Empat Atlet Difabel Grobogan Raih Medali di Ajang Pra Peparprov

Atlet difabel Grobogan yang berhasil meraih empat medali di ajang Pra Pekan Paralympic Provinsi (Peparprov) di Surakarta. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, GroboganEmpat atlet penyandang keterbatasan fisik atau difabel dari Grobogan yang mengikuti pertandingan Pra Pekan Paralympic Provinsi (Peparprov) di Surakarta berhasil membawa pulang medali. Totalnya, ada 1 emas, 2 perak, dan 1 perunggu.

Medali emas berhasil diraih Amat Asnawi dari cabor atletik di nomor tolak peluru. Kemudian, dua medali perak didapat dari cabor tenis meja. Atlet yang meraih perak adalah Martin Nasichatun dan Eddhy Wibowo. Satu medali perunggu disumbangkan atlet Slamet di nomor tolak peluru.

”Prestasi yang diraih di ajang Pra Peparprov 23-26 November kemarin diluar dugaan. Terlebih, ada atlet yang bisa dapat medali emas,” kata Kasi Pembudayaan Olahraga Disporabudpar Grobogan Eko Priyono, Senin (27/11/2017).

Menurut Eko, dalam even tersebut ada 10 atlet yang diberangkatkan mengikuti Pra Peparprov di Surakarta. Terdiri 8 putra dan 2 putri.

”Ada tiga cabor yang diikuti dalam Pra Peparprov kemarin. Yakni, atletik, tenis meja, dan bulutangkis. Dari 10 atlet ada 4 yang dapat medali dan ini saya nilai luar biasa,” jelasnya.

Eko Priyono menambahkan, para atlet yang diberangkatkan ke Surakarta itu sebelumnya suadh terjaring dalam Pekan Paralympic Kabupaten (Peperakab) bulan Mei lalu. Dia menambahkan, sejauh ini potensi atlet difabel di Grobogan cukup bagus. Indikasinya, ada satu atlet, yakni Siti Mahmudah yang menjadi duta Indonesia dalam ajang Paralimpiade di Brasil bulan September 2016 lalu.

”Kita harapkan, kedepan ada atlet lagi yang bisa berkiprah ditingkat nasional maupun internasional. Untuk target jangka pendek, mereka yang dapat medali di Pra Perparprov bisa dapat hasil serupa di aven Perparprov tahun depan,” tambahnya.

Editor: Supriyadi

Atlet Tarung Derajat Grobogan Raih Perunggu di Pomnas

Petarung derajat Grobogan Imron Amrullah berhasil meraih perunggu dalam ajang Pomnas 2017 di Makassar. (Tarung Drajad Grobogan)

MuriaNewsCom, Grobogan – Nama Grobogan berkibar di ajang Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (Pomnas) 2017 yang dilangsungkan di Makassar 14-21 Oktober mendatang.

Hal ini seiring keberhasilan Imron Amirullah, atlet tarung derajat Grobogan yang meraih medali perunggu dalam even tersebut. Prestasi yang didapat Imron menambah daftar perolehan medali bagi kontingen Pomnas Jawa Tengah.

Ketua Tarung Derajat Grobogan Boedi Setiawan menyatakan, Imron memastikan meraih perunggu setelah menang dalam laga semifinal siang tadi, Selasa (17/10/2017). Dalam even itu, Imron yang masih tercatat sebagai mahasiswa Unnes Semarang tersebut turun dinomor tarung putera, kelas 61-64 kg.

“Saya merasa bangga karena ada atlet kita yang bisa meraih perunggu di level nasional. Terus terang, saya tidak menyangka kalau Imron bakal meraih perunggu di Pomnas,” jelasnya.

Menurut Budi, kemampuan anak didiknya sejauh ini dinilai cukup bagus. Indikasinya, sebelum tampil di Pomnas, Imron berhasil meraih emas dalam Kejurda Tarung Derajat bulan Juli lalu. Keberhasilan di Kejurda itu mengantarkan Imron meraih tiket ke Porprov 2018 mendatang.

