Menteri PUPR : Pengerjaan Logung Ada Peningkatan Sedikit

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, bersama Menteri Keuangan RI Sri Mulyani Indrawati saat mengunjungi lokasi proyek Waduk Logung, Kudus, Jumat. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Menteri Keuangan RI Sri Mulyani Indrawati dan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, mengunjungi Waduk Logung, Kabupaten Kudus, Jumat (17/2/2017). Kunjungan tersebut guna memastikan apakah proyek pengerjaan sudah berjalan sebagai mana mestinya atau tidak.

Basuki mengatakan kalau sampai kini pembangunan Waduk Logung sudah mencapai 42 persen. Jumlah tersebut sudah ada peningkatan mendekati satu persen dari target yang seharusnya terpenuhi.  “Masih ada peningkatan sedikit, jadi masih aman,” kata Basuki saat meninjau lokasi pembangunan Waduk Logung.

Menurutnya, pembangunan Logung menelan biaya sampai Rp 604 miliar. Pembangunan dimulai dengan kontrak di akhir 2014 lalu dan langsung dimulai. Rencana selesainya akan dilakukan sesuai dengan kontrak, yaitu pada 2018 nanti. “Insya Allah selesai 2018, untuk kemudian dapat langsung dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar,” ujarnya.

Baca juga : Menteri Keuangan dan Menteri PUPR Datang ke Logung Kudus

Ditambahkan, Sri Mulyani, pemerintah daerah sudah sangat berperan dalam pembangunan Logung. Terbukti dengan adanya pembebasan tanah yang baik. Selain itu juga tampak dari pengerjaan Logung yang masih berlangsung. “Ini bisa menjadi komunikasi dan kerja sama yang baik antara pemerintah kabupaten dengan pemerintah pusat. Kerja sama semacam ini perlu ditingkatkan kembali,” ucapnya.

Dia menegaskan kalau pembangunan akan selesai 2018 mendatang. Kemudian yang diperhitungkan adalah manfaat dari masyarakat secara umumnya.

Editor : Akrom Hazami

Menteri PUPR Mendadak ke Grobogan, Ada Apa?

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Mochamad Basoeki Hadimoeljono, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Grobogan, Kamis (16/2/2017). (MuriaNewsCom/ Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Mochamad Basoeki Hadimoeljono, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Grobogan, Kamis (16/2/2017). Tepatnya, meninjau ke lokasi mega proyek yang ada di Bendung Klambu.

Bupati Grobogan Sri Sumarni menemui Menteri PUPR. Terlihat pula Kapolres AKBP Agusman Gurning dan Dandim Letkol Jan Piter Gurning. Tampak pula, Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana Ni Made Sumiarsih dan Kepala Dinas PUPR Grobogan Subiyono.

Kedatangan menteri  bertujuan ingin memastikan jika proyek perbaikan jaringan irigasi dari Waduk Kedung Ombo melalui empat bendung yang didanai pemerintah pusat, sudah dimulai. Yakni, perbaikan jaringan irigasi Bendung Sidorejo, Sedadi, Klambu Kanan dan Klambu Kiri.

Pengecekan langsung ke lapangan itu dilakukan mengingat perbaikan jaringan irigasi itu sangat dinantikan petani. Terlebih, alokasi dana untuk mega proyek itu nilainya sangat besar. Yakni, Rp 1,6 triliun yang dikerjakan secara multi years dalam kurun waktu tiga tahun.

Begitu sampai di Grobogan, menteri PUPR yang tiba sekitar pukul 11.30 WIB langsung menuju Bendung Klambu yang ada jaringan Klambu Kanan dan Klambu Kiri. Hanya sekitar 30 menit, menteri meninjau lokasi dan selanjutnya melanjutkan acara di Semarang.

“Jadi kedatangan menteri untuk memastikan semua pekerjaan perbaikan jaringan irigasi sudah dimulai. Dan, sejauh ini, rekanan yang mengerjakan perbaikan jaringan irigasi semuanya sudah melakukan kegiatan sesuai jadwal,” kata Kepala Dinas PUPR Grobogan Subiyono.

Subiyono menambahkan, pihaknya juga mengajukan proyek berupa sodetan di Sungai Satrian yang ada di Desa Krongen, Kecamatan Brati ke Sungai Lusi. Kemudian, proyek penanggulangan Sungai Tirto di Wirosari dan perbaikan jalan menuju Waduk Kedungombo.

“Dana untuk tiga proyek itu bisa mencapai puluhan miliar. Keuangan kami tidak mencukupi sehingga perlu meminta bantuan ke kementrian,” kata mantan Kepala Dinas Pengairan itu.

Editor : Akrom Hazami