Hendak Berziarah ke Makam Sunan Muria, Warga Jombang Meninggal Usai Shalat Subuh

MuriaNewsCom, Kudus – Karni (63) meninggal saat hendak berziarah ke Makam Sunan Muria, Kudus. Warga Desa Bugasur Kedalaman, Kecamatan Gudo, Kabupaten Jombang-Jawa Timur,  itu meninggal sesaat setelah melakukan salat subuh, Jumat (30/3/2018).

Sutriani (40), pedagang di area terminal Colo, Kecamatan Dawe mengatakan, korban saat itu selesai melakukan salat subuh, di musala dekat terminal. Namun kemudian, tubuh korban mendadak lemas.

“Selesai salat subuh saya melihat dia yang terlihat lemas, kemudian 15 menit berselang, ia tidak sadarkan diri dan meninggal dunia,” kata dia.

Mengetahui hal itu, peziarah lain kemudian meminta pertolongan warga sekitar untuk melaporkannya kepada Polsek Dawe.

Aiptu Suratno KASPK Polsek Dawe mewakili Kapolsek Dawe AKP Suharyanto mengatakan, pihaknya telah melakukan olah TKP dan identifikasi terhadap korban. Polisi yang datang bersama dokter dari Puskesmas Dawe. Dari pemeriksaan medis, tidak ada tanda-tanda penganiayaan.

“Tidak ada tanda penganiayaan pada tubuh korban,” jelasnya.

Editor: Supriyadi

Warga Baturejo Pati Mendadak Meninggal Dunia di Kursi Duduk SPBU Sukolilo, Ini Penyebabnya

Polisi melakukan olah TKP di lokasi di mana korban meninggal dunia di tempat duduk SPBU Sukolilo. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Seorang warga Dukuh Ronggo, Baturejo, Sukolilo, Parmo (70) ditemukan meninggal dunia di tempat kursi duduk SPBU Jalan Pati-Purwodadi Km 27, Sukolilo, Pati, Jumat (8/12/2017).

Korban pertama kali ditemukan Selamet Riyadi, petugas kebersihan SPBU Sukolilo. Saat itu, dia sedang membersihkan lantai di sekitar kamar mandi SPBU.

Dia lantas melihat korban yang tergeletak di kursi panjang kantin SPBU dalam keadaan tergeletak. Awalnya, korban dikira sedang tidur.

Setelah diperiksa, ternyata korban sudah meninggal dunia. Selamet yang kaget memberitahu operator SPBU dan melaporkannya kepada polisi.

Polisi yang mendapatkan informasi langsung mendatangi lokasi bersama petugas medis dari Puskesmas Sukolilo. Dari hasil pemeriksaan medis yang dilakukkan dr Yohannes Sugono, korban meninggal dunia karena serangan jantung.

“Dia memang sudah memiliki riwayat sakit jantung. Sebab, dia pasien saya dan kerap berobat ke puskesmas,” ujar dr Yohannes.

Hasil pemeriksaan medis juga tidak menemukan adanya tanda-tanda penganiayaan pada tubuh korban. Jenazah kemudian dibawa ke rumah duka untuk disemayamkan.

Editor: Supriyadi

Warga Gondangmanis Kudus Ditemukan Tewas dengan Bercak Darah di Kepala

Ilustrasiwas

MuriaNewsCom, Kudus – Adib Foniamal (23) diketahui meninggal secara tiba-tiba Jumat (29/9/2017) siang. Warga Desa Gondangmanis, Bae itu diketahui meninggal sekitar pukul 11.00 WIB dengan posisi tengkurap di depan kamar mandi oleh Elva (16) adik korban.

Kepada petugas kepolisian, Elva mengungkapkan, saat pulang sekolah ia melihat kakaknya sudah tergeletak dengan posisi tengkurap di depan kamar mandi. Melihat kejadian tersebut ia pun terkejut dan langsung meminta pertolongan.

Baca Juga: BREAKING NEWS : Viar Angkut Cendol Ditabrak Trailer di Terban Kudus, 1 Tewas

Setelah didatangi bersama sejumlah warga, tubuh korban dibalikkan hingga terlentang. Hanya, saat membalikkan badan tersebut, waerga dikagetkan dengan bercak-bercak darah di sekitar bagian kepala korban.

