisi, mahasiswi tersebut mengaku menginap di hotel karena kemalaman dan pintu kos dikunci.

Untuk memastikan kebenaran alasan tersebut, polisi kemudian mengantarkan mahasiswi tersebut ke kosnya.

Kasat Sabhara Polres Rembang AKP Roy Irawan mengatakan, giat operasi tersebut merupakan upaya cipta kondisi, sebelum pelaksanaan Operasi Ramadniyah.

“Selain itu, operasi yang dilakukan, untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk adanya aksi teror, menjelang datangnya Hari Raya Idul Fitri,” ujarnya.

Editor : Kholistiono

 

8 Pasangan Ilegal Asyik Bermesraan di Kamar Kos Grobogan Digerebek Polisi

Aparat Polres Grobogan saat melakukan razia di sejumlah tempat kos di dalam Kota Purwodadi guna mengantisipasi peredaran narkoba.(MuriaNewsCom/Dani Agus)

Aparat Polres Grobogan saat melakukan razia di sejumlah tempat kos di dalam Kota Purwodadi guna mengantisipasi peredaran narkoba.(MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Aparat Polres Grobogan kembali melakukan razia di sejumlah tempat kos di dalam kota Purwodadi, Grobogan, Jumat (20/1/2017). Razia yang dipimpin Kasat Sabhara AKP Lamsir ini sasaran utamanya adalah mengantisipasi peredaran narkoba.

Dalam pelaksanaan razia ini, petugas mendapati ada laki-laki dan perempuan yang berada berduaan dalam kamar kos. Saat didata identitasnya, keduanya ternyata bukan pasangan suami istri.

Saat melakukan kegiatan, polisi juga sempat memeriksa kamar kos-kosan tersebut untuk mengantisipasi adanya narkoba ataupun barang terlarang lainnya. Selama pemeriksaan, tidak ditemukan barang terlarang di sejumlah tempat kos tersebut.

Meski demikan, ada beberapa barang yang berhasil ditemukan dalam kamar kos dan sempat membuat geli. Barang ini, berupa obat kuat dan beberapa butir pil KB.

“Dari hasil pemeriksaan tidak kita temukan narkoba atau barang terlarang lainnya. Namun, untuk pasangan bukan suami istri yang kedapatan sedang berduaan di kamar kos, kita bawa ke kantor untuk dikasih pengarahan. Totalnya, ada delapan pasangan,” kata Lamsir.

Sebelum meningalkan tempat kegiatan, Lamsir sempat melakukan imbauan pada penghuni dan pemilik kos untuk mewaspadai peredaran narkoba. Pemilik kos juga diminta untuk waspada pada setiap orang asing atau pendatang baru.

”Saya minta identitas penghuni kos harus didata dengan jelas biar tahu asal-usulnya. Jika melihat orang yang mencurigakan tolong secepatnya hubungi pihak kepolisian. Selain antisipasi narkoba, kegiatan ini kita lakukan sebagai upaya mencegah adanya ancaman bahaya terorisme dan paham radikalisme,” pesan Lamsir.

Editor : Akrom Hazami

Asyik Begituan, 4 Pasangan Ini Konangan Polisi di Rumah Kos Kudus

Polisi menertibkan pasangan bukan suami istri di salah satu rumah kos di Singocandi, Kudus. (Tribratanewskudus)

Polisi menertibkan pasangan bukan suami istri di salah satu rumah kos di Singocandi, Kudus. (Tribratanewskudus)

MuriaNewsCom, Kudus – Empat pasangan kumpul kebo atau pasangan bukan suami istri konangan polisi di salah satu rumah kos di Singocandi, RT 05 RW 3, Kudus, Rabu (18/1/2017) pagi. Mereka konangan polisi saat sedang asyik ngamar dengan pintu kamar di kunci rapat. Mereka kaget saat didatangi sejumlah polisi.

Empat pasangan itu adalah AN (17) warga Jekulo Kauman dengan pasangan UA (17) warga Karanganya Demak. Pasangan kedua, RS (19) warga Gondoarum Jekulo dan pasangannya DMU (19) warga pelayan toko, alamat Loram Wetan Jati Kudus.

