Nyemprot Kacang, Petani di Sukorejo Grobogan Temukan Mayat Tanpa Identitas di Kebun Jati

MuriaNewsCom, Grobogan – Peristiwa penemuan mayat terjadi di Desa Sukorejo, Kecamatan Tegowanu, Jumat (30/3/2018). Mayat seorang lelaki tua itu ditemukan tergeletak di areal kebun jati sekitar pukul 07.00 WIB.

Mayat tersebut kali pertama ditemukan petani setempat yang bernama Sardi (50). Ceritanya, pagi itu Sardi sedang berada di kebun untuk menyemprot tanaman kacang.

Tidak lama setelah melakukan aktivitasnya, Sardi melihat ada sosok orang yang tergeletak di bawah pohon jati. Lokasi kebunnya dengan areal jati itu memang bergandengan.

Ketika diamati, sosok orang yang tergeletak itu tidak ada gerakan sama sekali. Merasa takut, Sardi kemudian mengabarkan peristiwa itu pada ketua RT dan warga lainnya.

Saat warga melakukan pengecekan, sosok orang yang tergeletak itu sudah dalam kondisi meninggal dunia. Selanjutnya, peristiwa itu dilaporkan pada perangkat desa dan diteruskan pada pihak kepolisian.

Sosok mayat itu mengenakan celana panjang warna biru, kaos hitam bergaris dan rangkapan baju panjang warna hijau seperti seragam Hansip. Saat ditemukan, tidak ada identitas yang melekat pada tubuh korban.

Meski demikian, jati diri mayat itu akhirnya berhasil terungkap. Korban diketahui seorang pencari katak bernama Suroto, warga Desa Kunjeng, Kecamatan Gubug.

Pria berusia 70 tahun itu diketahui sudah meninggalkan rumah untuk mencari katak, sejak Rabu (28/3/2018) sekitar pukul 05.00 WIB.

“Sejak pamit pergi mau cari katak, korban tidak kunjung pulang. Pihak keluarga sudah berupaya mencari ke beberapa tempat tetapi tidak berhasil,” kata Kasat Reskrim Polres Grobogan AKP Maryoto.

Ia menjelaskan, dari pemeriksaan yang dilakukan, tidak ditemukan tanda kekerasan atau bekas penganiayaan pada tubuh korban. Diperkirakan korban meninggal karena serangan jatung. Hal itu diperkuat keterangan pihak keluarga yang menyebutkan kalau korban memang punya riwayat penyakit jantung.

Editor: Supriyadi

3 Hari Menghilang, Kardi Ditemukan Tak Bernyawa di Perairan Pandangan Rembang

MuriaNewsCom, Rembang – Setelah tiga hari menghilang di lautan, Kardi (36) nelayan asal Desa Kragan RT 02 RW 03, Kecamatan Kragan, ditemukan tanpa nyawa. Jenazahnya berhasil ditemukan Tim SAR gabungan pada pukul 10.00 WIB, Kamis (29/3/2018).

“Korban ditemukan di perairan Pandangan Kabupaten Rembang dengan jarak dari bibir pantai lebih kurang empat nautical mile. Jenazahnya selanjutnya diserahkan kepada keluarga, untuk dimakamkan,” tutur Whisnu Yugo Utomo Koordinator Basarnas Pos SAR Jepara, dalam siaran pers yang diterima MuriaNewsCom.

Menurutnya, upaya pencarian melibatkan tim SAR gabungan. Terdiri dari Polsek Kragan, koramil Krangan, BPBD, Pos AL, Tagana, PMI, Banser, Dishub, KRI PATREM Rembang dan nelayan setempat.

Kardi sendiri dlaporkan menghilang di perairan Kragan, Rembang pada Selasa (27/3/2018). Berdasarkan informasi yang diterima dari keluarga, korban pergi melaut pada Selasa dinihari pukul 04.00 WIB. Namun, perahu yang digunakan korban ditemukan dalam keadaan kosong oleh nelayan lain, di Pantai Pandangan.

“Menurut keterangan dari keluarga, korban memiliki  riwayat penyakit epilepsi. Dimungkinkan epilepsi korban kambuh lalu jatuh dan tenggelam diperairan kragan.”tutur Whisnu.

Editor: Supriyadi

Mayat Pria Tanpa Identitas Ditemukan Terseret Arus Sungai Lusi di Getasrejo Grobogan

MuriaNewsCom, Grobogan – Sosok mayat pria ditemukan warga di Dusun Sanggrahan, Desa Getasrejo, Kecamatan Grobogan, Senin (26/3/2018). Mayat dalam posisi tengkurap itu ditemukan dalam keadaan terapung dan terseret arus sungai Lusi.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, mayat tersebut kali pertama diketahui warga yang sedang memancing ikan disebelah barat jembatan Lusi di utara kota Purwodadi sekitar pukul 14.30 WIB. Melihat sosok mayat, pemancing ikan kemudian mengabarkan peristiwa itu pada warga sekitar.

Warga sempat bermaksud melakukan evakuasi namun tidak berhasil. Soalnya, mayat tersebut sudah terseret arus dan posisinya ada ditengah aliran sungai.

Selanjutnya, warga mengabarkan informasi itu pada pihak kepolisian dan BPBD Grobogan. Akhirnya, mayat tersebut berhasil dievakuasi di Dusun Sanggrahan ketika posisinya ada ditepian sungai.

Saat ditemukan, mayat pria itu mengenakan kaos krah warna biru bergaris putih dan celana pendek warna coklat. Saat diperiksa, tidak ada identitas yang ditemukan.

Kasat Reskrim Polres Grobogan AKP Maryoto menyatakan, saat ini, mayat tersebut sudah dibawa ke RSUD Purwodadi untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. “Identitasnya belum terungkap. Ini masih kita lakukan pemeriksaan dan nanti akan kita kabari,” katanya.

Editor: Supriyadi

Seorang Kakek di Kalangdosari Grobogan Tewas Bunuh Diri di Sungai Lusi

MuriaNewsCom, GroboganMayat seorang pria kembali ditemukan tersangkut sampah dipinggiran sungai Lusi yang masuk wilayah Desa Kalangdosari, Kecamatan Ngaringan, Kamis (22/3/2018). Korban diketahui merupakan warga setempat yang bernama Mbah Wiharjo (73).

Sehari sebelumnya, peristiwa penemuan mayat juga terjadi di aliran sungai lusi di desa tersebut. Korbannya juga warga setempat yang bernama Doni Irawan (21).

Informasi yang didapat menyebutkan, penemuan mayat Mbah Wiharjo terjadi sekitar pukul 11.00 WIB. Mayat tersebut kali pertama diketahui oleh dua orang kerabat korban. Yakni Muh Komari (20) dan Mustajab (22).

Saat itu, keduanya memang sedang mencari keberadaan korban karena sejak semalaman tidak pulang ke rumah. Saat dicari didalam rumah, ditemukan tulisan diatas meja berbunyi “Timbang panas, luwih becik mati’ yang ditulis menggunakan arang. Selama beberapa waktu terakhir, korban tinggal sendiri karena istrinya berada di Samarinda.

