TKI Asal Gabus Pati Mendadak Tewas di Korea Selatan

 

TKi

Suasana duka di rumah korban di Desa Gabus RT 1 RW 2, Gabus, Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Seorang tenaga kerja Indonesia (TKI) asal Desa Gabus RT 1 RW 2, Kecamatan Gabus bernama Sutejo Wibowo (27) dikabarkan tewas di Korea Selatan.

Eko Susilo, kakak korban saat ditemui MuriaNewsCom di kediamannya, Rabu (29/6/2016) mengatakan, keluarga mendapatkan kabar kematian Sutejo dari Kementerian Luar Negeri pada Selasa (28/6/2016) malam sekitar pukul 19.00 WIB.

“Saya dan keluarga kaget dan tidak percaya perihal meninggalnya Sutejo. Sebab, dia sehat-sehat saja dan setiap hari selalu telepon rumah untuk menanyakan kabar. Waktu mendapatkan kabar, jenazah adik saya sudah berada di kamar mayat di salah satu rumah sakit di Korea,” ungkap Eko.

Dikatakan, saat itu Sutejo tidur di kamarnya di apartemen perusahaan tempat bekerja. Seorang teman mengingatkan untuk bekerja, tetapi Sutejo bilang mendapatkan jatah kerja sif malam.

“Temannya sudah pulang kerja dan menyambangi adik saya untuk kembali mengingatkan kerja, ternyata sudah meninggal dunia. Kami sudah menyerahkan sepenuhnya kepada Kemenlu dan KBRI untuk menyelesaikan masalah tersebut,” tuturnya.

Eko sebetulnya diberikan kesempatan pihak perusahaan untuk berangkat ke Korea dan menyepakati adanya autopsi dan kepolisian setempat. Namun, ia lebih memilih untuk menyerahkan kepada KBRI karena butuh waktu yang cukup lama bila dirinya berangkat ke Korea.

“Kalau saya berangkat ke Korea, saya harus mengurus visa dan segala macamnya. Itu butuh waktu yang cukup lama, sehingga untuk proses autopsi dan lainnya kami serahkan KBRI Seoul,” imbuhnya.

Saat ini, rumah duka sudah terpasang tenda tratak. Rencananya, keluarga akan mengadakan pengajian dan doa bersama di rumah duka mulai malam ini.

Editor : Akrom Hazami

DPRD Soroti Meninggalnya TKI Asal Pati di Malaysia

 Wakil Ketua III DPRD Pati Joni Kurnianto. (MuriaNewsCom/LISMANTO)

Wakil Ketua III DPRD Pati Joni Kurnianto. (MuriaNewsCom/LISMANTO)

 

PATI – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati menyoroti meninggalnya TKI asal Desa Pasuruhan, Kecamatan Kayen di Malaysia.

Wakil Ketua III DPRD Pati Joni Kurnianto mengatakan, pihaknya memang prihatin dengan banyaknya TKI yang meninggal di luar negeri. “Ini memang tidak bisa didorong dari kebijakan daerah. Harus ada kekuatan di tingkat pemerintah provinsi dan pusat untuk melindungi TKI yang bekerja di luar negeri,” kata Joni saat dimintai keterangan MuriaNewsCom, Selasa (8/9/2015) malam.

Karena itu, pihaknya mendesak kepada pemerintah pusat untuk memberikan perlindungan lebih kepada TKI yang bekerja di luar negeri. “TKI itu pahlawan devisa negara. Kami harap, pemerintah pusat bisa memberikan perlindungan lebih dari segala aspek,” imbuhnya.

Sebelumnya, pihak keluarga tidak mampu mengurus kepulangan jenazah dari Bandara Ahmad Yani menuju rumah duka. Dalam suasana tersebut, Ketua DPRD Pati Ali Badrudin meminta koleganya di Semarang untuk mengantarkan jenazah pulang. (LISMANTO/AKROM HAZAMI)

Keluarga TKI Asal Pati yang Meninggal di Malaysia Akan Urus Klaim Asuransi

Salah satu kerabat menunjukkan foto pernikahan Samsudi dengan istrinya. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Salah satu kerabat menunjukkan foto pernikahan Samsudi dengan istrinya. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

PATI – Kematian Samsudi, TKI asal Desa Pasuruhan, Kecamatan Kayen,Pati menambah daftar panjang meninggalnya TKI di Malaysia. Samsudi diklaim meninggal karena kecelakaan kerja di perkebunan sawit di Malaysia dengan luka parah pada bagian leher.

Jenazah yang meninggal di Malaysia pada Jumat (4/9/2015) akhirnya tiba di Pati pada Selasa (8/9/2015) melalui Bandara Ahmad Yani Semarang. Tiba di rumah duka, jenazah langsung dikebumikan di TPU setempat.

Nur Syafiq, kakak korban rencananya akan mengurus hak-hak korban selama bekerja di Malaysia, mulai dari santunan hingga asuransi kecelakaan kerja. “Kami akan ke Malaysia untuk mengurus hak-hak korban yang masih belum terselesaikan,” ujarnya kepada MuriaNewsCom.