“Mudah-mudahan, keberhasilan Imron berlanjut saat Porprov. Soalnya, Imron merupakan salah satu andalan untuk meraih medali,” imbuhnya. 

Editor: Supriyadi

Gara-gara Nama, Pesilat Cantik Peraih Emas PON Jabar ini Bikin Bupati Grobogan Bangga

Bupati Grobogan Sri Sumarni beserta perwakilan FKPD foto bersama para atlet peraih medali dalam PON XIX di Jawa Barat tahun 2016. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Bupati Sri Sumarni merasa bangga dengan hasil yang didapat atlet dari Grobogan yang memperkuat kontingen Jawa Tengah dalam ajang PON XIX bulan September 2016 lalu. Sebab, dari 16 atlet yang tampil dalam PON tersebut, bisa membawa pulang 10 medali. Terdiri 1 emas, 3 perak, dan 6 perunggu.

“Hasil yang didapat dalam PON di Jabar tahun lalu, saya rasa sudah cukup membanggakan. Saya berharap, prestasi ini bisa jadi tonggak kebangkitan olahraga di Grobogan,” kata Sri dalam acara penyerahan bonus atlet PON yang dilangsungkan di pendapa kabupaten, Jumat (31/3/2017) malam.

Secara khusus, Sri sempat melontarkan pujian tersendiri pada pesilat cantik yang ikut berlaga dalam PON XIX. Sebab, pesilat bernama Sri Rahayu ini merupakan satu-satunya atlet dari Grobogan yang berhasil mendulang emas. Berkat keberhasilannya meraih emas, pesilat ini mendapat bonus uang senilai Rp 25 juta. “Pantas kalau pesilat ini hebat. Soalnya, jenenge podo karo aku (namanya sama dengan saya). Sama-sama punya nama Sri,” kata Sri.

Pernyataan itu kontan langsung disambut tepuk tangan dan tawa para undangan yang hadir dalam acara itu. Termasuk di antaranya, Ketua DPRD Agus Siswanto, Kapolres AKBP Satria Rizkiano, Ketua KONI Fatchur Rachman, Plt Sekda Mokh Nursahid, dan Kepala Disporabudpar Karsono.

Menurut Sri, perjuangan untuk meraih medali di PON tahun lalu memang cukup ketat. Sebab, di beberapa cabor yang diikuti atlet Grobogan ada pesaing atlet pelatnas dan mantan duta olimpiade Brasil lalu. “Jadi perjuangan anak-anak untuk dapat medali di PON memang sangat berat. Oleh sebab itu, saya merasa salut karena mereka bisa berjuang keras untuk meraih medali,” katanya. 

Selain Sri Rahayu, masih ada sembilan atlet lainnya yang mendapatkan bonus. Masing-masing, Aries Susanti Rahayu dari cabor panjat tebing (Rp 10 juta), lifter Affuwun Afwa (Rp 15 juta) dan Ragil Satrio Pambudi dari voli indoor (Rp 7,5 juta).

Penerima bonus selanjutnya adalah tiga karateka, yakni Garuda Mahameru (Rp 10 juta), Ayu Kurniawati (Rp 5 juta), dan Desi Susanti (Rp 10 juta). Kemudian, Bayu Peni Hendraswati dari cabor wushu dan pegulat Jumain masing-masing dapat Rp 10 juta. Satu lagi adalah Ahmad Mustagfirin dari cabor renang yang dapat bonus Rp 5 juta.

Besarnya bonus yang diterima atlet memang tidak sama. Hal itu dipertimbangkan dari beberapa aspek. Seperti jenis medali yang didapat, nomor yang diikuti (individu / beregu) serta posisi dalam tim (pemain inti / cadangan).

Editor : Akrom Hazami