Pencarian Mbah Wiharjo sengaja dilakukan dengan menyusuri aliran sungai Lusi disebelah timur Bendung Dumpil. Tindakan itu dilakukan karena diduga korban bunuh diri dengan menceburkan diri ke dalam sungai.

Setelah menyusuri sungai hampir dua jam, mereka akhirnya menemukan tubuh korban tersangkut sampah dipinggiran sungai. Selanjutnya, peristiwa itu dikabarkan pada warga sekitar dan diteruskan hingga pihak kepolisian.

Kabar ditemukannya mayat tak ayal langsung membikin geger warga setempat. Setelah berada dilokasi, warga kemudian mengevakuasi mayat karena khawatir terseret arus sungai.

Kapolsek Ngaringan AKP Sumardi ketika dimintai komentarnya menyatakan, dari hasil pemeriksaan yang dilakukan bersama tim inafis Polres Grobogan dan puskesmas, tidak ditemukan bekas penganiayaan. Korban dinyatakan meninggal tenggelam akibat tindakan bunuh diri.

“Tidak ada bekas kekerasan yang ditemukan. Korban bunuh diri ke dalam sungai,” jelasnya.

Menurutnya, selain pesan yang ada di meja rumahnya, tindakan bunuh diri itu diperkuat dengan penemuan barang bukti yang melekat pada tubuh korban. Yakni, sarung berisi tiga buah batu cukup besar yang diikatkan pada bagian leher korban.

“Jadi, korban dengan sengaja mengaitkan sarung berisi batu ke lehernya. Setelah itu, korban menyeburkan diri ke sungai dan akhirnya meninggal. Korban sudah kita serahkan pada pihak keluarganya untuk dimakamkan,” katanya.

Editor: Supriyadi

Pamit Nonton Dangdut, Warga Kalangdosari Grobogan Ditemukan Tewas di Sungai Lusi

MuriaNewsCom, GroboganMayat seorang pria ditemukan tersangkut rubuhan pohon bambu di pinggiran Sungai Lusi yang masuk wilayah Desa Kalangdosari, Kecamatan Ngaringan, Rabu (21/3/2018). Korban diketahui merupakan warga setempat yang bernama Doni Irawan (21).

Informasi yang didapat menyebutkan, penemuan mayat terjadi sekitar pukul 09.30 WIB. Mayat tersebut kali pertama diketahui oleh dua warga Desa Kalanglundo, Kecamatan Ngaringan Rubiyanto (29) dan Sudaryanto (28).

Saat itu, keduanya sedang mencari ikan dialiran sungai lusi yang kondisi airnya sedang surut. Saat sampai di Dusun Dumpil, Desa Kalangdosari, keduanya melihat ada sosok orang yang tersangkut rumpun bambu dipinggiran sungai.

Ketika didekati, sosok orang itu sudah dalam kondisi meninggal dunia. Selanjutnya, kedua pencari ikan mengabarkan peristiwa itu pada warga sekitar dan diteruskan hingga pihak kepolisian. Kabar ditemukannya mayat tak ayal langsung membikin geger warga setempat.

Kapolsek Ngaringan AKP Sumardi ketika dimintai komentarnya menyatakan, dari hasil pemeriksaan yang dilakukan bersama tim inafis Polres Grobogan dan puskesmas, tidak ditemukan bekas penganiayaan. Korban dinyatakan meninggal karena tenggelam.

“Tidak ada bekas kekerasan. Meninggalnya korban, murni akibat tenggelam,” jelasnya.

Menurutnya, dua hari sebelumnya, Senin (19/3/2018) malam, korban sempat pamit pada keluarganya kalau mau nonton dangdut di kampung seberang sungai. Hingga dua hari, korban tidak kunjung pulang sehingga pihak keluarga sempat mencari ke beberapa tempat. Namun, keberadaan korban tetap tidak ditemukan.

“Korban pergi dari rumah berjalan kaki lewat pinggiran sungai. Kemungkinan saat itu korban terpeleset dan akhirnya tenggelam,” jelasnya.

Editor: Supriyadi

Mayat Terapung di Saluran Irigasi Gegerkan Warga Desa Kecapi Jepara

MuriaNewsCom, Jepara – Sesosok mayat ditemukan di saluran irigasi Dukuh Grobogan, Desa Kecapi RT 42 RW 08, Kecamatan Tahunan, Rabu (21/3/2018), pagi.

Kapolsek Tahunan AKP Sama’i menyebut, identitas mayat itu adalah Aris Setiawan (26). Ia adalah warga Desa Bulungan RT 10 RW 04 Kecamatan Pakis Aji. Diduga, kematian korban karena terpeleset dan tercebur di saluran irigasi.

“Berdasarkan penuturan keluarga, Aris juga pernah memiliki riwayat penyakit epilepsi‎,” tuturnya.

Adapun, kronologi penemuan mayat terjadi sekitar pukul 07.30 WIB. Seorang saksi yakni Hadi Mustiko, lewat di samping saluran irigasi. Kemudian, ia melihat ada sesosok tubuh pria yang tertelungkup di saluran tersebut.

Mengetahui hal itu, ia lantas mengabarkannya kepada warga sekitar dan pihak berwenang. Tak berselang lama, petugas dari BPBD Jepara dan Polsek Tahunan tiba ditempat, untuk mengevakuasi mayat tersebut.

Kontan kejadian itu membuat warga sekitar gempar dan mendatangi lokasi kejadian.

Dari pemeriksaan yang dilakukan oleh dokter Puskesmas Tahunan, terdapat luka lecet ringan pada bibir. Adapun, penyebab kematian diduga karena kehabisan oksigen karena tenggelam.

“Luka di bibir bawah dimungkinkan karena korban terbentur saat terjatuh. Kehabisan oksigen ditengarai sebagai penyebab kematiannya. Berdasarkan pemeriksaan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban,” kata Sama’i.

Dari keterangan keluarga, Aris keluar dari rumah seorang diri untuk membeli gagang cangkul. Saat itu, diketahui cuaca sedang turun hujan deras.

Editor: Supriyadi

2 Orang Hanyut di Grobogan Ditemukan dalam Waktu Bersamaan

MuriaNewsCom, GroboganUpaya pencarian dua orang yang hanyut ke sungai akhirnya membuahkan hasil, Selasa (13/3/2018). Kedua korban ditemukan dalam waktu hampir berbarengan, sekitar pukul 09.30 WIB.

Korban pertama yang ditemukan adalah Yahmin alias Yatin (40), warga Desa Klitikan, Kecamatan Kedungjati yang dilaporkan hanyut di sungai Tuntang sejak empat hari lalu. Korban ditemukan dipinggiran sungai dalam kondisi tertutup lumpur dan hanya terlihat beberapa bagian tubuhnya.

