Perempuan Paruh Baya Ditemukan Tewas di Parit Desa Ngening Pati

Petugas dan warga tengah melakukan evakuasi mayat yang ditemukan di sebuah parit Desa Ngening, Batangan, Selasa (25/10/2016). (MuriaNewsCom/Lismanto)

Petugas dan warga tengah melakukan evakuasi mayat yang ditemukan di sebuah parit Desa Ngening, Batangan, Selasa (25/10/2016). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Seorang perempuan paruh baya bernama Parni (49), warga Desa Ngening RT 6 RW 1, Kecamatan Batangan, Pati ditemukan tewas di sebuah parit kawasan perkebunan desa setempat, Selasa (25/10/2016).

Jenazah korban ditemukan Kasno, warga setempat saat bersih-bersih di kebun. Jenazah ditemukan dalam kondisi telungkup dengan posisi menghadap selatan di sebuah parit pembuangan sampah.

“Sekitar pukul 08.45 WIB, saya bersih-bersih di kebun. Tiba-tiba saya lihat ada sesosok mayat berada di parit dalam keadaan telungkup. Posisinya menghadap ke selatan,” kata Kasno.

Setelah mengetahui wajah korban, Kasno langsung menghubungi keluarga korban dan melaporkan kepada perangkat desa. Dari perangkat desa, polisi yang dihubungi kemudian datang untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Saat dikonformasi, Kapolsek Batangan AKP Harry Marcell membenarkan informasi adanya temuan mayat di Desa Ngening. Pihak keluarga sebetulnya merasa kehilangan sudah sejak Minggu, 23 Oktober 2016.

Namun, keluarga tidak kunjung menemukan saat mencarinya ke sejumlah tempat hingga akhirnya ditemukan sudah dalam kondisi tak bernyawa pada Selasa (25/10/2016). “Pihak keluarga sudah melapor ke perangkat desa sejak Minggu. Namun, korban ditemukan sudah dalam keadaan meninggal dunia tiga hari setelah keluarga lapor ke perangkat desa,” tandasnya.

Editor : Kholistiono

Ini Ciri-ciri Mayat Perempuan Hamil yang Ditemukan di Juwana Pati

Petugas kepolisian dibantu anggota TNI melakukan evakuasi pada mayat wanita hamil yang ditemukan di Perairan Sungai Silugangga, Juwana. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Petugas kepolisian dibantu anggota TNI melakukan evakuasi pada mayat wanita hamil yang ditemukan di Perairan Sungai Silugangga, Juwana. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Sesosok mayat perempuan hamil yang ditemukan mengapung di perairan Sungai Silugangga Juwana diduga sudah meninggal sejak seminggu lalu. Tak pelak, tubuh mayat sudah mulai membusuk dan mengeluarkan bau yang tidak sedap.

Kendati tubuh mayat sudah membusuk, tetapi petugas kepolisian sudah mengantongi sejumlah ciri-ciri pada korban. Karena, mayat tersebut tidak memiliki identitas diri seperti KTP, SIM, atau lainnya.

“Kita kesulitan untuk mengetahui siapa orang ini dan warga mana, karena tidak ada kartu identitas yang ditemukan. Namun, kita sudah mencatat sejumlah ciri-ciri mayat,” ujar Kapolsek Juwana AKP Sumarni, Rabu (20/4/2016).

Adapun ciri-ciri yang dimaksud, antara lain diperkirakan berusia sekitar 40 tahun, diduga sedang hamil, tinggi badan sekitar 160 cm, mengenakan daster motif batik warna merah, tidak mengenakan celana dalam, mengenakan rok dan bra warna coklat, dan stagen warna hitam.

Saat ini, pihaknya masih belum bisa mengidentifikasi apakah perempuan hamil itu murni meninggal karena kecelakaan atau dibunuh. Karena itu, petugas kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut.

“Mayat dievakuasi Sat Pol Air Res Pati. Kami juga sudah mendatangkan Tim Inafis Res Pati. Untuk mendalami kasus itu, mayat dibawa ke RSUD Sooewondo,” pungkasnya.

