Marine Science Techno Park  Diharapkan Hapus Kesan ’Uka-uka’ di Kampus Undip Teluk Awur Jepara

Menristekdikti Muhamad Nasir (kacamata hitam) saat meninjau fasilitas calon tambak yang ada di MSTP milik Undip di Desa Teluk Awur, Kecamatan Tahunan, Jepara, Jumat (29/12/2017). (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Kampus Universitas Diponegoro (Undip) di Desa Teluk Awur, Kecamatan Tahunan, Jepara di revitalisasi menjadi Marine Science Techno Park (MSTP). Hal itu diharapkan menggairahkan lagi suasana akademik yang sempat mati suri. 

Pernyataan itu dikatakan oleh Rektor Undip Yos Johan Utama, saat memberi sambutan pada acara sambang MSTP oleh Menristekdikti Muhamad Nasir, Jumat (29/12/2017). 

“Kampus Teluk Awur yang beberapa saat lalu tertidur, mudah-mudahan tidak lagi tidur. Kita akan persiapkan dan galakan (kegiatan akademis). Kami sudah meningkatkan dana penelitian, dari semula Rp 8 miliar menjadi Rp 48 miliar,” ucapnya. 

Selain sebagai pusat penelitian teknologi kemaritiman, di tempat tersebut juga akan dibuka beberapa kelas. Khusus putra daerah (Jepara) Yos menyebut akan memberikan kesempatan tersendiri. 

Ia menyebut, kampus di pinggir Laut Jawa itu diresmikan oleh Wakil Presiden Tri Sutrisno. Sempat aktif, akan tetapi kini tempat tersebut sepi dari aktifitas perkuliahan. Dengan revitalisasi tersebut, diharapkan akan membawa dampak perekonomian yang lebih baik kepada warga.

“Teluk Awur akan benar-benar dijadikan kampus kedua selain di Semarang. Akan ada paling tidak 200-400 mahasiswa di sini, sehingga berdampak ekonomi paling tidak pada penyediaan indekos. Nanti saya akan bicara pada wakil rektor I terkait hal tersebut,” tambahnya. 

Selain itu, pada fasilitas MSTP akan disediakan pendidikan dan pelatihan bagi warga yang ada disekitar kampus. ” ucapnya.

Direktur MSTP Ridwan mengamini hal tersebut. Ia berharap suasana “angker” yang menyelimuti kampus dapat dipatahkan dengah revitalisasi itu. “Benar apa kata Pak Rektor tadi, kehadiran MSTP harus mampu merubah suasana uka-uka (program televisi misteri) yang nantinya akan membawa dampak positif bagi Jepara,” tuturnya.

Dikatakannya, Marine Science Techno Park akan berfokus pada tiga hal. Yakni, kegiatan pengembangan riset, pengembangan bisnis usaha dan pembuatan klaster berbasis industri. 

Meskipun usia MSTP masih terhitung muda, yakni tiga tahun. Namun fasilitas ini telah mendapatkan kepercayaan dari Ristekdikti dengan memeroleh bantuan alat penelitian senilai Rp 10 miliar. 

Ridwan menyebut, fasilitas yang ada di MSTP diantaranya Desalinisasi atau membuat air laut tak asin, dan layak untuk dijadikan pengairan tambak, penetasan udang, tambak, teknologi asap cair dan sebagainya. 

“Disamping itu akan ada anchor industry yang akan menjembatani hasil penelitian untuk menjadi faktor ekonomi. Kami sudah bekerjasama dengan beberapa perusahaan untuk hal itu,” terangnya. 

Sementara itu, Menristekdikti Muhamad Nasir berpesan agar MSTP menularkan kebermanfaatan bagi masyarakat sekitar. Selain penelitian, ia berharap ada output berupa teknologi yang dapat dimanfaatkan warga. 

“Dengan MSTP saya ingi mencoba supaya riset itu menjadi baik. Tak cukup publikasi ilmiah, tapi bagaimana penelitian dijadikan industrilialisasi. Untuk Undip Publikasi sudah cukup baik, nomor empat se Indonesia. Kita tahun ini sudah mengalahkan Thailand (dalam publikasi), jumlah publikasi kita 15 ribuan lebih, sementara Thailand 14 ribuan publikasi,” ujarnya diiringi tepuk tangan.