Jasad korban ditemukan oleh warga yang saat itu sedang dalam perjalanan menuju sawah. Lokasi penemuan korban masuk Desa Deras, Kecamatan Kedungjati yang berjarak sekitar 2 km dari titik hanyut.

Tidak lama berselang, operasi yang dilakukan Tim SAR gabungan di wilayah Kecamatan Geyer juga membuahkan hasil. Yakni, pencarian Mbah Manem, warga Desa Monggot yang dilaporkan terpental ke sungai setelah sebelumnya tertabrak kereta api, Senin (12/3/2018).

Jasad nenek berusia 78 tahun itu ditemukan warga dalam posisi tersangkut sampah di pinggiran sungai. Lokasi penemuan korban masuk wilayah Dusun Batur, Desa Ledokdawan yang jaraknya sekitar 10 km dari titik hanyut.

Kasi Kedaruratan BPBD Grobogan Masrichan menyatakan, meski sudah ditemukan, namun upaya evakuasi kedua korban menuju ke jalan raya butuh waktu cukup lama, Yakni, hampir 1,5 jam karena medannya cukup berat.

”Alhamdulillah, proses pencarian kedua korban akhirnya berhasil. Setelah dievakuasi, jenazah korban kita serahkan pada pihak keluarganya. Dengan ditemukannya kedua korban, maka operasi pencarian kita tutup,” jelasnya.

Ia menambahkan, pencarian orang hanyut pada dua lokasi itu mendapat dukungan dari sejumlah pihak. Selain jajaran TNI dan Polri, pihaknya juga didukung personil dari Basarnas Pos Jepara, Pramuka, relawan dan masyarakat setempat.

Editor: Supriyadi

Pemandu Karaoke di Kendal Dibunuh Pacarnya yang Begal, Tubuhnya Dicor di Bak Mandi

MuriaNewsCom, Kendal – Aparat Polres Kendal berhasil membekuk pelaku pembegalan yang sering meresahkan masyarakat di kabupaten itu. Dari hasil penangkapan ini, polisi menemukan fakta yang jauh lebih mengejutkan.

Pelaku yang diketahui bernama Didik Ponco Sulistyo (28), mengaku telah membunuh seorang perempuan yang bekerja sebagai pemandu karaoke. Pengakuannya, korban dihabisi enam hari lalu dan dikubur di rumahnya di Desa Puguh, Kecamatan Boja, Kendal.

Polisi yang mendapat pengakuan itu, Jumat (23/2/2018) sore langsung bergerak ke rumah pelaku langsung melakukan penggeledahan dan pemeriksaan. Ternyata tubuh korban disembunyikan di bak kamar mandi oleh pelaku.

Tubuh korban ditimbun menggunakan pasir lalu dicor di bak mandi tersebut. Temuan ini langsung menggerkan warga.

Dari hasil pemeriksaan diketahui jika korban bernama Fitria Anggraeni (24), warga Desa Margosari, Kecamatan Limbangan Kendal. Kasat Reskrim Polres Kendal AKP Aris Munandar mengatakan, saat ditemukan korban hanya mengenakan celana dalam.

”Korban bekerja sebagai pemandu karaoke di salah satu tempat hiburan di Kecamatan Boja. Penemuan ini dari hasil pengembangan kasus pembegalan,” katanya.

Proses olah TKP di bak mandi, lokasi tempat penguburan korban pembunuhan di Kendal. (istimewa)

Ia menyebut, dugaan sementara korban dibunuh dengan cara dicekik. Namun untuk memastikannya, tubuh korban dikirim ke RS Bhayangkara Semarang untuk dilakukan autopsi. Motif pembunuhan diduga karena masalah utang.

“Kami masih melakukan pendalaman. Kami menduga ada hubungan istimewa antara korban dan tesangka,” ujarnya.

Tubuh korban sengaja dimasukkan ke dalam bak mandi lalu dituup pasir dan dicor untuk agar tak tercium bau busuk.

Ia menyebut, terbongkarnya kasus pembunuhan ini berawal dari penangkapan pelaku dalam kasus pembegalan. Saat digiring untuk menunjukkan barang bukti di rumahnya, pelaku mengaku telah melakukan pembunuhan.

Sementara itu, Kadus Tanggulangin Desa Margosari, Munawar mengatakan, pengakuan dari keluarga, korban dijemput pelaku pada Jumat (16/2/2018) pekan lalu. Selama ini pelaku dan korban memang dikenal cukup akrab, dan pealku sering menjemput korban di rumahnya.

“Namun setelah dijemput pada Jumat pekan lalu, korban tidak pernah pulang dan tidak bisa dihubungi oleh keluarganya,” terangnya.

Editor : Ali Muntoha

Dikira Tidur, Warga Margomulyo Pati Tewas di Depan Kantor PPK Tayu

MuriaNewsCom, Pati – Amin Badu warga Desa Margomulyo, Kecamatan Tayu ditemukan tewas di depan Kantor PPK Tayu, Selasa (20/2/2018). Jenazah korban kali pertama diketahui oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Tayu saat patroli.

Dilansir dari laman resmi Polres Pati, Kapolres Pati AKBP Maulana Hamdan mengatakan, penemuan mayat tersebut diketahui sekitar pukul 06.30 WIB. Saat itu, personel Satpol PP Tayu sedang mengecek lingkungan Kecamatan dan menemukan korban dalam keadaan terlentang.

Karena dikira tidur, korban pun dibangunkan. Hanya saja, setelah dicoba beberapa kali ternyata tidak bangun. ”Akhirnya petugas mengecek denyut nadinya. Setelah dicek trnyata korban sudah tidak bernyawa,” katanya

Mengetahui hal itu, petugas kemudian menghubungi Kades Tayu Wetan, Puskesmas I Tayu, dan Polsek Tayu. Setelah diselediki, tidak ada tanda kekerasan apapun yang ada di tubuh korban. Dugaan sementara korban meninggal karena sakit.

”Dari hasil pemeriksaan tenaga kesehatan Puskesmas I Tayu tidak ditemukan luka maupun kekerasan fisik. Kuat dugaan penyebab meninggal dikarenakan sakit. Diperkirakan korban sudah meninggal sejak pukul 03.00 WIB,” imbuhnya.

Editor: Supriyadi

Baca: Laka Maut di Pamotan Rembang, Satu Orang Tewas

Nenek 79 Tahun di Grobogan Ditemukan Tewas dalam Kamar Mandi

MuriaNewsCom, GroboganSuasana heboh terjadi di jalan Cempaka Purwodadi, Grobogan, Selasa (13/2/2018). Hal ini terjadi menyusul adanya seorang warga yang ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di dalam kamar mandi rumahnya sekitar pukul 09.30 WIB.

Warga yang ditemukan meninggal diketahui bernama Atmariyah, warga setempat. Nenek berusia 79 tahun ditemukan meninggal dalam posisi terlentang di dalam kamar mandi.