Editor : Akrom Hazami

 

Baca juga : Heboh! Mayat Perempuan Hamil Ditemukan Membusuk di Sungai Juwana Pati

Heboh! Mayat Perempuan Hamil Ditemukan Membusuk di Sungai Juwana Pati

Petugas kepolisian tengah mengevakuasi mayat wanita hamil di perairan Silugangga, Juwana. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Petugas kepolisian tengah mengevakuasi mayat wanita hamil di perairan Silugangga, Juwana. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Sesosok mayat perempuan hamil tanpa identitas, mengenakan daster bermotif batik warna merah ditemukan membusuk di perairan Sungai Silugangga, Juwana, Pati, Rabu (20/4/2016).

Mayat yang diperkirakan berusia 40 tahun itu ditemukan Tamin, nelayan asal Desa Bendar, Juwana di sekitar pohon Mangrove, Desa Bakaran Kulon, Juwana. Kondisinya mengenaskan, karena sudah membusuk.

“Saya bersama teman bekerja sebagai pengemudi kapal tarik. Tiba-tiba saat kerja, saya melihat ada sesosok mayat dalam keadaan mengapung di perairan Sungai Silugangga. Saya melihat itu Selasa (19/4/2016) kemarin sekitar pukul 17.30 WIB,” ujar Tamin.

Melihat ada mayat, Tamin kemudian menghubungi Sat Pol Air Res Pati melalui telepon seluler. Petugas pun seketika mencari mayat tersebut mulai pukul 19.30 WIB.

Setelah dicari berjam-jam hingga pukul 22.30 WIB, mayat tak kunjung ketemu. Pencarian dilanjutkan pada Rabu (20/4/2016) dan mayat akhirnya ditemukan.

“Mayat sudah ditemukan dan dievakuasi Sat Pol Air Res Pati ke Pelabuhan Juwana. Mayat dilarikan ke RSUD Soewondo untuk dilakukan autopsi dan penyelidikan lebih lanjut,” kata Kapolsek Juwana AKP Sumarni.

Editor : Akrom Hazami

Inilah Penyebab Tewasnya Nenek Rubiah di Bendungan Sungai Jaratun Desa Wegil Pati

Suasana evakuasi mayat korban di pintu bendungan sungai Jaratun, Desa Wegil, Sukolilo. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Suasana evakuasi mayat korban di pintu bendungan sungai Jaratun, Desa Wegil, Sukolilo. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Sesosok mayat yang ditemukan mengapung di Bendungan Pintu Sungai Jaratun, Desa Wegil, Kecamatan Sukolilo, Pati, Selasa (22/3/2016) ternyata seorang nenek bernama Siti Rubiah (70), warga Desa Prawoto.

Dari informasi yang dihimpun, Siti awalnya pamit untuk mengambil bambu untuk dijadikan tali. Setelah sampai di sebuah bendungan sungai di Desa Wegil, Siti berniat mencuci kaki di pintu bendungan karena debit airnya cukup tinggi.

“Hasil pemeriksaan yang kami lakukan bersama tim medis dan informasi yang kami himpun, korban diperkirakan hendak mencuci kaki di saluran sungai. Tapi, tergelincir jatuh ke sungai dan akhirnya meninggal,” ujar Kapolsek Sukolilo AKP Sholikul Hadi kepada MuriaNewsCom.

Dari hasil pemeriksaan medis yang dilakukan, badan mayat dalam keadaan utuh. Hanya saja, terdapat pendarahan di bagian kepala belakang akibat benturan dengan benda keras saat terjatuh ke sungai.

Pihak keluarga tidak menyangka bila Siti harus meninggal di sebuah bendungan desa setempat. Selama ini, korban dikenal sebagai nenek yang baik dan kerja keras kendati usianya sudah mencapai 70 tahun.

Evakuasi korban sempat menjadi tontonan warga setempat. Jenazah pun disemayamkan di rumah duka sekitar pukul 16.30 WIB, usai dilakukan autopsi dan dimandikan.