Editor: Supriyadi

Menristekdikti Berharap ‎MSTP di Jepara Kembangkan Penelitian yang Berguna Bagi Masyarakat 

Menristekdikti Muhamad Nasir (berkacamata hitam) saat meninjau fasilitas hatchery (penetasan)‎ udang yang ada di Marine Science  Park milik Undip yang berada di Desa Teluk Awur, Kecamatan Tahunan, Jepara, Jumat (29/12/2017). (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Menteri Riset dan Perguruan Tinggi (Menristek) Republik Indonesia Muhamad Nasir, minta fasilitas Science Techno Park (STP) tidak berhenti hanya dalam kegiatan penelitian semata. Ia berharap agar kebermanfaatannya dapat menular kepada masyarakat disekitarnya.

Hal itu diungkapkan Nasir, sewaktu mengunjungi fasilitas Marine Science Techno Park (MSTP- Pusat Teknologi Keilmuan Maritim) milik Undip di Desa Teluk Awur, Kecamatan Tahunan, Jumat (29/12/2017). 

“Harapan saya MTSP ini juga mendukung kemaritiman, apapun yang bisa dihasilkan dan bermanfaat bagi rakyat,” tuturnya.

Menurutnya, fasilitas penelitian seperti itu bukan lagi sebagai tempat penelitian semata. Akan tetapi lebih dari itu, bagaimana dosen, peneliti dan mahasiswa tidak hanya menghasilkan publikasi ilmiah akan tetapi juga ilmu terapan. 

Ia mencontohkan sebuah laboratorium teknologi ilmiah yang ada di Sumatera mampu menghasilkan teknologi untuk pengembangan talas. Dengan itu, petani dapat meraup untung hingga 15 juta dalam sebulan. 

“Nah laboratorium kita sekarang menuju kepada pengembangan applied science (ilmu terapan) bukan lagi sekedar basic laboratory,” ujar Nasir. 

Lebih lanjut ia mengatakan, dosen dan peneliti tidak cukup hanya menerapkan teknologi. Namun bagaimana sebuah teknologi itu dapat berinovasi sesuai dengan tuntutan zaman. Selain itu, ia juga menuntut MTSP dan STP lain, untuk memiliki perencanaan bisnis, yang bermuara pada kesejahteraan lembaga dan penguatan sumberdaya masyarakat.

“Untuk apa anggaran (dari pemerintah pusat) jika (Pusat Teknologi ilmiah) tidak punya buisness plan (rencana bisnis). Ada contoh laboratorium (STP) yang meminta anggaran untuk lemari es, katanya untuk pendukung kegiatan laboratorium. Untuk apa saya bilang, minum bisa air putih. Itu sebenarnya bisa didukung dari internal,” tegasnya.

Ia mengakui, kementrian yang dipimpinnya saat ini terkena imbas rasionalisasi anggaran. Dari semula Rp 200 miliar menjadi Rp 130 miliar di tahun depan. Hal itu, membuat Ristekdikti harus berhemat. Akan tetapi, Nasir berjanji tidak akan mengurangi beasiswa dan justru menambahnya. 

Senada, Bupati Jepara yang diwakili Sekda Jepara Sholih berharap manfaat dari MSTP dapat meluber kepada warga Bumi Kartini. 

“Kami berharap dengan revitalisasi Kampus Undip menjadi MSTP dapat membawa kebermanfaatan kepada penduduk kami utamanya nelayan, bukan hanya menjadi Menara Gading di Jepara,” pintanya. 

Ia menuturkan, potensi kelautan di Jepara sangat besar. Dengan panjang pantai 82,73 kilometer dan 13 ribu nelayan, Bumi Kartini seharusnya dapat mengembangkan kekuatan ekonomi dari sektor tersebut. 

“Namun, kenyataannya sebagian besar nelayan baru berorientasi pada pemenuhan dasar (basic need) belum mengembangkan bisnis perikanan,” ucapnya membacakan sambutan Ahmad Marzuqi‎.

Editor: Supriyadi