Saat ditemukan, korban masih mengenakan pakaian daster. Diperkirakan, korban sudah meninggal beberapa hari sebelum ditemukan. Selama ini, korban memang tinggal sendirian di rumahnya.

Informasi yang didapat menyebutkan, sebelum diketahui meninggal, warga sekitar sempat mencium bau menyengat yang diperkirakan berasal dari rumah korban. Karena curiga, warga mencoba memanggil penghuni rumah tetapi tidak ada jawaban.

Petugas membuka paksa rumah nenek Atmariyahdi jalan Cempaka Purwodadi, Grobogan, Selasa (13/2/2018). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Beberapa warga sempat ada yang mencoba membuka pintu rumah tetapi tidak berhasil karena dikunci dari dalam. Selanjutnya, warga menghubungi ketua RT setempat supaya melaporkan ke Polsek Purwodadi.

”Setelah dapat laporan, kami langsung mendatangi lokasi dan berupaya membuka pintu rumah. Akhirnya kita ketahui kalau korban ternyata sudah dalam keadaan meninggal dunia di dalam kamar mandi. Selanjutnya, jenazah kita bawa ke RSUD untuk diperiksa lebih lanjut,” jelas Kapolsek Purwodadi AKP Sugiyanto.

Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan tim Inafis dan dokter RSUD Purwodadi, tidak ditemukan tanda penganiayaan pada tubuh korban. Korban diduga meninggal karena menderita sakit. Jenazah korban selanjutnya diserahkan pada pihak keluarganya untuk dimakamkan.

Editor: Supriyadi

Penjual Makanan di Menara Kudus Ditemukan Tak Bernyawa di Dalam Kios

MuriaNewsCom, Kudus – Rijati (60) penjual makanan di kompleks Masjid Menara Kudus ditemukan tak bernyawa dalam kiosnya, Rabu (7/2/2018). Jasad perempuan malang ini baru ditemukan warga setelah dua hari tak terlihat sejak Selasa (6/2/2018).

Hal itu berawal dari banyaknya pedagang yang curiga kiosnya tak buka sejak hari Selasa (6/2/2018). Setelah dicek, kecurigaan warga ternyata benar. Setelah pintu kios dicongkel, Rijati ditemukan sudah menjadi mayat.

Saat pertama kali ditemukan, warga Joyokatan RT 04 RW 05 Serengan, Surakarta itu berada dalam posisi telentang, seperti orang tidur. Di kedua tangannya perhiasan masih terpasang.

Peristiwa itu kontan membuat kawasan tersebut geger. Lantaran, lokasi penemuan mayat dekat dengan Masjid Menara, yang kerap dijadikan lokasi wisata religi.

Kapolsek Kota Kudus AKP Muhammad Khoirul Naim mengatakan, penemuan mayat memang berawal dari kecurigaan warga. Kemudian warga bersepakat untuk membuka paksa warung tersebut, karena si penjual tidak merespon.

“Warga akhirnya mencongkel pintu kios, setelahnya ditemukan Rijati dalam kondisi meninggal dunia. Semasa hidup, yang bersangkutan memang dikenal sebagai penjual makanan di kawasan tersebut,” terangnya.

Mendapati hal tersebut, warga kemudian melapor pada pihak berwajib. Mayat korban kemudian dibawa ke RSUD Loekmono Hadi Kudus, untuk pemeriksaan medis.

Setelah dilakukan pemeriksaan, penyebab kematian korban diduga karena penyakit. Hal itu lantaran tidak ditemukannya tanda-tanda kekerasan di jasad Rijati.

“Tidak ada tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Simpulan dari tim medis, yang bersangkutan telah meninggal lebih dari 6 jam. Sementara penyebabnya diduga karena serangan jantung,” ungkap Kapolsek Kota Kudus.

Simpulan itu juga diperkuat dengan keterangan warga sekitar. Sebelum ditemukan meninggal, Rijati sempat memeriksakan penyakitnya ke puskesmas setempat.

Editor: Supriyadi

Pria Asal Kaltim Tewas Tengkurap di Kamar Kos Purwodadi

MuriaNewsCom, GroboganSuasana heboh terjadi di sebuah tempat kos-kosan di jalan Cempaka Purwodadi, Grobogan, Kamis (1/2/2018). Hal ini terjadi menyusul adanya seorang penghuni kos yang diketahui sudah dalam kondisi tidak bernyawa di dalam kamar kosnya sekitar pukul 11.30 WIB.

Penghuni kos yang meninggal adalah seorang pria berusia 62 tahun. Warga sekitar maupun penghuni lainnya belum begitu akrab karena pria tersebut baru sekitar beberapa bulan tinggal di tempat kos itu.

Korban diketahui meninggal dalam posisi tengkurap diatas kasur. Saat itu, kondisi kamar kos dalam keadaan terkunci. Meninggalnya korban diketahui saat pemilik kos bernama Suwarti (57) mengintip kamar lewat ventilasi jendela.

Kapolsek Purwodadi AKP Sugiyanto menyatakan, korban diketahui bernama Harry sugeng kusbintoro yang bekerja sebagai wiraswasta. Korban tercatat beralamat di Gang Famili 3B, Kelurahan/Kecamatan Sangata Utara, Kabupaten Kutai Timur, Kaltim.

Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan tim Inafis dan dokter RSUD Purwodadi, tidak ditemukan tanda penganiayaan pada tubuh korban. Korban diduga meninggal karena menderita sakit.

Polisi sedang melakukan pemeriksaan pria yang meninggal di dalam kamar kosnya di jalan Cempaka Purwodadi, Kamis (1/2/2018). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Dugaan ini diperkuat dengan adanya kartu berobat yang ditemukan di kamar kos. Dari kartu itu, pihaknya meminta keterangan pada dokter di tempat korban berobat sebelumnya.

”Kita sudah datangi tempatnya berobat. Korban sebelumnya sempat periksa karena mengalami sakit maag,” jelasnya.

Ia menambahkan, meninggalnya korban kali pertama diketahui oleh pemilik kos. Biasanya, korban pada jam itu sudah keluar dari kamarnya. Tetapi, hari ini, pemilik kos belum melihatnya keluar kamar sejak pagi.

Selanjutnya, pemilik kos mencoba mengetuk pintu kamar tetapi tidak ada sahutan. Saat diintip dari ventilasi jendela, korban terlihat dalam posisi tengkurap tanpa ada tanda gerakan.

”Selanjutnya, pemilik kos tadi menghubungi ketua RT setempat supaya melaporkan ke Polsek Purwodadi. Setelah dapat laporan, kami langsung mendatangi lokasi dan berupaya membuka pintu kamar. Sesudah pintu terbuka, korban ternyata sudah dalam keadaan meninggal dunia,” sambung Sugiyanto.

Jenazah korban selanjutnya akan diserahkan pada pihak keluarganya yang kebetulan tinggal di dalam kota Purwodadi. Yakni, kakak kandung dan kakak ipar korban. Baik kakak kandung maupun kakak iparnya menyatakan kalau sebelumnya korban memang sedang sakit.

