Mengagetkan, Ini Fakta Baru Kasus Pembunuhan Perempuan Cantik di Hutan Blora

MuriaNewsCom, Blora – Sebuah fakta baru berhasil diketahui polisi terkait kasus pembunuhan terhadap seorang perempuan yang mayatnya dibuang dikawasan hutan KPH Randublatung, Blora, Jumat (16/2/2018). Hal itu disampaikan Kasat Reskrim Polres Blora AKP Herri Dwi Utomo saat ditemui wartawan di ruang kerjanya, Selasa (20/2/2018).

“Ada fakta baru yang kemarin belum sempat terungkap. Hal ini berdasarkan pengakuan dari Edi Sumarsono alias Sondong yang jadi tersangka pembunuhan tersebut,” jelasnya.

Sebelumnya, minuman yang dicampur apotas diduga jadi faktor utama penyebab kematian korban bernama Ida Lestiyaningrum (26), warga Kelurahan Berahan Wetan, Kecamatan Wedung, Demak tersebut. Namun, pengakuan terbaru dari tersangka menyatakan, korban ternyata sempat dicekik lehernya sebanyak dua kali.

Baca: Kasus Pembunuhan di Hutan Randublatung Blora Terungkap, Ini Pelakunya

Untuk menguatkan pengakuan tersangka, Kasat Reskrim bahkan sempat menggelar pra rekonstruksi di halaman mapolres. Adegan pra rekonstruksi diawali saat tersangka dan korban berboncengan sepeda motor mengitari kota Blora pada kamis (15/2/2018) siang. Setelah itu, mereka berhenti di tugu monumen Randublatung pada sore harinya karena hujan lebat.

Edi Sumarsono alias Sondong, tersangka pembunuhan terhadap Ida Lestiyaningrum (26), saat memperagakan adegan dalam pra rekonstruksi, Selasa (20/2/2018). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Di kawasan tugu tersebut, tersangka mengajak korban berhubungan intim sebagai bukti cinta. Korban yang masih perawan itu akhirnya bersedia memenuhi permintaan tersangka yang bertempat tinggal di Dukuh Pojok, Kelurahan Randublatung, Kecamatan Randublatung itu.

Usai berhubungan intim yang dilakukan di atas sepeda motor itu, korban yang sudah menyerahkan kesuciannya, meminta tersangka untuk menikahinya dan segera mengenalkan pada orang tuanya. Saat korban terus merengek, tersangka secara diam-diam sempat mencampurkan apotas yang disimpan dalam jok motor ke dalam sebotol minuman ringan.

Tersangka sempat meminta korban untuk meminumnya sebagai obat penyegah hamil. Namun, korban sempat menolaknya. Hal inilah yang menjadikan tersangka kalap dan akhirnya mencekik korban agar mau minum minuman tersebut.

Setelah minum sedikit, tersangka kembali mengajak korban naik motor menuju arah Randublatung. Dalam perjalanan, korban terlihat lemas dan bersandar pada tubuh tersangka.

Tersangka kemudian menghentikan laju motor untuk melihat kondisi korban. Saat itulah, korban mendadak terjatuh dari atas motor.

Melihat korban jatuh, tersangka bukannya menolong tetapi malah mencekik leher korban sekitar 10 menit. Setelah dipastikan tidak ada gerakan, tubuh korban kemudian diangkat dan dilemparkan ke semak-semak di kawasan hutan.

Setelah membuang tubuh korban, tersangka selanjutnya mengambil helm, tas, dan handphone milik korban dan bergegas meninggalkan lokasi kejadian. Dalam perjalanan, tas milik korban dibuang di kawasan hutan. Sementara handphone dan helm korban dibawa pulang.

Baca : Begini Kronologi Pembunuhan Perempuan Cantik Asal Demak di Hutan Randublatung Blora

“Tersangka juga sempat menggunakan handphone itu untuk mengirimkan pesan singkat kepada adik korban. Isi pesannya mengabarkan kalau korban pergi ke Jakarta dengan Edi,” jelas Kasat Reskrim.

Soal adanya apotas, jelasnya, selama ini tersangka memang sering mencari ikan dengan memakai obat tersebut. Biasanya, apotas itu ditaruh dalam jok motor untuk memudahkan jika sewaktu-waktu digunakan.

Ia menambahkan, meski ada fakta baru, namun pihaknya masih tetap menunggu hasil otopsi dari Laborat Forensik Polda Jateng. Dari hasil otopsi nantinya akan diketahui penyebab pasti kematian korban. Hasil otopsi diperkirakan baru keluar pekan depan.