Pasangan ketiga, BU (23) dan S (18) keduanya warga Gondosari Gebog Kudus. Pasangan selanjutnya adalah IA (23) dan pasangannya TW (23) keduanya warga Juwana Pati. Dikutip dari situs resmi Polres Kudus, Polsek Kudus menertibkan mereka. Polsek Kudus sedang melakukan kegiatan Operasi Pekat Gabungan. Tujuannya untuk menekan problematik penyakit masyarakat seperti perjudian, miras ilegal, pasangan mesum, maupun peredaran gelap narkoba.

Dalam kegiatan, ada 23 kamar kos diperiksa oleh petugas dengan didampingi pemilik rumah. Operasi pekat yang digelar satu jam lebih tersebut berhasil mengamankan empat pasangan muda-mudi bukan suami-istri yang kedapatan berada di kamar kos dengan keadaan pintu kamar dikunci dari dalam.

Selanjutnya keempat pasangan bukan suami-istri yang terjaring diangkut ke dalam mobil patroli dan dibawa ke Polsek Kudus guna didata lebih lanjut, serta untuk diberikan pembinaan dengan juga turut memanggil orang tua masing-masing pasangan.

Editor : Akrom Hazami

Konangan Mesum di Pereng, Muda-mudi Ini Digelandang Satpol PP Jepara

Petugas Satpol PP Jepara meminta keterangan kepada pasangan mesum yang tertangkap basah di Pereng. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Petugas Satpol PP Jepara meminta keterangan kepada pasangan mesum yang tertangkap basah di Pereng. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Jepara saat ini mulai gencar melakukan razia terhadap penyakit masyarakat (Pekat). Hal itu dilakukan seiring dengan semakin dekatnya bulan suci Ramadan tahun ini.

Kepala Satpol PP Jepara, Trisno Santosa mengatakan, pihaknya memang saat ini tengah gencar melakukan razia. Salah satu sasarannya adalah tempat-tempat yang diduga menjadi tempat mesum, dan melakukan perilaku pekat lainnya.

”Salah satunya di kawasan Pereng Desa Mulyoharjo, Kecamatan Kota. Meskipun sering dijadikan sasaran razia, tempat disana memang masih sering digunakan untuk mesum,” ujar Trisno kepada MuriaNewsCom, Jumat (20/5/2016).

Menurut dia, Kamis (19/5/2016) malam hingga Jumat dini hari tadi, pihaknya melakukan razia. Lokasi pertama yang didatangi adalah pemukiman warga di kawasan Pereng tersebut. Di lokasi tersebut, sejumlah kamar di rumah-rumah warga setempat sengaja disewakan untuk pasangan mesum.

Saat mendatangi salah satu rumah, Satpol PP Jepara mendapati pasangan muda-mudi tengah berbuat mesum di salah satu kamar, yakni ML (35) dan MY (30). Kedua muda mudi tersebut tak dapat mengelak saat anggota Satpol PP memergokinya.

”Si laki-laki mengaku baru pertama kali menyewa kamar di kawasan Pereng. Sementara, pasangannya, lebih banyak diam dan menutup wajah saat ditanya,” kata Trisno.

Lebih lanjut Trisno menyampaikan, rumah-rumah di kawasan Pereng sudah berulangkali dirazia. Namun, pemilik rumahnya nampaknya tidak kapok. Bahkan, kegiatan menyewakan kamar untuk pasangan berbuat mesum sudah berulangkali didemo warga.

”Pemilik rumah sudah berulangkali kami beri peringatan. Kalau sampai nanti diulangi lagi, pemilik rumah dan pelaku mesum yang tertangkap basah akan kami tindak tipiring,” tegas Trisno.

Selain menyasar kawasan Pereng, Trisno beserta anak buahnya juga melakukan razia di kawasan terminal lama. Lokasi ini disinyalir dijadikan tempat mangkal para pekerja seks komersial. Terbukti saat petugas datang, banyak wanita yang lari berhamburan.

”Di terminal lama, begitu kami datang mereka (PSK) langung berhamburan lari,” imbuhnya.

Editor: Supriyadi

Terungkap, Praktik Remas Itunya PK di Warung Kopi Rembang

Foto syur yang beredar luas di media sosial di Rembang

Foto syur yang beredar luas di media sosial di Rembang

 

MuriaNewsCom, Rembang – Praktik remas payudara di warung kopi berfasilitas karaoke di Rembang ternyata bukan gosip semata. Hal itu terungkap dengan beredarnya foto syur di media sosial yang menggegerkan warga Rembang.
Dalam foto tersebut, tampak seorang pemandu karaoke nyaris telanjang berada di pangkuan seorang pria yang sedang meremas payudara pemandu karaoke itu di sebuah room.

Berdasarkan informasi yang dihimpun MuriaNewsCom, pemandu karaoke yang nyaris telanjang dalam gambar tersebut berisial NM (26) warga Sulang. Sementara pria yang sedang meremas payudara NM, berinisial C warga Pandean Rembang. Ternyata, foto tersebut diambil di sebuah room dari warung kopi di Rembang yang terletak di jalan Rembang – Blora KM 05 Desa Kedungrejo, Kecamatan Rembang.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Seksi Penegak Peraturan Daerah Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Rembang, Sudarno kepada awak media, Jumat (26/2/2016) siang.

Satpol PP merazia Warung Kopi milik Joko Darmanto alias Joker warga desa Kedungrejo, Rembang, Selasa (23/2/2016). (MuriaNewsCom/Ahmad Wakid)

Satpol PP merazia Warung Kopi milik Joko Darmanto alias Joker warga desa Kedungrejo, Rembang, Selasa (23/2/2016). (MuriaNewsCom/Ahmad Wakid)

Ia membenarkan, foto tak senonoh yang menggegerkan warga Rembang itu terjadi di salah satu room warung kopi milik Joko Darmanto alias Joker warga Desa Kedungrejo RT 01/RW 01 Rembang.

Ia mengaku mendapatkan foto tersebut dari masyarakat. Kemudian segera ditindaklanjuti dengan melakukan klarifikasi kepada yang bersangkutan. “Ada laporan dari masyarakat yang resah terkait foto asusila di yang dilakukan dalam room warung kopi. Akhirnya saya sikapi langsung ke lokasi ketemu pemiliknya,” kata Sudarno.

Disampaikan olehnya, pihak pemilik warung kopi membenarkan terkait foto tersebut memang terjadi di salah satu room warung kopinya. Bahkan, menurutnya bukan hanya foto saja yang beredar luas namun ada videonya.

Sayangnya, Sudarno mengaku berdasarkan penelusuran anggotanya video tidak berhasil mendapatkannya. “Foto-foto itu beredar kemana-mana, bahkan ada videonya. Namun videonya saya lacak, sudah tidak ada,” tandasnya.

Editor : Akrom Hazami

Satpol PP Blora Pastikan Bikin Tak Tenang Pasangan yang Nekat Berbuat Mesum

GOR Mustika Blora yang bakal menjadi sasaran razia Satpol PP pada malam pergantian tahun (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

GOR Mustika Blora yang bakal menjadi sasaran razia Satpol PP pada malam pergantian tahun (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

 

BLORA – Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Blora Sri Handoko menegaskan, pada malam pergantian tahun baru nanti, pihaknya bakal menyisir sejumlah tempat yang disinyalir dijadikan tempat mesum bagi pasangan muda-mudi, khususnya fasilitas umum.

Setidaknya, beberapa tempat yang bakal menjadi sasaran di antaranya halaman belakang GOR Mustika Blora, Taman Bangkle dan beberapa tempat lainnya.

Ia mengatakan, pihaknya bakal bersinergi dengan kepolisian dalam mengamankan perayaan malam pergantian tahun. “kami akan lakukan penyisiran di sejumlah tempat, seperti di GOR Mustika dan taman Bangkle,” ungkapnya kepada MuriaNewsCom (28/12/2015).