”Pihak keluarga sudah berhasil kita hubungi agar mengambil jenazah korban yang ada di RSUD Purwodadi untuk dimakamkan,” imbuhnya.

Editor: Supriyadi

Pamit Cari Rumput, Warga Karangranyar Grobogan Tewas Tersengat Listrik

MuriaNewsCom, GroboganPeristiwa orang tewas akibat tersengat arus listrik terjadi di Desa Karanganyar, Kecamatan Geyer, Sabtu (27/1/2018). Korbannya diketahui bernama Jimin (43), warga yang tinggal di Dusun Jurug, RT 03, RW 08.

Informasi yang didapat menyebutkan, peristiwa tragis itu diketahui sekitar pukul 09.00 WIB. Saat itu, korban ditemukan sejumlah warga dalam kondisi tergeletak di pematang sawah. Kondisi korban saat diperiksa sudah dalam keadaan tidak bernyawa.

Posisi tangan kiri korban masih terlihat memegang sabit yang menempel pada seutas kabel listrik. Kabel tersebut juga terlihat menempel pada leher korban sebelah kanan.

Kabel tersebut digunakan untuk menyalurkan listrik antar rumah warga yang jaraknya sekitar 200 meter, melewati areal persawahan. Kabel dibentangkan dengan diberi tiang penyangga dari bambu yang ditancapkan di pinggiran pematang sawah.

Kapolsek Geyer AKP Sunaryo menyatakan, dari hasil pemeriksaan yang dilakukan, tidak ditemukan tanda kekerasan pada tubuh korban. Sejumlah luka yang terdapat pada tubuh korban merupakan luka bakar akibat sengatan arus listrik.

“Korban meninggal akibat kena sengatan arus listrik. Tidak ada tanda penganiayaan yang ditemukan. Setelah kita lakukan pemeriksaan, jenazah kita serahkan pada pihak keluarga untuk dimakamkan,” katanya.

Ia menyatakan, korban diketahui meninggalkan rumah hari Jumat atau sehari sebelumnya dengan tujuan mencari rumput untuk pakan ternak. Namun, hingga malam hari belum juga pulang.

Kemudian, pihak keluarga sempat mencari hingga ke sekitar kawasan hutan tetapi tidak berhasil menemukan keberadaan korban. Baru pada keesokan harinya itulah, korban ditemukan warga dalam kondisi tergeletak di pematang sawah.

Editor: Supiyadi

Terapung di Sungai Lusi, Mayat Balita 1,5 Tahun Gegerkan Warga Tanjungrejo Grobogan

MuriaNewsCom, GroboganWarga Desa Tanjungrejo, Kecamatan Wirosari, Grobogan digegerkan dengan penemuan sosok mayat di pinggiran sungai Lusi, Jumat (26/1/2/018). Mayat seorang bocah perempuan tersebut ditemukan sekitar pukul 13.00 WIB.

Mayat  itu kali pertama ditemukan oleh warga bernama Solikin (24) yang saat itu hendak mencari biawak dipinggiran sungai Lusi. Saat mencari sarang biawak, ia sempat mencium bau menyengat.

Setelah ditelusuri akhirnya terdapat sosok mayat  terapung di pinggiran sungai yang tersangkut tumpukan sampah. Selanjutnya, peristiwa itu dilaporkan pada perangkat desa dan diteruskan pada pihak kepolisian.

Saat ditemukan, mayat balita itu mengenakan kaos oblong warna hijau dan celana pendek ungu. Mayat balita juga terlihat masih mengenakan perhiasan kalung, anting dan gelang di tangan kiri. Kondisi mayat cukup susah dikenali karena diperkirakan sudah terendam air selama beberapa hari.

Tidak lama kemudian, petugas dari Polsek Wirosari dan Polres Grobogan sudah tiba di lokasi pememuan mayat. Setelah dilakukan pemeriksaan bersama tim medis Puskesmas Wirosari, tidak ditemukan tanda kekerasan pada mayat tersebut.

Beruntung, setelah melakukan penyelidikan lebih lanjut, identitas mayat itu akhirnya terungkap. Mayat itu diketahui bernama Nur Hidayah, warga Desa Tuko, Kecamatan Pulokulon yang masih berusia 1,5 tahun. Beberapa hari sebelumnya, bocah tersebut sudah dilaporkan hilang oleh pihak keluarganya ke Polsek Pulokulon.

”Pada tubuh korban tidak ada tanda kekerasan. Setelah selesai dilakukan pemeriksaan jenazahnya sudah kita serahkan pada pihak keluarganya untuk dimakamkan,” kata Kapolsek Wirosari AKP Toni Basuki.

Editor: Supriyadi

Hanyut 12 Hari, Warga Randurejo Grobogan Ditemukan Membusuk di Tumpukan Sampah Sungai Klampisan

MuriaNewsCom, Grobogan – Sosok mayat ditemukan warga dipinggir sungai Klampisan di Desa Tuko, Kecamatan Pulokulon, Sabtu (20/1/2018). Mayat ditemukan mengambang diatas tumpuhan sampah ditikungan sungai, sekitar pukul 10.00 WIB.

Saat ditemukan, kondisi mayat sudah rusak dan mengeluarkan bau busuk. Mayat tersebut sepintas juga sulit dikenali karena kondisinya sudah mengenaskan. Diperkirakan, mayat itu sudah berhari-hari berada di sungai. Tidak lama kemudian, mayat berhasil dievakuasi tim SAR dari pinggir sungai.

Baca: Sudah 7 Hari Tak Ketemu, SAR Hentikan Pencarian Warga Randurejo Grobogan yang Hanyut

Setelah periksa didaratan, ada indikasi kalau mayat itu berjenis kelamin laki-laki. Hal itu berdasarkan beberapa ciri yang masih bisa dikenali meski kondisinya sudah tidak utuh.

Sejumlah anggota SAR BPBD Grobogan memperikakan jika mayat itu adalah warga Desa Randurejo, Kecamatan Pulokulon yang sebelumnya sempat dicari selama sepekan. Namun, hasilnya nihil sehingga operasi pencarian akhirnya dihentikan.

Baca: 2 Hari Tak Pulang, Warga Randurejo Grobogan Dilaporkan Hanyut di Sungai

“Kita perkirakan, mayat itu adalah warga yang kita cari sejak 12 hari lalu. Namun, untuk pastinya masih dilakukan pemeriksaan di RSUD Purwodadi,” jelasnya.

Sementara itu, Kapolsek Pulokulon AKP Juhari menyatakan, mayat yang ditemukan memang diindikasikan adalah pemuda dari Desa Randurejo bernama Khoirul Anwar alias Aan (18) yang dilaporkan hanyut pada Minggu (8/1/2018) sore. Pihak keluarganya juga sudah melihat kondisi mayat yang ditemukan di Pulokulon itu.

“Pihak keluarga mengenali dari ciri korban dari bentuk giginya. Namun, untuk lebih memudahkan pengenalan, jenazah kita bawa ke RSUD supaya dibersihkan. Ini, saya dan pihak keluarga ada di kamar jenazah RSUD,” katanya.

Editor: Supriyadi

Penjaga Gudang Pusri di Grobogan Kaget Lihat Mayat di Pos Jaga

MuriaNewsCom, Grobogan – Suasana gudang pupuk Pusri di Desa Depok, Kecamatan Toroh, Grobogan berubah jadi geger, Sabtu (13/1/2017). Hal ini menyusul adanya seorang pria yang diketahui meninggal dunia di samping pos jaga gudang, sekitar pukul 11.30 WIB.

Pria yang meninggal ini diketahui bernama Warsito alias Alex yang tinggal tidak jauh dari gudang Pusri. Pria berusia 43 tahun itu meninggal dalam posisi tidur di sebuah kursi kayu panjang di samping pos jaga tersebut.

Informasi yang didapat menyebutkan, meninggalnya pria yang bekerja serabutan itu kali pertama diketahui oleh Jumadi (43), salah satu penjaga malam gudang pupuk tersebut. Ceritanya, Jumadi siang itu hendak keluar dari gudang dan sempat melihat korban tidur di kursi kayu.

Kemudian, ia pun bermaksud membangunkan korban. Saat dibangunkan, korban tidak merespon. Selanjutnya, Jumadi memanggil beberapa kuli panggul untuk memeriksa kondisi korban.

Saat diperiksa, pria yang tertidur dalam posisi kaki menjulur lantai itu sudah dalam keadaan meninggal. Peristiwa itu kemudian dilaporkan pada kepala gudang dan diteruskan ke pihak kepolisian.

Kapolsek Toroh AKP Sudarwati ketika dikonformasi wartawan membenarkan adanya pria yang dilaporkan meninggal di pos jaga gudang pupuk tersebut. Dari hasil pemeriksaan tim Inafis Polres Grobogan dan dokter Puskesmas Toroh, tidak ditemukan tanda penganiayaan pada tubuh korban.

“Korban diduga meninggal karena sakit. Tidak ada tanda kekerasan pada tubuh korban,” katanya.

Editor : Ali Muntoha

Pedagang Syok Temukan Mayat di Parkiran Pasar Bulu

Petugas Inafis Polrestabes Semarang tengah memeriksa mayat tak beridentitas di area parkir Pasar Bulu Semarang, Rabu (27/12/2017). (Istimewa)

MuriaNewsCom, Semarang – Sakinah (50), salah satu pedagang di Pasar Bulu, Kota Semarang, Rabu (27/12/2017) kaget bukan kepalang saat menemukan sesok mayat tergeletak di pelataran parkir lantai dasar Pasar Bulu.

Pedagang sayuran itu menemukan mayat tersebut, saat mau membuka dagangan, sekitar pukul 04.00 WIB. Ia cukup syok, karena saat turun dari motor dan hendak naik ke lantai atas, di mana ia berjualan sayur, tiba-tiba melihat mayat tergeletak.

“Awalnya saya kira tidur, terus dibangunkan orang parkir karena tempat parkir pasti akan ramai. Namun ternyata saat dibangunkan, korban sudah tidak bernyawa,” katanya.

Mayat tersebut diketahui sebagai seorang pemulung. Korban memang sering mencari barang bekas di sekitar Pasar Bulu.

Sementara itu, Kanit Inafis Polrestabes Semarang Iptu Sawal menerangkan, kondisi mayat lusuh, kumel, dan tampak tua. Diperkirakan usia mayat paruh baya, dan tak membawa identitas.

Para personel Inafis langsung mengevakuasi mayat tersebut dan melarikannya ke RSUP Kariadi Semarang. Kini mayat telah berada di RSUP dr Kariadi Semarang untuk dilakukan autopsi dan pemeriksaan lebih lanjut.

Editor : Ali Muntoha

Mayat Laki-laki Tanpa Identitas Ditemukan di Kawasan Tambak Bakaran Kulon Pati

Jenazah tanpa identitas yang ditemukan di kawasan tambak Desa Bakaran Kulon, Juwana dievakuasi dan dibawa ke RSUD Soewondo. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Mayat laki-laki tanpa identitas ditemukan di kawasan tambak Desa Bakaran Kulon, Kecamatan Juwana, Pati, Senin (4/12/2017).

Mayat tersebut pertama kali ditemukan warga setempat, Gunawan Cahyo Widodo (42) di sebuah gubuk kawasan tambak. Dia lantas melaporkan kejadian itu kepada petugas kepolisian.

Dari informasi yang dihimpun, korban diketahui sudah berada di sekitar gubuk selama tiga bulan. Namun, kesehariannya tidak pernah berinteraksi dengan warga.

Baca: Hindari Kubangan Air, Warga Senenan Jepara Tewas Terlindas Truk Dam

Hasil pemeriksaan yang dilakukan petugas menunjukkan, korban berusia sekitar 50 tahun dengan tinggi 170 cm. Saat ditemukan, mayat sudah kaku.

“Ciri-cirinya, kepalanya botak, tidak mengenakan baju, memakai celana pendek kolor warna hitam, keluar air mani. Juga tidak ada lebam dan tidak ada tanda-tanda penganiayaan,” ujar Kapolsek Juwana AKP Didik Dewantoro.

Seusai dievakuasi, jenazah lantas diserahkan kepada kepala desa setempat untuk selanjutnya dibawa ke RSUD Soewondo Pati.

Polisi mengimbau kepada masyarakat yang mengetahui ciri-ciri mayat tersebut untuk segera menghubungi RSUD Soewondo.

Editor: Supriyadi

Tukang Perahu di Pulokulon Temukan Mayat Perempuan di Pinggir Sungai Lusi Grobogan

Sejumlah petugas melakukan evakuasi mayat yang ditemukan di sungai Lusi Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Warga Dusun Pelem, Desa/ Kecamatan Pulokulon, Grobogan dikejutkan dengan peristiwa penemuan mayat di pinggir sungai Lusi yang di sebelah utara perkampungan. Mayat yang ditemukan dalam posisi terlentang itu berjenis kelamin perempuan. Mayat yang mengenakan celana jins warna biru dan kaos tanpa lengan warna ungu tersebut ditemukan sekitar pukul 08.30 WIB.

Mayat yang mengambang di pinggiran sungai kali pertama diketahui oleh tukang perahu bernama Budi (19) saat akan menyeberangkan tetangganya bernama Nardi (45). Saat hendak menyeberang, keduanya melihat ada sosok mencurigakan beberapa meter di depan perahu.

Kemudian, Nardi meminta Budi agar mendekatkan perahunya ke lokasi itu. Setelah didekati, sosok mencurigakan itu adalah mayat. Selanjutnya, kedua orang itu segera kembali ke kampung dan mengabarkan peristiwa itu pada perangkat desa dan diteruskan pada pihak kepolisian.

Meski mayat mengenakan pakaian lengkap, namun tidak ditemukan tanda pengenal pada tubuh korban. Hal itu sempat menyulitkan polisi untuk mengenali identitas korban. Diperkirakan, korban juga bukan warga sekitar. Soalnya, warga setempat tidak ada yang mengenali atau merasa kehilangan anggota keluarganya.

Jatidiri korban akhirnya bisa terlacak setelah polisi melakukan pemeriksaan sidik jari korban. Dari metode ini, muncul nama Siti Sundari (24), warga Desa Wado, Kecamatan Kedungtuban, Kabupaten Blora.

Kasat Reskrim Polres Grobogan AKP Suwasana mengatakan, dari hasil pemeriksaan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan fisik pada tubuh korban. Saat ini, pihaknya menunggu keluarga korban untuk meminta izin untuk dilakukan autopsi untuk mengetahui penyebab kematian korban.

”Dari pemeriksaan luar, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Namun, kami masih menunggu keluarga korban untuk melakukan autopsi. Setelah itu, kami akan kembalikan jenazah pada keluarga korban,” ujarnya.

Editor: Supriyadi

Penjual Topi dan Sandal Keliling di Kudus Ditemukan Tewas Dalam Parit

Penjual topi dan sandal ditemukan tewas dalam parit. (ISTIMEWA)

MuriaNewsCom, Kudus – Seorang penjual topi dan sandal keliling ditemukan tewas dalam parit di Jalan Lingkar Selatan tepatnya di parit sawah Desa Sidorekso RT 03/RW 06 Kecamatan Keliwungu.

Penjual topi yang diketahui sering berkeliling menggunakan sepeda onthel tersebut ditemukan dengan kondisi miring di dalam parit.

Kades Sidorekso Kecamatan Kaliwungu, Arifin mengatakan, penemuan mayat tersebut terjadi Rabu (29/11/2017) sekitar pukul 19.00 WIB. Warga yang mengetahui kejadian tersebut langsung menelephone polisi untuk dievakuasi.

“Itu pakai sepeda onthel jenis jengki. Informasi yang ada korban berjualan topi dan sandal. Saat ditemukan barang bawaannya masih lengkap. Mungkin ia meninggal karena tabrak lari,” katanya kepada MuriaNewsCom

Sementara itu, Kapolsek Kaliwungu AKP Dwi Jati Usodo mengatakan, korban bernama Joko Sunoto (54) warga Desa Prambatan Lor RT 07/RW 01, Kecamayan Kaliwungu. Untuk kronologi kejadiannya, korban ditemukan sekitar pukul 19.00 WIB, di Pinggir Jalan Kudus-Jepara tepatnya di parit sawah turut Desa Sidorekso.

“Saat itu petugas mendapat laporan akan kejadian itu, kemudian petugas mendatangi ke lokasi dan menemukan korban tak sadarkan diri. Melihat kondisinya, petugas memeriksa denyut nadinya, namun sudah tak muncul,” ujarnya.

Setelah itu, kata Kapolsek, korban dilarikan ke RSUD untuk pemeriksaan lebih lanjut. Di sana, korban diperiksa dokter jaga yaitu Dokter Hikari, yang menjelaskan kalau korban sudah meninggal dunia. 

“Korban mengalami luka lecet pada pelipis sebelah kiri. Dan keadaanya memang sudah agak kaku,” imbuhnya.

Editor: Supriyadi

Identitas Tengkorak di Hutan Larangan Pati Terungkap, Kuburannya Langsung Dibongkar

Warga membongkar makam Agus dan membawa jenazahnya yang tinggal tulang belulang dari Hutan Larangan, Maitan, Tambakromo, Selasa (14/11/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Sesosok mayat tanpa identitas yang ditemukan dan dikebumikan di kawasan Hutan Larangan, Desa Maitan, Tambakromo, Pati, beberapa waktu lalu, kini terungkap identitasnya.

Mayat yang tinggal tulang belulang yang ditemukan seorang pemburu hewan di Hutan Larangan itu ternyata bernama Agus Susanto, warga Desa Raci RT 2 RW 5, Kecamatan Batangan, Pati. Saat ditemukan, usianya sekitar 43 tahun.

Identitasnya terungkap, setelah pihak keluarga dengan didampingi Kepala Desa Raci, Mamik Eko mengambil jenazah di Hutan Larangan pada Selasa (14/11/2017). Pihak keluarga yang mengambil jenazah adalah Kustini, kakak ipar korban yang merupakan warga Hadipolo, Jekulo, Kudus.

Dalam keterangannya, Kustini mengetahui bila jenazah merupakan keluarganya setelah ada informasi dari Facebook dan pemberitaan media. “Dari pemberitaan dan postingan di Facebook, ada mayat tanpa identitas dan diduga gangguan jiwa,” kata Kustini.

Keyakinan pihak keluarga semakin menguat karena sepekan sebelum ditemukan, juga ada postingan di Facebook yang menyebutkan adanya orang gila tanpa memakai baju berkeliaran di wilayah Hutan Larangan.

Korban sendiri dikatakan keluarga sudah mengalami gangguan jiwa sejak remaja. Kondisi itu semakin parah setelah ibunya meninggal dunia.

Baca : Mayat Pria Tinggal Tulang Ditemukan di Hutan Larangan Pati dan Dikubur di Lokasi

Korban juga memiliki dua saudara kandung, yakni Budi Santoso, warga Hadipolo, Jekulo, Kudus dan Sunardi, warga Tondomulyo, Jakenan, Pati.

Setelah disebutkan ciri-ciri korban, keluarga yakin bila mayat yang sudah tidak bisa dikenali itu merupakan Agus Susanto. Salah satu cirinya, laki-laki, berperawakan sedang dengan tinggi 175 cm, tidak pernah pakai baju, jarang makan dan sering sakit-sakitan.

Setelah makam dibongkar kembali, jenazah akhirnya dikebumikan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Desa Raci. Sebelumnya, jenazah tersebut langsung dikebumikan di Hutan Larangan karena tidak diketahui identitasnya.

Editor : Ali Muntoha

Mayat Nenek 80 Tahun di Gajahmati Pati Ditemukan Membusuk di Kamarnya

Polisi melakukan olah TKP di rumah Saunah, korban yang meninggal dunia sejak tiga hari yang lalu. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Mayat seorang nenek bernama Saunah (80), warga Gajahmati RT 1 RW 2, Kecamatan Pati ditemukan dalam keadaan membusuk di kamarnya, Kamis (2/11/2017).

Mayat pertama kali ditemukan Samini, seorang pedagang dari Desa Sarirejo, Pati. Saat itu, dia ingin menawarkan barang dagangan, tetapi tidak mendapatkan respons.

Samini sempat masuk ke dalam rumah dan mencium bau busuk yang menyengat. Namun, keduanya tidak bisa mengecek kondisi Saunah lantaran kamar terkunci.