Editor : Supriyadi

Begini Kronologi Pembunuhan Perempuan Cantik Asal Demak di Hutan Randublatung Blora

MuriaNewsCom, Blora – Kasus pembunuhan terhadap Ida Lestiyaningrum, warga Wedung, Demak yang dilakukan Edi Sumarsono alias Sondong (24) memang sempat membuat warga Blora geger. Apalagi, mayat perempuan muda itu ditinggal begitu saja tanpa identitas di hutan.

Setelah di selidiki, latar belakang pembunuhan tersebut ternyata faktor asmara. Keduanya, bahkan sudah saling kenal sekitar dua bulan sebelumnya. Hal itu berdasarkan pengakuan tersangka setelah berhasil ditangkap polisi Minggu (18/2/2018) kemarin.

Kapolres Blora AKBP Saptono mengungkapkan, dari keterangan tersangka, awal mulanya sempat mengajak ketemuan korban di Alun-alun kota Demak.

Baca: Mayat Perempuan di Kawasan Hutan Perhutani Randublatung Gegerkan Warga Blora

Kemudian korban diajak tersangka ke Blora untuk jalan-jalan dan mampir ke rumah dengan tujuan mau dikenalkan dengan keluarganya. Tersangka diketahui merupakan warga Dukuh Pojok, Kelurahan Randublatung, Kecamatan Randublatung, Blora.

Dalam perjalanansempat turun hujan deras dan keduanya berteduh di Tugu Monumen Pahlawan, Randublatung. Di tempat itulah, Edi mulai membujuk rayu korban untuk berhubungan intim.

Setelah dirayu, korban yang merupakan gadis lugu dan masih perawan tersebut akhirnya mau berhubungan intim dengan tersangka di sekitar lokasi tugu di kawasan hutan tersebut.

Usai berhubungan intim, korban kemudian menagih janji tersangka untuk dikenalkan dengan keluarganya. Namun tersangka justru mengelak dengan alasan belum siap. Korban yang takut hamil akibat setelah diajak berhubungan intim, terus mendesak tersangka agar mau menunjukan alamat rumahnya.

Baca: Kasus Pembunuhan di Hutan Randublatung Blora Terungkap, Ini Pelakunya

Tidak lama kemudian, tersangka justru memberikan sebuah minuman kepada korban yang telah dicampur obat Apotas dengan alasan untuk menggagalkan kehamilan. Akhirnya korban meminumnya dan setelah itu, mereka melanjutkan perjalan naik motor.

Namun, di tengah perjalanan, tiba-tiba korban jatuh dari motor dan mengalami kejang-kejang. Tersangka yang takut kemudian langsung mebuang jasad korban ke pinggir semak-semak dan meninggalkannya begitu saja.

”Pelaku yang diketahui sudah beristri dan punya dua anak tersebut, mengaku lajang saat berkenalan dengan korban. Tersangka dituduh melanggar pasal 338 KUH Pidana, karena dengan sengaja menghilangkan nyawa orang lain,” ungkap kapolres.

Editor: Supriyadi

Belum Diketahui Identitasnya, Mayat yang Ditemukan di Kawasan Hutan KPH Purwodadi Dimakamkan

Warga melihat jejak pakaian korban yang ditemukan tewas di Desa Kemadohbatur, Kecamatan Tawangharjo, Grobogan, Senin. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Mayat perempuan yang ditemukan di kawasan hutan di Desa Kemadohbatur, Kecamatan Tawangharjo akhirnya dimakamkan. Hal itu disampaikan Kasat Reskrim Polres Grobogan AKP Suwasana pada wartawan, Selasa (4/7/2017).

Menurutnya, dimakamkannya mayat tersebut disebabkan beberapa pertimbangan. Antara lain, kondisi mayat sudah rusak karena tinggal kerangka yang dibalut baju. Kemudian tidak adanya peralatan penyimpanan jenazah yang memadai di RSUD menyebabkan pemakaman harus segera dilakukan. “Mayat sudah dimakamkan oleh pihak RSUD di pemakaman umum belakang rumah sakit. Sebelum dimakamkan, proses pemeriksaan sudah kita lakukan,” jelasnya.

Hingga pemakaman dilakukan, identitas mayat belum diketahui. Sejauh ini, belum pihak yang mengaku kehilangan anggota keluarganya. “Saat ditemukan, mayat tersebut mengenakan pakaian bawah jenis rok warna merah dan baju atasnya warna putih motif bunga. Dari pemeriksaan dokter, mayat itu dipastikan perempuan,” kata mantan Kasat Reskrim Polres Jepara itu.

Dijelaskan, mayat perempuan tanpa identitas itu dipekirakan berusia sekitar 60 tahun. Dari pemeriksaan yang dilakukan, perempuan tersebut diprediksi sudah meninggal sekitar tiga minggu lalu. “Dari pemeriksaan tidak ditemukan tanda bekas penganiayaan pada tubuh korban. Kami mengimbau pada warga yang kehilangan anggota keluarganya bisa menghubungi Polres Grobogan,” sambungnya.