Ia menambahkan, Samsudi orangnya baik. Ayah dari Nazwa Elvira Maghfiroh ini sudah bekerja di Negeri Jiran selama 10 tahun. “Selama ini, Samsudi tinggal di Taiping, sebuah kota yang berlokasi di Perak bagian utara, Malaysia,” katanya. (LISMANTO/KHOLISTIONO)

TKI Asal Kayen Pati Meninggal di Malaysia, Ada Luka Parah di Bagian Leher

Salah satu kerabat menunjukkan foto pernikahan Samsudi dengan istrinya. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Salah satu kerabat menunjukkan foto pernikahan Samsudi dengan istrinya. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

PATI – Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Desa Pasuruhan, Kecamatan Kayen, Pati meninggal dunia di Malaysia, Jumat (4/9/2015). TKI tersebut diketahui bernama Samsudi. Pada jasad Samsudi terdapat luka parah pada bagian leher.

Jenazah korban kemudian dipulangkan dan sampai di Pati pada Selasa (8/9/2015). Sesampainya di rumah duka, jenazahnya langsung dikebumikan di tempat pemakaman umum (TPU) setempat.

Diduga, Samsudi mengalami kecelakaan kerja di salah satu perkebunan sawit di Malaysia hingga menyebabkan lehernya luka parah. Samsudi sempat dilarikan ke salah satu rumah sakit di Malaysia dan mendapatkan perawatan intensif.

Namun, nyawa Samsudi tidak sempat tertolong. “Saya dapat kabar meninggalnya Samsudi dari keluarga yang juga bekerja di sana. Kabarnya, adik saya itu sempat mendapatkan perawatan intensif tapi nyawanya tidak tertolong,” ujar Nur Syafiq, kakak korban kepada MuriaNewsCom. (LISMANTO/KHOLISTIONO)

Keluarga TKI Tewas Ingin Jenazah Diantar ke Grobogan

Ilustrasi

Ilustrasi

 

GROBOGAN – Keluarga TKI nahas asal Dusun Gebangan, Desa Karanggeneng, Kecamatan Godong, Grobogan, Saerah binti Mukmin (35), berharap jenazah diantar ke kampung halaman.

Camat Godong Mundakar mengatakan, keluarga berharap jenazah korban bisa segera dipulangkan di kampung halamannya.

”Soal kepulangan jenazah ini kami harapkan segera ada kepastian,” kata Mundakar.

TKI yang lahir 28 Agustus 1990 itu berangkat mengais rezeki di Jordania pada bulan November 2009 lalu. Saerah berangkat kerja ke luar negeri melalui salah satu PJTKI di Jakarta.

Pada tahun pertama, Saerah lancar berkomunikasi dengan pihak keluarga. Komunikasi dengan keluarga mulai berkurang intensitasnya memasuki tahun 2011 hingga Saerah dikabarkan meninggal dunia.

Sementara itu, Kapolres Grobogan AKBP Indra Darmawan Iriyanto ketika dimintai komentarnya menyatakan, pihaknya sudah mendapat tembusan pemberitahuan masalah TKI dari Desa Karanggeneng yang meninggal dunia di Amman tersebut. Menurut kapolres, dari informasi terbaru, pelaku yang diduga melakukan pembunuhan pada TKI itu sudah ditangkap pihak berwenang di Jordania. (DANI AGUS/AKROM HAZAMI)

TKI Grobogan Tewas, Warga Se-Kecamatan Godong Berduka

Ilustrasi

Ilustrasi

 

GROBOGAN – Warga se-Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan, berduka dengan meninggalnya
Tenaga Kerja Indonesia (TKI) dari Grobogan, Saerah binti Mukmin.

Saerah merupakan warga Dusun Gebangan, Desa Karanggeneng, Kecamatan Godong, Grobogan. Saerah tewas di tempat kerjanya di Kota Amman, Jordania.

Keluarga mendapat pemberitahuan meninggalnya korban pada (20/8). Kabar duka itu disampaikan melalui telepon dari pihak KBRI di Amman.

“Staf dari KBRI itu mengabarkan kalau Saerah meninggal dunia pada 13 Agustus kemarin. Jadi berita duka itu disampaikan keluarganya sekitar sepekan setelah korban meninggal dunia,” ungkap Camat Godong Mundakar.

Beberapa hari lalu staf dari Kementerian Luar Negeri, Dodo Ramdani dan staf BNP2TKI Jawa Tengah Rinto Srimulyono datang dan diantar mengunjungi keluarga korban di Desa Karanggeneng.

Berdasarkan penjelasan dua orang itu, kematian korban disebabkan adanya benturan benda tumpul di tengkuk kepala. Hal itu terjadi akibat tindakan penganiayaan yang dilakukan istri majikan korban di Amman.

“Jadi kabarnya korban meninggal akibat dibunuh istri majikannya. Mengenai penyebab korban sampai dibunuh, belum ada kabar pasti masalah ini,” katanya.

Warganya turut berbela sungkawa atas kematian Saerah. Dan berharap, kasus ini bisa segera ditangani.
(DANI AGUS/AKROM HAZAMI)