Baca: PSK Lorong Indah Pati Diajak Ikut Berantas Narkoba

Namun, pintu kamar akhirnya dibuka setelah Sri Sudani yang biasa mengantarkan nasi datang dan membuka pintu. “Sudah meninggal dan membusuk,” ungkap Sri.

Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan tim medis, mayat korban sudah membusuk dan melepuh hingga muncul belatung dari tubuh. Korban diperkirakan sudah meninggal dunia tiga hari yang lalu.

“Tidak ada tanda-tanda kekerasan. Korban meninggal dunia karena sakit. Tapi karena tidak ada yang tahu sejak tiga hari yang lalu, kondisi jenazah sangat memprihatinkan,” kata dr Titin, tim medis dari Puskemas Pati.

Polisi yang mendapatkan informasi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Pihak keluarga sendiri sudah menerima kejadian tersebut, sehingga jenazah segera dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) setempat.

Editor: Supriyadi

Baca: Guyonan Berujung Maut, Pria di Semarang Tewas Dihantam Linggis Temannya

Pria Tanpa Identitas Tewas Tersetrum Listrik di Sawah Kedungwungu Grobogan

Petugas kepolisian sedang melakukan pemeriksaan pada tubuh seorang pria yang diduga meninggal akibat tersetrum listrik di areal sawah Desa Kedungwungu, Kecamatan Tegowanu. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, GroboganWarga Desa Kedungwungu, Kecamatan Tegowanu, Grobogan dikejutkan dengan penemuan sosok pria yang tergeletak dipematang sawah dalam kondisi tidak bernyawa, Rabu (1/11/2017). Diduga kuat, pria tersebut tewas akibat tersetrum aliran listrik di areal sawah yang digunakan untuk membasmi hama tikus.

Informasi yang didapat menyebutkan, peristiwa tersebut kali pertama diketahui oleh Untung (49), warga setempat, sekitar pukul 06.00 WIB. Saat itu, Untung yang hendak pergi ke sawah sempat melihat ada orang dalam posisi tengkurap ditengah pematang sawah dengan tangan memegang kabel yang aliran listriknya sudah dimatikan.

Selanjutnya, Untuk memanggil beberapa petani lainnya yang ada disekitar lokasi untuk melihat kondisi orang tersebut. Setelah diperiksa, pria yang tengkurap disawah tersebut sudah dalam kondisi meninggal dunia.

Setelah itu, warga kemudian menggotong tubuh korban yang sudah kaku itu ke pinggir jalan. Beberapa warga ada yang mengabarkan pada perangkat desa dan diteruskan pada pihak kepolisian.

Kapolsek Tegowanu AKP Bambang Uwarno menyatakan, dari hasil pemeriksaan yang dilakukan, pada tubuh korban tidak ditemukan tanda bekas penganiayaan atau kekerasan. Korban diperkirakan meninggal akibat terkena sengatan arus listrik. Hal ini berdasarkan adanya luka seperti bekas terbakar pada beberapa bagian tubuh korban.

Identitas korban yang mengenakan celana pendek warna biru dan kaos ungu itu belum diketahui. Saat ditemukan, tidak ditemukan tanda pengenal atau kartu identitas pada tubuh korban.

”Dari penyelidikan melalui sidik jarinya, muncul nama dan tercatat merupakan warga Demak. Namun, kami masih perlu memastikan kebenarannya. Saat ini, jenazah korban ada di RSU PKU Mumhammadiyah Gubug,” katanya.

Editor: Supriyadi

Pria Tewas Tertabrak KA hingga Terpental ke Sungai Bengawan Solo

ILUSTRASI

MuriaNewsCom, Solo — Petugas Polsek Jebres, SAR UNS, dan BPBD Solo, Selasa (31/10/2017), akhirnya menemukan jasad orang tidak dikenal yang tertabrak kereta api (KA) di Jembatan Jurug, Pucangsawit, Jebres dan terpental ke Sungai Bengawan Solo.

Dilansir dari Solopos.com, Kapolsek Jebres Kompol Juliana mewakili Kapolresta Solo AKBP Ribut Hari Wibowo mengatakan petugas menemukan jasad korban saat menyusuri Sungai Bengawan Solo dari Pucangsawit sampai Jebres.

Dia mengatakan jasad korban ditemukan dalam kondisi mengambang tertumpuk sampah di pinggir Sungai Bengawan Solo di wilayah Kelurahan Jebres, pukul 13.00 WIB.

“Kami langsung mengevakuasi jasad korban untuk dibawa ke RSUD [Rumah Sakit Umum Daerah] dr. Moewardi, Jebres untuk di autopsi. Jasad korban ditemukan sekitar 300 meter dari lokasi kejadian,” ujar Juliana.

Ia menjelaskan korban dipastikan laki-laki dengan ciri-ciri mengenakan baju warna cokelat lengan panjang, celana pendek warna biru, mengenakan ikat pinggang biru, dan usianya sekitar 40 tahun.

Namun polisi tidak menemukan Kartu Tanda Penduduk (KTP) di tubuh korban. Ditanya apakah korban pegawai PT Kereta Api Indonesia (KAI), Juliana, mengatakan tidak bisa memastikan.

“Kami belum bisa menyimpulkan penyebab kematian. Kondisi korban mengalami luka parah pada bagian kepala,” kata dia.

Editor : Akrom Hazami

ABG Ketakutan Lihat Mayat Berambut Ikal Mengapung di Sungai

Jenazah ABG berambut ikal yang mengapung di sungai di Pemalang. (Humas Polres Pemalang)

MuriaNewsCom, Pemalang – Danur (15), warga Desa Nyamplungsari, Kecamatan Petarukan, Kabupaten Pemalang ketakutan saat melihat sesosok mayat yang mengapung di sungai Malang, Nyamplungsari, Selasa (24/10/2017).

Penemuan mayat tersebut, oleh Danur langsung diberitahukan ke rekannya, Patmuji (47) dan Dirno (47). Mereka kemudian melaporkannya kepada kepala desa dan diteruskan ke Polsek Petarukan.

Petugas Polsek Petarukan langsung mendatangi tempat kejadian dan mengamankannya. “Mayat tersebut umurnya berkisar 15 tahun, berambut ikal kemerahan, kulit sawo matang dengan tinggi badan 150 cm dan berat 40 kg,” kata Kapolsek Petarukan, AKP Amin Mezi, S.

Berdasarkan keterangan para saksi, korban sepertinya mengalami gangguan jiwa dan sering mondar-mandir di wilayah Nyamplungsari. “Tidak diketahui asal dan keluarganya,” jelas seorang saksi.

Berdasarkan pemeriksaan tim medis Puskesmas Klareyan, tidak terdapat tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. “Korban meninggal murni karena tenggelam di sungai,” jelas  perwakilan medis puskesmas, dr Wendy.

Mayat korban, menurut Amin, selanjutnya dibawa ke RSU   Ashari untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Editor : Akrom Hazami