Melihat ada yang tak wajar, pihak keluarga langsung menghubungi pihak kepolisian dan puskesmas. Tak lama setelah itu, petugas Puskemas melakukan pemeriksaan dan korban pun dipastikan sudah meninggal dunia.

Tak hanya itu, meski ada bercah darah, petugas juga tidak menemukan tanda-tanda bekas kekerasan. Hanya, di bagian belakang terdapat luka sayat sampai kulit dengan kedalaman dua sentimeter namun tidak menembus tulang tengkorak. Luka tersebut kemungkinan besar akibat terbentur tepian tembok atau daun pintu.

Kapolsek Bae AKP Mardi mengungkapkan, melihat luka yang dialami pihak kepolisian meminta untuk dilakukan autopsi pemeriksaan medis dan pada pukul 15.00 Wib jenazah Korban dibawa ke RSUD Kabupaten Kudus.

“Itu meninggal biasa, tak ada bekas kekerasan atau juga bekas tawuran atau juga perkelahian. Namun dari keterangan dahulu dia suka berkelahi. Bahkan saat ada hiburan orkes terlibat perkelahian. Itupun sudah sangat lama,” jelasnya.

Editor: Supriyadi

Satu Calon Jemaah Haji Pati Gagal Berangkat ke Tanah Suci

Ratusan jemaah haji Pati diberangkatkan dari Pendapa Pati, Selasa (8/8/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Satu calon jemaah haji (CJH) dari Pati gagal berangkat ke Tanah Suci. Hal itu disebabkan calon yang masuk daftar peserta haji tersebut meninggal dunia.

Dari 355 CJH yang berangkat pada gelombang pertama, Selasa (8/8/2017), ada beberapa yang mengidap penyakit risiko tinggi. Mereka diwajibkan menggunakan kursi roda dan tongkat.

Staf Haji dan Umroh Kementerian Agama (Kemenag) Pati Agus Anshori mengatakan, mereka yang mengidap penyakit risiko tinggi mendapatkan pendampingan khusus dari petugas. Dengan begitu, mereka yang kambuh saat melaksanakan ibadah haji bisa langsung ditangani.

“Gelombang pertama ini, ada 355 CJH yang diberangkatkan dalam kloter 39. Berangkat dari Pendapa Pati menuju Wisma Haji Donohudan Boyolali,” tutur Agus.

Di Pati sendiri ada 1.665 CJH yang siap berangkat ke Tanah Suci dibagi dalam beberapa gelombang. Selanjutnya, mereka akan berangkat pada 22, 23 dan 24 Agustus 2017 mendatang.

Sesuai dengan anjuran kesehatan, para jemaah diminta untuk meminum air minimal 500 mililiter per dua jam. Hal itu diharapkan agar kondisi tubuh jemaah tetap fit.

“Ibadah haji ini butuh kesehatan fisik dan mental yang kuat. Kekurangan cairan tentu sangat berpengaruh pada kondisi tubuh, sehingga disarankan untuk tidak kekurangan air,” tandasnya.

Editor: Supriyadi

Nahkoda Kapal Arjuna II Asal Rembang Dikabarkan Tewas di Tengah Laut

Ilustrasi

Ilustrasi

MuriaNewsCom,Rembang – Sutri Marsono (47), nahkoda kapal cantrang Arjuna II asal Tireman, Kecamatan Kota Rembang, dikabarkan meninggal dunia di tengah laut saat berlayar. Marsono dikabarkan meninggal dunia pada Rabu (14/12/2016) malam di area Pulau Keramaian, Kota Baru, Kalimantan Selatan.

Dari informasi yang dihimpun, sesaat setelah mengalami masuk angin. “Dugaan sementara, korban meninggal dunia disebabkan karena masuk angin. Mungkin angin duduk,” ujar Komandan Pos TNI AL Rembang Lettu Laut (P) Hartono kepada MuriaNewsCom, Kamis (15/12/2016).

Menurutnya, korban sebenarnya sudah akan berlayar pulang, setelah melaut selama tiga pekan. Namun, nasih berkata lain, sebab, Marsono justru meninggal dunia karena sakit masuk angin. “Area tempat meninggalnya korban ini diperkirakan jaraknya sekitar 200 mil dari wilayah Rembang. Sehingga, Sehingga memerlukan waktu sekitar 2 hari untuk mencapai Rembang,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono