Sempat “Digoda” Parpol Lain Maju Pilgub Jateng, Begini Sikap Musthofa

MuriaNewsCom, Kudus – Setelah tak mendapatkan rekomendasi sebagai Calon Gubernur Jateng dari Megawati Soekarnoputri, Bupati Kudus Musthofa mengaku tak hendak ke lain hati.

Seusai mengantarkan bapaslon Masan-Noor Yasin, ke KPU Kudus Senin (8/1/2018), Musthofa mengaku akan tetap tegak lurus terhadap instruksi partainya. Meskipun demikian, ia mengaku “digoda” banyak partai lain.

“Memang banyak dari berbagai parpol yang hubungi saya. Namun saya tetap tegal lurus, tunduk terhadap Ketua Umum saya (Setelah tak mendapatkan rekomendasi sebagai Cagub Jateng),” tuturnya.

Musthofa menyebut, kesetiaannya terhadap PDIP adalah sesuatu yang mutlak. “Saya 2003 mencalonkan (sebagai bupati Kudus) gagal, panjenengan lihat saya pindah partai? Pada 2008 dan 2013 saya berhasil dan 2018 saya (mengantarkan) daftarkan (Masan-Noor Yasin). Sebagai petugas partai saya tunduk kepada ketum saya,” tandasnya.

Oleh karenanya, ia mengaku siap untuk menyukseskan Cagub-Cawagub yang diusung partainya yakni Ganjar Pranowo dan Taj Yasin.

“Jangankan tidak mendapat rekomendasi, saya disuruh hari ini berhenti jadi bupati, saya laksanakan. Jadi saya siap menangkan Mas Ganjar,” ungkapnya.

Sebelum mengakhiri sesi wawancara, Musthofa mengaku percaya akan mendapatkan rekomendasi lain dari PDIP.

“Saya percaya dengan kebaikan dan budi baik ketum saya. Bu Megawati Sukarnoputri amat cermat dan amat jeli, melihat kader yang sungguh-sungguh. Sehingga saya yakin saya dipersiapkan (untuk mengisi) di tempat lain,” pungkas Musthofa.

Editor: Supriyadi

Megawati Batal Umumkan Cagub-cawagub Jateng

MuriaNewsCom, Jakarta – Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarno Putri batal mengumumkan rekomendasi calon gubernur dan wakil gubernur untuk Pilgub Jateng 2018. Partai berlambang moncong putih itu hanya mengumumkan pasangan cagub-cawagub untuk Pilgub Lampung, Papua, NTB, Sumut dan Maluku Utara.

Padahal sebelumya, dijadwalkan PDIP juga akan mengumumkan rekomendasi untuk pasangan cagub dan cawagub Jateng.

Sejumlah petinggi DPD PDI Perjuangan Jateng, termasuk calon incumbent Ganjar Pranowo-Heru Sudjatmoko juga dikabarkan sudah hadir di Kantor DPP PDIP di Jakarta untuk mendengarkan pengumuman rekomendasi.

Batalnya pengumuman Cagub Sumatera Utara dan Jawa Tengah tersebut disampiakan Ketua DPP PDIP Komaruddin Watubun saat ditemui di kantor DPP PDIP, Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, Kamis (4/1/2018).

“Hari ini yang pasti Lampung dan Papua. Jadi Papua, Lampung, Nusa Tenggara Barat, Maluku Utara hari ini,” kata Komaruddin Watubun dikutip dari Tribunnews.com.

Belum diketahui secara pasti penyebab dibatalkannya pengumuman rekomendasi tersebut. Kemungkinan DPP PDIP masih membutuhkan waktu untuk menggodok nama-nama yang bakal diusung.

Baca : Sehari Jelang Rekomendasi PDIP Turun, Ganjar Kembali Diperiksa KPK

Dilansir dari Detik.com, Megawati mendeklarasikan mantan Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat menjadi cagub Sumatera Utara. Namun nama cawagub yang mendampingi Djarot belum diumumkan.

”Untuk Sumatera saya mau masukkan Pak Djarot ke sana. Untung Djarot mau katanya sebagai petugas partai dia bersedia,” kata Megawati dilansir dari Detik.com.

Sementara untuk Pilgub Papua,  John Wempi Wetipo resmi diusung PDIP menjadi cagub Papua. Ia akan didampingi Habel Melkias Suwae. Melkias Suwae merupakan Bupati Jayapura dua periode.

Untuk Pilgub NTB, PDIP mengusung Wali Kota Mataram, Tuan Guru Haji Ahyar Abduh. Untuk posisi cawagub, PDIP mengusung kadernya sendiri. Wakil Ketua DPRD NTB Mori Hanafi diusung PDIP jadi cawagub NTB.

Sedangkan untuk Pilgub Lampung, Wali Kota Bandar Lampung Herman Hasanusi diusung jadi cagub. Sementara cawagub Lampung, PDIP mengusung Sekda Pemprov Lampung Sutono.

Megawati juga mengumumkan jagonya untuk Pilgub Maluku Utara. Gubernur petahana Abdul Ghani Kasuba kembali diusung sebagai cagub, sedangkan posisi cawagub dipercayakan kepada kader PDIP yang merupakan Bupati Halmahera Tengah, yakni M Al Yasin Ali.

Editor : Ali Muntoha

Ganjar : Rekomendasi PDIP Nunggu Naga Dina

MuriaNewsCom, Semarang – Ketua Umum DPP PDI Perjuangan, Megawati Soekarno Putri dikabarkan akan mengumumkan rekomendasi calon gubernur dan wakil gubernur Jateng, Kamis (4/1/2018). Gubernur petahana Ganjar Pranowo disebut-sebut yang akan mendapatkan rekomendasi ini.

Meski demikian Ganjar mengaku belum tahu siapa yang bakal ditunjuk partainya untuk maju. Ia menyebut, masih menunggu rekomendasi itu turun.

“Kita komunikasi rutin kalau umpama DPP sudah memutuskan, saya kira tinggal keluarkan saja. Nunggu naga dina. Nggolek dina apik, padahal dinane apik kabeh,” kelakar Ganjar saat ditanya wartawan, Selasa (2/1/2018).

Selain itu, ia juga menganggap akan lebih baik jika Pilgub Jateng diikuti lebih dari dua pasang calon. Hal ini berkaitan, dengan munculnya poros baru (PPP, Demokrat, Golkar) yang akan mengusung calon alternatif.

“Namanya Pilkada membuat poros, artinya menggalang kekuatan masing-masing untuk bernegosiasi kemudian mendukung calonnya. Oke-oke saja,” kata Ganjar.

Mantan anggota DPR RI ini menyebut, semakin banyak calon yang berkompetisi maka akan semakin baik. Karena rakyat akan diberi banyak pilihan. Selain itu menurut dia, dengan banyaknya calon menunjukkan banyak warga Jateng berkualitas yang layak jadi pemimpin.

”Banyak kandidiat yang bisa jadi pemimpin kan itu menarik. Daripada sendiri, berdua, enggak asik, kalau banyak kan menarik,” ujarnya.

Baca : Megawati Umumkan Cagub Jateng 4 Januari, Apakah Ganjar?

Ia juga membantah jika muncul calon lebih dari dua pasang akan menguntungkan pihaknya. ”Menurut saya lebih banyak partisipan lebih baik karena nuansa demokrasi akan terasa. Nuansa representasi atau keterwakilan akan terasa. Lebih menarik untuk saya,” tandasnya.

Sebelumnya, Ketua DPP PDI Perjuangan, Hendrawan Supratikno memastikan jika rekomendasi dari PDIP untuk Pilgub Jateng akan diumumkan pada 4 Januari 2018. Pengumuman akan dilakukan bersamaan dengan pengumumunan calon gubernur dari PDIP untuk Pilgub Jabar.

Editor : Ali Muntoha

Megawati Umumkan Cagub Jateng 4 Januari, Apakah Ganjar?

MuriaNewsCom, Jakarta – Teka-teki siapa yang bakal diusung PDI Perjuangan sebagai calon gubernur dan wakil gubernur dalam Pilgub Jateng 2018 akan segera terungkap. Ketua Umum DPP PDI Perjuangan, Megawati Soekarno Putri akan mengumumkan siapa yeng mendapat rekomendasi pada Kamis 4 Januari 2018.

Ketua DPP PDI Perjuangan, Hendrawan Supratikno memastikan hal ini saat ditanya wartawan, Selasa (2/1/2018). Dilansir detik.com, menyebut jika pada tanggal itu juga akan mengumumkan rekomendasi cagub untuk Pilkada Jabar.”Betul (tanggal 4 Januari). Komunikasi terus kami kembangkan/jalin dengan parpol lain,” katanya.

Meski demikian, ia belum mau membocorkan siapa yang bakal diusung dalam Pilgub Jateng maupun Jabar. Menurutnya, DPI Perjuangan sudah memiliki syarat minimal untuk mengusung cagub/cawagub di Jabar dan Jateng tanpa harus berkoalisi dengan parpol lain.

Di Jawa Tengah, perolehan kursi PDI Perjuangan di DPRD Jateng mencapai 31 kursi. Dengan jumlah kursi ini, PDI Perjuangan menjadi satu-satunya parpol di Jateng yang bisa mengusung pasangan cagub dan cawagub tanpa harus berkoalisi dengan partai lain.

“Kami masih mencermati poros-poros/paslon yang terbangun. Tidak ada urgensi untuk terburu-buru di provinsi yang jumlah kursinya cukup untuk mengusung dan mendaftar pada jam-jam terakhir,” ucap Hendrawan.

Selain Jabar dan Jateng, Megawati akan mengumumkan cagub/cawagub di provinsi lain. Wilayah lain yang akan diumumkan antara lain Lampung, Maluku Utara, dan Papua.”Diharapkan sebagian besar sudah bisa dituntaskan. Kalaupun ada yang belum, pasti tinggal ‘finishing touch’ (sentuhan akhir) saja,” kata Hendrawan.

Meski belum ada bocoran siapa yang akan diusung PDIP di Pigub Jateng, namun banyak pihak yang berkeyakinan jika partai berlambang banteng moncong putih ini akan kembali mengusung gubernur petahana Ganjar Pranowo.

Apalagi beberapa kali Ketua DPD PDI Perjuangan Jateng Bambang Wuryanto, maupun Puan Maharani menyebut jika peluang Ganjar sangat kuat. Dalam berbagai survei internal yang digelar PDIP juga menyebut elektabilitas Ganjar belum tersaingi calon-calon lain.

Editor : Ali Muntoha

Cagub-Cawagub Jateng dari PDIP Sudah Dipilih, Megawati Belum Berkomentar

Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarno Putri saat datang Kantor DPD PDIP Jateng, Kamis (9/11/2017). (Istimewa)

MuriaNewsCom, Semarang – Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarno Putri tak mengumumkan siapa calon gubernur dan wakil gubernur Jateng yang akan diusung, saat bertandang ke markas banteng Jateng, Panti Marhaen Semarang, Kamis (9/11/2017).

Megawati langsung pergi meninggalkan kantor DPD PDI Perjuangan Jawa Tengah itu, usai memimpin rapat tertutup untuk konsolidasi pemenangan pilkada serentak 2018. Rapat itu dihadiri tokoh-tokoh penting partai.

Sekjen PDIP Hasto Kristianto, Puan Maharani, Agus Wilujeng (anggota DPR RI), ketua DPD PDIP Jateng Bambang Wuryanto, dan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo hadir dalam rapat tersebut.

Rapat konsolidasi itu berlangsung selam tiga jam. Sebelum rapat, Megawati menyaksikan festival kekayaan pangan Jateng, yang digelar di halaman kantor DPD PDIP Jateng di Jalan Brigjen Katamso, Kota Semarang.

Usai rapat, Megawati langsung ke luar dan masuk ke dalam mobil. Ganjar juga ikut berlari masuk ke dalam mobil rombongan Megawati.

Ganjar hanya memberi komentar sangat singkat saat membuka kaca mobil. “Asyik,” kata Ganjar sambil mengacungkan jempol.

Nama Ganjar disebut Puan Maharani sebagai calon paling kuat di antara kandidat yang lain. Hal ini berdasar survei yang dilakukan di internal PDI Perjuangan.

Baca : Puan Beri Sinyal PDIP Bakal Kembali Usung Ganjar Pranowo

Sementara Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menyebut, pihaknya sudah mengantongi cagub dan cawagub yang akan diusung.

Hanya saja menurut dia, pengumuman siapa sosok yang dipilih masih menunggu momentum yang dianggap tepat.

Sepasang calon ini menurutnya sudah mengerucut usai dilakukan fit and proper test yang dilakukan seluruh pelamar. “Mengerucut, sudah satu pasangan. Baru atau lawas itu relatif,” kata Hasto.

Kapan momentum yang tepat itu menurut Hasto, menunggu keputusan dari Megawati.  “Ketika momentum tepat itu ditentukan ibu Megawati Soekarnoputri, seluruh jajaran partai sudah siap,” pungkas Hasto.

Editor : Ali Muntoha

Calon Gubernur Jateng Pilihan Megawati Bakal Diumumkan Januari

Megawati Soekarno Putri. (Dok)

MuriaNewsCom, Semarang – PDI Perjuangan belum menentukan siapa pasangan calon gubernur dan wakil gubernur yang akan diusung dalam Pilgub Jateng 2018 mendatang. Diperkirakan, rekomendasi dari Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarno Putri, baru akan turun mepet pembukaan pendaftaran oleh KPU.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jateng telah mengumumkan pendaftaran calon gubernur dan wakil gubernur akan dibuka pada Jateng pada 8-10 Januari 2018. Sehingga diperkirakan rekomendasi baru akan turun di awal Januari 2018.

Prediksi ini dikatakan Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Jateng, Rukma Setyabudi. Prediksi ini mendasarkan pada kebiasaan Megawati yang selalu mengeluarkan rekom pada detik-detik akhir.

Pada Pilgub Jateng 2013 lalu, rekomendasi yang diberikan kepada Ganjar Pranowo-Heru Sudjatmoko juga turun menjelang penutupan pendaftaran di KPU.

“Kayaknya awal Januari. Kita tidak ada yang tahu. Bu ketum yang tahu. Tapi kebiasaan beliaunya seperti itu,” katanya.

Ketua DPRD Jateng itu menyebut, Megawati akan datang ke Markas PDIP Jateng pada Kamis  (9/11/2017). Namun belum bisa dipastikan apakah kehadirannya juga sekaligus mengumumkan siapa calon gubernur yang akan dipilih.

Saat ini sudah ada 19 kandidat yang mendaftar melalui PDI Perjuangan. Sebanyak 5 kandidat bakal calon Gubernur Jateng dan 14 kandidat bakal calon wakil Gubernur Jateng.

Menurut Rukma, kedatangan Mega untuk memantau langsung persiapan untuk pemenangan dalam Pilgub Jateng. Mega juga akan melihat sejauh mana tingkat elektabilitas kader-kadernya yang melamar menjadi calon gubernur maupun wakil gubernur Jateng.

Selain Megawti, Menko PMK, Puan Maharani juga akan hadir dalam acara tersebut.

“Ibu ketua umum akan datang 9 November habis kondangan (pernikahan anak Presiden Jokowi) di Solo. Kita semua ke sana. Rabu malam, Mbak Puan hadir di sini bertemu pengurus DPD dan DPC, dan bupati atau wali kota PDIPerjuangan, serta ketua DPRD se-Jateng. Malam itu kita sudah mulai di Panti Marhaen,” ujarnya.

Namun demikian Rukma mengakui kedatangan Megawati akan membakar semangat kader di Jawa Tengah. Rukma pun percaya diri akan memenangkan 7 pemilihan bupati/walikota dan 1 gubernur di Jateng.

“Memberikan semangat bagi kami. Kami ditunggoni ibune (ditunggui ibunya) semangat tinggi sekali. Persiapan tempur kita terdongkrak,” terangnya.

Ia yakin, PDI Perjuangan akan kembali sukses memenangkan pilkada ini. Terlebih partainya ia klaim mempunyai prestasi yang cukup gemilang.

PDI Perjuangan sukses meraih kedudukan 29 ketua DPRD dan 9 Wakil DPRD. Ia menyebut hal ini jadi capaian luar biasa bagi partainya. “Kita juga dapat jabatan 21 bupati dan wali kota,” tegasnya.

Editor : Ali Muntoha

Tak Ada yang Bisa ’Nyetir’ Bu Mega, Rekom Jateng Satu Masih Misteri

Ketua DPD PDIP Jateng Bambang Wuryanto memberikan sambutan saat kegiatan Dialog Interaktif, Jumat (3/11/2017). (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Rekomendasi PDI Perjuangan untuk bakal Calon Gubernur Jateng, hingga kini masih diperebutkan oleh sejumlah pelamar. Namun, siapa yang nantinya bakal dapat rekomendasi masih menjadi misteri, karena tak ada yang mampu “menyetir” Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri.

Pernyataan tersebut diungkapkan Ketua DPD PDIP Jateng Bambang Wuryanto kepada awak media usai Dialog Interaktif di aula Hotel Griptha Kudus, Jumat (3/11/2017).

“Semuanya tergantung Bu Mega, tak ada yang bisa menentukan kecuali beliau. Pak Harto saja dilawan kok, apalagi kami anak-anaknya,” katanya.

Baca: Sambangi Kudus, Ketua DPD PDIP Jateng Sanjung Kepemimpinan Musthofa

Menurut dia, pihak DPD PDIP Jateng sudah memproses semua pelamar untuk mendadapat rekomendasi. Totalnya ada 15 pelamar gubernur dan empat untuk wakil Gubernur Jateng. 

Saat ini, lanjut anggota DPR RI itu, para kandidat dipersilahkan turun ke daerah untuk menjaring suara dan dukungan. Namun untuk siapa yang diberikan rekomendasi belum bisa ditentukan dari sekarang.

Disinggung soal koalisi pasangan Cagub-Cawagub, pihaknya juga tak bisa menjawab. Karena sekali lagi ditegaskan untuk persoalan rekomendasi ataupun koalisi wewenang dari DPP PDIP.

“Kalau soal Pilgub dan Rekomendasi tanya ibu (Megawati) sajalah. Beliau yang tahu. Karena rekom  diberikan menurut beliau,” ujarnya. 

Dia menargetkan sebelum Januari sudah ada rekomendasi yang turun. Karena Januari sudah waktunya pendaftaran. Hanya persisnya juga belum diketahui. 

Editor: Supriyadi

Nyam Nyam, Megawati dan Menteri Susi Cicipi Tempe Grobogan

Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri dan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti cicipi tempe Grobogan.

Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri dan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti cicipi tempe Grobogan.

 

GROBOGAN – Upaya untuk mengenalkan tempe higienis produksi Rumah Kedelai Grobogan (RKG) di Jakarta ternyata mendapat respons positif. Tepatnya, saat membuka stan khusus dalam acara Rakernas PDI Perjuangan yang dilangsungkan di Jakarta International Expo, 10-13 Januari lalu.

Dalam acara itu, stan RKG sempat dikunjungi sejumlah tokoh penting yang hadir dalam rakernas. Antara lain, Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri dan para pengurus partai lainnya. Kemudian, ada pula Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman hingga Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti.

Selain melihat, orang-orang penting ini juga sempat mencicipi beragam produk RKG yang dipajang dalam stan tersebut. Adapun produk yang dikenalkan dalam stan itu antara lain, tempe higienis, brownies tempe, stik tempe dan aneka makanan lainnya dengan bahan utama dari kedelai varietas Grobogan.

“Upaya mengenalkan berbagai produk yang dihasilkan di RKG dalam rakernas itu saya nilai cukup sukses. Selain tertarik dengan produk yang kita bawa, sejumlah pihak juga sudah ada yang menawarkan kerja sama,” kata Kepala Dinas Pertanian TPH Grobogan Edhie Sudaryanto melalui Kabid Usaha Pertanian dan SDM Sunanto.

Menurutnya, sebelumnya berbagai upaya pengenalan produk RKG juga dilakukan di berbagai ajang pameran. Baik di level kabupaten maupun provinsi. Selain itu, upaya pengenalan juga dilakukan ke berbagai instansi swasta di sejumlah kota besar. (DANI AGUS/AKROM HAZAMI)

Megawati Terkagum-kagum dengan Potensi Kudus

Megawati saat mengunjungi stan pameran di Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Megawati saat mengunjungi stan pameran di Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

KUDUS – Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri mengunjungi Kudus, bersama dengan Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Menkop UKM), Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga, Sabtu (14/11) sore.

Dalam kunjungan yang dilakukan, Megawati melihat stan pameran UMKM yang asli Kudus, serta melihat potensi SMK yang menjadi percontohan tingkat nasional.

Dalam kedatangannya sekitar pukul 15.00 WIB, Megawati  bersama rombongan memasuki Pendapa Pemkab Kudus. Setelah itu, pihaknya langsung melihat berbagai stan yang berada di pendapa.

Acara dimulai dengan penyerahan KUP. Kemudian dilanjutkan dengan melihat potensi Kudus seperti biola, 30 jenis kuliner nusantara dan juga SMK Banat.

Dalam kunjungan ke ke stan SMK1 Kudus. Megawati mencicipi makanan khas tersebut. Lantas Megawati memberikan komentar. Yakni seharusnya tidak hanya 30 makanan saja, melainkan lebih banyak lagi.

“Seharusnya tidak hanya 30 masakan saja. Namun lebih banyak lagi makanan asli Indonesia. Jadi semua masakan asli bisa dipelajari oleh penerus bangsa,” katanya.

Selain itu, rombongan juga melihat batik, bordir dan jenang Kudus. (FAISOL HADI/AKROM HAZAMI)