Editor : Kholistiono

Baca juga : Seorang Nenek di Prawoto Pati Ditemukan Tewas di Bendungan Sungai

Seorang Nenek di Prawoto Pati Ditemukan Tewas di Bendungan Sungai

Warga setempat melakukan evakuasi terhadap mayat korban yang meninggal terapung di Pintu Sungai Jaratun, Desa Wegil. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Warga setempat melakukan evakuasi terhadap mayat korban yang meninggal terapung di Pintu Sungai Jaratun, Desa Wegil. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Seorang nenek bernama Siti Rubiah yang berusia 70 tahun, warga Desa Prawoto, Kecamatan Sukolilo ditemukan meninggal dunia dalam keadaan terapung di sebuah bendungan Pintu Sungai Jaratun, Desa Wegil, Selasa (22/3/2016).

Mayat korban ditemukan, setelah pihak keluarga dibantu warga mencarinya lantaran tak kunjung pulang. Saat itu, korban pamit pergi mengambil bambu untuk dijadikan tali di sebuah tegalan pada pukul 07.00 WIB.

“Mbah Siti belum kembali sampai pukul 10.00 WIB. Padahal, ia pamit cuma mau mengambil bambu di tegalan. Lantaran khawatir, kita langsung cari bersama-sama,” ujar Jiman, seorang saksi kepada MuriaNewsCom.

Mereka terperangah ketika melihat sesosok mayat dalam keadaan terapung di sebuah pintu Kali Jaratun. Setelah didekati dan dicek, ternyata sesosok mayat itu Siti Rubiah yang sudah tiga jam tidak kunjung pulang.

Kabag Ops Polres Pati Kompol Sundoyo saat mendapatkan laporan mengaku, pencarian korban sempat memakan waktu cukup lama. “Korban dicari di mana-mana, berjam-jam, dan akhirnya ditemukan pada pukul 15.00 WIB,” tuturnya.

Setelah jenazah dievakuasi, kata dia, petugas kepolisian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) bersama dengan Tim Medis Puskesmas II Prawoto untuk melakukan autopsi. “Keluarga korban sudah menerima kejadian tersebut. Selanjutnya, korban dimakamkan di TPU setempat,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

Mayat Misterius yang Ditemukan di Kebun Ketela Waturoyo Diduga Terkena Serangan Jantung

Mayat tanpa identitas tengah diperiksa petugas Polsek Margoyoso. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Mayat tanpa identitas tengah diperiksa petugas Polsek Margoyoso. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 
MuriaNewsCom, Pati – Perempuan berusia 70 tahun tanpa identitas yang ditemukan meninggal di tengah kebun ketela di Desa Waturoyo, Kecamatan Margoyoso, Pati, Senin (15/2/2016), diduga akibat serangan jantung.

Hal itu diungkap dokter Puskesmas Margoyoso II dr Gandhi. Ia mengatakan, korban yang meninggal tidak lama itu diduga karena penyakit jantung secara mendadak.

“Dari hasil pemeriksaan, korban diduga mendadak mengalami serangan jantung ketika sedang buang air besar di tengah kebun ketela di mana mayat ditemukan,” ujarnya kepada MuriaNewsCom.

Ia mengatakan, tidak ada tanda-tanda penganiayaan yang ditemukan dalam tubuh korban. Karena itu, korban dinyatakan meninggal karena penyakit yang dideritanya sendiri.

“Hasil autopsi luar, tidak ada tanda-tanda penganiayaan. Ini memang meninggal, lantaran sebuah serangan organ dalam yang menyebabkan jantung berhenti mendadak,” tambahnya.

Berhubung tidak ada identitas yang bisa ditemukan, jenazah korban dilarikan ke RSUD Soewondo untuk identifikasi lebih lanjut. “Jenazah dibawa ke RSUD Soewondo untuk pemeriksaan lebih lanjut,” tukas Kabag Ops Polres Pati Kompol Sundoyo.

Editor : Kholistiono

Baca juga : Mayat Misterius Ditemukan di Kebun Ketela Desa Waturoyo Pati

Mayat Misterius Ditemukan di Kebun Ketela Desa Waturoyo Pati

Petugas kepolisian mengamankan mayat tanpa identitas yang ditemukan di kebun ketela, Desa Waturojo, Margoyoso, Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Petugas kepolisian mengamankan mayat tanpa identitas yang ditemukan di kebun ketela, Desa Waturojo, Margoyoso, Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 
MuriaNewsCom, Pati – Sesosok mayat tanpa identitas yang masih misterius ditemukan di sebuah kebun ketela di Desa Waturoyo, Kecamatan Margoyoso, Pati, Senin (14/3/2016).