Demi keamanan dan kenyamanan, pihaknya juga telah melakukan razia di tempat hiburan malam yang telah dilakukan sebelumnya, yang merupakan rangkaian dari pengamanan Natal dan Tahun Baru.
Ia juga memastikan, bahwa pada malam pergantian tahun nanti, semua tempat hiburan malam dipastikan tutup. (RIFQI GOZALI/KHOLISTIONO)

Gila!! Ada Tempat Mesum yang jadi Favorit di Dekat Kamar Mayat

Seorang warga sedang bersantai di Taman Borotugel Kabongan Kidul Rembang yang diportal, Selasa (10/12/2015). (MuriaNewsCom/Ahmad Wakid)

Seorang warga sedang bersantai di Taman Borotugel Kabongan Kidul Rembang yang diportal, Selasa (10/12/2015). (MuriaNewsCom/Ahmad Wakid)

 

REMBANG – Para pemuda-pemudi yang sedang pacaran maupun orang dewasa yang ingin selingkuh di Rembang, kerap memanfaatkan tempat ini. Pemerintah setempat terkesan menyediakan tempat ‘mojok’ bagi para pasangan yang ingin mesum di Kota Rembang.

Tempat yang sering digunakan mesum di kota Rembang adalah Taman Borotugel yang terletak di Desa Kabongan Kidul, Rembang. Taman yang memiliki beberapa gazebo itu relatif selalu sepi, karena di sebelah baratnya merupakan lapangan luas sementara sebelah timurnya adalah ruang jenazah atau kamar mayat RS. dr. R. Soetrasno Rembang.

Selain itu, taman yang dibuat sedemikian indahnya, tidak didukung penerangan yang cukup. Padahal ada lampunya, tetapi tidak menyala. Kedua hal itulah, yang menjadikan Taman Borotugel menjadi rujukan pertama bagi para pasangan yang ingin mengumbar asmara.

Hal tersebut diakui oleh Kepala Desa Kabongan Kidul, Rokhani ketika ditemui MuriaNewsCom, Kamis (10/12/2015). Menurutnya, Taman Borotugel memang sepi dan gelap. “Anak-anak muda kemudian memanfaatkannya sebagai tempat nongkrong dengan pasanganya,” ungkap Rokhani.

Bahkan, dia mengaku hampir setiap sabtu malam ada laporan dari warga sekitar tentang aktivitas yang tidak senonoh dilakukan di taman yang berada di wilayahnya itu. “Wah, banyak aduan dari warga. Saya itu hampir setiap malam minggu ditelepon sama warga. Pak ini ada yang pangku-pangkuan, pak ini ada yang gini-gini. Macem-macem pokoknya,” jelasnya.

Pihaknya mengaku tidak bisa berbuat banyak, karena taman tersebut berada dalam kendali pemerintah kabupaten, belum diserahkan kepada pemerintah desa. Akhirnya, pemerintah desa hanya mampu mengambil langkah dengan memportal jalan masuk ke taman itu.

“Meski bukan solusi terbaik, tapi setidaknya bisa cukup mengurangi jumlah remaja yang kesini. Meski masih banyak remaja yang datang, terutama malam minggu,” tandasnya. (AHMAD WAKID/AKROM HAZAMI)

Kapolres Pati Sayangkan Tindakan Oknum Polisi yang Digrebek Warga Karena Nginep Tiga Malam di Rumah Janda

Kapolres Pati AKBP R Setijo Nugroho. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Kapolres Pati AKBP R Setijo Nugroho. (MuriaNewsCom/Lismanto)

PATI – Aksi oknum polisi berinisial SD (36) yang digrebek warga Desa Kembang, Kecamatan Dukuhseti Selasa (28/7/2015) pukul 23.00 WIB mencoreng nama baik kepolisian. Apalagi tindakan yang dilakukan SD tersebut berindikasi ketindakan asusila. Lanjutkan membaca

32 Pasangan Mesum Diamankan dari Kamar Hotel

Mesum-Ilustrasi

ilustrasi mesum

KUDUS – Sebanyak 32 pasangan bukan suami istri diamankan petugas gabungan dari kamar hotel, Selasa (16/6/2015). Mereka diamankan lantaran diduga melakukan perzinahan.
Mereka diamankan dari berbagai kamar hotel gabungan Polres Kudus, Kodim dan Satpol PP. Semuanya kini diamankan petugas di Mapolres Kudus untuk diberikan pembinaan. Lanjutkan membaca