Seperti diberitakan, mayat itu ditemukan di kawasan hutan KPH Purwodadi, Minggu (2/7/2017). Lokasi penemuan mayat berada di petak 49d, RPH Karanggetas, BKPH Pojok yang masuk wilayah Dusun Plumpung. Mayat tersebut pertama kali diketahui oleh Supratno, warga Kemadohbatur sekitar pukul 12.00 WIB. Saat itu, ia tengah mencari dedaunan buat pakan ternaknya di sekitar kawasan hutan.

Saat mencari dedaunan itulah, pria yang akrab disapa Nopo itu sempat mencium bau menyengat. Tidak berselang lama, ia melihat seperti ada tumpukan pakaian di tebing menuju ke arah jurang. Meski lokasinya cukup sulit, Nopo mencoba turun untuk memastikan benda yang dilihatnya. Setelah dekat, pria berusia 42 tahun itu sontak kaget dan lemas.

Soalnya, dibalik tumpukan pakaian berwarna merah dan putih itu terpat sosok mayat yang kondisinya sudah mengenaskan. Sebab, sebagian besar bagian tubuhnya sudah mengering dan tinggal menyisakan kerangka. Posisi mayat terlihat tengkurap seperti orang yang hendak mendaki tebing.

 

Editor : Akrom Hazami

Perempuan Telanjang Ditemukan Tewas di Sungai Lahar Pati

mayat e

Mayat yang sudah dimasukkan ke kantong akan dikirim ke RSUD Soewondo untuk diautopsi. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewscom, Pati – Sesosok mayat perempuan tanpa busana ditemukan di Sungai Pusung, Desa Lahar, Kecamatan Tlogowungu, Pati, Sabtu (18/6/2016) sekitar pukul 10.00 WIB.

Anggota Relawan Radioantar Penduduk Indonesia (RAPI) Sunoko mengatakan, mayat pertama kali ditemukan warga yang hendak mancing di kawasan sungai tersebut. Setelah ada laporan, sejumlah personel dari polisi, TNI, tim medis dari puskesmas setempat, dan relawan datang ke lokasi.

“Kami belum tahu identitas korban, karena tidak memakai busana dan kartu pengenal. Juga belum ada yang merasa kehilangan korban hanyut. Namun, mayat diperkirakan berusia 45 tahun,” ungkap Sunoko kepada MuriaNewsCom.

Di tempat yang tak jauh dari lokasi ditemukannya korban, sekitar 50 meter, petugas menemukan kebaya warna hijau. Mayat sendiri mengalami luka pada bagian kepala, leher, dan gigi yang sudah gompal.

Saat ini, mayat dilarikan ke RSUD Soewondo untuk dilakukan autopsi. Hasil hasil autopsi yang dilakukan Tim Medis, tidak ada tanda-tanda penganiayaan pada tubuh korban.

Editor : Akrom Hazami

 

PEMBUNUHAN DI PATI :  Mayat Perempuan Terikat Syal di Kebun Tebu Wedarijaksa

 

 

bunuh (e)

Petugas kepolisian tengah mengidentifikasi mayat korban pembunuhan di kebun tebu, Dukuh Kebon, Wedarijaksa, Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Sesosok mayat perempuan tanpa identitas dengan wajah dalam kondisi rusak ditemukan di kawasan perkebunan tebu, Dukuh Kebon, Wedarijaksa, Jumat (13/5/2016) pagi.

Korban meninggal dalam posisi tangan terikat kain syal bermotif, dan warnanya merah. Sementara itu, mulut tertutup kain syal warna hitam putih dengan luka mengenaskan pada bagian wajah.

“Pagi-pagi, saya bersama teman akan kerja klitek (red: membersihkan daun tebu) di kebun tebu milik Rushadi, penggarap bengkok Kepala Dusun Wedari Kebon. Saya kaget karena ada mayat perempuan dalam keadaan badan tengkurap,” tutur Supawi kepada MuriaNewsCom.

Melihat ada mayat, Supawi kemudian memberitahu temannya, Matsuri. Keduanya akhirnya menghubungi kepala desa setempat dan petugas Polsek Wedarijaksa.

Jenazah korban kemudian dilarikan ke RSUD Soewondo untuk dilakukan visum Tim Medis Puskesmas Wedarijaksa. Proses autopsi juga melibatkan Tim Identifikasi Polda Jawa Tengah.

“Dilihat dari kondisi mayat, itu jelas korban pembunuhan. Kasus pembunuhan ini sudah kami serahkan pada Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polres Pati. Semoga cepat terungkap,” kata Kapolsek Wedarijaksa AKP Sulistyaningrum.

Editor : Akrom Hazami