Supar, warga Desa Kajen yang kebetulan mengetahui mayat itu mengatakan, ia berangkat ke kebun untuk mengambil pohon jagung di kebun ketela milik Ali. Tiba-tiba saja, ia melihat sesosok perempuan dalam keadaan telungkup di tengah tegal.

“Kaget sekali. Enak-enak jalan, tiba-tiba ada mayat tergeletak dalam keadaan telungkup di tengah tegal ketela. Saya kemudian memanggil Jasmiah. Kami langsung hubungi perangkat desa setempat,” kata Supar kepada MuriaNewsCom.

Hal itu diamini Kapolres Pati AKBP R Setijo Nugroho. Pihaknya melakukan olah TKP dan memanggil petugas medis dari puskesmas setempat. “Kami mendapatkan informasi dari Suwiji, perangkat desa setempat dan petugas Polsek Margoyoso, kemudian melakukan olah TKP bersama tim medis dari puskesmas setempat,” tuturnya.

Ia mengatakan, mayat tanpa identitas itu berjenis kelamin perempuan, usia sekitar 70 tahun, tinggi badan sekitar 150 cm, dan mengenakan banu warna hijau dengan celana kolor pendek berwarna coklat.

Sementara itu, dr Gandhi, dokter Puskesmas Margoyoso II menyatakan, bila korban meninggal tidak lama. Ia memperkirakan, korban meninggal baru enam jam, setelah diperiksa sekitar pukul 10.30 WIB.

Editor : Kholistiono

2 Hari Menghilang, Mayat Pemuda Selorojo Pati Ditemukan Membusuk di Waduk Gembong

Kapolsek Gembong AKP Sugino bersama petugas dan warga setempat berhasil mengevakuasi mayat korban yang lokasinya berada 5 meter dari tepi waduk. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Kapolsek Gembong AKP Sugino bersama petugas dan warga setempat berhasil mengevakuasi mayat korban yang lokasinya berada 5 meter dari tepi waduk. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Warga Desa Gembong, Kecamatan Gembong gempar dengan adanya temuan mayat seorang laki-laki berusia 24 tahun yang diketahui bernama Wisnu Ari Wibowo, warga Desa Selorojo RT 4 RW 14, Gembong, Pati, Jumat (4/3/2016).

Mayat korban ditemukan dalam keadaan telungkup dan terapung dengan jarak 5 meter dari tepi Waduk Gembong. Sementara itu, kedalaman air mencapai 3 meter.

”Kondisi mayat korban sudah kaku, mulai ada pembusukan, dan kulit mulai menghitam. Dengan kondisi itu, kami perkirakan sudah meninggal dua hari yang lalu,” ujar Kapolsek Gembong AKP Sugino kepada MuriaNewsCom.

Hal itu dibenarkan Dokter Puskesmas Gembong Dr H Kusnanto yang memeriksa kondisi mayat korban bersama dengan tim Indonesian Automatic Fingerprints Identification System (INAFIS) Polres Pati.

”Beberapa bagian tubuh seperti kaki, mulai terkelupas. Perutnya kembung dan terdapat beberapa gelembungan. Ini memang sudah meninggal dua hari yang lalu,” katanya.

Editor : Titis Ayu Winarni

Bocah Asal Tambahmulyo Pati Tewas Tenggelam di Bendungan Sungai

Jenazah korban tenggelam di bendungan sungai Tambahmulyo dibawa ke mushola setempat. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Jenazah korban tenggelam di bendungan sungai Tambahmulyo dibawa ke mushola setempat. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Seorang bocah bernama Agus Lauhul Mahfud (12) yang merupakan warga Desa Tambahmulyo, Kecamatan Jakenan, Pati meninggal dunia setelah tenggelam di sebuah bendungan sungai setempat, Senin (15/2/2016).
Kejadian bermula, saat siswa kelas 6 SD Tambahmulyo 1 itu pulang mengikuti les karena akan segera menghadapi ujian sekolah. Belum selesai les, Agus berniat mandi di bendungan sungai.

Ia mengajak temannya bernama Farid. Namun, temannya itu menolak. Akhirnya, Agus mandi di bendungan sungai seorang diri.

“Agus benar-benar ingin mandi di sungai. Meski saya tidak mau, dia akhirnya mandi sendirian,” ujar Farid kepada MuriaNewsCom.

Bahkan, Farid sempat menyaksikan bila Agus melakukan atraksi jungkir ke sungai. Namun, tiba-tiba saja tubuh bocah malang itu tenggelam di sungai.

Sontak, tenggelamnya Agus membuat warga berbondong-bondong menolongnya. Namun, nyawa Agus tak lagi bisa diselamatkan karena kehabisan napas.

Editor : Akrom Hazami

Baca juga :
Siswi yang Tewas Tenggelam di Pantai Bandengan Ternyata Sedang Rayakan Ultah Temannya 

Ini Misteri Gaib 2 Anak Tewas Tenggelam di Kedung Kendil Pati

Ini Misteri Gaib 2 Anak Tewas Tenggelam di Kedung Kendil Pati

Petugas Polsek Wedarijaksa tengah mengidentifikasi lokasi tewasnya dua anak di Kedung Kendil, Galombo, Tegalharjo, Trangkil. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Petugas Polsek Wedarijaksa tengah mengidentifikasi lokasi tewasnya dua anak di Kedung Kendil, Galombo, Tegalharjo, Trangkil. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

PATI – Kematian dua anak yang tengah mencari ikan di sebuah kedung di Sungai Kendil, Galombo, Tegalharjo, Trangkil, Pati, ternyata diyakini warga setempat sebagai sebuah insiden yang terkait dengan dunia gaib.

Mbah Muntari, misalnya. Warga setempat ini sempat bermimpi, ada orang tua yang meminta tumbal berupa dua orang pada Rabu (6/1/2016) lalu. Mimpi Mbah Muntari itu tidak diceritakan sebelumnya, karena takut dinilai mengada-ada.

“Saya sempat bermimpi ada orang tua yang meminta tumbal berupa dua orang. Kami takut cerita, khawatir dikira mengada-ngada. Ini malah ada kejadian di Kedung Kendil,” katanya kepada MuriaNewsCom, Jumat (8/1/2016).

Sementara itu, Kepala Desa Tegalharjo Pandoyo juga mengaku hal yang sama. Ia sempat bermimpi bertemu orang tua yang meminta dua buah kelir atau wayang. “Saya mimpi itu tadi fajar. Hari ini ada kejadian seperti itu,” tuturnya.

Lepas dari hal gaib yang diyakini warga setempat, Kapolsek Wedarijaksa AKP Sulistyaningrum mengaku kejadian itu murni dari ketidaktahuan kedua anak yang tidak tahu jika kedalaman kedung mencapai dua meter.

Karena itu, ia mengimbau kepada warga untuk berhati-hati saat berada di Kedung Kendil. Karena, kedalaman di atas rata-rata tinggi manusia itu bisa membuat celaka jika tidak bisa berenang. “Anak-anak mestinya dilarang sebagai antisipasi hal serupa terjadi lagi,” pungkasnya. (LISMANTO/AKROM HAZAMI)

Hati-hati, Kedung Kendil Trangkil Sudah Memakan Korban Hingga Tiga Kali

Petugas kepolisian tengah mengukur kedalaman kedung menggunakan kayu. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Petugas kepolisian tengah mengukur kedalaman kedung menggunakan kayu. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

PATI – Kedung Kendil yang berada di Dukuh Galombo, Desa Tegalharjo, Kecamatan Trangkil, Pati ternyata sudah memakan korban hingga tiga kali dalam beberapa puluh tahun terakhir.

Kejadian pertama sama seperti yang terjadi pada saat ini. Dua anak tewas, karena tenggelam di sana. Kejadian itu berlangsung puluhan tahun silam. Kejadian kedua, satu anak tewas juga tenggelam di sana yang terjadi sekitar delapan tahun yang lalu.

”Kejadian yang berlangsung lama itu terulang lagi hari ini. Dua anak meninggal dunia, karena tenggelam saat ingin mencari ikan sebelum Jumatan sekitar pukul 10.30 WIB,” ujar Kepala Desa Tegalharjo Pandoyo kepada MuriaNewsCom, Jumat (1/8/2016).

Sontak, insiden tersebut membuat warga setempat bertanya-tanya dan mengaitkan dengan hal-hal yang mistis. Dari informasi yang dihimpun di lapangan, sejumlah warga yakin jika kedua anak yang tewas tenggelam karena ditarik “ubel-ubel”.

Kendati begitu, Kapolsek Wedarijaksa AKP Sulistyaningrum memastikan jika kedua anak itu tewas, karena salah perhitungan. Kedua anak itu tidak tahu jika kedalaman kedung mencapai 2 meter.

Sementara itu, dua anak itu masing-masing memiliki tinggi badan 125 cm dan 140 cm. ”Keduanya tidak tahu jika kedalaman kedung dalam sungai Kendil itu mencapai dua meter,” tukasnya. (LISMANTO/TITIS W)

Ini Kronologi Penemuan Mayat di Sawah Desa Guyangan Pati

Ilustrasi mayat

Ilustrasi mayat

 

PATI – Sesosok mayat laki-laki tanpa identitas yang diperkirakan berusia 18 tahun ditemukan di sawah milik Lasmijan, Desa Guyangan, Kecamatan Trangkil, Minggu (25/10/2015).

Saat itu, Slamet (55), warga Desa Sambilawang sedang mengecek kolam lele miliknya. Tiba-tiba, ada warga yang habis mencari rumput memberitahu kalau ada mayat di areal persawahan di Desa Guyangan.

“Saya langsung ke tempat kejadian perkara. Ternyata benar, laki-laki muda yang mengenakan kaos bertuliskan NOAH dengan potongan cepak sudah tidak bernyawa,” ujarnya kepada MuriaNewsCom.

Selanjutnya, Slamet melaporkan kejadian yang sempat menjadi tontonan warga itu kepada kepala desa setempat. “Saya langsung melaporkan kepada Pak Badrudin, Kades Desa Guyangan agar dilaporkan ke polisi,” imbuhnya.

Dari laporan tersebut, Kapolsek Wedarijaksa AKP Rohana Sulistiyaningrum bersama dengan petugas medis dari Puskesmas 2 Wedarijaksa turun di lapangan dan memeriksa mayat tersebut. Dari hasil pemeriksaan, petugas medis menyatakan tidak ada tanda-tanda penganiayaan dalam tubuh korban. (LISMANTO/KHOLISTIONO)

Seorang Pemuda Ditemukan Tewas di Sawah Desa Guyangan Pati

Ilustrasi mayat

Ilustrasi mayat

 

PATI – Mayat laki-laki tanpa identitas ditemukan di sawah milik Lasmijan di Desa Guyangan, Kecamatan Trangkil, Pati, Minggu (25/10/2015) sekitar pukul 14.45 WIB.

Ciri-ciri mayat yang ditemukan, antara lain tinggi mayat sekitar 148 cm, berat badan 55 kg, menggunakan kalos lengan pendek warna hijau, dan celana pendek kolor warna abu-abu kombinasi biru dengan tulisan NOAH.

Kapolsek Wedarijaksa AKP Rohana Sulistiyaningrum mengatakan, mayat laki-laki tersebut diperkirakan umur sekitar 18 tahun. “Rambutnya hitam dengan potongan cepak dan membawa tas kecil warna hitam berisi uang receh lima ratusan, seribuan dan uang kertas dua ribuan,” ujarnya kepada MuriaNewsCom.

Hasil pemeriksaan dari tim medis Puskesmas 2 Wedarijaksa, tidak ditemukan luka atau tanda-tanda penganiayaan. “Setelah kami periksa, tidak ada tanda-tanda penganiayaan,” ujar dr Heni, tim medis dari Puskesmas 2 Wedarijaksa. (LISMANTO/KHOLISTIONO)